Tag: KH Ma’ruf Amin

  • Begini Penjelasan Gus Ipul tentang Jadwal Muktamar NU

    Begini Penjelasan Gus Ipul tentang Jadwal Muktamar NU

    Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, angkat bicara terkait rencana Muktamar ke-35 NU yang belum bisa disampaikan kepada publik, hari Minggu (28/12/2025).

    “Nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” ujar Gus Ipul singkat usai pertemuan antara pengurus PBNU di Surabaya hari ini.

    Ia menambahkan, terkait kapan Muktamar ke-35 NU ini digelar masih menunggu hasil rapat intens. Rapat antara Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU dan Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam.

    “Belum bisa (disebutkan kapan), nanti tunggu Kiai Miftahul Akhyar dengan Gus Yahya,” tambahnya.

    Sebagai informasi, diberitakan sebelumnya bahwa Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025). Pertemuan itu juga diikuti sejumlah Mustasyar PBNU, antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, Prof Machasin, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

    Pertemuan itu di antaranya menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU secepat-cepatnya dipimpin Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf.

    Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh menyampaikan bahwa PBNU menyambut baik hasil kesepakatan forum tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketertiban organisasi dan keutuhan jam’iyah.

    “PBNU siap melaksanakan Muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” katanya. [rma/but]

  • PBNU Bakal Muktamar, Siapa yang Berpotensi Jabat Ketua Umum?

    PBNU Bakal Muktamar, Siapa yang Berpotensi Jabat Ketua Umum?

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan yang juga sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhibbul Aman Aly menambahkan rapat di Kediri tersebut digelar atas perintah Rais Aam PBNU dan bertempat di Pesantren Lirboyo Kediri.

    “Rapat ini adalah rapat Syuriyah PBNU, yang menyelenggarakan PBNU atas perintah Rais Aam hanya bertempat di Lirboyo (Pesantren Lirboyo Kediri). Jadi, keputusan ini keputusan resmi PBNU dengan mengundang mustasyar dan para Rais Aam,” kata dia.

    Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori.

    Hadir pula KH Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU H. Amin Said Husni.

    Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.

    Sampai saat ini, belum ada nama yang mencuat bakal bertarung. Tanggal pasti muktamar pun belum jelas.
    (Arya/Fajar)

  • Ma’ruf Amin Apresiasi Kesepakatan Muktamar NU Bersama Rais Aam dan Ketum PBNU

    Ma’ruf Amin Apresiasi Kesepakatan Muktamar NU Bersama Rais Aam dan Ketum PBNU

    Liputan6.com, Jakarta – Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mengapresiasi tercapainya kesepakatan penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) secara bersama antara Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU hasil Muktamar ke-34 Lampung.

    Kesepakatan itu dicapai dalam rapat konsultasi di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

    “Pertemuan ini berakhir bagus. Ujungnya ada kesepakatan dan segera diadakan muktamar yang tidak satu pihak tapi bersama. Tetap ada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, jadi bersama-sama membentuk kepanitiaan menyelenggarakan muktamar,” kata Ma’ruf Amin.

    Ia menambahkan, dalam rapat sebelumnya bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Pesantren Lirboyo, arah pembahasan juga mengerucut pada penyelenggaraan muktamar sebagai jalan penyelesaian.

    “Kemarin juga di sini mengarahnya, ujungnya muktamar. Mustasyar, kiai sepuh hanya memfasilitasi ke arah yang sama menghilangkan konflik. Dengan menyelenggarakan muktamar, tidak ada konflik,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan rasa syukur atas kesepakatan tersebut dan berterima kasih kepada para kiai sepuh yang terus membimbing proses penyelesaian dinamika organisasi.

    “Tidak ada ungkapan selain syukur alhamdulillah dan terima kasih ke para sesepuh ulama, sesepuh mustasyar yang membimbing semua sehingga hari ini disepakati secara penuh tetap bahwa selanjutnya akan diselenggarakan muktamar yang normal,” ujarnya.

     

    Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar memberikan penjelasan terkait pemberhentian Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf lewat tabayun resmi Rais Aam PBNU bertajuk “Menempatkan Pemberhentian Ketua Umum dalam Koridor Kon…

  • Diiringi Hujan, Gus Yahya Serahkan Tongkat KH Miftahul Akhyar yang Tertinggal

    Diiringi Hujan, Gus Yahya Serahkan Tongkat KH Miftahul Akhyar yang Tertinggal

    Kediri (beritajatim.com) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar menyepakati penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU sesegera mungkin sebagai jalan islah dalam Rapat Konsultasi Syuriyah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12/2025).

    Pertemuan strategis untuk mengakhiri konflik internal organisasi Islam terbesar di dunia ini diwarnai momen emosional yang dramatis saat hujan tiba-tiba turun membasahi bumi Lirboyo tepat ketika perdamaian tercapai.

    Sebuah kejadian unik terekam sesaat setelah KH Miftachul Akhyar keluar dari ruang pertemuan tertutup menuju mobilnya. Menyadari tongkat milik Rais ‘Aam tertinggal di dalam ruangan, Gus Yahya secara spontan bergegas mengambilnya.

    Tanpa memedulikan penampilannya yang hanya mengenakan satu kaos kaki, Gus Yahya langsung memakai sepatu dan berlari di bawah guyuran hujan untuk menyerahkan tongkat tersebut secara langsung kepada Kiai Miftah sebelum kendaraan berangkat.

    Sebelumnya, suasana haru juga menyelimuti lokasi sejak jalannya rapat utama. Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar tampak berjabat tangan dan berpelukan sangat erat di hadapan para kiai sepuh.

    Gus Yahya terlihat mencium dada kanan dan kiri KH Miftachul Akhyar sembari membisikkan kata-kata lirih, sebuah gestur yang menyiratkan bahwa segala persoalan organisasi telah diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan kebijaksanaan.

    Momen langka tersebut membuat banyak saksi mata di lokasi meneteskan air mata. Setelah berpelukan dengan Rais ‘Aam, Gus Yahya melanjutkan prosesi musofahah atau bersalaman dan sungkem kepada para kiai sepuh yang hadir. Di antaranya adalah pengasuh utama Pesantren Lirboyo KH Anwar Mansyur dan pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli.

    Keputusan Muktamar ke-35 ini diambil secara mufakat sebagai langkah konstitusional untuk menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Shohib (Gus Muid), menegaskan bahwa rapat konsultasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral para ulama terhadap kondisi organisasi yang belakangan mengalami eskalasi konflik.

    “Forum ini dilandasi keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi di PBNU. Para ulama sepakat bahwa Muktamar menjadi jalan konstitusional dan bermartabat untuk menjaga kemaslahatan NU,” ujar Abdul Muid Shohib dalam keterangan tertulisnya.

    Rapat Konsultasi Syuriyah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci NU, termasuk jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, serta para Mustasyar PBNU. Nama-nama besar seperti KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin turut memberikan bobot legitimasi pada keputusan yang dihasilkan di jantung pesantren Jawa Timur tersebut.

    Gus Muid memaparkan bahwa langkah ini adalah kelanjutan dari rangkaian musyawarah sebelumnya di berbagai pesantren, termasuk Musyawarah Kubro di Lirboyo pada 21 Desember lalu. Karena berbagai masukan dan tawshiyah yang diberikan sebelumnya belum mampu meredam konflik sepenuhnya, forum tertinggi yakni Muktamar akhirnya dipilih sebagai solusi final.

    “Berbagai masukan dan tawshiyah para sesepuh NU sudah disampaikan, baik melalui forum resmi maupun secara personal. Namun karena konflik belum juga mereda, maka Muktamar dipandang sebagai solusi terbaik,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil tabayun di depan Rais ‘Aam dan Mustasyar, Muktamar ke-35 NU nantinya akan diselenggarakan secara bersama oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU.

    Keduanya akan mendapatkan bimbingan langsung dari para masyayikh sepuh dan Mustasyar, termasuk dalam menentukan waktu, tempat, hingga pembentukan kepanitiaan yang sah (legitimate).

    “Keputusan ini diharapkan menjadi ikhtiar islah demi persatuan NU, dan keberlanjutan peran NU bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Gus Muid. [ian]

  • Momen Haru, Saat Gus Yahya Peluk Erat Rais ‘Aam PBNU di Lirboyo Disaksikan Para Kyai Sepuh

    Momen Haru, Saat Gus Yahya Peluk Erat Rais ‘Aam PBNU di Lirboyo Disaksikan Para Kyai Sepuh

    Kediri (beritajatim.com) – Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025), secara mufakat memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dalam waktu sesegera mungkin. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah konstitusional untuk mengakhiri eskalasi konflik internal serta menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

    Momen emosional mewarnai jalannya pertemuan saat Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saling berjabat tangan dan berpelukan erat di hadapan para kiai sepuh. Gus Yahya tampak mencium dada kanan dan kiri KH Miftachul Akhyar sambil berbisik lirih, sebuah gestur yang menggambarkan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan dan kebijaksanaan.

    Suasana haru tersebut berlanjut saat Gus Yahya melakukan musofahah atau bersalaman dan sungkem kepada para kiai sepuh yang hadir. Di antaranya adalah pengasuh utama pesantren tuan rumah, KH Anwar Mansyur (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), yang menyaksikan langsung prosesi islah tersebut.

    Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Shohib (Gus Muid), menyatakan bahwa rapat konsultasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral para ulama terhadap kondisi organisasi. Forum ini menjadi titik temu setelah adanya rangkaian musyawarah di berbagai pesantren besar seperti Al-Falah Ploso dan Tebuireng Jombang dalam beberapa waktu terakhir.

    “Forum ini dilandasi keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi di PBNU. Para ulama sepakat bahwa Muktamar menjadi jalan konstitusional dan bermartabat untuk menjaga kemaslahatan NU,” ujar Abdul Muid Shohib dalam keterangan tertulisnya.

    Selain jajaran inti Syuriyah dan Tanfidziyah, rapat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh senior dan Mustasyar PBNU, termasuk KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH Machasin. Kehadiran para tokoh bangsa ini mempertegas legitimasi keputusan yang diambil di Jantung “Kota Santri” Kediri tersebut.

    Gus Muid menjelaskan bahwa keputusan Muktamar diambil sebagai solusi terbaik karena dinamika internal yang belum mereda meski berbagai masukan telah disampaikan. Sebelumnya, pada 21 Desember 2025, telah digelar Musyawarah Kubro di Lirboyo yang melibatkan pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia sebagai dasar pertimbangan rapat hari ini.

    “Berbagai masukan dan tawshiyah para sesepuh NU sudah disampaikan, baik melalui forum resmi maupun secara personal. Namun karena konflik belum juga mereda, maka Muktamar dipandang sebagai solusi terbaik,” jelas Gus Muid.

    Berdasarkan hasil tabayun di depan Rais ‘Aam dan Mustasyar, disepakati bahwa Muktamar ke-35 NU akan diselenggarakan secara bersama oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU. Pelaksanaannya akan melibatkan bimbingan para masyayikh sepuh untuk menjamin legitimasi forum tertinggi organisasi tersebut.

    Mengenai detail teknis, waktu, tempat, dan susunan kepanitiaan Muktamar akan diputuskan bersama melalui mekanisme yang melibatkan unsur Mustasyar dan pengasuh pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas organisasi agar NU dapat terus menjalankan perannya bagi umat dan bangsa.

    “Keputusan ini diharapkan menjadi ikhtiar islah demi persatuan NU, dan keberlanjutan peran NU bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Gus Muid. [ian]

  • Rekonsiliasi di Lirboyo, PBNU Sepakati Muktamar Bersama

    Rekonsiliasi di Lirboyo, PBNU Sepakati Muktamar Bersama

    Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur pada Kamis (25/12/2025) membuahkan kesepakatan antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar untuk pelaksanaan muktamar bersama pada 2026.

    “Alhamdulillah hasil pertemuan pada hari ini memutuskan kesepakatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya,” kata Juru bicara Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Muid Shohib, ditemui usai rapat tersebut, dikutip dari Antara.

    Ia mengatakan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU akan diserahkan ke PBNU dengan melibatkan mustasyar, sesepuh NU hingga pengasuh pondok pesantren.

    “Dan penyelenggaraannya diserahkan pada PBNU dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum yang menjadi mandataris Muktamar Lampung dengan melibatkan mustasyar, sesepuh NU, pengasuh pesantren di dalam menentukan waktu, tempat dan kepanitiaannya,” kata dia.

    Dirinya enggan untuk menjelaskan kapan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tersebut dan hanya mengatakan akan diselenggarakan secepatnya. Hal itu juga terkait dengan lokasi yang akan dibahas dalam forum selanjutnya.

    Gus Muid, sapaan akrab KH Abdul Muid Shohib menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dibuat untuk menjaga keteduhan dan kebersamaan NU.

    “Ini untuk menjaga kebersamaan dan keteduhan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Kesimpulan ini berarti islah, bareng-bareng untuk Muktamar 2026. Waktu dan tempat menyusul,” kata dia.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Besuk Pasuruan yang juga sebagai Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly menambahkan rapat di Kediri tersebut digelar atas perintah Rais Aam PBNU dan bertempat di Pesantren Lirboyo Kediri.

    “Rapat ini adalah rapat Syuriyah PBNU, yang menyelenggarakan PBNU atas perintah Rais Aam hanya bertempat di Lirboyo (Pesantren Lirboyo Kediri). Jadi, keputusan ini keputusan resmi PBNU dengan mengundang mustasyar dan para Rais Aam,” kata dia.

    Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori.

    Hadir pula KH Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf juga hadir beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU H. Amin Said Husni.

    Sementara itu, jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.

  • Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo

    Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya tercapai dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh (sesepuh) dan mustasyar (dewan penasihat) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
    “Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi
    jam’iyah
    adalah melalui
    Muktamar bersama
    ,” ujar Yahya usai pertemuan, dia sampaikan lewat siaran pers, Kamis (25/12/2025).
    Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut mempertemukan dua pucuk pimpinan PBNU dalam satu forum sekaligus menandai berakhirnya ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
    Karena itu, sebagai solusi bersama, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.
    “Musyawarah di Lirboyo ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya,” ucapnya.
    Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai dengan AD/ART NU, perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
    Kesepakatan islah dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah.
    Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
    Di antaranya Wakil Presiden RI periode 2019–2024 yang juga Mustasyar PBNU, KH Ma’ruf Amin, yang pada pertemuan sebelumnya mengikuti agenda secara daring.
    Hadir pula para masyayikh dan kiai sepuh NU lainnya yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalan musyawarah dan persatuan.
    Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU.
    Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan
    KH Miftachul Akhyar
    sebagai Rais Aam dan
    KH Yahya Cholil Staquf
    sebagai Ketua Umum.
    Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
    “Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” pungkas Yahya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama

    Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama

    Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) karena alasan usia yang sudah lanjut.
    “Hal ini berkaitan dengan usia saya yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama pengabdian saya di MUI,” tulis Kiai Ma’ruf dalam surat yang telah dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/12/2025).
    Ma’ruf menjelaskan, ia sudah mengabdi mulai dari menjadi anggota komisi fatwa, lalu ketua umum MUI dan ketua dewan pertimbangan MUI dua periode berturut-turut.
    Dengan pengabdian yang lama itu, Ma’ruf merasa sudah saatnya ia untuk istirahat dan mengundurkan diri.
    Ma’ruf juga ingin agar ada regenerasi tugas serta tanggung jawab dari tokoh muda MUI.
    “Maka sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” ucapnya.
    Melalui surat
    pengunduran diri
    , Ma’ruf menyampaikan permohonan maaf jika ada tutur kata dan tindakan yang tidak berkenan selama menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.
    “Semoga MUI dapat semakin maju ke depannya. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran pengurus MUI,” ucapnya.
    Ma’ruf mengaku sangat bangga bisa bekerja sama membangun dan membesarkan MUI.
    Pengunduran diri
    Ma’ruf Amin
    juga dibenarkan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Zainut Tauhid Sa’adi yang juga menyampaikan alasan serupa.
    “Alasan mundur Bapak KH Ma’ruf Amin didasari oleh kearifan beliau dalam melihat urgensi penguatan organisasi,” tutur Zainut.
    Zainut menuturkan, Ma’ruf Amin dengan penuh kesadarannya ingin mulai mengurangi aktivitas di ranah struktural organisasi.
    “Beliau memandang bahwa masa pengabdian dan khidmat beliau di struktur MUI selama ini sudah cukup panjang. Beliau berharap langkah ini dapat mendorong percepatan
    regenerasi kepemimpinan
    di tubuh Majelis Ulama Indonesia,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama

    Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama

    Ma’ruf Amin Mundur dari MUI karena Usia Lanjut dan Jabatan Terlalu Lama
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) karena alasan usia yang sudah lanjut.
    “Hal ini berkaitan dengan usia saya yang sudah lanjut dan sudah terlalu lama pengabdian saya di MUI,” tulis Kiai Ma’ruf dalam surat yang telah dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/12/2025).
    Ma’ruf menjelaskan, ia sudah mengabdi mulai dari menjadi anggota komisi fatwa, lalu ketua umum MUI dan ketua dewan pertimbangan MUI dua periode berturut-turut.
    Dengan pengabdian yang lama itu, Ma’ruf merasa sudah saatnya ia untuk istirahat dan mengundurkan diri.
    Ma’ruf juga ingin agar ada regenerasi tugas serta tanggung jawab dari tokoh muda MUI.
    “Maka sudah saatnya saya untuk istirahat dan mengundurkan diri dari kepengurusan MUI, demi regenerasi tugas dan tanggung jawab kepada tokoh lain yang lebih muda dan kompeten,” ucapnya.
    Melalui surat
    pengunduran diri
    , Ma’ruf menyampaikan permohonan maaf jika ada tutur kata dan tindakan yang tidak berkenan selama menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI.
    “Semoga MUI dapat semakin maju ke depannya. Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh jajaran pengurus MUI,” ucapnya.
    Ma’ruf mengaku sangat bangga bisa bekerja sama membangun dan membesarkan MUI.
    Pengunduran diri
    Ma’ruf Amin
    juga dibenarkan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI Zainut Tauhid Sa’adi yang juga menyampaikan alasan serupa.
    “Alasan mundur Bapak KH Ma’ruf Amin didasari oleh kearifan beliau dalam melihat urgensi penguatan organisasi,” tutur Zainut.
    Zainut menuturkan, Ma’ruf Amin dengan penuh kesadarannya ingin mulai mengurangi aktivitas di ranah struktural organisasi.
    “Beliau memandang bahwa masa pengabdian dan khidmat beliau di struktur MUI selama ini sudah cukup panjang. Beliau berharap langkah ini dapat mendorong percepatan
    regenerasi kepemimpinan
    di tubuh Majelis Ulama Indonesia,” tuturnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Hasil Musyawarah Kubro Sesepuh NU di Lirboyo: Islah atau Gelar Muktamar PBNU
                
                    
                        
                            Surabaya
                        
                        21 Desember 2025

    Hasil Musyawarah Kubro Sesepuh NU di Lirboyo: Islah atau Gelar Muktamar PBNU Surabaya 21 Desember 2025

    Hasil Musyawarah Kubro Sesepuh NU di Lirboyo: Islah atau Gelar Muktamar PBNU
    Tim Redaksi
    KEDIRI, KOMPAS.com
    – Para sesepuh dan alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Musyawarah Kubro untuk menyikapi konflik yang tengah terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
    Musyawarah yang berlangsung di Aula Muktamar Pondok Pesantren
    Lirboyo
    , Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025) itu diikuti oleh ratusan peserta.
    Mereka yang hadir adalah jajaran Mustasyar
    PBNU
    , di antaranya KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Sirodj, KH Muhammad Nuh Addawami, dan KH Zaki Mubarok.
    Selain itu, hadir jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, pimpinan lembaga dan badan otonom tingkat pusat, para pengasuh pondok pesantren, serta perwakilan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia.
    “Musyawarah diikuti oleh 601 peserta secara langsung dan 546 peserta secara daring, yang merepresentasikan 308 PWNU dan PCNU,” ujar Abdul Muid Shohib, Juru Bicara Musyawarah Besar, dalam siaran persnya Minggu.
    Hasil kegiatan tersebut, kata Abdul Muid Shohib, forum Musyawarah Kubro menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas semakin meruncingnya konflik internal di tubuh PBNU beserta dinamika yang menyertainya.
    Padahal, sebelumnya telah dilakukan berbagai upaya islah melalui forum para masyayikh dan sesepuh
    NU
    , termasuk musyawarah di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan Pesantren Tebuireng, Jombang.
    Atas kondisi itu, pembahasan para peserta forum Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh NU tersebut menghasilkan sejumlah hal.
    Mulai dari tetap menyerukan terjadinya islah hingga ultimatum
    Muktamar Luar Biasa
    (MLB).
    Musyawarah Kubro memandang bahwa konflik internal PBNU yang berkepanjangan telah meruntuhkan marwah dan wibawa Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, serta secara nyata menggerus kepercayaan umat dan publik terhadap NU.
    Demi menjaga keutuhan Jam’iyyah dan mengembalikan kehormatan Nahdlatul Ulama, Musyawarah Kubro meminta kepada Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU untuk melakukan islah secara sungguh-sungguh, paling lambat dalam waktu 3×24 jam, terhitung sejak Ahad, 21 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.
    Apabila islah tidak dapat dilaksanakan, Musyawarah Kubro meminta kepada kedua pihak untuk menyerahkan kewenangan dan kepercayaan kepada Mustasyar PBNU guna menyelenggarakan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026, dalam waktu 1×24 jam setelah berakhirnya tenggat waktu islah.
    Apabila kewenangan tersebut juga tidak diserahkan kepada Mustasyar, Musyawarah Kubro bersepakat untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) melalui penggalangan dukungan 50 persen + 1 PWNU dan PCNU, yang diselenggarakan selambat-lambatnya sebelum keberangkatan kloter pertama jemaah haji tahun 2026.
    Kepanitiaan MLB disusun oleh dan dari unsur PWNU dan PCNU, dengan melibatkan unsur internal NU yang dipandang perlu.
    “Demikian hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh Nahdlatul Ulama ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” ucap Abdul Muid Shohib.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.