Tag: Karyoto

  • Budi Arie Setiadi: Berhenti Memfitnah dan Mem-Framing, Dia Akan Kebakar Sendiri!

    Budi Arie Setiadi: Berhenti Memfitnah dan Mem-Framing, Dia Akan Kebakar Sendiri!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengonfirmasi bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus judi online yang melibatkan oknum di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemeriksaan dilakukan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (19/12).

    “Betul, saya memberikan keterangan sebagai saksi. Oleh karena itu, berhenti memfitnah dan mem-framing karena dia akan kebakar sendiri,” ujar Budi kepada awak media usai pemeriksaan.

    Budi, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), mengatakan bahwa pemeriksaan berlangsung selama dua jam. Namun, ia enggan mengungkapkan isi pemeriksaan lebih lanjut. “Mengenai materi dan isi keterangan yang saya berikan hari ini, silakan ditanyakan kepada pihak penyidik yang berwenang,” tambahnya.

    Ketika ditanya apakah dirinya akan kembali dipanggil untuk pemeriksaan lanjutan, Budi meminta media untuk mencari jawabannya langsung dari penyidik. “Tanya ke penyidik,” tegasnya.

    Budi juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa rumahnya digeledah oleh aparat terkait kasus tersebut. “Tidak, itu fitnah,” katanya menepis rumor yang beredar.

    Kasus judi online yang menyeret oknum Komdigi ini sebelumnya telah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sebanyak 28 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, dengan rincian 24 orang ditangkap dan empat lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

    Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Karyoto, menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen kuat pihak kepolisian dalam memberantas praktik judi online di Indonesia. (antara-zak/fajar)

  • Kapolda Metro Minta Warga Tidak Konvoi pada Malam Tahun Baru
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Kapolda Metro Minta Warga Tidak Konvoi pada Malam Tahun Baru Megapolitan 20 Desember 2024

    Kapolda Metro Minta Warga Tidak Konvoi pada Malam Tahun Baru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –

    Kapolda Metro Jaya
    , Irjen Pol Karyoto, mengimbau warga untuk tidak melakukan konvoi saat malam pergantian tahun 2025.
    “Dari masyarakat belum ada pengajuan (konvoi). Tapi, kalau ada pun, kami imbau untuk tidak melakukan konvoi,” kata Karyoto di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024).
    Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan menggelar
    Operasi Lilin 2024
    untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
    Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 22 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.
    “Operasi ini melibatkan 141.605 personel gabungan yang terdiri dari 75.447 personel Polri, 13.826 personel TNI, dan 52.332 personel dari berbagai instansi terkait,” jelas Karyoto.
    Ia menambahkan bahwa terdapat tambahan 67.030 personel TNI yang diperbantukan, sehingga total 80.856 personel TNI disiagakan untuk operasi tersebut.
    Polda Metro Jaya juga telah mendirikan 2.794 posko yang terdiri dari 1.852 pos pengamanan, 735 pos pelayanan, dan 207 pos terpadu di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya.
    Posko-posko ini bertujuan untuk mengamankan 61.452 obyek, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata, serta lokasi perayaan tahun baru.
    “Diharapkan pos-pos tersebut dapat memberikan pelayanan prima dan pengamanan optimal bagi masyarakat,” pungkas Karyoto.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Budi Arie Sebut Tak Ada Satu Pun Orang di Projo yang Terlibat Kasus Judol Komdigi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2024

    Budi Arie Sebut Tak Ada Satu Pun Orang di Projo yang Terlibat Kasus Judol Komdigi Megapolitan 20 Desember 2024

    Budi Arie Sebut Tak Ada Satu Pun Orang di Projo yang Terlibat Kasus Judol Komdigi
    Editor
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo),
    Budi Arie Setiadi
    menyebutkan, tak ada anggota Pro Jokowi (Projo) yang terlibat dalam kasus pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lindungi judi
    online
    (judol).
    “Tidak ada satu pun orang Projo yang terlibat,” ungkap
    Budi Arie
    secara eksklusif kepada
    Kompas.com
    , Kamis (19/12/2024).
    Budi Arie menambahkan, staf khusus maupun tenaga ahlinya juga tidak terlibat dalam kasus beking situs judol oleh pegawai Komdigi.
    Ia juga memastikan dirinya tak terlibat dalam kasus tersebut karena bertolak belakang dengan komitmennya.
    “Saya menteri yang sangat serius memberantas judol. Tidak ada indikasi apa pun yang bisa menyeret saya secara hukum,” tegasnya.
    Lebih lanjut, Budi Arie menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan untuk melindungi judol.
    “Tidak pernah ada perintah, baik lisan apalagi tertulis untuk melindungi judol. Tidak ada satupun situs judol yang saya larang di-
    takedown
    . Tidak ada aliran dana,” pungkasnya.
    Diketahui, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menetapkan 26 orang sebagai tersangka terkait skandal judi
    online
    yang melibatkan oknum pegawai di Kemenkomdigi.
    Ke-26 tersangka tersebut memiliki peran masing-masing, mulai dari bandar, pemilik atau pengelola
    website
    , hingga agen pencari situs judi.
    Selain itu, ada juga yang berperan sebagai penampung uang setoran dari agen hingga memverifikasi
    website
    judol agar tidak terblokir.
    Padahal, Kementerian Komdigi sedianya memiliki kewenangan memblokir situs judi. Namun, mereka justru memanfaatkan wewenang tersebut untuk meraup keuntungan pribadi.
    Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun, Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun, serta Pasal 5 juncto Pasal 2 Ayat (1) huruf t dan huruf z UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.
    Setelah pengungkapan kasus ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memastikan, pihaknya juga menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terhadap pegawai Kementerian Komdigi yang terlibat kasus perlindungan ribuan situs judi online (judol).
    “Selaras dengan pengungkapan kasus tindak pidana perjudian, kami juga sedang mengusut dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum aparatur yang ada di Komdigi,“ kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto di Polda Metro Jaya, Senin (25/11/2024).
    Eks Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mengatakan, kasus ini ditangani oleh Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
    “Subdit Tipidkor Polda Metro Jaya telah melakukan permintaan keterangan terhadap 18 orang saksi,” ujar Karyoto.
    Pada kasus dugaan korupsi ini, mereka yang terlibat disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b, atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf b juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta Pasal 5 ayat (1) huruf a, Pasal 5 ayat (1) huruf b, atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pimpin Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2024, Kapolda Metro Ingatkan Ancaman Kejahatan Konvensional – Halaman all

    Pimpin Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2024, Kapolda Metro Ingatkan Ancaman Kejahatan Konvensional – Halaman all

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengingatkan ancaman kejahatan konvensional yang kerap terjadi di momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

    Hal itu disampaikan saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Jaya 2024 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024) pagi.

    “Kami akan terus tingkatkan patroli TNI-Polri dan stakeholder lainnya akan terus memetakan,” ucap Karyoto.

    Menurutnya, penting kesadaran masyarakat yang mungkin akan mudik ke kampung halaman.

    Karyoto berpesan untuk menitipkan barang-barang berharga kepada Ketua RT atau pengurus lingkungan.

    “Jangan sungkan untuk menitipkan kendaraan atau properti itu atau kepada kami, Pak Pangdam juga siap membuka kantornya, kami juga siap membuka kantornya, Pj Gubernur juga sama,” sambungnya.

    Di sisi lain arus pergerakan manusia melalui moda transportasi diprediksi akan naik yakni kendaraan roda 2 dan roda 4.

    Kemudian penggunaan jalur kereta api, kendaraan umum, kapal laut, dan juga pesawat udara.

    “Nah ini jumlahnya memang ada lonjakan hampir secara nasional rata-rata 3,04 persen, ini tadi juga diharapkan juga dengan adanya proses pergerakan kehidupan sosial masyarakat ini bisa juga memberikan dampak yang baik kepada daerah-daerah yang dituju sebagai daerah tujuan bagi pemudik,” ujarnya.

    Dalam apel gelar pasukan, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto didampingi Pangdam Jaya Mayjen Rafael Granada Baay dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.

    Ribuan personel gabungan berbaris rapi di Silang Monas, Jakarta Pusat. 

    Adapun apel tersebut dimulai dengan pengecekan pasukan oleh Irjen Karyoto dan Mayjen Rafael Granada Baay, dan Teguh Setyabudi.

    Kerahkan Ratusan Ribu Personel

    Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan Operasi Lilin 2024 akan berlangsung selama 13 hari, dari 21 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

    Sebanyak 141.605 personel gabungan serta mendirikan 2.794 posko terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

    Irjen Sandi menjelaskan Operasi Lilin bertujuan menjamin keamanan masyarakat di masa libur panjang ini. 

    “Kegiatan ini adalah upaya kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan menjalankan aktivitas, baik untuk ibadah, perjalanan mudik, maupun rekreasi,” kata dia.

    TNI-Polri dan seluruh stakeholder akan bergabung bersam menyiapkan 2.794 Posko terdiri dari 1.852 Pos PAM, 735 Pos Pelayanan, dan 207 Pos Terpadu untuk mengamankan 61.452 obyek pengamanan, di antaranya gereja, pusat perbelanjanaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, obyek wisata, maupun obyek perayaan tahun baru.

  • Kapolda Metro-Pangdam Jaya Pimpin Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru

    Kapolda Metro-Pangdam Jaya Pimpin Apel Pengamanan Natal dan Tahun Baru

    Jakarta

    Polda Metro Jaya bersama TNI menggelar apel gabungan dalam rangka Operasi Lilin Jaya pengamanan Natal 2024 dan tahun baru 2025. Apel dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Pangdam Jaya Mayjen Rafael Granada Baay, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi.

    Apel digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat Pusat, Jumat (20/12/2024). Turut hadir di lokasi Kepala Dishub Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin, para pejabat utama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya hingga Kapolres Jajaran.

    Ribuan personel gabungan sudah berbaris rapi di Silang Monas, Jakarta Pusat. Apel dimulai dengan pengecekan pasukan oleh Irjen Karyoto dan Mayjen Rafael Granada Baay, dan Teguh Setyabudi.

    Sebelumnya Irjen Karyoto mengatakan pihaknya bersama stakeholder terkait siap mengamankan perayaan Natal 2024 dan tahun baru 2025. Sebanyak 4.357 personel gabungan diterjunkan.

    “Total 4.357 itu (personel) gabungan. Itu belum Satpol PP, Dinas Kesehatan, SAR, dan lain-lain,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto kepada wartawan, Kamis (18/12).

    Karyoto mengatakan pengamanan Natal dan tahun baru sangatlah krusial. Sebab, kata dia, nantinya ada peningkatan eskalasi massa yang turut serta merayakan momentum tersebut.

    Berdasarkan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait, di Jakarta sendiri ada beberapa titik yang diprediksi akan dipadati masyarakat. Dua di antaranya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur dan Ancol di Jakarta Utara.

    Karyoto mengimbau semua pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban. Dia meminta masyarakat yang akan merayakan momentum Natal dan tahun baru menjaga suasana tetap kondusif.

    (wnv/zap)

  • Polda Metro Antisipasi Ancaman Teror saat Perayaan Nataru di Jakarta

    Polda Metro Antisipasi Ancaman Teror saat Perayaan Nataru di Jakarta

    Jakarta, CNN Indonesia

    Polda Metro Jaya mengantisipasi ancaman aksi teror saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Ini (antisipasi ancaman teror) di tiap-tiap wilayah di seluruh Indonesia, itu ada Satgas. Satgas ini yang dari Densus berkolaborasi dengan, kalau di tingkat Polda adalah Direktorat Kriminal Umum dengan Kamneg (Keamanan negara), itu selalu monitor,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto kepada wartawan, Kamis (19/12).

    Karyoto menerangkan pihaknya juga meminta peran serta masyarakat untuk melapor jika menemukan ada hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar mereka.

    “Bahwa masyarakat punya peran yang sangat penting. Ketika ada warga yang tiba-tiba tinggal di situ, tertutup, itulah peran Bhabinkamtibmas, Bhabinsa,” ucap Karyoto.

    “Kalau ada hal-hal yang aneh bisa dilaporkan. Sehingga kita yang punya kewajiban untuk mendeteksi dan lain-lain, bisa turun lebih cepat,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Karyoto juga meminta masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif selama perayaan Nataru.

    “Seperti tadi masyarakat juga paham bahwa mencari hiburan adalah hal yang mungkin perlu tapi juga tidak berlebihan. Kita harapkan tidak ada yang mabuk-mabukan, masuk ke tempat hiburan tidak ada yang membawa senjata tajam,” ujarnya.

    Polda Metro Jaya mengerahkan 4.357 personel gabungan diterjunkan mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Total 4.357 itu (personel) gabungan. Itu belum Satpol PP, Dinas Kesehatan, SAR , dan lain-lain,” kata Karyoto kepada wartawan, Kamis (18/12).

    Karyoto mengatakan ribuan personel pengamanan itu akan diterjunkan untuk mengamankan perayaan Natal oleh umat Kristiani di berbagai gereja.

    Kemudian, ribuan personel itu juga akan langsung mengamankan momen pergantian tahun yang digelar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Dan kelihatannya di tahun ini yang akan ramai nanti di TMII dan Ancol. Taman Kini artisnya lebih top dari pada Ancol, karena daya tarik pengunjung adalah artis,” ucap dia.

    (dis/kid)

    [Gambas:Video CNN]

  • Budi Arie Bantah Rumahnya Digeledah Terkait Judol: Fitnah Itu!

    Budi Arie Bantah Rumahnya Digeledah Terkait Judol: Fitnah Itu!

    Budi Arie Bantah Rumahnya Digeledah Terkait Judol: Fitnah Itu!
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo),
    Budi Arie Setiadi
    membantah bila rumahnya digeledah terkait perkara
    judi online
    (judol).
    Hal itu disampaikan
    Budi Arie
    usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri hari ini, Kamis (19/12/2024).
    “Enggak ah fitnah itu, pokoknya saya membantu,” kata Budi Arie.
    Di sisi lain, ia juga meminta agar dirinya tidak dituduh terlibat judi online (judol).
    “Betul saya memberikan keterangan sebagai saksi,” kata Budi.
    “Karena itu berhenti memfitnah dan memframing karena dia akan kebakar sendiri,” ujar Budi.
    Budi Arie juga mengatakan bahwa kehadirannya di Bareskrim Polri dalam rangka membantu aparat penegak hukum mengusut kasus judi online di lingkungan Komdigi.
    “Saya sebagai warga negara yang taat hukum saya berkewajiban membantu Kepolisian dalam membantu penuntasan pemberantasan kasus judi online di linkungan Komdigi,” kata Budi usai diperiksa.
    Budi juga mengatakan bahwa sebagai anak bangsa, dirinya merasa wajib untuk memberantas kasus judi online, terutama dalam kaitannya dengan perlindungan terhadap masyarakat.
    “Yang kedua pemberantasan judi online merupakan tugas kita bersama sesama anak bangsa,” ujarnya.
    “Karena itu perlu konsistensi dan keteguhan hati untuk memberantas judi online ini terutama untuk perlindungan terhadap masyarakat,” tegasnya.
    Sementara itu, ketika ditanya lebih rinci terkait dengan materi dan pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak kepolisian, Budi mengatakan bahwa hal tersebut bisa ditanyakan langsung ke pihak Polri.
    “Terkait materi dan isi yang saya berikan hari ini, silahkan tanyakan ke penyidik yang berwenang,” tegasnya.
    Berdasarkan pantauan Kompas.com, Budi diperiksa sejak pukul 10.00 WIB pagi, dan selesai sekitar pukul 16.00 WIB sore. Namun, Budi mengatakan dirinya hanya diperiksa selama dua jam.
    “Dua jam,” jelasnya singkat.
    Sebagai informasi, Polisi menyita uang senilai Rp 166,686 miliar dari ke-24 tersangka kasus pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melindungi ribuan situs judi online (judol) pada Senin (25/11/2024).
    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memerinci, Rp 166,686 miliar itu meliputi uang tunai Rp 76,979 miliar dan saldo rekening e-commerce yang diblokir senilai Rp 29 miliar.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Soal Kemungkinan Ancaman Terorisme Saat Nataru, Kapolda Metro Jaya: Ada Satgas

    Soal Kemungkinan Ancaman Terorisme Saat Nataru, Kapolda Metro Jaya: Ada Satgas

    Jakarta, Beritasatu.com – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto merespons kemungkinan ancaman terorisme saat momen libur Natal dan Tahun Baru (nataru). Menurutnya, ada satgas khusus di tingkat polda seluruh Indonesia yang menangani ancaman terorisme. 

    “Satgas ini dari Densus berkolaborasi, kalau di tingkat polda adalah Direktorat Kriminal Umum dengan Kamneg (Badan Intelijen dan Keamanan Polri). Itu selalu monitor,” kata Karyoto kepada wartawan Kamis (19/12/2024).

    Dengan adanya satgas tersebut, Karyoto meminta masyarakat tak khawatir soal potensi aksi terorisme saat nataru. Alasannya, satgas tersebut bakal melakukan antisipasi terhadap terduga pelaku teror dengan gerak senyap, termasuk saat nataru. “Gerakannya senyap. Kalau ada yang terindikasi, sudah kita ambil,” kata dia.

    Lebih lanjut, Karyoto berharap peran masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut. Dia meminta semua warga mengawasi lingkungan sekitarnya.

    “Kalau ada hal-hal yang aneh (terorisme saat nataru) bisa dilaporkan, sehingga kita yang punya kewajiban mendeteksi dan lain-lain, bisa turun lebih cepat,” katanya.

  • Budi Arie Bicara Soal Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mafia Akses Komdigi

    Budi Arie Bicara Soal Diperiksa Jadi Saksi Kasus Mafia Akses Komdigi

    Jakarta

    Mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi tuntas diperiksa sebagai saksi di kasus mafia akses judi online di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Budi mengatakan siap membantu polisi.

    Budi Arie diperiksa selama 6 jam untuk menjawab 18 pertanyaan terkait dengan oknum pegawai Komdigi yang melindungi situs judi online. Budi Arie mengaku diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi.

    Budi Arie mengatakan dirinya memberikan keterangan kepada penyidik kepolisian. Dia meminta semua pihak berhenti memfitnah dan mem-framing dirinya.

    “Betul, saya memberi keterangan sebagai saksi, karena itu, berhenti memfitnah dan mem-framing, karena dia akan terbakar sendiri,” kata Budi Arie di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, dilansir dari detikNews, Kamis (19/12/2024).

    Meski demikian, Budi Arie enggan mengungkapkan substansi pemeriksaan. Dia meminta awak media untuk menanyakan hal tersebut kepada penyidik.

    “Substansi tanya ke pihak penyidik yang berwenang, ya udah,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, total ada 26 tersangka dalam kasus mafia buka akses website judi online (judol) yang melibatkan pegawai Komdigi. Selain itu, 4 orang lainnya ditetapkan sebagai DPO. Kasus tersebut ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Di satu sisi, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan Ditreskrimsus tengah mengembangkan kasus tersebut. Polisi memulai babak baru dengan menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi buntut kasus tersebut.

    (fay/fay)

  • Budi Arie Bantah Rumahnya Digeledah Terkait Judol: Fitnah Itu!

    Diperiksa Bareskrim, Budi Arie: Materinya Tanya Penyidik

    Diperiksa Bareskrim, Budi Arie: Materinya Tanya Penyidik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang saat ini berganti nama menjadi Komdigi,
    Budi Arie Setiadi
    enggan menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan dirinya terkait perkara
    judi online
    , yang berlangsung di Bareskrim Polri, Kamis (19/11/2024).
    Ketika ditanya materi dan pertanyaan yang ditanyakan oleh pihak kepolisian, Budi meminta awak media mengonfirmasi hal itu ke penyidik yang memeriksanya.
    “Terkait materi dan isi yang saya berikan hari ini, silakan tanyakan ke penyidik yang berwenang,” kata Budi usai pemeriksaan.
    Adapun kehadiran
    Budi Arie
    ke Bareskrim untuk memenuhi undangan pemeriksaan penyidik dalam kasus judi online di lingkungan Komidigi.
    “Saya sebagai warga negara yang taat hukum saya berkewajiban membantu Kepolisian dalam membantu penuntasan pemberantasan kasus judi online di linkungan Komdigi,” kata Budi usai diperiksa.
    Budi juga mengatakan dirinya merasa wajib untuk memberantas kasus judi online, terutama dalam kaitannya dengan perlindungan terhadap masyarakat.
    “Yang kedua pemberantasan judi online merupakan tugas kita bersama sesama anak bangsa,” ujarnya.
    “Karena itu perlu konsistensi dan keteguhan hati untuk memberantas judi online ini terutama untuk perlindungan terhadap masyarakat,” tegasnya.
    Sementara itu, Budi Arie mengaku bahwa penggeledahan rumahnya terkait dengan judi online atau
    judol
    adalah fitnah.
    “Enggak ah fitnah itu, pokoknya saya membantu,” kata Budi usai diperiksa di Bareskrim Polri, Kamis (19/12/2024).
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    , Budi diperiksa sejak pukul 10.00 WIB pagi, dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB sore. Namun, Budi mengatakan dirinya hanya diperiksa selama dua jam.
    “Dua jam,” jelasnya singkat.
    Sebagai informasi, Polisi menyita uang senilai Rp 166,686 miliar dari ke-24 tersangka kasus pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melindungi ribuan situs judi online (judol) pada Senin (25/11/2024).
    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto memerinci, Rp 166,686 miliar itu meliputi uang tunai Rp 76,979 miliar dan saldo rekening e-commerce yang diblokir senilai Rp 29 miliar.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.