Tag: Kombes Ade Ary Syam Indradi

  • Polisi Tangkap 351 Orang di Demo DPR, Didominasi Anak di Bawah Umur

    Polisi Tangkap 351 Orang di Demo DPR, Didominasi Anak di Bawah Umur

    Jakarta: Polisi mengamankan sebanyak 351 orang yang melakukan aksi ricuh unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senin, 25 Agustus 2025 malam Wib. 

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan dari total yang ditangkap, 155 merupakan orang dewasa, sementara 196 lainnya masih berstatus di bawah usia 18 tahun.

    “Kelompok ini diduga kuat terlibat dalam tindakan perusakan fasilitas umum, melempar kendaraan yang melintas di jalan tol, serta menyerang aparat,” ujar Ade Ary.

    Ia menambahkan bahwa ratusan orang ini bukan bagian dari massa aksi damai yang lebih dulu menyampaikan aspirasi di lokasi. Menurutnya, mereka datang dari luar kelompok demonstran utama dan justru memicu kericuhan.
     

    “Tahapan imbauan dan beberapa tahapan lainnya sudah dilakukan. Ketika sebagian, pihak lain di luar massa yang menyampaikan pendapat tadi, yang setelah diberikan imbauan tidak mengikuti arahan dari petugas, akhirnya dilakukan tindakan penertiban (penangkapan),” jelasnya. 

    Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis, menyampaikan bahwa saat ini penyidik masih menyelidiki peran masing-masing dari 155 orang dewasa yang ditangkap. Ia mengungkapkan bahwa empat laporan polisi telah diterima terkait peristiwa malam itu.

    “Sudah ada empat laporan polisi. Tiga di antaranya adalah kekerasan secara bersama-sama terhadap orang, lalu satu laporan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau kendaraan,” kata Putu.

    Meski sempat terjadi ketegangan, Putu memastikan seluruh orang yang diamankan dalam kondisi sehat. Namun, beberapa mengalami luka ringan akibat terjatuh saat kericuhan berlangsung.

    Jakarta: Polisi mengamankan sebanyak 351 orang yang melakukan aksi ricuh unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Senin, 25 Agustus 2025 malam Wib. 
     
    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan dari total yang ditangkap, 155 merupakan orang dewasa, sementara 196 lainnya masih berstatus di bawah usia 18 tahun.
     
    “Kelompok ini diduga kuat terlibat dalam tindakan perusakan fasilitas umum, melempar kendaraan yang melintas di jalan tol, serta menyerang aparat,” ujar Ade Ary.

    Ia menambahkan bahwa ratusan orang ini bukan bagian dari massa aksi damai yang lebih dulu menyampaikan aspirasi di lokasi. Menurutnya, mereka datang dari luar kelompok demonstran utama dan justru memicu kericuhan.
     

     
    “Tahapan imbauan dan beberapa tahapan lainnya sudah dilakukan. Ketika sebagian, pihak lain di luar massa yang menyampaikan pendapat tadi, yang setelah diberikan imbauan tidak mengikuti arahan dari petugas, akhirnya dilakukan tindakan penertiban (penangkapan),” jelasnya. 
     
    Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis, menyampaikan bahwa saat ini penyidik masih menyelidiki peran masing-masing dari 155 orang dewasa yang ditangkap. Ia mengungkapkan bahwa empat laporan polisi telah diterima terkait peristiwa malam itu.
     
    “Sudah ada empat laporan polisi. Tiga di antaranya adalah kekerasan secara bersama-sama terhadap orang, lalu satu laporan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau kendaraan,” kata Putu.
     
    Meski sempat terjadi ketegangan, Putu memastikan seluruh orang yang diamankan dalam kondisi sehat. Namun, beberapa mengalami luka ringan akibat terjatuh saat kericuhan berlangsung.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Kasus Penculikan Kacab BRI, Polisi Ungkap Sosok Tim Pengintai

    Kasus Penculikan Kacab BRI, Polisi Ungkap Sosok Tim Pengintai

    Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengungkap salah satu tersangka yang berperan sebagai tim pengintaian di kasus penculikan dan pembunuhan Kepala KCP Bank BRI di Jakarta, MIP (35).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan tim pengintai itu berinisial RS. Inisial itu mengacu pada nama Rohmat Sukur.

    “Saudara RS ini berperan menyediakan tim pantau yang mengikuti kegiatan korban dan juga menyediakan tim IT,” ujar Ade di Polda Metro Jaya, Rabu (27/8/2025).

    Dia menjelaskan, terhadap RS mulanya dilakukan penggeledahan di kediamannya Candisari, Semarang. Namun, RS diduga melarikan diri sebelum tim tiba di lokasi.

    Kemudian, tim penyidik mendapatkan informasi bahwa RS berada di tempat persembunyiannya di Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. 

    “Dan akhirnya pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2025 Sekitar pukul 2.15 dini hari Tim berhasil menangkap Saudara RS Kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

    Secara total, kepolisian telah menetapkan 15 tersangka dalam kasus ini termasuk, Dwi Hartono. Belasan orang itu dikelompokkan berdasarkan perannya.

    Misalnya, ada kelompok aktor intelektual. Kemudian, tiga lainnya adalah klaster pembuntutan, penculikan, dan eksekusi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. 

    Adapun, penculikan Kepala KCP Bank BUMN ini terjadi di parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur pada (20/8/2025).

    Keesokan harinya, mayat MIP ditemukan di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada Kamis (22/8/2025) sekitar 05.30 WIB. Jenazah itu ditemukan dalam kaki dan tangan terikat, serta mata dilakban. 

  • Penyedia tim pengintai kasus penculikan-pembunuhan kacab bank dibekuk

    Penyedia tim pengintai kasus penculikan-pembunuhan kacab bank dibekuk

    Jakarta (ANTARA) – Polisi meringkus tersangka penyedia tim pengintai, pria berinisial RS dalam kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat bernama Mohamad Ilham Pradipta (37).

    “RS sempat melarikan diri dari rumahnya di daerah Candisari, Semarang sebelum petugas tiba di lokasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Rabu.

    Namun, lanjutnya, kemudian dilakukan pengejaran dan tim berhasil tangkap RS di tempat persembunyiannya di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (24/8) pukul 02.15 WIB.

    Ia mengatakan, dalam kasus penculikan dan pembunuhan korban, RS berperan menyediakan tim pengintai dan tim IT (teknologi informasi).

    “Berdasarkan hasil pendalaman yang dilakukan oleh tim, RS ini berperan menyediakan tim pantau yang mengikuti kegiatan korban dan juga menyediakan tim IT,” katanya.

    RS pun masuk dalam total 15 tersangka yang telah diamankan oleh kepolisian. Dengan diungkapnya peran RS, maka sudah ada sembilan tersangka yang diketahui perannya dalam aksi kriminal tersebut.

    Tersangka C, DH, YJ dan AA berperan sebagai aktor intelektual atau otak aksi kriminal. Sementara tersangka berinisial AT, RS, RAH dan RW berperan sebagai penculik.

    Hingga kini, enam tersangka lain belum diungkap perannya oleh polisi.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya membeberkan bahwa 15 pelaku penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) salah satu bank di Jakarta Pusat bernama Mohamad Ilham Pradipta (37) terbagi ke dalam beberapa klaster.

    “Klaster pertama aktor intelektual, kedua klaster yang membuntuti, klaster ketiga yang menculik dan klaster keempat yang melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan membuang korban,” kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Kasubdit Jatantas) Polda Metro Jaya AKBP Abdul Jakbar.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Polisi Terjunkan 4.531 Personel untuk Kawal Demo di DPR, 28 Agustus 2025

    Polisi Terjunkan 4.531 Personel untuk Kawal Demo di DPR, 28 Agustus 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya menerjunkan 4.531 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa kelompok buruh di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025) besok.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan ribuan personel itu bakal disebar di sejumlah titik di sekitar kompleks Parlemen.

    “Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa kelompok buruh,” ujar Ade di Polda Metro Jaya, Rabu (27/8/2025).

    Dia menambahkan ribuan personel itu terdiri dari anggota Polda Metro Hata sebanyak 2.174 personel, tim BKO dari TNI, Brimob Mabes Polri 1.725 personel dan Polres jajaran 632 personel.

    Di samping itu, Ade mengimbau agar pendemo bisa melakukan unjuk rasa dengan tidak anarkis hingga merusak fasilitas umum.

    “Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan,” imbuhnya.

    Bicara soal rekayasa lalu lintas, Ade menyatakan bahwa hal tersebut bakal diberlakukan secara situasional bergantung pada eskalasi kendaraan di lapangan.

    “Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Jika massa yang hadir cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus lalu lintas akan dialihkan. Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka tidak dilakukan pengalihan,” pungkasnya.

  • Hampir 5000 personel disiapkan untuk kawal aksi buruh di Jakarta

    Hampir 5000 personel disiapkan untuk kawal aksi buruh di Jakarta

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8).

    “Untuk mengamankan aksi besok (28/8), 4.531 personel gabungan sudah disiapkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Rabu.

    Ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel bawah kendali operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP dan Dishub.

    “Kemudian, 632 personel dari jajaran Polres,” katanya.

    Ia menghimbau kepada para pengunjuk rasa agar menyampaikan pendapat dengan tertib, damai dan tidak mengganggu ketertiban umum.

    Ia juga mengingatkan massa agar tidak memaksakan diri masuk ke ruas tol karena dapat membahayakan keselamatan.

    “Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan,” tegasnya.

    Selain itu, ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan akibat rekayasa lalu lintas yang mungkin diberlakukan.

    “Kami memohon maaf jika nanti ada pengalihan arus lalu lintas yang menimbulkan ketidaknyamanan. Langkah ini semata-mata untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kelancaran bersama,” katanya.

    Polisi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan DPR untuk mencari rute alternatif dan selalu mengikuti informasi terkini arus lalu lintas melalui akun resmi media sosial TMC Polda Metro Jaya.

    Sebelumnya, Polda Metro Jaya bakal merekayasa arus lalu lintas karena unjuk rasa di Jakarta, terutama sekitar Istana, Mahkamah Konstitusi dan DPR RI pada Kamis (28/8).

    “Untuk konsep pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, masih sama. Jadi, silakan masyarakat menyampaikan pendapat, diatur oleh undang-undang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin.

    Ia menyebut, rencana rekayasa arus lalu lintas sudah disiapkan, namun penerapannya bersifat situasional tergantung jumlah dan mobilitas massa yang hadir.

    Bila massa demo bisa berbagi ruas jalan dengan pengguna jalan lain, kata Komarudin, maka arus lalu lintas tetap berjalan normal.

    Namun, tegasnya, jika massa sampai memakan badan jalan, maka akan dilakukan pengalihan arus.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Jejak Dwi Hartono di Tebo Jambi, Sosok Dermawan, Pernah Pulang Kampung Naik Helikopter

    Jejak Dwi Hartono di Tebo Jambi, Sosok Dermawan, Pernah Pulang Kampung Naik Helikopter

    Liputan6.com, Jambi – Nama Dwi Hartono (DH) memang kerap menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat. Di kampung halamannya, Dwi Hartono dikenal sebagai seorang pengusaha kaya raya asal Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

    Dia makin dikenal setelah ditangkap polisi bersama beberapa orang lainya. Dwi Hartono bahkan menjadi otak di balik aksi penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (MIP).

    Dwi Hartono ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/25) sekitar pukul 20.15 Wib. Adapun peran Dwi Hartono dalam kasus ini adalah aktor penculikan MIP. Dia diculik di parkiran sebuah supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

    “Salah satu aktor penculikan ya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

    Dwi Hartono punya latar belakang bisnis yang mentereng. Dia mengaku sebagai pengusaha properti, fesyen, skin care, hingga bimbingan belajar Hartono Foundation. Selain punya latar belakang sebagai bos, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai seorang motivator.

    Tapi siapa nyana, Dwi Hartono merupakan seorang yang berasal dari kampung halaman di Rimbo Bujang yang berjarak 250 kilometer dari Kota Jambi. Di kampung halamannya Rimbo Bujang yang merupakan Kawasan eks transmigrasi itu, Hartono menghabiskan masa kecilnya.

    Dia pernah tinggal bersama orang tuanya di Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana (Unit VI), Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

    Rumahnya itu dua lantai dan bercat putih. Perbagar kelir biru. Dalam beberapa hari terakhir rumah tersebut kosong. Pagarnya terkunci.

    “Informasinya (rumah) kosong, belum tahu orang tuanya kemana. Mungkin nyusul ke Jakarta,” kata Nanang, warga Tebo saat dihubungi tim Liputan6.com dari Jambi, Rabu (27/8/2025).

    Dwi Hartono pernah menamatkan sekolah di SD Negeri 177/VIII Jalan Meranti Desa Tirta Kencana, dan SMP Negeri 13 Jalan Kolim, Desa Tirta Kencan. Setelah tamat SMP, dia melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi di Jawa.

     

     

  • 1
                    
                        Sosok Dwi Hartono, Motivator dan Pengusaha yang Diduga Jadi Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN
                        Megapolitan

    1 Sosok Dwi Hartono, Motivator dan Pengusaha yang Diduga Jadi Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Megapolitan

    Sosok Dwi Hartono, Motivator dan Pengusaha yang Diduga Jadi Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat orang yang diduga sebagai aktor intelektual dalam penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37).
    Salah satu pelaku yang kini menjadi sorotan publik, Dwi Hartono, memiliki latar belakang sebagai pengusaha, motivator, dan pemilik yayasan amal.
    Dwi Hartono adalah salah satu dari tiga pelaku yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah. Dwi ditangkap bersama YJ dan AA pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.
    Sehari setelahnya, Minggu (24/8/2025), polisi membekuk pelaku lainnya berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi bahwa pelaku berinisial DH adalah Dwi Hartono.
    “Benar,” ujar Ade Ary saat dihubungi, Selasa (27/8/2025).
    Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dwi Hartono diketahui sebagai pemilik salah satu bimbingan belajar (bimbel) berbasis daring atau
    online
    .
    “Saudara DH adalah seorang pengusaha, salah satu bidang usahanya adalah bimbel online,” jelas Ade Ary.
     Ade Ary mengonfirmasi soal akun Instagram Dwi Hartono adalah @klanhartono. Akun Instagram itu memiliki setidaknya 37.000 pengikut.
    Selain itu, Dwi juga dikenal sebagai motivator bisnis. Dwi Hartono diketahui juga memiliki akun Youtube bernama Klan Hartono dan telah memiliki total 169.000 pengikut.
    Di akun Youtube tersebut, Dwi diketahui sering membagikan video tentang motivasi bisnis di usia muda.
    Penelusuran
    Kompas.com
    menemukan bahwa Dwi Hartono diduga memiliki sebuah yayasan amal, @hartono_foundation, yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
    Yayasan ini pertama kali mengunggah konten pada 1 Februari 2019, dengan fokus pemberian beasiswa pendidikan, terutama untuk mahasiswa perguruan tinggi.
    Selain itu, yayasan juga mencatat aktivitas di bidang kesehatan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Unggahan terakhir tercatat pada 21 Juli 2024.
    Sosok Dwi Hartono dikenal luas di Jambi sebagai pengusaha sukses dan dermawan. Ia sempat berniat maju sebagai calon Bupati Tebo, namun batal karena diminta menjadi calon wakil bupati.
    “Ya, dulu dia mau maju Bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati). Jadi batal karena dari awal dia mau nomor satu (bupati),” kata Jay Saragih, warga Tebo, saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).
    Menurut Jay, Dwi dikenal kerap membantu warga, mendatangkan penyanyi dangdut dari Jakarta, dan menyediakan fasilitas desa, termasuk satu unit mobil ambulans.
    “Warga sebenarnya berharap dia maju jadi Bupati, bukan wakil, karena dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur,” tambah Jay.
    Dwi Hartono merupakan pengusaha besar di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang.
    Keluarga besarnya telah lama berkecimpung di dunia usaha, termasuk memiliki salah satu grosir terbesar di Pasar Rimbo Bujang.
    Ia juga kerap menjadi penyokong dana dalam berbagai acara, termasuk reuni alumni SMA, hingga mendatangkan artis dangdut nasional.
    (Penulis: Baharudin Al-Farisi, Aryo Tondang, Irfan Maullana)

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Sosok Dwi Hartono yang Disebut Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BRI

    Sosok Dwi Hartono yang Disebut Otak Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BRI

    Jakarta: Misteri penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih akhirnya mulai terungkap. Polisi mengidentifikasi sosok yang menjadi otak di balik aksi keji tersebut yakni Dwi Hartono, seorang pria yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa Dwi Hartono (DH) berperan sebagai dalang dalam kasus penculikan yang berakhir tragis itu.

    “Saya hanya membenarkan inisial DH ya (dalang penculikan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Agustus 2025.

    Menurut keterangan pihak kepolisian, DH tidak bertindak sendirian. Ia diduga kuat sebagai aktor intelektual, perancang utama dari penculikan yang menewaskan Ilham Pradipta. Selain dikenal sebagai pengusaha bimbel, DH juga disebut-sebut aktif sebagai seorang motivator, meski polisi masih mendalami peran ganda tersebut.

    Tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap DH pada Sabtu malam (23/8), pukul 20.15 WIB, di wilayah Solo, Jawa Tengah. Ia ditangkap bersama dua tersangka lain, berinisial YJ dan AA.

    Penangkapan berlanjut keesokan harinya, Minggu (24/8), ketika polisi meringkus tersangka keempat berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Keempat orang ini disebut polisi sebagai aktor intelektual di balik penculikan Ilham.

    “Empat orang itu aktor intelektual,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dalam keterangan tertulis.

    Tak hanya otak di balik kejahatan, para pelaku lapangan atau eksekutor juga berhasil diamankan. Tiga di antaranya AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat. Sementara satu eksekutor lainnya, RW alias Erasmus Wawo, ditangkap di bandara saat berupaya melarikan diri ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
     
    Kronologi penculikan dan penemuan jasad Ilham

    Insiden penculikan terjadi pada Rabu (20/8), di sebuah area parkir pusat perbelanjaan di kawasan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur. Aksi para pelaku terekam kamera CCTV.

    Namun keesokan harinya, Kamis (21/8), warga menemukan jasad Ilham di area persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kondisi tubuh korban mengenaskan: matanya tertutup lakban, tangan dan kaki dalam keadaan terikat.

    Tim forensik menyimpulkan bahwa Ilham meninggal akibat kekerasan benda tumpul di bagian dada dan leher. Ia juga diduga mengalami asfiksia, kekurangan oksigen akibat tekanan hebat di dada dan leher, yang membuatnya kesulitan bernapas.

    Saat ini, kepolisian masih terus menyelidiki motif di balik penculikan yang berubah menjadi pembunuhan ini. Dugaan keterlibatan pelaku dalam dunia bisnis dan motivasi pribadi mereka menjadi salah satu fokus pendalaman.

    Jakarta: Misteri penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih akhirnya mulai terungkap. Polisi mengidentifikasi sosok yang menjadi otak di balik aksi keji tersebut yakni Dwi Hartono, seorang pria yang dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar.
     
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membenarkan bahwa Dwi Hartono (DH) berperan sebagai dalang dalam kasus penculikan yang berakhir tragis itu.
     
    “Saya hanya membenarkan inisial DH ya (dalang penculikan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Agustus 2025.

    Menurut keterangan pihak kepolisian, DH tidak bertindak sendirian. Ia diduga kuat sebagai aktor intelektual, perancang utama dari penculikan yang menewaskan Ilham Pradipta. Selain dikenal sebagai pengusaha bimbel, DH juga disebut-sebut aktif sebagai seorang motivator, meski polisi masih mendalami peran ganda tersebut.
     
    Tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap DH pada Sabtu malam (23/8), pukul 20.15 WIB, di wilayah Solo, Jawa Tengah. Ia ditangkap bersama dua tersangka lain, berinisial YJ dan AA.
     
    Penangkapan berlanjut keesokan harinya, Minggu (24/8), ketika polisi meringkus tersangka keempat berinisial C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Keempat orang ini disebut polisi sebagai aktor intelektual di balik penculikan Ilham.
     
    “Empat orang itu aktor intelektual,” kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim dalam keterangan tertulis.
     
    Tak hanya otak di balik kejahatan, para pelaku lapangan atau eksekutor juga berhasil diamankan. Tiga di antaranya AT, RS, dan RAH ditangkap di sebuah rumah di Jalan Johar Baru III Nomor 42, Jakarta Pusat. Sementara satu eksekutor lainnya, RW alias Erasmus Wawo, ditangkap di bandara saat berupaya melarikan diri ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
     

    Kronologi penculikan dan penemuan jasad Ilham

    Insiden penculikan terjadi pada Rabu (20/8), di sebuah area parkir pusat perbelanjaan di kawasan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur. Aksi para pelaku terekam kamera CCTV.
     
    Namun keesokan harinya, Kamis (21/8), warga menemukan jasad Ilham di area persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kondisi tubuh korban mengenaskan: matanya tertutup lakban, tangan dan kaki dalam keadaan terikat.
     
    Tim forensik menyimpulkan bahwa Ilham meninggal akibat kekerasan benda tumpul di bagian dada dan leher. Ia juga diduga mengalami asfiksia, kekurangan oksigen akibat tekanan hebat di dada dan leher, yang membuatnya kesulitan bernapas.
     
    Saat ini, kepolisian masih terus menyelidiki motif di balik penculikan yang berubah menjadi pembunuhan ini. Dugaan keterlibatan pelaku dalam dunia bisnis dan motivasi pribadi mereka menjadi salah satu fokus pendalaman.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • Polisi terbuka dengan temuan fakta baru kasus kematian Arya Daru

    Polisi terbuka dengan temuan fakta baru kasus kematian Arya Daru

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian masih terbuka dengan temuan fakta atau informasi baru terkait kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP).

    “Terkait peristiwa tersebut, penyelidik masih membuka ruang bagi siapapun yang memiliki informasi untuk memberikan info tersebut kepada penyelidik, guna ditindaklanjuti,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Selasa, menanggapi adanya informasi dari pihak keluarga soal WhatsApp dan Instagram Arya yang masih aktif.

    “Ya, itu merupakan bagian informasi. Sekecil apapun, ditampung oleh penyelidik. Kemudian dilakukan pendalaman,” kata Ade Ary menegaskan.

    Dengan demikian, kata Ade Ary, jika keluarga korban hendak mendatangi Polda Metro Jaya untuk memberikan informasi tambahan, pihaknya selalu terbuka.

    “Kan penyelidikan masih berlangsung,” katanya.

    Sebelumnya, keluarga Arya Daru saat jumpa pers di Yogyakarta, Sabtu (23/8), menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan Kapolri, Panglima TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk segera menjelaskan penyebab kematian anaknya.

    Ayah mendiang Arya Daru, Subaryono, mengaku tidak berdaya atas informasi yang bervariasi mengenai penyebab kematian putranya.

    Sementara itu, pengacara pihak keluarga, Nicholay Aprilindo, mengatakan bahwa terdapat kejanggalan yang ditemukan keluarga, seperti WhatsApp dan Instagram Arya yang masih aktif dan adanya kiriman amplop misterius.

    Pihak keluarga pun berharap “misteri” segera terungkap sehingga Arya Daru dan keluarga mendapatkan keadilan.

    Arya Daru Pangayunan (ADP) ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban di rumah Kost Guest House Gondia kamar 105, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) sekitar pukul 08.10 WIB.

    Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyimpulkan kematian ADP tanpa keterlibatan orang lain. Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyelidik dengan melibatkan beberapa ahli.

    Polisi juga tidak menemukan zat berbahaya dalam pemeriksaan toksikologi pada tubuh ADP, sementara Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyatakan tidak ada DNA dan sidik jari selain milik ADP di lokasi jenazahnya ditemukan.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Syaiful Hakim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Disangka Milik Anggota DPR, Mobil Hyundai Palisede Diamuk Massa Ternyata Punya ASN, Polisi Buru Pelaku

    Disangka Milik Anggota DPR, Mobil Hyundai Palisede Diamuk Massa Ternyata Punya ASN, Polisi Buru Pelaku

    GELORA.CO – Mobil Hyundai Palisade berpelat ‘ZZH’ diamuk massa gegara dikira milik anggota DPR. Ternyata pemilik mobil bernopol ZZH itu adalah ASN Kementerian.

    “Korban inisial BB, pekerjaan ASN,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada detikcom, Selasa (26/8/2025) dilansir detikNews.

    Insiden perusakan itu terjadi saat aksi demo pada Selasa (25/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, mobil Palisade keluar meninggalkan gedung DPR RI.

    “Pelapor selaku kuasa korban menerangkan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2025 sekitar pukul 15.00 WIB korban pergi dari gedung DPR RI menuju ke kantornya di salah satu kementerian,” jelas Ade.

    Dalam perjalanan di depan Senayan Park, mobil itu putar balik di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat. Namun, mobil itu keburu dihadang massa.

    “Korban dihadang oleh para pendemo dan melakukan perusakan secara bersama-sama terhadap mobil korban dengan memukul mobil menggunakan kayu dan melempari mobil dengan batu,” jelasnya.

    Hal itu membuat kaca depan pecah, bodi mobil rusak.

    Usai kejadian itu, korban melalui kuasanya langsung melapor ke Polda Metro Jaya. Polisi kini memburu pelaku dengan jeratan Pasal 170 KUHP.

    “Sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan,” tandas dia.

    Kasus Perusakan Mobil

    Video perusakan mobil itu viral di media sosial. Tampak mobil Hyundai Palisade jadi sasaran amukan massa di tengah demo yang terjadi di DPR kemarin. Disebutkan jika mobil itu milik anggota DPR.

    Dalam rekaman video yang beredar, tampak mobil berpelat ‘ZZH’ itu awalnya melintas di kolong flyover. Saat itu kondisi lalu lintas tengah macet imbas adanya demo pada Senin (25/8) kemarin.

    Tiba-tiba sekelompok massa merusak dan menimpuki mobil tersebut dengan batu hingga bambu. Pengemudi mobil ‘ZZH’ terlihat panik hingga tancap gas menghindari kerumunan.

    Seseorang di kursi penumpang terlihat membuka kaca. Pria yang memakai baju batik warna cokelat itu kemudian melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.

    Massa pun terus mengejar mobil tersebut. Massa yang emosional lalu mulai merusak mobil tersebut.

    Mobil itu pun kembali dilempari batu, dipukul-pukul dengan bambu, dan ada yang memukul kaca dengan tangan kosong. Mobil itu pun rusak, bagian kaca belakang sudah hancur dan terbuka.

    Meski begitu, mobil itu terus melaju melawan amukan massa hingga memepet mobil lain lewat bahu jalan. Narasi video yang beredar menyebut mobil itu milik anggota DPR, faktanya bukan.