Tag: Kak Seto

  • Kak Seto Dirawat di RS gegara Stroke Ringan dan Aritmia, Begini Kondisinya

    Kak Seto Dirawat di RS gegara Stroke Ringan dan Aritmia, Begini Kondisinya

    Jakarta

    Pemerhati anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto, dirawat di rumah sakit karena stroke ringan dan aritmia atau gangguan irama jantung.

    Kak Seto menjalani perawatan di RS sejak Sabtu lalu (15/10). Ia pun membagikan cerita terserang stroke ringan hingga kondisinya dalam akun Instagram @kaksetosahabatanak.

    “Seminggu yang lalu, saya merasakan gejala yang tidak seperti biasanya yaitu pusing di bagian kepala dan seperti linglung,” tulis Kak Seto.

    Meski mengalami sejumlah gejala, Kak Seto menjalankan tugas seperti biasanya. Namun meski sudah beristirahat, gejala yang dia alami tak kunjung reda.

    Sehari setelah itu, pada Jumat (24/10), dia dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) dan menjalani pemeriksaan MRI, EKG dan cek darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan Kak Seto terkena stroke ringan atau mild stroke dan aritmia.

    “Syukurnya, karena menjalani pola hidup sehat maka stroke ini disebabkan oleh faktor kekentalan darah belaka, di mana kondisi jantung tetap dalam keadaan sehat,” beber Kak Seto.

    Kondisi Kak Seto Stabil

    Kak Seto menyebut meski mengalami kedua kondisi tersebut, kondisinya masih baik. Organ vitalnya masih optimal dan disarankan beristirahat.

    Atas saran dokter, ia pun memutuskan untuk dirawat di rumah sakit sejak Sabtu (25/10) agar dapat beristirahat dan memulihkan kondisi secara optimal.

    “Ayo, mulai hidup sehat dari sekarang karena akan sangat membantu di masa tua nanti. Tetap semangat!” seru Kak Seto.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • ​Sempat Alami Stroke Ringan, Ini Profil Kak Seto

    ​Sempat Alami Stroke Ringan, Ini Profil Kak Seto

    Jakarta: Psikolog sahabat anak Indonesia, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto baru-baru ini didiagnosis mengalami mild stroke (stroke ringan). Di usianya yang menginjak 74 tahun, kabar kesehatan ini sontak mengejutkan publik, meski ia tetap memberikan pesan positif dan penuh semangat dari rumah sakit.

    ​Seto Mulyadi adalah salah satu tokoh kunci dalam perkembangan pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Kiprahnya membentang dari dunia akademik hingga aktivitas sosial.

    Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1951, Kak Seto telah mengabdikan hidupnya di dunia anak-anak sejak era 1970-an, dimulai dengan membantu mendiang pasangan legendaris, Pak Kasur dan Ibu Kasur. 

    Perjalanan akademisnya pun membuktikan dedikasi totalnya, di mana ia berhasil meraih gelar Sarjana, Magister, hingga Doktoral di bidang Psikologi dari Universitas Indonesia (UI).

    ​Di ranah hiburan dan edukasi, Kak Seto dikenal luas sebagai pencipta karakter Si Komo, boneka komodo yang sangat populer di program televisi anak-anak pada era 1990-an. 

    Kontribusi visionernya tak berhenti di situ, ia juga tercatat sebagai pendiri Yayasan Mutiara Indonesia pada tahun 1982 dan memprakarsai pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selain itu, ia juga merupakan sosok di balik pendirian Homeschooling Kak Seto.
     

    Namun, peran Kak Seto yang paling melekat adalah sebagai aktivis dan pelopor dalam perlindungan anak. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) selama periode 1998 hingga 2010. 

    Saat ini, Kak Seto masih aktif menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), menjadikan namanya sinonim dengan perjuangan hak dan kesejahteraan anak-anak Indonesia. Ia juga diketahui memiliki saudara kembar, Kresno Mulyadi, yang juga merupakan seorang psikiater anak.

    Pada akhir Oktober 2025, Kak Seto mengumumkan bahwa ia harus menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengalami stroke ringan (mild stroke) yang menyerang fungsi kognitif, serta detak jantung tidak beraturan (Aritmia).

    ​”Ternyata saya terdiagnosa ‘Mild Stroke’ yang menyerang fungsi kognitif, bukan motorik,” ungkap Kak Seto. Ia menjelaskan bahwa stroke ini disebabkan oleh faktor kekentalan darah, dan bukan karena masalah jantung, berkat pola hidup sehat yang selama ini ia jalani.

    ​Meski sedang dalam masa pemulihan dan disarankan untuk beristirahat total, Kak Seto tetap menunjukkan semangat yang tak pernah pudar. Dalam unggahannya, ia menyelipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia:

    ​“Terima kasih atas perhatian dan do’a para sahabat! Ayo, mulai hidup sehat dari sekarang karena akan sangat membantu di masa tua nanti. Tetap semangat!”

    ​Pesan ini menegaskan keyakinannya bahwa konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kak Seto, si Sahabat Anak Indonesia, telah memberi teladan tidak hanya dalam mengasuh generasi, tetapi juga dalam menghadapi tantangan usia dengan ketabahan dan optimisme.

    (Sheva Asyraful Fali)

    Jakarta: Psikolog sahabat anak Indonesia, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto baru-baru ini didiagnosis mengalami mild stroke (stroke ringan). Di usianya yang menginjak 74 tahun, kabar kesehatan ini sontak mengejutkan publik, meski ia tetap memberikan pesan positif dan penuh semangat dari rumah sakit.
     
    ​Seto Mulyadi adalah salah satu tokoh kunci dalam perkembangan pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Kiprahnya membentang dari dunia akademik hingga aktivitas sosial.
     
    Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1951, Kak Seto telah mengabdikan hidupnya di dunia anak-anak sejak era 1970-an, dimulai dengan membantu mendiang pasangan legendaris, Pak Kasur dan Ibu Kasur. 

    Perjalanan akademisnya pun membuktikan dedikasi totalnya, di mana ia berhasil meraih gelar Sarjana, Magister, hingga Doktoral di bidang Psikologi dari Universitas Indonesia (UI).
     
    ​Di ranah hiburan dan edukasi, Kak Seto dikenal luas sebagai pencipta karakter Si Komo, boneka komodo yang sangat populer di program televisi anak-anak pada era 1990-an. 
     
    Kontribusi visionernya tak berhenti di situ, ia juga tercatat sebagai pendiri Yayasan Mutiara Indonesia pada tahun 1982 dan memprakarsai pembangunan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Selain itu, ia juga merupakan sosok di balik pendirian Homeschooling Kak Seto.
     

    Namun, peran Kak Seto yang paling melekat adalah sebagai aktivis dan pelopor dalam perlindungan anak. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) selama periode 1998 hingga 2010. 
     
    Saat ini, Kak Seto masih aktif menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), menjadikan namanya sinonim dengan perjuangan hak dan kesejahteraan anak-anak Indonesia. Ia juga diketahui memiliki saudara kembar, Kresno Mulyadi, yang juga merupakan seorang psikiater anak.
     
    Pada akhir Oktober 2025, Kak Seto mengumumkan bahwa ia harus menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengalami stroke ringan (mild stroke) yang menyerang fungsi kognitif, serta detak jantung tidak beraturan (Aritmia).
     
    ​”Ternyata saya terdiagnosa ‘Mild Stroke’ yang menyerang fungsi kognitif, bukan motorik,” ungkap Kak Seto. Ia menjelaskan bahwa stroke ini disebabkan oleh faktor kekentalan darah, dan bukan karena masalah jantung, berkat pola hidup sehat yang selama ini ia jalani.
     
    ​Meski sedang dalam masa pemulihan dan disarankan untuk beristirahat total, Kak Seto tetap menunjukkan semangat yang tak pernah pudar. Dalam unggahannya, ia menyelipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat Indonesia:
     
    ​“Terima kasih atas perhatian dan do’a para sahabat! Ayo, mulai hidup sehat dari sekarang karena akan sangat membantu di masa tua nanti. Tetap semangat!”
     
    ​Pesan ini menegaskan keyakinannya bahwa konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kak Seto, si Sahabat Anak Indonesia, telah memberi teladan tidak hanya dalam mengasuh generasi, tetapi juga dalam menghadapi tantangan usia dengan ketabahan dan optimisme.
     
    (Sheva Asyraful Fali)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News


    Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id

    (RUL)

  • Dialami Kak Seto Sampai Dirawat di RS, Apa Itu Stroke Ringan?

    Dialami Kak Seto Sampai Dirawat di RS, Apa Itu Stroke Ringan?

    Jakarta

    Selebritas sekaligus psikolog anak Kak Seto baru-baru ini membagikan kabar bahwa dirinya terkena stroke ringan. Sosok legendaris sahabat anak Indonesia itu menceritakan awal mula dirinya mengalami kondisi tersebut.

    Peristiwa itu terjadi pada 20 Oktober lalu, ketika ia tiba-tiba merasakan pusing. Awalnya, Kak Seto memilih menahan diri dan beristirahat. Namun setelah gejala tak kunjung membaik, ia akhirnya memutuskan memeriksakan kondisinya secara menyeluruh pada 24 Oktober. Hasilnya baru ketahuan, ia mengalami stroke ringan menyerang fungsi kognitifnya.

    “Ternyata saya terdiagnosa ‘Mild Stroke’ (Stroke Ringan) yang menyerang fungsi kognitif, bukan motorik,” tulisnya melalui akun Instagram @kaksetosahabatanak, Selasa (28/10/2025).

    “Syukurnya, karena menjalani pola hidup sehat maka stroke ini disebabkan oleh faktor kekentalan darah belaka, di mana kondisi jantung tetap dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

    Dirinya juga harus dirawat di rumah sakit sejak hari Sabtu untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

    Apa itu stroke ringan atau mild stroke?

    Dikutip dari Archive of Physical Medicine and Rehabilitation (ACRM), orang yang mengalami stroke ringan (mild stroke) umumnya dirawat di rumah sakit dalam waktu singkat, dengan gejala stroke yang berlangsung lebih dari satu hari. Dalam banyak kasus, gejalanya akan mereda setelah beberapa waktu.

    Jika gejala stroke berlangsung kurang dari 24 jam, biasanya disebut serangan iskemik sementara atau Transient Ischemic Attack (TIA). Namun, jika ditemukan adanya lesi atau kerusakan otak pada hasil pemindaian otak (seperti MRI atau CT scan), maka diagnosis tetap ditetapkan sebagai stroke ringan atau mild stroke, meskipun gejala berlangsung kurang dari 24 jam.

    Pengidap stroke ringan atau mild stroke biasanya masih mampu melakukan aktivitas dasar seperti pergi ke kamar mandi atau berbelanja, tetapi mungkin mengalami kesulitan dalam aktivitas kompleks.

    Meski terkesan ringan, stroke ringan tidak boleh diabaikan, baik oleh pasien maupun tenaga kesehatan, karena orang yang mengalaminya tetap berisiko mengalami hal-hal berikut:

    Mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.Mengalami kesulitan dalam aktivitas kompleks, misalnya mengemudi.Mengalami stroke kembali di masa mendatang.

    Halaman 2 dari 2

    (suc/suc)

  • Kondisi Terkini Kak Seto usai Alami Stroke Ringan, Berjuang Sembuh!

    Kondisi Terkini Kak Seto usai Alami Stroke Ringan, Berjuang Sembuh!

    GELORA.CO  – Kondisi terkini pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto menjadi sorotan publik saat ini. Bagaimana kabar Kak Seto usai didiagnosis stroke ringan?

    Melalui unggahan Instagram, Kak Seto mengabarkan dirinya kena stroke ringan atau mild stroke. Masalah kesehatan itu menyerang fungsi kognitifnya, bukan motorik.

    Karena itu, Kak Seto mesti banyak beristirahat dan disarankan dirawat di rumah sakit. Hingga berita ini dibuat, Kak Seto dikabarkan masih dirawat di rumah sakit.

    Lantas, seperti apa kondisi Kak Seto sekarang? Simak berita selengkapnya.

    Kondisi Terkini Kak Seto usai Alami Stroke Ringan

    Kak Seto bercerita, stroke ringan yang diidapnya disebabkan oleh faktor kekentalan darah. Itu juga yang membuat fungsi jantung tetap dalam keadaan sehat.

    Meski begitu, Kak Seto mengaku mengalami aritmia atau kondisi di mana detak jantung tidak beraturan. Syukurnya, semua gangguan kesehatan itu dikenali lebih awal dan dapat ditangani secara maksimal.

    Selain itu, berkat pola hidup sehat yang dijalani Kak Seto. Makanya, stroke ringan yang terjadi tidak terlalu mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan.

    “Setelah ditangani dokter ahli syaraf (neurologist) dan ahli jantung (kardiolog), dijelaskan bahwa semua organ vital masih berfungsi dengan baik,” kata Kak Seto, dikutip Rabu (29/10/2025).

    “Hanya saja, karena saya tidak bisa diam, dokter menyarankan alangkah baiknya untuk beristirahat sejenak dan dirawat di rumah sakit,” tambahnya.

    Pemerhati anak itu mulai dirawat di rumah sakit sejak Sabtu, 25 Oktober 2025. Dia berharap setelah selesai beristirahat, dapat kembali sehat dan beraktivitas lincah seperti sebelumnya.

    Lewat pesan di Instagram, Kak Seto menghaturkan banyak terima kasih atas perhatian yang diberikan masyarakat kepadanya. Dia pun mengajak semua orang untuk hidup lebih sehat.

    “Terima kasih atas perhatian dan doa para sahabat. Ayo mulai hidup sehat dari sekarang, karena akan sangat membantu di masa tua nanti. Tetap semangat!” ujar Kak Seto

  • Begini Metode Jalan Kaki yang Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut

    Begini Metode Jalan Kaki yang Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut

    Jakarta

    Jalan kaki adalah salah bentuk olahraga sederhana dan mudah yang ternyata dapat membantu menghilangkan lemak perut. Jika dilakukan secara teratur, aktivitas ini dapat berkontribusi pada pembakaran lemak secara keseluruhan, terutama di daerah perut.

    Tentunya hal ini dapat lebih maksimal bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan kebiasaan sehat lainnya.

    Jalan kaki dengan intensitas dan durasi yang tepat dapat meningkatkan pembakaran kalori, memperbaiki metabolisme, dan mengurangi lemak visceral. Itu merupakan jenis lemak perut berbahaya yang terkait dengan risiko kesehatan.

    Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan berat badan, termasuk lemak perut, adalah menciptakan defisit kalori degan membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi. Jalan kaki juga meningkatkan pengeluaran energi harian yang membantu seseorang mencapai defisit kalori.

    Setiap gerakan yang dilakukan tubuh membutuhkan energi. Semakin besar upaya yang dibutuhkan suatu aktivitas, akan semakin banyak kalori yang dibakar.

    Jalan Kaki Mengurangi Lemak Perut Visceral

    Dikutip dari Very Well Health, tidak semua lemak perut sama. Lemak visceral atau jaringan adiposa viseral (VAT), yang mengelilingi organ dalam manusia, terkait dengan kondisi kesehatan serius seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

    Studi menunjukkan bahwa latihan aerobik intensitas sedang, seperti jalan kaki, membantu mengurangi lemak viseral bahkan tanpa perubahan pola makan yang drastis. Dalam studi yang dipublikasikan American Heart Association pada 2021, para ahli menemukan bahwa:

    150 menit aktivitas fisik mingguan mungkin cukup untuk mengurangi jaringan adiposa viseral.Berjalan kaki selama tiga bulan atau sekitar 12 minggu, menghasilkan penurunan lemak yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol.Intervensi olahraga, termasuk aktivitas aerobik seperti berjalan kaki, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak ektopik.

    Salah satu manfaat utama berjalan kaki adalah kemampuan untuk meningkatkan laju metabolisme istirahat. Ini berarti, tubuh terus membakar lebih banyak kalori sepanjang hari, bahkan saat tidak berolahraga.

    Memasukkan jalan kaki ke dalam rutinitas harian membantu membakar kalori selama aktivitas dan berkontribusi pada pengeluaran kalori yang lebih tinggi secara keseluruhan.

    Bagi mereka yang ingin memaksimalkan manfaat metabolisme dari berjalan kaki, jalan kaki interval intensitas tinggi merupakan strategi yang efektif. Ini melibatkan pergantian antara jalan cepat dalam waktu singkat dan periode jalan kaki dengan kecepatan sedang,

    Penelitian menunjukkan bahwa latihan interval intensitas tinggi (HIIT), termasuk jalan interval, dapat secara signifikan meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan meningkatkan oksidasi lemak. Itu merupakan proses tubuh memecah lemak yang tersimpan untuk menghasilkan energi.

    Berjalan Kaki Menurunkan Kadar Kortisol, Mengurangi Lemak Perut Akibat Stres

    Peningkatan kadar kortisol, yang sering dikaitkan dengan stres, dapat meningkatkan akumulasi lemak perut. Berjalan kaki secara teratur terbukti menurunkan kadar kortisol, sehingga mengurangi lemak perut akibat stress.

    Semakin cepat berjalan, kalori yang terbakar akan semakin banyak. Usahakan untuk berjalan tetapi masih bisa berbicara dengan baik.

    Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar lemak perut bisa terbakar:

    1. Usahakan 150-300 menit aktivitas per minggu

    Setidaknya usahakan 150 menit olahraga intensitas sedang direkomendasikan untuk kesehatan umum. Untuk mengelola berat badan, tingkatkan menjadi 300 menit, bagi menjadi beberapa sesi yang dapat dikelola sepanjang minggu.

    2. Lacak langkah dengan Pedometer atau Aplikasi Kebugaran

    Gunakan pedometer atau aplikasi kebugaran untuk melacak langkah harian. Tetapkan target 8 ribu hingga 10 ribu langkah per hari, untuk memastikan sudah bergerak yang cukup dan berkontribusi pada penurunan berat badan.

    3. Gabungkan Jalan Kaki dengan Latihan Kekuatan

    Kombinasikan jalan kaki dengan latihan kekuatan, seperti latihan beban tubuh atau resistance band untuk pembakaran lemak yang lebih cepat. Hal ini juga dapat meningkatkan massa otot, yang dapat meningkatkan metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak.

    Tambahkan latihan beban tubuh seperti squat atau lunge, atau gunakan resistance band untuk meningkatkan latihan.

    4. Tingkatkan Intensitas dengan Tanjakan, Tangga, atau Jalan Interval

    Tingkatkan pembakaran kalori dengan berjalan di tanjakan, naik tangga, atau melakukan latihan interval. Lakukan secara bergantian antara kecepatan berjalan lambat dan cepat.

    5. Tetap Konsisten

    Jalan kaki teratur adalah kunci untuk pembakaran lemak jangka panjang. Jadikan kebiasaan sehari-hari untuk memastikan tetap aktif dan membakar kalori secara konsisten.

    Halaman 2 dari 3

    Simak Video “Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Pakar Harvard Ungkap Waktu Terbaik Jalan Kaki, Harus Berapa Menit Sehari?

    Pakar Harvard Ungkap Waktu Terbaik Jalan Kaki, Harus Berapa Menit Sehari?

    Jakarta

    Ahli biologi evolusi Harvard, Dr Daniel E Lieberman, menyarankan setiap orang untuk memperbanyak aktivitas jalan kaki demi meningkatkan kesehatan.

    Menurutnya, olahraga jalan kaki bahkan menjadi jenis olahraga paling efektif untuk menjaga kebugaran. Kebiasaan jalan kaki bahkan sudah dilakukan sejak ribuan tahun yakni saat manusia purba yang menjalani kesehariannya dengan berjalan setara ribuan kilometer per tahun.

    Bukan karena mereka ingin, tetapi karena mereka harus melakukannya. Hal ini dikaitkan dengan peluang umur panjang mereka.

    Berjalan kaki untuk kesehatan masih relevan hingga saat ini. Sesederhana memilih berjalan ke halte bus berikutnya, menaiki tangga, atau berjalan santai saat istirahat makan siang bisa meningkatkan kesehatan organ tubuh.

    Manfaat Jalan Kaki Hanya 21 Menit

    Waktu ideal berjalan kaki dalam sehari menurutnya minimal selama 21 menit. Kebiasaan ini menjadi formula ahli biologi Harvard untuk hidup lebih lama dan sehat.

    Penelitian menunjukkan bahwa dengan hanya 150 menit aktivitas sedang per minggu, sekitar 21 menit sehari, dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 30 persen.

    Lieberman menyarankan untuk berjalan kaki secara konsisten dan menghasilkan manfaat yang besar.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/naf)

  • Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun

    Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun

    Video KuTips: Resep Sehat Bugar ‘GEMBIRA’ ala Kak Seto di Usia 74 Tahun

  • Bugar Banget! Kak Seto Masih Kuat Naik Gunung di Usia 74 Tahun

    Bugar Banget! Kak Seto Masih Kuat Naik Gunung di Usia 74 Tahun

    Jakarta

    Psikolog anak Seto Mulyadi atau lebih dikenal sebagai Kak Seto berhasil mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah, di usia 74 tahun. Kegiatan ini dilakukan untuk merayakan ulang tahunnya.

    Ternyata, ada rahasia di balik kesuksesan Kak Seto bisa sampai puncak gunung tanpa ada cedera. Salah satunya adalah berlatih kekuatan kaki.

    “Jadi yang paling mudah saya itu bergerak. Kalau misalnya hujan atau pas lagi keluar kota, saya kan nggak sempat lari pagi,” terang Kak Seto saat ditemui di gedung Trans TV, Rabu (10/9/2025).

    “Saya melompat 100 kali saja. Melompat begini (sambil mempraktikkannya), murah meriah,” sambungnya.

    Menurut Kak Seto, latihan mudah dan ringan itulah yang membuatnya tetap kuat saat naik maupun turun dari gunung. Tak hanya kakinya, latihan yang dilakukannya itu juga dianggap menjadi pelindung lututnya dari rasa sakit.

    “Akhirnya kaki tetap terjaga dan lutut juga, sehingga ya satu-satunya ya Alhamdulillah sampai sekarang nggak sakit-sakit. Mau lari kenceng, mau naik gunung, mau apa nggak ada masalah,” jelasnya.

    Meski Kak Seto mampu menaklukkan Gunung Prau, ia tetap didampingi oleh anak-anaknya. Selain usianya yang sudah 74 tahun, ini merupakan pengalaman pertama Kak Seto mendaki gunung.

    Sebab, biasanya kalau jalan-jalan ke gunung ia dan keluarga naik mobil. Hal itu sudah dianggap sangat biasa.

    “Tapi, kalau jalan kaki mendaki gunung sampai setinggi sekitar 2.5000 meter, memang baru pertama kali,” tuturnya.

    Kak Seto mengungkapkan kekhawatiran kedua anaknya. Sebab, naik gunung bisa saja berbahaya, entah jalurnya yang sulit maupun licin.

    Meski begitu, kedua anaknya tetap mendampingi Kak Seto sampai puncak Gunung Prau.

    “Alhamdulillah, kayaknya bisa sampai puncak. Dan begitu turun juga dalam keadaan fit dan tetap nggak ada luka apa-apa, sakit, dan sebagainya,” pungkasnya.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Kak Seto Usul Militer Main ke Sekolah untuk Bangun Rasa Cinta Tanah Air”
    [Gambas:Video 20detik]
    (sao/kna)

  • Video Rahasia Kak Seto Kuat Naik Gunung di Usia 74 Tahun

    Video Rahasia Kak Seto Kuat Naik Gunung di Usia 74 Tahun

    Video Rahasia Kak Seto Kuat Naik Gunung di Usia 74 Tahun

  • Menolak Tua! Kak Seto Taklukkan Puncak Gunung Prau di Usia 74 Tahun

    Menolak Tua! Kak Seto Taklukkan Puncak Gunung Prau di Usia 74 Tahun

    Jakarta

    Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab dikenal masyarakat sebagai Kak Seto baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-74 tahun. Momen spesial ini dirayakan dengan cara yang tidak biasa, yaitu dengan mendaki Gunung Prau, Temanggung, Jawa Tengah.

    Melalui akun media sosial Instagram, ia membagikan momen kebahagiaan sukses menaklukkan puncak Gunung Prau setinggi 2.565 MDPL. Satu hal yang bikin lebih spesial terkait perayaan tersebut, rupanya itu adalah momen pertama kali Kak Seto naik gunung!

    “Pertama kali seumur hidup naik gunung tepat pada usia 74 tahun. Usia hanyalah angka, tiada kata terlambat untuk memulai suatu hobi baru. Selalu semangat!” ucak Kak Seto melalui postingannya, Kamis (28/8/2025).

    Unggahan tersebut membuat banyak netizen berdecak kagum. Meskipun Kak Seto sudah tidak muda dan masuk usia kepala tujuh, ia tetap bisa beraktivitas bak anak muda.

    “Keren kak seto, sehat selalu dan tetap semangat membara,” ucap salah satu netizen.

    “Mantap! Jiwa muda Kek Seto,” komentar netizen lain kagum dengan aktivitas Kak Seto.

    Ini bukan pertama kalinya Kak Seto merayakan ulang tahun dengan cara tak biasa. Tepat setahun lalu, ia merayakan ulang tahun dengan melakukan pull-up bersama saudara kembarnya.

    Dalam sebuah kesempatan, Kak Seto sempat mengungkapkan kunci rahasia yang membuatnya tetap energik dan aktif. Ia mengaku selalu menggunakan rumus GEMBIRA ketika menjalani hidup.

    GEMBIRA diawali dengan aktif bergerak. Ia menceritakan dirinya hingga saat ini masih rutin lari 2-3 km sehari. Kunci awet muda selanjutnya adalah mengelola emosi dengan cerdas.

    Ia mengingatkan untuk tidak mudah baper dan marah. Usahakan untuk menghadapi segala sesuatunya dengan kepala dingin dan tenang.

    “Selain itu makan dan minum teratur, istirahat dan tidur yang cukup,” katanya pada detikcom dalam sebuah kesempatan.

    Faktor penting yang terakhir adalah selalu bersyukur dan berpikir positif. Ia juga mengingatkan untuk terus menjalin hubungan sosial yang baik dan rukun dengan keluarga dan teman untuk mencapai kehidupan yang damai.

    “Terakhir, aktif berkarya. Selalu tetap semangat, meski usianya 73 tapi seperti 37,” katanya tahun lalu.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)