Tag: Kai

  • LRT Jabodebek Perpanjang Waktu Layanan saat Malam Tahun Baru 2026

    LRT Jabodebek Perpanjang Waktu Layanan saat Malam Tahun Baru 2026

    Liputan6.com, Jakarta – PT KAI (Persero) memperpanjang waktu layanan LRT Jabodebek khusus pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Pada periode tersebut untuk menyambut Tahun Baru 2026, layanan LRT Jabodebek akan beroperasi hingga pukul 01.44 WIB dini hari.

    “Layanan LRT Jabodebek akan beroperasi pada tanggal 31 Desember 2025 akan berlanjut hingga tanggal 1 Januari 2026 pukul 01.44 WIB,” ujar Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika Putra, Selasa (30/12/2025).

    Adapun pada kondisi normal, waktu layanan LRT Jabodebek dimulai pada pukul 05.12 WIB hingga 23.02 WIB. Namun, pada periode tersebut, layanan diperpanjang sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat. 

    Berikut jadwal keberangkatan LRT Jabodebek periode 31 Desember 2025 malam hingga 1 Januari 2026 dini hari:

    1. Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas-Jatimulya

    31 Desember : 22.07 | 22.19 | 22.32 | 22.44 | 22.57 | 23.09 | 23.22 | 23.34 | 23.47 | 23.59

    1 Januari : 00.12 | 00.24 | 00.37 | 00.49

    2. Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas -Harjamukti

    31 Desember : 22.01 | 22.13 | 22.26 | 22.38 | 22.51 | 23.03 | 23.16 | 23.28 | 23.41 | 23.53

    1 Januari : 00.06 | 00.18 | 00.31 | 00.43 | 00.56

    3. Keberangkatan Stasiun Harjamukti – Dukuh Atas

    31 Desember : 22.11 | 22.24 | 22.36 | 22.49 | 23.01 | 23.14 | 23.26 | 23.39 | 23.51

    1 Januari : 00.04 | 00.16

    4. Keberangkatan Stasiun Jatimulya-Dukuh Atas

    31 Desember : 22.02 | 22.15 | 22.27 | 22.40 | 22.52 | 23.05 | 23.17 | 23.30 | 23.42 | 23.55

    1 Januari : 00.07

    “Setelah layanan dini hari selesai, operasional akan kembali berjalan normal pada pagi hari sesuai jadwal yang berlaku” imbuh Radhitya.

    Tarif Off Peak Berlaku

    KAI juga menerapkan tarif LRT Jabodebek untuk waktu non sibuk (off peak) mulai 31 Desember 2025 pukul 20.00 WIB hingga selesainya jam operasional dini hari 1 Januari 2026. Pada 1 Januari 2026, tarif Off Peak juga berlaku sepanjang jam operasional. 

    Dengan skema ini, penumpang dikenakan Rp 5.000 pada saat awal tap in, Rp 700 per kilometer, dengan tarif maksimal Rp 10.000 per perjalanan.

    Sementara di luar tanggal tersebut berlaku tarif hari kerja (weekday) dengan ketentuan jam sibuk (peak hour) dan non-sibuk (off peak).

    Pada jam sibuk (peak hour) pukul 06.00–09.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB, tarif perjalanan ditetapkan mulai dari Rp 5.000 dengan tarif maksimal Rp 20.000. Adapun pada jam non-sibuk (off peak), tarif awal tetap Rp 5.000 dengan tarif maksimal Rp 10.000.

     

  • Sambut Tahun Baru 2026, Jam Operasional Layanan Kereta Diperpanjang

    Sambut Tahun Baru 2026, Jam Operasional Layanan Kereta Diperpanjang

    Liputan6.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama seluruh entitas KAI Group memastikan kesiapan penuh layanan transportasi publik dalam menyambut Tahun Baru 2026. Kesiapan ini difokuskan pada penguatan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta peningkatan kebermanfaatan layanan bagi masyarakat melalui penambahan kapasitas angkut, penyesuaian frekuensi perjalanan, dan pengaturan layanan khusus pada malam pergantian tahun.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menuturkan, seluruh langkah kesiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 disusun secara terintegrasi dengan mengedepankan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.

    “KAI Group memastikan seluruh sarana, prasarana, serta sumber daya manusia berada dalam kondisi siap operasi melalui rangkaian pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan berlapis untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di penghujung tahun,” ujar Anne, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa, (30/12/2025).

    Sejalan dengan kesiapan tersebut, KAI Group meningkatkan kapasitas di hampir seluruh layanan. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI menyiapkan 3.506.104 tempat duduk, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    KAI Commuter menyediakan 40.599.672 tempat duduk atau meningkat 10 persen, KAI Bandara menyiapkan 487.728 tempat duduk, dan KAI Wisata mencatat peningkatan signifikan menjadi 20.736 tempat duduk atau naik 179 persen.

    Pada layanan perkotaan, LRT Sumsel menyiapkan 585.648 tempat duduk, sementara LRT Jabodebek menyediakan 4.435.560 tempat duduk atau meningkat 7,7 persen. Secara keseluruhan, kapasitas angkut KAI Group, di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare, mencapai 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9 persen dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.

    Peningkatan kapasitas tersebut diikuti dengan penyesuaian frekuensi perjalanan untuk memastikan distribusi penumpang tetap terkendali dan perjalanan berlangsung aman. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal KAI mengoperasikan 7.982 perjalanan atau meningkat 8,6 persen.

    KAI Commuter menjalankan 23.061 perjalanan, KAI Bandara 1.692 perjalanan, LRT Sumsel 1.764 perjalanan, serta LRT Jabodebek 5.994 perjalanan atau meningkat 7,1 persen. Secara total, frekuensi perjalanan KAI Group mencapai 40.493 perjalanan, bertambah 2,6 persen dibandingkan Nataru tahun lalu, belum termasuk layanan Whoosh dan Makassar–Parepare.

  • KRL dan LRT Beroperasi Lebih Lama saat Malam Tahun Baru, Cek Jadwalnya!

    KRL dan LRT Beroperasi Lebih Lama saat Malam Tahun Baru, Cek Jadwalnya!

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberlakukan perpanjangan jam operasional untuk KAI Commuter (KRL) dan LRT Jabodebek pada malam Tahun Baru 2026. 

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, hal tersebut dalam rangka mendukung aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, khususnya di wilayah Jabodetabek. 

    “KAI Commuter mengoperasikan 45 perjalanan tambahan pada 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026, dengan jam layanan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (30/12/2025). 

    Tambahan perjalanan ini tersebar di lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok, dan Tangerang. Pengaturan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi publik yang aman dan terjangkau setelah kegiatan perayaan, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya.

    Sementara itu, LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.44 WIB dini hari, 1 Januari 2026. 

    Perpanjangan layanan ini disiapkan untuk mengakomodasi arus balik penumpang setelah perayaan malam tahun baru, dengan dukungan puluhan rangkaian kereta dan 1.419 petugas dari unsur operasional, keamanan, serta pelayanan. 

    KAI juga menerapkan tarif off peak untuk LRT Jabodebek mulai 31 Desember 2025 pukul 20.00 WIB hingga selesainya jam operasional dini hari 1 Januari 2026. Pada 1 Januari 2026, tarif off peak juga berlaku sepanjang jam operasional. 

    Dengan skema ini, penumpang dikenakan ⁠Rp5.000 pada saat tap in, kemudian ⁠Rp700 per kilometer dengan ⁠tarif maksimal Rp10.000 per perjalanan.

    “Bersama seluruh entitas, KAI Group memastikan kesiapan penuh layanan transportasi publik dalam menyambut Tahun Baru 2026,” tambah Anne. 

    Kesiapan ini difokuskan pada penguatan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta peningkatan kebermanfaatan layanan bagi masyarakat melalui penambahan kapasitas angkut, penyesuaian frekuensi perjalanan, dan pengaturan layanan khusus pada malam pergantian tahun.

    Sejalan dengan kesiapan tersebut, KAI Group meningkatkan kapasitas di hampir seluruh layanan. 

    Kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI menyiapkan 3.506.104 tempat duduk, meningkat sekitar 3% dibandingkan periode sebelumnya. 

    KAI Commuter menyediakan 40.599.672 tempat duduk atau meningkat 10%, KAI Bandara menyiapkan 487.728 tempat duduk, dan KAI Wisata mencatat peningkatan signifikan menjadi 20.736 tempat duduk atau naik 179%. 

    Pada layanan perkotaan, LRT Sumsel menyiapkan 585.648 tempat duduk, sementara LRT Jabodebek menyediakan 4.435.560 tempat duduk atau meningkat 7,7%. 

    Secara keseluruhan, kapasitas angkut KAI Group, di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare, mencapai 49.635.448 tempat duduk atau meningkat 8,9% dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.

    Peningkatan kapasitas tersebut diikuti dengan penyesuaian frekuensi perjalanan untuk memastikan distribusi penumpang tetap terkendali dan perjalanan berlangsung aman. 

    “KAI Group akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang hingga puncak libur Tahun Baru 2026,” tutup Anne. 

    Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek Malam Tahun Baru 2026

    Periode 31 Desember 2025 malam – 1 Januari 2026 dini hari

    Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas – Jatimulya

    31 Desember : 22.07 | 22.19 | 22.32 | 22.44 | 22.57 | 23.09 | 23.22 | 23.34 | 23.47 | 23.59

    1 Januari : 00.12 | 00.24 | 00.37 | 00.49

    Keberangkatan Stasiun Dukuh Atas – Harjamukti

    31 Desember : 22.01 | 22.13 | 22.26 | 22.38 | 22.51 | 23.03 | 23.16 | 23.28 | 23.41 | 23.53

    1 Januari : 00.06 | 00.18 | 00.31 | 00.43 | 00.56

    Keberangkatan Stasiun Harjamukti – Dukuh Atas

    31 Desember : 22.11 | 22.24 | 22.36 | 22.49 | 23.01 | 23.14 | 23.26 | 23.39 | 23.51

    1 Januari : 00.04 | 00.16

    Keberangkatan Stasiun Jatimulya – Dukuh Atas

    31 Desember : 22.02 | 22.15 | 22.27 | 22.40 | 22.52 | 23.05 | 23.17 | 23.30 | 23.42 | 23.55

    1 Januari : 00.07

    Setelah layanan dini hari selesai, operasional akan kembali berjalan normal pada pagi hari sesuai jadwal yang berlaku. 

  • Kaleidoskop 2025: Deretan Peristiwa Transportasi, Polemik Utang Whoosh hingga Bandara IMIP

    Kaleidoskop 2025: Deretan Peristiwa Transportasi, Polemik Utang Whoosh hingga Bandara IMIP

    Bisnis.com, Jakarta — Warna-warni peristiwa di sektor transportasi terjadi sepanjang 2025, bahkan sejak hari pertama pergantian tahun. Mulai dari rencana penutupan Stasiun Karet, macet horor di Pelabuhan Tanjung Priok, persoalan utang kereta cepat Whoosh, hingga perkara Bandara IMIP.

    Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh menjadi sorotan utama tahun ini, setelah Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutnya sebagai potensi “bom waktu” bagi keberlanjutan bisnis perusahaan.

    Usai Lebaran, regulator dan operator pelabuhan mendapat pukulan keras imbas penumpukan kendaraan yang menyebabkan macet horor di area Pelabuhan Tanjung Priok yang terjadi berhari-hari.

    Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap transportasi massal.

    Misalnya, permintaan kenaikan status bandara internasional, melanjutkan proyek strategis nasional (PSN) sektor transportasi, dan pengadaan tambahan gerbong KRL untuk mengurai kepadatan.

    Berikut Sejumlah Sorotan Peristiwa di Sektor Transportasi Sepanjang 2025

    Nasib Stasiun Karet

    Isu penutupan Stasiun Karet mulai muncul sejak 1 Januari 2025 dari Erick Thohir, yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri BUMN.

    Rencana penutupan Stasiun Karet itu pun dibenarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Alasannya, jaraknya terlalu dekat dengan Stasiun BNI City sehingga dinilai kurang efektif.

    Dalam perkembangannya, rencana tersebut terus mundur bahkan hingga penghujung 2025. Alih-alih ditutup, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutnya sebagai “integrasi”, meski nantinya naik-turun penumpang tidak lagi dilakukan di Stasiun Karet.

    Hingga kini, belum ada kabar resmi dan spesifik mengenai kapan pembukaan integrasi stasiun tersebut dimulai.

    Macet Horor Tanjung Priok

    Kemacetan parah terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sejak Rabu malam (16/4/2025) dan berangsur lancar mulai 19 April 2025. Musababnya, ada tiga kapal besar sandar di NPCT1 dengan total volume bongkar muat mencapai lebih dari 4.000 TEUs.

    Banyaknya kapal yang bersandar terpantau terjadi selang sepekan usai masa pembatasan angkutan barang selama periode Idulfitri berakhir pada 8 April 2025. Di samping itu, para pengusaha mengejar pengiriman barang menjelang perayaan Paskah.

    Belajar dari hal tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menyiapkan langkah antisipasi dan strategi menghadapi potensi penumpukan kapal usai masa pembatasan angkutan barang selama Nataru berakhir.

    Prabowo Sulap 40 Bandara Jadi Internasional

    Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu kurang dari dua minggu menerbitkan beleid yang menyatakan kenaikan status bandara komersial menjadi internasional. Total, kini Indonesia memiliki 40 bandara internasional—meski belum seluruhnya memenuhi persyaratan.

    Melalui kebijakan ini pula, muncul perkara baru terkait bandara di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

    Fakta Bandara IMIP

    Kisruh Bandara IMIP bermula saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau simulasi pertahanan terintegrasi TNI di area objek vital nasional Bandara IMIP, yang terletak dekat jalur laut strategis (Alur Laut Kepulauan Indonesia II dan III).

    Ia menyoroti absennya petugas bea cukai maupun imigrasi di bandara tersebut, meski telah ditetapkan sebagai bandara internasional.

    “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa melihat latar belakang dari mana pun asalnya,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan.

    Nyatanya, meski telah berganti status, Bandara IMIP belum memiliki izin pelayanan internasional. Bahkan, pihak IMIP menyampaikan keberatan untuk menjadikan bandara mereka sebagai bandara internasional. Hal itu tertuang dalam Surat Nomor 810/IMIP-KIP/MWL/IX/2025 yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Keimigrasian tertanggal 15 September 2025.

    Kementerian Perhubungan kemudian menerbitkan KM Nomor 55/2025 pada 13 Oktober 2025 yang mengembalikan status Bandara IMIP menjadi melayani penerbangan domestik.

    Beleid tersebut sekaligus menjadi titik terang status Bandara IMIP, termasuk perlu atau tidaknya petugas kepabeanan dan imigrasi di lokasi tersebut.

    Polemik Utang Whoosh

    Saling lempar tanggung jawab utang KCJB alias Whoosh yang disebut sebagai “bom waktu” berlangsung cukup intens sejak Agustus lalu. Pada saat yang sama, Kementerian Keuangan atau pemerintah pusat angkat tangan dan tidak ingin terlibat dalam pembayaran utang tersebut.

    Bos Danantara Rosan P. Roeslani, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dipanggil bergilir ke Istana Negara oleh Prabowo.

    Bak bola liar, isu melebar dan saling menyalahkan terjadi, di saat Whoosh sudah terlanjur beroperasi.

    Prabowo pada akhirnya meminta agar seluruh pihak berhenti menambah kegaduhan atas masalah keuangan proyek era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Pasalnya, pemerintah disebutnya bakal bertanggung jawab.

    “Enggak usah khawatir, apa itu ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,” kata Prabowo saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

    Pada akhirnya, skema penggunaan APBN menjadi solusi untuk menangani kewajiban kereta cepat senilai Rp1,2 triliun per tahun.

    Danantara Suntik Modal Garuda Cs

    Danantara menyuntikkan dana senilai Rp23,7 triliun pada awal Desember kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pemeliharaan pesawat.

    Sebanyak 47% atau sekitar Rp11,2 triliun digunakan untuk penyehatan dan pemeliharaan armada PT Citilink Indonesia. Kemudian sekitar 37% atau Rp8,7 triliun dialokasikan untuk pemeliharaan pesawat Garuda Indonesia.

    Sebagian injeksi modal juga digunakan untuk memenuhi kewajiban utang Citilink kepada Pertamina senilai US$225 juta.

    Tarif Transjakarta Bakal Naik

    Tarif Transjakarta diperkirakan bakal naik usai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi transportasi seperti Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta.

    Khusus Transjakarta, subsidi turun menjadi Rp3,75 triliun pada 2026 dari alokasi 2025 sebesar Rp4,51 triliun.

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa penyusutan tersebut sejalan dengan penurunan APBD Jakarta akibat pemangkasan pemerintah pusat terhadap pendapatan dari Transfer ke Daerah (TKD).

    Sebelumnya, mencuat rencana kenaikan tarif Transjakarta dari Rp3.500 per perjalanan menjadi Rp5.000 atau lebih tinggi, mengingat tarif tersebut tidak berubah selama 20 tahun.

    Meski demikian, hingga kini Pemprov DKI Jakarta maupun Transjakarta belum menyampaikan kepastian waktu kenaikan tarif.

    Kehadiran KRL Baru

    Masyarakat Jabodetabek pengguna KRL bersiap menikmati kereta-kereta baru. Selain sejumlah kereta baru yang telah tiba dari China maupun INKA, Prabowo juga meminta pengadaan 30 rangkaian kereta untuk tahun depan.

    Ia mengungkapkan bahwa tambahan gerbong menjadi solusi transportasi, terutama bagi masyarakat kelas menengah dan bawah. Dengan demikian, layanan kereta api, khususnya KRL Jabodetabek, akan diperluas dan ditambah rangkaiannya.

    “Rp5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat,” ujarnya saat hendak meresmikan wajah baru Stasiun Tanah Abang, Selasa (4/11/2025).

    Presiden juga memberikan tenggat waktu satu tahun untuk menghadirkan 30 kereta tersebut. Sementara itu, kereta China seri CLI-125 dan CLI-225 telah mulai beroperasi pada semester II/2025.

  • CATL Kembangkan Sistem Baterai Swap untuk Truk Listrik

    CATL Kembangkan Sistem Baterai Swap untuk Truk Listrik

    Jakarta

    Produsen baterai raksasa asal China, CATL, makin serius menggarap ekosistem elektrifikasi kendaraan niaga. Terbaru, melalui anak usahanya Qiji Energy, CATL meluncurkan rute penggantian baterai (battery swap) terpanjang untuk truk berat di China. Rute tersebut membentang sejauh 1.250 kilometer di koridor Sichuan-Chongqing-Hubei atau tepatnya di ruas jalan tol Shanghai-Chengdu.

    Mengutip Carnewschina, Qiji Energy merupakan unit bisnis CATL yang fokus pada solusi battery swap buat truk berat. Qiji mengklaim stasiun battery swapnya ini kompatibel dengan lebih dari 95% model truk berat di pasar. Proses penggantian baterai pun diklaim sangat cepat, hanya sekitar lima menit, sehingga meminimalkan waktu henti operasional armada logistik.

    Setiap modul baterai yang digunakan punya kapasitas 171 kWh. Dalam sekali pengoperasian, truk dapat dirakit dengan satu hingga tiga modul baterai tergantung kebutuhan jarak tempuh dan beban. Menariknya, pengguna bisa melakukan reservasi sekaligus mengoptimalkan rute penggantian baterai melalui platform cloud milik Qiji Energy, sehingga operasional menjadi lebih efisien.

    Kata CATL, model battery swap ini memberikan keuntungan signifikan dari sisi biaya dan lingkungan. Setiap truk diklaim bisa menghemat biaya operasional tahunan sekitar 30.000 hingga 60.000 yuan, atau setara Rp 71-143 jutaan. Selain itu, sistem ini juga membantu menekan emisi karbon.

    Sebagai gambaran, truk diesel konvensional yang menempuh 200.000 km per tahun dengan konsumsi 33 liter per 100 km menghasilkan emisi karbon hingga 174 ton per kendaraan per tahun, setara dengan daya serap karbon 9.643 pohon.

    Sebelumnya, Chief Technology Officer bisnis penukaran baterai CATL, Zhang Kai, menyebut pengembangan layanan ini dilakukan dalam dua tahap. Di tahap awal menyasar pasar B2B yang dinilai sudah matang dan memiliki permintaan jelas, dilanjutkan ekspansi ke pasar konsumen (B2C) untuk mempercepat umpan balik dan penguatan merek.

    Ke depan, Qiji Energy menargetkan pembangunan jaringan nasional battery swap sepanjang 180.000 km pada tahun 2030. Jaringan ini diklaim akan mencakup 80% jalur transportasi truk di China serta menjangkau 16 kluster kota besar.

    Langkah agresif CATL ini sejalan dengan lonjakan pasar truk energi baru di China. Bulan November lalu, penjualan truk berat mencapai 113.000 unit, naik 65,4% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, 28.000 unit merupakan truk energi baru dengan tingkat penetrasi yang untuk pertama kalinya menembus 30%.

    (lua/dry)

  • Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Minat Mudik Nataru, Penjualan Tembus 3,5 Juta

    Diskon Tiket Kereta 30 Persen Dongkrak Minat Mudik Nataru, Penjualan Tembus 3,5 Juta

    Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama Nataru, KAI mengoperasikan 54 perjalanan kereta api tambahan, termasuk KA Argo Anjasmoro, KA Sancaka, KA Parahyangan Fakultatif, KA Lodaya Tambahan, hingga KA tambahan relasi Gambir–Yogyakarta.

    Selain layanan penumpang, KAI juga mengoperasikan Angkutan Sepeda Motor Gratis (Motis) melalui KA Motis Nataru Utara dan Tengah guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

    “Kebijakan tarif ini memberi kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan akhir tahun, baik untuk liburan keluarga, silaturahmi antarkota, aktivitas ekonomi, maupun mobilitas generasi muda,” ungkap Anne Purba.

    Anne menegaskan bahwa kebijakan diskon dan pengoperasian KA tambahan merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga kelancaran transportasi selama Nataru.

    “Kereta api menjadi pilihan perjalanan banyak masyarakat pada masa libur akhir tahun. Pemerintah melalui KAI memastikan masyarakat tetap memiliki akses perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah,” ujar Anne.

    “Masyarakat dapat mengecek jadwal dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI,” tutup Anne.

  • Ini Alasan Pemerintah Bangun Stasiun Jatake, Siap Operasi Januari 2026

    Ini Alasan Pemerintah Bangun Stasiun Jatake, Siap Operasi Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan telah merampungkan uji prasarana dan kesiapan operasional Stasiun Jatake. 

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, kini stasiun baru ini masuk tahapan finalisasi bersama DJKA, sebelum mulai melayani masyarakat pada Januari 2026 mendatang.  

    Bobby menjelaskan, sejatinya Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Terlebih, semakin meningkatnya jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung—Tanah Abang atau Green Line. 

    “Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025) 

    Dalam catatan KAI,  Lintas Rangkasbitung terus mengalami pertumbuhan penumpang yang signifikan, dari 43.317.716 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023. 

    Kemudian sebanyak 69.999.362 pengguna pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari–November 2025.

    “Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal terus meningkat,” tambah Bobby.

    Stasiun Jatake sendiri dibangun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan fungsi transportasi dan aktivitas kawasan.

    Stasiun ini berlokasi di Kelurahan Jatake–Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, atau berada di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parung Panjang. 

    Berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi, Stasiun Jatake berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. 

    Stasiun ini memiliki peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter, serta diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

    Area luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.

    Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah mempercepat persiapan operasional Stasiun Jatake agar dapat mulai melayani penumpang sebelum akhir tahun ini. 

    Nyatanya, pembukaan stasiun baru ini harus mundur ke awal Januari 2026. Padahal Dudy mengakui telah berjanji membuka stasiun baru di lintas Green Line atau rute Tanah Abang–Rangkasbitung sebelum pergantian tahun.

    “Saya janjinya tahun ini, kan masih ada beberapa hari ya, saya coba cek lagi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/12/2025). 

  • Berapa Gaji Masinis KAI? Ini Kisaran Penghasilannya

    Berapa Gaji Masinis KAI? Ini Kisaran Penghasilannya

    YOGYAKARTA – Bekerja sebagai masinis di PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan impian bagi mereka yang berkarier di dunia perkeretaapian. Profesi masinis dikenal sebagai pekerjaan bergengsi dengan tanggung jawab besar, karena berperan langsung dalam mengoperasikan kereta api yang mengangkut ribuan penumpang setiap harinya. Tidak hanya soal prestise, faktor penghasilan juga menjadi daya tarik utama profesi ini. Lantas, berapa gaji masinis KAI? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel di bawah ini.

    Mengenal Profesi Masinis

    Sebelum mengetahui besaran gaji masinis di PT KAI, ada baiknya Anda mengenal profesi ini terlebih dahulu.

    Kata masinis berasal dari bahasa Belanda yang punya arti juru mesin. Dalam dunia perkeretaapian, masinis adalah pemimpin dalam operasional perjalanan, mulai dari kereta penumpang, kereta barang, hingga angkutan rel untuk muatan berat.

    Karena moda transportasi yang dikemudikan berbeda dengan kendaraan bermotor, seorang masinis perlu menguasai beberapa keahlian khusus. Keahlian tersebut meliputi pemahaman sistem perkeretaapian, kemampuan mengoperasikan kereta, serta penguasaan aspek teknis pendukung lainnya.

    Tidak hanya kemampuan teknis, masinis juga dituntut memiliki keterampilan nonteknis atau soft skill, seperti komunikasi yang efektif, manajemen waktu yang baik, serta kemampuan kepemimpinan dalam menjalankan tugas di lapangan.

    Untuk menjadi masinis, calon pelamar harus memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA atau SMK. Jurusan yang relevan dan umumnya menjadi syarat antara lain teknik mesin, teknik listrik, atau otomotif

    Gaji Masinis KAI

    Besaran gaji masinis KAI bervariasi, tergantung pada jenjang kariernya. Mulai dari masinis junior, masinis madya, dan masinis senior.

    Berikut kisaran gaji pokok yang diterima masinis untuk berbagai jenjang karier:

    Masinis Junior: sekitar Rp4.000.000 sampai Rp6.000.000 per bulan.Masinis Madya: berkisar antara Rp6.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.Masinis Senior: berada di rentang Rp8.000.000 sampai Rp12.000.000 per bulan.

    Sekedar informasi, kisaran gaji masinis di atas belum termasuk tunjangan rupa-rupa.

    Menyadur Antara, berikut beberapa jenis tunjangan yang diterima masinis KAI setiap bulan:

    Tunjangan keluarga (istri dan anak: 10 persen dari gaji pokok, maksimal 3 anak.Uang emolument: Rp200 ribu per bulan (lulusan SMA) atau Rp600 ribu untuk S1Uang perjalanan dinas: minimal Rp375 ribu per bulan.Tunjangan risiko: sekitar Rp1 juta per bulan.Tambahan lain: jabatan, transportasi, rumah, premi awak, kebugaran, rekreasi, dan penampilan.

    Jika digabung dengan tunjangan, total take-home pay (THP) alias gaji bersih yang diterima masinis KAI setiap bulan dapat mencapai Rp10-14 juta per bulan, tergantung level jabatannya.

    Tugas dan Tanggung Jawab Masinis KAI

    Besarnya gaji masinis kereta api sejalan dengan tanggung jawab yang diemban. Adapun tugas utama seorang masinis antara lain:

    Melakukan pemeriksaan kondisi mesin dan kelayakan kereta api sebelum keberangkatan.Memastikan rute perjalanan telah sesuai dengan arahan pusat kendali kereta api.Memberikan pengumuman terkait perjalanan kepada penumpang.Menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang hingga tiba di stasiun tujuan tepat waktu.Mengoperasikan seluruh sistem kontrol kereta, termasuk rem dan instrumen lainnya.Mengatur sistem pintu otomatis sesuai jadwal naik dan turun penumpang.Melaporkan potensi bahaya di sepanjang jalur rel kepada pusat kendali.Mematuhi seluruh peraturan dan prosedur operasional perjalanan.Mengendalikan kecepatan serta kestabilan kereta selama perjalanan berlangsung.

    Demikian informasi tentang gaji masinis KAI. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.id.

  • KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    KAI Pastikan Kesiapan Stasiun Jatake, Target Beroperasi Januari 2026

    Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan kesiapan pengoperasian Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake–Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. 

    Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan stasiun baru di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026, seiring rampungnya tahapan finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

    Menurutnya, pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi penguatan layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta. Perseroan mencatat jumlah pengguna Commuter Line lintas Rangkasbitung terus tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

    Pada 2022, jumlah pengguna tercatat sebanyak 43,31 juta orang, lalu meningkat menjadi 62,08 juta pengguna pada 2023. Tren kenaikan berlanjut pada 2024 dengan 69,99 juta pengguna, serta mencapai 70,49 juta pengguna sepanjang Januari–November 2025.

    “Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat di kawasan yang berkembang pesat. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).

    Adapun, Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. Stasiun ini dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.

    Berlokasi di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, Stasiun Jatake dilengkapi peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Stasiun tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menambahkan fasilitas Stasiun Jatake dirancang untuk menunjang kebutuhan pengguna Commuter Line secara menyeluruh. Di dalam area stasiun tersedia ruang aktivitas penumpang, zona komersial, serta perkantoran KAI.

    Sementara itu, area luar stasiun dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi. Anne menyebut Stasiun Jatake diproyeksikan menjadi simpul layanan baru sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kawasan sekitar.

    Dari sisi layanan, Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Penambahan stasiun ini diharapkan memperkuat distribusi penumpang dan meningkatkan kelancaran perjalanan masyarakat.

    Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56%, mencakup prasarana dan fasilitas pendukung. Saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub tengah melakukan berbagai uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan sebelum stasiun resmi melayani pengguna.

  • Momen Nataru, 465.535 Penumpang Manfaatkan Moda Transportasi Kereta Api di Daop 4 Semarang

    Momen Nataru, 465.535 Penumpang Manfaatkan Moda Transportasi Kereta Api di Daop 4 Semarang

    Bisnis.com, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat kenaikan jumlah penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tercatat, ada 465.535 penumpang di Daop 4 Semarang pada 18-26 Desember 2025.

    “Jumlah tersebut terdiri dari volume keberangkatan sebanyak 231.307 penumpang dan volume kedatangan sebanyak 234.228 penumpang,” jelas Luqman Arif, Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 4 Semarang, dikutip Minggu (28/12/2025).

    Luqman menjelaskan bahwa volume keberangkatan tertinggi tercatat pada 24 Desember 2025 dengan 32.156 penumpang. Sementara itu, volume kedatangan penumpang tertinggi tercatat pada 25 Desember 2025 dengan 32.560 penumpang.

    Tingginya volume pergerakan pelanggan ini menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat, khususnya pada masa libur panjang seperti Natal. “Selain faktor keamanan dan kenyamanan, kemudahan akses dari dan menuju stasiun juga dapat menjadi alasan utama tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api,” ujarnya.

    Tingginya jumlah penumpang KA di Daop 4 Semarang, kata Luqman, menunjukkan peran strategis kereta api sebagai moda transportasi publik. Selain mendukung mobilitas penduduk, kereta api juga ikut mendukung aktivitas pariwisata yang diharapkan mampu berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Arus penumpang KA yang tinggi di Daop 4 Semarang melalui moda kereta api mendorong peningkatan perputaran ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, hingga UMKM di sekitar destinasi wisata dan kawasan stasiun,” kata Luqman.

    Kepadatan volume penumpang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun. Untuk itu, KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada para pelanggan untuk merencanakan dengan baik perjalanannya dan segera memesan tiket KA jika hendak bepergian dengan moda tersebut pada masa libur panjang kali ini.

    “Saat ini masih tersedia ribuan tiket KA dari Daop 4 ke berbagai tujuan favorit seperti Jakarta, Purwokerto, Surabaya, Solo, dan Bandung,” jelas Luqman dalam siaran pers.