ANTARA – Bayi kuda nil terkenal dari Thailand, Moo Deng, Senin (4/11) memprediksi kemenangan bagi Donald Trump dari Partai Republik dalam pemilihan presiden AS yang akan diadakan pada hari Selasa (5/11). Moo Deng ditawari dua keranjang buah, masing-masing diberi label dengan nama kandidat presiden Trump dan saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris.
(Rijalul Vikry/Satrio Giri Marwanto/I Gusti Agung Ayu N)
Tag: Kamala Harris
-

Bayi kuda nil Thailand Moo Deng prediksi Trump menang pilpres AS
-

Trump: Kamala Harris akan bawa penderitaan ekonomi jika terpilih
ANTARA – Trump menekankan tema ekonomi dalam pidatonya di Pittsburgh, Senin (4/11), mengatakan bahwa Harris akan membawa penderitaan ekonomi jika dia terpilih. Trump turut menegaskan satu suara untuknya maka belanja akan murah, gaji tinggi, jalan-jalan yang aman dan bersih, komunitas akan lebih makmur, serta masa depan yang cerah.
(Rijalul Vikry/Denno Ramdha Asmara/I Gusti Agung Ayu N) -
Kamala Harris vs Trump di Pilpres AS Kian Panas
Kamala Harris vs Trump di Pilpres AS Kian Panas
-

Bayi Kuda Nil Moo Deng Prediksi Trump Akan Menangi Pilpres AS
Bangkok –
Moo Deng, bayi kuda nil menggemaskan di Thailand yang menjadi sensasi global hingga di Amerika Serikat (AS), memberikan prediksinya untuk pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada 5 November waktu AS. Moo Deng memprediksi mantan Presiden Donald Trump akan kembali ke Gedung Putih.
Moo Deng beberapa waktu terakhir menghebohkan internet dengan tingkah lakunya yang menggemaskan di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow, dan dengan cepat menjadi bahan meme di media sosial dan menginspirasi banyak produk untuk dijual.
Kini, seperti dilansir AFP, Selasa (5/11/2024), Moo Deng kembali menjadi sorotan dengan berusaha memprediksi pemenang pilpres AS.
Dalam prediksinya, Moo Deng yang baru berusia empat bulan ini meramalkan kemenangan kembali bagi Partai Republik dengan Trump sebagai capresnya atas Wakil Presiden Kamala Harris yang merupakan capres Partai Demokrat.
Ketika ditawari dua piring berisi buah-buahan yang diukir, yang masing-masing dihiasi dengan nama masing-masing capres dalam bahasa Thai, Moo Deng memilih nama Trump. Video yang menunjukkan momen ini dirilis secara online oleh pihak kebun binatang.
Moo Deng tidak hanya populer di negara-negara Asia saja, tapi juga menarik perhatian publik AS. Bahkan salah satu sketsa komedi dalam acara ternama AS “Saturday Night Live” sempat menampilkan Moo Deng yang diperankan oleh komedian Bowen Yang.
Moo Deng juga “mengalahkan” Trump dan Harris dalam jajak pendapat presiden tidak resmi yang digelar oleh acara AS “The Tonight Show”, di mana bayi kuda nil itu mendapatkan 93 persen suara dukungan.
Meskipun kemampuan kuda nil dalam meramal atau memprediksi sesuatu sebagian besar belum teruji, namun hewan-hewan lainnya telah mencapai ketenaran global dalam memprediksi peristiwa-peristiwa dunia, terutama Paul Si Gurita yang legendaris.
Paul Si Gurita menjadi terkenal secara global dengan memprediksi secara tepat delapan pertandingan Piala Dunia tahun 2010 dari dalam akuariumnya di Jerman.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Khawatir Pemilu Rusuh, Negara-negara Bagian AS Tingkatkan Keamanan
Washington DC –
Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat (AS) meningkatkan keamanan dan mengambil langkah pencegahan di tengah kekhawatiran terulangnya kerusuhan mengerikan awal tahun 2021, saat mantan Presiden Donald Trump kalah dari Presiden Joe Biden.
Otoritas negara bagian Nevada yang menjadi lokasi kota Las Vegas, seperti dilansir Reuters, Selasa (5/11/2024), memasang pagar keamanan yang mengelilingi salah satu gedung yang menjadi lokasi otoritas setempat melakukan penghitungan suara nantinya setelah pemungutan suara digelar pada 5 November.
Di negara bagian Arizona, seorang sheriff setempat mempersiapkan para deputi dan anggotanya dalam kondisi siaga tinggi untuk mewaspadai potensi aksi kekerasan. Mereka bahkan mengerahkan sejumlah drone dan penembak jitu sebagai langkah antisipasi.
Tidak hanya itu, gubernur di sebanyak tiga negara bagian AS bahkan menyerukan pasukan Garda Nasional untuk membantu menjaga ketertiban dan perdamaian di wilayah mereka saat pemilu berlangsung.
Ketegangan tengah menyelimuti AS saat Wakil Presiden Kamala Harris dan Trump bertarung sengit untuk memperebutkan suara rakyat demi menjabat di Gedung Putih sebagai Presiden AS selanjutnya, menggantikan Biden.
Kekhawatiran mengenai potensi kekerasan politik telah mendorong para pejabat AS untuk mengambil berbagai langkah demi meningkatkan keamanan selama dan setelah Hari Pemilu.
Langkah peningkatan keamanan banyak dilakukan oleh otoritas negara bagian yang menjadi medan pertempuran dalam menentukan pemenang pilpres AS. Salah satunya Nevada, yang diwarnai unjuk rasa para pendukung Trump usai kekalahan dalam pilpres 2020 lalu.
Tahun ini, pagar keamanan dipasang mengelilingi area-area yang sebelumnya menjadi lokasi unjuk rasa, termasuk pusat tabulasi suara di Las Vegas.
Gubernur Nevada Joe Lombardo mengatakan pekan lalu bahwa dirinya telah mengaktifkan “kontingen terbatas”, yang terdiri atas 60 personel Garda Nasional AS untuk memastikan respons tepat waktu terhadap setiap tantangan yang mungkin muncul.
Lihat Video: Momen Kamala Harris Door to Door Sehari Jelang Pilpres AS
Di Arizona, pagar keamanan serupa juga dipasang di sekitar pusat tabulasi suara di Maricopa County yang ada di pusat kota Phoenix, yang pada tahun 2020 lalu menjadi titik awal berkobarnya teori konspirasi pemilu dicurangi dan ancaman terhadap para pejabat pemilu.
Sheriff setempat, Russ Skinner, mengatakan departemennya akan berada dalam kondisi “siaga tinggi” terhadap ancaman dan kekerasan. Dia juga menyatakan telah menginstruksikan para deputinya untuk siap bertugas. “Kami akan memiliki banyak sumber daya di luar sana, banyak staf, banyak peralatan,” ucapnya.
Dia juga mengatakan bahwa para deputi sheriff akan menggunakan drone untuk memantau aktivitas di sekitar tempat pemungutan suara dan para penembak jitu serta pasukan tambahan bersiaga jika kekerasan terjadi.
Ditambahkan Skinner bahwa “polarisasi” menjadi lebih intens pada hari-hari setelah pemilu sehingga aparat penegak hukum akan tetap waspada.
Peningkatan keamanan juga dilakukan di negara bagian Michigan, yang juga negara bagian yang menjadi medan pertempuran para capres AS. Empat tahun lalu, para pendukung Trump menyerbu gedung konvensi di pusat kota Detroit dan menggedor-gedor jendela gedung saat penghitungan suara memasuki hari kedua.
Tahun ini, rak sepeda berwarna kuning telah dipasang di kedua sisi jalan raya agar orang-orang tidak bisa mendekati gedung. Kemudian para pengunjung gedung juga harus melewati detektor logam, dengan sekitar 15 polisi terus berpatroli di aula besar tersebut.
Daniel Baxter selaku chief operating officer untuk pemungutan suara absentee dan proyek khusus di Detroit, mengatakan personel kepolisian juga disiagakan di atap gedung dan mengelilingi gedung.
Langkah-langkah serupa juga terlihat di negara bagian Oregon dan Washington yang mengumumkan telah mengaktifkan Garda Nasional mereka. Sementara itu, di ibu kota Washington DC, beberapa jendela etalase pertokoan dan bangunan lainnya telah dilapisi kayu sebagai antisipasi.
Profesor sosiologi di Universitas Chapman di California, Peter Simi, yang meneliti ancaman terhadap pejabat publik, menyebut skenario terburuknya adalah Trump kalah dari Harris dan tidak mau mengakui kekalahannya.
Menurut Simi, bukannya mengulangi insiden penyerbuan Gedung Capitol tahun 2021 oleh para pendukung Trump, konflik yang mungkin terjadi saat ini bisa berupa “peristiwa yang terbesar di berbagai lokasi”, yang akan lebih sulit ditangani para penegak hukum AS.
Lihat Video: Momen Kamala Harris Door to Door Sehari Jelang Pilpres AS
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Trump Lontarkan Klaim Kecurangan Jelang Pilpres AS
Pittsburgh –
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi melontarkan klaim adanya kecurangan menjelang pilpres 5 November. Trump menyebut Partai Demokrat, rival utama Partai Republik yang menaunginya, sebagai “mesin jahat” dan mengklaim negara-negara bagian AS sebagai “agen pemerintah federal”.
Klaim-klaim itu disampaikan Trump tanpa memberikan bukti yang kuat, sama seperti sebelumnya.
“Meskipun ini adalah pesta yang besar, kuat, dan kejam. Tidak, ini adalah mesin yang jahat. Maksud saya, mereka bisa menggunakan semua gagasan buruk dan memenangkan pemilu. Itu seperti, hanya ada satu acara agar Anda bisa melakukan itu,” ucap Trump saat berbicara di hadapan pendukungnya di Pittsburgh.
“Satu cara, hanya ada satu cara. Kita harus menang dengan cara lama dan kemudian memperbaikinya,” cetusnya seperti dilansir CNN, Selasa (5/10/2024).
“Tapi kita harus memperbaikinya. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Dan perlu diingat, negara bagian pada dasarnya adalah agen, jika saya bisa menggunakan istilah tersebut, tapi negara bagian adalah agen pemerintah federal,” tuding Trump.
“Bisa dikatakan, negara bagianlah yang melakukan pengumpulan, dan mereka harus menerima perintah dari pemerintah federal. Dan bagaimana mereka bisa melakukan ini padahal mereka mengatakan itu akan memakan waktu berhari-hari,” sebutnya.
Trump yang beberapa waktu terakhir selalu melontarkan kebohongan soal hasil pilpres 2020 ketika dirinya kalah dari Presiden AS Joe Biden, mengatakan bahwa: “Itu hal terburuk yang pernah terjadi di negara ini”.
“Mereka sangat ini membuat kesepakatan dan kemudian kita mendapatkan pemilu yang buruk, hal yang sangat menjijikkan dan paling buruk yang pernah terjadi di negara ini adalah pemilu itu,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut persaingan dirinya melawan capres Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, sebenarnya “tidak benar-benar ketat” meskipun jajak pendapat terbaru menunjukkan keduanya bersaing ketat secara nasional.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Jelang Pilpres AS, Kamala-Trump Bersaing Ketat di Polling Terbaru
Washington DC –
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris dan mantan Presiden Donald Trump masih bersaing ketat dalam polling terbaru, yang dirilis pada Senin (4/11) malam waktu AS, atau sehari sebelum pemilihan presiden (pilpres) digelar pada 5 November.
Jajak pendapat nasional Ipsos, seperti dilansir ABC News, Selasa (5/11/2024), menunjukkan Harris secara efektif sama kuat dengan Trump dalam meraih dukungan para pemilih AS.
Jika pemilu digelar pada Senin (4/11), menurut jajak pendapat Ipsos, maka separuh dari total pemilih AS mengatakan mereka akan memilih Harris. Sedangkan 48 persen pemilih lainnya mengakui akan memilih Trump.
Ketika warga dewasa AS ditanya soal capres mana yang memiliki rencana, kebijakan atau pendekatan yang lebih baik terhadap isu-isu seperti layanan kesehatan dan ekstremisme politik, Harris mendapatkan suara dukungan lebih baik dibanding Trump.
Namun Trump mengungguli Harris untuk isu-isu seperti ekonomi, imigrasi dan perang atau urusan luar negeri.
Jajak pendapat Ipsos itu digelar pada 1-3 November dengan margin of error mencapai kurang lebih 3,4 poin persentase untuk para calon pemilih dan kurang lebih 3 poin presentasi untuk warga dewasa AS.
Pemungutan suara untuk pemilu AS, termasuk pilpres, akan dimulai pada Selasa (5/11) pagi waktu setempat. Sejauh ini, menurut Reuters, sekitar 82 juta pemilih di antaranya telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan awal.
Para pemilih lainnya akan memberikan suaranya pada 5 November waktu AS. Selain memilih presiden, pemilu AS kali ini juga akan menentukan para anggota House of Representatives (HOR) atau DPR AS dan Senat AS, juga para Gubernur dan pejabat daerah di 50 negara bagian AS.
Sehari terakhir menjelang pemungutan suara, Harris dan Trump masih melakukan kampanye di negara bagian Pennsylvania, yang merupakan salah satu dari tujuh swing states, atau negara bagian yang menjadi perebutan suara sengit antara kedua capres untuk bisa memenangkan pilpres.
Saat berkampanye di Pittsburgh, seperti dilansir Associated Press, Harris yang mewakili Partai Demokrat mengingatkan para pendukungnya bahwa “momentum ada di pihak kita”.
“Besok adalah Hari Pemilu, dan momentum ada di pihak kita. Kita harus menuntaskannya dengan kuat. Jangan salah, kita akan menang,” ucapnya.
Dia kemudian menyerukan para pendukungnya menggunakan hak suara dan juga mengajak orang-orang di sekitar mereka untuk menggunakan hak suara saat pemungutan suara berlangsung pada 5 November.
“Saya meminta suara Anda. Pilihan Anda adalah suara Anda, dan suara Anda adalah kekuatan Anda,” sebut Harris.
Sementara itu, Trump yang mewakili Partai Republik juga berkampanye di Pittsburgh. Dia menjanjikan akan menyelesaikan semua persoalan rakyat AS jika dia memenangkan pilpres tahun ini.
“Suara untuk Trump berarti harga belanjaan Anda akan lebih murah. Gaji Anda akan lebih tinggi, jalanan Anda akan lebih aman, komunitas Anda akan lebih kaya dan masa depan Anda akan lebih cerah dari sebelumnya,” ujar Trump di hadapan para pendukungnya.
Dia kemudian mengulang kalimat yang selalu disampaikan dalam kampanyenya. “Kamala merusaknya. Saya akan memperbaikinya,” ucapnya.
Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)
-

Kampanye Terakhir Trump dan Kamala Menjelang Pemilu AS
Anda sedang membaca kembali laporan Dunia Hari Ini, yang merangkum berita-berita utama yang terjadi dalam 24 jam terakhir.
Edisi Selasa, 5 November 2024 ini kami awali dari Amerika Serikat.
Kampanye terakhir kandidat pemilu Amerika
Pemungutan suara pemilu Amerika akan dimulai kurang dari 24 jam lagi.
Kedua kandidat presiden mengadakan pertemuan di Pennsylvania, negara bagian terbesar dari tujuh negara bagian yang kemungkinan akan menentukan hasil pemilu Amerika.
Kamala Harris membawa sejumlah selebritas besar dalam pertemuan di dua kota terbesar di negara bagian tersebut dengan topik seputaran ekonomi dan masalah kesehatan reproduksi perempuan.
Sementara dalam kampanye terakhir Donald Trump ia membanggakan bagaimana telah menyelamatkan NASA, namun juga menyinggung topik imigrasi dengan ancaman untuk Meksiko jika presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak menghentikan imigran yang melintasi perbatasan.
Rata-rata hasil jajak pendapat FiveThirtyEight di negara bagian tersebut menempatkan kedua kandidat pada posisi yang sama, yaitu 47,8 persen.
Puluhan tewas akibat kecelakaan bus di India
Setidaknya 36 orang tewas akibat sebuah bus jatuh ke jurang di negara bagian Uttarakhand di India utara, Senin kemarin.
Bus yang sedang dalam perjalanan dari Garhwal di Himalaya dan menuju kota Ramnagar tersebut mengangkut 60 orang, meskipun hanya mampu menampung 42 penumpang.
Deepak Rawat, seorang pejabat setempat mengatakan lebih dari 20 orang terluka akibat insiden tersebut.
“Tiga orang yang terluka parah telah dikirim ke rumah sakit menggunakan helikopter.”
Quincy Jones tutup usia
Pemusik legendaris Quincy Jones meninggal dunia pada usia 91 tahun.
Juru bicaranya mengatakan ia menghembuskan napas terakhir pada Minggu malam di rumahnya di Los Angeles.
Karir Quincy bermula dari memproduksi Thriller karya Michael Jackson, musik film dan televisi yang memenangkan penghargaan, serta kolaborasi dengan Frank Sinatra dan Ray Charles.
“Malam ini, dengan hati yang hancur, kami harus menyampaikan berita meninggalnya ayah dan saudara kami Quincy Jones,” bunyi pernyataan keluarganya.
Quincy merupakan salah satu sosok kulit hitam pertama yang sukses di Hollywood dengan karya musik yang memuat ritme dan lagu-lagu yang tercatat dalam sejarah Amerika.
Sidang kasus pemenggalan kepala guru di Prancis dimulai
Persidangan kasus pemenggalan Samuel Paty berlangsung di bawah pengamanan ketat, terlihat dari petugas polisi berpatroli dan melakukan pemeriksaan di luar dan di dalam ruang sidang.
Ia dibunuh di luar sekolah tempat ia mengajar di dekat Paris pada 16 Oktober 2020 oleh seorang warga Rusia berusia 18 tahun asal Chechnya.
Pembunuhnya ditembak mati oleh polisi setelah Samuel memperlihatkan karikatur nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam saat mengajar kelas kebebasan berekspresi.
Ada delapan orang yang diadili dalam sidang sejak kemarin (04/11), diantaranya teman-teman penyerang, Abdoullakh Anzorov, yang diduga membantu membeli senjata untuk melancarkan serangan itu, serta orang-orang yang dituduh menyebarkan informasi palsu secara daring tentang Samuel Paty.
Lima terdakwa, yang saat ini dipenjara, duduk di dalam kotak kaca. Tiga lainnya, ditempatkan di bawah pengawasan pengadilan, duduk di bangku terdakwa di luar kotak itu.
-

Tentang Proses Pemilihan Presiden AS yang Panjang dan Rumit
Jakarta –
Pemilihan presiden AS tahun 2024 akan berlangsung pada tanggal 5 November, dengan kandidat Partai Demokrat Kamala Harris, yang saat ini menjabat wakil presiden, dan kandidat Partai Republik, mantan presiden Donald Trump.
Konstitusi AS memiliki tiga persyaratan dasar untuk calon presiden: Individu harus merupakan warga negara Amerika Serikat dan berusia minimal 35 tahun, dan telah tinggal di negara tersebut selama 14 tahun. Ada beberapa pengecualian terhadap persyaratan 14 tahun bagi anggota angkatan bersenjata AS.
“Hampir semua orang yang sudah dewasa bisa mencalonkan diri sebagai presiden,” kata Wayne Steger, profesor ilmu politik di DePaul University di negara bagian Illinois, AS, kepada DW. termasuk orang-orang yang telah dituduh atau dihukum karena kejahatan. Faktanya, Konstitusi AS memuat ketentuan yang secara eksplisit mengizinkan orang-orang ini untuk mencalonkan diri untuk memastikan bahwa tahanan politik tidak dilarang untuk memimpin, kata Steger.
Salah satu bagian dari Amandemen ke-14 Konstitusi AS melarang individu yang “terlibat dalam pemberontakan atau pemberontakan terhadap pihak yang sama, atau memberikan bantuan atau kenyamanan kepada musuh-musuh” untuk memegang jabatan politik. Namun Steger mengatakan kecil kemungkinan amandemen tersebut akan berperan dalam pemilu mendatang.
Pemilihan pendahuluan dan kaukus?
Bagaimana partai-partai besar AS, Partai Republik dan Partai Demokrat, menentukan kandidat utamanya, juga berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia calon yang didukung partai biasanya ditentukan oleh ketua umum partai, di AS ketua partai tidak punya wewenang ini.
Seleksi kandidat akan ditentukan oleh pemilih dalam apa yang disebut primary (pemilihan pendahuluan) dan kaukus. Ini adalah dua macam pemilihan yang dilakukan dengan metode berbeda, untuk menentukan siapa yang akan diusung sebagai kandidat utama. Negara-negara bagian memilih sendiri sistem mana yang ingin digunakan, pemilihan pendahuluan atau sistem kaukus. Jadi pemilihan pendahuluan dan kaukus terjadi di tingkat negara bagian. Kandidat yang ingin mencalonkan diri mendaftar pada partai politik tempat mereka tinggal.
Dalam sistem pemilu pendahuluan, pemilihan kemudian dilakukan melalui pemungutan suara rahasia, dan kandidat dengan suara terbanyak menang. Dalam sistem kaukus prosedurnya lebih rumit. Partai menetukan satu hari tertentu, di mana anggota partai bertemu dan berdiskusi untuk memutuskan bersama, kandidat mana yang mereka inginkan. Jadi ada ratusan pertemuan ini di satu negara bagian yang mengadakan kaukusnya.
Delegasi juga tidak punya status yang sama. Di Partai Demokrat ada delegasi kategori “pledged” dan “unpledged”, sedang di Partai Republik ada kategori “bound” dan “unbound.” Delegasi kategori pledged atau bound pada konvensi harus memberi suara sesuai hasil di pemilihan pendahuluan atau kaukus di negara bagian yang diwakilinya. Sedangkan delegasi kategori “unpleged” atau “unbound” bebas memilih kandidat pilihan mereka.
Apa itu Electoral College?
Setelah konvensi nasional, jelaslah siapa kandidat presiden yang akan bersaing dari kedua partai besar, Demokrat dan Republik. Sedangkan kandidat independen dari luar dua partai besar itu juga boleh juga ikut pemilu, tentu tanpa prosedur pemilu pendahuluan atau kaukus.
Setelah pemilihan presiden dilangsungkan, suara akan mulai dihitung. Tapi pemenang pemilu presiden bukan pemenang suara terbanyak. Sebab pemilih AS tidak memilih presidennya secara langsung. Lembaga yang memilih presiden adalah Electoral College.
Electoral College terdiri dari 538 orang yang mewakili setiap negara bagian. Electoral College inilah yang akan memilih presiden. Jadi untuk memenangkan pemilu presiden, seorang calon presiden harus bisa merebut 270 suara dari elektoral College.
Komposisi keanggotaan di Elektoral College bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lain, dialokasikan berdasarkan geografi dan populasi, tapi setiap negara bagian AS diberikan satu suara elektoral per anggota delegasi kongresnya. Artinya, berapapun populasinya, setiap negara bagian secara otomatis mempunyai tiga suara elektoral, karena semua negara bagian mempunyai dua senator AS dan setidaknya satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.
Jumlah anggota electoral college dari California misalnya 54 orang, jadi California punya 54 suara. Sedangkan negara bagian Vermont hanya punya 3 delegasi, artinya 3 suara. Tapi anggota delegasi electoral college tidak memberikan suara semaunya, melainkan harus menuruti hasil pemilu. Misalnya Kamala Harris memenangkan suara terbanyak di negara bagian California, maka seluruh 54 orang anggota Electoral College dari California harus memberikan suara untuk Kamala Harris. Ini berlaku di semua negara bagian, kecuali Maine dan Nebraska, yang memiliki variasi sistem perwakilan proporsional, jadi tidak semua anggota Electoral College dari kedua negara bagian ini harus memilih secara seragam.
Karena sistem yang rumit ini, dalam kondisi persaingan ketat penentuan siapa yang memenangkan pemilihan presiden bisa berlangsung lama, sampai satu atau dua minggu setelah hari pemungutan suara.
Diadaptasi dari artikel DW bahasa Inggris
(ita/ita)
