Tag: Laksana Tri Handoko

  • BRIN Pastikan Efisiensi Tak Berimbas pada THR dan Gaji ke-13 Pegawai

    BRIN Pastikan Efisiensi Tak Berimbas pada THR dan Gaji ke-13 Pegawai

    BRIN Pastikan Efisiensi Tak Berimbas pada THR dan Gaji ke-13 Pegawai
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Badan Riset dan Inovasi Nasional (
    BRIN
    ) memastikan bahwa
    efisiensi anggaran
    tidak berdampak pada pemberian Tunjangan Hari Raya (
    THR
    ) dan
    gaji ke-13
    pegawai.
    Diketahui, BRIN terkena efisiensi setelah rekonstruksi sebesar Rp 1,42 triliun atau 24,46 persen dari total pagu Rp 5,84 triliun. Dengan demikian, pagu aktif BRIN usai rekonstruksi sebesar Rp 4,413 triliun.
    “Kami memastikan bahwa efisiensi tidak berdampak terhadap belanja pegawai, termasuk belanja pegawai ke-13 dan ke-14,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025).
    Tak cuma itu, Handoko memastikan bahwa riset dan inovasi untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan meski terdapat efisiensi belanja.
    Adapun program prioritas itu meliputi swasembada pangan, swasembada energi, kemandirian kesehatan, dan ekonomi berkelanjutan berbasis pengetahuan.
    “Ini kami lakukan dalam bentuk bahwa anggaran belanja barang untuk riset dan inovasi di 12 organisasi riset di BRIN tetap dipertahankan tanpa terkena efisiensi sama sekali, untuk memastikan pelaksanaan dari program prioritas nasional yang menjadi penugasan bagi kami,” ujar Handoko.
    Lebih lanjut, Handoko menjabarkan, fokus
    efisiensi anggaran BRIN
    2025 adalah pada pada perjalanan dinas luar negeri, kecuali atas pembiayaan pengundang atau mobilitas talenta riset dan inovasi secara selektif.
    Kemudian, dia mengatakan, efisiensi akan menghapus seluruh fasilitas bagi pimpinan dan unsur pimpinan mulai dari dirinya sendiri hingga seluruh pimpinan di lingkungan BRIN.
    “Ketiga, penghapusan seluruh paket
    meeting
    dan konsumsi rapat, pembatasan signifikan perjalanan dinas dalam negeri kecuali atas pembiayaan pengundang, dan ini penting karena untuk menjaga keberlangsungan publik dan pelaksanaan riset inovasi di lapangan,” kata Handoko.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kenangan Kapal Riset Baruna Jaya yang Kini Dilelang

    Kenangan Kapal Riset Baruna Jaya yang Kini Dilelang

    Jakarta

    Kabar kapal riset Baruna Jaya dilelang oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ramai diperbincangkan warganet. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberikan penjelasan.

    BRIN melelang 2 unit kapal Baruna Jaya senilai Rp 7,9 miliar. Kedua kapal Baruna Jaya itu dianggap sudah tidak layak operasi.

    “Ini memang sudah direncanakan lama sejak sebelum BRIN (dibentuk), karena sudah tidak layak operasi,” kata Handoko dilansir Antara, Jumat (7/2).

    Handoko juga mengonfirmasi terkait status kapal tersebut yang tengah menjalani proses pelelangan. Penawaran paket lelang itu diunggah di situs Portal Lelang Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Kiprah Kapal Baruna Jaya dalam penelitian hingga pencarian dalam suatu peristiwa kecelakaan banyak dikenang. BRIN pun menjelaskan soal kapal pengganti dan proyeksi pembangunan kapal riset.

    2 Kapal Baruna Jaya Dilelang

    Tangkapan layar Kapal RIset (KR) Baruna Jaya yang dilelang dalam situs lelang.go.id milik Kemenkeu. (Antara)

    Paket lelang 2 Kapal Baruna Jaya tercatat dengan judul ‘BRIN: 1 Paket Scrap terdiri dari 2 Unit Kapal Survey Boat di Kota Jakarta Utara’. Nilai lelangnya Rp 7,94 miliar.

    Dilihat di situs Portal Lelang Indonesia, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, nilai limit lelang adalah Rp 7.949.026.000 dengan uang jaminan Rp 3 miliar. Penjualnya adalah Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN.

    Berdasarkan foto yang diunggah dalam situs tersebut, kedua kapal yang dimaksud adalah KM Baruna Jaya II dan KM Baruna Jaya IV.

    Batas akhir penawaran adalah 11 Februari 2025 pukul 11.00 WIB dengan batas akhir setor uang 10 Februari 2025. Cara penawaran adalah open biding.

    Dalam ‘Info Penjual’, tertera nama Chichi Shintia Laksani selaku Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN. Penyelenggara lelang adalan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I, menggunakan rekening Bank Negara Indonesia (BNI), Jl Prajurit KKO Usman dan Harun, Senen, Jakarta Pusat.

    Akan Ada 12 Unit, 2 Kapal Baru Dibangun

    Kapal Riset Baruna Jaya I. (Isal Mawardi/detikcom)

    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan proses lelang 2 Kapal Riset (KR) Baruna Jaya sedang berlangsung. dia mengatakan 2 kapal itu dilelang karena sudah lama tak beroperasi.

    “Ya benar sudah dalam proses (lelang). Ini memang sudah direncanakan lama sejak sebelum BRIN karena sudah tidak layak beroperasi,” kata Handoko kepada detikcom, Jumat (7/2).

    Ada lima KR Baruna Jaya, yakni Baruna Jaya I, II, III, IV, dan VIII. Handoko mengaku tidak ingat dua kapal yang sedang dilelang.

    Namun, dia mengatakan KR Baruna Jaya III dan VIII masih beroperasi. Handoko mengatakan secara bersamaan juga sedang dibangun 2 kapal baru yang totalnya nantinya akan ada 12 kapal riset.

    “BRIN saat ini sedang membangun 2 kapal riset. Rencananya (selesai) dalam dua tahun. Berikutnya akan ada lagi sampai mencapai 12 kapal,” kata Handoko.

    Kenangan Jasa Baruna Jaya

    BPPT mengerahkan kapal riset Baruna Jaya I untuk mencari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat (Dok. BPPT)

    KR Baruna Jaya dikenal sebagai kapal andalan untuk membantu pencarian pesawat hingga kapal yang kecelakaan di lautan. KR Baruna Jaya juga dioperasikan untuk memajukan riset samudera demi mengungkap keanekaragaman hayati dan non-hayati di Nusantara.

    Dilansir BRIN dari siaran pers 4 Januari 2022, Baruna Jaya I adalah yang paling tua, dibuat di galangan kapal CMN Prancis pada 1989. Sementara yang paling muda ialah Baruna Jaya VIII yang dibuat galangan Mjellem & Karlsen di Norwegia pada 1998.

    KR Baruna Jaya I-IV merupakan kapal setipe dengan dimensi yang sama sehingga disebut sister ship. Berdasarkan catatan detikcom, Baruna Jaya punya panjang 60,40 meter dan lebar 11,60 meter, dan tonase 1.219 ton.

    Baruna Jaya adalah kapal untuk kegiatan riset batimetri atau pemetaan permukaan laut, juga kegiatan survei laut jenis lainnya. Kapal ini juga membantu penanganan pasca-kecelakaan pesawat.

    Baruna Jaya punya kemampuan membaca sinyal dari dua jenis black box yakni Voice Data Recorder (VDR) dan Flight Data Recorder (FDR). Kapal ini punya alat multi beam echo sounder yang bisa memetakan biometri dalam laut, serta memiliki side scan sonar yang dapat jangkauan pemetaan yang lebih tajam. Baruna Jaya juga dilengkap Megato Meter atau alat deteksi logam.

    KR Baruna Jaya juga dilengkapi alat remote operated vehicle (ROV), yaitu kendaraan bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menampilkan video kondisi dasar laut. Ada pula USBL Transponder yang dapat melacak sinyal black box yang dipancarkan pesawat.

    Tim SAR kembali menemukan roda pesawat Lion Air PK-LQP. Saat ini roda tersebut sudah dievakuasi ke Kapal Baruna Jaya I. (Foto: Pradita Utama/detikcom)

    Berikut jasa-jasa Baruna Jaya:

    1996
    Mencari Kapal Motor Gurita di Sabang

    2007
    Mencari pesawat Boeing 737 Adam Air penerbangan 574 di Sulawesi Tenggara

    2012
    Mencari kapal feri Bahuga Jaya di Selat Sunda pada 2012

    2015
    Mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada Desember 2015. Baruna Jaya I berhasil menemukan lokasi kotak hitam lewat penangkapan sinyal ‘ping’ dari black box pesawat itu, 10 Januari 2015.

    2018
    Mencari pesawat Lion Air PK LQP di perairan Karawang. Baruna Jaya I berhasil menemukan lokasi kotak hitam FDR pesawat tersebut lewat penangkapan sinyal black box pada 31 Oktober 2018.

    2021
    Mencari black box Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu

    KR Baruna Jaya I kembali menurunkan ROV untuk mencari badan pesawat dan black box. Personel juga membawa ping locator untuk menangkap sinyal yang dipancarkan black box Lion Air JT 610 (Foto: Matius Alfons/detikcom)

    Eksplorasi laut

    Dilansir situs web Kementerian Keuangan pada 2012 silam, KR Baruna Jaya IV pernah digunakan dalam kegiatan eksplorasi untuk mengetahui kondisi hidrotermal atau gunung api bawah laut di perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara, dengan didampingi kapal riset Okeanos milik Pemerintah Amerika Serikat.

    Baruna Jaya juga memasang alat sensor gelombang tsunami (buoy) di sepanjang pesisir pantai barat Sumatera.

    Halaman 2 dari 4

    (jbr/aud)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • BRIN Gandeng Raffi Ahmad Sosialisasikan Hasil Riset ke Generasi Muda

    BRIN Gandeng Raffi Ahmad Sosialisasikan Hasil Riset ke Generasi Muda

    Jakarta, Beritasatu.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan figur publik Raffi Farid Ahmad untuk menyosialisasikan hasil riset kepada masyarakat, terutama generasi muda.

    Sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menyampaikan generasi muda perlu memahami pentingnya hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat.

    “Ini adalah kesempatan yang baik bagi saya untuk bertemu Pak Handoko (Kepala BRIN), sehingga bisa mengetahui lebih banyak tentang BRIN,” ujar Raffi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/1/2025) dilansir dari Antara.

    Raffi Ahmad menyatakan antusiasme terhadap kolaborasi bersama BRIN, karena menurutnya riset dan inovasi sangat relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

    “Saya ingin berkolaborasi dengan BRIN untuk menciptakan program kerja, khususnya di bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni. Kita bisa membuat program bersama dan mensosialisasikannya ke berbagai daerah,” katanya.

    Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Raffi Ahmad dan mendukung rencana kerja sama untuk menyebarluaskan hasil riset dan inovasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

    Menurut Handoko, kegiatan riset sangat erat kaitannya dengan kreativitas, yang sering dimiliki oleh anak muda. Kreativitas diperlukan dalam upaya riset di berbagai bidang, termasuk seni.

    Selain itu, Handoko menambahkan riset tidak hanya terbatas pada teknologi digital, tetapi juga mencakup seni. “Kami memiliki program akuisisi pengetahuan lokal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendokumentasikan budaya lokal serta mempelajarinya secara ilmiah,” jelas Handoko.

    Melalui kolaborasi  dengan Raffi Ahmad ini, Handoko berharap generasi muda semakin mengenal hasil riset BRIN dan terdorong untuk terlibat dalam kegiatan riset dan inovasi sejak usia dini.

  • Anies-Ahok Beri Kode Bikin Kejutan di 2025: Tunggu Tanggal Mainnya – Halaman all

    Anies-Ahok Beri Kode Bikin Kejutan di 2025: Tunggu Tanggal Mainnya – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberi kode akan memberi kejutan pada tahun 2025. 

    Hal itu disampaikan keduannya saat sama-sama menghadiri acara Bentang Harapan JakASA di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Selasa, (31/12/2024). 

    Keduannya tampak akrab saat bersua di acara tersebut.

    Anies dan Ahok bahkan tampak bisik-bisik saat duduk bersanding di acara tersebut.

    Saat ditanyakan apa yang diperbincangkannya, baik Ahok dan Anies nampak sungkan menjawab.

    “Mesti tanya sama Pak Anies dong,” kata Ahok, Selasa. 

    Ahok enggan merinci apa yang diperbincangkan dengan Anies. 

    “Ini urusan beda. Tadi urusan sama Pak Anies beda urusan. Tunggu bulan depan tanggal main,” kata Ahok.

    “Bulan depan, tunggu aja,” tegas Ahok sambil mendekat ke arah Anies.

    Anies kemudian menimpali pernyataan Ahok. 

    Ia juga meminta publik meminta kejutan tersebut. 

    “Tunggu, tunggu tanggal mainnya. Nanti dong, kan sudah dibilang tunggu. Kalau tunggu ya harus tunggu dong kita,” timpal Anies.

    Dalam kesempatan yang sama, Mantan Gubernur Jakarta di tahun 2017, Djarot Saiful Hidayat juga menimpali bahwa akan ada kejutan di tahun 2025.

    “Ada kejutan di tahun depan. Pasti ada kejutan,” kata Djarot sambil tertawa. 

    Dalam kesempatan itu, Anies juga ditanya terkait hubungannya dengan Ahok saat ini.

    Sebab, Anies dan Ahok pernah menjadi rival dengan simpatisan yang kuat masing-masing.

    Bentang Harapan JakASA digelar Pemprov DKI Jakarta dalam rangka menyambut usia Jakarta menuju 500 tahun.

    Dalam acara ini, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan atau membentangkan sebuah kain putih sepanjang 80 meter.

    Nantinya, masyarakat bisa menuliskan berbagai harapannya untuk Kota Jakarta menjelang usia 5 abad pada tahun 2027.

    Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting Jakarta. 

    Di antaranya, ada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2020-2022 Ahmad Riza Patria, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.

    Lalu, Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo dan Gubernur DKI Jakarta periode 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama. 

    Ada pula Gubernur DKI Jakarta periode 2017 Djarot Saiful Hidayat, Plt Gubernur DKI Jakarta periode 2016-2017 Soni Sumarsono, dan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan.

    Hadir juga Calon Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Calon Wakil Gubernur Jakarta Nomor Urut 1 Suswono dan Calon Wakil Gubernur Jakarta Nomor Urut 2 Kun Wardana.

    (Tribunnews.com/Milani) 

  • Periset Nuklir RI Raih Anugerah Siwabessy Award dan Memorial Lecture 2024 BRIN

    Periset Nuklir RI Raih Anugerah Siwabessy Award dan Memorial Lecture 2024 BRIN

    Bisnis.com, JAKARTA – Dua peneliti bidang nuklir mendapatkan penganugerahan Siwabessy Award dan Memorial Lecture 2024 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara berkelanjutan memberikan penghargaan Siwabessy Award  kepada perorangan yang berasal dari internal maupun dari eksternal BRIN yang sudah berkecimpung dan menghasilkan berbagai prestasi maupun inovasi yang temuannya sangat luar biasa dan menaruh perhatian khusus dalam dunia ketenaganukliran di Indonesia. G.A. Siwabessy Memorial Lecture merupakan suatu kegiatan keilmuan dalam bentuk orasi ilmiah yang disampaikan oleh individu yang berjasa dalam penemuan, pengembangan, dan penyebarluasan di bidang ilmu pengetahuan dan ketenaganukliran, serta memiliki kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko di Jakarta.

    Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Zaki Su’ud, yang mengembangkan penelitian dalam dua bidang yaitu analisa dan desain PLTN generasi lanjut serta dalam bidang instrumentasi meraih anugerah Siwabessy Awards 2024.

    Pria kelahiran Wonosobo pada 12 Desember 1962 itu juga mengembangkan sejumlah komputer klaster untuk melakukan komputasi paralel guna menunjang penelitian analisa reaktor nuklir yang lebih canggih.

    Dia mengembangkan penelitian dalam 2 bidang yaitu analisis dan desain PLTN generasi lanjut serta dalam bidang instrumentasi.

    Dalam bidang analisis dan desain PLTN generasi lanjut dilakukan pengembangan lebih lanjut dari program difusi dan burnup, serta program analisis kecelakaan yang ada dengan sejumlah pengembangan model dan fitur.

    Selain itu, mulai dilakukan studi desain PLTN berumur panjang tanpa pengisian ulang bahan bakar dengan basis PLTN PWR, BWR, HTGR, dan GCFR. Program analisis gabungan netronik dan thermal hidraulik untuk analisis BWR dikembangkan dengan bahasa fortran maupun delphi.

    Selain itu, sejumlah penelitian agak teoritik mulai dilakukan misalnya dengan melakukan analisis perhitungan cross-section dengan model RGM-GCM, HArtree FOCK beserta variasinya, perhitungan grup konstan dengan collision probability, dll. Pada tahun 2005, ia mengembangkan penelitian breed burn reaktor dengan melakukan riset selama satu bulan di lab Prof. Sekimoto yang secara intensif mengembangkan reaktor jenis CANDLE.

    Dari penelitian inilah dihasilkan ide dan program untuk perhitungan skem burnup Modified CANDLE dengan menerapkan pembagian region dalam teras reaktornya. Penelitian tentang fusi juga mulai dilakukan dengan fokus pada perhitungan keseimbangan energi dan optimasi bahan untuk blanket dan first wall untuk reaktor tokamak. Berikutnya penelitian tentang korosi dan reaktor terapung juga dikembangkan.

    Untuk penelitian tentang korosi Pb-Bi cair setelah melalui 2 penelitian doktoral berhasil dicapai pembuktian teoritis/komputasional pertama di dunia bahwa korosi Pb-Bi dapat ditekan dengan optimasi kadar oksigen dalam bahan pendingin yang tepat.

    Penelitian MCANDLE juga berhasil menghasilkan desain yang dapat beroperasi dengan burnup minimal sekitar 18% (sesuai batas limit teoritis yang dikemukakan oleh Prof. Ehud Greenspan dari Univ. California Berkeley). Selanjutnya dengan memakai input bahan bakar berupa bahan bakar bekas PWR maka dapat dicapai reaktor MCANDLE yang dapat beroperasi dengan burnup keluaran sekitar 16%  sehingga dapat menggunakan bahan material generasi lanjut untuk reaktor cepat.

    Dalam 10 tahun terakhir sejalan dengan kemajuan komputer penelitian dengan program Monte Carlo dan analisis 3 dimensi yang lebih akurat mulai banyak digunakan di dunia. Sejalan dengan itu ia mengembangkan sejumlah komputer klaster untuk melakukan komputasi paralel guna menunjang penelitian analisis reaktor nuklir yang lebih canggih. Sejak 2007 mulai dilaksanakan konferensi internasional ICANSE yang ia inisiasi beserta sejumlah kolega.

    Sampai 2018 ada konferensi ICANSE dengan prosiding yang dipublikasikan di AIP conf proceeding dan IOP JOurnal of Physics conference proceedings.Ia telah menghasilkan 225 paper yang terbit di SCOPUS dan lebih dari 100 paper lain di jurnal nasional, prosiding nasional, dll.

    Sejumlah paten sedang diusulkan terkait desain reaktor MCANDLE generasi terbaru dan sejumlah program komputer baru yang dihasilkan. Sejauh ini ia telah meluluskan 160 mahasiswa meliputi 25 mahasiswa S3, 60 mahasiswa S2 dan 75 mahasiswa S1.

    Dalam penelitiannya, dia banyak melakukan kerja sama, antara lain dengan BATAN (BRIN-ORTN), BAPETEN, UGM, UNSRI, UNAND, Tokyo Tech, Tokyo City University, Osaka Univ., Gazi Univ., dll. Kerjasama dengan BATAN antara lain dikembangkan melalui forum IFAR (Indonesian Forum of Advanced Reactor). Adapun kerja sama dengan BAPETEN antara lain terkait pengembangan regulasi untuk PLTN.

    Sementara itu kuliah ilmiah Siwabessy Memorial Lecture tahun 2024 disampaikan oleh Prof Liem Peng Hong, diaspora Indonesia yang kini menjadi bagian Nippon Advanced Information Service (NAIS), Tokyo City University (TCU), Jepang.

    Prof Liem berhasil meneliti desain reaktor riset fluks tinggi dengan moderator grafit dan pendingin gas helium, yang mencakup aspek desain netronik, manajemen bahan bakar teras, termohidrolik, serta analisis simulasi kecelakaan reaktor.

    Pria yang lahir dan dibesarkan di Semarang itu mengalami dua kecelakaan nuklir utama dalam perjalanan karirnya, yakni kecelakaan kekritisan JCO Tokaimura (5 km dari rumah, September 1999) dan kecelakaan parah PLTN Fukushima Dai-Ichi (125 km dari rumah, Maret 2011), yang memberikan dampak khusus pada kegiatan litbang dan isi kontrak komersial yang diterima yang tidak bisa dijumpai di negara lain.

    Dia pernah ditempatkan di Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) G.A. Siwabessy (RSG GAS) di Bidang Fisika Reaktor (BFR). Selain tugas rutin perhitungan dan eksperimen fisika reaktor, dia melakukan litbang pengembangan perangkat lunak fisika reaktor untuk RSG GAS (program BATAN-2DIFF, -3DIFF, BATAN-FUEL, MTR-DYN).

    Program-program tersebut sampai saat ini masih digunakan oleh BATAN/BRIN dalam operasi, manajemen bahan bakar serta analisis transien/kecelakaan RSG GAS, dan mampu menggantikan seluruh program-program yang disediakan olehpemasok RSG GAS (Interatom, Jerman).

    Selain untuk reaktor riset, pengembangan perangkat lunak reaktor daya HTGR tipe pebble-bed reactor (program BATAN-MPASS, BATAN-Peu), dan reaktor daya jenis pressurized water reactor(PWR) (program NODAL3) juga dilakukan. Saat itu, reaktor daya HTGR dan PWR ini direncanakan akan dibangun masing-masing di Kepulauan Natuna (panas proses untuk Enhance oir Recovery) dan di Semanjung Muria (pembangkitan listrik).

    Program BATAN-MPASS kemudian dipakai oleh ia dan rekan-rekan peneliti dalam analisis dan desain RDE BATAN. Selama di PRSG, ia melakukan desain konversi teras oksida ke silisida RSG GAS dengan tujuan meningkatan umur teras dan pendayagunaan reaktor. Teras silisida yang dirancang berhasil direalisasi (awal tahun 2000-an) dan dioperasikan dengan selamat sampai saat ini (teras No. 108).

    Teras silisida ini lebih unggul, ekonomis, dan lebih mudah dioperasikan dibanding teras oksida awal rancangan pemasok Jerman. Selain itu, kerjasama dengan Pusat Elemen Bakar Nuklir (PEBN) dalam mempersiapkan jenis elemen bakar reaktor riset masa depan dengan muatan lebih tinggi juga dilakukan melalui desain plat bahan bakar mini. Eksperimen iradiasi plat bahan bakar mini di RSG GAS sudah berhasil dilakukan dengan selamat, dan sekarang sedang dilakukan evaluasi pasca iradiasi.

    Sejak 1999 sampai saat ini (2024, genap 25 tahun) ia melanjutkan karir di satu perusahaan penyedia jasa industri nuklir Jepang (NAIS Co., Inc., lokasi Tokaimura) sambil menjadi Visiting Professor di Tokyo Insitute of Technology (TIT), Tokyo City University (TCU), dan Lecturer di Sophia University.

    Pengguna jasa NAIS mencakup institusi litbang nuklir pemerintah (JAEA, IEA dll.), badan regulasi nuklir (NRA, NMCC), perusahaan pemasok reaktor (Mitsubishi, Hitachi-GE dll.), produsen elemen bakar nuklir (NFI), perusahaan listrik swasta dan grup (Shikoku Electric Power Company, TEPCO, TEPSYS dll.), universitas (Tsukuba University, Tokyo University, TIT, TCU dll.) dll.

    Kontrak-kontrak komersial meliputi bidang energi nuklir secara umum, analisis dan desain netronik serta termohidrolik berbagai macam perangkat kritis, reaktor riset, reaktor daya, akselerator, analisis resiko probabilistik, dekomissioning fasilitas nuklir, penyimpanan limbah lestari, kedokteran nuklir dan terapi 73BNCT, perisai radiasi fasilitas nuklir termasuk reaktor fusi ITER, evaluasi data nuklir, pengembangan perangkat lunak fisika reaktor, dan jasa layanan lainnya.

    Dalam perjalanan karir di Jepang, ia mengalami sendiri dua kecelakaan nuklir utama, yakni kecelakaan kekritisan JCO Tokaimura (5 km dari rumah, September 1999) dan kecelakaan parah PLTN Fukushima Dai-Ichi (125 km dari rumah, Maret 2011), yang memberikan dampak khusus pada kegiatan litbang dan isi kontrak komersial yang diterima yang tidak bisa dijumpai di negara lain.

    Di universitas, selain litbang, ia juga melakukan bimbingan mahasiswa/i Indonesia, yang setelah lulus sekarang sudah tersebar di BATAN/BRIN, BAPETEN, IAEA, perguruan tinggi dan perusahaan swasta.Kerja sama litbang dan pengembangan sumber daya manusia dengan institusi BATAN/BRIN (PRSG, PTKRN, PEBN dll.) lebih meningkat setelah ia berada di Jepang, termasuk pembentukan dan peningkatan jaringan hubungan antara lembaga litbang, regulasi nuklir dan universitas Jepang-Indonesia.

    Fokus kerma litbang salah satunya adalah pendayagunaan RSG GAS untuk produksi radiofarmaka Tc-99m/Mo-99 dengan menggunakan Mo alam, Neutron Transmutation Doping (silicon wafer), eksperimen fisika reaktor baru & partisipasi CRP IAEA dengan memakai RSG GAS; partisipasi desain dan analisis proyek RDE, IAEA expert mission ke Reaktor Triga Bandung, teknologi terapi BNCT, dll.

    Beberapa kunjungan dan kerja singkat atas undangan PRSG (RSG GAS) dilakukan dalam mencari solusi problem keselamatan dan perijinan operasi RSG GAS. Pada acara ulang tahun ke-34 RSG G. A. Siwabessy, ia menerima penghargaan tertinggi dari PRSG atas dedikasi dan kontribusinya selama tiga dekade.

  • Drone Elang Hitam Kembali Dikebut, Ini Jejak Pesawat Nirawak Kombat Buatan Lokal

    Drone Elang Hitam Kembali Dikebut, Ini Jejak Pesawat Nirawak Kombat Buatan Lokal

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bakal mempercepat pengembangan pesawat terbang tanpa awak (PTTA) berkemampuan Medium-Altitude Long Endurance (MALE). Pesawat nirawak ini disebut juga Drone Elang Hitam. 

    Pesawat nirawak MALE ini merupakan satu dari 10 program prioritas industri pertahanan nasional yang dirintis sejak pemerintahan Presiden Ke-7 Jokowi Widodo dan berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jika tidak ada halangan, pesawat nirawak ini segera melakukan uji terbang. 

    “PT DI dan BRIN sudah konsolidasi untuk bisa secepatnya menerbangkan PTTA MALE ini,” kata Direktur Utama PT DI Gita Amperiawan dilansir dari Antara, Selasa (19/11/2024).  

    Drone Elang Hitam ditenagai oleh 4 mesin dengan daya 110-150 hp. Drone ini mampu mengangkut barang dengan bobot 300 kilogram. 

    Bentang sayap 16 meter dengan tinggi 2,6 meter dan panjang 8,3 meter.  

    Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana (Katimlak) KKIP Letjen TNI (Purn.) Yoedhi Swastanto saat memimpin rapat koordinasi itu, sebagaimana disiarkan laman resmi KKIP, menyebutkan perlu ada konsorsium baru dan pemetaan industri dalam negeri terkait pengembangan PTTA berkemampuan Male untuk kebutuhan tempur/kombatan.

    Dalam rapat itu, PT DI yang diwakili Direktur Utama Gita Amperiawan, PTTA MALE Elang Hitam (EH-1B) bakal menjadi dasar pengembangan PTTA MALE kombatan buatan dalam negeri.

    “Apabila telah siap baik dari aspek teknis, anggaran, maupun pendukung lainnya, akan dilaksanakan uji terbang PTTA MALE EH-1B di Pangkalan TNI AU Iswahjudi Madiun,” demikian siaran resmi KKIP.

    Perjalanan Drone Elang Hitam

    PTTA MALE atau Drone Elang Hitam dirintis pada 2015. Kemudian 2 tahun berselang atau pada 2017 dibentuk konsorsium yang terdiri atas Kementerian Pertahanan RI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), TNI Angkatan Udara, Institut Teknologi Bandung, PT Dirgantara Indonesia dan PT Len Industri. 

    PT DI dan BPPT kemudian melebur menjadi bagian dari BRIN. 2 Tahun setelah konsorsium dibentuk, pada 2019 BRIN membuat rangka (airframe) PTTA MALE Elang Hitam. 

    Namun pada 2020, BRIN mengumumkan program pengembangan Elang Hitam dialihkan dari versi militer menjadi drone sipil. Kepala BRIN saat itu, Laksana Tri Handoko, menjelaskan pengalihan itu karena ada kendala penguasaan sejumlah teknologi kunci. Keputusan itu juga karena hasil uji terbang yang gagal pada 2021.

    Berlanjut ke hasil Rapat Pleno KKIP pada Oktober 2024, pengembangan PTTA MALE untuk kebutuhan militer kembali berlanjut, dan dipimpin oleh PT DI sebagai lead integrator.

    Keunggulan

    Drone Elang Hitam dikabarkan memiliki waktu terbang mencapai hingga 30 jam, sehingga memungkinkan drone untuk menjalankan misi pengawasan atau pemetaan dalam jangka waktu yang lebih panjang tanpa perlu sering kembali ke basis.

    Dari sisi jangkauan, Elang Hitam dapat menjangkau area yang sangat luas yang membuatnya sangat efektif untuk misi surveilans, pemetaan, dan pencarian dan penyelamatan. Drone ini dirancang untuk terbang pada ketinggian menengah, yang memberikan pandangan yang lebih luas dan jelas terhadap area di bawahnya.

    Sebagai pesawat nirawak, Elang Hitam mampu membawa muatan yang cukup berat, termasuk sensor, kamera, dan bahkan senjata. Hal ini membuatnya sangat fleksibel untuk berbagai jenis misi baik untuk militer maupun kemanusiaan. 

  • Kerja Sama BRIN dan ISRO Kembangkan Keantariksaan Indonesia-India

    Kerja Sama BRIN dan ISRO Kembangkan Keantariksaan Indonesia-India

    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indian Space Research Organisation (ISRO) melakukan kerja sama terkait perkembangan keantariksaan Indonesia dan India.

    Kerja sama keduanya ditandai dengan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman, dimana salah satu poin pentingnya adalah India ingin mengoptimalkan pemanfaatan stasiun Biak Papua guna mengeksplorasi keantariksaan melalui pemanfaatan satelit.

    Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjelaskan teknologi keantariksaan telah dimanfaatkan dalam berbagai sektor pembangunan, seperti bidang telekomunikasi hingga penginderaan jauh. Menurutnya, pemanfaatan ini akan menjadi teknologi kunci di masa depan.

    Disampaikan Handoko bahwa teknologi luar angkasa menjadi bagian dari ekonomi masa depan, yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk periset, tapi juga untuk bidang industri dan startup.

    “Kalau kita sudah memiliki konstelasi satelit penginderaan jauh, kita akan membuka peluang bagi para startup untuk memanfaatkan berbagai platform. Untuk berbagai kebutuhan yang berbasis pada citra satelit, jadi banyak sekali peluang yang terbuka,” ujar Handoko dalam keterangan tertulisnya.

    “Termasuk bagi mahasiswa juga yang akan berkarier di bidang space engineering, elektronik, instrumentasi, dan sebagainya. Kita ingin memperkuat industri luar angkasa juga, itu sebabnya kami membuka peluang kerja sama juga dengan berbagai mitra industri di dalam negeri,” sambungnya.

    Sementara itu Kepala Organisasi Riset dan Penerbangan Antariksa BRIN Robertus Heru Triharjanto mengatakan India memiliki 20 armada yang mereka kendalikan dari Biak Papua.

    “Hal ini akan memudahkan Indonesia untuk belajar dan menjadikan supply chain industry keantariksaan global. Karena Indonesia ini sangat potensial untuk membantu teman-teman yang memiliki satelit untuk mengendalikannya,” ujarnya.

    Disampaikannya, selain stasiun bumi yang diserahkan oleh India dengan perjanjian ini. Kedua belah pihak juga akan mengelola secara eksklusif. Misalnya, BRIN akan mengoperasikan stasiun bumi milik BRIN, untuk pemilik satelit global.

    Penandatangan MoU BRIN dan India merupakan implementasi kerja sama yang telah dilakukan oleh LAPAN. Sekarang telah diratifikasi oleh BRIN dengan penandatangan pada 19 Maret 2024 sebagai tindak lanjut kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.

    Berdasarkan pertemuan antara Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN dan ISRO pada 14 September 2023 peluncuran satelit Lapan A4/NEO-1 direncanakan Oktober 2024 dengan pertimbangan kesiapan satelit. Paling cepat selesai di awal semester 2024, dengan pertimbangan situasi politik Indonesia.

    Sebagai informasi, kerja sama ini berawal dari keinginan Pemerintah India untuk membangun Stasiun Bumi Tracking, Telemetri & Command (TT&C) bagi peluncuran Geostationary Satellite Launch Vehicle (GSLV) di Biak Papua, dan disambut baik oleh Pemerintah Indonesia.

    Kerja sama terus berlanjut, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India meningkatkan kerja sama dengan menandatangani Framework Agreement tentang Kerja sama Eksplorasi dan Pemanfaatan Luar Angkasa untuk Tujuan Damai.

    (agt/agt)