Tag: Khairul

  • Laga Persebaya vs Arema FC Gelorakan Kemanusiaan, Bajul Ijo Berharap Dapat Perlakuan Sama di Malang

    Laga Persebaya vs Arema FC Gelorakan Kemanusiaan, Bajul Ijo Berharap Dapat Perlakuan Sama di Malang

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Laga Persebaya vs Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada Sabtu (7/12/2024) selesai digelar.

    Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman bersyukur laga pekan ke-13 Liga 1 2024/2025 ini berjalan tanpa kendala berarti.

    “Secara umum tidak ada insiden apapun yang berarti, tim Arema FC juga datang ke sini (Stadion GBT Surabaya) dengan nyaman, naik bus. Dan semua tahu di lapangan aman-aman saja,” kata Ram Surahman, Minggu (8/12/2024).

    Bahkan, sebelum pertandingan Persebaya vs Arema FC, digelar one minute silence (satu menit hening).

    “One minute silence untuk menghormati korban Tragedi Kanjuruhan, ini lebih kepada kemanusiaan, di videotron juga ditampilkan,” jelas Ram.

    “Kemarin kami lawan Persija juga sama, football for humanity, artinya pesan-pesan kemanusiaan kami gelorakan di momen yang orang juga menjadi pusat perhatian, dan hampir tidak mungkin,” tambahnya.

    Ia mencontohkan kedatangan suporter Persija, The Jakmania saat menghadapi Persebaya di Stadion GBT Surabaya, di mana diragukan banyak pihak bisa berlangsung aman.

    Namun, Panpel Persebaya yang berkolaborasi dengan semua pihak, sukses mengawal ribuan The Jakmania yang hadir ke Stadion GBT Surabaya, padahal sebelumnya dua kelompok suporter sempat terlibat ketegangan.

    Bahkan, kelompok suporter Persija dan Persebaya menyampaikan pesan damai, membentangkan spanduk perdamaian, bahwa kemanusiaan di atas segalanya.

    “Harapan kami, pesan ini juga bisa setidaknya diangkat di tingkat Indonesia, bahwa pesan-pesan kemanusiaan bisa juga dilakukan di klub-klub lain, sehingga sepak bola kita jadi lebih baik,” terang pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Persebaya itu.

    Terkait kesuksesan menggelar laga Persebaya vs Arema FC di Stadion GBT Surabaya, Ram Surahman berharap situasi kondusif juga tercipta saat Persebaya menyambangi kandang Arema FC di Malang.

    “Tentu kami berharap Persebaya main di Malang mendapat perlakuan sama, artinya sudah tidak ada lagi permusuhan, atau hal-hal yang lain,” ucap Ram.

    “Lupakan hal-hal buruk masa lalu, kita sudah mulai menatap ke depan, Timnas Indonesia kan juga sudah bagus, berarti sekarang kualitas sepak bola juga harus lebih baik,” pungkasnya.

  • Cerita Ardi Idrus Pertama Jadi Kapten Persebaya pada 15 Menit Terakhir Pertandingan Lawan Arema FC

    Cerita Ardi Idrus Pertama Jadi Kapten Persebaya pada 15 Menit Terakhir Pertandingan Lawan Arema FC

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Bek sayap Persebaya Surabaya, Ardi Idrus memegang peran baru menjadi kapten tim saat Persebaya menang 3-2 dari Arema FC, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (7/12/2024).

    Ardi mengenakan ban kapten setelah kapten utama, Bruno Moreira keluar di menit ke-80 pada laga Persebaya vs Arema FC, karena mendapat kartu merah.

    Ini merupakan kali pertama Ardi Idrus mengenakan ban kapten.

    Ditunjuk menjadi kapten tim pada 15 menit akhir pertandingan menghadapi Arema FC bukan perkara mudah bagi Ardi Idrus.

    Karena kedudukan sedang imbang 2-2 pasca Arema FC mendapat hadiah penalti.

    Persebaya juga kalah jumlah pemain, karena Bruno Moreira mendapat kartu merah.

    “Ya itu tadi, saya bicara karena kami di laga sebelumnya kalau kebobolan pasti berusaha untuk cetak gol lagi,” kata Ardi Idrus.

    “Karena itu, kami yakin, apalagi kami main di kandang sendiri, punya motivasi sendiri, kami juga tidak mau kalah di kandang sendiri, tidak mau seri di rumah sendiri. Dan itu motivasi pemain Persebaya,” tambahnya.

    Keyakinan Ardi Idrus tidak menurunkan intensitas serangan hingga menit tambahan waktu, membuahkan hasil.

    Persebaya berbalik unggul lewat gol penalti Flavio Silva di menit ke 90+6.

    Hadiah penalti didapat setelah Malik Risaldi dilanggar keras lawan di dalam kotak penalti.

    “Rashid bicara, bahwa kami kehilangan Bruno, cuman kami yang ada di lapangan ini. Semua harus saling bantu untuk menang, jadi kami harus fokus, harus lawan mereka (Arema FC) yang punya pemain lebih, itu motivasi dari Rashid bicara sama kami,” tegasnya.

    “Ini pertandingan penting buat Persebaya, makanya saya mau sampai berapa menit pun akan berjuang dan lihat sendiri hasilnya, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” pungkas Ardi Idrus.

    Kemenangan atas Arema FC melanjutkan tren positif Persebaya empat laga terakhir selalu menang.

    Juga memastikan Persebaya tetap kokoh di puncak klasemen sementara dengan 30 poin.

    Bagi Arema FC, kekalahan dari Persebaya menghentikan tren positif mereka yang tiga laga terakhir selalu meraih kemenangan.

  • Persebaya vs Arema FC, Singo Edan Punya Catatan Apik di Tandang, Uston : Di Persebaya Nanti Dulu!

    Persebaya vs Arema FC, Singo Edan Punya Catatan Apik di Tandang, Uston : Di Persebaya Nanti Dulu!

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Persebaya akan menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (7/12/2024) besok sore.

    Dua tim menyambut laga pekan ke-13 Liga 1 2024/2025 ini dengan modal positif, tiga laga terakhir sama-sama meraih kemenangan.

    Arema FC bahkan tampil produktif tiga laga terakhir, berhasil mencetak 10 gol, kebobolan 4 gol. Persebaya hanya menang dengan skor tipis.

    Asisten pelatih Persebaya, Uston Nawawi mengaku tidak terlalu silau dengan catatan calon lawannya.

    “Tiga pertandingan terakhir kita sama-sama menang. Dan jangan lupa di Persebaya ada catatan enam clean sheet,” kata Uston Nawawi saat jumpa pers jelang laga, Jumat (6/12/2024).

    Sebaliknya ia sangat yakin skuad asuhannya bisa mematahkan rekor Arema FC.

    Uston Nawawi memang akan memimpin tim langsung di pinggir lapangan, karena pelatih kepala Persebaya, Paul Munster harus absen karena akumulasi kartu kuning.

    “Boleh saja mereka banyak cetak gol (tiga laga terakhir), tapi di Persebaya nanti dulu,” ungkap Uston secara tegas.

    Ia menyebut tim sudah sangat siap menghadapi Arema FC meski persiapan sangat mepet.

    Persebaya memiliki catatan apik saat bertemu Arema FC, lima pertemuan terakhir sejak musim 2022, Persebaya selalu menang.

    Peringkat klasemen Persebaya juga lebih baik, berada di puncak klasemen dengan poin 27, Arema FC ada di posisi

    Persebaya yang berada di puncak klasemen lebih baik posisinya dibandingkan Arema FC yang ada di posisi 6 dengan poin 21.

    “Memang tidak banyak waktu persiapan, cuman untuk latihan taktikal satu hari, tapi pada intinya semua siap,” pungkas Uston.

    Ambisi sama juga disampaikan oleh pemain senior Persebaya, Ardi Idrus.

    “Tentunya tim punya recovery bagus setelah lawan Madura, dan kami kembali fokus lawan Arema, target kami lawan Arema besok satu-satunya adalah kemenangan, itu yang kami harapkan dari tim,” kata Ardi Idrus

  • Pengamat: 6 poin penting perlu jadi perhatian Timwas Intelijen DPR

    Pengamat: 6 poin penting perlu jadi perhatian Timwas Intelijen DPR

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi menyebut enam poin krusial yang perlu menjadi perhatian Tim Pengawas (Timwas) Intelijen DPR RI.

    Khairul Fahmi, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, enam poin itu yang di antaranya menyangkut pengawasan terhadap akuntabilitas, transparansi penggunaan anggaran, dan evaluasi kinerja, seluruhnya penting sehingga Timwas Intelijen DPR dapat memastikan badan-badan intelijen negara seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, tak melanggar aturan hukum, serta prinsip-prinsip HAM dan demokrasi.

    “Semua hal ini penting agar Timwas Intelijen DPR dapat menjaga lembaga intelijen tetap beroperasi sesuai dengan tujuan negara,” kata Khairul Fahmi.

    Enam poin penting yang diyakini perlu menjadi perhatian Timwas Intelijen DPR, yaitu pertama tim pengawas perlu memastikan kegiatan intelijen berjalan sesuai hukum yang berlaku dan tidak melanggar hak asasi manusia.

    “Pengumpulan data dan operasi intelijen harus dilakukan secara sah, dan harus menghindari penyalahgunaan kekuasaan,” kata Fahmi.

    Kedua, Timwas Intelijen DPR juga harus mengawasi penggunaan anggaran badan-badan intelijen negara demi memastikan efektivitas dan akuntabilitasnya, juga mencegah kebocoran anggaran.

    “Ketiga, Timwas juga harus memastikan koordinasi yang baik antarbadan intelijen seperti BIN, BAIS, dan Baintelkam untuk mencegah duplikasi tugas dan memastikan pertukaran informasi yang efektif,” kata dia.

    Kemudian keempat, tim pengawas juga perlu mengawasi potensi penyalahgunaan wewenang dan pengaruh politik, karena itu dapat merusak independensi badan-badan intelijen negara. “Ini termasuk pengawasan terhadap rekrutmen dan penempatan personel untuk mencegah adanya politisasi lembaga,” sambung Fahmi.

    Kelima, Timwas Intelijen DPR juga perlu mengevaluasi kinerja operasional badan-badan intelijen negara terutama dalam menghadapi berbagai ancaman non-tradisional, seperti ancaman siber.

    “Poin keenam, dengan ancaman digital yang semakin berkembang, tim pengawas perlu memastikan badan-badan intelijen memiliki sistem keamanan yang mumpuni dalam melindungi data-data sensitif, dan menghadapi ancaman siber yang dapat merusak infrastruktur vital negara,” kata dia.

    Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta, Selasa (3/12) melantik anggota Timwas Intelijen DPR RI yang seluruhnya berjumlah 13 orang. Organisasi Timwas Intelijen DPR RI itu berada di bawah koordinasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

    Tim pengawas itu dipimpin oleh lima anggota DPR RI, yaitu Utut Adianto, Dave Laksono, G. Budisatrio Djiwandono, Ahmad Heryawan, dan Anton Sukartono.

    Kemudian, delapan anggota tim pengawas mencakup Junico B. P. Siahaan, Gavriel P. Novanto, Endipat Wijaya, Viktor Laiskodat, Abdul Halim Iskandar, Jazuli Juwaini, Farah Putri Nahlia, dan Rizki Aulia Rahman.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2024

  • Timwas Intelijen DPR cegah intelijen negara langgar aturan

    Timwas Intelijen DPR cegah intelijen negara langgar aturan

    Ketua DPR Puan Maharani, menjawab pertanyaan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024). ANTARA/HO-DPR (ANTARA)

    Pengamat: Timwas Intelijen DPR cegah intelijen negara langgar aturan
    Dalam Negeri   
    Editor: Widodo   
    Rabu, 04 Desember 2024 – 17:25 WIB

    Elshinta.com – Pengamat Pertahanan dan Keamanan Khairul Fahmi menilai pembentukan Tim Pengawas (Timwas) Intelijen DPR dapat mencegah badan-badan intelijen negara, termasuk yang berada di lingkungan TNI-Polri, melanggar aturan hukum dan prosedur kerja yang sah.

    Oleh karena itu, dia meyakini pembentukan Timwas Intelijen DPR RI sebagai kebijakan yang tepat, karena dapat memperkuat pengawasan dan pembentukan Timwas Intelijen DPR juga tindak lanjut dari amanat undang-undang.

    “Pengawasan terhadap lembaga-lembaga intelijen seperti BIN (Badan Intelijen Negara), BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI, dan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri memang penting dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Dalam UU tersebut, pengawasan terhadap lembaga-lembaga intelijen dilaksanakan oleh lembaga yang berwenang, yaitu DPR melalui Timwas Intelijen,” kata Khairul Fahmi saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Dia menjelaskan pengawasan itu bertujuan memastikan badan-badan intelijen beroperasi sesuai hukum yang berlaku dan tidak melanggar prinsip-prinsip demokrasi serta hak asasi manusia.

    “Namun, pengawasan yang dilakukan harus berhati-hati agar tidak mengganggu independensi dan efektivitas lembaga-lembaga ini dalam menjaga stabilitas keamanan negara,” kata Khairul Fahmi, yang merupakan co-founder Institute for Security and Strategic Studies (ISSES).

    Oleh karena itu, dia mengingatkan pengawasan yang menjadi tugas Timwas Intelijen DPR sebaiknya diarahkan untuk memastikan lembaga-lembaga intelijen negara itu tunduk dan patuh terhadap undang-undang, prosedur operasional yang sah, dan timwas juga perlu memastikan penggunaan dan pengelolaan anggaran masing-masing lembaga transparan.

    Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta, Selasa (3/12) melantik anggota Timwas Intelijen DPR RI yang seluruhnya berjumlah 13 orang. Organisasi Timwas Intelijen DPR RI itu berada di bawah koordinasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

    Tim pengawas itu dipimpin oleh lima anggota DPR RI, yaitu Utut Adianto, Dave Laksono, G. Budisatrio Djiwandono, Ahmad Heryawan, dan Anton Sukartono.

    Kemudian, delapan anggota tim pengawas mencakup Junico B. P. Siahaan, Gavriel P. Novanto, Endipat Wijaya, Viktor Laiskodat, Abdul Halim Iskandar, Jazuli Juwaini, Farah Putri Nahlia, dan Rizki Aulia Rahman.

    Sumber : Antara

  • Pengamat: Timwas Intelijen DPR cegah intelijen negara langgar aturan

    Pengamat: Timwas Intelijen DPR cegah intelijen negara langgar aturan

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat Pertahanan dan Keamanan Khairul Fahmi menilai pembentukan Tim Pengawas (Timwas) Intelijen DPR dapat mencegah badan-badan intelijen negara, termasuk yang berada di lingkungan TNI-Polri, melanggar aturan hukum dan prosedur kerja yang sah.

    Oleh karena itu, dia meyakini pembentukan Timwas Intelijen DPR RI sebagai kebijakan yang tepat, karena dapat memperkuat pengawasan dan pembentukan Timwas Intelijen DPR juga tindak lanjut dari amanat undang-undang.

    “Pengawasan terhadap lembaga-lembaga intelijen seperti BIN (Badan Intelijen Negara), BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI, dan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri memang penting dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Dalam UU tersebut, pengawasan terhadap lembaga-lembaga intelijen dilaksanakan oleh lembaga yang berwenang, yaitu DPR melalui Timwas Intelijen,” kata Khairul Fahmi saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Dia menjelaskan pengawasan itu bertujuan memastikan badan-badan intelijen beroperasi sesuai hukum yang berlaku dan tidak melanggar prinsip-prinsip demokrasi serta hak asasi manusia.

    “Namun, pengawasan yang dilakukan harus berhati-hati agar tidak mengganggu independensi dan efektivitas lembaga-lembaga ini dalam menjaga stabilitas keamanan negara,” kata Khairul Fahmi, yang merupakan co-founder Institute for Security and Strategic Studies (ISSES).

    Oleh karena itu, dia mengingatkan pengawasan yang menjadi tugas Timwas Intelijen DPR sebaiknya diarahkan untuk memastikan lembaga-lembaga intelijen negara itu tunduk dan patuh terhadap undang-undang, prosedur operasional yang sah, dan timwas juga perlu memastikan penggunaan dan pengelolaan anggaran masing-masing lembaga transparan.

    Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta, Selasa (3/12) melantik anggota Timwas Intelijen DPR RI yang seluruhnya berjumlah 13 orang. Organisasi Timwas Intelijen DPR RI itu berada di bawah koordinasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

    Tim pengawas itu dipimpin oleh lima anggota DPR RI, yaitu Utut Adianto, Dave Laksono, G. Budisatrio Djiwandono, Ahmad Heryawan, dan Anton Sukartono.

    Pewarta: Genta Tenri Mawangi
    Editor: Budi Suyanto
    Copyright © ANTARA 2024

  • Apresiasi Indonesia Nihil Aksi Terorisme, Menko Polkam: Hasil Kerja Kolaboratif Luar Biasa
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        3 Desember 2024

    Apresiasi Indonesia Nihil Aksi Terorisme, Menko Polkam: Hasil Kerja Kolaboratif Luar Biasa Nasional 3 Desember 2024

    Apresiasi Indonesia Nihil Aksi Terorisme, Menko Polkam: Hasil Kerja Kolaboratif Luar Biasa
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam)
    Budi Gunawan
    mengatakan bahwa tidak adanya kasus
    terorisme
    yang terjadi di Indonesia selama dua tahun terakhir merupakan capaian kerja bersama semua pihak.
    “Ini merupakan capaian besar yang patut kita apresiasi bersama,” kata Budi Gunawan saat jadi pembicara kunci dalam acara Peluncuran Dokumen I-KHub BNPT Counter Terrorism and Violent Extremism (CT/VE) Outlook Tahun 2024 di Auditorium Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (3/11/2024), dikutip dari
    Antaranews
    .
    “Hasil kerja kolaboratif yang sangat luar biasa dari seluruh pihak, baik pada aspek pencegahan maupun penegakan hukum,” ujarnya lagi.
    Namun, Budi Gunawan mengatakan, bukan berarti aktivitas terorisme hilang dari Indonesia.
    Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara ini meminta agar semua pihak tetap mengantisipasi perkembangan jaringan terorisme di dalam negeri.
    “Meskipun saat ini seolah-olah sel teror itu sedang tidur, namun dari hasil pengalaman saya di dunia intelijen, terorisme ini semakin bermetamorfosis, lebih canggih dengan memanfaatkan berbagai ruang siber untuk menyebarkan pahamnya secara global,” katanya.
    Menurut Budi Gunawan, langkah antisipasi dan pencegahan tetap perlu dilakukan untuk mempertahankan situasi seperti saat ini. Terutama, guna mencegah terjadinya gelombang terorisme yang berpotensi mengancam keamanan dan keselamatan warga.
    “Tugas kita ke depan adalah bagaimana mempertahankan kondisi ini, sehingga kehadiran negara dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
    Untuk diketahui, Indonesia telah berhasil mencapai
    zero terrorist attack
    sejak tahun 2023.
    Peringkat Indonesia dalam Global Terrorism Index juga membaik sehingga masuk ke dalam kategori
    low impacted
    dari sebelumnya
    medium impacted
    .
    Sementara itu, pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi pernah mengatakan bahwa terorisme atau ekstrimisme tidak akan hilang.
    Menurut Fahmi, ekstremisme kekerasan tidak akan hilang selama akar masalahnya tidak benar-benar dituntaskan oleh pemerintah, yakni kekecewaan atau keputusasaan akibat deprivasi relatif atau adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
    Dia mengatakan, terorisme dan ektremisme kekerasan adalah bentuk kejahatan berlandaskan kebencian (hate crimes) atau balas dendam yang tumbuh karena kekecewaan atau keputusasaan karena adanya kesenjangan tadi.
    “Selama akar masalah ini tidak benar-benar hilang, maka potensi teror atau kekerasan ekstrem juga tidak akan hilang,” kata Fahmi melalui pesan tertulis kepada Kompas.com pada 8 Juli 2024.
    Selain itu, dia menyebut bahwa ideologi bisa dilarang atau diberantas, tapi tidak ada jaminan bahwa ideologi bisa benar-benar dihilangkan dan tidak lagi memiliki penganut.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ramai-ramai Tolak Usul PDI-P Kembalikan Polri di Bawah TNI
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        3 Desember 2024

    Ramai-ramai Tolak Usul PDI-P Kembalikan Polri di Bawah TNI Nasional 3 Desember 2024

    Ramai-ramai Tolak Usul PDI-P Kembalikan Polri di Bawah TNI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gagasan mengembalikan
    Polri
    di bawah Tentara Nasional Indonesia (
    TNI
    ) atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diperkirakan menemui titik buntu.
    Pasalnya, pemerintah dan mayoritas fraksi di DPR menolak gagasan yang diajukan oleh politikus
    PDI-P
    Deddy Yevri Sitorus karena dugaan kecurangan Polri pada Pilkada 2024.
    Menteri Dalam Negeri
    Tito Karnavian
    secara gamblang menolak mentah-mentah usul yang diajukan Deddy karena pemisahan TNI dan Polri merupakan kehendak reformasi.
    “Ya karena dari dulu memang sudah dipisahkan, di bawah presiden, itu kehendak reformasi. Sudah itu saja,” tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12/2024).
    Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menambahkan, rencana peleburan harus melalui kajian terlebih dahulu.
    Kajian itu ditempuh melalui proses politik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mengingat saat ini Polri masih bertanggung jawab langsung di bawah Presiden RI.
    Perubahan harus dipertimbangkan masak-masak. Sebab, setiap perubahan akan berdampak pada keuangan negara.
    “Setiap perubahan pasti akan berdampak pada keuangan negara, kepada koordinasi antarlembaga atau kementerian. Jadi pasti harus dipertimbangkan masak-masak semuanya,” kata Bima Arya.
    Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra serta Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi juga menyatakan belum ada pembahasan di kalangan pemerintah soal usul PDI-P tersebut.
    “Belum ada pembahasan, kita dengarkan saja seperti apa usulannya, nanti baru kita beri tanggapan,” kata Yusril.
    Tak cuma pemerintah, mayoritas fraksi di
    Komisi III DPR
    RI pun tidak sepakat dengan usul mengembalikan Polri di bawah TNI.
    Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan dari 8 fraksi, hanya PDI-P yang menginginkan wacana itu.
    “Teman-teman sudah
    fix
    ya, mayoritas fraksi di Komisi III menyampaikan, 7 dari 8 fraksi menyatakan tidak sepakat dengan usulan tersebut,” ujar Habiburokhman singkat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/12/2024).
    Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan, narasi negatif yang digaungkan untuk menyudutkan pihak kepolisian bakal terus ada meskipun jika posisinya diletakkan di bawah Kemendagri.
    Baginya, wacana itu bukan menjadi solusi atas kinerja kepolisian yang banyak mendapatkan sorotan saat ini.
    “Polri adalah bagian dari instrumen negara yang memang dia harus laporannya kepada Bapak Presiden langsung, bukan di bawah kementerian nanti ngawur,” sebut Sahroni.
    Buntut dugaan kecurangan
    Usul untuk mengembalikan Polri di bawah TNI muncul setelah PDI-P mempersoalkan dugaan kecurangan Pilkada 2024 yang melibatkan oknum anggota Polri.
    Deddy menyatakan, peleburan institusi ini di bertujuan agar tidak ada intervensi dalam proses Pemilihan Umum (Pemilu) karena Polri kerap menjadi bulan-bulanan dan dituding mengintervensi kontestasi.
    Menurut dia, kepolisian baiknya berfokus pada pengamanan masyarakat selama masa pemilu dan tidak mengurusi hal-hal yang di luar kewenangannya.
    “Ada bagian reserse yang bertugas mengusut, melakukan, menyelesaikan kasus-kasus kejahatan untuk sampai ke pengadilan. Di luar itu saya kira tidak perlu lagi karena negara ini sudah banyak institusi yang bisa dipakai untuk menegakkan ini,” kata Deddy, 28 November 2024.
    Pengamat Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai, perubahan struktur Polri untuk kembali ke bawah TNI bukanlah solusi yang tepat untuk masalah tersebut.
    Fahmi mengusulkan ada pemisahan fungsi Polri demi menghindari tumpang tindih fungsi dan mencegah penyalahgunana kekuasaan.
    “Memisahkan fungsi Polri menjadi dua lembaga yang berbeda. Fungsi penegakan hukum dipisahkan dari Polri dan berdiri sendiri sebagai lembaga independen,” kata Khairul kepada
    Kompas.com.
     
    “Sementara itu, fungsi perlindungan masyarakat dan pemeliharaan keamanan tetap berada di bawah kementerian, baik Kemendagri maupun Kementerian Pertahanan (dengan perubahan nomenklatur),” ucap dia.
    Menurut dia, lembaga penegakan hukum yang independen memungkinkan proses hukum berjalan tanpa intervensi dari pihak mana pun, baik kekuasaan politik maupun tekanan publik.
    Sementara itu, lembaga perlindungan masyarakat yang fokus pada keamanan sipil dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, tanpa terbebani oleh urusan penegakan hukum.
    Khairul pun berpandangan bahwa inti persoalan bukan hanya mengenai di mana Polri ditempatkan, melainkan bagaimana memastikan profesionalisme, integritas, dan independensi institusi ini.
     
    Menurut dia, Polri yang memiliki kewenangan luas tidak hanya rawan penyalahgunaan kekuasaan, tetapi juga sulit diawasi.
    “Maka, pemisahan fungsi adalah langkah strategis untuk memecah kewenangan besar tersebut menjadi lebih terfokus. Di sinilah peluang menciptakan institusi yang lebih ramping, akuntabel, dan benar-benar melayani masyarakat dapat terwujud,” ungkapnya.
    “Pada akhirnya, reformasi Polri bukanlah soal memindahkan kotak dalam struktur negara, melainkan membangun ulang kepercayaan publik terhadap institusi yang selama ini diharapkan menjadi penjaga hukum dan keamanan,” ucap Khairul.
     
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Persebaya Comeback Lawan Madura United 1-2, M Rashid Cetak Brace, Modal Bagus Lawan Arema FC

    Persebaya Comeback Lawan Madura United 1-2, M Rashid Cetak Brace, Modal Bagus Lawan Arema FC

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Persebaya berhasil mengandaskan tuan rumah Madura United 1-2 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (2/12/2024) malam ini.

    Dua gol Persebaya pada laga pekan ke-12 Liga 1 2024/2025 ini diciptakan oleh M Rashid menit 44 dan menit 83.

    Sementara gol Madura United dicetak oleh Maxuel menit 69.

    Awal babak kedua, Persebaya memasukkan Gilson Costa menggantikan Toni Firmansyah.

    Persebaya yang unggul 0-1 di babak pertama lebih agresif menekan awal babak kedua.

    Persebaya langsung mendapat peluang menit 49 lewat tendangan keras mendatar Rivera, sayang hanya mendarat tipis kanan gawang Madura.

    Madura United yang terus ditekan hanya coba mencari peluang lewat skema serangan balik.

    Gawang Persebaya mendapat ancaman menit 60 lewat tendangan keras Hanis Sagara, namun bisa diantisipasi Andhika Ramadhani.

    Memanfaatkan momentum, Madura United yang sebelumnya lebih banyak ditekan, mulai bisa menebar ancaman bagi Pertahanan Persebaya.

    Madura United kembali mendapat peluang menit 67, sayang tendangan Jordy hanya mendarat di atas gawang Persebaya.

    Upaya Madura United akhirnya membuahkan hasil, bisa menyamakan kedudukan menit 69 lewat pleasing akurat Maxuel yang mengarah ke pojok kiri atas gawang Persebaya, skor 1-1.

    Kedudukan sama kuat mendongkrak tempo permainan, dua tim silih ganti menyerang.

    Tepuk tangan dan suara seruan 3.334 penonton yang hadir terus mengiringi pertandingan yang berjalan dengan aksi-aksi menarik dua kesebelasan.

    Persebaya berbalik unggul, kembali melalui kaki Mohammed Rashid menit ke-83.

    Memanfaatkan umpan akurat Bruno Moreira, M Rashid yang lolos dari jebakan offside melepaskan tendangan berbuah gol, skor 1-2.

    Memanfaatkan momentum, Persebaya terus menekan. Malik Risaldi, pemain yang baru masuk nyaris mencatatkan namanya di papan skor, sayang sepakannya menit 86 masih bisa diantisipasi kiper Madura United.

    Tensi permainan meningkat hingga menit tambahan waktu, namun tak ada tambahan gol, skor 1-2 untuk kemenangan Persebaya menjadi hasil akhir.

    Hasil ini melanjutkan trend positif Persebaya, tiga laga terakhir selalu menang. Tambahan tiga poin menjadikan Persebaya kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 27.

     Kemenangan yang menjadi modal penting Persebaya laga selanjutnya saat menjamu Arema FC di stadion GBT 7 Desember mendatang

  • Persebaya Comeback Lawan Madura United 1-2, M Rashid Cetak Brace, Modal Bagus Lawan Arema FC

    Hasil Babak I Madura United vs Persebaya, Bajul Ijo Unggul 0-1 Lewat Gol M Rashid

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Persebaya unggul 0-1 dari Madura United hingga babak pertama di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (2/12/2024) malam ini.

    Gol keunggulan Persebaya pada laga pekan ke-12 Liga 1 2024/2025 ini diciptakan oleh M Rashid menit 44.

    Dua tim bermain dengan tempo pelan sejak wasit Gedion Dapaherang meniup tanda laga dimulai.

    Lima menit babak pertama tempo permainan tak kunjung meningkat, dua tim lebih sebar mencari celah pertahanan lawan.

    Bermain dengan tempo pelan, praktis tak ada puang berhaya tercipta dari kedua kesebelasan hingga menit ke-15.

    Peluang pertama Persebaya baru tercipta menit 17 lewat tendangan Toni Firmansyah tapi masih terlalu lemah.

    Setelahnya tak ada peluang tercipta hingga menit 30, lebih banyak memeragakan duel sengit lini tengah.

    15 menit terakhir babak pertama, tempo mainan mulai meningkat. Dua tim silih ganti menekan.

    Persebaya mendapat peluang menit 34 lewat Bruno Moreira memanfaatkan kesalahan lini belakang, namun tendangannya hanya mendarat tipis di atas gawang lawan.

    Persebaya akhirnya membuka keunggulan lewat gol Mohammed Rashid menit 44.

    Memanfaatkan halauan tidak sempurna kiper Madura United, M Rashid yang berdiri bebas melepaskan tendangan akurat ke arah gawang Madura United yang sudah kosong, skor 0-1.

    Akhir babak pertandingan Persebaya terus menekan, namun gol tambahan gagal diciptakan, skor 0-1 menjadi kedudukan sementara hingga babak pertama