Tag: Kai

  • Naik LRT Jabodebek Bisa Bayar Pakai QRIS Tap, Begini Caranya

    Naik LRT Jabodebek Bisa Bayar Pakai QRIS Tap, Begini Caranya

    Jakarta

    Mulai 30 Oktober 2025, pengguna LRT Jabodebek dapat menggunakan metode pembayaran baru melalui fitur QRIS Tap. Penambahan fitur ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan perjalanan dengan LRT Jabodebek.

    Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengatakan, melalui layanan ini, pengguna dapat melakukan transaksi dengan lebih cepat dan praktis hanya dengan mendekatkan perangkat seluler di ticketing gate stasiun.

    Fitur QRIS Tap dapat digunakan oleh pengguna perangkat seluler dengan sistem operasi Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication), baik melalui aplikasi perbankan maupun dompet digital yang sudah mendukung QRIS Tap.

    “Metode pembayaran ini dapat digunakan tanpa biaya tambahan bagi pengguna,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/10/2025).

    Purnomosidi mengatakan saat ini, terdapat 14 Penyelenggara Jasa Pembayaran (issuer) yang telah mendukung penggunaan QRIS Tap untuk metode pembayaran layanan LRT Jabodebek, baik dari perbankan maupun penyedia layanan dompet digital, sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan sesuai dengan kebutuhannya.

    “Kami terus berupaya memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna. Dengan hadirnya QRIS Tap, diharapkan pilihan pembayaran menjadi lebih beragam dan memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan menyenangkan bagi pengguna LRT Jabodebek,” ujar Purnomosidi.

    Purnomosidi menambahkan, selama periode Januari hingga September 2025, metode pembayaran yang paling banyak digunakan oleh pengguna LRT Jabodebek masih didominasi oleh kartu uang elektronik sebesar 86,37%, diikuti oleh Kartu Multi Trip 8,86%, LinkAja 4,40%, dan Access by KAI 0,37%. Melalui hadirnya QRIS Tap, LRT Jabodebek berharap pengguna semakin mudah dan leluasa dalam memilih metode pembayaran yang sesuai kebutuhan.

    Penambahan fitur ini memperkuat komitmen LRT Jabodebek dalam mendukung sistem pembayaran digital nasional serta memberikan pengalaman mobilitas yang lebih fleksibel, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

    “Ke depan, LRT Jabodebek akan terus mengembangkan layanan berbasis digital untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan praktis,” katanya.

    (ara/ara)

  • KAI Daop Madiun inisiasi program wisata bertajuk Rail Tour Jawa Timur

    KAI Daop Madiun inisiasi program wisata bertajuk Rail Tour Jawa Timur

    Madiun (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menginisiasi program wisata bertajuk Rail Tour Jawa Timur yang merupakan sinergisitas pemerintah daerah dan BUMN guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

    VP Daop 7 Madiun Suharjono di Madiun, Jawa Timur, Kamis, mengatakan program Rail Tour Jawa Timur tersebut merupakan langkah strategis kolaborasi antara KAI dengan 12 pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata (Dispar) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di wilayah Jawa Timur yang masuk wilayah kerjanya untuk promosi pariwisata. Di antaranya Kabupaten Magetan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Blitar.

    “PT KAI hadir sebagai penyedia akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terintegrasi, sekaligus sebagai mitra yang memungkinkan penyampaian informasi wisata daerah kepada audiens nasional,” ujar dia dalam peluncuran Program Rail Tour Jawa Timur melalui kampanye Keliling Dunia Tanpa Paspor Bersama Kereta Api tersebut.

    Ia mengatakan inisiatif program tersebut bertujuan untuk menciptakan paket wisata unggulan berbasis moda kereta api yang akan berfungsi sebagai gerbang utama pergerakan wisatawan menuju destinasi-destinasi di Jawa Timur, utamanya di wilayah Daop 7 Madiun.

    “Melalui program ini, Kami ingin kereta api bukan hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga bagian integral dari pengalaman berwisata itu sendiri,” katanya.

    Seluruh inisiatif tersebut nantinya akan ditempatkan di bawah payung kampanye publik yang menarik wisatawan dengan judul “Keliling Dunia Tanpa Paspor dengan Kereta Api”.

    Suharjono mengatakan program tersebut berfokus pada empat pilar kolaborasi utama untuk memastikan integrasi layanan dan informasi. Pertama yakni, promosi konten digital yang terintegrasi dan sinkronisasi penyebaran konten wisata dan paket melalui media Kominfo, Dispar, dan KAI untuk memperkuat promosi digital.

    Kedua, penyelenggaraan ajang atau kegiatan dan kunjungan tematik, di antaranya berupa wisata edukasi, wisata budaya, ataupun festival kuliner untuk menarik minat masyarakat.

    Ketiga, branding ruang stasiun dengan ikon kota berupa pemasangan instalasi visual tematik kota di area publik stasiun dengan pedoman KAI untuk memberikan kesan kota sejak kedatangan.

    Serta, keempat berupa penyediaan transportasi lanjutan dan keberadaan pemandu wisata. Pilar ini membutuhkan komitmen dukungan shuttle/bus dari pemda dari stasiun menuju destinasi wisata serta penyediaan pemandu wisata di daerah untuk penguatan citra pelayanan wisata.

    “Program Rail Tour Jawa Timur melalui kampanye Keliling Dunia Tanpa Paspor Bersama Kereta Api tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi wisata lintas wilayah berbasis transportasi publik yang dapat dicontoh secara nasional,” kata Surharjono.

    Melalui kolaborasi tersebut juga akan membuka ruang sinergisitas untuk meningkatkan dampak ekonomi wisata daerah serta memperluas layanan publik transportasi secara bersama.

    “Kami menyambut kesediaan pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi program ini,” katanya.

    Pewarta: Louis Rika Stevani
    Editor: Virna P Setyorini
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Dua KA di Jember mulai dapat melintas jalur rel Semarang pacsabanjir

    Dua KA di Jember mulai dapat melintas jalur rel Semarang pacsabanjir

    Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Sebanyak dua kereta api di wilayah Daerah Operasi 9 Jember yakni KA Pandalungan relasi Jakarta-Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Jakarta-Ketapang pada Kamis akhirnya dapat melintas di Kabupaten Semarang pascabanjir setelah dilakukan normalisasi di jalur tersebut.

    “Setelah sehari sebelumnya terdampak imbas rekayasa pola operasi akibat luapan air di lintas Semarang Tawang – Alastua, maka hari ini operasional perjalanan kereta api yang melintas di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember berangsur normal,” kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember, Jawa Timur, Kamis.

    Ia mengatakan seiring dengan upaya normalisasi jalur yang terus dilakukan oleh jajaran KAI dan berbagai pihak terkait, maka jalur kereta api yang terdampak banjir sudah dapat dilalui dengan aman.

    “Namun, untuk menjamin keselamatan perjalanan, masih diberlakukan pembatasan kecepatan pada beberapa lintas tersebut yakni 10 km per jam,” katanya.

    Menurut dia, jalur sudah bisa digunakan dan saat ini pola operasi kereta api yang sebelumnya memutar sudah dihentikan, sehingga perjalanan berangsur kembali normal dengan pembatasan kecepatan sesuai kondisi lapangan.

    Cahyo mengatakan perjalanan KA dari wilayah Daop 9 Jember dipastikan kembali berangkat tepat waktu dan hal itu menjadi kabar baik bagi pelanggan.

    KA Pandalungan relasi Jember – Gambir akan berangkat tepat dari Stasiun Jember pukul 16.00 WIB, sedangkan KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang – Pasarsenen akan berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB.

    “Itu menjadi tanda bahwa operasional di wilayah kami sudah mulai pulih. Kami tetap melakukan pemantauan intensif di lapangan agar seluruh perjalanan KA selanjutnya berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar dia.

    KAI Daop 9 Jember juga mengimbau kepada seluruh penumpang untuk selalu memperbarui informasi perjalanan kereta api melalui Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-222-33-121, email cs@kai.id, serta akun media sosial resmi @KAI121 di Instagram, X, dan Facebook.

    “Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian para penumpang setia KAI. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan kereta api,” ujar dia.

    Meskipun pola operasi telah kembali normal, lanjutnya, namun masih terdapat beberapa dampak kelambatan kedatangan kereta api di wilayah Daop 9 Jember sebagai efek lanjutan dari perjalanan sebelumnya yang mengalami deviasi waktu.

    Hingga Kamis ini, KA Blambangan Ekspres mengalami kelambatan 265 menit dan KA Pandalungan mengalami kelambatan 156 menit.

    “Kami memohon maaf kepada penumpang atas keterlambatan yang masih terjadi sebagai dampak dari rekayasa perjalanan sebelumnya,” katanya.

    Namun, seluruh perjalanan KA tetap kami jalankan dengan prioritas utama pada keselamatan dan keamanan penumpang.

    Pewarta: Zumrotun Solichah
    Editor: Virna P Setyorini
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Rel Alastua–Semarang Tawang Mulai Bisa Dilalui, Kecepatan KA Dibatasi 20 Km per Jam
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        30 Oktober 2025

    Rel Alastua–Semarang Tawang Mulai Bisa Dilalui, Kecepatan KA Dibatasi 20 Km per Jam Regional 30 Oktober 2025

    Rel Alastua–Semarang Tawang Mulai Bisa Dilalui, Kecepatan KA Dibatasi 20 Km per Jam
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Rel kereta api jalur hulu antara Stasiun Alastua–Semarang Tawang, Jawa Tengah, kini sudah bisa dilalui kereta api dengan kecepatan terbatas 20 kilometer per jam.
    Meskipun masih ada genangan air di kilometer 2+3 hingga 3+0, kondisi jalur dinyatakan cukup aman setelah dilakukan peninggian konstruksi rel oleh PT KAI Daop 4 Semarang.
    Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan peninggian konstruksi jalur hulu dilakukan sejak Rabu (29/10/2025).
    Setelah kondisi air surut, KAI memutuskan untuk membuka kembali jalur dengan pembatasan kecepatan pada Kamis (30/10/2025) pukul 08.35 WIB.
    “Dengan pertimbangan keselamatan dan perhitungan yang cermat, ditambah ketinggian genangan juga sudah surut hingga minus sentimeter di bawah kepala rel, kami menetapkan untuk meningkatkan kecepatan kereta yang melintas jalur hulu menjadi 20 km/jam,” kata Franoto.
    Sebelumnya, jalur hulu hanya bisa dilalui lokomotif khusus dengan kecepatan 10 km/jam. Kini, kereta reguler sudah diperbolehkan melintas, meski kecepatan masih dibatasi.
    “Tentunya kami akan terus memantau. Semoga air semakin surut dan perjalanan normal kembali,” ujarnya.
    KAI Daop 4 Semarang juga melanjutkan peninggian konstruksi pada jalur hilir. Selama proses tersebut, sistem buka tutup jalur akan diberlakukan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta.
    Genangan di jalur hilir terus menunjukkan tren menurun dan tercatat berada pada ketinggian 7,5 sentimeter pada pukul 08.00 WIB.
    KAI juga telah menghentikan pemberlakuan rekayasa pola operasi kereta api memutar, meskipun beberapa perjalanan masih diberlakukan perlambatan.
    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI Daop 4 akan terus berupaya melakukan normalisasi jalur KA dengan tetap mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pelanggan,” kata Franoto.
    KAI memastikan seluruh proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap hingga jalur antara Alastua dan Semarang Tawang kembali beroperasi normal sepenuhnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI hentikan operasi KA memutar setelah banjir di Semarang berkurang

    KAI hentikan operasi KA memutar setelah banjir di Semarang berkurang

    Rekayasa operasi KA memutar sudah dihentikan, namun masih akan ada keterlambatan perjalanan meski jalur yang tergenang sudah bisa dilalui

    Semarang (ANTARA) – PT KAI telah menghentikan pola operasi kereta api (KA) memutar melalui jalur selatan setelah banjir yang menggenangi jalur rel antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alastua di Kota Semarang, Jawa Tengah, berkurang dan KA dapat melintas.

    “Rekayasa operasi KA memutar sudah dihentikan, namun masih akan ada keterlambatan perjalanan meski jalur yang tergenang sudah bisa dilalui,” kata Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo di Semarang, Kamis.

    Jalur antara Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Alastua yang tergenang banjir sudah dapat dilintasi kembali sejak Rabu (29/10) malam.

    Namun, lanjut dia, hingga Kamis ini kecepatan KA yang melintas di jalur tersebut masih dibatasi maksimal hanya 20 km per jam.

    Menurut dia, normalisasi jalur dilakukan setelah PT KAI meninggikan jalur rel yang tergenang banjir itu.

    Ia berharap ketinggian air yang menggenangi jalur rel tersebut terus surut sehingga perjalanan KA dapat segera kembali normal.

    PT KAI, lanjut dia, terus berupaya menormalisasi jalur KA yang terkendala akibat banjir dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

    “Petugas akan terus memantau kondisi di lapangan. Semoga banjir yang menggenang dapat terus surut,” katanya.

    Sebelumnya, banjir menggenangi sejumlah titik di Kota Semarang selama beberapa hari terakhir.

    Banjir juga mengakibatkan jalur Pantura di Jalan Kaligawe yang menghubungkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal tergenang cukup parah hingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.

    Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Anggota DPD usulkan Whoosh dipisahkan dari PT KAI

    Anggota DPD usulkan Whoosh dipisahkan dari PT KAI

    Akan lebih baik apabila pengoperasian Woosh dikeluarkan dari PT KAI dan dibentuk badan usaha sendiri di bawah Danantara

    Semarang (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah Abdul Kholik mengusulkan operasional kereta cepat Whoosh dipisahkan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar tidak membebani perusahaan pelat merah tersebut.

    ‘”Kasus anjloknya kereta api menjadi salah satu indikator penting bahwa ada masalah serius di PT KAI akibat beban di Whoosh,” kata Abdul Kholik di Semarang, Jawa Tengah, Rabu.

    Sebagai anggota Komite Bidang Transportasi DPD RI, ia mendesak agar kondisi keuangan PT KAI segera dipulihkan, yakni melalui pengambilalihan beban utang kereta api cepat Whoosh oleh Danantara.

    “Ini karena setiap tahun PT KAI dibebani membayar hingga triliunan rupiah. Jumlah ini sangat besar dan hampir semua keuntungan PT KAI tersedot ke sana,,” katanya.

    Akibat beban pengelolaan Whoosh, kata dia, PT KAI mengalami kesulitan melakukan ekspansi membangun infrastruktur kereta api seperti reaktivasi jalur kereta api lama, pembangunan jalur ganda di selatan Jawa, dan pembangunan jalur kereta api di luar Jawa.

    “Selain kalau terus dibebani utang kereta api cepat Whoosh, maka saya khawatir kualitas kinerja PT KAI yang selama ini sudah memuaskan publik, akan mengalami penurunan yang serius,” katanya.

    Ia khawatir beban utang dan operasional Whoosh yang ditanggung PT KAI semakin memberatkan kemudian justru berdampak pada kinerja pelayanan kepada publik.

    “Akan lebih baik apabila pengoperasian Woosh dikeluarkan dari PT KAI dan dibentuk badan usaha sendiri di bawah Danantara,” katanya.

    Selain itu, Kholik juga menolak apabila kereta api cepat Whoosh diperpanjang jalurnya sampai Surabaya yang pasti akan melewati wilayah Jawa Tengah.

    “Kami menolak Whoosh diperpanjang sebelum urusan beban dan indikasi korupsi dalam proyek pembangunan kereta api dituntaskan. Maka, KPK mulai saat ini harus mengusut dan memastikannya,” katanya.

    Pengusutan proyek Whoosh, kata dia, penting agar kasus yang sama tidak terulang lagi ketika diperpanjang sampai Surabaya.

    Pewarta: Zuhdiar Laeis
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • “Tanjung Priok Hub” padukan warisan budaya dengan sejarah perkotaan

    “Tanjung Priok Hub” padukan warisan budaya dengan sejarah perkotaan

    Jakarta (ANTARA) – “Tanjung Priok Hub 5.0” yang digelar di Stasiun Tanjung Priok (Jakarta Utara) merupakan kegiatan yang memadukan nilai sejarah stasiun tersebut sebagai warisan budaya (urban heritage) dan sejarah perkotaan dengan akselerasi digital serta ekonomi modern.

    “Stasiun Tanjung Priok bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi saksi perjalanan panjang kota ini,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota (Setko) Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman saat membuka k?”Tanjung Priok Hub 5.0″ di Stasiun Tanjung Priok di Jakarta, Rabu.

    Melalui kegiatan “Tanjung Priok Hub 5.0”, pihaknya ingin menghadirkan semangat baru untuk menjadikan stasiun ini sebagai panggung gaya hidup yang dinamis.

    “Stasiun ini jadi tempat sejarah bertemu inovasi dan tradisi berpadu dengan kreativitas modern,” kata dia.

    Dia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan cara membeli berbagai produk UMKM dari Jakarta Utara.

    Pameran produk unggulan di Stasiun Tanjung Priok ini juga sebagai upaya untuk memajukan UMKM sekaligus memperkenalkan bahwa di Tanjung Priok ini ada stasiun yang memiliki nilai sejarah dan harus dilestarikan.

    Menurut dia, sinergi yang harmonis antara Pemerintah Kota Jakarta Utara dengan PT KAI akan membawa pembaruan bagi kemajuan UMKM dan Stasiun Tanjung Priok.

    “Ini adalah kegiatan pertama dan sebuah sinergi yang baik dan berpengaruh dengan ‘urban heritage’,” kata dia.

    Kepala Stasiun Tanjung Priok, Edi Kurnianto mengatakan, Tanjung Priok sebagai penghubung massal transportasi masyarakat dan semua harus berkolaborasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dari Stasiun Tanjung Priok.

    Stasiun Tanjung Priok melayani dua angkutan penghubung, yaitu Commuter Line Tanjung Priok menuju Stasiun Kota dengan 64 perjalanan pulang-pergi dan angkutan barang mobilisasi peti kemas.

    “Awal permulaan yang baik untuk meningkatkan transportasi massal dan juga memajukan produk unggulan Jakarta Utara,” kata dia.

    Kegiatan “Tanjung Priok Hub 5.0” di Stasiun Tanjung Priok selama lima hari ke depan tentunya akan memberikan suasana baru bagi para pengguna Commuter Line di stasiun tersebut.

    “Tanjung Priok Hub 5.0” yang digelar di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, menghadirkan bazar UMKM, pertunjukan busana (fashion show) dan diskusi oleh Dekranasda setempat.

    Selain itu ada pagelaran seni budaya, “story telling” dan pertunjukan musik yang dilaksanakan mulai Rabu (28/10) hingga Minggu (2/11).

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Pemprov DKI Jakarta Kebut 30 Kawasan TOD, Ini Bocoran Lokasinya – Page 3

    Pemprov DKI Jakarta Kebut 30 Kawasan TOD, Ini Bocoran Lokasinya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memetakan setidaknya 24 hingga 30 kawasan yang potensial dikembangkan menjadi Transit Oriented Development (TOD). Hal ini sejalan dengan rencana perluasan transportasi massal di ibu kota.

    Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, pengembangan kawasan tersebut tidak harus menunggu proyek MRT dan LRT selesai.

    “Jika kita menunggu angkutan umum massalnya ada baru dikembangkan, sementara daerah itu butuh,” kata Syafrin usai hadir dalam pembukaan Rapat Koordinasi Transportasi Terintegrasi dan Terpadu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/10/2025).

    Syafrin menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut akan mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit.

    Melalui aturan itu, operator transportasi seperti MRT Jakarta dan PT KAI akan menjadi pelaksana pembangunan kawasan TOD di wilayah operasionalnya.

    “Contohnya MRT di Dukuh Atas atau di Tanah Abang itu oleh KAI,” kata Syafrin.

    Sementara itu, untuk kawasan yang sampai saat ini belum tersentuh proyek transportasi massal, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil peran melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

     

  • Pemprov DKI Jakarta Kebut 30 Kawasan TOD, Ini Bocoran Lokasinya – Page 3

    Pemprov DKI Jakarta Kebut 30 Kawasan TOD, Ini Bocoran Lokasinya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memetakan setidaknya 24 hingga 30 kawasan yang potensial dikembangkan menjadi Transit Oriented Development (TOD). Hal ini sejalan dengan rencana perluasan transportasi massal di ibu kota.

    Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, pengembangan kawasan tersebut tidak harus menunggu proyek MRT dan LRT selesai.

    “Jika kita menunggu angkutan umum massalnya ada baru dikembangkan, sementara daerah itu butuh,” kata Syafrin usai hadir dalam pembukaan Rapat Koordinasi Transportasi Terintegrasi dan Terpadu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/10/2025).

    Syafrin menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut akan mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit.

    Melalui aturan itu, operator transportasi seperti MRT Jakarta dan PT KAI akan menjadi pelaksana pembangunan kawasan TOD di wilayah operasionalnya.

    “Contohnya MRT di Dukuh Atas atau di Tanah Abang itu oleh KAI,” kata Syafrin.

    Sementara itu, untuk kawasan yang sampai saat ini belum tersentuh proyek transportasi massal, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil peran melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

     

  • Jalur Semarang Tergenang, Kereta dari Cirebon Terpaksa Putar Arah

    Jalur Semarang Tergenang, Kereta dari Cirebon Terpaksa Putar Arah

    Bisnis.com, CIREBON- Perjalanan kereta api dari maupun menuju Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terhambat akibat luapan air yang terjadi di wilayah kerja Daop 4 Semarang, tepatnya di antara Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Alastua. 

    Genangan air di jalur rel menyebabkan laju kereta api terganggu dan sejumlah perjalanan dialihkan melalui lintas selatan.

    Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah darurat agar operasional tidak lumpuh total. 

    Salah satunya dengan mengoperasikan lokomotif Diesel Hidrolik BB 304 untuk memastikan perjalanan tetap bisa berlangsung meski dengan kecepatan terbatas.

    “Langkah ini kami ambil untuk menjaga keselamatan perjalanan KA dan meminimalkan keterlambatan. Sementara jalur utara belum bisa dilalui dengan normal, sebagian perjalanan kami alihkan melalui jalur selatan,” ujar Muhibbuddin, Rabu (29/10/2025).

    Sebanyak delapan rangkaian kereta api yang melintasi jalur utara dialihkan ke jalur selatan, termasuk KA Blambangan, Airlangga, Brantas, Kertajaya, Gumarang, Brawijaya, dan Majapahit. Pengalihan itu membuat lintas Cirebon–Solo menjadi rute alternatif utama hingga kondisi jalur Semarang kembali normal.

    Selain pengalihan jalur, KAI juga menyiapkan transportasi pengganti berupa bus untuk penumpang tujuan wilayah yang terdampak langsung, seperti Tegal, Pekalongan, Weleri, dan Semarang. 

    Dari Stasiun Cirebon Prujakan, tiga perjalanan yang dialihkan ke bus di antaranya KA Brantas dengan 99 penumpang, Kertajaya dengan 59 penumpang, dan Majapahit dengan 107 penumpang.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Seluruh jajaran KAI terus bekerja agar perjalanan kembali lancar,” tambahnya.

    Muhibbuddin memastikan seluruh tim operasional dan sarana KAI Daop 3 Cirebon berkoordinasi dengan Daop 4 Semarang untuk mempercepat normalisasi jalur yang tergenang. 

    “Kami berterima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan yang terdampak. Prioritas kami tetap pada keselamatan,” tutupnya.

    KAI menargetkan seluruh perjalanan kembali normal dalam waktu dekat setelah air surut dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui.