Tag: Kamala Harris

  • Rupiah naik di tengah suasana ketidakpastian terkait Pemilu AS

    Rupiah naik di tengah suasana ketidakpastian terkait Pemilu AS

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Rupiah naik di tengah suasana ketidakpastian terkait Pemilu AS
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Rabu, 30 Oktober 2024 – 17:44 WIB

    Elshinta.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu ditutup naik di tengah suasana ketidakpastian terkait Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS) November 2024.

    Pada akhir perdagangan Rabu, rupiah meningkat 66 poin atau 0,42 persen menjadi Rp15.705 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.771 per dolar AS.

    “Suasana ketidakpastian terkait Pemilu AS menyelimuti kondisi pasar saat ini, dengan seksama fokus pelaku pasar akan tertuju pada pemilihan umum AS yang akan berlangsung pada 5 November nanti,” kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

    Menurut survei cepat, peluang Donald Trump untuk menang telah meningkat menjadi 52 persen dibandingkan dengan 48 persen untuk Wakil Presiden Kamala Harris. Meskipun demikian, calon dari Partai Demokrat ini masih unggul tipis di sebagian besar jajak pendapat.

    Selain itu, Taufan menuturkan mata uang rupiah mendapatkan kinerja yang positif akibat pergerakan dolar AS mengalami jeda setelah laporan ketenagakerjaan terbaru, data menunjukkan pertumbuhan yang beragam, di mana kenaikan upah lebih rendah dari perkiraan, memberi indikasi bahwa pasar tenaga kerja mungkin tidak sekuat yang diharapkan.

    Data tersebut mempengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS karena dapat mempengaruhi pandangan Federal Reserve mengenai tingkat suku bunga di masa depan.

    Di sisi lain, ketidakpastian global terkait inflasi AS dan perlambatan ekonomi di Eropa menjadi faktor tambahan yang dapat membatasi kenaikan dolar AS.

    Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke level Rp15.732 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.760 per dolar AS.

    Sumber : Antara

  • IHSG ditutup melemah ikuti bursa kawasan Asia

    IHSG ditutup melemah ikuti bursa kawasan Asia

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    IHSG ditutup melemah ikuti bursa kawasan Asia
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Rabu, 30 Oktober 2024 – 17:56 WIB

    Elshinta.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (30/10) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

    IHSG ditutup melemah 36,75 poin atau 0,48 persen ke posisi 7.569,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,43 poin atau 0,58 persen ke posisi 924,63.

    “IHSG dan bursa regional Asia melemah di saat pelaku pasar lebih berhati-hati jelang rilis data manufaktur China dan serangkaian rilis data ekonomi utama Amerika Serikat (AS) pekan ini, serta antisipasi pemilihan presiden AS dan keputusan suku bunga The Fed,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

    Dari China, pelaku pasar fokus terhadap penantian rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur untuk menilai dampak dari langkah-langkah stimulus terkini.

    Dari mancanegara, pelaku pasar masih terbebani potensi ancaman tarif dagang apabila dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS menghasilkan kemenangan besar bagi partai Republik.

    Kekhawatiran pasar tersebut merujuk hasil survei popular vote, capres Demokrat Kamala Harris yang unggul tipis dari capres Republik Donald Trump.

    Pelaku pasar juga bersiap terhadap data indikator ekonomi penting yang dapat mempengaruhi kebijakan The Fed, yang mana Gross Domestic Product (GDP) kuartal III-2024 AS akan dirilis hari ini, diikuti oleh laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis (30/10), serta data penggajian nonpertanian pada hari Jumat (01/11) waktu AS

    Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dengan sektor transportasi & logistik paling tinggi yaitu 0,28 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang kesehatan yang masing- masing naik sebesar 0,27 persen dan 0,10 persen.

    Sedangkan delapan sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,56 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor keuangan yang masing-masing minus sebesar 1,20 persen dan minus 0,49 persen.

    Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GPSO, MPPA, SONA, INOV, dan MPOW. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBRI, BBCA, BMRI, BRMS dan TLKM.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.267.930 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 18,49 miliar lembar saham senilai Rp11,80 triliun. Sebanyak 234 saham naik, 354 saham menurun, dan 191 tidak bergerak nilainya.

    Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 394,30 poin atau 1,01 persen ke 39.298,00, indeks Hang Seng melemah 320,50 poin atau 1,55 persen ke 20.380,64, indeks Shanghai melemah 20,16 poin atau 0,61 persen ke 3.266,23, dan Indeks Straits Times melemah 31,48 poin atau 0,88 persen ke 3.558,87.

    Sumber : Antara

  • Harga Emas Tembus Rekor Termahal Sepanjang Sejarah – Page 3

    Harga Emas Tembus Rekor Termahal Sepanjang Sejarah – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu karena ketidakpastian terkait pemilu presiden AS mendorong permintaan aset safe-haven. Sentimen harga emas lainnya, para pelaku pasar juga menantikan data ekonomi sebagai panduan mengenai kebijakan Federal Reserve selanjutnya.

    Dilansir dari CNBC, KAmis (31/10/2024), harga emas spot naik 0,5% menjadi USD 2.788,89 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi USD 2.789,73 pada sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi USD 2.799,90.

    “Kita memiliki pemilu yang akan datang, situasi politik di sini sangat tidak pasti, Fed sedang menurunkan suku bunga, serta adanya potensi ketegangan Rusia dan Ukraina,” kata Daniel Pavilonis, analis senior pasar di RJO Futures.

    “Ada begitu banyak faktor yang dapat mendorong harga emas lebih tinggi, dan berita-berita negatif saat ini adalah apa yang sedang dicari oleh emas. Langkah selanjutnya kemungkinan mencapai $2.850,” tambah Pavilonis.

    Puncak Pemilu AS

    Musim pemilu presiden AS mencapai puncaknya pada 5 November, dengan persaingan ketat antara mantan Presiden dari Partai Republik Donald Trump dan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris.

    Emas, yang secara tradisional menjadi aset lindung nilai saat terjadi ketidakstabilan geopolitik, telah melonjak 35% tahun ini dan berada di jalur untuk kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Suku bunga rendah juga turut mendukung reli harga emas.

    Menurut Dominik Sperzel, kepala perdagangan di Heraeus Metals Germany, harga emas bisa mencapai USD 3.000 pada tahun 2025, didorong oleh kekhawatiran di pasar negara berkembang, arus masuk ETF emas, dan penyesuaian pasar pasca pemilu.

    Sementara itu, data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta di AS melonjak 233.000 pekerjaan pada bulan Oktober, melebihi perkiraan, meskipun ada kekhawatiran gangguan sementara akibat badai dan pemogokan. Produk domestik bruto (PDB) AS juga tumbuh dengan laju tahunan sebesar 2,8%.

    Pembuat kebijakan di Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin minggu depan. Selain itu, pasar juga fokus pada data pengeluaran konsumsi pribadi dan data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari Kamis dan Jumat.

  • Harga Emas Tembus Rekor karena Ketidakpastian Global dan Jelang Pertemuan The Fed

    Harga Emas Tembus Rekor karena Ketidakpastian Global dan Jelang Pertemuan The Fed

    Chicago, Beritasatu.com – Harga emas naik ke rekor tertinggi pada Rabu (30/10/2024) karena ketidakpastian Pilpres AS dan menjelang data ekonomi sebagai petunjuk kebijakan Federal Reserve (The Fed).

    Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$ 2.788,89 per ons setelah mencapai posisi tertinggi sepanjang masa di US$ 2.789,73 pada awal sesi. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,7% menjadi US$ 2.799,90.

    “Kita akan menghadapi pemilu, iklim politik di sini sangat tidak menentu, serta Fed memangkas suku bunga . Belum lagi prospek Rusia dan Ukraina,” kata analis strategi pasar di RJO Futures Daniel Pavilonis dilansir CNBC International.

    Dia mengatakan sejumlah hal dapat mendorong harga emas. “Semua berita negatif di luar sana adalah faktor yang sebenarnya dicari emas. Langkah selanjutnya emas mungkin ke US$ 2.850,” kata Pavilonis.

    Pemilihan Presiden AS mencapai puncaknya pada 5 November, dengan jajak pendapat ketat antara mantan presiden dari Partai Republik Donald Trump dan wakil presiden AS dari Demokrat Kamala Harris.

    Emas, yang secara tradisional menjadi lindung nilai di tengah ketidakstabilan geopolitik, telah melonjak 35% tahun ini, menuju kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Suku bunga rendah semakin mendukung kenaikan tersebut.

    “Emas dapat mencapai US$ 3.000 pada 2025 di tengah kekhawatiran pasar dan penyesuaian pasar pasca-pemilu,” kata Kepala Perdagangan di Heraeus Metals Jerman, Dominik Sperzel.

    Sementara itu, data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS melonjak lebih tinggi dari perkiraan sebanyak 233.000 pada Oktober, meskipun ada kekhawatiran gangguan akibat badai dan pemogokan. 

    Adapun produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III 2024 meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,8%.

    Para pembuat kebijakan Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin minggu depan. Pasar juga fokus pada pengeluaran konsumsi pribadi AS dan data penggajian, yang akan dirilis pada Kamis (31/10/2024) dan Jumat (1/11/2024).

    Sementara paladium turun lebih 5% menjadi US$ 1.148,75 per ons setelah mencapai titik tertinggi 10 bulan pada Selasa (29/10/2024). Sedangkan harga perak turun 2,1% menjadi US$ 33,71 per ons dan platinum turun 2,8% menjadi US$ 1.014,62.

  • Elon Musk Bagi-bagi Cuan ke Pengguna X, Syaratnya Tak Terduga

    Elon Musk Bagi-bagi Cuan ke Pengguna X, Syaratnya Tak Terduga

    Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa pengguna X yang menyebarkan konten sesat terkait Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) ternyata mendapat bayaran hingga ribuan dolar AS dari platform milik Elon Musk tersebut.

    Kreator konten di X menggunakan gambar hasil teknologi kecerdasan buatan (AI) dan menyisipkan teori-teori konspirasi yang menciptakan polarisasi di kalangan pemilih.

    Mereka mengaku mendapat bayaran yang menggiurkan dari platform X, menurut laporan BBC, dikutip Rabu (30/10/2024).

    BBC mengidentifikasi jaringan puluhan akun yang saling membagikan konten sesat satu sama lain beberapa kali setiap harinya.

    Adapun konten-konten yang disebar antara lain campuran dengan fakta asli, sepenuhnya informasi sesat, serta materi palsu, untuk meningkatkan reach mereka agar bisa meraup pendapatan besar dari platform.

    Beberapa kreator konten X mengatakan beberapa akun mereka meraup pendapatan di kisaran ratusan hingga ribuan dolar AS.

    Mereka juga berkoordinasi antar sesama pemilik akun sesat. Bahkan, mereka memiliki forum dan grup online sebagai wadah untuk “membantu satu sama lain”, kata salah satu pengguna.

    Beberapa jaringan tersebut mendukung Donald Trump, banyak pula yang mendukung Kamala Harris. Ada pula kreator konten yang independen dan netral.

    Beberapa yang mengaku tidak terafiliasi dengan salah satu tim kampanye mengaku telah dihubungi beberapa politikus AS, termasuk kandidat kongres, untuk turut mendukung mereka dalam kontestasi politik.

    Pada 9 Oktober lalu, X mengubah aturan pembayaran kreator di platformnya. Pengguna yang berhak mendapatkan uang harus meraup reach yang signifikan dan terkalkulasi berdasarkan banyaknya engagement dari pengguna premium, termasuk like, share, dan comment.

    Jadi, pendapatan yang didapatkan tak semata-mata melihat jumlah iklan yang terpasang pada postingan mereka.

    Banyak media sosial yang memberikan uang kepada kreator dari postingan mereka atau konten bersponsor. Namun, aturan media sosial lain memungkinkan demonetisasi atau penangguhan profil jika kreator ketahuan menyebar misinformasi.

    X tidak memiliki panduan serupa untuk penanggulangan misinformasi di platformnya.

    Meski basis pengguna X tak sebesar media sosial lain, tetapi dampaknya besar untuk diskursus politik. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah X turut memberikan insentif bagi pengguna yang mengunggah informasi sesat dan provokatif pada melalui akun mereka.

    BBC juga menemukan beberapa postingan sesat di X juga tersebar di media sosial lain yang memiliki basis audiens lebih banyak seperti Facebook dan TikTok.

    X tak segera merespons permintaan komentar dari BBC tentang mekanisme insentif ke pengguna. X juga tidak menanggapi permintaan untuk wawancara dengan Elon Musk selaku pemilik platform.

    (fab/fab)

  • Heboh, Biden Sebut Pendukung Trump ‘Sampah’

    Heboh, Biden Sebut Pendukung Trump ‘Sampah’

    Washington DC

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuai kecaman karena menyebut para pendukung mantan Presiden Donald Trump, calon presiden (capres) Partai Republik, sebagai “sampah”. Komentar itu disampaikan Biden saat berkampanye untuk Wakil Presiden Kamala Harris. capres Partai Demokrat, yang jadi rival utama Trump.

    Komentar Biden yang dikecam itu terlontar saat dia berbicara via panggilan video dengan organisasi nonprofit VotoLatino. Dia awalnya membahas kontroversi yang muncul usai salah satu pembicara dalam kampanye Trump di New York, pada Minggu (27/10), menyebut Puerto Rico sebagai “pulau sampah mengambang”.

    “Satu-satunya sampah yang saya lihat mengambang di luar sana adalah para pendukungnya,” cetus Biden dalam pernyataannya pada saat itu, seperti dilansir AFP, Rabu (30/10/2024).

    “Dia, dia, caranya melakukan demonisasi terhadap orang-orang Latin tidak masuk akal dan tidak bersifat Amerika,” ujar Biden saat mengkritik Trump. Istilah demonisasi merujuk pada tindakan mempersepsikan sesuatu dengan seburuk mungkin.

    Gedung Putih berusaha membela Biden dengan merilis pernyataan yang menjelaskan kepada publik, bahwa komentar sang Presiden AS itu mengacu pada retorika Trump, bukan para pendukungnya.

    “Presiden merujuk pada retorika kebencian pada kampanye di Madison Square Garden sebagai ‘sampah’,” ucap juru bicara Gedung Putih, Andrew Bates.

    Pilpres AS dijadwalkan pada 5 November mendatang, dengan Trump akan berhadapan dengan Harris. Jajak pendapat menunjukkan kedua capres bersaing ketat.

  • Harga Emas Antam Hari Ini Terbang Tinggi, 1 gram Dipatok Rp 1,53 Juta – Page 3

    Harga Emas Antam Hari Ini Terbang Tinggi, 1 gram Dipatok Rp 1,53 Juta – Page 3

    Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena ketidakpastian seputar pemilihan presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS dan konflik Timur Tengah, bersama dengan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) meningkatkan daya tarik terhadap emas batangan.

    Dikutip dari CNBC, Rabu (30/10/2024), harga emas dunia di pasar spot naik 0,9% menjadi USD 2.766,00 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi di level USD 2.771,61 pada awal sesi perdagangan.

    Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,9% menjadi USD 2.779,50.

    Harga emas batangan tumbuh subur dalam kondisi suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar. Harga emas telah melonjak lebih dari 34% sepanjang tahun ini.

    Harga emas didukung oleh taruhan safe-haven karena ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik terus berlanjut. Mantan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris juga terjebak dalam persaingan ketat menuju Gedung Putih.

    Di bidang geopolitik, sedikitnya 93 warga Palestina tewas dan hilang dalam serangan Israel di Gaza utara, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

     

  • Harga Emas Dunia Cetak Rekor Termahal Lagi, Dipatok Segini Sekarang – Page 3

    Harga Emas Dunia Cetak Rekor Termahal Lagi, Dipatok Segini Sekarang – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena ketidakpastian seputar pemilihan presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS dan konflik Timur Tengah, bersama dengan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) meningkatkan daya tarik terhadap emas batangan.

    Dikutip dari CNBC, Rabu (30/10/2024), harga emas dunia di pasar spot naik 0,9% menjadi USD 2.766,00 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi di level USD 2.771,61 pada awal sesi perdagangan.

    Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,9% menjadi USD 2.779,50.

    Harga emas batangan tumbuh subur dalam kondisi suku bunga rendah dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar. Harga emas telah melonjak lebih dari 34% sepanjang tahun ini.

    Harga emas didukung oleh taruhan safe-haven karena ketegangan geopolitik dan ketidakpastian politik terus berlanjut. Mantan Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan Wakil Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris juga terjebak dalam persaingan ketat menuju Gedung Putih.

    Di bidang geopolitik, sedikitnya 93 warga Palestina tewas dan hilang dalam serangan Israel di Gaza utara, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

    Pasar saat ini memperkirakan peluang hampir 100% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Fed pada bulan November.

    “Emas akan mempertahankan kecenderungan naiknya dan bahkan mungkin mendekati USD 2.800 dalam beberapa hari ke depan, selama risiko pemilu AS terus membebani sentimen pasar, sementara ekspektasi penurunan suku bunga Fed tetap utuh,” kata Han Tan, Kepala Analis Pasar di Exinity Group.

    Namun, pembeli di India, konsumen emas terbesar kedua di dunia, menepis harga tertinggi yang pernah tercatat, dan melakukan pembelian untuk festival Dhanteras dan Diwali.

    Senada dengan harga emas, harga perak naik 2,2% menjadi USD 34,45 per ons. Harga platinum naik 1,8% menjadi USD 1.051,10. Sedangkan harga Paladium naik 0,5% menjadi USD 1.224,25, setelah mencapai level tertinggi dalam 10 bulan karena kekhawatiran sanksi terhadap produsen utama Rusia. 

  • Rupiah merosot menjelang pemilihan presiden AS

    Rupiah merosot menjelang pemilihan presiden AS

    Sumber foto: Antara/elshinta.com.

    Rupiah merosot menjelang pemilihan presiden AS
    Dalam Negeri   
    Sigit Kurniawan   
    Senin, 28 Oktober 2024 – 18:14 WIB

    Elshinta.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin ditutup merosot menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) November 2024.

    Pada akhir perdagangan Senin, kurs rupiah turun 77 poin atau 0,50 persen menjadi Rp15.724 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.647 per dolar AS.

    “Para pedagang sebagian besar condong ke dolar AS untuk mengantisipasi pemilihan presiden 2024, yang tinggal seminggu lagi,” kata pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10).

    Ibrahim menuturkan arus masuk ke dolar AS juga didorong oleh ekspektasi meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang, setelah koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritas parlementernya dalam pemilihan akhir pekan.

    Kekhawatiran atas konflik yang lebih besar di Timur Tengah mereda setelah Israel tidak menyerang fasilitas minyak dan nuklir Iran dalam serangan selama akhir pekan. Sementara Teheran memang mengancam akan membalas serangan itu, para pemimpin Iran juga meremehkan dampak serangan Israel.
     

    Meningkatnya ketidakpastian atas pemilihan presiden AS juga diharapkan akan memacu permintaan safe haven, terutama dengan jajak pendapat baru-baru ini yang menunjukkan persaingan ketat antara Donald Trump dan Kamala Harris. Namun, dolar tampaknya lebih diuntungkan dari ketidakpastian itu.

    Fokus pekan ini adalah pada serangkaian pembacaan ekonomi utama untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk, diantaranya data produk domestik bruto dari AS dan zona euro akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, sementara data indeks harga PCE, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve, juga akan dirilis akhir pekan ini.

    Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke level Rp15.729 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.629 per dolar AS.

    Sumber : Antara

  • Jelang Pilpres AS, Trump Tegaskan: Saya Bukan Nazi!

    Jelang Pilpres AS, Trump Tegaskan: Saya Bukan Nazi!

    Jakarta

    Calon presiden (capres) dari partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa ia “bukan seorang Nazi.” Hal ini disampaikan mantan presiden AS itu dalam kampanye di minggu terakhir menjelang pemilihan presiden AS yang akan berlangsung pada November mendatang, di mana ia akan bertarung melawan Wakil Presiden AS yang menjadi capres partai Demokrat, Kamala Harris.

    “Kalimat terbaru dari Kamala dan kampanyenya adalah bahwa setiap orang yang tidak memilihnya adalah seorang Nazi,” kata Trump dalam kampanye di Atlanta pada Senin (28/10) waktu setempat.

    “Saya bukan Nazi. Saya kebalikan dari Nazi,” ujar Trump, dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/10/2024).

    Komentar tersebut disampaikan menyusul publikasi terbaru wawancara New York Times, di mana kepala staf Gedung Putih yang menjabat paling lama di bawah Trump, pensiunan jenderal John Kelly, mengatakan bahwa Trump sesuai dengan definisi seorang fasis.

    Kelly juga menyatakan Trump telah mengatakan bahwa “Hitler juga melakukan beberapa hal baik” dan bahwa dia “menginginkan jenderal-jenderal seperti yang dimiliki Adolf Hitler.”

    Sebelumnya, Trump juga menyerang Harris dalam sebuah kampanye di Madison Square Garden, New York City, pada hari Minggu (27/10) malam waktu setempat.