Tag: Kai

  • Pemerintah Pastikan Angkutan Nataru Aman, Teddy Tinjau Posko Pemantauan Kemenhub

    Pemerintah Pastikan Angkutan Nataru Aman, Teddy Tinjau Posko Pemantauan Kemenhub

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada Senin (22/12/2025) berdiskusi dengan jajaran pimpinan Kementerian Perhubungan serta para direktur utama BUMN sektor transportasi di Posko Pusat Pemantauan Angkutan Nataru, Kementerian Perhubungan.

    Melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Seskab Teddy menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian serius terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra. Namun, di saat bersamaan, pemerintah juga berkewajiban memastikan mobilitas masyarakat pada akhir tahun berjalan aman, nyaman, dan lancar.

    “Masa akhir tahun ini akan ada lebih dari 60 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Pemerintah harus memastikan perjalanan masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar, nyaman, dan aman,” ujar Teddy. 

    Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, pemerintah menghadirkan Program Diskon Tiket Nataru 2025/2026 di berbagai moda transportasi. Program tersebut mencakup diskon tiket kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar 30% untuk tiket ekonomi komersial bagi 1,5 juta penumpang.

    Di sektor angkutan laut, PT PELNI memberikan diskon 20% dari tarif dasar bagi penumpang kelas ekonomi. Sementara itu, pada moda transportasi udara, pemerintah memberlakukan diskon tiket pesawat sebesar 13–14% serta memperpanjang jam operasional bandara guna memperlancar mobilitas penumpang. 

    Selain itu, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan melalui aplikasi Ferizy. Pemerintah juga memberlakukan pengurangan tarif hingga 20 % di 26 ruas jalan tol, bahkan beberapa ruas tol digratiskan selama periode Nataru.

    Teddy meminta seluruh pimpinan dan jajaran BUMN transportasi turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan dan kenyamanan fasilitas bagi masyarakat. 

    “Jangan anggap ini kegiatan tahunan biasa. Harus ada perbaikan dari tahun sebelumnya,” katanya. 

    Dia juga meminta seluruh jajaran terkait untuk fokus pada pengawasan titik-titik rawan, baik di darat, laut, maupun udara, guna memastikan perayaan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, lancar, dan bebas kecelakaan.

    “Pemerintah menargetkan penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini dapat berjalan optimal di tengah tingginya mobilitas masyarakat, sekaligus tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujar Teddy.

  • Sambut Libur Nataru, Stasiun Blitar dan Madiun Berhias Ornamen Natal hingga Pojok Baca
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        22 Desember 2025

    Sambut Libur Nataru, Stasiun Blitar dan Madiun Berhias Ornamen Natal hingga Pojok Baca Regional 22 Desember 2025

    Sambut Libur Nataru, Stasiun Blitar dan Madiun Berhias Ornamen Natal hingga Pojok Baca
    Tim Redaksi

    BLITAR, KOMPAS.com
    – Stasiun Blitar dan Madiun, Jawa Timur berhias dengan nuansa Natal. Sejumlah tempat dipercantik. Selain itu, di Stasiun Madiun juga disediakan pojok baca.
    Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (
    KAI
    ) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa pihaknya menghiasi stasiun-stasiun kereta api dengan ornamen bernuansa Natal dan Tahun Baru.
    “Di
    Stasiun Blitar
    , kami menghiasi sejumlah tempat termasuk di lobi keberangkatan penumpang dengan ornamen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar Tohari dalam pernyataan tertulisnya, Senin (22/12/2025).
    “Di lobi keberangkatan Stasiun Blitar, ornamen Natal dan Tahun baru kami rangkai persis di belakang Patung Bung Karno,” imbuhnya.
    Tidak hanya di Stasiun Blitar, kata Tohari, pihaknya juga menghias stasiun-stasiun lain yang ada di wilayah Daop 7 Madiun dengan tema serupa.
    “Upaya ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk semakin melayani pelanggan, tidak hanya melalui layanan operasional yang andal, tetapi juga dengan menciptakan suasana perjalanan yang hangat, nyaman, dan berkesan,” jelasnya.
    Di
    Stasiun Madiun
    , lanjutnya, pihaknya berusaha menampilkan stasiun tersebut dengan beragam dekorasi tematik.
    Ornamen-ornamen tersebut menghiasi area selasar hingga beberapa sudut stasiun, termasuk kehadiran
    photo booth
    yang dapat dimanfaatkan pelanggan untuk mengabadikan momen perjalanan mereka bersama keluarga maupun kerabat.
    Tohari menjelaskan, bahwa kehadiran ornamen tematik ini merupakan bentuk sambutan hangat KAI kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan kereta api selama masa libur Nataru.
    “Ornamen tematik Natal dan Tahun Baru ini kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus sambutan hangat kepada para pelanggan. Ini merupakan wujud komitmen KAI Daop 7 Madiun untuk terus semakin melayani, dengan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sejak pelanggan berada di area stasiun,” jelasnya.
    Selain mempercantik area stasiun, KAI Daop 7 Madiun juga menambahkan fasilitas ruang pojok baca di Stasiun Madiun.
    Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai buku bacaan yang menarik dan edukatif, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelanggan maupun pengantar dan penjemput saat menunggu keberangkatan maupun kedatangan kereta api.
    “Penyediaan pojok baca tersebut didukung oleh Gramedia, yang memfasilitasi dengan menyediakan beragam koleksi buku untuk dibaca di tempat,” jelasnya. 
    Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Nataru 2025/2026, ia mengatakan, hingga Senin (22/12/2025), KAI Daop 7 Madiun mencatat total 94.402 pelanggan telah melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun.
    Angka tersebut, lanjutnya, setara dengan 144 persen dari total kapasitas kursi yang tersedia dari kereta api jarak jauh di wilayah Daop 7 Madiun.
    “Jumlah penumpang yang datang atau turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 7 mencapai 98.544 pelanggan hingga Senin ini,” ungkapnya.
    Sedangkan sisanya berasal dari stasiun-stasiun lainnya di wilayah Daop 7 Madiun seperti Walikukun, Papar, Ngunut, Ngawi, dan Caruban.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Daftar Diskon Tiket Kereta, Pesawat, Kapal, dan Tol pada Libur Nataru

    Daftar Diskon Tiket Kereta, Pesawat, Kapal, dan Tol pada Libur Nataru

    Daftar Diskon Tiket Kereta, Pesawat, Kapal, dan Tol pada Libur Nataru
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pemerintah memberikan diskon tiket sejumlah moda transportasi dan jalan tol kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada libur Natal 2025 dan tahun baru 2026 ini.
    Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya usai berdiskusi dengan jajaran Kemenhub dan Dirut BUMN sektor transportasi di Posko Pusat Pemantauan Angkutan
    Natal dan Tahun Baru
    , Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/12/2025).
    “Dengan tidak mengurangi perhatian kita terhadap saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera, masa akhir tahun ini akan ada lebih dari 60 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Pemerintah juga harus memastikan perjalanan mereka pada masa Natal dan Tahun Baru ini harus dapat berjalan lancar, nyaman dan aman,” ujar Teddy dalam akun IG Sekretariat Kabinet.
    Teddy memerintahkan agar seluruh Dirut dan perangkat BUMN transportasi harus turun langsung mengecek pelayanan dan kenyamanan fasilitasnya.
    Dia meminta mereka tidak menganggap libur akhir tahun ini sebagai kegiatan tahunan biasa. Harus ada perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya.
    “Seluruh jajaran fokus pada pengawasan titik rawan guna memastikan perayaan Tahun Baru 2026 berjalan aman, lancar, dan
    zero accident
    ,” imbuhnya.
    Berikut daftar diskon tiket berdasarkan moda transportasi pada liburan akhir 2025:
    1. Kereta Api (PT KAI): Diskon 30 persen tiket ekonomi komersial untuk 1,5 juta penumpang
    2. Angkutan Laut (PT PELNI): Diskon 20 persen dari tarif dasar bagi penumpang kelas ekonomi
    3. Pesawat Udara: Diskon 13-14 persen, serta perpanjangan jam operasional bandara guna memperlancar mobilitas
    4. Penyeberangan (PT ASDP): Diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan melalui aplikasi Ferizy
    5. 26 Ruas
    jalan tol
    akan pengurangan tarif hingga 20 persen, dan ada ruas beberapa yang digratiskan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kala Megahnya Bangunan Bersejarah Stasiun Tanjung Priok Tenggelam oleh Angkot dan PKL 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        22 Desember 2025

    Kala Megahnya Bangunan Bersejarah Stasiun Tanjung Priok Tenggelam oleh Angkot dan PKL Megapolitan 22 Desember 2025

    Kala Megahnya Bangunan Bersejarah Stasiun Tanjung Priok Tenggelam oleh Angkot dan PKL
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Suasana depan
    Stasiun Tanjung Priok
    , Jakarta Utara, kerap semrawut dengan angkot yang menunggu penumpang dan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di trotoar.
    Kondisi ini membuat bangunan bersejarah Stasiun Tanjung Priok yang dibangun sejak 1914 nyaris tenggelam secara visual, meski berada di lokasi strategis dan masih aktif melayani ribuan penumpang setiap hari.
    Suara bising klakson kendaraan terdengar hampir setiap menit di depan Stasiun Tanjung Priok.
    Para pengendara menyalakan klakson untuk mendorong angkot-angkot yang mengetem agar segera berjalan. Puluhan angkot lebih senang menunggu penumpang di depan stasiun dibanding masuk ke terminal di seberangnya.
    Jalan di depan stasiun dilalui berbagai kendaraan, mulai dari sepeda motor, bus, hingga truk trailer, sehingga sering terjadi perebutan jalan antara angkot dan truk.
    Semrawutnya kondisi ini diperparah oleh keberadaan PKL yang menjajakan minuman kemasan, es kelapa, gorengan, dan rokok di atas trotoar persis depan stasiun.
    Keberadaan
    PKL dan angkot
    membuat megahnya bangunan putih bersejarah Stasiun Tanjung Priok seolah tenggelam.
    “Pas pertama ke stasiun ini enggak kelihatan kalau ini stasiun karena ketutupan banyak angkot ngetem sama PKL,” ungkap Sera (31), penumpang KRL Commuter Line, Jumat (19/12/2025).
    Sera berharap area depan stasiun ditata lebih rapi, dengan tetap memberikan tempat khusus bagi PKL agar mereka bisa berjualan.
    “Kalau ditertibin bagus tapi kasihan mereka, kalau bisa sih bikinin tempat aja jadi lebih tertata enggak ganggu lalu lalang masuk, dan mereka bisa tetap jualan,” jelasnya.
    Senada, Sri (43), penumpang KRL lainnya, meminta agar PKL disediakan lokasi khusus di sekitar stasiun.
    Ia juga menilai angkot sebaiknya tetap boleh berhenti di depan stasiun dengan durasi singkat, agar penumpang tidak harus menyeberang jalan berisiko.
    “Kalau mereka di dalam stasiun ribet, kita harus menyeberang, kendaraan gede-gede. Lebih baik boleh berhenti sebentar, terus langsung jalan,” tuturnya.
    Sejarawan Asep Kambali menekankan pentingnya penataan
    tata kelola ruang
    di Stasiun Tanjung Priok.
    “Yang perlu dibenahi bukan bangunannya tapi tata kelola ruang, baik interior atau eksterior,” katanya.
    Area depan stasiun,
    drop-off
    penumpang, PKL, dan angkot harus ditata agar bangunan bersejarah tetap terlihat.
    Asep menambahkan, seharusnya penataan mengacu pada era Belanda, di mana gedung memiliki area depan yang lapang. Jika PKL dan angkot tidak ditata rapi, arsitektur bersejarah stasiun akan semakin tenggelam.
    “Dari luar juga rusak secara visual, dia tidak bisa dinikmati sebagai bentuk unik, malah PKL dan angkot jadi tenggelam,” jelasnya.
    Asep menegaskan, hidupnya Stasiun Tanjung Priok bukan berarti area depannya harus semrawut, justru harus benar-benar dijaga karena merupakan
    cagar budaya
    .
    Stasiun Tanjung Priok resmi menjadi cagar budaya pada 1993. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bangunan stasiun mengusung gaya arsitektur modern awal dengan pengaruh kubisme.
    Bentuk dominan bangunan adalah persegi, baik keseluruhan maupun bidang-bidang bukaan seperti pintu dan jendela.
    “Bentuk dominan bangunan stasiun ini adalah persegi, baik bentuk keseluruhan bangunan maupun bidang-bidang bukaan, seperti pintu dan jendela,” ungkap Franoto.
    Ornamen Art Deco, kaca patri, profil keramik, kolom besar, tangga, struktur baja melengkung, serta dinding marmer menambah kesan megah.
    Selain itu, struktur baja melengkung di bangunan utama memberi kesan kokoh dan megah. Area loket penjualan karcis berupa ceruk yang dipertegas dengan lapisan dinding marmer juga menambah unsur mewah dari bangunan stasiun ini.
    Franoto bilang, sekitar tahun 2009 hingga 2015, Stasiun Tanjung Priok pernah direvitalisasi, namun perubahannya tidak begitu signifikan, sebab merupakan cagar budaya yang bangunan aselinya harus benar-benar dijaga.
    Sudah 32 tahun lamanya, stasiun ini resmi ditetapkan oleh pemerintah sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan. Ditetapkannya sebagai cagar budaya bukan tanpa alasan, tapi karena Stasiun Tanjung Priok menyimpan banyak sejarah.
    Stasiun ini dibangun pada 1914 oleh C.W. Koch dari Staats Spoorwegen (SS) saat pemerintahan Gubernur Jenderal A.F.W. Idenburg dan merupakan karya C. W. Koch, insinyur utama dari Staats Spoorwegen (SS) atau perusahaan kereta api (KA) Hindia Belanda kala itu.
    Terletak berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, stasiun melayani perdagangan, wisatawan Eropa, pekerja pelabuhan, pedagang, jalur barang ekspor-impor, dan keberangkatan jamaah haji melalui jalur laut.
    Letak stasiun ini bersebelahan dengan Pelabuhan Tanjung Priok yang dibangun pada akhir abad ke-19 oleh Gubernur Jenderal Johan Wilhelm van Lansberge.
    “Pada masa itu, Stasiun Tanjung Priok mengakomodasi perdagangan dan wisatawan Eropa di Batavia karena wilayah Tanjung Priok terletak di bagian utara Jakarta merupakan hutan dan rawa-rawa yang berbahaya,” ungkap Franoto.
    Oleh karena itu, dibutuhkan sarana transportasi yang aman untuk menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan kawasan pusat lewat Batavia Centrum atau Stasiun Jakarta Kota.
    Stasiun digunakan secara resmi pada 6 April 1925 bersamaan pembukaan jalur Tanjung Priok – Batavia Centrum (sekarang Jakarta Kota), saat ini dilintasi KRL Commuter Line Lintas Tanjung Priok.
    Dekat pelabuhan membuat Tanjung Priok jadi stasiun tersibuk pada 1914-1929. Ketika itu, Jakarta atau yang dulu lebih dikenal sebagai Batavia masih menjadi pusat perdagangan kolonial dan pelabuhan sedang berada di puncak aktivitasnya.
    Ketika itu, Stasiun Tanjung Priok melayani penumpang kelas atas Eropa, pekerja pelabuhan, dan pedagang.
    Kemudian, stasiun ini juga menjadi jalur penting angkutan barang dan komoditas ekspor-impor yang mau menuju ke pelabuhan.
    Sebab saat zaman itu, teknologi truk trailer atau kontainer belum semaju saat ini, sehingga proses angkut barang dari pelabuhan ke berbagai daerah di Pulau Jawa masih mengandalkan kereta api.
    “Serta digunakan untuk keberangkatan jamaah haji dari Batavia melalui jalur laut,” tutur Franoto.
    Kini, Stasiun Tanjung Priok hanya melayani perjalanan jangka pendek (Lini Pink) dengan enam jalur kereta, yakni dua peron untuk KRL Commuter Line, dua peron untuk kereta barang, dan sisanya jalur ke Pelabuhan Tanjung Priok.
    Meski jarak tempuh pendek, stasiun tetap andalan. Data PT KAI mencatat, Oktober 2025, sebanyak 259.000penumpang naik KRL dari stasiun, sedangkan 250 ribu penumpang turun.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Pulihkan 13 Titik Jalur Terdampak Bencana, Jalur Perkeretaapian Sumatera Kembali Normal

    KAI Pulihkan 13 Titik Jalur Terdampak Bencana, Jalur Perkeretaapian Sumatera Kembali Normal

    Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan pemulihan jalur kareta terdampak bencana di Sumatera dilakukan nonstop dalam 5×24 jam bersama pemerintah guna memastikan layanan kereta kembali aman dan andal.

    “Selama 5×24 jam nonstop, KAI melakukan pemulihan jalur secara intensif guna memastikan distribusi logistik serta mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah keterbatasan akses transportasi darat,” kata Bobby sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

    Bobby menyampaikan gangguan prasarana perkeretaapian akibat bencana terjadi pada 13 titik di tiga jalur utama, yakni lintas Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, serta Tebing Tinggi.

    Ia menuturkan bencana terjadi Jumat 28 November 2025 dan sejak hari pertama KAI langsung menangani prasarana terdampak dengan mengerahkan personel, alat berat, serta rekayasa teknis di lapangan.

    “Sejak hari pertama, meski kondisi lapangan sangat berat akibat curah hujan tinggi dan akses terbatas, tim KAI tetap bekerja tanpa henti,” ucap Bobby.

    Atas instruksi pemerintah untuk segera memulihkan fasilitas publik, lanjut Bobby, KAI bersama pemerintah melakukan upaya quick recovery secara senyap agar jalur kereta api dapat kembali berfungsi dan melayani masyarakat.

    Pada tahap awal, KAI memfokuskan upaya pada asesmen menyeluruh dan penanganan darurat di titik-titik kritis. Meski belum seluruh jalur dapat dilalui secara normal, perjalanan dan distribusi logistik mulai dijalankan secara bertahap sejak H+1.

    “Upaya itu dilakukan secara konsisten hingga seluruh jalur kembali beroperasi normal dalam waktu 5×24 jam,” jelasnya.

     

    Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyadari bantuan dari Pemerintah belum sepenuhnya merata dan menjangkau seluruh korban bencana Sumatra. Pemerintah pun meminta maaf dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu para korban.

  • KAI Percepat Pemulihan Jalur Kereta di Sumatera Pascabencana

    KAI Percepat Pemulihan Jalur Kereta di Sumatera Pascabencana

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pemerintah terus melakukan langkah cepat dalam menangani dan mempercepat pemulihan prasarana perkeretaapian yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan selama lima hari penuh tanpa henti, KAI melakukan perbaikan intensif pada jalur kereta guna menjaga kelancaran distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di tengah terbatasnya akses transportasi darat.

    Bobby menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan gangguan prasarana di 13 titik yang tersebar di tiga lintas utama, yaitu Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, dan Tebing Tinggi.

    Adapun gangguan mulai terjadi pada Jumat, 28 November 2025, dan langsung ditangani sejak hari pertama dengan mengerahkan sumber daya manusia, alat berat, serta penerapan rekayasa teknis di lapangan.

    “Sejak hari pertama, meski kondisi lapangan sangat berat akibat curah hujan tinggi dan akses terbatas, tim KAI tetap bekerja tanpa henti. Atas instruksi pemerintah untuk segera memulihkan fasilitas publik, KAI bersama pemerintah melakukan upaya quick recovery secara senyap agar jalur kereta api dapat kembali berfungsi dan melayani masyarakat,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu, 21 Desember.

    Ia menambahkan lada tahap awal, KAI memprioritaskan asesmen menyeluruh serta penanganan darurat di titik-titik yang paling terdampak.

    Bobby menambahkan walaupun belum seluruh jalur dapat dilalui secara normal, perjalanan kereta dan distribusi logistik mulai dijalankan secara bertahap sejak satu hari setelah kejadian dan proses pemulihan terus dilakukan hingga seluruh jalur kembali beroperasi normal dalam kurun waktu lima hari.

    Ia menyampaikan hasil evaluasi di lapangan menunjukkan kerusakan prasarana berupa genangan banjir, longsoran, serta gogosan akibat derasnya aliran air.

    Menurutnya penanganan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat dan karakteristik kerusakan, dengan waktu pemulihan yang bervariasi mulai dari kurang dari 24 jam hingga maksimal lima hari.

    Bobby menyampaikan, pemulihan jalur kereta api secara cepat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama saat sejumlah jalur transportasi darat belum sepenuhnya dapat digunakan.

    “Kereta api menjadi salah satu moda yang dapat diandalkan masyarakat untuk tetap beraktivitas sekaligus mendukung distribusi logistik,” jelasnya.

    Adapun untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, KAI juga meningkatkan kapasitas angkutan bahan bakar minyak (BBM).

    Ia menyampaikan frekuensi perjalanan kereta BBM ditambah dari dua menjadi empat perjalanan per hari, dengan volume angkutan meningkat dari rata-rata 1.428 kiloliter per hari menjadi sekitar 1.632 kiloliter per hari.

    Selain itu, Bobby menyampaikan KAI Logistik turut berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan pemerintah dengan menyalurkan bantuan secara gratis menggunakan kereta api yang terintegrasi dengan moda transportasi laut dan darat menuju wilayah Aceh.

    “KAI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, memastikan jalur perkeretaapian siap mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat,” tutup Bobby.

  • KAI Percepat Pemulihan Jalur Kereta di Sumatera Pascabencana

    KAI Percepat Pemulihan Jalur Kereta di Sumatera Pascabencana

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pemerintah terus melakukan langkah cepat dalam menangani dan mempercepat pemulihan prasarana perkeretaapian yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan selama lima hari penuh tanpa henti, KAI melakukan perbaikan intensif pada jalur kereta guna menjaga kelancaran distribusi logistik serta mobilitas masyarakat di tengah terbatasnya akses transportasi darat.

    Bobby menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan gangguan prasarana di 13 titik yang tersebar di tiga lintas utama, yaitu Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, dan Tebing Tinggi.

    Adapun gangguan mulai terjadi pada Jumat, 28 November 2025, dan langsung ditangani sejak hari pertama dengan mengerahkan sumber daya manusia, alat berat, serta penerapan rekayasa teknis di lapangan.

    “Sejak hari pertama, meski kondisi lapangan sangat berat akibat curah hujan tinggi dan akses terbatas, tim KAI tetap bekerja tanpa henti. Atas instruksi pemerintah untuk segera memulihkan fasilitas publik, KAI bersama pemerintah melakukan upaya quick recovery secara senyap agar jalur kereta api dapat kembali berfungsi dan melayani masyarakat,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu, 21 Desember.

    Ia menambahkan lada tahap awal, KAI memprioritaskan asesmen menyeluruh serta penanganan darurat di titik-titik yang paling terdampak.

    Bobby menambahkan walaupun belum seluruh jalur dapat dilalui secara normal, perjalanan kereta dan distribusi logistik mulai dijalankan secara bertahap sejak satu hari setelah kejadian dan proses pemulihan terus dilakukan hingga seluruh jalur kembali beroperasi normal dalam kurun waktu lima hari.

    Ia menyampaikan hasil evaluasi di lapangan menunjukkan kerusakan prasarana berupa genangan banjir, longsoran, serta gogosan akibat derasnya aliran air.

    Menurutnya penanganan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat dan karakteristik kerusakan, dengan waktu pemulihan yang bervariasi mulai dari kurang dari 24 jam hingga maksimal lima hari.

    Bobby menyampaikan, pemulihan jalur kereta api secara cepat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama saat sejumlah jalur transportasi darat belum sepenuhnya dapat digunakan.

    “Kereta api menjadi salah satu moda yang dapat diandalkan masyarakat untuk tetap beraktivitas sekaligus mendukung distribusi logistik,” jelasnya.

    Adapun untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, KAI juga meningkatkan kapasitas angkutan bahan bakar minyak (BBM).

    Ia menyampaikan frekuensi perjalanan kereta BBM ditambah dari dua menjadi empat perjalanan per hari, dengan volume angkutan meningkat dari rata-rata 1.428 kiloliter per hari menjadi sekitar 1.632 kiloliter per hari.

    Selain itu, Bobby menyampaikan KAI Logistik turut berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan pemerintah dengan menyalurkan bantuan secara gratis menggunakan kereta api yang terintegrasi dengan moda transportasi laut dan darat menuju wilayah Aceh.

    “KAI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, memastikan jalur perkeretaapian siap mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat,” tutup Bobby.

  • KAI Catat 2,2 Juta Tiket Kereta Ludes Jelang Nataru

    KAI Catat 2,2 Juta Tiket Kereta Ludes Jelang Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan penjualan tiket angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KAI Group berkomitmen untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas libur akhir tahun.

    Berdasarkan data KAI, total tiket kereta yang terjual mencapai 2,2 juta tiket hingga Minggu (21/12/2025). Jumlah tersebut setara sekitar 65% dari total kapasitas 3,5 juta tempat duduk yang disediakan selama masa Nataru.

    Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh mencapai 2,03 juta atau setara 73,7% dari kapasitas 2,76 kursi. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal tercatat sebanyak 244.391 tiket atau sekitar 32,8% dari total 745.056 kursi.

    Adapun, KAI menyiapkan total 3,5 juta tempat duduk untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru, baik untuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, maupun aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

    Lebih lanjut dia mengatakan, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30% yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan total kuota 1,5 juta kursi.

    “Melalui rangkaian program tarif dan promo di seluruh layanan KAI Group, kami berupaya menghadirkan transportasi publik yang mudah diakses, terintegrasi, dan mendukung mobilitas masyarakat selama Nataru,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Minggu (21/12/2025). 

    KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini dan membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI guna memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Nataru.

    Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 08.00 WIB, tiket kereta api ekonomi komersial dengan tarif diskon telah terjual sebanyak 808.543 tiket atau sekitar 54%, mencerminkan tingginya jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api selama periode Nataru.

  • Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya Megapolitan 21 Desember 2025

    Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com – 
    PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penyesuaian titik pintu masuk dan keluar penumpang di Stasiun Bogor sejak Sabtu (20/12/2025).
    Pantauan
    Kompas.com
    di lokasi, Minggu (21/12/2025), menunjukkan bahwa pintu masuk dan keluar penumpang di sisi timur
    Stasiun Bogor
    , yang mengarah ke Alun-alun Bogor, tidak mengalami perubahan.
    Penyesuaian dilakukan pada sisi barat stasiun.
    Gate
    pertama yang dipindahkan adalah pintu keluar penumpang di sisi barat yang sebelumnya berada dekat restoran cepat saji CFC.
    Di area tersebut masih terlihat bekas mesin
    tap-in
    yang berjejer di lobi depan eskalator Stasiun Bogor Paledang.
    Pada pintu keluar tersebut, tersedia enam mesin
    tap-out
    bagi penumpang. Di sekitar lokasi masih terdengar suara mesin pemotong besi dari para pekerja yang tengah menyelesaikan pemasangan pagar pintu keluar.
    Gate
    kedua yang dipindahkan adalah pintu masuk penumpang sisi barat dari arah Jalan Mayor Oking. Sebelumnya, pintu masuk ini berjejer dengan mesin
    tap-out
    penumpang.
    Kini, deretan
    gate
    masuk dipindahkan ke arah lobi dekat area musik. Penataan ini membuat arus penumpang masuk dan keluar tidak lagi saling berhimpitan.
    Akibat perubahan tersebut, area lobi yang sebelumnya kerap dipadati antrean
    tap-in
    dan
    tap-out
    kini terasa lebih lega dan luas.
    Selain itu, keberadaan papan penunjuk bertuliskan “Gate Out/Keluar” beserta arah panahnya dinilai cukup membantu penumpang, sehingga mereka tidak terlihat kebingungan dan tetap berjalan lurus ke arah Alfa Express.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Bojonegoro selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Berdasarkan data hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, total penumpang yang dilayani di Stasiun Bojonegoro mencapai 1.882 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 penumpang tercatat melakukan keberangkatan, sementara 1.017 penumpang merupakan penumpang kedatangan.

    “Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring beroperasinya jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Minggu (21/12/2025).

    Mahendro mengatakan bahwa peningkatan volume penumpang selama masa Angkutan Nataru mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

    “Kami melihat tren positif penggunaan layanan kereta api di Stasiun Bojonegoro selama Angkutan Nataru,” ujar Mahendro.

    Selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan melayani sebanyak 22.056 pelanggan. Rinciannya, 10.294 pelanggan melakukan perjalanan keberangkatan dan 11.762 pelanggan tercatat sebagai penumpang kedatangan.

    Sementara itu, secara kumulatif pada periode 18–21 Desember 2025, jumlah penumpang yang dilayani Stasiun Bojonegoro telah mencapai 7.044 orang, dengan 3.352 penumpang berangkat dan 3.692 penumpang tiba.

    Untuk mendukung kelancaran arus penumpang selama libur akhir tahun, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 17 perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Layanan tersebut terdiri dari 15 kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan, dengan kapasitas total mencapai 9.758 tempat duduk per hari.

    Mahendro menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

    “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta memastikan tiket dan identitas perjalanan,” pungkasnya.

    Dengan dukungan operasional dan peningkatan layanan yang optimal, KAI Daop 8 Surabaya optimistis mampu melayani mobilitas masyarakat secara maksimal selama Angkutan Nataru 2025/2026. [lus/aje]