Libur Nataru, Stasiun Pasar Senen Dipadati 31.073 Penumpang Sore Ini
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, terpantau dipadati penumpang pada masa Natal dan tahun baru, Minggu (28/12/2025) sore.
Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam stasiun, tetapi juga sudah terasa sejak area luar.
Berdasarkan pengamatan
Kompas.com
di lokasi, antrean panjang kendaraan roda empat tampak mengular di area parkir dan pintu masuk stasiun.
Mobil pribadi hingga taksi harus bergerak perlahan untuk mengantar dan menjemput penumpang di tengah cuaca mendung.
Memasuki lobi utama, arus penumpang yang datang dan pergi.
Sejumlah calon penumpang terlihat membawa ransel besar, koper berbagai ukuran, hingga kardus oleh-oleh.
Sebagian koper tampak dipanggul oleh petugas porter berseragam biru.
Meskipun padat, pergerakan penumpang tetap teratur.
Garis kuning pemandu jalan (tactile paving) membantu mengarahkan langkah penumpang di tengah kepadatan.
Papan informasi jadwal keberangkatan kereta api antarkota menjadi pusat perhatian.
Layar digital menampilkan sejumlah tujuan kereta, seperti KA Jayakarta tujuan Surabaya Gubeng dan KA Bogowonto tujuan Lempuyangan.
Nuansa
libur akhir tahun
terasa dengan dekorasi bertema Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang menghiasi beberapa sudut stasiun.
Di ruang tunggu, hampir seluruh kursi terisi penuh. Penumpang terlihat menunggu sambil berbincang, memeriksa ponsel, atau menjaga barang bawaan.
Area bermain anak (children playground) juga tampak ramai oleh anak-anak yang menemani orangtua mereka menunggu jadwal keberangkatan.
Petugas stasiun dan keamanan berjaga di berbagai titik, mulai dari mesin cetak tiket mandiri hingga pintu masuk peron.
Papan petunjuk arah membantu penumpang membedakan jalur kereta api jarak jauh di peron 3 dan 4, serta akses KRL Commuter Line menuju Bekasi dan Cikarang di peron 6.
Kepadatan ini sejalan dengan tingginya volume
penumpang kereta api
di wilayah Daop 1 Jakarta.
Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 46.207 penumpang meninggalkan Jakarta hingga Minggu pukul 15.30 WIB.
“Untuk
Stasiun Pasar Senen
, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 15.390 orang, sementara yang tiba sebanyak 15.683 orang,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis yang diterima
Kompas.com
, Minggu.
Sementara itu, di Stasiun Gambir tercatat 11.782 penumpang berangkat dan 15.495 penumpang tiba.
Adapun Stasiun Bekasi melayani 6.212 penumpang berangkat dan 5.805 penumpang tiba.
KAI juga mencatat, selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 706.783 tiket.
Sejumlah kota seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto menjadi tujuan favorit penumpang.
Untuk Senin (29/12/2025), KAI memperkirakan sebanyak 36.335 penumpang akan berangkat dan 47.114 penumpang tiba di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta.
Dari jumlah tersebut, Stasiun Pasar Senen diprediksi melayani 13.665 penumpang berangkat dan 15.411 penumpang tiba.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Kai
-

KAI Catat 13,26 Juta Penumpang Kereta Selama Libur Nataru 2025/2026
Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat tingginya pergerakan penumpang kereta api selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, selama periode 18–26 Desember 2025, KAI Group secara kumulatif melayani 13,26 juta penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI sebanyak 1,99 juta penumpang, diikuti KAI Commuter 9,9 juta penumpang.
Selanjutnya, Whoosh yang dikelola KCIC mencatat 187.368 pelanggan, KA Makassar–Parepare 10.767 pelanggan, LRT Sumsel 137.407 pelanggan, LRT Jabodebek 716.598 pelanggan, KAI Bandara 205.912 pelanggan, serta KAI Wisata 12.255 pelanggan.
“Pergerakan setelah Natal menunjukkan masyarakat masih melanjutkan perjalanan liburan maupun aktivitas lainnya. Kereta api berperan menjaga kelancaran mobilitas serta mendukung pergerakan wisata dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/12/2025).
Adapun, pada 26 Desember 2025, layanan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan kereta api lokal yang dikelola KAI melayani 234.600 pelanggan. Angka tersebut relatif stabil dibandingkan puncak arus keberangkatan Natal dan libur sekolah pada 24 Desember 2025 yang mencapai 259.333 pelanggan.
Berdasarkan data penjualan sementara, jumlah pelanggan pada 27 Desember 2025 diperkirakan mencapai 202.357 pelanggan, sementara pada 28 Desember 2025 diproyeksikan sebanyak 201.669 pelanggan.
Angka tersebut bersifat dinamis dan berpotensi meningkat seiring penjualan tiket yang masih berlangsung hingga waktu keberangkatan.
Memasuki periode menuju Tahun Baru, penjualan tiket kereta api dinilai masih bergerak stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik perjalanan KA Jarak Jauh yang umumnya dibeli oleh pelanggan yang belum melakukan perjalanan pada periode Natal.
Data sementara menunjukkan proyeksi pergerakan pelanggan pada 29 Desember 2025 sebanyak 159.536 pelanggan, 30 Desember 2025 sebanyak 141.704 pelanggan, 31 Desember 2025 sebanyak 120.102 pelanggan, dan 1 Januari 2026 sebanyak 115.349 pelanggan, dengan potensi peningkatan seiring mendekatnya tanggal keberangkatan.
“Konsistensi layanan seluruh entitas KAI Group selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru menjaga kesinambungan mobilitas nasional, memperkuat pergerakan wisata domestik, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah hingga pergantian tahun,” kata Anne.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456179/original/046766700_1766816819-KAI-27_Desember_2025.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Penjualan Tiket KA saat Nataru Sentuh 3,3 Juta dari 3,5 Juta Kursi
Liputan6.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 3.387.330 tiket hingga Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIB.
Dalam keterangan PT KAI, penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2.838.398 tiket, atau 102,8 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 548.932 tiket, setara 73,7 persen dari total 745.056 tempat duduk.
Okupansi kereta api jarak jauh yang melebihi angka 100 persen, hal ini disebabkan ada penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.
Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyediakan total 3.506.104 tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Imbauan KAI
KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru.
Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut.
Berikut data harian jumlah pelanggan KA JJ dan Lokal:
18 Desember 2025: 157.301 pelanggan (data tetap)
19 Desember 2025: 202.369 pelanggan (data tetap)
20 Desember 2025: 209.925 pelanggan (data tetap)
21 Desember 2025: 223.654 pelanggan (data tetap)
22 Desember 2025: 227.134 pelanggan (data tetap)
23 Desember 2025: 233.671 pelanggan (data tetap)
24 Desember 2025: 259.333 pelanggan (data tetap)
25 Desember 2025: 246.893 pelanggan (data tetap)
26 Desember 2025: 234.600 pelanggan (data tetap)
27 Desember 2025: 243.332 pelanggan (data tetap)
28 Desember 2025: 227.184 pelanggan (data dinamis)
29 Desember 2025: 173.237 pelanggan (data dinamis)
30 Desember 2025: 152.393 pelanggan (data dinamis)
31 Desember 2025: 129.287 pelanggan (data dinamis)
1 Januari 2026: 123.900 pelanggan (data dinamis)
2 Januari 2026: 111.535 pelanggan (data dinamis)
3 Januari 2026: 112.879 pelanggan (data dinamis)
4 Januari 2026: 118.651 pelanggan (data dinamis)
-

KAI: 3,3 Juta Tiket Kereta Terjual Sepanjang Libur Nataru 2025/206
Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut sebanyak 3,38 juta tiket telah terjual pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Secarq rinci, penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat sebanyak 2,83 tiket 102,8% dari kapasitas 2,7 tempat duduk. Sementara itu, penjualan tiket kereta api lokal mencapai 548.932 tiket atau setara 73,7% dari total 745.056 tempat duduk.
Okupansi kereta api jarak jauh yang melebihi angka 100%. Sebab, terdapat penumpang dinamis yaitu penumpang yang turun-naik antara stasiun awal dengan stasiun tujuan akhir.
Selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyediakan total 3,5 juta tempat duduk pada layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Data harian jumlah pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan Kereta Api Lokal menunjukkan tren peningkatan signifikan menjelang puncak libur akhir tahun, kemudian mengalami penurunan secara bertahap memasuki awal Januari.
Pada 18 Desember 2025 tercatat sebanyak 157.301 pelanggan, jumlah ini meningkat tajam pada 19 Desember menjadi 202.369 pelanggan dan kembali naik pada 20 Desember menjadi 209.925 pelanggan.
Tren kenaikan berlanjut pada 21 dan 22 Desember dengan masing-masing 223.654 dan 227.134 pelanggan, sebelum mencapai 233.671 pelanggan pada 23 Desember.
Puncak volume pelanggan terjadi pada 24 Desember 2025 dengan total 259.333 pelanggan. Setelah itu, jumlah pelanggan mulai menurun namun masih berada pada angka tinggi, yakni 246.893 pelanggan pada 25 Desember, 234.600 pelanggan pada 26 Desember, dan kembali naik tipis menjadi 243.332 pelanggan pada 27 Desember.
Memasuki periode data dinamis, jumlah pelanggan tercatat 227.184 orang pada 28 Desember dan turun cukup signifikan menjadi 173.237 pelanggan pada 29 Desember.
Penurunan berlanjut hingga akhir tahun, dengan jumlah pelanggan pada 30 Desember tercatat 152.393 orang dan 129.287 pelanggan pada 31 Desember 2025.
Pada awal tahun baru 2026, volume pelanggan relatif lebih rendah namun stabil, yakni 123.900 pelanggan pada 1 Januari, 111.535 pelanggan pada 2 Januari, dan sedikit meningkat menjadi 112.879 pelanggan pada 3 Januari.
Sementara itu, pada 4 Januari 2026 jumlah pelanggan kembali naik menjadi 118.651 orang, mencerminkan pergerakan arus balik pascalibur tahun baru.
Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini serta melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI agar memperoleh pilihan jadwal, rute, dan layanan yang sesuai selama periode Natal dan Tahun Baru.
Pada masa Nataru ini, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30% yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1,5 juta tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456179/original/046766700_1766816819-KAI-27_Desember_2025.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
KAI Beri Diskon Tarif 30% saat Nataru, Masih Tersedia 369.599 Kursi
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan lalu lintas dan memperlambat akses jalan menuju stasiun, khususnya di kota-kota besar dengan volume perjalanan tinggi.
Menindaklanjuti prakiraan tersebut, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba mengimbau para pelanggan untuk mengantisipasi kondisi perjalanan menuju stasiun dengan mengatur waktu keberangkatan secara lebih longgar.
“Pada masa Nataru, hujan kerap menyebabkan kemacetan, genangan air, hingga perlambatan arus lalu lintas yang dapat meningkatkan risiko keterlambatan,”t erang dia dalam keterangan tertulis, Senin (22/12/2025).
KAI mencatat, selama masa Angkutan Nataru periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, penjualan tiket kereta api jarak jauh dan lokal telah mencapai 2.447.504 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.
Tingginya penjualan tiket tersebut mencerminkan padatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya aktivitas dan kepadatan di stasiun-stasiun utama, terutama pada jam keberangkatan favorit.
-

Pencuri Sepeda di Stasiun Tanah Abang Ditangkap!
Jakarta –
Petugas Pengamanan KAI Commuter menangkap pencuri sepeda pengguna Commuter Line. Penangkapan berawal dari laporan pengguna yang merasa kehilangan sepeda yang diparkir di Stasiun Tanah Abang.
Pencuri ditanggap saat berada di area Stasiun Palmerah, Kamis (25/12) kemarin. Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan, selanjutnya pelaku dibawa ke Stasiun Tanah Abang untuk dimintakan keterangan dengan menghadirkan korban pencurian sepeda untuk dilakukan proses hukum lanjutannya.
Pelaku juga mengakui telah mencuri sepeda yang diparkir dengan cara mencongkel dan membuka paksa kunci dengan menggunakan tang di parkiran sepeda Stasiun Tanah Abang pada 15 Desember 2025.
“Namun sangat disayangkan, korban tidak melanjutkan proses hukumnya kepada pihak kepolisian, karena sepeda yang hilang sudah ditemukan kembali yang sebelumnya sempat dijual oleh pelaku pencurian,” tambah Leza dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12/2025).
Sebelum proses penangkapan, petugas yang telah mengantongi identitas pelaku memasukkan data-data pada sistem CCTV Analytics yang dimiliki KAI Commuter. Selanjutnya pelaku terdeteksi sistem CCTV Analytics saat masuk di Stasiun Angke, berbekal informasi tersebut petugas segera berkoordinasi dengan petugas pengamanan yang ada di seluruh lintas, dan berhasil menangkap pelaku di Stasiun Palmerah.
Lebih lanjut, Leza mengimbau kepada pengguna Commuter Line yang menjadi korban tindak kejahatan dan kriminal lainnya untuk tidak segan melanjutkan proses hukumnya.
“KAI Commuter akan terus mendukung dan mendampingi selama proses hukumnya,” jelas Leza.
KAI Commuter juga mengimbau untuk tetap menjaga barang bawaannya. “Jika membawa sepeda dan parkir di stasiun jangan lupa dikunci ganda,” tandas Leza.
(ada/ara)
-

Pria Singapura Dibui 7 Bulan dan Bayar Rp 39 Juta Gara-gara Botol Soju
Singapura –
Seorang pria bernama Quztaza Kamarudin (38) dihukum 7 bulan penjara dan membayar ganti rugi Rp 39,8 juta gara-gara melempar botol hingga mengenai penumpang bus. Hal itu terjadi saat Quztaza cekcok dengan seorang pria.
Dilansir Channel News Asia, Jumat (26/12/2025), Quztaza disebut terlibat cekcok dengan seorang pria. Quztaza, yang berdiri di trotoar, kemudian melemparkan botol ke arah pria itu yang duduk di dek atas bus tingkat.
Botol tersebut menembus jendela bus SMRT dan mengenai istri pria itu hingga melukai pipinya. Quztaza kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman 7 bulan dan dua minggu penjara pada Rabu (24/12). Dia juga diperintahkan membayar ganti rugi sebesar SGD 3.038 atau sekitar Rp 39,8 juta.
Jika dia tidak membayar ganti rugi tersebut, dia harus menjalani hukuman penjara selama 20 hari lagi. Quztaza telah mengaku bersalah atas satu dakwaan masing-masing untuk tindakan ceroboh, perusakan, dan pencurian.
Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 17.30 pada 5 Juli lalu. Saat itu, Quztaza dan teman-temannya sedang naik bus tingkat SMRT layanan 190 dari Bukit Panjang.
Saat berada di dek atas, Quztaza minum dari sebotol soju. Sekitar satu jam kemudian, dia dan teman-temannya ingin turun di halte bus dekat The Heeren di sepanjang Orchard Road.
Di puncak tangga menuju dek bawah, Quztaza dan salah satu temannya mendapati jalan mereka terhalang sepasang suami istri, Lim Phang Kai dan istrinya. Quztaza dan Lim saling maki sebelum Quztaza turun.
Lim dan istrinya kemudian duduk di dek atas. Posisi istrinya duduk lebih dekat ke jendela.
Bus sempat berhenti di lampu merah. Quztaza dan temannya berjalan melewati bus di trotoar.
Quztaza kemudian melihat Lim membuat gerakan yang dianggap cabul ke arahnya. Quztaza pun marah lalu melemparkan botol soju ke jendela tempat Lim duduk di dek atas.
Botol itu menembus kaca dan mengenai pipi kiri istri Lim hingga menyebabkan luka robek. Quztaza pergi begitu saja, tetapi tindakannya terekam oleh kamera CCTV dari bus dan dari The Heeren.
Korban dibawa ke rumah sakit, di mana dokter menemukan luka robek di pipinya yang membutuhkan jahitan. Perbaikan jendela bus yang pecah menelan biaya sekitar SGD 2.708.
Quztaza kemudian ditangkap pada 8 Juli dan dibawa ke pengadilan sehari kemudian. Dia dibebaskan dengan jaminan. Namun, belum ada ganti rugi yang diberikan hingga tanggal Quztaza mengaku bersalah.
Selain kasus pelemparan, Qustaza juga diadili karena diduga melakukan pencurian sebotol minuman keras dari toko 7-Eleven pada Juni lalu. Dia disebut mengambil sebotol wiski Chivas Regal senilai SGD 78 dan menyembunyikannya di saku kanannya.
Manajer toko memeriksa rekaman CCTV saat menyadari ada minuman yang hilang. Dia mengidentifikasi Quztaza sebagai tersangka potensial dan meminta bantuan kepada manajer sebuah bar.
Quztaza kemudian terlihat membawa botol yang belum dibuka dan polisi dipanggil. Botol tersebut, yang segelnya rusak, dikembalikan ke toko dan Quztaza ditangkap.
“Terdakwa melempar botol dengan kekuatan dan kecepatan sedemikian rupa sehingga memecahkan panel jendela tebal bus dan mengenai korban,” kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Intan Suhaily Abu Bakar.
“Melempar botol kaca ke jendela memiliki risiko tinggi menyebabkan cedera pada orang lain, dan untungnya cedera yang dialami tidak serius dan pecahan kaca tidak melukai wajah korban lebih parah,” sambung jaksa.
Jaksa penuntut menambahkan saat itu sekitar setengah dari dek atas terisi penumpang dengan sebagian besar duduk di bagian depan tempat botol dilempar. Jaksa penuntut mengatakan kepada pengadilan bahwa layanan bus harus dihentikan dan penumpang harus turun untuk mencari alat transportasi lain.
Untuk tindakan ceroboh tersebut, Quztaza dapat dipenjara hingga satu tahun atau didenda hingga SGD 5.000 atau keduanya. Untuk pencurian, dia dapat dipenjara hingga 7 tahun dan didenda. Atas perbuatan merusak, dia bisa dipenjara hingga 2 tahun, didenda, atau keduanya.
Halaman 2 dari 3
(haf/haf)
/data/photo/2025/12/28/6950fd1d0bf37.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5223987/original/047421900_1747614544-1000006309.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)