Tag: Kai

  • Perkuat Kereta Api Nasional, Seskab Teddy Usulkan Revitalisasi Stasiun Gambir

    Perkuat Kereta Api Nasional, Seskab Teddy Usulkan Revitalisasi Stasiun Gambir

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menegaskan besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik.

    Perhatian tersebut tercermin dari dorongan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperbarui dan mengembangkan Stasiun Gambir agar lebih representatif sebagai simpul mobilitas utama di pusat Jakarta.

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian serius pada sektor perkeretaapian guna memastikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

    Hal ini menjadi semakin penting pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan pergerakan nasional dalam jumlah besar.

    “Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional. Karena itu saya mengusulkan agar Stasiun Gambir direnovasi, diperbaiki, dipercantik, dan dibuat semakin nyaman,” ujar Teddy saat menyampaikan arahannya kepada jajaran PT KAI, Rabu (24/12/2025).

    Teddy menilai, Stasiun Gambir selama puluhan tahun belum mengalami perubahan signifikan, padahal perannya sangat strategis sebagai stasiun utama kereta api jarak jauh di Jakarta. Momentum perhatian Presiden terhadap sektor perkeretaapian dinilai tepat untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju.

    Dia menekankan bahwa penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan perlu dilakukan agar Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang modern dan representatif.

    Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan bahwa KAI telah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap. Pengembangan ini diarahkan untuk menjadikan Gambir sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) sekaligus simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

    “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan, penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, serta integrasi dengan kawasan Medan Merdeka,” kata Bobby.

    Selain itu, Stasiun Gambir juga akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, dan layanan bus secara terintegrasi. Penataan kawasan akan mencakup integrasi dengan ruang publik dan taman kota di sekitar Monumen Nasional.

    Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume penumpang yang tinggi.

    Hingga 23 Desember 2025 sore, tercatat sebanyak 156.002 penumpang keberangkatan dan 147.071 penumpang kedatangan kereta api jarak jauh dilayani di stasiun tersebut.

    Tingginya volume penumpang tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional dan memperkuat urgensi pengembangan lanjutan sesuai dengan arahan Presiden.

    “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tandas Bobby.

  • Seskab Teddy Usul Stasiun Gambir Dipermak

    Seskab Teddy Usul Stasiun Gambir Dipermak

    Jakarta

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta.

    Teddy menyampaikan bahwa penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional.

    “Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).

    Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Prabowo terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju. Tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif.

    “Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” tambah Teddy.

    Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

    “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby.

    Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless.

    Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional. Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota.

    Dalam masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi.

    Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung.

    Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah.

    “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” tutup Bobby.

    (acd/acd)

  • 2,6 Juta Tiket Kereta saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ludes Terjual

    2,6 Juta Tiket Kereta saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ludes Terjual

    Liputan6.com, Jakarta – Kereta api jadi moda transportasi favorit bagi jutaan orang untuk berpergian di musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Total sekitar 2,6 juta tiket kereta api jarak jauh maupun lokal sudah ludes terjual. 

    Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan, tingkat okupansi kereta jarak jauh dan lokal di musim Nataru kali ini mencapai 86 persen dari total 3,5 juta kursi yang tersedia. 

    “Rata-rata yang seperti saya sampaikan tadi adalah 86 persen occupancy rate-nya, load factor-nya, plus dengan rata-rata per hari itu yang go show itu 5-6 persen. Berarti itu ada sisa sekitar 8-9 persen rata-rata setiap hari ini,” ungkapnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

    KAI memproyeksikan, puncak angkutan penumpang kereta api pada masa pemberangkatan bakal terjadi pada 25 Desember 2025, 28 Desember 2025, dan 1 Januari 2026. Sedangkan arus balik diperkirakan mencapai angka tertinggi pada 3-4 Januari 2026.

    Merujuk catatan KAI per 23 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan total tiket kereta api selama masa angkutan Nataru 2025/2026 mencapai 2.615.902. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.285.293 merupakan tiket kereta jarak jauh. 

    Total, KAI menyediakan sebanyak 2.761.048 tiket kereta jarak jauh di musim liburan Nataru kali ini. Artinya, sekitar 82,8 persen tiket kereta jarak jauh sudah terjual, dimana penjualan tiket tertinggi terjadi pada 22 Desember 2025 sebanyak 186.739 tiket. 

    Bandung dan Yogyakarta jadi Kota Favorit 

    Adapun kota favorit tujuan para pengguna kereta jarak jauh mulai dari Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, hingga Jakarta. 

    Sementara untuk kereta lokal dengan kuota sebanyak 745.056 tiket, sudah terjual sebanyak 330.609 kursi atau sekitar 44,4 persen dari total tiket tersedia. Penjualan tiket tertinggi untuk kereta lokal terjadi pada 21 Desember 2025, yakni sebanyak 43.283 kursi.

     

     

     

  • Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini

    Kapolri Sebut Penumpang Kereta Api di Libur Nataru Meningkat Hari Ini
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut jumlah penumpang kereta api mulai mengalami peningkatan seiring arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
    Kenaikan tersebut terlihat dari lonjakan penjualan tiket
    kereta api
    dalam beberapa hari terakhir.
    Hal itu disampaikan Sigit usai meninjau situasi arus mudik di
    Stasiun Pasar Senen
    , Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    “Dan memang saat ini juga sudah meningkat dari hari biasanya. Tadi dilaporkan yang biasanya 70.000 sampai 80.000 (penumpang), per hari ini, tadi sudah ada yang di atas 200 ya, 200.000, 219.000 dan akan terus meningkat sampai dengan tanggal 28 Desember nanti,” kata Kapolri, Selasa.
    Menurut dia, Stasiun Pasar Senen menjadi salah satu stasiun terpadat dan favorit masyarakat untuk mudik karena menawarkan berbagai kenyamanan.
    Selain ketepatan waktu, fasilitas penunjang di stasiun dinilai cukup lengkap.
    “Tadi kami sempat berbincang-bincang langsung kepada masyarakat, dan memang mereka rata-rata memilih kereta menjadi salah satu pilihan favorit,” jelasnya.
    “Karena memang ada beberapa kenyamanan yang mereka rasakan sehingga kemudian mereka bertahan. Antara lain tepat waktu, dan kemudian kita lihat tadi di tempat-tempat sambil menunggu, ada juga tempat-tempat untuk main anak, ada tempat laktasi, ada tempat kesehatan,” sambung dia.
    Kapolri menambahkan, peningkatan jumlah penumpang tersebut juga diantisipasi dengan kesiapan sarana dan prasarana, terutama menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
    Salah satu kesiapan itu dimulai dari perbaikan jalur kereta.
    Selain itu, lebih dari 2.000 personel tambahan telah direkrut untuk memperkuat pengamanan dan kesiapsiagaan, khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di sepanjang jalur kereta.
    “Titik-titik yang kemungkinan akan terjadi masalah karena dampak hujan yang tinggi, tadi sudah terdeteksi dan sudah dipersiapkan personelnya,” ungkap Sigit.
    Sigit menegaskan, kesiapan personel, peralatan, dan respons cepat menjadi kunci agar gangguan di jalur kereta api dapat segera diatasi selama periode libur
    Nataru
    .
    Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa tingkat okupansi kursi
    penumpang kereta api
    telah mencapai 86 persen hingga 4 Januari 2026 dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan.
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” ungkap Bobby.
    Ia menambahkan, puncak keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Namun, masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket karena masih tersedia sisa kursi setiap harinya.
    “Rata-rata yang seperti saya sampaikan tadi adalah 86 persen
    occupancy rate
    ,
    load factor
    -nya. Plus dengan rata-rata per hari itu yang
    go show
    itu 5 sampai 6 persen. Berarti itu ada sisa sekitar 8 sampai 9 persen rata-rata setiap harinya,” terang dia.

    Bobby juga mengungkapkan masih adanya program angkutan motor gratis bagi penumpang KA.
    Saat ini, tingkat keterisian program tersebut baru mencapai 41 persen, sehingga masih ada 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual

    86 Persen Tiket KA untuk Libur Natal-Tahun Baru Ludes Terjual
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 86 persen tiket kereta api untuk periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah ludes terjual hingga 4 Januari 2026.
    Angka tersebut berasal dari total 3,5 juta tempat duduk yang disediakan selama masa
    libur akhir tahun
    .
    “Untuk kursi penumpang biasa yang sudah melakukan pembelian itu adalah 86 persen sampai dengan 4 Januari. Dari 3,5 juta tempat duduk yang kita sediakan,” kata Direktur Utama
    PT KAI
    Bobby Rasyidin ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
    Bobby mengatakan, meski tingkat keterisian sudah cukup tinggi, masih terdapat sisa kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik melalui pembelian langsung maupun tiket go show.
    Adapun tambahan penumpang go show sekitar 5-6 persen per hari, masih tersedia sisa kapasitas sekitar 8-9 persen setiap harinya.
    Bobby juga menyebutkan, puncak kepadatan penumpang diperkirakan terjadi pada 25 Desember, 28 Desember, dan 1 Januari.
    Sementara itu, untuk program
    angkutan motor gratis
    , KAI mencatat tingkat keterisian baru mencapai 41 persen.
    Artinya, masih tersedia 59 persen kapasitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
    “Untuk program angkutan motor gratis ini itu statusnya sekarang itu masih 41 persen. Jadi
    available seat
    -nya itu masih ada 59 persen,” ujar Bobby.
    Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, program angkutan motor gratis merupakan salah satu program pemerintah dalam mendukung kelancaran angkutan Natal Tahun Baru.
    Program ini disiapkan untuk mengangkut 5.500 sepeda motor roda dua dengan kapasitas sekitar 12.700 penumpang.
    “Program ini adalah sebagai bagian dari bentuk kehadiran pemerintah dalam rangka penyelenggaraan angkutan Nataru di mana program ini untuk meringankan biaya bagi para saudara-saudara kita yang akan melaksanakan perjalanan selama Nataru,” kata Dudy.
    Selain membantu menekan biaya perjalanan, program tersebut juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum serta mengurangi penggunaan sepeda motor di jalan raya selama periode libur akhir tahun.
    Ke depan, Kemenhub bersama PT KAI berencana meningkatkan kapasitas dan cakupan program angkutan motor gratis agar animo masyarakat semakin besar dan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pria Asal Cirebon Tewas Tertabrak KA Sritanjung di Jalur Probolinggo–Bayeman

    Pria Asal Cirebon Tewas Tertabrak KA Sritanjung di Jalur Probolinggo–Bayeman

    Probolinggo (beritajatim.com) – Insiden orang tertabrak kereta api kembali terjadi. Seorang pria dilaporkan tewas tertabrak KA 280 Sritanjung di petak jalan Probolinggo–Bayeman, wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember, Selasa (23/12/2025) siang.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WIB di Km 96+7/8. Akibat kejadian itu, KA 280 Sritanjung sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk memastikan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan perjalanan.

    Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan adanya peristiwa temperan orang tidak dikenal (OTK) tersebut.

    “KA 280 Sritanjung mengalami temperan OTK di petak jalan Probolinggo–Bayeman. Setelah menerima laporan dari Awak Sarana Perkeretaapian, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap lokomotif dan rangkaian kereta,” ujar Cahyo.

    Korban diketahui bernama Aan Anto (34), warga Dusun 03 Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Akibat tertabrak kereta, korban mengalami luka berat dan segera dievakuasi ke RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, oleh Unit Pengamanan Daop 9 Jember bersama Satlantas Polres Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis.

    Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman, KA 280 Sritanjung kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 11.41 WIB. Insiden tersebut menyebabkan keterlambatan perjalanan sekitar enam menit.

    Cahyo menegaskan bahwa keberadaan orang di jalur rel merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan berisiko fatal.

    “Jalur rel bukan area publik. Setiap orang yang berada di jalur kereta api sangat berpotensi tertabrak karena kereta tidak dapat berhenti mendadak,” tegasnya.

    PT KAI kembali mengingatkan bahwa larangan berada di jalur rel telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 181 ayat (1) melarang setiap orang berada di ruang manfaat jalur kereta api, dengan ancaman pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 199.

    PT KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel, demi mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. [ada/beq]

  • Rel Kereta Sepanjang 600 Km Dibangun 2026, Prioritas Wilayah Ini

    Rel Kereta Sepanjang 600 Km Dibangun 2026, Prioritas Wilayah Ini

    Jakarta

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengejar reaktivasi dan pembangunan rel kereta sepanjang hingga 600 kilometer (km) pada tahun 2026. Hal ini selaras dengan target pengoperasian jalur kereta sepanjang 12.100 km.

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, target tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

    “Hari ini kurang lebih KAI beroperasi di atas 7.000 kilometer panjang rel kereta, dan targetnya sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita ingin mereaktivasi hingga 12.000 kilometer rel kereta di seluruh wilayah,” kata AHY di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

    Tidak hanya angkutan penumpang, AHY juga menekankan, kereta barang juga menjadi salah satu prioritas pengembangan. Sebab, biaya transportasi logistik sangat bergantung pada ketersediaan rel dan kereta barang.

    Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, reaktivasi maupun pembangunan rel kereta baru akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan target keseluruhannya rampung setidaknya di 2029.

    “Kita kejar (di tahun depan) sekitar 500-600 km. Kita harus mulai dong (segera). Diperintahkan sama Pak Prabowo kan sampai 12.000. Ya, berarti ya itu (sampai 2029),” ujar Bobby.

    Area Jawa Barat Jadi Prioritas

    Bobby menjelaskan, pihaknya memiliki titik-titik prioritas untuk reaktivasi jalur kereta. Hal ini khususnya pada jalur-jalur yang padat kendaraan bermotor.

    Beberapa di antaranya yang menjadi prioritas utama ialah jalur Cianjur-Bandung. Kemudian juga jalur Bandung ke arah selatan, melewati Soreang ke Ciwidey.

    “Itu prioritas pertama kita dulu. Itu yang akan kita reaktivasi dulu. Trasenya itu adalah trasenya, groundkaart-nya adalah groundkaart (lahan negara yang dikelola) KAI,” kata dia.

    Sebagai informasi, target pengoperasian jalur kereta sepanjang 12.100 km tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) Tahun 2030. Pembangunan rel kereta ini akan tersebar di lima pulau Indonesia.

    Dikutip dari unggahan akun resmi @danantara.indonesia, Selasa (18/11/2025) berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional, lima pulau tersebut yakni, Jawa-Bali sepanjang 6.800 km, Sumatera 2.900 km, Kalimantan 1.400 km, Sulawesi 500 km, dan Papua 500 km.

    Lihat juga Video: Kedua Jalur Rel 2 Arah Bandung Sudah Bersih dari Longsoran

    (acd/acd)

  • Tiket KA Jarak Jauh Hampir Ludes, Terjual 82,8% Jelang Nataru 2025/2026

    Tiket KA Jarak Jauh Hampir Ludes, Terjual 82,8% Jelang Nataru 2025/2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 hampir habis menjelang Nataru 2025/2026. 

    KAI melaporkan, tiket KA jarak jauh telah terjual sebanyak 2.285.293 tiket, atau 82,8% dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, per Selasa (23/12/2025) pukul 08.00 WIB. 

    “KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru,” tulis KAI dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025). 

    Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 330.609 tiket, setara 44,4 persen dari total 745.056 tempat duduk.

    Dengan demikian secara total, penjualan tiket pada periode tersebut telah mencapai 2.615.902 tiket dari total sekitar 3.506.104 tempat duduk yang KAI sediakan, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

    Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30% yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut. 

    Hingga 23 Desember 2025 Pukul 08.00 WIB tiket kereta ekonomi komersial dengan tarif diskon telah terjual sebanyak 923.705 tiket atau 61,56%.

    Melihat data harian jumlah pengguna KA jarak jauh, sejak masa angkutan Nataru mulai pada 18 Desember 2025, tercatat terjadi kenaikan setiap harinya. 

    Puncaknya pada Senin (22/12/2025), yang mencatatkan 227.087 penumpang. Jauh lebih tinggi dari 18 Desember yang hanya 157.301 penumpang. 

    Adapun dalam menghadapi Nataru 2025/2026 yang juga dalam musim hujan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memastikan titik-titik lokasi rawan banjir telah diantisipasi. 

    Bobby menyampaikan, pihaknya telah melakukan mitigasi terhadap titik rawan, termasuk di wilayah DAOP 4 Semarang. Utamanya, di km 2 atau sekitaran Kaligawe, yang menjadi tempat langganan banjir karena hujan maupun rob.  

    Pada titik tersebut, KAI telah meninggikan rel hingga 30 cm agar air tak merendam rel dan kereta tetap dapat melaju. Mengingat, BMKG telah mengimbau adanya curah hujan tinggi selama masa liburan akhir tahun.  

    “Relnya yang biasa setiap tahun terendam banjir, itu kita sudah naikkan 30 cm. Tidak akan banjir lagi [rel] Kaligawe insyaallah,” ujarnya kepada wartawan di Stasiun Gambir, dikutip pada Jumat (19/12/2025).  

    Berikut data harian jumlah pelanggan KA JJ dan Lokal:

    * 18 Desember 2025: 157.301 pelanggan (data tetap)

    * 19 Desember 2025: 202.369 pelanggan (data tetap)

    * 20 Desember 2025: 209.925 pelanggan (data tetap)

    * 21 Desember 2025: 223.654 pelanggan (data tetap)

    * 22 Desember 2025: 227.087 pelanggan (data tetap)

    * 23 Desember 2025: 192.091 pelanggan (data dinamis)

    * 24 Desember 2025: 186.330 pelanggan (data dinamis)

    * 25 Desember 2025: 165.051 pelanggan (data dinamis)

    * 26 Desember 2025: 139.227 pelanggan (data dinamis)

    * 27 Desember 2025: 135.087  pelanggan (data dinamis)

    * 28 Desember 2025: 160.817 pelanggan (data dinamis)

    * 29 Desember 2025: 114.624 pelanggan (data dinamis)

    * 30 Desember 2025: 100.239 pelanggan (data dinamis)

    * 31 Desember 2025: 82.280 pelanggan (data dinamis)

    * 1 Januari 2026: 80.873 pelanggan (data dinamis)

    * 2 Januari 2026: 74.297 pelanggan (data dinamis)

    * 3 Januari 2026: 78.675 pelanggan (data dinamis)

    * 4 Januari 2026: 85.975 pelanggan (data dinamis). 

  • AHY Turun Gunung Cek Layanan Nataru Stasiun Gambir

    AHY Turun Gunung Cek Layanan Nataru Stasiun Gambir

    Jakarta

    PT Kereta Api (Persero) atau KAI mencatatkan lonjakan jumlah penumpang hingga 8,5% selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kondisi ini didukung dengan adanya kebijakan diskon tiket 30%.

    Informasi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau kondisi Stasiun Gambir. Dalam kesempatan itu, ia juga sempat menyapa para pengunjung dan melepas perjalanan kereta Cakra Buana relasi Jakarta-Cirebon.

    “Tadi juga saya mendengarkan penjelasan dari Pak Dirut bahwa dibandingkan dengan tahun lalu, ini juga ada peningkatan kurang lebih 8,5% frekuensi kereta api,” kata AHY di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

    AHY mengatakan, pemerintah mendorong peningkatan layanan selama periode Nataru kali ini. Hal tersebut diwujudkan salah satunya melalui pemberian diskon tiket 30% untuk kurang lebih 1,5 juta penumpang.

    Selain itu, KAi sendiri juga telah menambah kapasitas tempat duduk kurang lebih sekitar 3,5 juta. Langkah ini diharapkan dapat mengakomodasi peningkatan jumlah perjalanan masyarakat selama Nataru.

    Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 28 Desember 2025, sedangkan arus balik di tanggal 3 dan 4 Januari.

    “Kami melaporkan juga ke Pak Menko dalam kesempatan pertama tadi bahwa pada saat ini, okupansinya kereta-kereta KAI itu sudah mencapai 83%,” ujar Bobby.

    Bobby juga menekankan komitmen untuk berfokus pada tiga hal pokok antara lain keselamatan, keprimaan pengoperasian, serta pelayanan pelanggan, khususnya dalam memastikan kelancaran periode Nataru kali ini.

    (acd/acd)

  • 6 Perjalanan KRL Cikarang Telat 30 Menit Imbas Gangguan di Jalur Rel Tambun

    6 Perjalanan KRL Cikarang Telat 30 Menit Imbas Gangguan di Jalur Rel Tambun

    Jakarta

    Perjalanan KRL tujuan Cikarang mengalami gangguan akibat adanya gangguan operasional di jalur rel dari Stasiun Tambun ke arah Cikarang pagi ini. Imbasnya sebanyak 6 perjalanan KRL mengalami keterlambatan hingga 30 menit.

    “Dampak adanya gangguan tersebut terdapat 6 perjalanan commuter line yang mengalami keterlambatan 15-30 menit,” kata Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, saat dihubungi, Selasa (23/12/2025).

    Gangguan prasarana di jalur KRL antara Stasiun Tambun-Stasiun Cikarang awalnya terjadi pada pukul 06.07 WIB. Kemudian, pada pukul 07.22 WIB, petugas telah selesai melakukan perbaikan. Perjalanan commuter line pun sudah dapat melewati jalur tersebut dengan kecepatan 20 km/jam.

    “Pada pukul 07.50 WIB, kecepatan perjalanan ditambah menjadi 60 km/jam,” kata Leza.

    Lebih lanjut, KAI Commuter juga telah melakukan rekayasa pola operasi pada Commuter Line No 5520 (Kampungbandan-Cikarang), perjalanan hanya sampai Stasiun Bekasi, kembali sebagai Commuter Line No 5085 (Bekasi-Angke).

    “Kami mohon maaf atas keterlambatannya,” kata KAI Commuter.

    (yld/dhn)