Tag: Kai

  • KA Purwojaya Anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, KAI Pastikan Penumpang Aman

    KA Purwojaya Anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, KAI Pastikan Penumpang Aman

    JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa KA 58F Purwojaya relasi Gambir – Kroya mengalami anjlokan pada dua kereta bagian belakang saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh km 56+1/2, pada Sabtu, 25 Oktober, pukul 14.14 WIB, untuk sementara jalur hilir dan hulu tidak dapat dilewati.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa informasi pertama diterima dari masinis KA 58F yang melaporkan adanya anjlokan dua kereta bagian belakang sesaat setelah melintas di jalur emplasemen Kedunggedeh, adapun stamformasi rangkaian KA purwojaya 1 Lokomotif 8 K1 (kelas ekskutif) 1KM (Kereta Makan) dan 1 Kereta Pembangkit Dengan volume sebanyak 232 penumpang.

    “Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” ujar Ixfan, Sabtu, 25 Oktober.

    Sebagai langkah awal, petugas stasiun bersama Polsuska, Unit Jalan Rel, dan Tim Sarana Daop 1 Jakarta langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan jalur dan penanganan terhadap rangkaian yang terdampak.

    >“KAI memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh penumpang KA Purwojaya dalam kondisi aman dan akan kami pastikan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” tambahnya.

    KAI Daop 1 Jakarta juga telah melakukan pengamanan area emplasemen Kedunggedeh untuk memastikan tidak ada perjalanan kereta api lain yang terganggu. Pemeriksaan teknis terhadap kondisi prasarana dan sarana tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

    “Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat gangguan operasional ini. Saat ini petugas di lapangan terus bekerja melakukan normalisasi agar perjalanan kereta api dapat segera kembali lancar,” tutup Ixfan.

  • Perjalanan sejumlah kereta terlambat imbas KA Purwojaya anjlok 

    Perjalanan sejumlah kereta terlambat imbas KA Purwojaya anjlok 

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat keterlambatan perjalanan sejumlah kereta api akibat anjloknya KA Purwojaya (KA 58F) relasi Gambir-Cilacap di emplasemen Stasiun Kedunggedeh pada Sabtu sore.

    Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menyampaikan keterlambatan itu terjadi pada perjalanan kereta api yang melintas di lintasan Kedunggedeh-Lemahabang, baik arah hulu (menuju timur) maupun hilir (menuju Jakarta).

    Dia merinci kereta yang terlambat untuk jalur hulu (arah timur), yakni KA 176 Menoreh relasi Pasar Senen-Semarang Tawang terlambat 57 menit.

    Lalu, KA 142F Argo Parahyangan Fakultatif relasi Gambir-Bandung terlambat 67 menit, KA 44 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta terlambat 120 menit, KA 152 Brantas relasi Pasar Senen-Blitar terlambat 77 menit, dan KA 254 Kertajaya relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi terlambat 106 menit.

    Untuk jalur hilir (arah Jakarta), kereta yang terlambat, yaitu KA 103 Bogowonto relasi Lempuyangan-Pasar Senen terlambat 56 menit dan KA 137 Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir terlambat 51 menit.

    Kemudian, KA 39 Sembrani relasi Surabaya Pasarturi-Gambir terlambat 51 menit, KA 75 Mataram relasi Solo Balapan-Pasar Senen terlambat 76 menit, dan KA 143 Madiun Jaya relasi Madiun-Pasar Senen terlambat 57 menit.

    “Petugas saat ini tengah melakukan upaya normalisasi jalur serta penanganan terhadap rangkaian KA yang terdampak agar perjalanan dapat segera kembali normal,” ujar Ixfan.

    Dia menambahkan seluruh penumpang KA selamat dan KAI telah melakukan pengaturan agar perjalanan mereka tetap dapat dilanjutkan hingga ke tujuan akhir masing-masing.

    Dia juga menegaskan seluruh langkah penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

    “Petugas di lapangan terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi dan perjalanan lanjutan berjalan lancar,” tegas Ixfan.

    Lebih lanjut, dia menyampaikan permohonan maaf dari KAI atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat gangguan perjalanan tersebut.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Crane Dikerahkan Evakuasi KA Purwojaya Anjlok di Bekasi
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        25 Oktober 2025

    Crane Dikerahkan Evakuasi KA Purwojaya Anjlok di Bekasi Bandung 25 Oktober 2025

    Crane Dikerahkan Evakuasi KA Purwojaya Anjlok di Bekasi
    Tim Redaksi
    KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com –
     Petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggunakan crane untuk mengevakuasi Kereta Api (KA) Purwojaya yang anjlok di dekat Stasiun Kedunggedeh, Kecamatan Kedungwaringin, Jawa Barat, Sabtu (25/10/2025).
    “Menggunakan alat berat semacam crane,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko.
    Berdasarkan pantauan Kompas.com pukul 19.30 WIB, tampak petugas masih mempersiapkan crane untuk menarik gerbong kereta.
    Terlihat pula petugas tengah menyiapkan balok-balok kayu yang disusun di atas kereta penolong tanpa gerbong.
    Untuk memperlancar proses evakuasi karena gelapnya lokasi, lampu darurat dipasang di beberapa titik.
    Ixfan mengatakan, pihaknya tengah mengusut penyebab anjloknya KA Purwojaya.
    Pemeriksaan teknis terhadap kondisi prasarana dan sarana tengah dilakukan.
    Sebagai langkah awal, petugas stasiun bersama Polsuska, Unit Jalan Rel, dan Tim Sarana Daop 1 Jakarta langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan jalur dan penanganan terhadap rangkaian yang terdampak.
    “KAI memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh penumpang KA Purwojaya dalam kondisi aman dan akan kami pastikan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” kata Ixfan.
    KAI Daop 1 Jakarta juga telah melakukan pengamanan area emplasemen Kedunggedeh untuk memastikan tidak ada perjalanan kereta api lain yang terganggu.
    Dari pantauan Kompas.com, Sabtu malam, tampak petugas masih berupaya melakukan evakuasi gerbong anjlok.
    Lantaran kondisi lokasi yang berjarak beberapa meter dari Stasiun Kedunggedeh gelap, petugas membuat lampu darurat.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 6
                    
                        Penumpang Ceritakan Detik-detik Saat KA Purwojaya Anjlok: Tiba-tiba Ngerem Mendadak!
                        Bandung

    6 Penumpang Ceritakan Detik-detik Saat KA Purwojaya Anjlok: Tiba-tiba Ngerem Mendadak! Bandung

    Penumpang Ceritakan Detik-detik Saat KA Purwojaya Anjlok: Tiba-tiba Ngerem Mendadak!
    Tim Redaksi
    KABUPATEN BEKASI, KOMPAS.com- 
    Adit Candra, salah satu penumpang KA Purwojaya yang anjlok di dekat Stasiun Kedunggedeh, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (25/10/2025), menyebut bahwa kereta tiba-tiba mengerem mendadak sebelum keluar dari jalur.
    Adit menuturkan, ia naik KA Purwojaya dari Stasiun Gambir menuju Cilacap dan berada di rangkaian gerbong depan.
     
    Sementara itu, gerbong yang anjlok berada di bagian belakang.
    “Kereta tiba-tiba ngerem mendadak. Aku kira berhenti di stasiun sini kan, ternyata anjlok,” kata Adit saat ditemui di lokasi, Sabtu.
    Ia mengaku hanya sempat mendengar suara rem keras sebelum kereta berhenti total.
    Adit juga menolak tawaran untuk dialihkan menggunakan bus karena sering mabuk dalam perjalanan.
    Diberitakan sebelumnya, KA Purwojaya anjlok di dekat Stasiun Kedunggedeh, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025).
    Sebanyak 227 penumpang terdampak akibat insiden tersebut.
    Jumlah penumpang KA Purwojaya berdasarkan tujuan: 51 orang menuju Cirebon, 1 orang ke Bumiayu, 81 orang ke Purwokerto, 14 orang ke Kroya, 16 orang ke Gombong, 6 orang ke Maos, dan 58 orang ke Cilacap, dengan total 227 orang.
    “Dari Stasiun Kedunggedeh disediakan 6 unit bus, namun hanya 5 penumpang tujuan Cilacap yang berkenan menggunakan bus tersebut dan satu bus tetap diberangkatkan,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangannya kepada Kompas.com.
    Ixfan menambahkan, tiga penumpang batal melanjutkan perjalanan.
    Rinciannya, satu penumpang mengalami terkilir dan telah dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans, sementara dua penumpang lainnya memilih kembali ke Jakarta menggunakan KA lokal.
    Sementara itu, sebanyak 219 penumpang lainnya dialihkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KA 44 Taksaka dari lokasi kejadian.
    KAI memastikan seluruh penumpang KA 58F Purwojaya dalam keadaan selamat dan telah dilakukan pengaturan lanjutan agar perjalanan mereka tetap dapat dilanjutkan hingga ke tujuan akhir masing-masing.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Jakarta ingatkan aturan baru bawa powerbankselama naik kereta

    KAI Jakarta ingatkan aturan baru bawa powerbankselama naik kereta

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengingatkan penumpang terkait aturan baru membawa dan menggunakan powerbank selama perjalanan dengan kereta api untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna kereta.

    “Ini sosialisasi aturan baru. Jadi, jika kedapatan akan diingatkan,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

    Aturan itu meliputi kapasitas maksimum powerbank yang diperbolehkan dibawa adalah 100 Wh (Watt-hour). Kemudian, powerbank wajib dalam kondisi baik, memiliki label kapasitas yang jelas, serta tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau keausan.

    Selain itu, penumpang juga dilarang melakukan pengisian daya powerbank dengan menggunakan fasilitas stop kontak di dalam kereta api karena hanya diperuntukkan bagi perangkat berdaya rendah, seperti smartphone (ponsel pintar), tablet, laptop, dan earphone.

    KAI mengingatkan penumpang bahwa pengisian daya powerbank di stop kontak kereta dapat meningkatkan suhu perangkat dan memicu potensi keselamatan perjalanan kereta api.

    Ixfan mengakui powerbank bersifat praktis, tetapi jika digunakan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan risiko kebakaran yang berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.

    “Karena itu, kami mengatur batasan kapasitas dan larangan penggunaannya di stop kontak kereta,” ujar Ixfan.

    Melalui aturan tersebut, KAI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dalam transportasi publik semakin meningkat, sejalan dengan komitmen KAI dalam memberikan layanan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh penumpang.

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 3 Bupati Kompak Kebut Reaktivasi Jalur KA Kalisat–Panarukan, Sekda Bondowoso: Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    3 Bupati Kompak Kebut Reaktivasi Jalur KA Kalisat–Panarukan, Sekda Bondowoso: Dongkrak Ekonomi Masyarakat

    Bondowoso (beritajatim.com) – Tiga kepala daerah di wilayah Tapal Kuda sepakat mempercepat reaktivasi jalur kereta api Kalisat (Jember) – Panarukan (Situbondo) yang melintasi Kabupaten Bondowoso.

    Ketiganya adalah Bupati Jember Muhammad Fawait, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

    Program strategis nasional ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan diyakini akan membawa dampak besar bagi perekonomian masyarakat.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan bahwa ketiga bupati sudah berkomunikasi dan menyatakan komitmennya untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.

    “Program reaktivasi kereta ini sudah masuk di RPJMN. Tiga bupati di lintasan jalur ini, sudah berkomunikasi dan semuanya sepakat untuk mempercepat proses reaktivasi,” ujarnya.

    Fathur menilai, transportasi massal berbasis rel kini kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Karena itu, kebangkitan jalur lama ini diharapkan mampu membuka konektivitas dan menggerakkan roda ekonomi kawasan Tapal Kuda.

    “Transportasi massa yang saat ini diganderungi memang kereta api. Reaktivasi ini akan mendongkrak ekonomi masyarakat, karena mobilitas barang dan orang akan semakin mudah,” jelasnya.

    Ia menambahkan, jalur Kalisat–Panarukan yang panjangnya sekitar 79 kilometer memiliki kesiapan infrastruktur terbaik di antara 15 jalur nonaktif yang dievaluasi PT KAI.

    “Dilihat dari kesiapan dan infrastrukturnya, termasuk stasiunnya masih utuh. Itu bagus sekali. Dari hasil evaluasi, jalur Kalisat–Panarukan menempati peringkat satu untuk direaktivasi,” ujarnya.

    Namun, Fathur tak menampik adanya tantangan sosial di sejumlah titik padat penduduk yang kini berdiri di atas lahan milik KAI. Meski begitu, ia menegaskan penyelesaiannya akan dilakukan secara persuasif.

    “Tentu ada dampak sosial, gak mungkin gak ada. Tapi banyak bangunan di atas lahan KAI itu statusnya sewa. Kalau sewa selesai, mereka tentu bisa memahami dan tidak memperpanjangnya lagi,” terangnya.

    Ia menegaskan, pemerintah tidak akan mengambil langkah yang bertentangan dengan hukum, melainkan tetap mengedepankan dialog dan pendekatan yang manusiawi.

    “Bagaimanapun, mereka adalah warga kita. Pemerintah tidak akan mendorong tindakan melawan hukum. Semua bisa dilakukan dengan cara yang baik,” kata Fathur.

    Fathur optimistis, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, PT KAI, dan masyarakat, proyek reaktivasi ini akan berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

    “Insya Allah, saya yakin masyarakat sudah dewasa. Ketika dilakukan dengan cara-cara yang baik, insya Allah hasilnya juga akan baik,” tegasnya. (awi/ian)

  • Dua Gerbong KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh Bekasi, Jalur Sementara Tak Bisa Dilintasi – Page 3

    Dua Gerbong KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh Bekasi, Jalur Sementara Tak Bisa Dilintasi – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Dua gerbong bagian belakang kereta Purwojaya jurusan Gambir–Kroya, anjlok saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Bekasi kilometer 56+1/2, pada Sabtu (25/10/2025). Akibatnya, jalur hulu dan hilir sementara tak bisa dilewati.

    Peristiwa itu pertama kali diketahui dari laporan masinis yang langsung menghubungi pusat kendali pada pukul 14.14 WIB.

    Mendapat laporan itu, petugas dari Polsuska, tim Unit Jalan Rel, dan Sarana Daop 1 Jakarta bergegas menuju lokasi. Pemeriksaan jalur dan penanganan darurat pun dilakukan.

    Kereta dengan formasi satu lokomotif, delapan gerbong eksekutif, satu kereta makan, dan satu pembangkit itu membawa 232 penumpang. Beruntung, seluruh penumpang dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman.

    “Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).

     

  • KA Purwojaya Anjlok di Kabupaten Bekasi, Satu Jalur Tak Dapat Dilintasi

    KA Purwojaya Anjlok di Kabupaten Bekasi, Satu Jalur Tak Dapat Dilintasi

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengonfirmasi KA 58F Purwojaya relasi Gambir – Kroya mengalami insiden anjlok di Empalsemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, Sabtu (25/10/2025).

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan bahwa KA 58F mengalami anjlok pada dua kereta bagian belakang saat melintas di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh km 56+1/2. Alhasil, untuk sementara jalur hilir dan hulu tidak dapat dilewati.

    “Begitu laporan diterima, petugas segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan penumpang dan keamanan perjalanan kereta api lainnya,” ujar Ixfan dalam keterangan resmi, Sabtu (25/10/2025).

    Ixfan merinci, informasi terkait insiden tersebut pertama diterima dari masinis KA 58F yang melaporkan adanya anjlokan dua kereta bagian belakang sesaat setelah melintas di jalur emplasemen Kedunggedeh. 

    Adapun stamformasi rangkaian KA Purwojaya 1 Lokomotif terdiri dari 8 K1 (kelas eksekutif) 1KM (Kereta Makan) dan 1 Kereta Pembangkit dengan volume sebanyak 232 penumpang.

    Sebagai langkah awal, petugas stasiun bersama Polsuska, Unit Jalan Rel, dan Tim Sarana Daop 1 Jakarta langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan jalur dan penanganan terhadap rangkaian yang terdampak.

    “KAI memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan pelanggan. Seluruh penumpang KA Purwojaya dalam kondisi aman dan akan kami pastikan tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah proses penanganan selesai,” tambahnya.

    KAI Daop 1 Jakarta juga menyebut pihaknya telah melakukan pengamanan area emplasemen Kedunggedeh untuk memastikan tidak ada perjalanan kereta api lain yang terganggu. 

    Pemeriksaan teknis terhadap kondisi prasarana dan sarana tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini.

    “Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat gangguan operasional ini. Saat ini petugas di lapangan terus bekerja melakukan normalisasi agar perjalanan kereta api dapat segera kembali lancar,” pungkas Ixfan.

  • Flyover dan JPO Tenjo Siap Beroperasi, Bakal Urai Macet Perlintasan Sebidang – Page 3

    Flyover dan JPO Tenjo Siap Beroperasi, Bakal Urai Macet Perlintasan Sebidang – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pembangunan Flyover dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor kini telah memasuki tahap akhir. Infrastruktur ini hadir sebagai solusi mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang Stasiun Tenjo, yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan. 

    Peresmian Flyover dan JPO Tenjo akan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

    Direktur Utama PT Mitra Abadi Utama Noer Indradjaja menjelaskan, proses pembangunan flyover dan JPO telah selesai. Sebagai bagian dari proses pemanfaatan infrastruktur ini, pihaknya selaku pengelola Kota Podomoro Tenjo telah melakukan serah terima aset kepada Pemkab Bogor.

    “Infrastruktur ini adalah salah satu kunci pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menjadi kebutuhan utama bagi wilayah Tenjo yang kini menjadi tujuan investasi. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bogor dan PT KAI Daop 1 Jakarta yang terus mendukung pembangunan flyover dan JPO Tenjo,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

    Proyek Flyover dan JPO Tenjo ini merupakan kolaborasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Agung Podomoro Group melalui anak usaha PT Mitra Abadi Utama, dan Pemkab Bogor. 

    Operasionalisasi flyover dan JPO Tenjo diyakini bakal memperlancar lalu lintas jalan raya di sekitar dan operasional KRL Commuter Line Jabodetabek. Sehingga turut mempercepat mobilitas dan perputaran ekonomi di wilayah ini.

     

     

     

  • 6
                    
                        Kala Gerbong Perempuan Malah Jadi Momok Penumpang Wanita
                        Megapolitan

    6 Kala Gerbong Perempuan Malah Jadi Momok Penumpang Wanita Megapolitan

    Kala Gerbong Perempuan Malah Jadi Momok Penumpang Wanita
    Penulis

    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Gerbong khusus perempuan di rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) semula dirancang sebagai ruang aman bagi penumpang wanita.
    Namun, bagi sebagian pengguna, kenyamanan di gerbong ini justru dirasakan semakin menurun, terutama pada jam sibuk ketika arus penumpang membludak.
    Widya (33), penumpang asal Stasiun Cikoya, mengaku lebih memilih gerbong umum karena suasananya terasa lebih tertib.
    “Walaupun saya perempuan, saya lebih nyaman di gerbong umum soalnya perempuan itu suka lebih ganas,” ujar Widya saat ditemui di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).
    Menurutnya, situasi di gerbong khusus perempuan sering kali tidak kondusif saat jam sibuk.
    “Mungkin sama-sama enggak mau ngalah kali ya, jadi suasananya cepet-cepetan masuk,” tambahnya.
    Meski demikian, Widya tidak menampik bahwa keberadaan gerbong perempuan tetap penting.
    Namun, efektivitasnya menurun saat kepadatan penumpang meningkat akibat keterlambatan perjalanan.
    “Sebenarnya efektif, cuman karena padet akibat keterlambatan jadi mereka enggak ada yang mau ngalah,” katanya.
    Pandangan serupa disampaikan Nurin (20), penumpang dari Rangkasbitung.
    Ia menilai gerbong khusus perempuan memberikan rasa aman lebih baik, namun lokasi gerbong di ujung rangkaian membuatnya sulit dijangkau, terutama saat stasiun sedang padat.
    “Kalau saya biasanya sih tetap di gerbong umum ya soalnya kalau wanita itu harus jalan lagi ke ujung, jadi jauh,” kata Nurin.
    Ia berharap PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dapat menambah jumlah gerbong agar penumpang lebih tersebar dan tidak saling berebut ruang.
    “Berharap KRL itu ditambahin lagi gerbongnya, jadi lebih banyak lagi,” ujarnya.
    Tim
    Kompas.com
    yang menjajal langsung KRL
    green line
    pada Kamis (23/10/2025) pagi di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat, menemukan kondisi padat yang hampir tak tertahankan.
    Hingga pukul 08.00 WIB, penumpang terus berdesakan untuk masuk ke kereta yang sudah penuh bahkan sebelum tiba di peron.
    Petugas keamanan tampak mendorong penumpang agar bisa masuk ke gerbong terakhir sebelum pintu tertutup.
    Begitu berada di dalam, udara panas bercampur keringat segera terasa menyengat, sementara pendingin udara tak mampu menandingi rapatnya tubuh-tubuh yang berdiri.
    Beberapa penumpang hanya bisa bertahan sambil berpegangan pada tiang, sementara lainnya bahkan tak sempat berpegangan karena ruang yang begitu sempit.
    Kepadatan semakin parah ketika kereta berhenti di Stasiun Kebayoran. Meski petugas berulang kali mengimbau agar penumpang tidak memaksakan diri naik, antrean tetap tak surut.
    “Hati-hati bagi penumpang dan tidak memaksakan diri saat menaiki kereta,” bunyi pengumuman dari pengeras suara stasiun.
    Namun, imbauan itu sulit diindahkan. “Kalau enggak maksa sekarang, bisa telat banget sampai kantor,” ujar Dita (27), pegawai swasta yang setiap hari harus menempuh perjalanan dari selatan Jakarta ke pusat kota.
    Yeni (29), penumpang lain, mengaku sudah menunggu hampir satu jam sebelum akhirnya berhasil naik.
    “Dari jam 07.10 WIB baru naik tadi. Hampir sejam nunggu, enggak tahu ini kenapa, biasanya juga enggak kayak gini,” katanya.
    Ia yang bekerja di Matraman menyebut, keterlambatan dan kepadatan berulang membuat perjalanan terasa semakin melelahkan.
    “Enggak buru-buru cumanya kalau enggak maksa masuk, bisa telat sampai kantor,” ujar Yeni.
    Bagi pengguna KRL
    green line
    , desakan dan antrean panjang sudah menjadi rutinitas. Iqbal (34), penumpang dari Ciputat, mengatakan situasi serupa terjadi hampir setiap hari.
    “Setiap pagi begini. Apalagi kalau mau ke arah Tanah Abang, pasti padat banget,” ucapnya.
    Ia berharap pemerintah dan KAI Commuter segera menambah rangkaian kereta agar kapasitas lebih memadai.
    “Kalau bisa ada penambahan gerbong biar enggak numpuk-numpuk gini,” ujarnya.
    Keluhan serupa disampaikan kembali oleh Widya. Menurutnya, sejumlah titik seperti Stasiun Rawabuntu dan Sudimara sering menyebabkan antrean panjang karena gangguan sistem tap in.
    “Kadang
    tap
    -nya itu suka lama, kaya jadi telat begitu, enggak tahu karena enggak ada sinyal atau gimana. Jadi, dia numpuk di stasiun tersebut,” jelasnya.
    Ia menambahkan, waktu tempuhnya bisa molor hingga 30 menit dari biasanya. Meski begitu, ia tetap mengandalkan KRL sebagai moda transportasi tercepat.
    “Cukup puas sih, cuma memang harus siap desak-desakan. Paling riskannya itu kalau keterlambatan kereta, sekarang sudah tiga hari gini terus,” katanya.
    (Reporter: Intan Afrida Rafni | Editor: Tim Redaksi)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.