Tag: Kai

  • Daop 2: Okupansi KA jarak jauh capai 126 persen periode Maulid Nabi

    Daop 2: Okupansi KA jarak jauh capai 126 persen periode Maulid Nabi

    Bandung (ANTARA) – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatatkan okupansi penumpang kereta api jarak jauh pada periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung pada 4-8 September 2025, mencapai 126 persen.

    “Selama periode tersebut, total sebanyak 131.034 tiket terjual dengan okupansi mencapai lebih dari 126 persen dari kursi yang disediakan yakni 102.760 tempat duduk,” kata Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Selasa.

    Angka ini, kata Kuswardojo, karena adanya penjualan tiket kereta api penumpang secara dinamis, seperti penumpang yang turun dan naik di stasiun antara relasi kereta.

    Puncak okupansi, lanjut dia, terjadi pada Minggu (7/9) dengan 146,4 persen, sementara terendah tercatat pada Senin (8/9) dengan 113,5 persen.

    Selama periode tersebut, KAI Daop 2 Bandung secara total menjalankan 44 KA Jarak Jauh dengan keberangkatan awal dan tujuan akhir di wilayah Daop 2 Bandung.

    “Berdasarkan data, relasi favorit pada periode tersebut, pelanggan masih didominasi perjalanan dari Bandung menuju Gambir, Yogyakarta, hingga Surabaya. Selain itu, lima KA dengan okupansi tertinggi seperti Malabar, Kahuripan, Turangga, dan Lodaya,” kata Kuswardojo.

    Adapun 5 KA favorit masyarakat yang mencatatkan okupansi tinggi antara lain:

    1. KA Malabar (KA 70) – 202,4 persen;

    2. KA Kahuripan (KA 273) – 191,5 persen;

    3. KA Kahuripan (KA 274) – 188,5 persen;

    4. KA Turangga (KA 66) – 168,2 persen;

    5. KA Lodaya (KA 78) – 157,9 persen.

    Selama libur panjang, relasi favorit penumpang KA jarak jauh adalah:

    1. Bandung – Gambir (6.005 penumpang);

    2. Bandung – Yogyakarta (4.727 penumpang);

    3. Kiaracondong – Kutoarjo (1.861 penumpang);

    4. Kiaracondong – Lempuyangan (1.843 penumpang);

    5. Bandung – Surabaya Gubeng (1.520 penumpang).

    Pewarta: Ricky Prayoga
    Editor: Biqwanto Situmorang
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Utang LRT Jabodebek Senilai Rp2,2 Triliun ke Adhi Karya Bakal Dibayar KAI

    Utang LRT Jabodebek Senilai Rp2,2 Triliun ke Adhi Karya Bakal Dibayar KAI

    JAKARTA – Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menyisakan l utang ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar Rp2,2 triliun.

    Rencananya, utang tersebut akan dibayarkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebagai pengelola LRT Jabodebek.

    Direktur Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan, piutang pemerintah masih dalam proses.

    Meski begitu, dia mengaku telah mendapat penegasan dari Kementerian Keuangan terkait pembayaran piutang LRT Jabodebek akan dilakukan secara penuh oleh KAI.

    “Proses sekarang ini kami sudah dapat penegasan dari Kementerian Keuangan pembayarannya itu nanti akan dilakukan melalui KAI. Baik misalnya dengan skema payment atau skema subsidi ke KAI-nya. KAI nanti ke Adhi Karya akan membayarkan secara penuh,” ujarnya dalam acara Public Expose Live secara virtual, Senin, 8 September.

    Entus mengaku masih menunggu kajian untuk mendapatkan angka komersial pembayaran utang tersebut.

    Pencairan piutang tersebut akan membantu perseroan untuk menyelesaikan sejumlah kewajiban.

    “Kalau manfaatnya tentu manfaat besar sekali kalau bisa cair ini. Setidaknya kita bisa menyelesaikan beberapa kewajiban-kewajiban yang ada yang di Adhi Karya,” ucapnya.

    Meski begitu, Entus mengaku sejak 2024 lalu perseroan sudah utang ke supplier itu kurang lebih Rp4 triliun dan utang ke perbankan sekitar Rp2,4 triliun.

    “Jadi cukup baik. Kalau ini (piutang LRT Jabodebek) cair, bisa lebih turun lagi. Ini bagian dari modal kerja yang akan kita gunakan ke depan. Juga ada beberapa proyek lain yang punya piutang besar yang sedang kita proses pencairannya,” ujarnya.

    Entus mengatakan pembangunan LRT Jabodebek tahap pertama sepanjang 44 km awalnya didanai oleh pemerintah.

    Kemudian, perubahan peraturan presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 di mana dana sebesar Rp23,3 triliun diberikan melalui PMN dari total nilai kontrak Rp25,5 triliun.

    “Sampai dengan selesai pekerjaan ini menghabiskan Rp25,5 dan kami sudah dibayar Rp23,3, sehingga memang masih tersisa Rp2,2 triliun,” ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Keuangan Adhi Karya, Bani Iqbal Menargetkan penyelesaian piutang yang melibatkan pemerintah tersebut dapat rampung pada akhir tahun ini.

    Bani mengakui piutang terbesar persebaran berasal dari proyek pembangunan LRT Jabodebek.

    “Piutang terbesar saat ini adalah piutang dari LRT yang masih dalam proses diskusi dengan KAI, Kemenkeu, dan  juga Danantara untuk penyelesaiannya. Targetnya bisa selesai secepat-cepatnya akhir tahun ini,” ucap Bani.

  • Mencekam! Minibus Tersambar KA Ranggajati di Tongas Probolinggo

    Mencekam! Minibus Tersambar KA Ranggajati di Tongas Probolinggo

    Probolinggo (beritajatim.com) – Suasana mencekam menyelimuti perlintasan kereta api Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Senin (8/9/2025) malam.

    Sebuah minibus Nissan Serena silver hancur berkeping-keping setelah diterjang Kereta Api Ranggajati yang melaju kencang dari arah timur.

    Beruntung, sopir minibus bernama Diaz, warga Pilang, Kota Probolinggo, berhasil keluar sesaat sebelum “ular besi” itu menggilas mobilnya. Tidak ada korban jiwa, namun detik-detik tabrakan mengerikan itu sempat direkam warga dan langsung viral di media sosial.

    Menurut keterangan saksi, minibus naas itu sebelumnya mengalami pecah ban hingga tersangkut di tengah rel. Warga berusaha sekuat tenaga mendorong kendaraan keluar dari jalur maut, namun upaya mereka kandas.

    “Sudah berusaha ditolong sama warga lain, tapi karena yang mendorong itu kurang, akhirnya ndak berhasil lolos,” tutur Rizal salah seorang warga dengan wajah pucat.

    Benturan keras tak terhindarkan. Dalam hitungan detik, kereta dengan bobot ribuan ton menghantam minibus hingga tubuh kendaraan terpental ke sisi jalan raya nasional Probolinggo–Surabaya. Suara dentuman logam bergema, membuat warga sekitar berlarian ketakutan.

    Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, masinis KA Ranggajati sudah mengerem darurat setelah diberi tahu penjaga perlintasan, namun jarak terlalu dekat.

    “Masinis sudah berusaha melakukan pengereman, namun kereta tetap tidak bisa berhenti tepat di lokasi mobil mogok. Sehingga tumburan tetap terjadi,” ungkap Cahyo.

    Akibat tabrakan, cowhanger atau bumper lokomotif mengalami pergeseran 3–4 sentimeter. Kereta sempat berhenti sejenak, lalu hanya bisa merayap dengan kecepatan 5 kilometer per jam hingga Stasiun Bayeman.

    Meski tak menelan korban jiwa, kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar yang menyaksikan langsung detik-detik maut itu.

    “Kalau sopirnya tadi tidak cepat keluar, mungkin sudah jadi berita duka,” ucap Rizal. (ada/ted)

  • Adhi Karya Cari Modal Swasta untuk Bangun LRT Tahap II

    Adhi Karya Cari Modal Swasta untuk Bangun LRT Tahap II

    Jakarta

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membuka peluang pendanaan dari pihak swasta dalam proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) tahap II rute Cibubur-Bogor. Saat ini, LRT Jabodebek tahap I telah rampung dan beroperasi di lintas Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, serta Cawang-Bekasi Timur.

    Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi, menjelaskan keterlibatan pendanaan swasta masih terus dibicarakan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Adapun pembangunan LRT Jabodebek tahap II sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015.

    “Karena ini adalah Perpres, kami juga sudah berdiskusi dengan Dirjen Perkeretaapian. Kami bersama-sama sedang mencari solusi pendanaan untuk pembangunan tahap kedua ini, dengan melibatkan dana di luar pemerintah untuk bekerja sama dengan KAI,” ungkap Entus dalam acara Public Expose Live secara virtual, Senin (8/9/2025).

    Entus menambahkan, dalam Perpres tersebut, ADHI ditugaskan membangun LRT Jabodebek dalam dua tahap. Hingga kini, LRT Jabodebek sudah beroperasi sepanjang 44 km, dengan nilai proyek yang tercatat sebesar Rp 25,5 triliun.

    Namun, dari nilai tersebut, ADHI baru menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 23,3 triliun. Artinya, untuk pembangunan tahap I, pemerintah masih memiliki tunggakan kepada ADHI sekitar Rp 2,2 triliun.

    “Tahap pertama 44 kilometer yang sudah kita bangun dan beroperasi saat ini nilainya Rp 23,3 triliun. Tapi pada saat itu pun masih ada kekurangan dana,” jelasnya.

    Sementara itu, Direktur Keuangan ADHI, Bani Iqbal, menargetkan penyelesaian piutang pemerintah terkait proyek LRT Jabodebek dapat rampung pada akhir tahun ini. Ia mengakui piutang terbesar perseroan masih berasal dari proyek tersebut.

    “Piutang terbesar saat ini adalah dari LRT, yang masih dalam proses diskusi dengan KAI, Kemenkeu, dan juga Danantara untuk penyelesaiannya. Targetnya bisa selesai secepat-cepatnya akhir tahun ini,” ujar Bani.

    Tonton juga video “Misi Besar LRT Jakarta Kerek Jumlah Penumpang Naik 20 Kali Lipat” di sini:

    (rrd/rrd)

  • KAI Catat 842.000 Tiket Kereta Ludes saat Libur Panjang Maulid Nabi

    KAI Catat 842.000 Tiket Kereta Ludes saat Libur Panjang Maulid Nabi

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat lonjakan penjualan tiket kereta api yang menembus lebih dari 842.000 tiket pada periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, 4–8 September 2025.

    Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyebut puncak arus balik libur panjang Maulid Nabi diperkirakan terjadi pada hari ini, Minggu (7/9/2025). 

    “Peningkatan pelanggan pada arus balik ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/9).

    Sejak arus keberangkatan dimulai pada Kamis (4/9/2025), minat masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api tercatat tinggi. Dalam periode 4–6 September 2025, KAI telah melayani 558.002 pelanggan untuk perjalanan jarak jauh maupun lokal di seluruh Jawa dan Sumatra.

    Pada Minggu (7/9) pukul 08.13 WIB, penjualan tiket mencapai 186.711 lembar dengan tingkat okupansi 112,01% dari total 166.685 tempat duduk yang disediakan. Angka tersebut diperkirakan masih meningkat seiring penjualan yang terus berlangsung hingga malam hari.

    KAI menjelaskan, tingkat okupansi di atas 100% terjadi karena pola perjalanan penumpang yang dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute.

    Secara kumulatif, sepanjang 4–8 September 2025, pemesanan tiket mencapai 842.409 tiket atau 102,86% dari total 818.959 tempat duduk yang disediakan perusahaan pelat merah tersebut.

    Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang, KAI menyediakan 44.434 tempat duduk tambahan melalui 24 perjalanan KA per hari. 

    “Kehadiran tambahan perjalanan ini menjadi komitmen KAI menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, sekaligus dapat diandalkan,” pungkas Anne.

    Penjualan Tiket Kereta 4-8 September 2025:

    • Kamis (4/9/2025): 192.311 pelanggan 

    • Jumat (5/9/2025): 190.758 pelanggan 

    • Sabtu (6/9/2025): 174.933 pelanggan 

    • Minggu (7/9/2025): 186.711 pelanggan (data sementara)

    • Senin (8/9/2025): 97.696 pelanggan (data sementara)

  • Daftar Kota Favorit Tujuan Penumpang KA Selama Libur Panjang Maulid Nabi – Page 3

    Daftar Kota Favorit Tujuan Penumpang KA Selama Libur Panjang Maulid Nabi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat kota-kota tujuan favorit penumpang pada periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dari Jakarta, antara lain Semarang dan Tegal untuk wilayah Jawa Tengah.

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta juga menjadi kota tujuan favorit untuk wilayah Jawa Tengah.

    Selanjutnya untuk wilayah Jawa Timur, yakni Surabaya, Malang, dan Madiun, sementara Jawa Barat, yaitu Bandung, Cirebon, Sukabumi dan Bogor.

    “Kota-kota tersebut menjadi destinasi populer untuk mudik keluarga maupun rekreasi, dengan tingkat okupansi KA mencapai lebih dari 90 persen pada hari puncak keberangkatan (5 September 2025),” ujar Ixfan, Minggu (7/9/2025).

    Dia menyampaikan sebanyak 173.248 penumpang memilih perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun Kereta Api Lokal selama libur panjang pada 3-7 September 2025.

    “Volume tertinggi terjadi pada Jumat, 5 September 2025, dengan 45.103 penumpang, disusul Kamis, 4 September 2025, sebanyak 44.081 penumpang,” tutur Ixfan.

  • Libur Panjang Maulid Nabi, 109.055 Penumpang Gunakan KA di Daop 2 Bandung – Page 3

    Libur Panjang Maulid Nabi, 109.055 Penumpang Gunakan KA di Daop 2 Bandung – Page 3

    Otoritasnya mengimbau kepada pelanggan agar hadir lebih awal di stasiun, menyiapkan tiket dan identitas diri sesuai aturan, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran perjalanan kereta api.

    Sebelumnya, sebanyak 102.760 tempat di kereta api jarak jauh (KAJJ) disiapkan oleh PT KAI Daop 2 Bandung.

    “Tempat duduk ini disiapkan untuk periode keberangkatan selama 5 hari dari Kamis (4/9) hingga Senin (8/9),” terang Kuswardojo.

    Kuswardojo menyampaikan bahwa penyediaan tempat duduk ini merupakan upaya KAI dalam memberikan pelayanan transportasi kereta api yang aman, selamat, dan nyaman kepada masyarakat selama masa libur panjang.

     

  • Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 September 2025

    Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif Megapolitan 6 September 2025

    Ada Maulid Nabi di Monas, Pengguna KRL Disarankan Turun di Stasiun Alternatif
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – PT KAI mengimbau pengguna KRL Commuter Line untuk tidak naik atau turun di Stasiun Juanda dan Gondangdia mulai Sabtu (6/9/2025) sore.
    Imbauan ini terkait dengan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Jakarta Bershalawat” yang digelar di kawasan Monas pukul 18.00 WIB.
    “KAI Commuter mengimbau untuk mencari stasiun alternatif lainnya sebagai stasiun untuk naik dan turun,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, dalam keterangannya, Sabtu.
    Joni menjelaskan, kedua stasiun tersebut diprediksi akan dipadati pengunjung yang datang maupun pulang dari acara keagamaan itu.
    Karena itu, penumpang diminta memanfaatkan stasiun alternatif.
    Untuk relasi Jakarta Kota–Bogor, penumpang dapat memilih Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Cikini.
    Pada relasi Cikarang bisa menggunakan Stasiun Sudirman atau BNI City.
    “Sementara untuk lintas Tangerang adalah Stasiun Duri dan lintas Rangkasbitung adalah Stasiun Tanah Abang,” ujar Joni.
    Ia menambahkan, pengguna bisa menyesuaikan pilihan stasiun alternatif tersebut untuk mengurangi risiko kepadatan saat menuju maupun kembali dari lokasi acara.
    Tak hanya itu, KAI Commuter juga menyiagakan tambahan 41 personel di stasiun-stasiun sekitar Monas.
    “Petugas juga akan melakukan penyekatan di hall stasiun untuk membatasi kepadatan di peron serta memastikan keamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” jelas Joni.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ada Maulid Nabi di Monas, Penumpang Diminta Turun di Stasiun Alternatif

    Ada Maulid Nabi di Monas, Penumpang Diminta Turun di Stasiun Alternatif

    Bisnis.com, JAKARTA — VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengimbau masyarakat yang akan menggunakan KRL menuju acara Maulid Nabi di kawasan Monas maupun tujuan lainnya, untuk memilih stasiun alternatif. 

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama di Jakarta berpusat di kawasan Monas pada Sabtu sore, (6/9/2025). Joni memperkirakan tingginya antusiasme masyarakat yang akan hadir ke lokasi kegiatan ini menggunakan Commuter Line.  

    Untuk itu, KAI Commuter mengambil langkah-langkah yang diperlukan, terutama untuk menjaga keselamatan dan keamanan para penggunanya. KAI Commuter juga akan mengoperasikan sebanyak 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek sebagai langkah antisipasi.  

    “Hal ini dikarenakan Commuter Line diperkirakan akan lebih banyak digunakan oleh masyarakat, mengingat lokasi stasiun yang dekat dengan tempat kegiatan,” jelas Joni dalam keterangan resmi, Sabtu (6/9/2025). 

    Adapun, stasiun Juanda dan Gondangdia yang berlokasi di sekitar kawasan Monas diperkirakan menjadi stasiun tujuan untuk menuju lokasi kegiatan dan sebagai stasiun keberangkatan pengguna usai kegiatan tersebut. Untuk itu KAI Commuter mengimbau untuk mencari stasiun alternatif lainnya sebagai stasiun untuk naik dan turun.

    Stasiun Sawah Besar dan Cikini sebagai stasiun alternatif untuk lintas Bogor, sedangkan untuk stasiun alternatif dari lintas Cikarang adalah Stasiun Sudirman dan BNI City. 

    Sementara itu untuk lintas Tangerang adalah Stasiun Duri dan lintas Rangkasbitung adalah Stasiun Tanah Abang. Pengguna bisa memilih stasiun tersebut sebagai stasiun alternatif untuk naik dan turun menuju atau dari lokasi kegiatan.

    Untuk antisipasi keramaian pengguna, KAI Commuter juga menambah 41 personel layanan di stasiun-stasiun sekitar lokasi kegiatan. Di Stasiun Juanda, menyiagakan 24 petugas dan di Stasiun Gondangdia sebanyak 17 petugas.

    “Petugas juga akan melakukan penyekatan di hall stasiun untuk membatasi kepadatan di peron serta memastikan keamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” tambah Joni.

    KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan, serta selalu ikuti arahan petugas di stasiun. Bagi pengguna yang menunggu di area peron, diminta untuk mendahulukan penumpang yang akan keluar, tidak melewati garis aman, dan menghindari menghalangi penumpang yang keluar dari Commuter Line.

    “KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjadi pengguna yang tertib demi keselamatan bersama serta selalu menjaga fasilitas umum,” tutup Joni.

    Adapun, angkutan umum massa KRL menjadi pilihan utama masyarakat dalam beraktivitas. 

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta di Jawa dan non-Jawa termasuk kereta bandara, MRT, LRT, dan kereta cepat Whoosh, yang berangkat pada bulan Juli 2025 sebanyak 50,1 juta orang atau naik 9,85% dibanding bulan sebelumnya. 

    Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter), yaitu sebanyak 31,4 juta orang atau 62,67% dari total penumpang angkutan kereta. 

  • 44.939 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ pada H-1 Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW – Page 3

    44.939 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ pada H-1 Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW – Page 3

    Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tingginya animo masyarakat menggunakan transportasi kereta api pada periode libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Tercatat sejak 3 September 2025, KAI Daop 1 telah melayani sebanyak 158.939 pelanggan untuk perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) maupun kereta api lokal. Rinciannya, 140.459 pelanggan naik KAJJ dan 18.480 lainnya naik KA lokal.

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, volume tertinggi tercatat pada Kamis, 4 September 2025 dengan 44.081 pelanggan yang berangkat dari area Daop 1 Jakarta.

    Untuk keberangkatan hari ini volume penumpang mencapai 41.600, yakni KAJJ 36.945 pelanggan, terdiri dari 12..087 berangkat /naik dari Stasiun Gambir, 14.448 naik dari Stasiun Pasar Senen, dari Bekasi 5.061 pelanggan, Jatinegara 2.011 pelanggan, dan sisanya naik dari Karawang, Cikarang dan Cikampek sebanyak 3.338 pelanggan.

    “Untuk KA Lokal Pangrango dan Siliwangi sebanyak 4.655 pelanggan,” kata Ixfan dalam keterangan tertulis, diterima Jumat 5 September 2025.

    Ixfan menyatakan, jumlah pelanggan tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses penjualan tiket yang masih terus berlangsung hingga jadwal keberangkatannya, serta rekapitulasi dan pembaruan data secara berkala.