Tag: Khofifah Indar Parawansa

  • SPSI Jatim: UMP Jatim 2026 Masih Terpaut Rp1 Juta dari KHL Rp3,5 Juta

    SPSI Jatim: UMP Jatim 2026 Masih Terpaut Rp1 Juta dari KHL Rp3,5 Juta

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim telah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur Tahun 2026. Penetapan tersebut menandai adanya kenaikan upah bagi para pekerja di awal tahun mendatang, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara daya beli buruh dan keberlanjutan dunia usaha.

    Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan, UMP Jatim 2026 ditetapkan sebesar Rp2.446.880, atau mengalami kenaikan Rp140.895 dibandingkan UMP tahun 2025.

    Kenaikan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Dengan ketetapan itu, UMP Jatim resmi naik dari sebelumnya Rp2.305.985 pada tahun 2025.

    Khofifah menegaskan, penetapan UMP bukan sekadar angka administratif, melainkan hasil dari proses panjang yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi regional, inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga masukan dari unsur pekerja dan pengusaha.

    Menurutnya, kebijakan upah minimum harus mampu menjawab dua kepentingan besar sekaligus. Di satu sisi, pemerintah berkewajiban melindungi pekerja agar memiliki penghasilan yang layak dan mampu menjaga daya beli.

    Di sisi lain, iklim investasi dan keberlangsungan usaha juga harus tetap terjaga.

    Ketua SPSI Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa dari perspektif buruh, besaran alfa 0,7 dinilai masih belum mencerminkan rasa keadilan. Menurutnya, buruh Jawa Timur sejak awal berharap alfa dapat ditetapkan di angka 0,9, yang berarti kenaikan upah di kisaran tujuh persen lebih.

    “Kalau dari segmen buruh, tentu 0,7 alfanya dianggap masih kurang. Kami berharap alfa 0,9. Jawa Timur ini ekonomi terbesar kedua di Indonesia, tapi ironisnya UMP kita justru masuk empat terbawah se-Indonesia,” ujar Fauzi.

    Ia menambahkan, permintaan tersebut bukan tanpa dasar. Dewan Ekonomi Nasional telah merilis bahwa Kebutuhan Hidup Layak (KHL) pekerja di Jawa Timur berada di kisaran Rp3,5 juta. Sementara itu, UMP Jawa Timur masih terpaut sekitar Rp1 juta dari angka KHL tersebut.

    “Kami sadar tidak mungkin memaksa Gubernur Jatim menyamakan UMP dengan KHL. Tapi paling tidak, ada upaya nyata untuk mendekatkan jarak itu,” katanya.

    Sebagai pimpinan buruh tingkat provinsi yang menaungi 13 konfederasi besar dan 28 federasi, sekaligus Ketua Aliansi GASPER dan Ketua Dewan Pengupahan, Fauzi menyebut perjuangan buruh kali ini dilakukan dengan penuh kesungguhan. Bahkan, kata dia, perjuangan tersebut berlangsung hingga larut malam, bertepatan dengan malam Natal.

    “Kami ingin membuktikan bahwa pergerakan buruh ini serius, tapi tetap menjaga Jawa Timur agar kondusif. Ini bentuk tanggung jawab kami sebagai mitra pemerintah,” ujarnya.

    Dalam konteks regulasi, SPSI Jawa Timur berpijak pada Peraturan Pemerintah Nomor 149 yang mengatur bahwa kenaikan UMK dan UMSK berada pada rentang alfa 0,5 hingga 0,9, atau sekitar lima hingga tujuh persen lebih. Fauzi menegaskan, buruh mendorong agar kebijakan pengupahan setidaknya berada pada batas maksimal regulasi tersebut.

    Menariknya, di balik tuntutan kenaikan upah, SPSI Jawa Timur juga menegaskan sikap realistis. Fauzi menyatakan pihaknya memahami bahwa Gubernur Jawa Timur tidak bisa hanya mendasarkan keputusan pada usulan serikat buruh semata.

    “Kami sepakat dunia usaha harus diperhatikan. Industri harus tetap sustainable. Idealisme buruh tidak boleh mematikan industri,” tegasnya.

    Namun, Fauzi justru melihat kenaikan upah sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, ketika kesejahteraan buruh meningkat, daya beli ikut terdongkrak, yang pada akhirnya akan menggerakkan perekonomian Jawa Timur dan nasional. [tok/beq]

  • Resmi! Khofifah Tetapkan UMP Jawa Timur 2026 Jadi Rp2,4 Juta

    Resmi! Khofifah Tetapkan UMP Jawa Timur 2026 Jadi Rp2,4 Juta

    Jakarta: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur (Jatim) tahun 2026 menjadi Rp2.446.880.
     
    Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur 100.3.3.1/934/013/2025 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur 2026 yang ditandatangani Khofifah Selasa, 23 Desember 2025.
     
    “Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 sebesar Rp2.446.880,68,” demikian bunyi SK Gubernur Jatim.
     
    Besaran UMP Jawa Timur 2026 naik sekitar 6,11 persen atau Rp140.895 dibanding UMP tahun 2025 yang sebesar Rp2.305.985.
     

     
    Sementara itu, Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Jawa Timur Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2.571.426. Ketentuan ini berlaku untuk tujuh sektor pekerjaan, yaitu sektor penyimpanan seperti Naturally Occurring Radioactive Material (NORM), dan angkutan udara niaga tidak berjadwal luar negeri untuk kargo.
     
    Tujuh sektor itu juga termasuk industri kimia dasar anorganik pigmen, industri sigaret kretek mesin, industri rokok putih, perdagangan besar kosmetik untuk hewan, serta perdagangan besar zat radioaktif dan pembangkit radiasi pengion.

     

    Jakarta: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur (Jatim) tahun 2026 menjadi Rp2.446.880.
     
    Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur 100.3.3.1/934/013/2025 Tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur 2026 yang ditandatangani Khofifah Selasa, 23 Desember 2025.
     
    “Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 sebesar Rp2.446.880,68,” demikian bunyi SK Gubernur Jatim.
     
    Besaran UMP Jawa Timur 2026 naik sekitar 6,11 persen atau Rp140.895 dibanding UMP tahun 2025 yang sebesar Rp2.305.985.
     

     
    Sementara itu, Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Jawa Timur Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp2.571.426. Ketentuan ini berlaku untuk tujuh sektor pekerjaan, yaitu sektor penyimpanan seperti Naturally Occurring Radioactive Material (NORM), dan angkutan udara niaga tidak berjadwal luar negeri untuk kargo.
     
    Tujuh sektor itu juga termasuk industri kimia dasar anorganik pigmen, industri sigaret kretek mesin, industri rokok putih, perdagangan besar kosmetik untuk hewan, serta perdagangan besar zat radioaktif dan pembangkit radiasi pengion.
     
     
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (PRI)

  • UMK Banyuwangi 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp 2,9 Juta
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        24 Desember 2025

    UMK Banyuwangi 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp 2,9 Juta Surabaya 24 Desember 2025

    UMK Banyuwangi 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp 2,9 Juta
    Tim Redaksi
    BANYUWANGI, KOMPAS.com
    – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyuwangi, Jawa Timur, pada tahun 2026 diusulkan naik menjadi Rp 2.986.447,12.
    Nominal tersebut bertambah Rp 176.308,12 atau sekitar 6,27 persen dari UMK 2025 yaitu Rp 2.810.139,00.
    Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertrans) Kabupaten
    Banyuwangi
    , Abdul Latif mengatakan bahwa kabupaten telah mengusulkan kenaikan UMK untuk ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

    Deadline
    Kementerian Ketenagakerjaan, penetapan UMK oleh gubernur hari ini (24/12/2025), untuk sosialisasinya di hari Senin (29/12/2025),” terang Latif.
    Setelah disetujui, Disnaker Banyuwangi akan mensosialisasikan besaran UMK yang baru kepada pihak-pihak terkait, termasuk para pelaku usaha yang ada di Banyuwangi untuk dilakukan penyesuaian.
    Sementara itu, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur (Jatim) tahun 2026 resmi mengalami kenaikan Rp 140.895 dari tahun 2025 sebesar Rp 2.305.985.
    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah menetapkan UMP Jatim 2026 melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025 pada Selasa (23/12/2025).
    Penetapan besaran UMP Jatim 2026 mengacu dan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
    UMP ditetapkan untuk melindungi upah pekerja agar tidak merosot pada tingkat yang paling rendah sebagai akibat ketidakseimbangan pasar kerja.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nyaris Separuh Jalan Kabupaten Pacitan Rusak, Pemprov Jatim Kucurkan 500 Drum Aspal

    Nyaris Separuh Jalan Kabupaten Pacitan Rusak, Pemprov Jatim Kucurkan 500 Drum Aspal

    Pacitan (beritajatim.com) – Hampir separuh kondisi jalan kabupaten di Kabupaten Pacitan mengalami kerusakan. Dari total panjang jalan kabupaten mencapai 1.374 kilometer, sekitar 49 persen di antaranya tercatat dalam kondisi rusak, mulai rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Kondisi tersebut pun kerap dikeluhkan masyarakat melalui berbagai platform media sosial.

    Sebagai upaya mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sebanyak 500 drum aspal untuk rehabilitasi jalan kabupaten di Pacitan. Bantuan tersebut diserahkan bertepatan dengan kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Pacitan.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pacitan, Suparlan, mengatakan ratusan drum aspal itu nantinya akan didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan. Namun demikian, desa penerima bantuan diwajibkan menyiapkan material pendukung secara swadaya.

    “Desa harus menyiapkan batu, pasir, koral, alat berat, serta biaya operasional kendaraan berat. Aspalnya disediakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Suparlan, Rabu (24/12/2025).

    Menurutnya, skema tersebut diterapkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur jalan yang diperbaiki. Dengan demikian, masyarakat diharapkan turut menjaga dan merawat jalan agar usia manfaatnya lebih panjang.

    Proses pengajuan bantuan dilakukan oleh pemerintah desa melalui surat permohonan kepada bupati yang dilengkapi dengan dokumentasi foto kondisi jalan rusak. Jalan yang diusulkan juga harus berstatus sebagai jalan kabupaten dan berada di wilayah desa pemohon. “Setelah pengajuan masuk, dinas terkait akan melakukan verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan,” terangnya.

    Suparlan memperkirakan, 500 drum aspal tersebut mampu merehabilitasi sekitar 7,5 kilometer jalan kabupaten dengan lebar aspal tiga meter. Ia berharap bantuan ini dapat mempercepat perbaikan jalan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di Kabupaten Pacitan. “Harapannya, kondisi jalan kabupaten semakin membaik dan aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat bisa berjalan lebih lancar,” pungkasnya. (tri/kun)

  • Naik Dibandingkan 2025, UMP Jatim 2026 Ditetapkan Jadi Segini!

    Naik Dibandingkan 2025, UMP Jatim 2026 Ditetapkan Jadi Segini!

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim telah resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur Tahun 2026. Penetapan tersebut menandai adanya kenaikan upah bagi para pekerja di awal tahun mendatang, sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara daya beli buruh dan keberlanjutan dunia usaha.

    Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan, UMP Jatim 2026 ditetapkan sebesar Rp 2.446.880, atau mengalami kenaikan Rp 140.895 dibandingkan UMP tahun 2025.

    “Sudah ditetapkan hari ini (UMP),” ujar Khofifah, Selasa (23/12/2025) malam.

    Kenaikan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Dengan ketetapan itu, UMP Jatim resmi naik dari sebelumnya Rp 2.305.985 pada tahun 2025.

    Khofifah menegaskan, penetapan UMP bukan sekadar angka administratif, melainkan hasil dari proses panjang yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi ekonomi regional, inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga masukan dari unsur pekerja dan pengusaha.

    Menurutnya, kebijakan upah minimum harus mampu menjawab dua kepentingan besar sekaligus. Di satu sisi, pemerintah berkewajiban melindungi pekerja agar memiliki penghasilan yang layak dan mampu menjaga daya beli.

    Di sisi lain, iklim investasi dan keberlangsungan usaha juga harus tetap terjaga.

    “Keseimbangan ini menjadi kunci. Pemerintah hadir untuk memastikan pekerja mendapatkan perlindungan, sekaligus dunia usaha tetap memiliki ruang untuk tumbuh,” tegasnya.

    Kenaikan UMP Jatim 2026 ini juga menjadi sinyal optimisme pemerintah daerah terhadap kondisi perekonomian Jawa Timur yang dinilai tetap resilien di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Pemprov Jatim berharap, kebijakan tersebut mampu mendorong konsumsi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di daerah.
    Sebagaimana ketentuan yang berlaku, UMP menjadi acuan bagi kabupaten/kota di Jawa Timur dalam menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

    Selanjutnya, pemerintah daerah kabupaten/kota bersama dewan pengupahan akan merumuskan UMK masing-masing wilayah dengan mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan ekonomi daerah.

    Pemprov Jatim juga mengingatkan seluruh perusahaan agar mematuhi ketentuan UMP 2026 sesuai regulasi. Bagi perusahaan yang merasa belum mampu menerapkan ketentuan tersebut, mekanisme penangguhan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Dengan ditetapkannya UMP 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tercipta hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan pekerja di Bumi Majapahit. [tok/aje]

  • Gubernur Jatim dan Kaka Slank Tanam Mangrove, Resmikan Pusdiklat PRBBK di Pacitan

    Gubernur Jatim dan Kaka Slank Tanam Mangrove, Resmikan Pusdiklat PRBBK di Pacitan

    Pacitan (beritajatim.com) – Upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan kesiapsiagaan bencana terus digencarkan di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur bersama musisi nasional Kaka Slank melakukan penanaman mangrove sekaligus meresmikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (Pusdiklat PRBBK) di Watumejo Mangrove Park, Desa Kembang, Pacitan.

    Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jangkar Segoro Kidul dengan Rumah Zakat serta Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA). Hadir pula perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan unsur masyarakat setempat.

    Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun antara masyarakat, lembaga sosial, hingga mitra internasional dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketangguhan warga menghadapi bencana.

    “Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Mangrove memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, meredam gelombang pasang, sekaligus mengurangi risiko bencana di wilayah pesisir,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Selasa (23/12/2025).

    Ia menegaskan, upaya pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah rawan bencana seperti pesisir selatan Jawa Timur.

    Sementara itu, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka Slank mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, aksi nyata seperti penanaman mangrove merupakan langkah sederhana yang berdampak besar bagi keberlanjutan alam dan kehidupan masyarakat pesisir.

    “Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, siapa lagi. Menanam mangrove hari ini adalah investasi untuk masa depan,” kata Kaka.

    Selain penanaman mangrove, kegiatan ini juga ditandai dengan peresmian Pusdiklat PRBBK. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan simulasi kebencanaan berbasis komunitas, sekaligus wadah penguatan pengetahuan lokal dalam menghadapi potensi bencana.

    Perwakilan Rumah Zakat, Mei Sri Widuri, menyampaikan bahwa kehadiran Pusdiklat PRBBK tidak terlepas dari proses panjang pendampingan masyarakat pasca banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada 2017.

    “Sejak 2018, Rumah Zakat hadir mendampingi Pokmas Jangkar Segoro Kidul dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana, sekaligus menginisiasi terwujudnya kawasan konservasi Watumejo Mangrove Park melalui kolaborasi lintas sektor,” ungkap Mei.

    Dengan diresmikannya Pusdiklat PRBBK dan penguatan kawasan konservasi mangrove, Watumejo Mangrove Park diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, tetapi juga pusat pembelajaran kebencanaan serta contoh praktik baik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas di Pacitan. (tri/kun)

  • Khofifah raih penghargaan FPRMI atas inovasi bela negara

    Khofifah raih penghargaan FPRMI atas inovasi bela negara

    Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Tingkat Provinsi dari Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) atas inovasi regulasi nilai-nilai bela negara.

    “Penghargaan ini juga bentuk ajakan agar semangat bela negara hidup di semua lini di sektor pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa.

    Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia Bernadus Wilson Lumi kepada Khofifah yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto di Bandung, Senin (22/12) malam.

    Khofifah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aksi nyata bela negara melalui berbagai inovasi kebijakan dan program pembangunan daerah.

    “Maka bela negara harus diwujudkan dalam langkah dan kontribusi nyata di lini masing-masing,” tambahnya.

    Menurut Khofifah, peringatan Hari Bela Negara menjadi pengingat bahwa tanggung jawab memajukan bangsa merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat karena Indonesia adalah milik bersama, bukan kelompok tertentu.

    “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang lahir dari masyarakat yang saling menghormati dan bekerja sama demi kebaikan serta kemajuan bersama,” ujarnya.

    Ia menegaskan bela negara tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui disiplin, integritas, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan nasional.

    “Semangat bela negara harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, di ruang kelas, maupun di ruang digital. Bela negara adalah tentang disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan nasional,” katanya.

    Khofifah juga mengajak generasi muda dan aparatur sipil negara (ASN) menjadikan nilai-nilai bela negara sebagai karakter dalam bekerja dan berkarya, termasuk dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    Sementara itu, Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia Bernadus Wilson Lumi mengatakan apresiasi tersebut diberikan berdasarkan implementasi nilai bela negara dalam pelayanan publik, kepatuhan regulasi, partisipasi sosial, serta inovasi dan kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI dan Polri).

    Ia menambahkan media memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi global.

    Pewarta: Willi Irawan
    Editor: Hisar Sitanggang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Gubernur Khofifah Ajak Bahagiakan dan Lindungi Perempuan

    Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Gubernur Khofifah Ajak Bahagiakan dan Lindungi Perempuan

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memaknai Peringatan Hari Ibu Nasional ke-97 yang dirayakan tanggal 22 Desember 2025 sebagai momentum mengajak semua elemen untuk membahagiakan perempuan serta meneguhkan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa.

    Menurut Khofifah, pemberdayaan perempuan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Perempuan memiliki peran multidimensi, tidak hanya sebagai ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai penggerak pendidikan, kesehatan sosial, ekonomi, budaya, dalam pembangunan.

    “Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang tangguh, dan bangsa yang maju. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus menjadi arus utama dalam setiap kebijakan pembangunan,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Kabupaten Pacitan, Senin (22/12/2025).

    Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 mengusung tema “Perempuan Berkarya dan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini, menurut Khofifah, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

    Ia menilai, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, serta ruang kepemimpinan.

    Khofifah menambahkan, perempuan berdaya tercermin dari peran aktif mereka di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari menjadi inspirasi bagi generasi muda, pendorong perubahan sosial, pengambil keputusan yang efektif, hingga penggerak ekonomi.

    “Banyak perempuan inspiratif di negeri yang dapat dijadikan rujukan bagi generasi muda, menjadi motivasi bagi anak muda, dalam mengejar impian dan menggali potensi besar dalam diri perempuan,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa kemampuan perempuan yang cenderung multitasking turut berkontribusi dalam mendorong perubahan sosial, mempromosikan kesetaraan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    “Perempuan sering memiliki kemampuan analitis dan empati yang kuat, membuat mereka efektif dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada keluarga, komunitas, dan organisasi,” tegasnya.

    Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyoroti peran perempuan sebagai ibu, pendamping keluarga, sekaligus profesional di dunia kerja bagi para working mom.

    “Perempuan dapat menjalankan tugasnya sebagai ibu, sekaligus sebagai pendamping suami dan sebagai seseorang yang berperan di lingkungan kerjanya bagi ibu-ibu yang juga working mom, ” imbuhnya.

    Di Jawa Timur, Khofifah menyampaikan bahwa berbagai program strategis terus diperkuat untuk mendukung pemberdayaan perempuan baik ekonomi, politik, hukum, lingkungan sosial dan budaya. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas UMKM perempuan, penguatan perlindungan ibu dan anak, pengembangan literasi digital, hingga mendorong partisipasi perempuan dalam politik, kepemimpinan publik dan pengambilan keputusan.

    “Perempuan Jatim telah terbukti menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan dan kualitas keluarga serta ekonomi daerah, terutama di tengah berbagai tantangan global,” kata Khofifah.

    Gubernur Khofifah juga menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Lebih dari itu, Hari Ibu harus menjadi refleksi kolektif untuk membangun lingkungan yang adil, sejahtera, inklusif, dan ramah bagi perempuan.

    Ia mengajak seluruh elemen masyarakat. Mulai pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan agar dapat tumbuh, berkembang dan berkontribusi secara optimal.

    “Semangat Hari Ibu adalah semangat perjuangan dan pengabdian. Mari kita perkuat komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak pada perempuan, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

    Peringatan Hari Ibu ke-97 diharapkan menjadi penguat langkah bersama dalam mendorong perempuan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, untuk terus berkarya, berdaya, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

    “Mari bersama-sama terus maju dan berkontribusi, perempuan bisa terus mengambil peran penting dalam pembangunan dan menciptakan perubahan positif. Semoga peringatan hari ibu kali ini bisa jadi inspirasi buat semua perempuan Indonesia,” pungkasnya. [tok/aje]

  • Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur berjalan optimal seiring memasuki periode puncak musim hujan.

    Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi meningkat pada musim hujan.

    Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan hingga saat ini telah dilakukan sebanyak 30 kali sortie selama 17 hari masa OMC yang telah berjalan. OMC merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, serta PT Milan Pillery Bersatu selaku operator modifikasi cuaca.

    “BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Khofifah menegaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana.

    “Proses modifikasi cuaca ini adalah bagian dari yang kita inginkan jangan sampai ketika terjadi hujan lebat yang tidak terhindarkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

    Gubernur Khofifah menekankan bahwa OMC dilaksanakan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan titik persemaian awan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan awan yang terpantau melalui radar cuaca.

    “Sebagai contoh, jadwal hari ini rencana take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke bagian selatan, sementara pukul 13.30 WIB akan difokuskan ke bagian utara. Titik semai garam atau kapur ini sesuai update pergerakan awan sesuai data satelit,” kata Khofifah.

    Sebagai informasi, OMC bertujuan membantu awan yang telah terbentuk agar hujan turun lebih teratur dan merata. OMC menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus untuk membantu pembesaran butiran air di awan sehingga hujan dapat terdistribusi lebih baik.

    “OMC bukan bertujuan untuk membuat hujan tiba-tiba, melainkan agar hujan tidak turun terlalu deras di suatu tempat. Sehingga bisa mengurangi resiko banjir, tanang longsor dan bencana lainnya,” jelasnya.

    Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC telah mencapai 30 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, serta total jam terbang mencapai 62 jam 24 menit.

    Selain upaya mitigasi melalui OMC, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.

    “Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” ajak Khofifah.

    Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas selama musim hujan dengan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

    “Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya. (tok/but)

  • Khofifah Pastikan Pasar Murah Bukan Saingi Pasar Tradisional saat Tinjau Lokasi di Bojonegoro

    Khofifah Pastikan Pasar Murah Bukan Saingi Pasar Tradisional saat Tinjau Lokasi di Bojonegoro

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah di Pendopo Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/12/2025).

    Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota.

    Pasar murah di Bojonegoro tersebut tercatat sebagai pelaksanaan program untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau melalui skema subsidi yang ke-300 oleh Pemprov Jatim.

    Gubernur Khofifah menegaskan, pasar murah tidak dimaksudkan untuk bersaing dengan pasar tradisional. Karena itu, pelaksanaannya selalu diatur agar tidak berdekatan dengan pasar rakyat.

    “Pasar murah ini bukan kompetitor pasar tradisional. Ini bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil,” ujar Khofifah.

    Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah lebih rendah dibandingkan harga pasar karena mendapat subsidi dari Pemprov Jatim.

    Selain membantu masyarakat, pasar murah juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan meningkat.

    Dalam kunjungannya, Khofifah didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Iwan, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, serta Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

    Ia menyebutkan, titik pelaksanaan pasar murah ditentukan berdasarkan hasil pemantauan kebutuhan di daerah, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

    Khofifah memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur masih sangat aman. Ia meminta masyarakat tetap tenang menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, hingga Ramadhan dan Idul Fitri.

    “Insyaallah stok sembako sangat cukup, sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

    Antusiasme warga terlihat dari antrean tertib untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Selain itu, sejumlah stan UMKM lokal turut meramaikan kegiatan pasar murah tersebut. Gubernur Khofifah juga membagikan produk UMKM Bojonegoro secara gratis kepada warga yang hadir.

    Salah satu pelaku UMKM asal Kecamatan Ngasem, Yeni, mengaku bersyukur karena dagangannya laris terjual. Ia menyebut omzet penjualan bersama rekannya mencapai sekitar Rp1,5 juta.

    “Hari ini luar biasa, dagangan kami habis diborong. Terima kasih Ibu Gubernur Khofifah, semoga sehat selalu,” ucapnya. [lus/suf]