Tag: Kim Yo Jong

  • Adik Perempuan Kim Jong Un Terlihat Bersama 2 Bocah, Anaknya?

    Adik Perempuan Kim Jong Un Terlihat Bersama 2 Bocah, Anaknya?

    Jakarta

    Kantor mata-mata Korea Selatan menganalisa rekaman yang menunjukkan adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yakni Kim Yo Jong. Wanita itu terlihat bersama dua anak kecil.

    Dilansir AFP, Jumat (3/1/2025), dua anak kecil itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

    Mereka terlihat menghadiri perayaan tahun baru berisi pagelaran seni. Kim Yo Jong terlihat menggandeng tangan anak laki-laki seraya berjalan bersama-sama.

    Korea Utara adalah negara yang tertutup. Pemerintah tidak pernah membuka informasi soal status pernikahan Kim Yo Jong. Tapi kantor telik sandi Korsel mengatakan bahwa mereka sedang memastikan apakah anak-anak kecil itu merupakan anak Kim Yo Jong atau bukan.

    “Kami melakukan analisis detail sambil membuka kemungkinan,” kata kantor mata-mata Korsel.

    Badan Intelijen Nasional Korsel mengatakan bahwa mereka sudah mendeteksi sebelumnya bahwa Kim Yo Jong kemungkinan sudah punya anak. Dan anak-anak kecil dalam foto itu berada dalam kurun usia yang sesuai dengan perkiraaan intelijen Korsel.

    Adapun soal acara yang mereka hadiri itu, kementerian unifikasi di Seoul mengatakan ke AFP bahwa itu adalah gelaran pertunjukan seni di Pyongyang. Pastisipan diharapkan menemani anggota keluarga mereka, tapi hal masyarakat tidak biasa melihat Kim Yo Jong bersama anak kecil.

    “Ini juga mengikuti tren mulai awal 2022 untuk menunjukkan pejabat elite dalam lingkaran kecil Kim Jong Un tiba di acara khusus atau menyumbang pemulihan bencana dengan saudaranya atau anggota keluarga,” kata dia.

    Kim Yo Jong lahir tahun 1988. Dia adalah salah satu anak Kim Jong Il. Kim Yo Jong mengenyam pendidikan di Swiss bersama saudara laki-lakinya. Pada April 2015, mata-mata Korsel mengatakan Kim Yo Jong melahirkan. Belakangan, tahun 2018, mata-mata Korsel baru tahu bahwa Kim hamil selama kunjungannya ke Korsel pada Februari 2018 saat Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

    (dnu/imk)

  • Asia Panas, Korsel Balas Korut Tembak Rudal Balistik

    Asia Panas, Korsel Balas Korut Tembak Rudal Balistik

    Jakarta, CNBC Indonesia – Semenanjung Korea memanas. Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) terlibat saling tembak rudal balistik ke arah perairan di dekat dua negara itu.

    Pada Jumat (8/11/2024), Seoul menyebutkan bahwa pihaknya telah menembakkan sebuah rudal jarak pendek permukaan-ke-permukaan, Hyunmoo, ke arah Laut Barat. Peluncuran ini dilakukan dalam sebuah sesi latihan militer.

    “Latihan ini diadakan untuk penguatan kemampuan dan kesiapan untuk melakukan serangan presisi terhadap asal provokasi musuh,” kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel dikutip AFP.

    Peluncuran ini dilakukan setelah Korut, yang bersenjata nuklir, menguji apa yang disebutnya sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat tercanggih dan terkuat selama dua minggu terakhir. Selain ICBM, Pyongyang juga tercatat meluncurkan sejumlah rudal balistik jarak pendek dalam latihan terpisah.

    JCS mengatakan latihan ini sendiri memang ditujukan untuk merespon pengujian Korut. Aksi Korut digolongkannya sebagai ‘provokasi’.

    “Latihan tembak langsungnya ditujukan untuk menunjukkan tekad kuat untuk menanggapi dengan tegas setiap provokasi Korut,” tambahnya.

    Korsel memulai produksi rudal balistik jarak pendek pada tahun 1970-an untuk melawan ancaman Korut. Hyunmoo adalah serangkaian sistem serangan pendahuluan ‘Kill Chain’ negara tersebut, yang memungkinkan Seoul untuk melancarkan serangan pendahuluan jika ada tanda-tanda serangan Korut akan terjadi.

    Pada awal Oktober, negara tersebut untuk pertama kalinya memamerkan rudal balistik terbesarnya, Hyunmoo-5. Rudal tersebut diketahui mampu menghancurkan bunker bawah tanah.

    Sementara itu, ketegangan antara Korut dan Korsel sendiri terus memuncak. Pada hari minggu lalu, Korsel, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) melakukan latihan udara gabungan yang melibatkan pesawat pengebom B-1B AS, jet tempur F-15K dan KF-16 Korea Selatan, dan jet F-2 Jepang, sebagai tanggapan atas peluncuran ICBM Korut.

    Latihan gabungan semacam itu membuat Pyongyang marah, yang menganggapnya sebagai latihan untuk invasi. Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin negara tersebut Kim Jong Un, menyebut latihan AS-Korea Selatan-Jepang sebagai sesuatu yang sangat berbahaya.

    “Penjelasan berbasis tindakan tentang sifat agresif musuh yang paling bermusuhan dan berbahaya terhadap Republik kita. Latihan ini merupakan bukti mutlak mengenai validitas dan urgensi garis pembangunan kekuatan nuklir yang telah kita pilih dan praktikkan,” tambahnya.

    (sef/sef)

  • Jelang Pilpres AS, Korut Tembakkan Rudal Balistik

    Jelang Pilpres AS, Korut Tembakkan Rudal Balistik

    Pyongyang

    Korea Utara (Korut) menembakkan sejumlah rudal balistik jarak pendek dari wilayahnya ke arah lautan di sebelah timur Semenanjung Korea. Aktivitas peluncuran rudal terbaru Pyongyang ini terdeteksi menjelang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS), yang dijadwalkan pada 5 November waktu AS.

    Laporan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel), seperti dilansir Reuters, Selasa (5/11/2024), menyebut sejumlah rudal terdeteksi ditembakkan dari sekitar area Sariwon, Provinsi Hwanghae Utara di Korut, pada Selasa (5/11) pagi, sekitar pukul 07.30 waktu Korsel.

    Disebutkan Kepala Staf Gabungan Korsel bahwa pihaknya membagikan informasi secara erat dengan AS dan Jepang sembari memperkuat pengawasan.

    Peluncuran rudal Korut itu juga terdeteksi oleh pemerintah Tokyo, dengan Penjaga Pantai Jepang melaporkan proyektil yang diyakini sebagai rudal balistik yang ditembakkan Korut telah jatuh ke lautan.

    Televisi nasional NHK melaporkan proyektil itu tampaknya jatuh di area lautan di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

    Aktivitas peluncuran rudal itu menyusul uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat, Hwasong-19, oleh Korut pekan lalu.

    Peluncuran itu dilakukan oleh Pyongyang beberapa jam sebelum pemungutan suara dibuka dalam pilpres AS.

    Kantor berita pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA), pada Selasa (5/11) merilis laporan yang memuat kecaman Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korut Kim Jong Un, terhadap latihan militer baru-baru ini yang dilakukan AS bersama Korsel dan Jepang.

    Kim Yo Jong, dalam kecamannya, menyebut latihan militer gabungan semacam itu sebagai ancaman. Dia kemudian membenarkan penguatan nuklir Korut.

    Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Korsel Kim Yong Hyun menekankan pada akhir bulan lalu bahwa Korut “ingin membesar-besarkan eksistensi mereka saat musim pilpres AS sebelum dan sesudah pemilu digelar” dengan melakukan unjuk kekuatan seperti uji coba rudal antarbenua atau uji coba nuklir terbaru.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Adik Kim Jong Un Kecam Latihan Tembak Korsel, Ancam Pembalasan!

    Adik Kim Jong Un Kecam Latihan Tembak Korsel, Ancam Pembalasan!

    Pyongyang

    Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengecam keras Korea Selatan (Korsel) terkait latihan tembak di dekat perbatasan kedua negara baru-baru ini. Kim Yo Jong menyebut Seoul sama saja ingin bunuh diri dan memperingatkan adanya “bencana mengerikan” sebagai konsekuensi.

    Seperti dilansir AFP, Senin (8/7/2024), setelah Pyongyang mengirimkan ratusan balon sampah melintasi perbatasan, Seoul bulan lalu menangguhkan sepenuhnya kesepakatan militer untuk mengurangi ketegangan dan melanjutkan latihan tembak di pulau perbatasan dan zona demiliterasi yang memisahkan kedua negara.

    Kim Yo Jong, yang merupakan juru bicara penting rezim Korut, menyebut latihan tembak Korsel itu sebagai “latihan perang yang tidak disamarkan dan sebuah provokasi yang tidak bisa dimaafkan dan eksplisit yang memperburuk situasi”.

    Dia juga menyebut latihan di perbatasan oleh Korsel itu sebagai “histeria bunuh diri, yang membuat mereka harus menanggung bencana yang mengerikan”.

    “Jelas bagi semua orang… risiko dari latihan tembak langsung yang sembrono yang dilakukan pasukan ROK (Korsel-red) yang semakin mendekati perbatasan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea),” ucap Kim Yo Jong dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

    Jika latihan tembak yang dilakukan Korsel melanggar kedaulatan Korut, Kim Yo Jong memperingatkan: “Angkatan bersenjata kami akan segera melaksanakan misinya”.

    Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal “misi” yang disebutnya itu.

    Hubungan antara kedua Korea berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan Pyongyang meningkatkan uji coba senjata seiring semakin dekatnya hubungan negara itu dengan Rusia.

    Korsel dan Amerika Serikat (AS) menuduh Korut memasok senjata ke Moskow untuk digunakan dalam perang di Ukraina — yang melanggar sanksi yang diberlakukan terhadap kedua negara tersebut.

    Awal tahun ini, Korut menyatakan Korsel sebagai musuh utamanya dan membubarkan lembaga-lembaga yang dirancang untuk melakukan interaksi dan diplomasi dengan Seoul, sembari meningkatkan keamanan di sepanjang perbatasan.

    Sejumlah tentara Korut, beberapa pekan terakhir, melintasi perbatasan Korsel sedikitnya tiga kali dalam insiden yang dinilai oleh Seoul sebagai tidak disengaja.

    Insiden itu disebut terjadi saat tentara-tentara Korut itu bertugas memasang ranjau, membersihkan dedaunan dan kemungkinan membangun penghalang anti-tank.

    Kim Yo Jong, dalam pernyataannya, juga mengkritik latihan trilateral yang dilakukan AS, Korsel dan Jepang, yang disebutnya sebagai “puncak histeria konfrontatif”.

    “Genderang perang jelas menunjukkan bahwa manuver gegabah AS dan pasukan musuh lainnya demi hegemoni militer di kawasan telah melanggar garis merah,” sebutnya.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Diawasi Kim Jong Un, Korut Uji Coba Roket Terbaru

    Diawasi Kim Jong Un, Korut Uji Coba Roket Terbaru

    Pyongyang

    Korea Utara (Korut) melakukan uji coba peluncuran roket multiple 240 mm yang diproduksi oleh unit industri pertahanan yang baru di negara tersebut. Peluncuran roket itu mendapatkan inspeksi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong Un.

    Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/4/2024), aktivitas peluncuran terbaru Pyongyang yang digelar pada Kamis (25/4) waktu setempat itu diumumkan oleh kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) dalam laporannya pada Jumat (26/4) waktu setempat.

    Laporan KCNA itu tidak menjelaskan lebih detail soal unit yang memproduksi artileri yang diuji coba.

    Namun Korut diyakini sedang meningkatkan produksi artilerinya di tengah tudingan yang dilontarkan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) bahwa negara terisolasi itu memasok persenjataan ke Rusia yang berperang melawan Ukraina dua tahun terakhir.

    Tudingan itu telah dibantah keras oleh Pyongyang dan Moskow.

    KCNA dalam laporannya mengklaim uji coba peluncuran yang digelar menunjukkan roket 240 mm itu memenuhi standar yang diperlukan untuk karakteristik dan akurasi penerbangan.

    Dalam inspeksinya, menurut laporan KCNA, Kim Jong Un mengatakan bahwa sistem peluncuran roket multiple 240 mm, yang menggabungkan teknologi baru, akan “membawa perubahan strategis dalam memperkuat kemampuan artileri militer kita”.

    Dalam laporan terpisah, KCNA menyebut Kim Jong Un juga mengunjungi Universitas Militer Kim Il Sung, yang diberi nama sesuai nama kakek Kim Jong Un yang juga pendiri Korut, untuk memperingati ulang tahun berdirinya tentara revolusioner — cikal bakal militer negara tersebut.

    Uji peluncuran roket yang diawasi Kim Jong Un itu diumumkan setelah Kim Yo Jong, adik perempuan sang pemimpin Korut, sesumbar mengatakan negaranya akan terus membangun kekuatan militer yang luar biasa dan paling kuat untuk melindungi kedaulatan negara, juga menjaga perdamaian regional.

    “Kami akan terus membangun kekuatan militer yang luar biasa dan paling kuat untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan perdamaian regional kami,” cetus Kim Yo Jong seperti dikutip KCNA.

    Komentar itu disampaikan Kim Yo Jong setelah militer AS dan Korsel menggelar rentetan latihan militer gabungan dengan skala dan intensitas yang lebih besar dalam beberapa bulan terakhir, berdasarkan tekad pemimpin kedua negara untuk meningkatkan kesiapan militer terhadap ancaman militer Korut.

    Menurut militer Korsel, sekitar 100 pesawat militer terlibat dalam latihan udara bersama yang berlangsung selama dua pekan sepanjang bulan ini.

    Pyongyang selalu menyebut latihan militer gabungan Washington dan Seoul sebagai persiapan perang nuklir untuk melawan negaranya. Namun AS dan Korsel menegaskan latihan gabungan mereka bersifat defensif dan dilakukan secara rutin untuk menjaga kesiapan militer.

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Putin Beri Hadiah Mobil Mewah untuk Kim Jong Un

    Putin Beri Hadiah Mobil Mewah untuk Kim Jong Un

    Pyongyang

    Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiahkan sebuah mobil mewah buatan Rusia kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Pemberian Moskow ini berpotensi melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijatuhkan terhadap Pyongyang.

    Seperti dilansir AFP, Selasa (20/2/2024), pemberian mobil dari Putin kepada Kim Jong Un itu terjadi saat kedua negara memperkuat hubungan di berbagai bidang, mulai dari pariwisata hingga pertahanan. Korut diketahui semakin dekat dengan Rusia sejak Kim Jong Un mengunjungi Putin tahun lalu.

    Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), menyebut hadiah mobil dari Putin itu dimaksudkan untuk “penggunaan pribadi” Kim Jong Un.

    “(Kim Jong Un) Diberi sebuah mobil buatan Rusia untuk penggunaan pribadinya oleh Vladimir Vladimirovich Putin, Presiden Federasi Rusia,” sebut KCNA dalam laporannya.

    Menurut KCNA, mobil buatan Rusia itu dikirimkan kepada ajudan top Kim Jong Un oleh pihak Rusia pada 18 Februari.

    Ucapan terima kasih, sebut KCNA, disampaikan kepada Putin oleh lewat Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un.

    “(Kim Yo Jong) Dengan sopan menyampaikan rasa terima kasih Kim Jong Un kepada Putin, kepada pihak Rusia, menyebut hadiah itu berfungsi sebagai demonstrasi yang jelas dari hubungan pribadi yang khusus antara para pemimpin tertinggi,” demikian laporan KCNA.

    Lihat juga Video: 2 Remaja Korut Dihukum Kerja Paksa 12 Tahun gegara Nonton Drakor

    Kim Jong Un diyakini sebagai penggemar berat otomotif dan memiliki banyak koleksi kendaraan mewah merek asing yang diduga diselundupkan ke Pyongyang. Pemimpin Korut itu juga beberapa kali terlihat menggunakan mobil mewah, seperti SUV Lexus dan Mercedes-Benz model S-Class.

    Laporan PBB tahun 2021 menyoroti upaya pengiriman kendaraan mewah senilai lebih dari US$ 1 juta, termasuk model-model yang tersebut di atas, yang diduga berasal dari Uni Emirat Arab menuju ke Ningbo, China, untuk selanjutnya dikirimkan ke Korut.

    Impor kendaraan apa pun akan melanggar serangkaian sanksi PBB terhadap Pyongyang terkait program senjata yang dilarang.

    Selama kunjungan ke Rusia tahun lalu, Putin mengundang Kim Jong Un duduk di kursi belakang limusin kepresidenan Aurus Senat miliknya. Kim Jong Un sendiri membawa limusin Maybach miliknya saat berkunjung ke Rusia, yang diangkut dengan kereta khusus yang ditumpanginya dari Pyongyang.

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Sindiran Keras Adik Kim Jong Un ke Biden Presiden AS

    Sindiran Keras Adik Kim Jong Un ke Biden Presiden AS

    Kim Yo Jong Sewot AS-Korsel Sepakat Perkuat Pertahanan

    Kim Yo Jong juga melontarkan peringatannya atas kesepakatan AS dan Korsel untuk memperkuat komitmen pertahanan dalam menghadapi ancaman Pyongyang. Kim Yo Jong menilai hal itu akan memicu ‘bahaya yang lebih serius’.

    “Semakin banyak musuh yang mati-matian menggelar latihan perang nuklir, dan semakin banyak aset nuklir yang mereka kerahkan ke sekitar Semenanjung Korea, akan semakin kuat kami mempraktikkan hak untuk mempertahankan diri,” tegas Kim Yo Jong seperti dilansir Korean Central News Agency (KCNA).

    Kim Yo Jong, yang merupakan salah satu pejabat tinggi kebijakan luar negeri saudara laki-lakinya, mengatakan bahwa pertemuan AS dan Korsel tersebut semakin memperkuat keyakinan Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya. Dia mengatakan akan sangat penting bagi Korea Utara untuk menyempurnakan “misi kedua dari pencegah perang nuklir”.

    “Semakin banyak musuh mati-matian dalam melakukan latihan perang nuklir, dan semakin banyak aset nuklir yang mereka gunakan di sekitar Semenanjung Korea, semakin kuat hak kami untuk membela diri,” ujar Kim Yo Jong.

    Diberitakan sebelumnya, Yoon dan Biden, pada Rabu (26/4) waktu setempat, merilis kesepakatan yang disebut ‘Deklarasi Washington’ yang isinya memperkuat payung nuklir AS atas Korsel. Kesepakatan itu dicapai saat Seoul semakin mengkhawatirkan postur agresif Pyongyang.

    Dituturkan seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya kepada AFP bahwa kesepakatan itu akan mencakup ‘pengerahan aset-aset strategis secara rutin’, termasuk kunjungan pertama ke pelabuhan Korsel oleh sebuah kapal selam balistik nuklir dalam beberapa dekade terakhir.

    (mae/lir)