Tag: Khofifah Indar Parawansa

  • Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan langkah mitigasi banjir seiring meningkatnya intensitas hujan pada Januari 2026 yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lamongan.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, curah hujan pada Januari menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan lainnya.

    “Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sementara Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari diprediksi turun kembali menjadi 22 persen,” ujar Khofifah saat memberikan bantuan bencana kepada warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

    Tingginya intensitas hujan berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya daerah aliran Sungai Bengawan Jero di Lamongan yang bermuara hingga wilayah Kabupaten Gresik.

    “Karena itu, selain melakukan modifikasi cuaca yang saat ini telah berjalan, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai hingga ke laut,” ujarnya.

    Normalisasi kanal tersebut direncanakan sepanjang kurang lebih sembilan kilometer dan akan melibatkan kerja sama lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebab, jalur kanal akan melintasi wilayah Gresik.

    “Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” katanya.

    Sebagai langkah darurat, Khofifah juga menyebutkan bahwa skema buka-tutup pintu air secara tepat dapat dilakukan untuk mengatur aliran air guna mengurangi dampak banjir.

    “Kalau semua (pintu air) dibuka, air dari anak-anak sungai akan mengalir ke satu titik. Jadi pengoperasiannya harus bertahap, menyesuaikan dengan kondisi hujan. Jika intensitas hujan mulai mereda, suplai air ke sungai berkurang dan genangan bisa berangsur surut,” ujarnya.

    Khofifah menegaskan, upaya mitigasi bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media massa. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun kewaspadaan publik menghadapi puncak musim hujan.

    “Kita harus siap secara antisipatif. Prediksi alam ini tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi dengan kerja bersama dan kesiapsiagaan,” tuturnya. (fak/kun)

  • ​Gubernur Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo, Sukses Wujudkan Swasembada Pangan

    ​Gubernur Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo, Sukses Wujudkan Swasembada Pangan

    Karawang: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. 

    Penghargaan tersebut diterima Gubernur Khofifah dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Halaman Kantor Kec. Cilebar, Kab. Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.

    Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi  luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang Tahun 2025.

    Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan. 

    “Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.

    “Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.

    Bukan tanpa alasan, penghargaan ini diberikan pada Gubernur Khofifah. Pasalnya, sepanjang tahun 2025, Provinsi Jatim berhasil menjadi provinsi Produsen Padi dan Beras tertinggi nasional. 

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12.694.148 ton  Gabah Kering Panen (GKP) atau 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan produksi beras mencapai 6.096.344 ton.

    Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 masing-masing 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras. 

    Prestasi ini berhasil mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi Lumbung Pangan yang menjadi Pilar Kedaulatan Pangan Nasional.

    Jawa Timur sendiri berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional setelah mengungguli Jawa Barat sebanyak 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras serta Jawa Tengah sebanyak 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras sepanjang tahun 2025. 

    “Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegasnya.
     

    Keberhasilan ini disebutnya juga didorong oleh berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi yang efektif melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.

    Melalui kerja keras dan sinergi tersebut, sektor pertanian Jatim tercatat terus mengalami kenaikan. Dimana, Luas Panen Padi Jatim tahun 2024 yaitu 1.616.985 hektar meningkat menjadi 1.842.519 hektar atau 13,95% di tahun 2025.  Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 sebesar 2.426.073 Ha.

    “Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 – 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak,” ujar Gubernur Khofifah. 

    Ia juga menegaskan, capaian swasembada ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan keberlanjutannya. 

    Khofifah meyakini, dengan konsistensi dari seluruh pihak seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan mendukung Indonesia menuju Swasembada Pangan yang juga berkelanjutan. 

    Secara khusus bahkan ia berpesan agar dedikasi Jawa Timur dalam sektor pertanian juga dapat berseiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem hulu ke hilir yang inklusif.

    “Kami persembahkan penghargaan ini secara khusus untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga tahun 2025 ini,” pungkasnya.

    Sementara itu, apresiasi dan penghormatan disampaikan secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia atas dukungannya mewujudkan Swasembada Pangan di tahun 2025. 

    “Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa,” ucapnya. 

    Ucapan terima kasih juga disampaikannya khusus kepada para petani yang telah menjadi ujung tombak dalam suksesnya Swasembada Pangan 2025. 

    “Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini,” tutur Presiden Prabowo. 

    Ia mengaku optimis bahwa setelah pengumuman Swasembada Pangan 2025, maka laju pertumbuhan Indonesia tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun. Melalui Swasembada Pangan juga ia optimis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya petani.

    “Kita ingin harga kebutuhan pokok  murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada,” tegasnya. 

    “Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

    Karawang: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. 
     
    Penghargaan tersebut diterima Gubernur Khofifah dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Halaman Kantor Kec. Cilebar, Kab. Karawang, Jawa Barat, Rabu 7 Januari 2026.
     
    Tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya ini diberikan pada Gubernur Khofifah atas dedikasi dan kontribusi  luar biasa dalam mendukung pencapaian Swasembada Pangan Nasional sepanjang Tahun 2025.

    Sebelumnya, penghargaan serupa juga pernah diterima Gubernur Khofifah atas prestasi di Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan. 
     
    “Alhamdulillah kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.
     
    “Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.
     
    Bukan tanpa alasan, penghargaan ini diberikan pada Gubernur Khofifah. Pasalnya, sepanjang tahun 2025, Provinsi Jatim berhasil menjadi provinsi Produsen Padi dan Beras tertinggi nasional. 
     
    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rilis 5 Januari 2026, produksi padi Jatim mencapai 12.694.148 ton  Gabah Kering Panen (GKP) atau 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan produksi beras mencapai 6.096.344 ton.
     
    Angka tersebut tercatat mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2024 masing-masing 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras. 
     
    Prestasi ini berhasil mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi Lumbung Pangan yang menjadi Pilar Kedaulatan Pangan Nasional.
     
    Jawa Timur sendiri berhasil menjadi produsen padi dan beras tertinggi nasional setelah mengungguli Jawa Barat sebanyak 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras serta Jawa Tengah sebanyak 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras sepanjang tahun 2025. 
     
    “Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegasnya.
     

     
    Keberhasilan ini disebutnya juga didorong oleh berbagai program strategis, mulai dari mekanisasi pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi yang efektif melalui pompanisasi dan renovasi saluran air.
     
    Melalui kerja keras dan sinergi tersebut, sektor pertanian Jatim tercatat terus mengalami kenaikan. Dimana, Luas Panen Padi Jatim tahun 2024 yaitu 1.616.985 hektar meningkat menjadi 1.842.519 hektar atau 13,95% di tahun 2025.  Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 sebesar 2.426.073 Ha.
     
    “Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 – 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak,” ujar Gubernur Khofifah. 
     
    Ia juga menegaskan, capaian swasembada ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan keberlanjutannya. 
     
    Khofifah meyakini, dengan konsistensi dari seluruh pihak seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan mendukung Indonesia menuju Swasembada Pangan yang juga berkelanjutan. 
     
    Secara khusus bahkan ia berpesan agar dedikasi Jawa Timur dalam sektor pertanian juga dapat berseiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem hulu ke hilir yang inklusif.
     
    “Kami persembahkan penghargaan ini secara khusus untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga tahun 2025 ini,” pungkasnya.
     
    Sementara itu, apresiasi dan penghormatan disampaikan secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia atas dukungannya mewujudkan Swasembada Pangan di tahun 2025. 
     
    “Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa,” ucapnya. 
     
    Ucapan terima kasih juga disampaikannya khusus kepada para petani yang telah menjadi ujung tombak dalam suksesnya Swasembada Pangan 2025. 
     
    “Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini,” tutur Presiden Prabowo. 
     
    Ia mengaku optimis bahwa setelah pengumuman Swasembada Pangan 2025, maka laju pertumbuhan Indonesia tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun. Melalui Swasembada Pangan juga ia optimis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya petani.
     
    “Kita ingin harga kebutuhan pokok  murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada,” tegasnya. 
     
    “Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Jalan Pucang Adi Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.

    Acara tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Khofifah kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS. Kemudian, tumpeng juga diserahkan kepada mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa momentum ini merupakan wujud syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan layanan medis yang lebih integratif dan terorganisir bagi masyarakat.

    ​Khofifah secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pendiri rumah sakit ini, yang tidak lain adalah para anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu.

    ​”Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI untuk menanam amal jariah. Insya Allah, jariah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirinya RS ini akan terus mengalir manfaatnya,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    ​Sebagai langkah profesionalitas dan transparansi ke depan, Khofifah memastikan akan dilakukan proses audit menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut. Audit ini mencakup audit bangunan dengan memastikan kelaikan fisik fasilitas. Kemudian, ​audit peralatan dengan engevaluasi kesiapan teknologi medis. Lalu, audit Keuangan dengan menjamin tata kelola yang bersih dan akuntabel.

    ​”Proses audit ini adalah untuk kebaikan kita semua, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” tegasnya.

    ​Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengaku terkesan dengan suasana dan penyambutan yang diberikan oleh tenaga medis. Ia optimistis bahwa RS Pura Raharja mampu bersaing dengan rumah sakit kelas dunia.

    ​”Tadi suasananya seolah-olah International Hospital. Kalau hari ini ‘seolah-olah’, maka berikutnya Insya Allah benar-benar terwujud. Bukan hanya karena besarnya bangunan, tetapi karena kualitas layanan dan kualitas tenaga medisnya,” lanjut Khofifah.

    ​Menutup arahannya, Khofifah memohon dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar RS Pura Raharja dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    Sekdaprov Jatim sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim dan Ketua Dewan Pengurus Provinsi KORPRI Jatim, Adhy Karyono menambahkan, bahwa tasyakuran ini dilakukan karena pihaknya bisa mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai Rumah Sakit milik KORPRI Jatim, dimana dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    ​”Dan, kita sudah melakukan audit ya, kita sudah menunjuk CEO dan Direktur yang baru. Kita akan melakukan audit bangunan dulu, peralatan, kemudian besok audit keuangan. Dan, berikutnya akan menjadi pengembangan. Pertama, dari sisi bangunan akan kita kembangkan, termasuk pengadaan tanah yang akan dijadikan gedung rawat jalan dan akan menambah bednya,” imbuhnya.

    ​”Kemudian untuk peralatan kita akan perbaiki, kembangkan, ditingkatkan, dan juga layanan untuk home care-nya ya, tadi yang belum ada home care-nya. Kemudian untuk berikutnya adalah kita meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, tetapi dengan program unggulan karena memang dari dulu untuk kesehatan layanan kesehatan ibu dan bayi ya, dan beberapa spesialisasi tertentu akan masuk semua,” pungkasnya. (tok/but)

  • Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Surabaya (beritajatim.com) – Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1/2026).

    Diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, pertemuan kali ini sarat membahas kelanjutan proyek angkutan publik Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang akan ground breaking pada tahun 2027 mendatang.

    Dalam wawancara usai pertemuan, Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste menegaskan kedatangannya kali ini turut membawa serta delegasi Jerman dan Uni Eropa dari beberapa negara anggota.

    “Kehadiran kami bertujuan menunjukkan bahwa Jerman dan Uni Eropa sangat berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Jawa Timur,” ujarnya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menemui Dubes Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste.

    Ralf Beste menegaskan Jatim adalah sebuah kawasan yang sangat penting bagi Indonesia dan telah lama memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan Jerman maupun Uni Eropa secara keseluruhan.

    “Pemerintah Jerman telah banyak berinvestasi dan akan terus mendukung pengembangan serta kerja sama dengan Surabaya dan Jawa Timur. Salah satu fokus utama kami adalah mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan transportasi publik di Surabaya, yang kami nilai sebagai game changer penting bagi kawasan ini,” imbuhnya.

    Sebagaimana diketahui bahwa Jerman melalui KfW menjadi investor yang membiayai proyek angkutan massal SRLL yang mengkoneksikan sejumlah wilayah di Gerbangkertasusila Jatim. Investasinya mencapai Rp 4,4 trilliun untuk tahap pertama.

    Tak hanya soal SRRL, topik bahasan yang juga penting adalah terkait pengelolaan sampah, sektor kesehatan, serta berbagai bidang lainnya.

    Pihaknya menyatakan komitmennya untuk membantu Pemerintah Jawa Timur dan Kota Surabaya dalam meningkatkan layanan transportasi publik bagi masyarakat, sekaligus bergandengan tangan menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan layanan publik, khususnya transportasi massal, yang sekaligus berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim,” tukasnya.

    Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Secara lebih detail Khofifah menegaskan bahwa hal strategis yang dibahas memang adalah SRRL.

    Pertama, Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Jerman melalui KfW Development Bank untuk pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

    Proyek ini menjadi sangat penting karena persoalan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya memang membutuhkan solusi komprehensif.

    “Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan, Insya Allah, pembangunan dapat dimulai dengan groundbreaking pada 2027. Baik jalur melalui Gubeng maupun Pasar Turi, seluruhnya dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan menekan biaya konektivitas masyarakat Surabaya Raya yang memiliki mobilitas tinggi,” tegas Khofifah.

    Tak hanya soal SRRL, dalam kesempatan ini turut dibahas kerja sama penanganan pengelolaan sampah, dimana saat ini yang sedang berproses adalah proyek pengelolaan sampah di TPA Supit Urang Malang.

    “Selain itu, teknologi Jerman selama ini telah memberikan dukungan signifikan bagi pengembangan alat dan teknologi kesehatan. Ke depan, kami berharap kerja sama tidak hanya terbatas pada penyediaan alat kesehatan dan teknologi medis, tetapi juga mencakup pendampingan dari dokter-dokter spesialis Jerman,” pungkas Khofifah. (tok/but)

  • Khofifah Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional 2025

    Khofifah Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden, Wujudkan Swasembada Pangan Nasional 2025

    Melalui kerja keras dan sinergi tersebut, sektor pertanian Jatim tercatat terus mengalami kenaikan. Dimana, Luas Panen Padi Jatim tahun 2024 yaitu 1.616.985 hektar meningkat menjadi 1.842.519 hektar atau 13,95% di tahun 2025.  Peningkatan ini ditopang oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 sebesar 2.426.073 Ha.

    “Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 – 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak,” ujar Gubernur Khofifah. 

    Ia juga menegaskan, capaian swasembada ini bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol kedaulatan bangsa yang harus terus dijaga dan ditingkatkan keberlanjutannya. Khofifah meyakini, dengan konsistensi dari seluruh pihak seperti saat ini, bukan tidak mungkin akan mendukung Indonesia menuju Swasembada Pangan yang juga berkelanjutan. 

    Secara khusus bahkan ia berpesan agar dedikasi Jawa Timur dalam sektor pertanian juga dapat berseiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem hulu ke hilir yang inklusif.

    “Kami persembahkan penghargaan ini secara khusus untuk seluruh pejuang pangan di desa-desa yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional hingga tahun 2025 ini,” pungkasnya.

    Sementara itu, apresiasi dan penghormatan disampaikan secara khusus oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh Kepala Daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia atas dukungannya mewujudkan Swasembada Pangan di tahun 2025. 

    “Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa,” ucapnya. 

    Ucapan terima kasih juga disampaikannya khusus kepada para petani yang telah menjadi ujung tombak dalam suksesnya Swasembada Pangan 2025. 

    “Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini,” tutur Presiden Prabowo. 

    Ia mengaku optimis bahwa setelah pengumuman Swasembada Pangan 2025, maka laju pertumbuhan Indonesia tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun. Melalui Swasembada Pangan juga ia optimis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya petani.

    “Kita ingin harga kebutuhan pokok  murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada,” tegasnya. 

    “Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

  • Polda Jatim Bersama Pemkab Sidoarjo Gelar Panen Raya Jagung, Teguhkan Komitmen Ketahanan Pangan

    Polda Jatim Bersama Pemkab Sidoarjo Gelar Panen Raya Jagung, Teguhkan Komitmen Ketahanan Pangan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terus memperlihatkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menggelar panen raya jagung serentak di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1/2026).

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana.

    Panen raya ini dilakukan di lahan seluas 1 hektar dengan estimasi hasil mencapai 3 ton jagung. Kombes Pol Ari Wibowo, Karo SDM Polda Jatim, menjelaskan bahwa hasil panen tersebut akan disalurkan ke tingkat daerah untuk mendukung ketahanan pangan. “Hasil panen jagung ini akan dimutasi ke tingkat daerah,” ujarnya di lokasi.

    Program panen raya jagung ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas pangan. Setelah panen selesai, lahan yang digunakan akan segera dipersiapkan untuk penanaman jagung pada musim berikutnya, memastikan kontinuitas dalam produksi pangan.

    Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengungkapkan bahwa Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

    “Terima kasih kepada Polri yang bersama-sama mengawal berjalannya program ini. Ucapan yang sama juga kami sampaikan kepada TNI, Bulog, dan semua pihak yang turut mendukung penuh panen raya ini,” tegasnya.

    Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, juga menegaskan bahwa panen ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid antara Polresta Sidoarjo dan kelompok tani lokal. “Hasil panen ini akan diserap Bulog, tapi harus melalui proses pengeringan terlebih dahulu,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah, Kodim 0816 Sidoarjo, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan terus berupaya menjaga ketahanan pangan dengan cara menanam dan memanen jagung secara berkelanjutan.

    “Kami akan terus menanam dan memanen kembali, sehingga program ini bisa berjalan secara berkelanjutan. Harapannya, ini dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo,” jelas Christian Tobing. [isa/suf]

  • Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya, Jawa Timur Sah Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya, Jawa Timur Sah Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026). Penghargaan prestisius ini diberikan atas dedikasi luar biasa Khofifah dalam membawa Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi di tingkat nasional sepanjang tahun 2025.

    Prosesi penyematan tanda kehormatan tersebut berlangsung dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, Khofifah juga pernah meraih penghargaan serupa namun untuk prestasi di bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan.

    “Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.

    “Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.

    Rekor Produksi Padi Tertinggi Nasional

    Berdasarkan rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, Jawa Timur sukses mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama kedaulatan pangan Indonesia. Produksi padi di wilayah ini mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG).

    Untuk total produksi beras, Jawa Timur menyumbang angka sebesar 6.096.344 ton. Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras.

    Dominasi Jawa Timur di sektor pangan terlihat jelas melalui perbandingan antarpovinsi. Jatim berhasil mengungguli Jawa Barat yang mencatatkan 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras, serta Jawa Tengah dengan capaian 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras.

    Khofifah menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi sistematis di sektor hulu. Peningkatan produksi ditopang oleh perluasan Luas Panen Padi Jatim dari 1.616.985 hektare pada 2024 menjadi 1.842.519 hektare (naik 13,95%) di tahun 2025. Hal ini didukung oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 2.426.073 Ha.

    “Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 – 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak,” ujar Khofifah.

    Faktor pendorong lainnya meliputi implementasi mekanisasi pertanian, distribusi bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi efektif melalui program pompanisasi dan renovasi saluran air di berbagai titik strategis.

    “Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegasnya.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawamsa menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo.
    Pesan Presiden Prabowo untuk Pejuang Pangan

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kepala daerah dan petani yang menjadi garda terdepan swasembada 2025. Presiden menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan bangsa.

    “Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa,” ucap Presiden Prabowo.

    Presiden secara khusus menyoroti peran vital para petani dalam menjaga stabilitas negara. Ia menjanjikan penguatan kesejahteraan bagi keluarga petani seiring dengan tercapainya kemandirian pangan nasional.

    “Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini,” tutur Presiden Prabowo.

    “Kita ingin harga kebutuhan pokok murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada,” tegasnya.

    Presiden menutup sambutannya dengan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia yang berbasis pada kedaulatan rakyat.

    “Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia,” pungkasnya. [tok/ian]

  • Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya, Jawa Timur Sah Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Khofifah Raih Satyalancana Wira Karya, Jawa Timur Sah Jadi Lumbung Pangan Nasional

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (7/1/2026). Penghargaan prestisius ini diberikan atas dedikasi luar biasa Khofifah dalam membawa Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi di tingkat nasional sepanjang tahun 2025.

    Prosesi penyematan tanda kehormatan tersebut berlangsung dalam gelaran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, Khofifah juga pernah meraih penghargaan serupa namun untuk prestasi di bidang Pengelolaan dan Pengembangan Bidang Kelautan.

    “Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih sebesar-besarnya pada Bapak Presiden Prabowo atas tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya yang kami terima hari ini,” kata Gubernur Khofifah.

    “Penghargaan ini sejatinya adalah hasil kerja dan komitmen bersama seluruh elemen di Jawa Timur dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya para petani, Gapoktan, Kepala Daerah serta Forkopimda dan berbagai dukungan Kementan RI,” imbuhnya.

    Rekor Produksi Padi Tertinggi Nasional

    Berdasarkan rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, Jawa Timur sukses mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama kedaulatan pangan Indonesia. Produksi padi di wilayah ini mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG).

    Untuk total produksi beras, Jawa Timur menyumbang angka sebesar 6.096.344 ton. Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 9,27 juta ton GKG padi dan 5,35 juta ton beras.

    Dominasi Jawa Timur di sektor pangan terlihat jelas melalui perbandingan antarpovinsi. Jatim berhasil mengungguli Jawa Barat yang mencatatkan 10.240.405 ton GKG padi dan 5.913.651 ton beras, serta Jawa Tengah dengan capaian 9.409.108 ton GKG dan 5.410.794 ton beras.

    Khofifah menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi sistematis di sektor hulu. Peningkatan produksi ditopang oleh perluasan Luas Panen Padi Jatim dari 1.616.985 hektare pada 2024 menjadi 1.842.519 hektare (naik 13,95%) di tahun 2025. Hal ini didukung oleh Luas Tambah Tanam (LTT) padi sebesar 2.426.073 Ha.

    “Kenaikan produksi padi dan beras kita di tahun 2025 tercatat paling tinggi dalam lima tahun. Kenaikannya sangat signifikan yaitu 13,89% sepanjang 2020 – 2025. Ini artinya komitmen dan kerja keras kita sangat berdampak,” ujar Khofifah.

    Faktor pendorong lainnya meliputi implementasi mekanisasi pertanian, distribusi bibit unggul, hingga pengelolaan irigasi efektif melalui program pompanisasi dan renovasi saluran air di berbagai titik strategis.

    “Sekali lagi ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani Jawa Timur yang menjadi tulang punggung produksi pangan,” tegasnya.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawamsa menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo.
    Pesan Presiden Prabowo untuk Pejuang Pangan

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kepala daerah dan petani yang menjadi garda terdepan swasembada 2025. Presiden menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan bangsa.

    “Saya meyakini bahwa hari ini saudara semua berhasil sebagai putra putri terbaik bangsa. Saudara buktikan bahwa Indonesia Bisa,” ucap Presiden Prabowo.

    Presiden secara khusus menyoroti peran vital para petani dalam menjaga stabilitas negara. Ia menjanjikan penguatan kesejahteraan bagi keluarga petani seiring dengan tercapainya kemandirian pangan nasional.

    “Kita tidak akan pernah merdeka tanpa peran penting dari para petani. Para petani lah yang paling setia, paling loyal dan paling Merah Putih di Indonesia ini,” tutur Presiden Prabowo.

    “Kita ingin harga kebutuhan pokok murah. Kita ingin anak-anak petani bisa berpendidikan tinggi. Hari ini kita buktikan kita bisa Swasembada Pangan. Tidak hanya beras, jagung, singkong semua kita Swasembada,” tegasnya.

    Presiden menutup sambutannya dengan optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia yang berbasis pada kedaulatan rakyat.

    “Ini sungguh kehormatan bagi saya. Ini kesempatan untuk berbakti dan memberi yang terbaik bagi bangsa. Indonesia Cerah, Indonesia Makmur. Dan kemakmuran harus benar-benar di tangan rakyat Indonesia,” pungkasnya. [tok/ian]

  • Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Manfaatkan Bus TransJatim

    Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Manfaatkan Bus TransJatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk semakin memanfaatkan transportasi publik Bus TransJatim sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan mobilitas antarwilayah di Jawa Timur.

    Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menjajal langsung layanan Bus TransJatim bersama keluarga dari Terminal Bunder Gresik menuju Gresik Universal Science (GUS). Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan, terjangkau, dan inklusif.

    Menurut dia, hadirnya bus TransJatim tidak sekadar mempermudah mobilitas masyarakat sehari-hari, melainkan turut menjangkau destinasi wisata, salah satunya wisata literasi digital bernama Gresik Universal Science.

    “Masyarakat yang ingin berwisata ke GUS, bisa menggunakan bus TransJatim koridor 3. Rute Gresik-Mojokerto. Perjalanan sekitar 40 menit menjadi pengalaman tersendiri sekaligus dukungan nyata pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Khofifah.

    Menurut Khofifah, layanan transportasi dari Pemprov Jatim bisa menjadi penyambung antar daerah dan membantu mobilitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari khususnya menjangkau beberapa destinasi wisata.

    “Sejak awal Bus Trans Jatim, kami ingin melayani mobilitas masyarakat yang bekerja termasuk para siswa dan santri. Selain itu, menjangkau beberapa destinasi wisata yang ada di Jatim,” ungkapnya.

    Khofifah menyebut, hingga saat ini sudah ada delapan koridor bus TransJatim. Penambahan koridor berpotensi dilakukan ke depannya agar semakin merata mengingat beberapa daerah di luar Jatim menduplikasi program transportasi milik Bumi Majapahit.

    Lebih lanjut, ongkos bus TransJatim sangat ramah dikantong sebagian masyarakat. Untuk kalangan umum senilai Rp 5.000 sedangkan pelajar maupun santri Rp 2.500.

    Tidak sekadar terjangkau dari segi ongkos. Bus TransJatim juga ramah dari segi keamanan dan kenyamanan. Bus TransJatim dilengkapi berbagai penunjang fasilitas berbasis digital sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan moda bus TransJatim.

    “Saya mengajak masyarakat Jatim, manfaatkan bus TransJatim untuk memudahkan mobilitas bersama keluarga. Insya Allah Bus Trans Jatim akan terus mengkoneksikan antar daerah di Jawa Timur sekaligus melakukan berbagai inovasi di setiap launching koridor baru Bus Trans Jatim,” pungkasnya. (tok/ian)

  • Curah Hujan 58 Persen, OMC Jatim Diperpanjang Akhir Januari 2026

    Curah Hujan 58 Persen, OMC Jatim Diperpanjang Akhir Januari 2026

    Surabaya (beritajatim.com) – Imbauan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG Juanda untuk awal tahun 2026 ini disikapi BPBD Jatim dengan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

    Kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini, rencananya akan dilangsungkan hingga akhir Januari 2026.

    Keputusan memperpanjang OMC ini dilakukan atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, setelah melihat potensi cuaca ekstrem yang akan berlanjut hingga awal tahun 2026 ini.

    Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengungkapkan, berdasarkan rilis BMKG Juanda, musim hujan yang berpotensi menjadi cuaca ekstrem di Jawa Timur akan berlanjut pada bulan Januari hingga Februari 2026 mendatang.

    Diperkirakan, potensi curah hujan di Bulan Januari akan mencapai sekitar 58 persen dan di Bulan Februari akan sebanyak 22 persen.

    Karena itulah, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten/Kota dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan sejumlah upaya mitigasi, di antaranya, normalisasi dan bersih-bersih sungai, menyiagakan personel dan peralatan hingga melakukan sejumlah pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

    “Atas arahan ibu Gubernur, kami juga melanjutkan langkah strategis penanganan cuaca ekstrem, berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan berlangsung mulai tanggal 1 hingga 31 Januari nanti,” ujar Kalaksa Gatot Soebroto, Selasa (6/1/2026).

    Dikatakan, kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 ini kini telah dilaksanakan sebanyak 7 sorti dengan sasaran wilayah di Selatan Jatim, Selatan Pulau Madura dan beberapa titik di wilayah barat Jatim.

    Khusus untuk OMC sepanjang Desember 2025 lalu, jumlahnya mencapai 50 sorti dengan sasaran di berbagai wilayah di Jatim.

    Dalam kesempatan ini, Gatot juga memaparkan laporan kejadian bencana di Jatim sepanjang tahun 2025 yang mencapai sebanyak 531 kejadian.

    Dari jumlah itu, mayoritasnya didominasi kejadian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang hingga tanah longsor, yang masing-masing mencapai sejumlah 149, 147 dan 21 kejadian.

    Umumnya, bencana hidrometeorologi ini disebabkan karena cuaca ekstrem yang terjadi secara merata di Jawa Timur. (tok/but)