Tag: Listyo Sigit Prabowo

  • 34 Polisi Dimutasi Buntut Kasus Pemerasan WN Malaysia di DWP, Ini Daftarnya – Halaman all

    34 Polisi Dimutasi Buntut Kasus Pemerasan WN Malaysia di DWP, Ini Daftarnya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.com – Buntut kasus pemerasan terhadap Warga Negara (Malaysia) selama konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024, 34 oknum polisi yang merupakan anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, Polsek Kemayoran, dan Polsek Tanjung Priok, dimutasi.

    Mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/429/XII/KEP.2024 itu telah dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.

    “Ya, benar (ada mutasi)” kata Ade Ary, Kamis (26/12/2024).

    Berikut ini 34 polisi yang dimutasi buntut pemerasan terhadap WN Malaysia di konser DWP:

    AKBP Bariu Bawana, dari Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKBP Wahyu Hidayat, dari Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKBP Malvino Edward Yusticia, dari Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Jamalinus Laba Pandapotan Nababan, dari Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Palti Raja Sinaga, dari Kanit 2 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Dr. Edy Suprayitno, dari Kanit 3 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol David Richardo Hutasoit, dari Kanit3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Derry Mulyadi, dari Kanit 4 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Dzul Fadlan, dari Kanit 5 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Rio Mikael L Tobing, dari Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Dr. Rolando Victor Asi Hutajulu, dari Kanit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Aryanindita Bagasatwika Mangkoesoebroto, dari Kanit 4 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Abad Jaya Harefa, dari Kanit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Kompol Dimas Aditya, dari Kapolsek Tanjung Priok dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Yudhy Triananta, dari Panit 1 Unit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Iptu Syaharuddin, dari Panit 1 Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Iptu Sehatma Manik, dari Administrasi Penyelia Bidang Subdit 3 Ditresnaroba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Iptu Jemi Ardianto, dari Kanit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Rio Hangwidya Kartika, dari Kanit 2 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Iptu Agung Setiawan, dari Kanit 3 Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    AKP Fauzan, dari Kanitreskrim Polres Kemayoran dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Ipda Win Stone, dari Panit 1 Unit Binmas Polsek Kemayoran dimutasi menjadi Pama Yanma Polda Metro Jaya
    Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Brigadir Dwi Wicaksono, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Bripka Wahyu Tri Haryanto, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Bripka Ready Pratama, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Briptu Dodi, dari Bintara Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Brigadir Hendy Kurniawan, dari Bintara Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Aipda Lutfi Hidayat, dari Bintara Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Aipda Hadi Jhontua Simarmata, dari Bintara Satresnarkoba Polres Metro Jakpus dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Bripka Ricky Sihite, dari Ps. Kasihumas Polsek Kemayoran dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Brigadir Andri Halim Nugroho, dari Bintara Polsek Kemayoran dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya
    Briptu Muhammad Padli, dari Bintara Polsek Kemayoran dimutasi menjadi Bintara Yanma Polda Metro Jaya

    Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengamankan 18 oknum polisi yang memeras WN Malaysia selama DWP 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 13-15 Desember.

    Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan pihaknya mendapat informasi mengenai keluhan dari WN Malaysia yang menonton DWP.

    “Informasi adanya keluhan dari warga negara Malaysia, terkait perlakuan yang tidak mengenakkan dengan dugaan pemerasan oleh oknum polisi,” kata Andiko, Jumat (20/12/2024).

    Kasus pemerasan ini sendiri pertama kali diungkap oleh EDM Maniac Asia yang kemudian disorot media sosial di Malaysia.

    Mereka menyebut ada oknum polisi Indonesia yang melakukan penangkapan dan tes urine mendadak terhadap lebih dari 400 penonton Malaysia.

    Ada juga klaim dari penonton yang terpaksa membayar kepada oknum polisi, meski hasil tes urine negatif narkoba.

    Uang Hasil Pemerasan Capai Rp2,5 Miliar

    Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, mengungkapkan uang hasil pemerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap WN Malaysia berjumlah Rp2,5 miliar.

    Sebagai informasi, sebelumnya beredar kabar uang hasil pemerasan mencapai angka Rp32 miliar.

    “Perlu saya luruskan juga, barang bukti yang kita amankan jumlahnya Rp2,5 miliar.”

    “Jadi jangan sampai nanti seperti pemberitaan sebelumnya yang angkanya cukup besar,” ucap Abdul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2024).

    Lebih lanjut, Abdul mengatakan para oknum polisi tersebut telah mempersiapkan rekening yang dipakai untuk menampung uang hasil pemerasan.

    Meski demikian, Abdul tak merinci secara detail mengenai rekening tersebut.

    “Memang ada rekening yang sudah disiapkan,” ucap dia.

    Terkait jumlah WN Malaysia yang menjadi korban pemerasan, Abdul juga meralatnya.

    Dari hasil penyelidikan dan identifikasi, kata Abdul, WN Malaysia yang menjadi korban pemerasan berjumlah 45 orang.

    “Jadi jangan sampai ada yang jumlahnya cukup spektakuler.”

    “Jadi kita luruskan bahwa korban yang sudah kita datakan secara scientific dan hasil penyelidikan,” pungkasnya.

    Kompolnas Ungkap Ada Dua Klaster

    Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan ada dua klaster terkait peran dalam kasus pemerasan terhadap penonton DWP 2024 dari Malaysia.

    Dua klaster itu terdiri dari pemberi perintah dan anak buah yang bertugas di lapangan.

    “Ada struktur yang memang bisa menggerakkan orang. Struktur pertanggungjawaban sangat penting dalam konteks peristiwa ini.”

    “Siapa yang akan bertanggung jawab dan siapa yang akan mendapatkan sanksi,” jelas Komisioner Kompolnas, Chariul Anam, Rabu (25/12/2024).

    “Yang paling bertanggung jawab dan paling substansial dalam peristiwa tersebut ya dia harus mendapatkan hukuman yang paling berat,” sambungnya. 

    Lebih lanjut, Chairul mengungkapkan, kasus pemerasan oleh oknum polisi tersebut tak hanya melanggar kode etik.

    Menurutnya, ada potensi besar sanksi pidana atas kasus pemerasan tersebut.

    “Potensi untuk diproses pidana memang sangat besar,” katanya.

    Anam pun menilai, Polri bakal memproses secara pidana pula terhadap 18 polisi tersebut setelah sidang etik selesai digelar.

    “Apakah ada potensi pidananya, ya saya yakin Pak Kapolri, Pak Kabareskrim akan menindaklanjuti itu,” pungkasnya.

    (Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Yohanes Liestyo/Reynas Abdila/Abdi Ryanda Shakti)

  • Profil AKBP Bariu Bawana, Pamen Polda Metro Jaya yang Terseret Kasus Pemerasan WN Malaysia di DWP – Halaman all

    Profil AKBP Bariu Bawana, Pamen Polda Metro Jaya yang Terseret Kasus Pemerasan WN Malaysia di DWP – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Puluhan anggota polisi, mulai dari yang berpangkat bintara hingga perwira menengah, dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya, buntut kasus dugaan pemerasan terhadap Warga Negara Malaysia di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024, 13-15 Desember.

    Mutasi terhadap 34 anggota polisi itu tertuang dalam surat telegram mutasi jabatan tingkat Pamen, Pama, hingga Bintara, nomor ST/429/XII/KEP.2024 per tanggal 25 Desember 2024 yang ditandatangani oleh Karo SDM Kombes Muh Dwita Kumu Wardana atas nama Kapolda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto. 

    Seluruh anggota yang dimutasi berstatus dalam rangka riksa (pemeriksaan). 

    Dari 34 anggota yang dimutasi itu, tiga di antaranya berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKB).

    Mereka adalah AKBP Bariu Bawana, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, yang dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya (dalam rangka riksa).

    Kemudian AKBP Wahyu Hidayat, Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dimutasi menjadi Pamen Yanma Polda Metro Jaya (dalam rangka riksa).

    Dan terakhir adalah AKBP Malvino Edward Yusticia, Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dimutasi sebagai Pamen Yanma Polda Metro Jaya (dalam rangka riksa).

    Sosok AKBP Bariu Bawana

    AKBP Bariu Bawana sendiri baru sekitar setahun menjabat sebagai Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

    Ia menduduki jabatan itu pada Januari 2024 lalu berdasarkan surat telegram nomor: ST/4/I/KEP./2024 tertanggal 4 Januari 2024 yang ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Langgeng Purnomo.

    Sebelum menjadi Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya,  AKBP Bariu Bawana adalah Pamen di Polda Metro Jaya.

    Saat masih berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), Bariu Bawana pernah menjadi Kasat Lantas Polres Karawang sekitar tahun 2019 silam.

    Setelah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Karawang, pada November 2019 Bariu Bawana kemudian dimutasi ke  Polda Jawa Barat.

    Saat naik pangkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol), Bariu Bawana juga pernah menduduki jabatan Kabagbinopsional Ditpolairud Polda Maluku.

    Ssebelum terjerat kasus dugaan pemerasan terhadap Warga Negara Malaysia di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024, 13-15 Desember, AKBP Bariu Bawana memiliki prestasi yang cukup baik. 

    Pada Juli 2024 silam, tim yang dipimpin AKBP Bariu Bawana berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 12 kilogram di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang kurir narkoba berinisial W (23), Minggu (28/6/2024).

    “Diamankan barang bukti sebanyak 12 kg ganja dibungkus dengan menggunakan lakban. Sekarang sebagai tersangka kami amankan di Polda Metro Jaya,” kata AKBP Bariu Bawana kepada wartawan, Selasa (30/7/2024).

    Pengungkapan ini dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan soal adanya peredaran narkoba yang dikeluhkan warga sekitar.

    Setelah penyelidikan dan menangkap W, polisi juga mengamankan paket ganja yang dikamuflasekan dengan ditimbun tumpukan ikan asin sebagai penyamaran.

    “Kami mengamankan satu orang pelaku atau tersangka atas nama inisial W (23). Barang bukti tersebut dilapisi dengan menggunakan kamuflasenya berupa ikan teri atau ikan asin. Jadi barang bukti itu ditanam atau disimpan di bawah dari makanan kering tersebut,” jelasnya.

    Barang haram tersebut diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara.

    Ganja 12 Kg tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Jabodetabek.

    “Hasil lidik kami infonya barang tersebut kiriman dari Sumatera, lokasinya di Medan. Jadi untuk barang rencananya berdasarkan informasi yang kita dalami bakal diedarkan di wilayah Jabodetabek,” tutur AKBP Bariu Bawana.

    Sayangnya segala prestasi yang selama ini diukirnya sebagai anggota Polri kini tercoreng.

    AKBP Bariu Bawana ikut terseret dalam kasus dugaan pemerasan terhadap penonton Djakarta Warehouse Project atau DWP 2024 asal Malaysia.

    DWP 2024 digelar di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 13-15 Desember lalu. 

    Usai acara, akun Instagram penyelenggara DWP dibanjiri komentar protes warganet. 

    Sebagian besar keluhan datang dari penonton luar negeri, khususnya Malaysia. 

    Mereka mengaku mendapat pengalaman buruk selama mengikuti festival DWP 2024 itu. 

    Mereka kecewa karena tidak dapat melakukan pesta dansa alias rave dengan leluasa karena adanya intervensi. 

    Beberapa penonton bahkan mengaku diperas polisi yang menyamar dalam kerumunan. 

    “Acara terburuk yang pernah ada. Tidak akan pernah datang lagi,” tulis seorang warganet. 

    “Nama-nama besar tidak akan menarik lagi. Bahkan di VIP saya dilecehkan. Jadi, tidak akan DWP lagi,” ujar warganet lain.

    Div Propam Polri masih terus mendalami motif aksi pemerasan yang dilakukan oleh 18 anggota polisi kepada penonton DWP 2024 asal Malaysia itu. 

    Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim mengatakan pihaknya masih menggali motif dan tujuan para pelaku lantaran berasal dari satuan kerja yang berbeda. 

    “Motif masih kita dalami, artinya ini harus kita gali karena ini menyangkut beberapa satuan kerja mulai dari Polsek, Polres dan Polda juga,” ujarnya.

    Abdul Karim juga belum bisa mengungkap apakah para pelaku memang saling terkoordinasi atau melakukan aksi pemerasan secara masing-masing sesuai satuannya. 

    Oleh karenanya, ia mengatakan saat ini penyidik Propam Polri masih terus melakukan pemeriksaan secara maraton untuk menggali peran dari anggota tingkat Polsek, Polres, hingga Polda dalam kasus tersebut.

    “Kami masih pendalaman lagi. Jadi, kami masih belum berani memastikan itu semua karena masih ada beberapa fakta yang harus kita gali lagi,” tuturnya. “Karena ini harus kami gali, bagaimana peran dari Polsek, bagaimana peran Polres, maupun Polda itu melakukan kegiatan ini,” imbuh Abdul Karim.

    Sejauh ini dari hasil penyelidikan, total warga negara Malaysia yang menjadi korban dugaan pemerasan saat menonton Djakarta Warehouse Project 2024 itu mencapai 45 orang. 

    “Dari hasil penyelidikan yang sudah kami lakukan perlu kami luruskan bahwa korban warga negara Malaysia dari penyelidikan dan identifikasi kami secara saintifik kami temukan sebanyak 45 orang,” kata Irjen Abdul Karim.

    Ia juga menyebut para pelaku pemerasan terhadap penonton DWP 2024 asal Malaysia memiliki rekening khusus yang digunakan sebagai tempat penampungan uang. 

    “Memang ada rekening yang sudah disiapkan,” ujarnya. 

    Kendati demikian, Irjen Abdul Abdul tidak membeberkan lebih jauh ihwal total rekening yang digunakan para pelaku tersebut. 

    Ia hanya mengatakan total uang hasil pemerasan yang diterima mencapai Rp2,5 miliar dari 45 orang korban. 

    “Bahwa barang bukti yang telah kita amankan jumlahnya berapa Rp2,5 miliar rupiah. Jadi jangan sampai nanti seperti pemberitaan sebelumnya yang angkanya cukup besar,” ujarnya.

  • Propam Polri Gali Motif Pemerasan WN Malaysia karena Jerat 18 Oknum Polda, Polres, dan Polsek

    Propam Polri Gali Motif Pemerasan WN Malaysia karena Jerat 18 Oknum Polda, Polres, dan Polsek

    loading…

    Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim masih menggali motif pemerasan WN Malaysia yang dilakukan 18 oknum polisi saat konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Foto: Dok SINDOnews

    JAKARTA – Propam Polri menggali motif pemerasan Warga Negara (WN) Malaysia yang dilakukan 18 oknum polisi saat konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024. Sebanyak 18 oknum polisi berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Polsek Kemayoran.

    “Kalau terkait motif masih kita dalami. Artinya ini cukup harus kita gali karena menyangkut beberapa satuan kerja mulai dari Polsek, Polres, dan Polda,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, Kamis (26/12/2024).

    Dia belum merinci identitas 18 oknum polisi yang melakukan pemerasan. Namun, dia memastikan belasan personel Polri itu tak terkoordinasi menjadi satu. 


    “Yang kita pastikan begini, dari 18 ini kan meliputi Polsek, Polres, dan Polda. Tentunya ini berbeda, tidak terkoordinasi jadi satu,” ujarnya.

    Karim menegaskan 18 oknum polisi telah ditahan atau ditempatkan di tempat khusus (patsus) Divisi Propam Polri guna pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan, Propam juga telah merencanakan jadwal sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pekan depan. 


    Sejauh ini, Polri belum memproses terkait tindak pidana pemerasan melainkan fokus menyelesaikan etik terlebih dahulu. “Karena kita akan melakukan percepatan dalam rangka sidang etik ini,” kata Karim.

    (jon)

  • Fakta Terbaru Kasus 18 Polisi Diduga Peras WNA Malaysia di DWP

    Fakta Terbaru Kasus 18 Polisi Diduga Peras WNA Malaysia di DWP

    Jakarta: Sebanyak 45 orang warga negara (WN) Malaysia menjadi korban pemerasan polisi. Pemerasan terjadi saat menonton gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat.

    “Jadi, dari hasil penyelidikan yang sudah kami lakukan perlu kami luruskan bahwa korban warga negara Malaysia dari penyelidikan dan identifikasi kami secara saintifik kami temukan sebanyak 45 orang,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Desember 2024.

    Polisi juga sudah sudah mengamankan 18 personelnya yang diduga terlibat pemerasan warga Malaysia saat menonton gelaran DWP 2024. Belasan polisi itu terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.

    Berikut fakta-fakta terbaru kasus oknum polisi melakukan pemerasan terhadap WN Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
    1. 2 Warga Malaysia Jadi Pelapor

    Karim mengungkapkan bahwa kasus ini sudah dilaporkan dan laporan tersebut sudah diterima Divpropam Polri. Adapun pelapornya merupakan WN Malaysia, namun dia enggan menyebutkan identitas pelapor.

    “Ya itu sudah kita terima di Divpropam Polri ini. Jadi ada dua pendumasnya. Tentunya pendumas ini kita jaga ya inisialnya,” ujar Karim.
    2. Siapkan Rekening Penampung

    Divpropam Polri menyita uang Rp2,5 miliar dari 18 anggota yang memeras warga negara Malaysia saat menonton gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka telah menyiapkan rekening untuk menampung uang miliaran rupiah itu.

    “Memang ada rekening yang sudah disiapkan,” jelasnya.
     

     

    3. Disidang Kode Etik

    Karim melanjutkan kasus yang menjerat anggota dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran itu kini ditangani Div Propam Polri. Guna percepatan dan objektifitas dalam rangka pemeriksaan.

    “Dan yang terakhir, kami sepakat di Divpropam akan menyidangkan sidang kode etik kasus ini yang kita rencanakan minggu,” pungkas jenderal polisi bintang dua itu.

     

    Jakarta: Sebanyak 45 orang warga negara (WN) Malaysia menjadi korban pemerasan polisi. Pemerasan terjadi saat menonton gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat.
     
    “Jadi, dari hasil penyelidikan yang sudah kami lakukan perlu kami luruskan bahwa korban warga negara Malaysia dari penyelidikan dan identifikasi kami secara saintifik kami temukan sebanyak 45 orang,” kata Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 24 Desember 2024.
     
    Polisi juga sudah sudah mengamankan 18 personelnya yang diduga terlibat pemerasan warga Malaysia saat menonton gelaran DWP 2024. Belasan polisi itu terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.
    Berikut fakta-fakta terbaru kasus oknum polisi melakukan pemerasan terhadap WN Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
    1. 2 Warga Malaysia Jadi Pelapor

    Karim mengungkapkan bahwa kasus ini sudah dilaporkan dan laporan tersebut sudah diterima Divpropam Polri. Adapun pelapornya merupakan WN Malaysia, namun dia enggan menyebutkan identitas pelapor.
     
    “Ya itu sudah kita terima di Divpropam Polri ini. Jadi ada dua pendumasnya. Tentunya pendumas ini kita jaga ya inisialnya,” ujar Karim.
    2. Siapkan Rekening Penampung

    Divpropam Polri menyita uang Rp2,5 miliar dari 18 anggota yang memeras warga negara Malaysia saat menonton gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka telah menyiapkan rekening untuk menampung uang miliaran rupiah itu.
     
    “Memang ada rekening yang sudah disiapkan,” jelasnya.
     

     

    3. Disidang Kode Etik

    Karim melanjutkan kasus yang menjerat anggota dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran itu kini ditangani Div Propam Polri. Guna percepatan dan objektifitas dalam rangka pemeriksaan.
     
    “Dan yang terakhir, kami sepakat di Divpropam akan menyidangkan sidang kode etik kasus ini yang kita rencanakan minggu,” pungkas jenderal polisi bintang dua itu.
     
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Beredar Nama Belasan Oknum Polisi yang Peras WN Malaysia di DWP, Ini Kata Kadiv Propam

    Beredar Nama Belasan Oknum Polisi yang Peras WN Malaysia di DWP, Ini Kata Kadiv Propam

    Jakarta: Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim merespons terkait beredarnya daftar 12 nama polisi yang terlibat dalam aksi pemerasan 45 orang warga negara (WN) Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

    Nama-nama tersebut diketahui beredar dalam sebuah flyer yang viral di media sosial. Dalam flyer itu tertulis Official Statement from DWP.

    Terkait hal tersebut Karim membenarkan sebagian nama tersebut. Namun, dia tidak merinci nama yang benar.

    “Itu dapat namanya dari mana itu? Haduh. Ya beberapa nama memang ada di situ,” kata Karim kepada wartawan dikutip Rabu, 25 Desember 2024.

    Para oknum pemeras WN Malaysia sudah di tahan. Berikut daftar nama anggota Polri yang diduga melakukan pemerasan 400 penonton DWP senilai Rp32 miliar, yaitu:

    Kasubdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward;
    Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Jamalinus;
    Kanit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Dzul Fadian;
    Kanit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yudhy Triananta Syaeful;
    Panit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Sehatma Manik;
    Panit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Syaharuddin;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Dwi Wicaksono;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Wahyu Tri Haryanto;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Ready Pratama;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Briptu Dodi.

    Jumlah Korban dan Kerugian 

    Namun, Karim telah meluruskan jumlah WN Malaysia korban pemerasan sebanyak 45 orang. Kerugian para korban Rp2,5 miliar.

    “Perlu saya luruskan juga bahwa barang bukti yang telah kita amankan jumlahnya Rp2,5 miliar. Jadi jangan sampai nanti seperti pemberitaan sebelumnya yang angkanya cukup besar,” ungkap Karim.

    Sebanyak 18 polisi yang diduga melakukan pemerasan itu satuan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran. Mereka membuka rekening untuk menampung uang Rp2,5 miliar.

    Kini, motif 18 anggota melakukan pemerasan tengah didalami. Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 digelar pada 13-15 Desember di Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Jakarta: Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim merespons terkait beredarnya daftar 12 nama polisi yang terlibat dalam aksi pemerasan 45 orang warga negara (WN) Malaysia di Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.
     
    Nama-nama tersebut diketahui beredar dalam sebuah flyer yang viral di media sosial. Dalam flyer itu tertulis Official Statement from DWP.
     
    Terkait hal tersebut Karim membenarkan sebagian nama tersebut. Namun, dia tidak merinci nama yang benar.
    “Itu dapat namanya dari mana itu? Haduh. Ya beberapa nama memang ada di situ,” kata Karim kepada wartawan dikutip Rabu, 25 Desember 2024.
     
    Para oknum pemeras WN Malaysia sudah di tahan. Berikut daftar nama anggota Polri yang diduga melakukan pemerasan 400 penonton DWP senilai Rp32 miliar, yaitu:

    Kasubdit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Malvino Edward;
    Kasat Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Jamalinus;
    Kanit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Dzul Fadian;
    Kanit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yudhy Triananta Syaeful;
    Panit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Sehatma Manik;
    Panit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Iptu Syaharuddin;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Aiptu Armadi Juli Marasi Gultom;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Fahrudin Rizki Sucipto;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Brigadir Dwi Wicaksono;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Wahyu Tri Haryanto;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Bripka Ready Pratama;
    Banit Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Briptu Dodi.

    Jumlah Korban dan Kerugian 

    Namun, Karim telah meluruskan jumlah WN Malaysia korban pemerasan sebanyak 45 orang. Kerugian para korban Rp2,5 miliar.
     
    “Perlu saya luruskan juga bahwa barang bukti yang telah kita amankan jumlahnya Rp2,5 miliar. Jadi jangan sampai nanti seperti pemberitaan sebelumnya yang angkanya cukup besar,” ungkap Karim.
     
    Sebanyak 18 polisi yang diduga melakukan pemerasan itu satuan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Kemayoran. Mereka membuka rekening untuk menampung uang Rp2,5 miliar.
     
    Kini, motif 18 anggota melakukan pemerasan tengah didalami. Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 digelar pada 13-15 Desember di Kemayoran, Jakarta Pusat.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Terungkap Dua Klaster Kasus Polisi Peras WN Malaysia di DWP, Ada Pemberi Perintah dan Pelaksana – Halaman all

    Terungkap Dua Klaster Kasus Polisi Peras WN Malaysia di DWP, Ada Pemberi Perintah dan Pelaksana – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengawasi penanganan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan 18 polisi terhadap warga negara Malaysia yang menonton gelaran internasional Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Dalam hal ini, Kompolnas mengungkap ada dua klaster terkait peran dalam aksi pemerasan tersebut. Klaster pertama yakni pihak yang memberi perintah. 

    “Biar agak membuka sedikit. Kalau pertanyaannya siapa pelakunya? Ada struktur yang memang bisa menggerakkan orang,” kata Komisioner Kompolnas Chairul Anam kepada wartawan, Rabu (25/12/2024).

    Selanjutnya, Anam mengatakan klaster kedua sendiri yakni para pelaku yang bertugas melakukan pemerasan terhadap korban di lapangan.

    “Struktur pertanggung jawaban jadi sangat penting dalam konteks peristiwa ini. Siapa yang akan bertanggung jawab dan siapa yang akan mendapatkan sanksi,” tuturnya.

    “Yang paling bertanggung jawab dan paling substansial dalam peristiwa tersebut ya dia harus mendapatkan hukuman yang paling berat,” sambungnya. 

    Sebelumnya, beredar informasi ada lebih 400 penonton DWP yang menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi dengan nilai mencapai 9 juta ringgit atau sekitar Rp 32 miliar.

    Penyelenggara DWP Ismaya Live membuat pernyataan terkait kabar kejadian pemalakan dan pemerasan yang terjadi.

    “Kepada keluarga besar DWP kami yang luar biasa. Kami mendengar kekhawatiran Anda dan sangat menyesalkan tantangan dan frustrasi yang Anda alami,” tulis pernyataan resmi DWP di Instagram, Kamis (19/12/2024).

    DWP komitmen akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan pemerintah guna menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

    “Kami secara aktif bekerja sama dengan pihak berwenang dan badan pemerintah untuk menyelidiki secara menyeluruh apa yang terjadi dan untuk memastikan langkah-langkah konkret diterapkan untuk mencegah insiden semacam itu terjadi lagi di masa depan,” lanjutnya.

    Namun Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim meralat uang hasil pemerasan WN Malaysia oleh oknum Polisi di konser Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024.

    Menurutnya dari hasil penyelidikan uang pemerasan yang dilakukan anggota Polri hanya sebesar Rp 2,5 miliar.

    Perlu saya luruskan juga bahwa barang bukti yang telah kita amankan jumlahnya Rp 2,5 miliar. Jadi jangan sampai nanti seperti pemberitaan sebelumnya yang angkanya cukup besar,” ucap Abdul Karim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2024).

    Menurutnya, angka yang selama ini beredar tidak sesuai dengan fakta dari hasil yang didapatkan. 

    “Kita melakukan investigasi ini ya selalu berkoordinasi dengan Kompolnas pihak eksternal. Jadi kita terbuka,” kata Kadiv Propam.

    Pun demikian jumlah korban dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan.

    Abdul Karim menyebut korban Warga Negara Malaysia dari penyelidikan dan identifikasi yang ditemukan sebanyak 45 orang. 

    “Jadi jangan sampai ada yang jumlahnya cukup spektakuler. Jadi kita luruskan bahwa korban yang sudah kita datakan secara scientific dan hasil penyelidikan,” jelasnya.

    Kadiv Propam menegaskan pimpinan Polri ini serius dalam penanganan apapun bentuknya terhadap terduga pelanggar yang dilakukan oleh anggota. 

    Sejauh ini sudah ada dua korban yang melakukan pelaporan atau pendumasan ke Mabes Polri.

    “Ya itu sudah kita terima di Divpropam Mabes Polri ini. Jadi ada dua orang pendumasnya. Tentunya pendumas ini kita jaga ya inisialnya.

    Bakal Disidang Etik

    Selanjutnya, Abdul Karim memastikan sidang kode etik kasus 18 oknum anggota polisi memeras uang WN Malaysia akan digelar pekan depan.

    Menurutnya, kasus pemerasan ini sepenuhnya ditangani oleh Divisi Propam Polri agar penanganan lebih cepat.

    “Kami sepakat di Div Propam akan menyidangkan kasus ini yang kita rencanakan minggu depan sudah dilaksanakan sidang kode etik yang akan kita laksanakan minggu depan,” kata Abdul Karim di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2024).

    Karim menuturkan sanksi etik terhadap 18 oknum anggota tersebut akan diberikan secara adil dan disesuaikan dengan perbuatannya masing-masing.

    “Jadi akan kami berikan sanksi proporsional sesuai dengan kontribusi anggota kami ini,” katanya.

    Pihaknya juga bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia mengingat korban merupakan warga negara Malaysia.

    Komisioner Kompolnas Mohammad Chairul Anam menjelaskan dalam penanganan kasus yang melibatkan korban warga negara asing Malaysia.

    Menurutnya, korban telah disediakan desk atase kepolisian di Kedutaan Besar Malaysia.

    “Jadi korban yang kemarin nonton itu datang ke Indonesia kalau mau melaporkan disediakan desk di Malaysia, menurut kami ini langkah yang sangat progresif,” ucapnya.

     

     

  • Pesan Natal Uskup Agung Jakarta Soroti Kasus Korupsi Indonesia: Akhir-Akhir Ini untuk Jegal Orang – Page 3

    Pesan Natal Uskup Agung Jakarta Soroti Kasus Korupsi Indonesia: Akhir-Akhir Ini untuk Jegal Orang – Page 3

    Jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi menyambangi Gereja Katedral, Jakarta Pusat pada Selasa 24 Desember 2024.

    Kunjungan dilakukan jelang Misa Malam Natal dan Misa Natal di Katedral berlangsung.

    Nampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

    Pada kesempatan ini, jajaran pejabat yang hadir disambut Keuskupan Agung Gereja Katedral. Jajaran menteri itu menyampaikan selamat Hari Raya Natal 2024 bagi umat Kristiani yang merayakan.

    “Atas nama pribadi, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta pemerintah, kami mengucapkan Selamat Hari Natal kepada Bapak/Ibu umat Kristiani,” kata Pratikno.

    Pratikno berharap agar Natal 2024 membawa perdamaian, kebahagiaan, serta kesejahteraan bagi semua umat lintas agama. Terlebih, kata dia bangsa Indonesia menghargai perbedaan.

    “Sebagai bangsa yang menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari kita saling menghargai antarsesama umat beragama,” ucap dia.

    Pratikno menyatakan, pemerintah bekerja keras menjamin agar pelaksanaan ibadah Natal 2024 berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.

    Selain itu, kata dia pemerintah berupaya memberikan layanan terbaik bagi umat Kristiani yang melakukan perjalanan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Sekali lagi, kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan semoga damai sejahtera selalu menyertai,” kata Pratikno.

  • Kapolri Pastikan Misa Natal Berjalan Aman

    Kapolri Pastikan Misa Natal Berjalan Aman

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan ibadah Misa Natal di Hari Raya Natal 2024 berjalan dengan aman. Sebab, skema pengamanan yang diterapkan sangat maksimal.

    Pola pengamanan yang diterapkan mulai dari sterilisasi hingga pengerahan personel untuk berjaga di tempat ibadah.

    “Tentunnya kami sudah memerintahkan anggota untuk melakukan pengamanan mulai dari sterilisasi di awal, sampai dengan memastikan bahwa seluruh SOP terkait dengan pengamanan berjalan dengan baik,” ujar Sigit di Gereja Katedral Jakarta, Selasa, 24 September.

    Tak hanya personel Polri, pada skema pengamanan yang diterapkan turut melibatkan prajurit TNI hingga organisasi masyarakat (ormas).

    Dengan pelibatan tersebut, diharapkan seluruh umat Nasrani dapat menjalankan ibadah Misa Natal dengan aman dan nyaman.

    “Tentunya jemaah yang ikut dalam kegiatan ibadah semuanya merasa aman dan bisa suka cita khidmat dalam melaksanakan ibadah karena kami TNI dan Polri beserta sleuruh stakeholder terkait menjaga dan mengamankan seluruh rangkaian,” ucapnya.

    “Sehingga harapan kita ibadah bisa dilaksanakan dengan baik dan tentunya suka cita damai, Natal betul-betul bisa dirasakan oleh seluruh umat Kristiani yang melaksanakan ibadah,” sambung Sigit.

    Kapolri menijau pengamanan di tiga gereja yakni Gereja Katedral Jakarta, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Samanhudi, dan Gereja (GPIB) Immanuel Jakarta.

    Peninjauan dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

  • Pesan Natal 2024 Uskup Agung Jakarta: Ingatkan Tugas Pemimpin untuk Melayani, Bukan Dilayani – Page 3

    Pesan Natal 2024 Uskup Agung Jakarta: Ingatkan Tugas Pemimpin untuk Melayani, Bukan Dilayani – Page 3

    Nampak hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasruddin Umar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan.

    Pada kesempatan ini, jajaran pejabat yang hadir disambut Keuskupan Agung Gereja Katedral. Jajaran menteri itu menyampaikan selamat Hari Raya Natal 2024 bagi umat Kristiani yang merayakan.

    “Atas nama pribadi, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta pemerintah, kami mengucapkan Selamat Hari Natal kepada Bapak/Ibu umat Kristiani,” kata Pratikno.

    Pratikno berharap agar Natal 2024 membawa perdamaian, kebahagiaan, serta kesejahteraan bagi semua umat lintas agama. Terlebih, kata dia bangsa Indonesia menghargai perbedaan.

    “Sebagai bangsa yang menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari kita saling menghargai antarsesama umat beragama,” ucap dia.

    Pratikno menyatakan, pemerintah bekerja keras menjamin agar pelaksanaan ibadah Natal 2024 berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.

    Selain itu, kata dia pemerintah berupaya memberikan layanan terbaik bagi umat Kristiani yang melakukan perjalanan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Sekali lagi, kami mengucapkan Selamat Hari Natal dan semoga damai sejahtera selalu menyertai,” kata Pratikno.

  • 40 Ribu Lebih Tiket Kereta Api Ludes Terjual saat Hari Libur Perayaan Natal 2024 – Halaman all

    40 Ribu Lebih Tiket Kereta Api Ludes Terjual saat Hari Libur Perayaan Natal 2024 – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta menyebut jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Jakarta masih tinggi pada saat Hari Raya Natal 2024.

    Tercatat, ada lebih dari 40 ribu tiket kereta api yang sudah habiz terjual pada Rabu (25/12/2024).

    “Untuk keberangkatan hari ini, Rabu (25/12) yang berangkat sebanyak 40.854 penumpang,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko dalam keterangannya, Rabu.

    Dari total tiket yang terjual, Ixfan mengatakan 14.824 tiket terjual kepada penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir. Sedangkan, 26.030 sisanya berangkat dari Stasiun Pasar Senen.

    Ixfan melanjutkan, secara total selama Nataru 2024/2025, PT KAI menyediakan sebanyak 821.972 tempat duduk. Stasiun gambir 358.358 seat dan Pasar Senen 463.614 seat. 

    “Dari kapasitas seat/tempat duduk yang disediakan, sampai dengan hari ini Rabu (25/12) telah terjual sebanyak 475.000 tiket atau 58 persen dari kapasitas tersedia,” jelasnya.

    Meski begitu, Ixfan mengatakan jumlah tersebut masih bisa berubah karena penjualan tiket masih terbuka.

    “Bagi para calon penumpang yang masih belum memiliki tiket diharapkan dapat segera membelinya, agar tidak kehabisan tiket saat akan berangkat,” tuturnya.

    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memprediksi sebanyak 110,6 juta orang akan melaksanakan mudik Natal dan Tahun Baru.

    Angka itu meningkan 2,83 persen daripada tahun sebelumnya.

    “Tentunya di lapangan bisa meningkat realisasinya karena memang dibandingkan tahun sebelumnya juga terjadi peningkatan kurang lebih sekitar 3 sampai atau kurang lebih 17 persen daripada hasil survei,” kata Sigit usai Rakor Pelaksanaan PAM Nataru di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).

    Dalam hal ini, Polri pun bersama stakeholder terkait bakal menggelar Operasi Lilin 2024 untuk melakukan pengamanan pada saat perayaan tersebut.

    “TNI-Polri dan seluruh stakeholder tentunya akan bergabung bersama dan kita jg sudah menyiapkan 2.794 Posko terdiri dari 1.852 Pos PAM, 735 Pos Pelayanan, dan 207 Pos Terpadu untuk mengamankan 61.452 obyek pengamanan, di antaranya gereja, pusat perbelanjanaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, obyek wisata, maupun obyek perayaan tahun baru,” urainya.

    Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan Operasi Lilin 2024 akan berlangsung selama 13 hari, dari 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

    Sebanyak 141.605 personel gabungan serta mendirikan 2.794 posko terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

    Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menjelaskan Operasi Lilin bertujuan menjamin keamanan masyarakat di masa libur panjang ini. 

    “Kegiatan ini adalah upaya kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menjalankan aktivitas, baik untuk ibadah, perjalanan mudik, maupun rekreasi,” kata Irjen Sandi saat Apel Kesiapsiagaan Divhumas Polri dalam rangka persiapan Ops Lilin 2024, Rabu (18/12/2024).