Tag: Kombes Mokhamad Ngajib

  • Kampanye Akbar Paslon Gubernur Sulsel, Polrestabes Makassar Perketat Pengamanan

    Kampanye Akbar Paslon Gubernur Sulsel, Polrestabes Makassar Perketat Pengamanan

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jelang kampanye akbar kedua Paslon Gubernur Sulsel, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan pihaknya juga akan melakukan pengamanan bekerja sama dengan Polda Sulsel.

    Pengamanan tersebut dilakukan seperti pada saat kampanye akbar empat pasang calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Makassar 2024. Sedikitnya, 1.080 personel yang dikerahkan.

    Dikatakan Ngajib, rencana kampanye akbar Paslon Gubernur Sulsel bakal digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kecamatan Biringkanya. Hal tersebut telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.

    “Rencananya itu di GOR, tapi masih kita komunikasikan pada pihak panitia,” ujar Ngajib kepada awak media, Senin (18/11/2024).

    Ngajib menuturkan, pada pelaksanaan kampanye itu, pihaknya kembali mengerahkan 1.080 personel.

    “Kita akan laksanakan sama dengan teknis yang sama, kemudian personil juga sama,” terangnya.

    Kata Ngajib, dalam pengamanan kampanye akbar nanti, pihaknya telah melakukan evaluasi dengan berkoordinasi bersama penyelenggara dan pengawas Pilkada. Tidak terkecuali dengan legal officer (LO) masing-masing paslon.

    “Saya sudah melakukan evaluasi kepda masing-masing LO paslon, supaya sama-sama berkomitmen untuk melaksanakan kesepakatan yang sudah ada dan juga melaksanakan aturan yang benar,” Ngajib menuturkan.

    Tambahnya, Pihaknya telah melakukan pemetaan-pemetaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses kampanye.

    Terlebih, pada saat debat kedua paslon gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2024, di pertigaan Jalan AP Pettarani-Jalan Bonto Langkasa, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (10/11/2024) lalu, terjadi aksi saling lempar batu antar dua kelompok massa pendukung paslon.

  • Ngajib Tekankan Kewaspadaan Jelang Pilkada 2024: Jangan Gerlam!

    Ngajib Tekankan Kewaspadaan Jelang Pilkada 2024: Jangan Gerlam!

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, mengingatkan seluruh personel kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pilkada Serentak 2024.

    Ngajib menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa kampanye dan pemilihan.

    “Semua anggota, terutama yang terlibat dalam Operasi Mantap Praja, agar gercep (gerak cepat) terhadap situasi Kamtibmas,” ujar Ngajib, senin (18/11/2024).

    Selain itu, orang nomor satu di Mapolrestabes Makassar ini menekankan agar personel tidak bergerak lambat dalam menangani situasi.

    “Jangan gerlam (gerakan lambat), seluruh personel harus peka mendeteksi potensi gangguan Kamtibmas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tukasnya.

    Melihat Pilkada tinggal sembilan hari lagi, ia mendorong anggotanya agar bertindak apabila menerima informasi terkait situasi Kamtibmas atau kejadian yang terjadi di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

    Hal ini ditegaskan Ngajib pada Apel pagi yang dihadiri Wakapolrestabes Makassar AKBP Budi Susanto, para pejabat utama Polrestabes Makassar, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel dan PNS Polrestabes Makassar.

    Ngajib kemudian mengajak seluruh anggotanya untuk menjunjung pentingnya solidaritas dalam menjalankan tugas.

    “Jaga kekompakan, laksanakan tugas dengan ikhlas,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Ngajib memantau langsung kesiapan personil dan situasi pengamanan kampanye akbar calon walikota dan wakil walikota makassar bertempat di Tugu MNek Jalan Metro tanjung bunga, Makassar, Minggu (17/11/2024).

  • Debat Pilwalkot Makassar, Pengamanan Ketat, Kapolrestabes Turun Tangan

    Debat Pilwalkot Makassar, Pengamanan Ketat, Kapolrestabes Turun Tangan

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Debat kedua Pilwalkot, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib memberikan pengamanan ketat.

    Bahkan, Ngajib memantau langsung kesiapan personil dan situasi di lokasi debat di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, pada Rabu (13/11/2024).

    Dalam pemantauan tersebut, Kapolrestabes Makassar berkoordinasi Ketua KPU Kota Makassar, Andi Muhammad Yassir Arafat.

    “Jadi ini dilakukan ntuk memastikan keamanan serta ketertiban selama berlangsungnya acara debat,” ujar Ngajib kepada fajar.co.id, Rabu malam.

    Dibeberkan Ngajib, pengamanan tersebut dibagi menjadi tiga ring, dengan setiap personil menempati ploting tugas masing-masing sesuai rencana pengamanan yang telah disusun.

    Mengenai keamanan lokasi debat, Ngajib menyebutkan bahwa pengaturan akan dilakukan sesuai kesepakatan antara KPU dan perwakilan masing-masing paslon.

    “Hanya 50 orang dari setiap paslon yang boleh masuk area debat, dengan syarat memiliki ID card terdaftar,” terangnya.

    Sekadar diketahui, pada debat tersebut mempertemukan empat Paslon yang beradu gagasan.

    Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Andi Seto Gadhista Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI), Indira Jusuf Ismail–Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (INIMI), dan Amri Arsyid–Abdul Rahman Bando (AMAN).

    Pada debat tersebut mengangkat tema “Wujudkan Makassar Kota Berperadaban Maju Melalui Harmonisasi Pembangunan Nasional dan Daerah, Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkeadilan, dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.” (Muhsin/fajar)

  • Debat Kedua Pilwalkot Makassar, Kombes Ngajib Ultimatum Massa, Jangan Coba-coba

    Debat Kedua Pilwalkot Makassar, Kombes Ngajib Ultimatum Massa, Jangan Coba-coba

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, menyebut, pada debat kedua Pilwalkot Makassar pihaknya akan menyiagakan sedikitnya 924 personel.

    Seperti diketahui, debat kedua Pilwalkot Makassar akan digelar di Hotel Four Point by Sheraton, Jl Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Rabu (13/11/2024) besok.

    “Besok kita rencanakan keterlibatan anggota sebanyak 924,” ujar Ngajib, Selasa (12/11/2024) malam.

    Nantinya, kata Ngajib, pihaknya akan bekerjasama dengan tim gabungan dari Polda Sulsel, Polres Pelabuhan, hingga TNI.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di area debat masing-masing pasangan calon (Paslon) hanya bisa didampingi 50 pendukung.

    “Sesuai dengan ketentuan yang dibuat KPU dan kesepakatan dari semua LO dari Paslon kemarin, yang boleh masuk ke area debat dari masing-masing Paslon hanya 50 orang,” sebutnya.

    Tambahnya, mereka yang diperbolehkan masuk hanya ketika memiliki id card yang terdaftar.

    “Jadi tidak ada pengerahan massa,” terangnya.

    Mantan Kapolrestabes Palembang ini menegaskan, jika terjadi kembali iring-iringan massa yang memadati jalan, ia tak segan-segan akan membubarkan.

    “Iring-iringan massa di luar lokasi, saya bubarkan,” tegasnya.

    Kata Ngajib, terhadap masing-masing pendukung Paslon telah disepakati bahwa mereka hanya diperbolehkan nobar di posko pemenangan.

    “Pokoknya kesepakatan itu mereka nobar di masing-masing poskonya. Tidak ada yang memadati lagi seperti sebelumnya, di jalan juga gak ada,” imbuhnya.

    “Imbauannya, masing-masing Paslon dan pendukungnya menepati sesuai kesepakatan yang telah dibuat di hadapan ketua KPU,” sambung dia.

  • Kronologis Bentrok di Debat Pilgub Sulsel 2024, Dipicu Teriakan ‘Bayar Utangmu’, Pendukung Berkelahi

    Kronologis Bentrok di Debat Pilgub Sulsel 2024, Dipicu Teriakan ‘Bayar Utangmu’, Pendukung Berkelahi

    GELORA.CO – –  Kericuhan terjadi pada debat kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan atau Sulsel di Hotel Claro, Makassar, Minggu (10/11/2024) siang.

    Pendukung kedua pasangan calon (paslon) yang maju di Pilgub Sulsel saling berhadapan dan nyaris terjadi kericuhan besar.

    Keributan terjadi di dalam ruangan debat dan di luar hotel tempat ratusan pendukung kedua paslon berkumpul.

    Tak ada korban jiwa dan luka-luka dalam insiden ini. 

    Sebelumnya, Bawaslu RI memasukkan Sulsel sebagai salah satu daerah yang memiliki indeks kerawanan tertinggi.

    Sulsel bahkan masuk dalam lima besar daerah paling rawan di Indonesia.

    Kelima daerah itu masing-masing, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

    Arena debat calon gubernur Sulsv

    Arena debat calon gubernur Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Minggu (10/11/2024) siang nyaris diwarnai kericuhan akibat saling ejek dari kedua tim pendukung.

    Keributan yang terjadi di arena debat kandidat Pilgub Sulsel awalnya terjadi sebelum debat berlangsung yakni sekitar pukul 14.20 Wita. 

    Dua kalompok pendukung pasangan calon Danny Pomanto-Azhar Arsyad dan Andi Sudirman Sulaiman Fatmawati Rusdi saling berhadap-hadapan di Jl AP Pettarani.

    Tak lama kemudian, terjadi aksi saling lempar di pertigaan Jl AP Pettarani-Jl Andi Djemma, Makassar.

    Kondisi chaos ini berlangsung sekitar 15 menit. Pantauan Tribun-Timur, massa berbaju hitam mendominasi area. 

    Aparat keamanan turun mengamankan lokasi, ratusan polisi mengepung Jl AP Pettarani untuk mengondisikan jalan.

    Akibat kericuhan ini, Jl AP Pettarani tak bisa dilalui kendaraan selama beberapa jam lamanya. 

    Para pengguna jalan terpaksa berhenti untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. 

    Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan, kericuhan dipicu adanya kesalahan pahaman antar kedua kubu simpatisan.

    “Terjadi keributan karena ada kesalahpahaman kedua belah pihak. Karena padat jalan juga toh,” kata Kombes Pol Mokhamad Ngajib dikonfirmasi wartawan.

    Kericuhan itu kata dia tidak berlangsung lama.

    “Sebentar aja (kejadiannya),” ujar perwira jebolan Akpol 1995 ini.

    Untuk mengantisipasi bentrok susulan, Ngajib mengaku sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif.

    “Langkah-langkah, sudah (dilakukan) tadi, sudah dipisah kedua belah pihak. Kemudian kita kasih imbauan supaya mereka tidak mengulangi lagi. Sekarang sudah aman,” jelasnya.

    Ia pun mengimbau kepada dua kubu yang bertikai, agar kembali saling menghargai satu sama lain.

    “Mereka kan saudara, imbauan saya, jaga budayanya orang Makassar-Bugis. Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge. Saling menghormati walaupun beda pilihan,” imbuhnya.

    Dalam insiden keributan itu, pihaknya mengaku tidak mengamankan satu orang pun dari kedua kubu.

    Saling Ejek 

    Sementara itu, saat debat berlangsung di Hotel Claro, dua kubu pendukung paslon juga nyaris adu jotos.

    Keributan dipicu saling ejek antarsesama pendukung paslon.

    Kubu Danny-Azhar tak terima kalimat yang dilontarkan kubu Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi.

    Begitu juga kubu Andi Sudirman-Fatmawati, mereka tak terima teriakan kubu Danny-Azhar.

    Kalimat yang memicu kericuhan di dalam lokasi debat adalah utang dan pembohong.

    Kubu Danny-Azhar teriak utang, kubu Andi Sudirman-Fatmawati teriak paballe-balle (pembohong).

    Bukan hanya melalui sorak sorai yel-yel, tetapi juga melalui sindiran-sindiran tajam yang dilontarkan kedua pendukung.

    Momen saling sindir pertama terjadi saat pendukung kubu Andi Sudirman-Fatmawati meneriakkan slogan “jangan pilih DIA”.

    Kemudian disusul dengan teriakan “paballe-balle”, yang berarti ‘janji bohong’ dalam bahasa Makassar. 

    Seruan ini jelas ditujukan kepada lawan mereka, seolah mengingatkan publik untuk tidak mempercayai janji-janji dari kubu Danny-Azhar.

    Tidak mau kalah, pendukung kubu Danny-Azhar segera membalas sindiran tersebut.

    “Bayar utangmu, bayar utangmu, bayar utangmu!,” balas kubu Danny-Azhar sambil mengarahkan jari telunjuk ke kubu Andi Sudirman-Fatmawati.

    Sindiran ini mengarah pada isu utang Pemprov Sulsel di era pemerintahan Andi Sudirman saat ia menjabat sebagai Gubernur Sulsel. 

    Isu utang ini juga menjadi bahan perdebatan hangat di masyarakat, yang memicu adu argumen di arena debat.

    Situasi memanas ini segera diatasi oleh pihak keamanan dan panitia yang berjaga di lokasi. 

    Terdengar moderator berusaha melerai ketegangan antara dua kubu kandidat Pilgub Sulsel.

    Hingga kemudian, tim keamanan berhasil meredam kedua kubu sebelum terjadi bentrokan fisik yang lebih serius. 

    Moderator pun mengingatkan seluruh pendukung untuk tetap tenang dan menghormati jalannya debat publik demi menjaga kondusivitas acara.

    Meski terjadi insiden kecil, debat tetap berlangsung sesuai jadwal dengan pengamanan ketat. 

    Kedua kubu kembali duduk dan mengikuti jalannya debat dengan lebih tenang, meskipun suasana di antara para pendukung terlihat masih tegang.

    Saling kritik

    Dalam debat tersebut, kedua calon saling bertukar gagasan terkait visi-misi pembangunan Sulsel ke depan, dengan fokus pada isu ekonomi hijau dan tata ruang.

    Andi Sudirman menekankan komitmennya pada ekonomi hijau sebagai landasan utama dalam kebijakan pembangunan.

    Menurutnya, pembangunan berkelanjutan harus menjadi prioritas dalam merancang kebijakan yang ramah lingkungan. 

    Jika terpilih, ia berjanji memperkenalkan regulasi yang memfasilitasi ekonomi hijau.

    “Salah satunya adalah penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang membatasi wilayah-wilayah tertentu agar tidak ditambang, meskipun ada konsesi. Dengan begitu, area rentan kerusakan bisa terlindungi,” ujarnya.

    Selain itu, Andi Sudirman mengusulkan agar pengaturan tata ruang seluruh wilayah Sulsel berada di bawah kewenangan Pemprov Sulsel untuk memastikan pengelolaan yang lebih terkendali dan berkelanjutan.

    Pernyataan Andi Sudirman segera ditanggapi oleh Danny Pomanto yang mengkritisi kebijakan tata ruang yang dijalankan Andi Sudirman selama menjabat sebagai Gubernur Sulsel.

    Danny menyoroti masalah pertambangan di wilayah Basse Sangtempe (Bastem), Luwu, yang menurutnya telah menyebabkan kerusakan lingkungan.

    “Pak Andi Sudirman, Anda pernah menjabat sebagai Gubernur Sulsel. Bagaimana dengan kajian tata ruang di Bastem? Izin pertambangan yang diberikan di sana menyebabkan bencana, seperti banjir yang melanda Luwu,” kata Danny.

    Danny juga mengkritik proses perencanaan tata ruang yang dianggapnya kurang melibatkan masyarakat.

    Ia menyebut contoh warga di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, yang merasa tidak dilibatkan dalam perencanaan yang berdampak besar pada kehidupan mereka.

    “Saya berbicara dengan teman-teman di Seko, dan mereka mengatakan bahwa kawasan Rampi, Seko, dan Rongkong hampir selesai dipetakan, namun masyarakat tidak diajak berdiskusi,” ungkapnya.

    Danny menegaskan bahwa masyarakat adat, yang memiliki pemahaman mendalam tentang tanah dan wilayah mereka, harus dilibatkan dalam perencanaan tata ruang.

    Menurutnya, hal ini penting untuk mencegah terjadinya bencana alam yang berulang.

    “Masyarakat adat memahami tanah ulayat mereka dan memiliki pengetahuan tentang pengelolaan wilayah yang bisa mencegah bencana. Jika mereka tidak dilibatkan, kita akan terus melihat kerusakan lingkungan yang berujung pada bencana,” pungkas Danny.

    Debat yang berlangsung sengit ini menunjukkan perbedaan pandangan kedua calon terkait pengelolaan lingkungan dan tata ruang di Sulsel.

    Bawaslu Ogah Urus Bentrokan di Luar Arena

    Bawaslu Sulsel menyebut, bentrokan antarpendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di luar arena debat, bukan tanggungjawab Bawaslu Sulsel, melainkan tanggungjawab pihak keamanan atau kepolisian.

    Komisioner Bawaslu Sulsel, Andarias Duma mengatakan pihaknya tetap mengawasi jalannya debat baik di dalam maupun di luar lokasi.

    Bentrokan yang terjadi menjadi bahan evaluasi ke depannya.

    Di luar arena debat, para pendukung saling lempar batu.

    Andarias emikirkan opsi adanya penambahan pihak keamanan untuk menghindari riak-riak yang terjadi khususnya pada hari pencoblosan dan setelah pencoblosan.

    Pasalnya, pada momen itu diprediksi biasanya terjadi protes oleh para pendukung pasangan calon.

    “Yah nanti kita evaluasi ini bagaimana situasi keamanan ke depan Bawaslu akan berkoordinasi dengan pihak keamanan,” jelasnya.

    Pada debat Pilgub Sulsel pertama juga terjadi riak-riak antara pendukung.

    Bawaslu menyarankan ke KPU Sulsel agar jadwal debat dipindah pada siang hari. Akan tetapi bentrokan tetap terjadi.

    “KPU ikut dengan usulan kita dengan pengalaman kemarin ada riak-riak, tadi juga terjadi riak-riak terjadi di luar,” ujarnya.

    Bawaslu Sulsel tidak mempunyai cara untuk meredam hal tersebut. Keamanan masuk dalam wilayah pihak kepolisian.

    Bawaslu Sulsel lebih menekankan pada pengawasan pada tingkat TPS

  • Polrestabes Makassar Dukung Gerakan Nasional Pangan Merah Putih untuk Swasembada

    Polrestabes Makassar Dukung Gerakan Nasional Pangan Merah Putih untuk Swasembada

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Pemerintah Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan.

    Peluncuran ini berlangsung serentak di berbagai daerah, termasuk di Kota Makassar, dan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan.

    Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

    Polri turut mengambil peran aktif dalam menggerakkan potensi nasional, tak hanya di bidang keamanan tetapi juga dalam aspek-aspek kesejahteraan masyarakat.

    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib menjelaskan, dukungan ini selaras dengan instruksi presiden untuk mendorong kemandirian pangan yang lebih kuat.

    Hal ini diungkapkan Ngajib usai melakukan Launching Kegiatan dengan Tema Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan.

    “Gerakan ini adalah bentuk sinergi kami dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, karena kami memahami pentingnya ketahanan pangan bagi stabilitas negara,” ujar Ngajib.

    Ngajib juga menekankan bahwa gerakan ini adalah upaya menyeluruh yang melibatkan seluruh elemen di Polri untuk aktif dalam menguatkan ketersediaan pangan di berbagai daerah.

    “Tidak hanya di Makassar, jajaran Polri di seluruh Indonesia juga turut ambil bagian, sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

    Sekadar diketahui, kegiatan ini digelar di ruang Vicon Tunggal Panaluan Polrestabes Makassar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama, termasuk Waka Polrestabes Makassar AKBP Budi Susanto dan para kapolsek. (Muhsin/fajar)

  • Kapolrestabes Makassar Pastikan Logistik Pilkada Aman Tersimpan di Gudang KPU

    Kapolrestabes Makassar Pastikan Logistik Pilkada Aman Tersimpan di Gudang KPU

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib memimpin pengamanan langsung kedatangan kontainer logistik untuk Pilkada 2024 di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.

    Kedatangan logistik ini meliputi bilik suara dan kotak suara yang nantinya akan digunakan dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, serta bupati dan wali kota di berbagai daerah di provinsi tersebut.

    Langkah pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja 2024, program nasional yang digelar untuk memastikan seluruh tahapan Pilkada berjalan lancar dan aman.

    Dalam operasi ini, kepolisian memberikan perhatian khusus pada pengawalan dan pengamanan logistik penting seperti surat suara, bilik, dan kotak suara, mengingat peran pentingnya dalam penyelenggaraan Pilkada yang bersih dan transparan.

    Kombes Pol Mokhamad Ngajib hadir langsung untuk memantau proses pembongkaran kontainer yang membawa logistik Pilkada ini di pelabuhan.

    Bersama Kombes Ngajib, hadir pula perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan serta Kota Makassar untuk memastikan proses berlangsung lancar dan tanpa gangguan.

    “Kami pastikan seluruh tahapan kedatangan hingga penyimpanan logistik Pilkada ini berjalan aman dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Kombes Ngajib di sela-sela proses pemantauan.

    Ia menjelaskan bahwa pengamanan ini tidak hanya meliputi kedatangan logistik di pelabuhan, tetapi juga menyeluruh hingga penyimpanan di gudang logistik KPU Kota Makassar.