Tag: Lisa

  • Tes DNA Tak Identik, Lisa Mariana Masih Kekeuh RK Orang Tua Biologis Anaknya

    Tes DNA Tak Identik, Lisa Mariana Masih Kekeuh RK Orang Tua Biologis Anaknya

    Bisnis.com, JAKARTA — Selebgram Lisa Mariana masih meyakini 1.000% anaknya CA (3) merupakan anak dari eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

    Hal tersebut disampaikan Lisa usai diperiksa oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kamis (11/9/2025).

    “Saya juga 1.000 persen yakin itu anaknya. Anaknya bapak Ridwan Kamil. Karena saya shock tadi lihat di atas hasilnya sampai saya sudah tidak bisa ngomong,” tutur Lisa.

    Lisa menjelaskan bahwa dalam hasil tes DNA dari kepolisian telah memuat adanya kecocokan DNA anaknya dengan Ridwan Kamil sekian persen.

    Di samping itu, Pengacara Lisa, Bertua Diana Hutapea menyatakan hasil tes DNA Ridwan Kamil identik setengahnya dengan anak Lisa Mariana.

    Dengan demikian, Lisa menyatakan keberatan terhadap hasil tes DNA yang dikemukakan kepolisian. Alhasil, Lisa Mariana telah mengajukan untuk melakukan tes DNA pembanding di RS Singapura atau RS swasta lainnya.

    “Itu bahwa setengah dari hasil tes Pak Ridwan Kamil mirip dengan baby Azura [Anak Lisa]. Maka setengah lagi itu identik, setengah tidak identik. Sehingga dengan demikian tadi di BAP itu Lisa Mariana sudah menyatakan keberatan terhadap hasil tes DNA tersebut,” tutur Bertua.

    Pengacara Lisa lainnya yakni, Jhon Boy Nababan mengungkap bahwa dalam pemeriksaan kali ini kliennya telah diperiksa 15 pertanyaan seputar hasil tes DNA sebelumnya.

    “Jadi 15 pertanyaan itu lebih menjelaskan hasil tes DNA yang kemarin dengan permohonan kita yang second opini hanya itu aja,” kata Jhon.

  • Lisa Mariana Akui Terima Uang dari Ridwan Kamil: Tapi Saya Tidak Tahu Aliran Itu dari Bank BJB – Page 3

    Lisa Mariana Akui Terima Uang dari Ridwan Kamil: Tapi Saya Tidak Tahu Aliran Itu dari Bank BJB – Page 3

    Sebelumnya, Lisa Mariana kembali muncul di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/9). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ridwan Kamil.

    Pantauan merdeka.com, Lisa tiba di Gedung Bareskrim Polri pukul 11.54 Wib. Dia tampak mengenakan pakaian berwarna hitam dan didampingi beberapa kuasa hukumnya. Dia juga terlihat menggandeng seorang pria mengenakan kemeja lengan pendek saat menghampiri awak media.

    Lisa Mariana mengaku siap untuk menjalani pemeriksaan atas kasus yang menyeret namanya tersebut.

    “Sangat siap dong, pokoknya sangat siap lah ya,” kata Lisa.

    Lisa berjanji akan memberikan kooperatif. “Dan akan menjawab se-kooperatif mungkin. Pokoknya nanti di-update abis ini ya,” tegasnya.

  • Lisa Mariana Penuhi Panggilan Bareskrim (11/9) Usai Pengumuman Tes DNA

    Lisa Mariana Penuhi Panggilan Bareskrim (11/9) Usai Pengumuman Tes DNA

    Bisnis.com, JAKARTA — Selebgram Lisa Mariana memenuhi panggilan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri hari ini, Kamis (11/9/2025).

    Lisa bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Dalam hal ini, Lisa menegaskan bahwa dirinya akan kooperatif dalam agenda pemeriksaan oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri.

    “Sangat siap dong, pokoknya sangat siap lah ya. Dan akan menjawab se-kooperatif mungkin. Pokoknya nanti di-update abis ini ya,” ujar Lisa di Bareskrim Polri, Kamis (11/9/2025).

    Sekadar informasi, Lisa sejatinya diperiksa pada Selasa (9/9/2025). Namun, kala itu kuasa hukum Lisa, Jhon Boy Nababan menyatakan bahwa kliennya itu tidak bisa hadir lantaran sakit.

    Adapun, kehadiran Lisa ini merupakan kali pertama usai kepolisian menyatakan bahwa RK bukan orang tua biologis dari analisis berinisial CA (3).

    Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil tes DNA dari sampel genetik seperti liur dan darah RK, Lisa Mariana dan anaknya yang diumumkan pada Rabu (20/8/2025).

  • Lisa Mariana Akhirnya Penuhi Panggilan Bareskrim Usai Dua Kali Absen
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        11 September 2025

    Lisa Mariana Akhirnya Penuhi Panggilan Bareskrim Usai Dua Kali Absen Nasional 11 September 2025

    Lisa Mariana Akhirnya Penuhi Panggilan Bareskrim Usai Dua Kali Absen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Selebgram Lisa Mariana (LM) akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kamis (11/9/2025).
    Lisa bakal menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi atas laporan dugaan pencemaran nama baik oleh bekas Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).
    Lisa tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, sekitar pukul 11.54 WIB bersama kuasa hukumnya, Jhon Boy Nababan.
    Sebelum masuk, Jhon menyampaikan bahwa kehadiran Lisa kali ini merupakan bentuk pemenuhan panggilan penyidik yang sebelumnya sempat tertunda.
    “Hari ini kita memenuhi panggilan dari Siber Bareskrim yang tertunda kemarin karena Lisa berhalangan hadir karena sakit. Puji Tuhan sekarang sudah bisa hadir dalam keadaan sehat walafiat untuk memberi keterangan terkait laporan dari Pak RK tentang pencemaran nama baik,” kata Jhon di Bareskrim Polri.
    Jhon menjelaskan, pemeriksaan hari ini akan menjadi kesempatan bagi Lisa untuk menjelaskan permasalahan yang dilaporkan eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut.
    “Jadi nanti akan kita update lagi apa cerita yang di atas dan keterangan apa yang diberikan klien kami, Lisa Mariana,” kata Jhon.
    Sementara itu, Lisa Mariana mengaku siap menjalani pemeriksaan penyidik dan akan bersikap kooperatif.
    “Sangat siap dong, pokoknya sangat siap lah ya. Dan akan menjawab sekooperatif mungkin. Pokoknya nanti di-update abis ini ya,” ucap Lisa.
    Adapun pemeriksaan hari ini merupakan agenda penjadwalan ulang terhadap Lisa Mariana yang sempat dua kali batal diperiksa.
    Ia berhalangan hadir pada penjadwalan Kamis (4/9/2025).
    Kemudian, Lisa kembali tidak menghadiri panggilan berikutnya pada Selasa (9/9/2025) lantaran sedang sakit.
    Sebelumnya, Ridwan Kamil menyatakan bahwa laporan pencemaran nama baik terhadap Lisa Mariana di Bareskrim Polri akan tetap berlanjut sesuai prosedur hukum.
    Diketahui, Lisa dilaporkan ke Bareskrim lantaran mengeklaim bahwa ayah dari anaknya, CA, adalah Ridwan Kamil.
    “Setelah ini nanti dilanjutkan proses-proses hukumnya karena sudah masuk ranah hukum. Jadi kami menghormati ranah penyidik dan lain-lain,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Bareskrim Polri, Kamis (28/8/2025).
    RK mengaku lega setelah mengetahui hasil tes DNA yang dirilis oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri pada Rabu (20/8/2025) memastikan bahwa CA (3) bukan anak biologis dirinya.
    “Secara umum saya juga sudah lega, fitnah besar ini bisa ditepis oleh sebuah cara ilmiah, yaitu tes DNA,” ucapnya.
    Dalam pemeriksaan tersebut, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa dirinya mendapat sekitar 12 pertanyaan dari penyidik, mayoritas terkait hasil tes DNA.
    Dalam proses pemeriksaan, ia juga diperlihatkan hasil resmi yang sebelumnya sudah diumumkan oleh tim kesehatan Polri.
    “Bahwa memang genetikanya tidak ada sedikit pun identik. Sehingga akar dari semua ini adalah tudingan yang tidak berdasarkan bukti,” kata Ridwan Kamil.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Rilis Data Inflasi AS – Page 3

    Harga Emas Hari Ini Melejit Setelah Rilis Data Inflasi AS – Page 3

    Sementara itu, seorang hakim federal pada Selasa untuk sementara memblokir upaya Trump untuk mencopot Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, sebuah kemunduran awal bagi Gedung Putih dalam pertarungan hukum yang mengancam independensi bank sentral.

    Perhatian kini beralih ke pembacaan indeks harga konsumen hari Kamis, yang dipandang penting dalam membentuk sikap kebijakan Fed.

    “Angka USD 3.750 muncul sebagai resistensi signifikan berikutnya, dan konsolidasi di atasnya dapat mendorong logam mulia mendekati USD 3.900 pada akhir tahun,” ujar Analis Senior di ActivTrades, Ricardo Evangelista.

    Di tempat lain, harga perak spot naik 0,7% menjadi USD 41,16 per ounce. Platinum naik 1,8% menjadi USD 1.392,65 dan paladium naik 2,9% menjadi USD 1.180,95.

  • Indeks Dolar AS Melemah usai Data Inflasi Produsen di Luar Ekspektasi

    Indeks Dolar AS Melemah usai Data Inflasi Produsen di Luar Ekspektasi

    Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS terpantau melemah setelah data inflasi produsen turun secara tak terduga pada Agustus. Kondisi tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga pada akhir bulan ini.

    Berdasarkan data Reuters pada Kamis (11/9/2025), indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, melemah tipis ke level 97,74. Sepanjang tahun berjalan, indeks ini sudah turun 10% akibat gejolak kebijakan perdagangan dan fiskal AS, serta kekhawatiran meningkat atas independensi bank sentral.

    Terhadap yen, dolar melemah tipis ke posisi 147,31, sementara terhadap euro relatif datar di level US$1,1706. Sebelum rilis data, dolar sempat menguat moderat terhadap keduanya.

    Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir turun 0,1% secara bulanan, setelah pada Juli direvisi turun menjadi kenaikan 0,7%. Padahal, jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan 0,3%. Secara tahunan, PPI naik 2,6% pada Agustus, di bawah ekspektasi kenaikan 3,3%.

    “Peluang pemangkasan 50 basis poin memang meningkat, tetapi masih sangat kecil. Ekonomi melambat, namun tidak menunjukkan tanda-tanda resesi, bahkan bisa kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar Corpay di Toronto.

    Dia melanjutkan tekanan inflasi tampak mereda, meski risikonya masih cenderung ke atas. Schamotta menyebut, bagi sebagian besar pelaku pasar, pemangkasan 25 basis poin tetap menjadi skenario paling masuk akal.

    Mengacu pada alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang 90% The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, dengan kemungkinan 10% untuk pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin. Angka ini sedikit berubah dari proyeksi Selasa malam yang masing-masing 93% dan 7%.

    Setelah rilis data PPI, investor kini menantikan data inflasi konsumen (CPI) Agustus yang akan dirilis Kamis (11/9/2025). Survei Reuters memperkirakan CPI utama naik 0,3% secara bulanan dan 2,9% secara tahunan.

    Di sisi geopolitik, ketegangan global turut membayangi pasar. Serangan udara Israel yang menargetkan pemimpin Hamas di Qatar pada Selasa, serta aksi Polandia menembak jatuh drone yang masuk wilayah udaranya saat Rusia menyerang Ukraina Barat pada Rabu, membuat investor tetap waspada.

    Euro sempat menguat 0,3% terhadap zloty Polandia ke level 4,259, kenaikan harian terbesar sejak 11 Agustus.

    Sementara itu, pasar nyaris tak bereaksi terhadap putusan pengadilan yang sementara memblokir langkah Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook. Kasus ini diperkirakan berlanjut hingga Mahkamah Agung AS.

    Adapun data pada Selasa (9/9/2025) menunjukkan bahwa ekonomi AS kemungkinan menciptakan 911.000 lapangan kerja lebih sedikit sepanjang 12 bulan hingga Maret dibandingkan perkiraan sebelumnya, menandakan perlambatan pasar tenaga kerja sudah terjadi sebelum tarif impor agresif Trump diberlakukan.

  • Indeks Inflasi Produsen AS Rendah, Wall Street Ditutup Menghijau

    Indeks Inflasi Produsen AS Rendah, Wall Street Ditutup Menghijau

    Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (10/9/2025) waktu setempat setelah rilis data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan mempengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

    Berdasarkan data Reuters pada Kamis (11/9/2025), indeks S&P 500 naik 19,72 poin atau 0,30% menjadi 6.532,33. Nasdaq Composite menguat tipis 5,27 poin atau 0,02% ke level 21.884,75. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 219,15 poin atau 0,48% ke posisi 45.492,19. Sepanjang 2025, S&P 500 telah naik sekitar 11%, sedangkan Nasdaq melonjak sekitar 13%.

    Rilis data inflasi produsen atau producer price index (PPI) yang lebih rendah dari perkiraan memberikan dorongan tambahan bagi pasar, memperkuat taruhan investor bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini. Data terbaru pasar tenaga kerja juga mengonfirmasi perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di AS.

    Alat CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar memperkirakan The Fed hampir pasti memangkas suku bunga 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, dengan peluang 10% untuk pemangkasan lebih dalam sebesar 50 basis poin.

    “Fundamental pasar saham domestik tetap sangat kuat. Namun, valuasi saat ini sudah cukup tinggi dan dapat menjadi faktor penahan bagi reli lebih lanjut,” ujar Bill Northey, Direktur Investasi Senior di U.S. Bank Wealth Management, Montana.

    Investor kini menantikan data inflasi konsumen yang akan dirilis Kamis (11/9/2025) waktu setempat, yang dinilai penting dalam menentukan arah kebijakan moneter The Fed.

    “Data PPI yang lebih lunak, fokus The Fed yang semakin besar pada pasar tenaga kerja, serta tren revisi turun data ketenagakerjaan bulanan, semuanya memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga,” jelas Jordan Rizzuto, CIO GammaRoad Capital Partners.

    Di sisi lain, Gedung Putih menghadapi kemunduran setelah hakim federal pada Selasa (9/9) memblokir sementara upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook.

    Sejumlah bank besar, termasuk Barclays dan Deutsche Bank, menaikkan target akhir tahun untuk S&P 500, dengan alasan kinerja laba korporasi yang kuat, ketahanan ekonomi AS, serta optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).

    Sementara itu, saham Oracle melonjak dalam kenaikan harian terbesar sejak 1992, setelah perusahaan teknologi tersebut mengungkap lonjakan permintaan dari perusahaan AI untuk layanan cloud-nya. 

    Kapitalisasi pasar Oracle sempat menembus US$970 miliar, melampaui nilai pasar Eli Lilly, JPMorgan Chase, dan Walmart, serta mendekati kapitalisasi Tesla yang mencapai US$1,1 triliun.

  • Riuh Perkara Ridwan Kamil Usai Lisa Mariana Ajukan Tes DNA Pembanding

    Riuh Perkara Ridwan Kamil Usai Lisa Mariana Ajukan Tes DNA Pembanding

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) angkat bicara terkait dengan pengajuan tes DNA pembanding anak Lisa Mariana ke rumah sakit swasta di Singapura.

    Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Kombes Rizki Prakoso menyatakan bahwa dirinya tidak ingin mencampuri rencana Lisa Mariana tersebut. 

    “Kami serahkan sepenuhnya rencana tersebut kepada kedua belah pihak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/9/2025).

    Rizki menambahkan, kepolisian saat ini hanya berfokus pada penanganan perkara kasus dugaan pencemaran nama baik Ridwan Kamil. Rencananya, Lisa bakal diperiksa penyidik Bareskrim Kamis (11/9/2025) besok.

    “Kami tetap sesuai tahapan penanganan perkara. Terjadwal besok LM akan hadir, kita tunggu ya,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kuasa Hukum Lisa Mariana, Bertua Hutapea mengemukakan kliennya mengajukan second opinion terkait tes DNA putrinya yang berinisial CA.

    Rencananya, tes DNA itu bakal dilakukan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura atau RS swasta di Indonesia. Sebelum pengajuan tes DNA itu, Bertua mengklaim bahwa permohonan second opinion ini sudah diterima Bareskrim. 

    “Kami mengajukan second opinion di rumah sakit Mount Elizabeth, Singapura di luar daripada rumah sakit Polri atau setidak-tidaknya di salah satu rumah sakit swasta,” kata Bertua, Selasa (9/9/2025).

    Respon Kubu RK

    Di lain sisi, Pengacara Ridwan Kamil, Muslim Jaya enggan menanggapi pengajuan soal tes DNA tambahan dari Lisa. Dia menilai bahwa kubu Lisa hanya mencari sensasi.

    “Tidak ada landasan hukumnya. Tentu sekali lagi, kami tidak menanggapi permintaan dari LM. Menurut kami, hanya mencari sensasi saja,” tutur Muslim dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9/2025).

    Muslim menilai bahwa yes DNA yang dilakukan kepolisian telah dilaksanakan sesuai standar yang ada melalui pengambilan sampel darah dan air liur. Dengan demikian, hasil tes DNA yang dikeluarkan Polri sudah final dan mengikat.

    “Tes DNA Mabes Polri adalah final, mengikat, dan sah secara hukum yang digunakan Mabes Polri dalam proses hukum. Proses metodologi dan lain-lain sudah dilakukan sesuai standar internasional, dilaksanakan pihak yang berkompeten, dan sepengetahuan kami semua,” pungkas Muslim.

  • Anak Gajah Tari Mati, Kepala TNTN Riau: Saya Kaget, Tak Ada Tanda Sakit
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        10 September 2025

    Anak Gajah Tari Mati, Kepala TNTN Riau: Saya Kaget, Tak Ada Tanda Sakit Regional 10 September 2025

    Anak Gajah Tari Mati, Kepala TNTN Riau: Saya Kaget, Tak Ada Tanda Sakit
    Tim Redaksi
    PEKANBARU, KOMPAS.com
    – Dunia konservasi di Riau kembali berduka.
    Setelah anak gajah bernama Yuni mati, sekarang anak gajah, Tari, yang ditemukan mati.
    Tari ditemukan mati di tempat tinggalnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Rabu (10/9/2025) pagi.
    Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, saat dikonfirmasi, membenarkan kabar duka ini.
    “Benar, Tari ditemukan mati jam 08.00 pagi tadi,” ujar Heru saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu.
    Heru mengaku kaget dengan kematian Tari. Sebab, anak gajah betina berusia sekitar 3 tahun ini tidak ada tanda-tanda sakit.
    “Kemarin sore dia masih sehat. Rupanya tadi pagi pas dicek mahout, Tari sudah tergeletak mati. Saya sangat kaget. Soalnya tidak ada tanda-tanda sakit,” kata Heru.
    Heru belum bisa memastikan penyebab kematian Tari, apakah karena virus atau penyakit lain.
    Untuk mengetahui penyebab kematiannya, pihaknya melakukan bedah bangkai atau nekropsi.
    “Sampel organ tubuhnya akan kami bawa ke laboratorium di Bogor untuk mengetahui penyebab kematian Tari,” kata Heru.
    Kematian Tari menjadi kehilangan besar bagi pengelola TNTN dan para mahout yang merawatnya.
    Karena kehadiran Tari selama ini, menjadi bagian penting dalam perawatan serta upaya konservasi gajah sumatera di TNTN.
    Tari merupakan anak dari induk gajah Lisa di TNTN. Dia juga adik angkat dari anak gajah Domang.
    Tari sempat menjadi perhatian publik.
    Selain tingkahnya yang lucu, Tari juga sempat diangkat menjadi warga kehormatan Riau pada Juli 2025, bersama dengan anak gajah Domang.
    Tari dan Domang juga diangkat sebagai anak angkat oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
    Keduanya juga dibuatkan identitas semacam kartu tanda penduduk (KTP).
    Belum lama, seekor anak gajah betina bernama Yuni mati akibat sakit. Yuni mati pada 11 April 2025 lalu.
    Yuni sebelumnya ditemukan terpisah dari induk dan kelompoknya di Kabupaten Kampar, Riau.
    Setelah sempat dirawat, kondisi kesehatannya menurun. Yuni juga tidak mendapatkan “ibu asuh” sehingga akhirnya mati.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KPK Duga Ridwan Kamil Terima Uang Kasus Bank BJB saat Jabat Gubernur Jabar

    KPK Duga Ridwan Kamil Terima Uang Kasus Bank BJB saat Jabat Gubernur Jabar

    Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Ridwan Kamil menerima uang dari kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB periode 2021–2023 saat menjabat Gubernur Jawa Barat.

    Asep menjelaskan Ridwan Kamil saat menjabat Gubernur Jabar diduga meminta dana nonbujeter dari komisaris maupun direktur utama di Bank BJB.

    “Kemudian bagaimana saudara RK bisa mendapatkan uang? Pada saat itu yang bersangkutan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat,” ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dilansir dari Antara, Rabu (10/9/2025).

    Sementara itu, Asep menyebut KPK masih mengonfirmasi aliran uang pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB periode 2021–2023, sebelum memeriksa mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    “Kami sedang mengonfirmasi dulu informasi terkait dengan sebaran uangnya sehingga ketika nanti kami memanggil saudara RK, kami akan konfirmasi satu-satu,” ujarnya. 

    Asep menjelaskan penyidik KPK sudah meminta keterangan dua orang saksi terkait aliran uang sebelum memeriksa Ridwan Kamil, yakni selebgram Lisa Mariana Presley Zulkandar (LM) dan putra Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie.

    “Konfirmasi terkait dengan pembelian mobil Mercy dan konfirmasi tentang uang yang diberikan kepada saudara LM,” ujarnya.

    Berdasarkan laman Bank BJB, Pemerintah Provinsi Jabar merupakan pemegang saham terbanyak dengan kepemilikan 38,52%.

    Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB itu, penyidik KPK pada 13 Maret 2025 telah menetapkan lima orang tersangka, yang pada tahun perkara menjabat sebagai berikut, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

    Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

    Penyidik KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar.

    Kemudian, pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank BJB, dan turut menyita sepeda motor hingga mobil dari penggeledahan tersebut.

    Hingga Rabu (10/9), tercatat sudah 184 hari Ridwan Kamil belum dipanggil oleh KPK setelah penggeledahan tersebut.