Tag: Khairul

  • Donasi Konser Valen Finalis DA 7 Senilai Rp 1,1 Miliar Diserahkan ke Relawan Bencana Aceh dan Semeru
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        9 Januari 2026

    Donasi Konser Valen Finalis DA 7 Senilai Rp 1,1 Miliar Diserahkan ke Relawan Bencana Aceh dan Semeru Surabaya 9 Januari 2026

    Donasi Konser Valen Finalis DA 7 Senilai Rp 1,1 Miliar Diserahkan ke Relawan Bencana Aceh dan Semeru
    Tim Redaksi
    PAMEKASAN, KOMPAS.com
    – Hasil donasi konser Achmad Valen Akbar Finalis Dangdut Akademi ke 7 (DA 7) diberikan secara terbuka oleh CEO Bawang Mas Group H. Her kepada perwakilan tim relawan korban bencana Aceh dan korban erupsi Gunung Semeru pada Kamis (8/1/2026) sore.
    Penyerahan bantuan tersebut disaksikan sejumlah pihak berupa uang tunai sebesar Rp 1.110.500.000.
    Dana bantuan diperoleh dari donasi konser Valen yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) pada Kamis (1/1/2026) lalu.
    Beberapa dermawan memberikan sumbangan saat donasi dibuka untuk penoton. Di antaranya, H. Her menyumbangkan dana sebesar Rp 500.000.
    Termasuk sejumlah tokoh lainnya ikut menyumbang masing-masing Rp 100 juta.
    Seperti Risma Catering, Owner Nesma dan Haji Yaqub dan beberapa sumbangan lainnya dari penonton.
    CEO Bawang Mas Group,
    Haji Her
    menyampaikan, penyerahan donasi sengaja dilakukan dengan terbuka dan transparan untuk menghindari fitnah.
    “Amanah ini harus tersampaikan secara utuh dan penuh tanggung jawab. Sehingga kami lakukan penyaluran secara terbuka,” kata Haji Her, Jumat (9/1/2026)
    Bahkan menurutnya, pihaknya meminta relawan agar mendokumentasikan setiap penyaluran bantuan. Termasuk keterbukaan dan pencatatan tentang pengeluaran bantuan.
    Tim relawan akan diberangkatkan ke Aceh dan Semeru.
    Sebab sebagian bantuan, sekitar Rp 200 juta juga disalurkan untuk korban bencana erupsi di sekitar
    Gunung Semeru
    , Jawa Timur.
    “Tolong dalam penyaluran bantuan didokumentasikan dengan baik. Ini bukan soal ketidakpercayaan tapi bagian dari tanggung jawab,” ujarnya.
    Haji Her menyampaikan, semua relawan menyetujui jika sebagian donasi sebesar Rp 200 juta disalurkan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.
    “Semoga para donatur diberikan balasan kebaikan serta diterima amal ibadahnya oleh Allah,” tutup Haji Her.
    Sementara anggota Bawang Mas Centre (BMC) sekaligus relawan yang akan diberangkatkan, Khairul Umam menyampaikan penyaluran bantuan juga akan disampaikan secara terbuka di lokasi bencana.
    “Penyaluran bantuan ini juga akan dilakukan secara transparan di Aceh maupun di Semeru,” kata Khairul.
    Dikatakan, total ada 6 relawan yang dikerahkan ke dua lokasi bencana. Baik di Aceh, Sumatera dan di Semeru, Jawa Timur.
    “Jumlah donasi bisa saja bertambah nanti. Semua akan kita salurkan secara terbuka dan trasparan sesuai petunjuk Haji Her,” imbuhnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Pakai Dana Pribadi dan Akan Diganti

    Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Pakai Dana Pribadi dan Akan Diganti

    Kediri (beritajatim.com) – Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, viral di media sosial karena bentuknya dinilai tidak menyerupai harimau pada umumnya.

    Ikon desa yang berada di perbatasan Kediri – Jombang tersebut menuai beragam komentar warganet, mulai dari kritik hingga candaan, setelah foto dan video patung beredar luas di dunia maya.

    Kepala Desa Balongjeruk Safii’i menjelaskan, pembuatan patung Macan Putih berawal dari inisiatif warga untuk mengangkat kembali legenda desa sekaligus menghadirkan ikon wilayah.

    “Desa Balongjeruk itu ada seorang tokoh agama, juga tokoh masyarakat, juga perangkat desa yang namanya Mbah Maskam itu sering cerita bahwasanya di Desa Balongjeruk itu yang momong atau mungkin kalau zaman dulu itu bisa dikatakan itu adalah pawang atau danyang. Itu katanya macan putih, gitu. Juga beberapa tokoh masyarakat juga mengatakan orang-orang yang dulu itu juga mengatakan seperti itu, bahwa bahkan, kepala desa yang kurang lebih periode tahun ’98-an, itu juga bercerita bahkan sering ketemu macan putih,” jelasnya, Sabtu (27/12/2025).

    Atas musyawarah bersama warga, Safii’i menyebutkan pihak desa sepakat membuat patung Macan Putih sebagai simbol legenda tersebut. Ia menegaskan pembangunan patung sama sekali tidak menggunakan dana desa.

    “Ya, tapi dengan semuanya itu tidak ada keterkaitannya dengan dana desa. Murni hak itu pribadi saya dengan nominal dana Rp3,5 juta yang Rp2 juta itu untuk pemborong pembuat patung dan telapaknya, yang Rp1,5 juta untuk material bahannya,” tegasnya.

    Safii’i tidak menampik bahwa hasil patung memicu beragam reaksi masyarakat, terutama di media sosial. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila kehadiran patung tersebut menimbulkan kegaduhan.

    “Itu yang bisa saya sampaikan dan saya mohon maaf seandainya pembuatan patung ini juga membuat gaduh atau di dunia maya saling apa ya? Eh, memberikan komentar, tapi saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua atensi, atas komentar, atas pendapat dan saya tetap mengharapkan sangat,” tuturnya.

    Menindaklanjuti viralnya patung tersebut, Safii’i menegaskan akan mengganti patung Macan Putih dengan desain yang lebih estetik dan menyerupai karakter macan sesungguhnya.

    Ia menyebutkan pemesanan patung pengganti telah dilakukan kepada perajin di wilayah Ngadiluwih dengan ukuran yang sama, yakni panjang 1,5 meter dan tinggi 1 meter, dengan target tingkat kemiripan minimal 90 persen dari desain yang disepakati.

    “Intinya kemarin sudah kesepakatan dengan harga Rp2,5 juta ini ambil sendiri di Ngadiluwih. Soalnya saya DP Rp500 ribu dengan perjanjian apabila tidak sesuai dengan ekspektasi 90 persen, itu tidak jadi,” terangnya.

    Keunikan patung Macan Putih Balongjeruk juga menarik perhatian pemerhati masyarakat sekaligus pimpinan LSM di Kediri, Khairul Anam. Ia menilai ide pembuatan patung tersebut positif karena menggali sejarah dan mitos desa, namun mengkritisi aspek eksekusi.

    “Sudah saya sampaikan ke Pak Kades, itu agar macannya itu diganti yang estetik sesuai dengan karakternya. Jadi, karakter macan itu bagaimana? Itu kan ada bentuk-bentuknya, ada ekspresinya macan itu. Kalau seperti itu kan jadi guyonan, begitu. Jadi, idenya saya setuju, bahkan sangat setuju karena menggali sejarah dan mitos desa sini,” ujarnya.

    Khairul Anam berharap, ke depan, patung Macan Putih tidak hanya menjadi simbol legenda Desa Balongjeruk, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

    “Harapannya begini, karena ini kadung viral dan memang kalau tidak kontroversi seperti ini enggak terkenal. Harapan saya dari yang menertawakan berubah menjadi yang menggembirakan,” tandasnya. [nm/beq]

  • Dua Nyawa Melayang di Jalan Daendels Pantura Gresik Usai Ditabrak Truk

    Dua Nyawa Melayang di Jalan Daendels Pantura Gresik Usai Ditabrak Truk

    Gresik (beritajatim.com)- Jalan Raya Daendels Pantura Gresik kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya pengendara motor yang berboncengan usai ditabrak truk colt diesel S 3491 HL yang dikemudikan Sugianto (53) asal Merak Urak Tuban .

    Korban atas nama Donny Hendra (30) asal Made Lamongan, dan M. Ilham Akbar (34) asal Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, saat mengendarai motor Honda Scoopy S 2220 MF.

    Akibat kecelakaan itu, motor yang dikendarai korban ringsek tidak terbentuk imbas benturan yang sangat keras.

    Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam mengatakan, kronologi kecelakaan ini bermula kendaraan truk colt diesel melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi kejadian, bersamaan dengan itu muncul motod Honda Scoopy yang dikendarai korban dari arah selatan menuju ke utara.

    “Motor yang dikendarai korban tidak memperhatikan arah depan dengan jelas, sehingga bertabrakan dengan truk lalu terjadilah kecelakaan,” katanya, Kamis (25/12/2025).

    Perwira pertama Polri ini menambahkan, imbas benturan yang keras juga menyebabkan korban yang berboncengan terpental di jalan raya.

    “Keduanya meninggal dunia saat perawatan di UGD Puskesmas Panceng,” imbahnya.

    Khairul Alam menuturkan, usai kejadian kecelakaan maut ini. Selanjutnya, diserahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik untuk segera ditindaklanjuti.

    “Motor korban dan truk colt diesel kami amankan untuk melengkapi berkas laporan kecelakaan,” tuturnya. (dny/ted)

  • BGN Khawatir Gizi Anak Menurun Saat Libur Sekolah, dr Tan Pertanyakan Studinya

    BGN Khawatir Gizi Anak Menurun Saat Libur Sekolah, dr Tan Pertanyakan Studinya

    Jakarta

    Program makan bergizi gratis (MBG) yang tetap berjalan selama libur sekolah menuai pro dan kontra. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut kebijakan ini dilandasi kekhawatiran penurunan status gizi anak karena pola makan keluarga dinilai tidak terpantau selama masa liburan. Namun alasan tersebut dipertanyakan oleh ahli gizi dr Tan Shot Yen, yang menilai kebijakan BGN tidak berbasis bukti ilmiah.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati sebelumnya menyatakan layanan MBG tetap diberikan saat libur sekolah untuk mencegah risiko kekurangan gizi pada anak dan ibu.

    “Kami ingin memastikan bahwa masa liburan bukan periode berisiko bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tapi tetap menjadi fase yang aman karena dukungan gizi tetap berjalan,” kata Khairul Hidayati, dikutip dari laman resmi BGN.

    BGN menilai, ketika anak tidak berada di sekolah, pola makan mereka sepenuhnya bergantung pada keluarga, sehingga dikhawatirkan tidak terjaga kualitas dan kecukupan gizinya. Atas dasar itu, distribusi MBG tetap dilanjutkan meski kegiatan belajar mengajar libur di periode Natal dan Tahun Baru.

    Alasan tersebut mendapat sorotan tajam dari dr Tan. Ia mempertanyakan data dan kajian ilmiah yang digunakan BGN untuk menyimpulkan risiko kekurangan gizi justru meningkat saat libur sekolah.

    “Kalau ini alasannya, jujur saya marah. Ada data studi yang menyatakan kekurangan gizi meningkat saat libur?” kata dr Tan saat dihubungi, Rabu (24/12/2025).

    Menurut dr Tan, kebijakan publik, terutama yang menyangkut gizi anak semestinya berbasis bukti, bukan asumsi. Ia menilai BGN gagal menjalankan fungsi edukasi gizi kepada keluarga, padahal libur sekolah seharusnya menjadi momentum penguatan peran orang tua dalam menyediakan makanan sehat di rumah.

    “Kalau betul khawatir, seharusnya yang diperkuat itu edukasi keluarga tentang pola makan bergizi, bukan sekadar membagi makanan,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti jenis makanan yang dibagikan dalam program MBG selama libur sekolah. Berdasarkan sejumlah aduan yang ia terima melalui akun Instagram pribadinya, menu MBG yang diberikan didominasi produk ultra processed food (UPF).

    “Banyak ibu-ibu mengirimkan foto MBG berisi biskuit, snack, roti, bahkan diberikan ke bayi usia 15 bulan. Ini jelas bermasalah,” kata dr Tan.

    dr Tan menegaskan MBG seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai pengisi perut, tetapi juga menjadi contoh ideal pola makan sehat masyarakat Indonesia.

    “MBG semestinya menjadi template, acuan, rujukan makanan sehat Indonesia. Itu sebabnya free school meal di negara lain bagus-bagus. Di dalamnya ada edukasi, ada literasi, di balik makanan ada nilai,” ujarnya.

    Ia menyayangkan jika program sebesar MBG hanya dipahami sebatas distribusi makanan tanpa nilai pendidikan.

    “Setiap kunyahan seharusnya ada rasa syukur yang sesungguhnya. Bukan sekadar, ‘syukur sudah dikasih makan’, tapi isinya cuma perut, bukan otak,” tutup dr Tan.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video Makanan UPF Jadi Aduan Terbanyak yang Diterima MBG Watch”
    [Gambas:Video 20detik]
    (naf/naf)

  • dr Tan Geram soal Alasan MBG Masih Jalan di Libur Sekolah, Soroti Banyak Menu UPF

    dr Tan Geram soal Alasan MBG Masih Jalan di Libur Sekolah, Soroti Banyak Menu UPF

    Jakarta

    Pro kontra makan bergizi gratis (MBG) di libur sekolah belakangan ramai menjadi perdebatan. Ada yang beranggapan MBG di libur sekolah hanya bertujuan menghabiskan anggaran. Di sisi lain, Badan Gizi Nasional memastikan pelaksanaan MBG di libur sekolah demi memenuhi gizi anak yang dikhawatirkan menurun lantaran pola makan tak terpantau.

    Ahli gizi dr Tan Shot Yen mempertanyakan studi di balik alasan tersebut. Ia mengaku geram lantaran kebijakan dan keputusan yang diambil BGN kerap kali tidak berbasis bukti ilmiah.

    “Jika ini alasannya, jujur saya marah. Ada data studi yang menyatakan kekurangan gizi meningkat saat libur?” tanyanya, saat dihubungi detikcom Rabu (24/12/2025).

    dr Tan menyebut alih-alih memerhatikan gizi anak, BGN tampaknya gagal memberikan edukasi pola makan bergizi pada keluarga. Terlebih, menu MBG saat libur sekolah hampir seluruhnya merupakan ultra processed food (UPF).

    Dari sejumlah aduan yang diterima dr Tan dalam akun pribadi Instagramnya, tampak banyak ibu-ibu yang menampilkan pemberian menu MBG berupa biskuit, snack, roti, bahkan untuk bayi berusia 15 bulan.

    “MBG semestinya menjadi template, acuan, rujukan makanan sehat Indonesia. Itu sebabnya free school meal di negeri orang bagus-bagus, di dalamnya memuat. edukasi, di balik makanan ada literasi, setiap kunyahan ada rasa syukur yang sesungguhnya,” lanjut dia.

    “Bukan syukur-syukur sudah dikasih makan, yang cuma isi perut, bukan isi otak,” sesalnya.

    Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyebut layanan MBG tetap berlanjut di masa libur sekolah anak lantaran kekhawatiran risiko kekurangan gizi yang justru dinilai bisa meningkat, karena pola makan keluarga tak terpantau.

    “Kami ingin memastikan bahwa masa liburan bukan periode berisiko bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tapi tetap menjadi fase yang aman karena dukungan gizi tetap berjalan,” kata Hidayati, dikutip dari laman resmi BGN.

    Halaman 2 dari 2

    (naf/kna)

  • Aklamasi, M Khairul Umam Kembali Terpilih sebagai Ketua AJP 2025-2027

    Aklamasi, M Khairul Umam Kembali Terpilih sebagai Ketua AJP 2025-2027

    Pamekasan (beritajatim.com) – M Khairul Umam kembali terpilih sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Periode 2025-2027 dalam Kongres XII AJP yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (20/12/2025) malam.

    Proses pemilihan tersebut diawali dengan pembacaan tata tertib sidang pada Jum’at (19/12/2025). Dilanjutkan pada laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlangsung cukup alot, hingga akhirnya memasuki tahapan pembahasan tata tertib pemilihan ketua.

    Dalam proses pencalonan, terdapat tahap penjaringan calon yang menghadirkan 4 nama kandidat. Masing-masing M Khairul Umam (Kabar Madura) dengan perolehan 21 suara, Moh Hasan (JTV Madura) dengan 4 suara, Moh Sudur (Koran Madura) 1 suara, dan Sukriyanto (Karimata FM) dengan perolehan 6 suara.

    Berdasar tata tertib pemilihan ketua dalam Kongres XII AJP 2025, M Khairul Umam ditetapkan terpilih secara aklamasi, karena tiga nama lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat pemilihan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

    “Visi dan misi kami sesuai yang tertera dalam AD/ART AJP, program dan kegiatan yang sudah kita laksanakan selama ini sudah bagus, dan tentunya akan kami tingkatkan lagi. Semoga kami bisa mengemban amanat ini selama 2 tahun ke depan,” ungkap M Khairul Umam, singkat.

    Dalam kesempatan tersebut, panitia pelaksana juga menggelar undian berhadiah khusus bagi anggota AJP yang dilaksanakan pasca pegelaran kongres. “Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk menghibur seluruh anggota yang sudah bekerja luar biasa, mulai dari pra kongres hingga tuntas,” jelas Panitia Pelaksana, Zainul Atiqurrahman.

    “Terima kasih atas kerja keras panitia dan anggota AJP. Banyak kegiatan pra hingga pasca kongres yang sudah kita lalui dengan banyak menghabiskan energi dan fikiran. Semoga kedepan semakin termotivasi untuk selalu memberikan yang terbaik, baik bagi AJP maupun Pamekasan,” pungkasnya. [pin/but]

  • Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah mengatakan, sebanyak 52 persen pengurus, baik di DPD dan DPC se-Jatim berusia muda atau di rentang usia 25-40 tahun.

    “Yang pertama konferda-konfercab sudah selesai. Kalau melihat komposisi dari personalia DPD-DPC, saya bersyukur, karena apa? Karena ternyata dari seluruh kepengurusan itu hampir 52 persen usianya rentang 25-40. Artinya, regenerasi di PDIP perjuangan sudah saya nyatakan untuk Jawa Timur relatif berhasil. Walaupun awalnya saya menginginkan sampai 60 persen usia rentang 25 sampai 40,” kata Said kepada wartawan di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Ini daftar Ketua DPC PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jatim:

    1. Bangkalan – Ketua: Lukman Hakim; Personalia: Nur Hakim, Farida Tri Astutik
    2. Banyuwangi – Ketua: Ana Aniati; Personalia: Fiki Sevtarinda, Yusi Teguh
    3. Kota Batu – Ketua: Syaifudin Zuhri; Personalia: Ganisha Pratiwi Rumpoko, Amin Tohari
    4. Blitar Kabupaten – Ketua: Guntur Wahono; Personalia: Supriadi, Basori
    5. Blitar Kota – Ketua: Yudi Meira; Personalia: Sugeng Praptono, Sudarwati
    6. Bojonegoro – Ketua: Bambang Sutriyono; Personalia: Donny Bayu, Natasha Devianti
    7. Bondowoso – Ketua: Sinung Sudrajad; Personalia: Andi Hermanto, Evi Sulistiani
    8. Gresik – Ketua: Gus Yani; Personalia: H. Thoriqi Fajrin, H. Nadril
    9. Jember – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo P., Candra Ary F.
    10. Jombang – Ketua: Sumrambah; Personalia: Donny Anggun, Adi Artama Putra

    11. Kediri Kabupaten – Ketua: Hanindito Himawan Pramana; Personalia: Dodi Purwanto, Danang Saputro
    12. Kediri Kota – Ketua: Yoga Pratama Putra; Personalia: Dimas Rangga Satria Ilham, Sunarsiwi Kurnia Ganik Praman
    13. Lamongan – Ketua: Husain; Personalia: Erna Sujarwati, Irham Akbar Aksara
    14. Lumajang – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo Purnomo, Candra Ary Fianto
    15. Madiun Kabupaten – Ketua: Fery Sudarsono; Personalia: Lussy Endang, Suprapto
    16. Madiun Kota – Ketua: Sutardi; Personalia: Indah Raya, Hanura Kelana
    17. Magetan – Ketua: Diana AV; Personalia: Suyono, Sofyan
    18. Malang Kabupaten – Ketua: Didik Gatot Subroto; Personalia: Abdul Korid, Tantri Baroroh
    19. Malang Kota – Ketua: Amitia Ratmagani; Personalia: Abhad Wanedi, Ahmad Zakaria
    20. Mojokerto Kabupaten – Ketua: Ida Bagus Nugroho; Personalia: Nurida Lukitasari, Setia Pudji Lestari

    21. Mojokerto Kota – Ketua: Santoso Bekti Wibowo; Personalia: Rahman Sidarta A., Silvia Elya R.
    22. Nganjuk – Ketua: Marhaen Djumadi; Personalia: Marianto, Bambang
    23. Ngawi – Ketua: Dwi Rianto Jatmiko; Personalia: Feligia Agit Hendiadi, Agung Rezkina Pramesti
    24. Pacitan – Ketua: Heru Setyanto; Personalia: Heriyanto, Lilik Hidayat
    25. Pamekasan – Ketua: Taufadi; Personalia: Nady Mulyadi, Muhammad Sofwan Efendi
    26. Pasuruan Kabupaten – Ketua: Arifin; Personalia: Muhammad Zaini, Sugianto
    27. Pasuruan Kota – Ketua: Mahfud Husairi; Personalia: Tatit Panji Suryo Putro, Andri Setyani
    28. Ponorogo – Ketua: Siswandi; Personalia: Johan Bakhtiar, Evi Dwitasari
    29. Probolinggo Kabupaten – Ketua: Khairul Anam; Personalia: Abdul Basyit, Arif Hidayat
    30. Probolinggo Kota – Ketua: Tommy Wahyu Prakoso; Personalia: Sukardi Mitho, Sahri Trigiantoro

    31. Sampang – Ketua: Iwan Efendi; Personalia: Suhufil Mukarromah, Hakam
    32. Sidoarjo – Ketua: Hari Yulianto; Personalia: Reimond Tara Wahyudi, Kasipah
    33. Situbondo – Ketua: Andi Handoko; Personalia: Fathor Rahman, Ningsih
    34. Sumenep – Ketua: Achmad Fauzi Wongsojudo; Personalia: Abrari, Indriyani Yulia Mariska
    35. Surabaya – Ketua: Armuji; Personalia: Syaifuddin Zuhri, Agata Retno Sari
    36. Trenggalek – Ketua: Mochamad Nur Arifin; Personalia: Doding Rahmadi, Didit Sasongko
    37. Tuban – Ketua: Ony Setiawan; Personalia: Kusmen, Mustain
    38. Tulungagung – Ketua: Erma Susanti; Personalia: Samsul Huda, Binti Luklukah

    (tok/but)

  • Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna memastikan pemenuhan gizi peserta didik serta kelompok rentan tidak terhenti.

    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan secara umum skema distribusi MBG selama libur sekolah tetap disesuaikan dengan karakter penerima manfaat.

    “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan saat dihubungi Bisnis melalui pesan teks, Minggu (21/12/2025).

    Sementara untuk siswa sekolah, Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan inventarisasi jumlah serta frekuensi kehadiran siswa selama masa libur Nataru.

    “Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” katanya.

    Pada awal masa libur sekolah, lanjut Dadan, siswa akan dibekali makanan siap santap untuk maksimal empat hari dengan menu berkualitas, seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng. Adapun untuk sisa hari libur, distribusi MBG akan disesuaikan dengan kesiapan siswa.

    “Jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan di sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelasnya.

    Dadan menegaskan bahwa pembagian MBG selama libur Nataru tetap berjalan dan tidak dihentikan, kecuali pada hari libur resmi yang ditetapkan sebagai tanggal merah.

    “Tetap lanjut, kecuali di libur-libur resmi tanggal merah,” tegasnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester.

    Kelompok 3B—yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita—tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah. Sementara itu, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada satuan pendidikan atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.

    Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas pemerintah karena risiko gizi buruk cenderung meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.

    “Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujar Khairul, Rabu (15/12/2025).

    Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi yang terdiri dari satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh SPPG dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan kaidah gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). 

    Menurut Khairul, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak selama libur, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga penerima manfaat. 

    “Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

  • Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Beroperasi Selama Libur Nataru

    Kepala BGN Buka-Bukaan soal MBG Tetap Jalan, Meski Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna memastikan pemenuhan gizi peserta didik serta kelompok rentan tidak terhenti.

    Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan secara umum skema distribusi MBG selama libur sekolah tetap disesuaikan dengan karakter penerima manfaat.

    “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita seperti biasa,” ujar Dadan saat dihubungi Bisnis melalui pesan teks, Minggu (21/12/2025).

    Sementara untuk siswa sekolah, Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan inventarisasi jumlah serta frekuensi kehadiran siswa selama masa libur Nataru.

    “Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” katanya.

    Pada awal masa libur sekolah, lanjut Dadan, siswa akan dibekali makanan siap santap untuk maksimal empat hari dengan menu berkualitas, seperti telur, buah, susu, serta abon atau dendeng. Adapun untuk sisa hari libur, distribusi MBG akan disesuaikan dengan kesiapan siswa.

    “Jika siswa bersedia datang ke sekolah, dibagikan di sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelasnya.

    Dadan menegaskan bahwa pembagian MBG selama libur Nataru tetap berjalan dan tidak dihentikan, kecuali pada hari libur resmi yang ditetapkan sebagai tanggal merah.

    “Tetap lanjut, kecuali di libur-libur resmi tanggal merah,” tegasnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester.

    Kelompok 3B—yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita—tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah. Sementara itu, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada satuan pendidikan atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.

    Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini menjadi prioritas pemerintah karena risiko gizi buruk cenderung meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.

    “Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi,” ujar Khairul, Rabu (15/12/2025).

    Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi yang terdiri dari satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh SPPG dan dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan kaidah gizi seimbang sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). 

    Menurut Khairul, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak selama libur, tetapi juga memberikan kepastian bagi keluarga penerima manfaat. 

    “Program MBG selama libur sekolah adalah bentuk kepedulian negara. Kami ingin memastikan keluarga tetap merasa tenang karena anak-anak dan kelompok rentan tetap mendapatkan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” pungkasnya.

  • Libur Sekolah, BGN Pastikan Ibu Hamil-Menyusui dan Anak Balita Tetap Terima MBG

    Libur Sekolah, BGN Pastikan Ibu Hamil-Menyusui dan Anak Balita Tetap Terima MBG

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kelompok rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok 3B) tetap menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) enam hari dalam sepekan, meski sekolah memasuki masa libur semester.

    Kebijakan ini merujuk pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.

    Dalam pedoman tersebut, BGN memastikan bahwa pelayanan bagi Kelompok 3B tidak mengalami jeda karena mereka merupakan penerima manfaat yang membutuhkan asupan gizi rutin serta terukur. Distribusi MBG bagi kelompok ini dilaksanakan secara reguler dari Senin hingga Sabtu, tanpa penyesuaian jadwal meskipun sekolah libur.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa keberlanjutan layanan ini menjadi prioritas karena risiko kekurangan gizi justru dapat meningkat pada masa libur ketika pola makan keluarga tidak terpantau.

    “Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah kelompok yang paling membutuhkan perhatian. Karena itu, meskipun sekolah libur, distribusi MBG untuk Kelompok 3B tetap berjalan enam hari sepekan. Ini merupakan amanat pedoman resmi dan wujud komitmen negara menjaga gizi sejak dini,” jelas Hida di Jakarta, dilansir pada Sabtu (20/12).

    Hida menjelaskan bahwa pedoman yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN tersebut menjadi dasar operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia dalam memastikan distribusi tetap aman, higienis, dan sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).