Tag: Lisa

  • Raksasa Teknologi di Ujung Tanduk, Gaji CEO Tembus Rp 16,4 Miliar

    Raksasa Teknologi di Ujung Tanduk, Gaji CEO Tembus Rp 16,4 Miliar

    Jakarta, CNBC Indonesia – Baru-baru ini, Intel menunjuk CEO baru menggantikan posisi Pat Gelsinger yang dipaksa mengundurkan diri pada akhir 2024 silam. CEO baru Lip-Bu Tan merupakan sosok populer di industri chip.

    Ia berhasil menggenjot optimisme pasar terhadap masa depan Intel yang sedang berdarah-darah. Saham Intel dilaporkan melonjak lebih dari 10% usai penunjukan Tan pada pekan lalu. Sepanjang 2025, saham Intel sudah melonjak hampir 20%.

    Intel rela menggelontorkan uang banyak demi menggaet Tan sebagai nakhoda baru Intel. CNBC International melaporkan Tan akan menerima kompensasi total senilai US$1 juta (Rp16,4 miliar) dalam bentuk gaji dan bonus tahunan senilai US$2 juta (Rp32,8 miliar).

    Tak cuma itu, Tan akan menerima unit saham dalam hibah ekuitas jangka panjang senilai US$14,4 juta (Rp236 miliar), serta hibah kinerja sebesar US$17 juta (Rp278 miliar) dalam bentuk saham Intel, dikutip dari CNBC International, Senin (17/3/2025).

    Kedua hibah tersebut akan berlaku selama 5 tahun, meskipun Tan tidak akan memperoleh satu pun saham tersebut jika harga saham Intel turun selama 3 tahun ke depan. Ia dapat memperoleh lebih banyak saham jika harga saham perusahaan mengungguli pasar.

    Selain itu, Tan menerima opsi saham bernilai US$9,6 juta (Rp157 miliar) dan paket perekrutan senilai US$25 juta (Rp410 miliar).

    Secara total, Tan menerima US$66 juta (Rp1 triliun) dalam bentuk saham dan jaminan lainnya sebagai penghargaan ekuitas dan opsi jangka panjang, sebagai tambahan gaji, bonus, dan biaya legal. Hal ini dilaporkan CNBC International berdasarkan dokumen yang dimasukkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

    Jika Intel mengalami perubahan kendali, Tan dapat memenuhi syarat untuk percepatan vesting, menurut pengajuan tersebut.

    “Kompensasi Lip-Bu Tan merefleksikan pengalaman dan kredibilitasnya sebagai pemimpin teknologi yang berbakat. Ia memiliki pengalaman industri yang mendalam dan sangat kompetitif di pasar,” kata Intel dalam pernyataannya.

    “Sebagian besar kompensasinya berbasis ekuitas dan dikaitkan dengan penciptaan nilai pemegang saham jangka panjang,” Intel menambahkan.

    Secara terpisah, Tan sepakat untuk membeli saham Intel senilai US$25 juta (Rp410 miliar) dan memegang saham tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan jaminan-jaminan dan bonus yang dijanjikan.

    Diketahui, kejayaan Intel sebagai raja chip dunia kian tergusur. Raksasa asal Santa Clara tersebut berdarah-darah menghadapi persaingan dengan raksasa chip lain yang lebih dulu mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia dan AMD.

    Pada Desember 2024, dewan komisaris Intel memberhentikan Pat Gelsinger sebagai CEO karena dinilai gagal memulihkan kinerja raksasa chip komputer tersebut. Gelsinger hanya bertahan 4 tahun di pucuk kepemimpinan Intel.

    Profil CEO Baru Intel

    Tan memiliki beberapa keunggulan dalam memimpin Intel yang nyaris tenggelam. Hampir semua mantan dan calon klien Intel mengenalnya dan pernah berbisnis dengannya.

    Para mantan dan calon klien Intel setidaknya pernah membeli salah satu produk dari banyak startup yang didukung Tan. Beberapa juga pernah menggunakan software dari perusahaan yang dikelola Tan.

    Lebih lanjut, Tan memiliki kedekatan dengan orang-orang berpengaruh di sektor chip AI, seperti Lisa Su dari AMD dan Jensen Huang dari Nvidia. Upaya Tan untuk membawa kembali kejayaan Intel juga agaknya akan diawasi secara dekat oleh Presiden AS Donald Trump yang ingin Intel bangkit.

    “Tan dapat memanfaatkan pengalaman, khususnya koneksinya di industri, dalam menggenjot pertumbuhan di Intel,” kata analis independen Jack Gold, dikutip dari Reuters.

    “Semoga dewan komisaris memberikan kebebasan bagi Tan untuk membawa perubahan,” ia menambahkan.

    Tan yang berusia 65 tahun dikenal dengan strateginya yang tak biasa untuk menyulap perusahaan-perusahaan kecil menjadi besar.

    Ia lahir di Malaysia, besar di Singapura, dan kini sudah menjadi Warga Negara (WN) AS. Tan datang ke AS untuk mengenyam pendidikan nuklir di universitas kawakan MIT.

    Selanjutnya, ia pindah ke California untuk melanjutkan sekolah bisnis dan mendirikan firma modal ventura Walden International pada 1987. Tan percaya startup berskala kecil dengan ide rancangan chip yang baik akan berhasil berkompetisi melawan raksasa chip.

    Ia menggelontorkan banyak uang untuk mendanai ratusan startup. Beberapa contoh startup yang ia danai dan akhirnya berkembang pesat adalah Annapurna Labs. Saat ini Annapurna Labs telah diakuisisi Amazon dengan nilai US$370 juta.

    Amazon mengatakan Annapurna kini menjadi ‘jantung’ pengembangan chip in-house perusahaan. Raksasa AS itu mengatakan sekarang sudah lebih banyak menggunakan chip buatan Annapurna ketimbang Intel.

    Tan juga berinvestasi pada Nuvia yang telah dibeli Qualcomm senilai US$1,4 miliar pada 2021. Nuvia menjadi kekuatan baru Qualcomm untuk bersaing melawan Intel di pasar chip laptop dan PC.

    Tan masih aktif berhubungan dengan startup-startup yang ia danai. Ke depan, bisa jadi startup-startup itu menjadi kompetitor atau target akuisisi Intel.

    Sebagai contoh, awal pekan ini Tan menggelontorkan dana ke startup Celestial AI yang juga dibekingi AMD yang merupakan salah satu rival Intel.

    Dalam perannya sebagai investor dan CEO, Tan dikenal cepat mendeteksi tren besar yang akan mengubah industri chip dalam waktu 30 tahun.

    Pada 2009-2021, Tan merupakan CEO Cadence Design Systems, yakni firma perancang software chip. Tan memfokuskan Cadence untuk menyuplai software dan bermitra dekat dengan perusahaan kawakan seperti TSMC.

    Dalam masa Tan memimpin Cadence, saham perusahaan naik 3.200%. Cadence juga berhasil menjadikan Apple sebagai klien terbesarnya, ketika produsen iPhone itu ingin beralih dari penyuplai chip seperti Intel untuk mulai mengembangkan chip secara mandiri.

    Tool Cadence menjadi pilihan utama bagi perusahaan chip kawakan seperti Broadcom, yang membantu Google, Amazon, dkk merancang chip AI buatan mereka sendiri dengan bantuan TSMC.

    “Ia [Tan] bekerja sangat baik dalam mengarahkan Cadence ke fokus yang tepat,” kata Karl Freund, analis di Cambrian AI Research.

    (fab/fab)

  • Cara Ronald Tannur Buang Sial: Cukur Rambut dan Buang Baju di Hotel – Halaman all

    Cara Ronald Tannur Buang Sial: Cukur Rambut dan Buang Baju di Hotel – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Begitu divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 2024 lalu, Gregorius Ronald Tannur mengaku langsung melakukan tradisi buang sial.

    Terpidana kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti ini melakukan dua cara buang sial.

    Yakni membuang bajunya dan mencukur rambutnya.

    Bahkan putra eks Anggota DPR ini langsung makan di gerai makanan cepat saji MCD begitu bebas dari tahanan.

    Ronald Tannur mengatakan hal itu saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang suap vonis bebas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (17/3/2025).

    Dia bersaksi untuk terdakwa eks pengacaranya Lisa Rachmat, ibunya Meirizka Widjaja Tannur, dan eks pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar.

    Soal ucapan buang sial diungkapkan Ronald Tannur saat  Majelis Hakim Sigit Herman Binaji mengonfirmasi ritual buang sial usai dibebaskan oleh hakim.

    “Apakah benar saudara setelah dinyatakan bebas kemudian untuk membuang sial itu pakaian saudara ke hotel dulu?” tanya Hakim Sigit di ruang sidang, Senin (17/3/2025).

    “Betul, Pak,” jawab Ronald Tannur.

    Mandi di Hotel dan Makan di McD

    Ronald Tannur kemudian menjelaskan selain membuang baju, dia juga melakukan potong rambut dan mandi di hotel tersebut.

    Namun ritual di hotel itu tidak berlangsung lama karena dia tidak sampai menginap.

    Setelah divonis bebas hakim PN Surabaya dan dijemput tim kuasa hukumnya di Rutan Klas 1A Medaeng Surabaya, Ronald Tannur mengaku dibawa ke MCD.

    “Saya disinggahkan ke MCD dulu untuk makan karena saya hampir satu tahun tidak makan MCD Pak,” ujar Ronald Tannur.

    Setelah itu, dia dibawa ke cafe milik Lisa.

    Lalu, beranjak ke hotel untuk menjalani ritual buang sial.

    Ronald Tannur mengaku tidak diinformasikan terlebih dahulu bahwa dirinya akan menjalani ritual buang sial.

    “Jadi pakaian yang dipakai selama di rutan itu saudara tinggal di hotel itu?” tanya Hakim Sigit.

    “Sebagian saya tinggal di rutan, Pak, saya bagikan kepada anak-anak yang di rutan,” ujar Ronald Tannur.

    Minta Maaf dan Menangis

    Dalam sidang, Ronald Tannur menahan tangis meminta maaf kepada ibunya, Meirizka Widjaja.

    Dia ditanya penasihat hukum Meirizka perihal seberapa dekat hubungannya dengan sang ibu.

    Menjawab hal tersebut, Ronald Tannur mengaku dirinya yang paling dekat dengan Meirizka ketimbang saudara-saudaranya.

    “Bagaimana hubungan dari saudara saksi dan juga hubungan dari saudara Ibu Meirizka, sedekat apa?” tanya penasihat hukum.

    “Mungkin dari semua anak-anak ibu Meirizka Widjaja, mungkin saya yang paling dekat dengan Ibu Meirizka Widjaja karena kami ke mana-mana selalu berdua,” ucap Ronald Tannur sambil menahan tangisnya.

    Ronald Tannur mengaku perasaannya hancur lantaran harus melihat ibunya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

    Tak hanya itu, dirinya juga mengaku menyesal tidak menuruti kata-kata Meirizka Widjaja hingga akhirnya terlibat kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti.

    “Dalam hal ini sampai dengan saat ini, ibu saudara terseret sebagai terdakwa. Saya pengen tahu perasaan saudara melihat ibu kandung saudara ada disini?” tanya tim hukum.

    “Ya hancur (perasaanya) pak, apalagi yang bisa saya katakan. Saya menyesal, jika saya tidak pergi malam itu, jika saya menuruti kata-kata ibu saya, mungkin tidak ada kejadian seperti ini. Kita semua tidak di sini,” ucap Ronald.

    Setelah panjang lebar, kemudian sambil menahan tangis, Ronald Tannur pun meminta maaf kepada ibunya yang duduk bersebelahan dengan tim penasihat hukum.

    “Maaf ya Ma, maaf ya Ma,” kata Ronald Tannur.

    Menyuap Hakim

    Adapun dalam perkara ini Meirizka Widjaja didakwa telah menyuap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya sebesar Rp 4,6 miliar agar anaknya divonis bebas dalam perkara pembunuhan.

    Kasus yang menyeret Ronald Tannur terjadi pada 4 Oktober 2023 dini hari.

    Kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Dini Sera Afriyanti bermula saat Ronald Tannur datang ke tempat karaoke di wilayah Surabaya  pada 3 Oktober 2023 malam sekira pukul 21.32 WIB.

    Kemudian Ronald Tannur bersama Dini Sera menuju room 7 di tempat karaoke tersebut sambil minum minum keras.

    Setelah itu, Rabu, 4 Oktober 2023 pukul 00.10, Ronald Tannur dan Dini bertengkar ketika hendak pulang.

    Hingga akhirnya Dini Sera dianiaya hingga meninggal dunia.

    Kemudian, polisi pun memproses perkara tersebut hingga masuk pengadilan.

    Tapi pada Rabu (24/7/2024) Ronald Tannur divonis bebas hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    Kebebasan Ronald Tannur tak berlangsung lama, Mahkamah Agung (MA) pun memutus Perkara nomor: 1466/K/Pid/2024 dengan terdakwa Ronald Tannur.

    Dalam putusan kasasi yang diketuai Soesilo dan  hakim anggota Ainal Mardhiah dan Sutarjo dinyatakan Ronald Tannur bersalah dan dihukum 5 tahun penjara.

    Putusan tersebut dibacakan pada Selasa, 22 Oktober 2024.

    Dalam putusan kasasi, Ronald Tannur terbukti melanggar Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

    Pasal 351 KUHP mengatur tentang tindak pidana penganiayaan biasa, yaitu penganiayaan yang tidak termasuk penganiayaan berat dan penganiayaan ringan.

    Ayat 3 dalam pasal 351 berbunyi: Penganiayaan yang menyebabkan kematian, dihukum dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

    Ronald Tannur ditangkap di Surabaya, Jawa Timur.

    Sumber: Tribunnews.com/Kompas.com

     

  • Ronald Tannur Ritual Buang Sial di Hotel Usai Divonis Bebas PN Surabaya

    Ronald Tannur Ritual Buang Sial di Hotel Usai Divonis Bebas PN Surabaya

    Ronald Tannur Ritual Buang Sial di Hotel Usai Divonis Bebas PN Surabaya
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Terpidana kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti, Gregorius
    Ronald Tannur
    mengaku buang sial hingga mampir makan di gerai makanan cepat saji MCD usai divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 2024 lalu.
    Pernyataan ini disampaikan Ronald Tannur saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan suap dengan terdakwa eks pengacaranya, Lisa Rachmat; ibunya, Meirizka Widjaja Tannur; dan eks pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar.
    Mulanya, anggota Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Tipikor (Tipikor) Jakarta, Sigit Herman Binaji mengonfirmasi ritual buang sial usai dibebaskan oleh hakim.
    “Apakah benar saudara setelah dinyatakan bebas kemudian untuk membuang sial itu pakaian saudara ke hotel dulu?” tanya Hakim Sigit di ruang sidang, Senin (17/3/2025).
    “Betul, Pak,” jawab Ronald Tannur.
    Ronald Tannur kemudian menjelaskan, selain membuang baju, dia juga melakukan potong rambut dan mandi di hotel tersebut.
    Namun, ritual di hotel itu tidak berlangsung lama karena dia tidak sampai menginap.
    Setelah divonis bebas hakim PN Surabaya dan dijemput tim kuasa hukumnya di Rutan Klas 1A Medaeng Surabaya, Ronald Tannur mengaku dibawa ke MCD.
    “Saya disinggahkan ke MCD dulu untuk makan, karena saya hampir satu tahun tidak makan MCD Pak,” ujar Ronald Tannur.
    Setelah itu, dia dibawa ke cafe milik Lisa. Lalu, beranjak ke hotel untuk menjalani ritual buang sial.
    Ronald Tannur mengaku, tidak diinformasikan terlebih dahulu bahwa dirinya akan menjalani ritual buang sial.
    “Jadi pakaian yang dipakai selama di rutan itu saudara tinggal di hotel itu?” tanya Hakim Sigit.
    “Sebagian saya tinggal di rutan, Pak, saya bagikan kepada anak-anak yang di rutan,” ujar Ronald Tannur.
    Dalam perkara ini, Lisa didakwa menyuap tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang mengadili kasus pembunuhan Ronald Tannur hingga Rp 4,6 miliar.
    Uang suap itu disebut bersumber dari
    ibu Ronald Tannur
    , Meirizka Widjaja.
    Suap itu diberikan agar majelis hakim menjatuhkan putusan bebas (
    vrijspraak
    ) dari dakwaan jaksa. Ronald Tannur pun melenggang keluar dari penjara.
    Selain itu, Lisa juga didakwa melakukan pemufakatan jahat karena berupaya menyuap ketua majelis kasasi MA, Soesilo yang mengadili perkara Ronald Tannur.
    Namun, putusan MA menyatakan Ronald Tannur bersalah dan dihukum lima tahun penjara karena menganiaya almarhumah Dini Sera.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ronald Tannur Tahan Tangis Jadi Saksi Meirizka Widjaja: Jika Saya Menuruti Ibu, Mungkin Tak di Sini – Halaman all

    Ronald Tannur Tahan Tangis Jadi Saksi Meirizka Widjaja: Jika Saya Menuruti Ibu, Mungkin Tak di Sini – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gregorius Ronald Tannur menahan tangis meminta maaf kepada ibunya, Meirizka Widjaja, dalam sidang suap vonis bebas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (17/3/2025).

    Ronald Tannur dihadirkan sebagai saksi untuk tiga terdakwa yakni mantan pejabat Mahkamah Agung Zarof Ricar, pengacara Lisa Rachmat, dan Meirizka Widjaja.

    Momen tangis Ronald Tannur bermula ketika ia ditanya penasihat hukum Meirizka perihal seberapa dekat hubungannya dengan sang ibu.

    Menjawab hal tersebut, Ronald Tannur mengaku dirinya yang paling dekat dengan Meirizka ketimbang saudara-saudaranya.

    “Bagaimana hubungan dari saudara saksi dan juga hubungan dari saudara Ibu Meirizka, sedekat apa?” tanya penasihat hukum.

    “Mungkin dari semua anak-anak ibu Meirizka Widjaja, mungkin saya yang paling dekat dengan Ibu Meirizka Widjaja karena kami ke mana-mana selalu berdua,” ucap Ronald Tannur sambil menahan tangisnya.

    Ronald Tannur mengaku perasaannya hancur lantaran harus melihat ibunya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

    Tak hanya itu, dirinya juga mengaku menyesal tidak menuruti kata-kata Meirizka Widjaja hingga akhirnya terlibat kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti.

    “Dalam hal ini sampai dengan saat ini, ibu saudara terseret sebagai terdakwa. Saya pengen tahu perasaan saudara melihat ibu kandung saudara ada disini?” tanya tim hukum.

    “Ya hancur (perasaanya) pak, apalagi yang bisa saya katakan. Saya menyesal, jika saya tidak pergi malam itu, jika saya menuruti kata-kata ibu saya, mungkin tidak ada kejadian seperti ini. Kita semua tidak di sini,” ucap Ronald.

    Setelah panjang lebar, kemudian sambil menahan tangis, Ronald Tannur pun meminta maaf kepada ibunya yang duduk bersebelahan dengan tim penasihat hukum.

    “Maaf ya Ma, maaf ya Ma,” kata Ronald Tannur.

    Adapun dalam perkara ini Meirizka Widjaja didakwa telah menyuap Hakim Pengadilan Negeri Surabaya sebesar Rp 4,6 miliar agar anaknya divonis bebas dalam perkara pembunuhan.

    Jaksa menyatakan uang yang dikeluarkan Meirizka dalam perkara ini meliputi Rp 1 miliar dan 308 Ribu Dollar Singapura atau setara Rp 3,6 miliar.

    “Suap diberikan kepada Hakim Ketua Erintuah Damanik, Mangapul dan Heru Hanindyo,” kata Jaksa di ruang sidang.

    Jaksa menjabarkan, perbuatan Meirizka itu bermula ketika dirinya menunjuk Lisa Rachmat sebagai penasihat hukum sang anak saat menjalani kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti.

    Keduanya pun menggelar pertemuan dan Lisa meminta agar Meirizka menyiapkan uang untuk kepengurusan perkara Ronald di PN Surabaya.

    Setelah itu Lisa pun menjalankan misinya dengan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak diantaranya Zarof Ricar hingga ketiga hakim PN Surabaya.

    Hingga kemudian Lisa pun menyerahkan sejumlah uang kepada ketiga hakim PN Surabaya dengan masing-masing sejumlah Erintuah 38 Ribu Dollar Singapura, Mangapul 36 Ribu Dollar Singapura dan Heru Hanindyo sebesar 36 Ribu Dollar Singapura.

    Dan sisanya 30 Ribu Dollar Singapura disimpan oleh Erintuah Damanik.

    “Uang diberikan agar hakim yang memeriksa dan memutus perkara Ronald Tannur dengan tujuan menjatuhkan putusan bebas,” jelas Jaksa.

    Atas perbuatannya, baik Lisa maupun Meirizka terancam pidana pada Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf a juncto Pasal 18 dan Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

    Sekilas Kasus Ronald Tannur

    Kasus yang menyeret Ronald Tannur terjadi pada 4 Oktober 2023 dini hari.

    Kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Dini Sera Afriyanti bermula saat Ronald Tannur datang ke tempat karaoke di wilayah Surabaya  pada 3 Oktober 2023 malam sekira pukul 21.32 WIB.

    Kemudian Ronald Tannur bersama Dini Sera menuju room 7 di tempat karaoke tersebut sambil minum minum keras.

    Setelah itu, Rabu, 4 Oktober 2023 pukul 00.10, Ronald Tannur dan Dini bertengkar ketika hendak pulang.

    Hingga akhirnya Dini Sera dianiaya hingga meninggal dunia.

    Kemudian, polisi pun memproses perkara tersebut hingga masuk pengadilan.

    Tapi, pada Rabu (24/7/2024) Ronald Tannur divonis bebas hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

    Kebebasan Ronald Tannur tak berlangsung lama, Mahkamah Agung (MA) pun memutus Perkara nomor: 1466/K/Pid/2024 dengan terdakwa Ronald Tannur.

    Dalam putusan kasasi yang diketuai Soesilo dan  hakim anggota Ainal Mardhiah dan Sutarjo dinyatakan Ronald Tannur bersalah dan dihukum 5 tahun penjara.

    Putusan tersebut dibacakan pada Selasa, 22 Oktober 2024.

    Dalam putusan kasasi, Ronald Tannur terbukti melanggar Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

    Pasal 351 KUHP mengatur tentang tindak pidana penganiayaan biasa, yaitu penganiayaan yang tidak termasuk penganiayaan berat dan penganiayaan ringan.

    Ayat 3 dalam pasal 351 berbunyi: Penganiayaan yang menyebabkan kematian, dihukum dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

    Ronald Tannur ditangkap di Surabaya, Jawa Timur.

  • Ronald Tannur Sebut Ibunya Cicil Bayar Fee Pengacara Rp 1 M, Masih Utang Rp 50 Juta

    Ronald Tannur Sebut Ibunya Cicil Bayar Fee Pengacara Rp 1 M, Masih Utang Rp 50 Juta

    Ronald Tannur Sebut Ibunya Cicil Bayar Fee Pengacara Rp 1 M, Masih Utang Rp 50 Juta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Terpidana kasus pembunuhan
    Dini Sera Afrianti
    , Gregorius
    Ronald Tannur
    menyebut ibunya, Meirizka Widjaja membayar fee untuk pengacaranya, Lisa Rachmat sebesar Rp 1 miliar dengan cara mencicil.
    Saat diperiksa sebagai saksi di persidangan, jaksa penuntut umum mengonfirmasi aliran dana dari rekening Meirizka kepada Lisa. 
    “Ada transferan 16 Oktober 2023 dari saudari Meirizka ke Lisa Rachmat sebesar Rp 500 juta, saksi pernah mengetahui?” tanya jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (17/3/2025).
    “Tidak pernah (tahu), Pak,” jawab Ronald Tannur.
    Jaksa kemudian kembali mengonfirmasi apakah Ronald Tannur mengetahui ibunya mentransfer 50.000 dollar Singapura kepada Meirizka pada 30 Oktober 2023 dan Rp 250 juta pada 5 Desember 2023.
    Namun, Ronald Tannur kembali tidak mengetahui aliran dana tersebut.
    Mendengar ini, jaksa lantas mencoba meringkas pertanyaannya dengan memastikan apakah Ronald Tannur tidak mengetahui semua aliran dana dari ibunya kepada Lisa.
    “Saya tidak pernah mengetahui transferan dari ibu saya kepada saudara Lisa Rachmat,” jawab Ronald Tannur.
    Meski demikian, kata dia, setelah divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 2024 dan pulang ke rumah, ibunya menceritakan ia mengeluarkan uang Rp 1 miliar untuk
    fee
    pengacara Lisa.
    Menurutnya, uang itu dibayar dengan mencicil.
    Bahkan, kata dia, ibunya masih memiliki utang kepada Lisa Rp 50 juta sebagai bonus untuk salah satu anggota tim kuasa hukum.
    “Ibu saya pernah membicarakan bahwa masih mempunyai utang sebesar Rp 50 juta kepada Ibu Lisa Rachmat dan sudah membayar
    fee
    kepada Lisa Rachmat sebesar Rp 1 miliar dengan cara dicicil,” tutur Ronald.
    Dalam perkara ini, Lisa didakwa menyuap tiga hakim PN Surabaya yang mengadili kasus pembunuhan Ronald Tannur.
    Uang disebut bersumber dari ibu Ronald Tannur, Meirizka Widjaja.
    Suap diberikan agar majelis hakim menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) dari dakwaan jaksa.
    Ronald Tannur pun melenggang keluar dari penjara.
    Selain itu, Lisa juga didakwa melakukan pemufakatan jahat berupaya menyuap ketua majelis kasasi MA, Soesilo yang mengadili perkara Ronald Tannur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jadi Saksi di Sidang Ibunya, Ronald Tannur: Saya Menyesal

    Jadi Saksi di Sidang Ibunya, Ronald Tannur: Saya Menyesal

    Jakarta, Beritasatu.com – Terpidana kasus pembunuhan Dini Sera Afrianti, Ronald Tannur, mengungkapkan penyesalannya dalam sidang yang digelar pada Senin (17/3/2025). Ia juga mengaku tidak tega melihat ibunya, Meirizka Widjaja, yang kini menjadi terdakwa kasus suap vonis bebas di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

    Ronald hadir sebagai saksi dalam sidang tersebut dan mengungkapkan jika ia menuruti nasihat ibunya, peristiwa tragis yang menjeratnya tidak akan terjadi.

    “Saya menyesal. Jika saya tidak pergi malam itu, jika saya menuruti kata-kata ibu saya, mungkin tidak ada kejadian malam itu,” ujar Ronald saat menjawab pertanyaan kuasa hukum Meirizka dalam persidangan.

    Selain menyampaikan penyesalan, Ronald juga meminta maaf kepada ibunya. Sejak tiba di lokasi, ia tampak berbincang dengan Meirizka di ruang sidang sebelum persidangan dimulai.

    Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Ronald Tannur tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta sekitar pukul 10.25 WIB. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dan masker hitam saat memasuki ruang sidang.

    Sidang tersebut menggabungkan pemeriksaan saksi untuk dua kasus, yakni kasus suap vonis bebas yang menjerat Meirizka Widjaja, dan kasus pemufakatan jahat dan gratifikasi yang menyeret Zarof Ricar, mantan pejabat Mahkamah Agung (MA).

    Meirizka didakwa memberikan suap sebesar Rp 4,67 miliar kepada tiga hakim di Pengadilan Negeri Surabaya untuk membebaskan anaknya dari hukuman.

    Sementara itu, Zarof Ricar diduga terlibat dalam pemufakatan jahat berupa pembantuan suap senilai Rp 5 miliar kepada hakim serta menerima gratifikasi Rp 915 miliar dan emas 51 kilogram selama menjabat di MA.

    Selain Ronald, lima saksi lainnya yang dihadirkan dalam persidangan adalah Johan Christian (pengelola Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya), Budi Djatmiko (pengusaha), Stefanus Josef Jongkyrana Batihalim (president director PT Nojorono Tobacco Internasional), dan Sutaji Eko Prabowo (quality control manager PT Antam).

    Jaksa menjerat Zarof Ricar dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

    Dalam kasus ini, Zarof diduga bersekongkol dengan Lisa Rachmat, penasihat hukum Ronald Tannur, untuk menyuap Hakim Ketua MA Soesilo agar memenangkan kasasi Ronald Tannur pada 2024.

  • Minta Maaf ke Ibunya, Ronald Tannur: Jika Saya Tidak Pergi Malam Itu, Kita Tidak di Sini

    Minta Maaf ke Ibunya, Ronald Tannur: Jika Saya Tidak Pergi Malam Itu, Kita Tidak di Sini

    Minta Maaf ke Ibunya, Ronald Tannur: Jika Saya Tidak Pergi Malam Itu, Kita Tidak di Sini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Terpidana
    kasus pembunuhan
    ,
    Gregorius Ronald Tannur
    , mengaku menyesal dan meminta maaf kepada ibunya,
    Meirizka Widjaja
    , karena kasus pembunuhannya berujung pada perkara rasuah yang menjerat sang ibu.
    Permintaan maaf ini disampaikan Ronald Tannur saat diperiksa sebagai saksi dalam perkara
    dugaan suap
    Meirizka, eks pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar, dan pengacaranya, Lisa Rachmat, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
    Dalam persidangan tersebut, pengacara Meirizka menanyakan bagaimana hubungan Ronald Tannur dengan sang ibu.
    “Mungkin dari semua anak-anak ibu Meirizka Widjaja, mungkin saya paling dekat dengan Ibu Meirizka Widjaja karena kami ke mana-mana selalu berdua,” jawab Ronald, di ruang sidang, Senin (17/3/2025).
    Pengacara tersebut kemudian menanyakan bagaimana perasaan Ronald Tannur karena ibunya menjadi terdakwa suap pengurusan putusan perkara pembunuhannya.
    “Saya pengen tahu, perasaan dari saudara saksi melihat ibu kandung ada di sini seperti apa?” tanya pengacara.
    “Ya hancur, Pak, apalagi yang bisa saya katakan,” ujar Ronald.
    Pengacara kemudian kembali bertanya bahwa pihaknya ingin mengetahui lebih jauh bagaimana perasaannya melihat sang ibu duduk sebagai terdakwa.
    Ronald Tannur kemudian menyatakan dirinya menyesal.
    Menurut dia, jika ia tidak keluar rumah pada malam meninggalnya Dini Sera Afrianti, ibunya tidak akan terseret kasus suap.
    “Saya menyesal, jika saya tidak pergi malam itu, jika saya menuruti kata-kata ibu saya, mungkin tidak ada kejadian seperti ini. Kita semua tidak di sini,” ujar Ronald.
    “Apa yang ingin saudara saksi sampaikan kepada saudara terdakwa sebagai ibu kandung?” tanya pengacara lagi.
    “Maaf ya, Ma,” ujar Ronald.
    Sementara itu, Meirizka yang duduk di kursi terdakwa tampak terisak.
    Dalam perkara ini, Lisa didakwa menyuap tiga hakim PN Surabaya yang mengadili kasus pembunuhan Ronald Tannur.
    Uang disebut bersumber dari ibu Ronald Tannur, Meirizka Widjaja.
    Suap diberikan agar majelis hakim menjatuhkan putusan bebas (vrijspraak) dari dakwaan jaksa.
    Ronald pun melenggang keluar dari penjara.
    Selain itu, Lisa juga didakwa melakukan pemufakatan jahat berupaya menyuap ketua majelis kasasi MA, Soesilo, yang mengadili perkara Ronald Tannur.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Perusahaan Karam OTW Tenggelam, Intel Tunjuk CEO Baru

    Perusahaan Karam OTW Tenggelam, Intel Tunjuk CEO Baru

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kejayaan Intel sebagai raja chip dunia kian tergusur. Raksasa asal Santa Clara, Amerika Serikat (AS) tersebut berdarah-darah menghadapi persaingan dengan raksasa chip lain yang lebih dulu mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) seperti Nvidia dan AMD.

    Pada Desember 2024, dewan komisaris Intel memberhentikan Pat Gelsinger sebagai CEO karena dinilai gagal memulihkan kinerja raksasa chip komputer tersebut. Gelsinger hanya bertahan 4 tahun di pucuk kepemimpinan Intel.

    Kini, Intel menunjuk CEO baru yang punya reputasi memukau di industri teknologi, Lip-Bu Tan. Ia diminta menakhodai perusahaan yang sedang karam dan nyaris tenggelam.

    Tan memiliki beberapa keunggulan dalam memimpin Intel. Hampir semua mantan dan calon klien Intel mengenalnya dan pernah berbisnis dengannya, dikutip dari Reuters, Jumat (14/3/2025).

    Para mantan dan calon klien Intel setidaknya pernah membeli salah satu produk dari banyak startup yang didukung Tan. Beberapa juga pernah menggunakan software dari perusahaan yang dikelola Tan.

    Tan memiliki kedekatan dengan orang-orang berpengaruh di sektor chip AI. seperti Lisa Su dari AMD dan Jensen Huang dari Nvidia. Upaya Tan untuk membawa kembali kejayaan Intel juga agaknya akan diawasi secara dekat oleh Presiden AS Donald Trump yang ingin Intel bangkit.

    “Tan dapat memanfaatkan pengalaman dan terkhusus koneksinya di industri, sembari menggenjot pertumbuhan di Intel,” kata analis independen Jack Gold.

    “Semoga dewan komisaris memberikan kebebasan bagi Tan untuk membawa perubahan,” ia menambahkan.

    Saham Intel naik lebih dari 10% sebelum jam perdagangan dibuka pada Kamis (13/3) waktu setempat.

    Tan yang berusia 65 tahun dikenal dengan strateginya yang tak biasa untuk menyulap perusahaan-perusahaan kecil menjadi besar.

    Ia lahir di Malaysia, besar di Singapura, dan kini sudah menjadi Warga Negara (WN) AS. Tan datang ke AS untuk mengenyam pendidikan nuklir di universitas kawakan MIT.

    Selanjutnya, ia pindah ke California untuk melanjutkan sekolah bisnis dan mendirikan firma modal ventura Walden International pada 1987. Tan percaya startup berskala kecil dengan ide rancangan chip yang baik akan berhasil berkompetisi melawan raksasa chip.

    Ia menggelontorkan banyak uang untuk mendanai ratusan startup. Beberapa contoh startup yang ia danai dan akhirnya berkembang pesat adalah Annapurna Labs. Saat ini Annapurna Labs telah diakuisisi Amazon dengan nilai US$370 juta.

    Amazon mengatakan Annapurna kini menjadi ‘jantung’ pengembangan chip in-house perusahaan. Raksasa AS itu mengatakan sekarang sudah lebih banyak menggunakan chip buatan Annapurna ketimbang Intel.

    Tan juga berinvestasi pada Nuvia yang telah dibeli Qualcomm senilai US$1,4 miliar pada 2021. Nuvia menjadi kekuatan baru Qualcomm untuk bersaing melawan Intel di pasar chip laptop dan PC.

    Tan masih aktif berhubungan dengan startup-startup yang ia danai. Ke depan, bisa jadi startup-startup itu menjadi kompetitor atau target akuisisi Intel.

    Sebagai contoh, awal pekan ini Tan menggelontorkan dana ke startup Celestial AI yang juga dibekingi AMD yang merupakan salah satu rival Intel.

    Dalam perannya sebagai investor dan CEO, Tan dikenal cepat mendeteksi tren besar yang akan mengubah industri chip dalam waktu 30 tahun.

    Pada 2009-2021, Tan merupakan CEO Cadence Design Systems, yakni firma perancang software chip. Tan memfokuskan Cadence untuk menyuplai software dan bermitra dekat dengan perusahaan kawakan seperti TSMC.

    Dalam masa Tan memimpin Cadence, saham perusahaan naik 3.200%. Cadence juga berhasil menjadikan Apple sebagai klien terbesarnya, ketika produsen iPhone itu ingin beralih dari penyuplai chip seperti Intel untuk mulai mengembangkan chip secara mandiri.

    Tool Cadence menjadi pilihan utama bagi perusahaan chip kawakan seperti Broadcom, yang membantu Google, Amazon, dkk merancang chip AI buatan mereka sendiri dengan bantuan TSMC.

    “Ia [Tan] bekerja sangat baik dalam mengarahkan Cadence ke fokus yang tepat,” kata Karl Freund, analis di Cambrian AI Research.

    (fab/fab)

  • 3 Alasan Kopi Bisa Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung

    3 Alasan Kopi Bisa Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Jantung

    Jakarta

    Selain dapat membuat tubuh lebih berenergi dan tidak ngantuk, kopi juga memiliki kandungan untuk menyehatkan sistem kardiovaskular. Kopi dapat menurunkan setidaknya 40 persen risiko terkait masalah pada jantung.

    Dikutip dari Eating Well, sebuah studi menemukan bahwa rutin meminum tiga cangkir kopi atau 200-300 miligram kafein terbukti mampu membuat jantung seseorang menjadi lebih sehat. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk benar-benar memastikan temuan tersebut.

    Meskipun begitu, kopi bisa menjadi pertimbangan untuk mereka yang ingin mendapatkan kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular. Berikut sederet alasan mengapa kopi dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.

    Kopi diketahui kaya antioksidan seperti tertentu seperti asam klorogenat dan asam kafeat, yang terbukti membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Ahli diet Lisa Andrews M.Ed, RD, LD mengatakan bahwa antioksidan dalam kopi juga mampu melindungi dari diabetes.

    Bagi sebagian orang mungkin akan merasa jantung berdebar lebih kencang setelah minum kopi. Ini terjadi karena kandungan kafeinnya. Akan tetapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debaran yang berlangsung singkat ini tidak selalu menyebabkan tekanan darah tinggi secara kronis, terutama pada orang yang rutin minum kopi.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang rutin menikmati tiga hingga empat cangkir kopi setiap hari memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi atau mereka yang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir per hari. Antioksidan dalam kopi diyakini dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi.

    3. Membantu Tubuh Tetap Terhidrasi

    Kopi umumnya dianggap dapat menyebabkan dehidrasi karena kafeinnya yang bersifat diuretik, yang berarti mendorong produksi urine. Namun, pada beberapa jenis kopi efek diuretik dari kafein sifatnya rendah. Namun, mengonsumsi cairan lain tetap dianjurkan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Tetap terhidrasi penting untuk kesehatan jantung. Terhidrasi dengan baik tidak hanya mengurangi kerja keras jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, tetapi dehidrasi juga dapat meningkatkan tekanan darah.

    (dpy/kna)

  • Lirik Lagu Fxck Up The World LISA feat Future, Lengkap dengan Terjemahan

    Lirik Lagu Fxck Up The World LISA feat Future, Lengkap dengan Terjemahan

    TRIBUNJATENG.COM – Lisa Blackpink akhirnya merilis album solo pertamanya bertajuk Alter Ego.

    Album ini terdiri dari 15 lagu solo Lisa.

    Satu di antaranya adalah lagu Fxck Up The World.

    Berikut ini lirik lengkap Fxck Up The World.

    [Intro]
    (ATL Jacob, ATL Jacob)

    [Refrain]
    (Yeah) Uh, uh, woke up and I’m on again
    (Yeah) Uh, uh, please don’t call my phone again
    (Yeah) Uh, uh, walk in causing havoc
    Yes, that is a habit
    Bad on bad, I’m tragic, yeah, yeah

    [Verse 1]
    They watch me on the stages (Stages), they watch me go crazy (Crazy)
    I’m ’bout to make them pick the pieces up, then lock ’em in the cages (Cages)
    A lot can happen in a couple minutes, lots of reasons, lots of things in action
    Lots of people watchin’ things unravel, watch the moment, watch me goin’
    Locked and loaded, say some shit that’ll make ’em think it, thought-provoking
    Only do things that are makin’ history, tryna make moves that’ll make ’em miss me
    Stay as busy as I want to, takin’ trips to escape a bit
    Make it shift to a different gear, takin’ things to a different tier
    Pop up with it on the roof, like a proper villain
    All this spendin’ got me in a mood, driven by the vision
    I’ve been livin’, sittin’ pretty, pretty fixin’, pretty cities
    Busy, busy, uh, really gettin’ busy with it, giddy up

    [Refrain]
    (Yeah) Uh, uh, woke up and I’m on again
    (Yeah) Uh, uh, please don’t call my phone again
    (Yeah) Uh, uh, walk in causing havoc
    Yes, that is a habit
    Bad on bad, I’m tragic, yeah, yeah

    [Chorus]
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might, might
    Fuck up the world, fuck up the world
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might
    I think—, I think— I just—, I just— (I just, I just)

    [Verse 2]
    Never seen no girl like this (This), stone cold plus ice on wrist (On wrist)
    As bad as it gets, fits like crazy down to my fit
    I’m a chart topping, exotic, a goddamn heart-throbbing head dropper
    Just walked in and made jaws drop, see me wearing it and watch it pop
    Getting and doubling (Doubling), my barrell and boss is tumbling (Tumbling)
    High currency, I’m thumbing it, oh, you thought it went hard, I’m upping it (Upping it)
    I don’t do generic, London and Paris, looking real healthy, all on my carrots
    Give them a look, now I’ve got them all staring, give me the crown, so I might as well wear it, uh

    [Refrain]
    (Yeah) Uh, uh, woke up and I’m on again
    (Yeah) Uh, uh, please don’t call my phone again
    (Yeah) Uh, uh, walk in causing havoc
    Yes, that is a habit
    Bad on bad, I’m tragic, yeah, yeah

    [Chorus]
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might, might
    Fuck up the world, fuck up the world
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might
    I think—, I think— I just—, I just—

    [Bridge]
    Rappin’ like my lease up, I told them that I’m focused (Yeah, yeah)
    They want the old LISA, then listen to my old shit (Yeah, yeah)
    Rappin’ like a deep cut, flowin’ like the ocean (Yeah, yeah, yeah)
    They want the old LISA, then listen to my old shit

    [Chorus]
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might, might
    Fuck up the world, fuck up the world
    Woke up feelin’ like, like
    Fuck up the world, fuck up the world
    I think I just might
    I think—, I think— I just—, I just—

    Terjemahan:

    [Intro]
    (ATL Jacob, ATL Jacob)

    [Refrain]
    (Yeah) Uh, uh, bangun dan aku hidup lagi
    (Yeah) Uh, uh, tolong jangan telepon aku lagi
    (Yeah) Uh, uh, masuk dan buat kekacauan
    Ya, itu kebiasaan
    Buruk demi buruk, aku tragis, yeah, yeah

    [Verse 1]
    Mereka melihatku di panggung (Panggung), mereka melihatku menjadi gila (Gila)
    Aku akan membuat mereka mengambil potongan-potongan itu, lalu mengunci mereka di kandang (Kandang)
    Banyak hal bisa terjadi dalam beberapa menit, banyak alasan, banyak hal yang terjadi
    Banyak orang melihat hal-hal terurai, melihat momen itu, melihatku pergi
    Terkunci dan terisi, mengatakan beberapa hal yang akan membuat mereka berpikir, menggugah pikiran
    Hanya melakukan hal-hal yang membuat sejarah, mencoba melakukan gerakan yang akan membuat mereka merindukanku
    Tetap sibuk seperti yang kuinginkan, melakukan perjalanan untuk melarikan diri sedikit
    Membuatnya bergeser ke gigi yang berbeda, membawa hal-hal ke tingkat yang berbeda
    Muncul dengan itu di atap, seperti penjahat sejati
    Semua pengeluaran ini membuatku bersemangat, didorong oleh visi
    Aku telah hidup, duduk dengan cantik, memperbaiki dengan cantik, kota-kota yang cantik
    Sibuk, sibuk, uh, sungguh sibuk dengan itu, pusing

    [Refrain]
    (Ya) Uh, uh, bangun dan aku aktif lagi
    (Ya) Uh, uh, tolong jangan telepon aku lagi
    (Ya) Uh, uh, masuk dan membuat kekacauan
    Ya, itu kebiasaan
    Buruk sekali, aku tragis, ya, ya

    [Chorus]
    Bangun dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin, mungkin
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Bangun dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin
    Kupikir—, kurasa— Aku hanya—, aku hanya— (Aku hanya, aku hanya)

    [Verse 2]
    Belum pernah lihat cewek seperti ini (Ini), dinginnya seperti batu ditambah es di pergelangan tangan (Di pergelangan tangan)
    Seburuk yang terjadi, sangat pas dengan tubuhku
    Aku wanita yang menduduki puncak tangga lagu, eksotis, peningkat gairah yang luar biasa
    Baru saja masuk dan membuat orang tercengang, melihatku memakainya dan melihatnya muncul
    Mendapatkan dan menggandakan (Menggandakan), payudaraku dan bosku jatuh (jatuh)
    Mata uang tinggi, aku mengacungkannya, oh, kau pikir itu sulit, aku menaikkannya (Menaikkannya)
    Aku tidak melakukan hal-hal yang umum, London dan Paris, tampak sangat sehat, semua ada di wortelku
    Lihat mereka, sekarang mereka semua menatapku, beri aku mahkota, jadi sebaiknya aku memakainya, uh

    [Refrain]
    (Ya) Uh, uh, bangun dan aku aktif lagi
    (Ya) Uh, uh, tolong jangan telepon aku lagi
    (Ya) Uh, uh, jalan dalam menyebabkan malapetaka
    Ya, itu kebiasaan
    Buruk demi buruk, aku tragis, yeah, yeah

    [Chorus]
    Bangun tidur dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin, mungkin
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Bangun tidur dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin
    Kupikir—, kupikir— Aku hanya—, aku hanya—

    [Bridge]
    Menyanyi seperti saat aku akan mengakhiri kontrak, kukatakan pada mereka bahwa aku fokus (Yeah, yeah)
    Mereka menginginkan LISA yang lama, lalu mendengarkan lagu lamaku (Yeah, yeah)
    Menyanyi seperti potongan yang dalam, mengalir seperti lautan (Yeah, yeah, yeah)
    Mereka menginginkan LISA yang lama, lalu mendengarkan lagu lamaku

    [Chorus]
    Bangun tidur dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin, mungkin
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Bangun tidur dengan perasaan seperti, seperti
    Persetan dengan dunia, persetan dengan dunia
    Kurasa aku mungkin
    Kupikir—, kurasa— Aku hanya—, aku hanya—