Tag: Kai

  • ​Kapan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka? Ini Penjelasan KAI

    ​Kapan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka? Ini Penjelasan KAI

    Jakarta: Pertanyaan tiket kereta api periode mudik lebaran dibuka kapan mulai bermunculan di masyarakat. Simak yuk, penjelasan resmi dari KAI berikut ini.

    Bulan Ramadan 2026 kini sudah dekat, bertepatan dengan itu banyak orang mulai mempersiapkan diri salah satunya kebutuhan untuk mudik Idulfitri. Moda transportasi kereta masih menjadi favorit untuk mudik lebaran dikarenakan harganya yang terjangkau, dan waktu perjalanan yang lebih singkat.

    Informasi tanggal resmi dari KAI sampai saat ini belum diumumkan, namun pihak KAI sudah merilis pengumuman resmi terkait pembelian tiket tersebut. 

    Pihak KAI melalui Instagram resminya @kai121_ telah menyatakan bahwa tanggal resmi terkait pembelian tiket khusus Ramadan dan mudik lebaran belum dibuka. Pengumuman resmi akan disampaikan  melalui media sosial KAI. 

    Namun sejalan dengan itu, pihak KAI mengumumkan bahwa sampai saat ini rencana pembelian tiket mudik lebaran antarkota masih sama yaitu bisa dibeli pada H-45 sebelum keberangkatan dan belum ada perubahan jangka waktu. 

    Dengan pengumuman tersebut, artinya masyarakat bisa mulai memesan tiket pada 45 hari sebelum jadwal keberangkatan yang diinginkan. Hal ini berlaku pada seluruh jadwal kereta KAI jarak jauh.

    Beirikut info resmi yang telah dirilis oleh KAI: 

    – Periode pemesanan tiket KA antarkota atau jarak jauh, saat ini masih H-45 sebelum keberangkatan.

    – Pelanggan diimbau untuk menghindari pembelian tiket melalui pihak-pihak yang menawarkan jasa, dengan bea tambahan yang tidak wajar.

    – Pemesanan tiket kereta api dapat dilakukan di aplikasi Access by KAI, website: booking.kai.id, atau mitra resmi penjualan lainnya.

    – Informasi mengenai penjualan tiket KA Lebaran 2026, akan diumumkan melalui media sosial KAI121.

    KAI juga mengimbau kepada pelanggan untuk mulai merencanakan perjalanan mudik Lebaran 2026.
    Prediksi Ramadan dan Idul Fitri 2026
    Menurut SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497 Tahun 2025 Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 yang menjelaskan mengenai Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Idul Fitri 2026 telah diperkirakan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

    Jika dihitung berdasarkan perkiraan waktu, maka perkiraan Ramadan adalah 30 hari sebelum perkiraan idulfitri yaitu Sabtu, 21 Februari 2026, namun tetap tergantung berapa jumlah hari di Bulan Ramadan bisa 29 atau 30 hari. 

    Meskipun ada prediksi ini, sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI akan tetap dilakukan untuk menentukan kapan waktu Ramadan dan kapan waktu Idulfitri 2026. 

    Berdasarkan kalender SKB 3 Menteri mengenai libur nasional dan cuti bersama, berikut adalah jadwal libur panjang untuk merayakan Idulfitri 1447 H: 

    Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)

    (Syarifah Komalasari) 

    Jakarta: Pertanyaan tiket kereta api periode mudik lebaran dibuka kapan mulai bermunculan di masyarakat. Simak yuk, penjelasan resmi dari KAI berikut ini.
     
    Bulan Ramadan 2026 kini sudah dekat, bertepatan dengan itu banyak orang mulai mempersiapkan diri salah satunya kebutuhan untuk mudik Idulfitri. Moda transportasi kereta masih menjadi favorit untuk mudik lebaran dikarenakan harganya yang terjangkau, dan waktu perjalanan yang lebih singkat.
     
    Informasi tanggal resmi dari KAI sampai saat ini belum diumumkan, namun pihak KAI sudah merilis pengumuman resmi terkait pembelian tiket tersebut. 

    Pihak KAI melalui Instagram resminya @kai121_ telah menyatakan bahwa tanggal resmi terkait pembelian tiket khusus Ramadan dan mudik lebaran belum dibuka. Pengumuman resmi akan disampaikan  melalui media sosial KAI. 
     
    Namun sejalan dengan itu, pihak KAI mengumumkan bahwa sampai saat ini rencana pembelian tiket mudik lebaran antarkota masih sama yaitu bisa dibeli pada H-45 sebelum keberangkatan dan belum ada perubahan jangka waktu. 
     
    Dengan pengumuman tersebut, artinya masyarakat bisa mulai memesan tiket pada 45 hari sebelum jadwal keberangkatan yang diinginkan. Hal ini berlaku pada seluruh jadwal kereta KAI jarak jauh.
     
    Beirikut info resmi yang telah dirilis oleh KAI: 
     
    – Periode pemesanan tiket KA antarkota atau jarak jauh, saat ini masih H-45 sebelum keberangkatan.
     
    – Pelanggan diimbau untuk menghindari pembelian tiket melalui pihak-pihak yang menawarkan jasa, dengan bea tambahan yang tidak wajar.
     
    – Pemesanan tiket kereta api dapat dilakukan di aplikasi Access by KAI, website: booking.kai.id, atau mitra resmi penjualan lainnya.
     
    – Informasi mengenai penjualan tiket KA Lebaran 2026, akan diumumkan melalui media sosial KAI121.
     
    KAI juga mengimbau kepada pelanggan untuk mulai merencanakan perjalanan mudik Lebaran 2026.

    Prediksi Ramadan dan Idul Fitri 2026
    Menurut SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497 Tahun 2025 Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 yang menjelaskan mengenai Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Idul Fitri 2026 telah diperkirakan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
     
    Jika dihitung berdasarkan perkiraan waktu, maka perkiraan Ramadan adalah 30 hari sebelum perkiraan idulfitri yaitu Sabtu, 21 Februari 2026, namun tetap tergantung berapa jumlah hari di Bulan Ramadan bisa 29 atau 30 hari. 
     
    Meskipun ada prediksi ini, sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI akan tetap dilakukan untuk menentukan kapan waktu Ramadan dan kapan waktu Idulfitri 2026. 
     
    Berdasarkan kalender SKB 3 Menteri mengenai libur nasional dan cuti bersama, berikut adalah jadwal libur panjang untuk merayakan Idulfitri 1447 H: 
     
    Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
    Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idulfitri 2026 (1447 Hijriah)
     
    (Syarifah Komalasari

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Bahaya Banget! Dua Bocah Perempuan Adang Kereta Commuter di Sidoarjo

    Bahaya Banget! Dua Bocah Perempuan Adang Kereta Commuter di Sidoarjo

    Jakarta: Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi berbahaya dua anak perempuan di bawah umur yang nekat menghadang laju kereta api. 

    Aksi dua bocah perempuan ini menghadang laju kereta api di Sidoarjo, aksi berbahaya tersebut lantas menuai kritik netizen di media sosial karena dinilai membahayakan keselamatan, bagi bocah tersebut maupun kereta api yang dihadangnya.

    Video yang memperlihatkan aksi dua anak tersebut diunggah oleh akun instagram @railfans.daop8.sda, memperlihatkan seorang anak perempuan sedang berlari menyebrangi jalur rel saat kereta sedang melaju. 

    Setelah ia menyeberang, anak tersebut justru kembali ke tengan lintasan rel dan mengangkat kedua tangannya seperti mencoba menghentikan kereta api di depannya.

    Masinis kereta tersebut yang melihat aksi bocah itu seketika langsung membunyikan klakson panjang memberikan kode peringatan. Diketahui bahwa dua anak perempuan itu merupakan kakak beradik yang merupakan warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, usianya diperkirakan sekitar 12 tahun.

    Peristiwa yang menantang maut ini terjadi pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pada pukul 17.20, berlokasi di  KM 31+½ pada lintasan kereta api di jalur  Sidoarjo menuju Tulangan.

    Setelah video tersebut mencuat di berbagai media sosial, KAI Daop 8 Surabaya segera turun tangan. Pihaknya juga bertemu dengan orangtua dari kedua anak perempuan yang bersangkutan dan memberikan edukasi,

    Merespons kejadian ini, pengamat kepolisian dan transportasi meminta peran aktif orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang tinggal di sekitar area perlintasan rel.
     

    Masyarakat juga diimbau untuk segera menegur atau melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat ada kerumunan anak-anak yang melakukan aktivitas mencurigakan di area rel. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar tragedi maut akibat konten media sosial tidak terus berulang.

    Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah berulang kali menegaskan bahwa jalur kereta api bukanlah tempat bermain atau lokasi pengambilan konten. Secara hukum, aksi nekat ini melanggar peraturan yang berlaku di Indonesia, yaitu UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, atau melintasi jalur kereta api selain di tempat yang ditentukan. Adapun Sanksi Pidana: Pelanggar aturan ini dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah).

    (Fany Wirda Putri)

    Jakarta: Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video singkat yang memperlihatkan aksi berbahaya dua anak perempuan di bawah umur yang nekat menghadang laju kereta api. 
     
    Aksi dua bocah perempuan ini menghadang laju kereta api di Sidoarjo, aksi berbahaya tersebut lantas menuai kritik netizen di media sosial karena dinilai membahayakan keselamatan, bagi bocah tersebut maupun kereta api yang dihadangnya.
     
    Video yang memperlihatkan aksi dua anak tersebut diunggah oleh akun instagram @railfans.daop8.sda, memperlihatkan seorang anak perempuan sedang berlari menyebrangi jalur rel saat kereta sedang melaju. 

    Setelah ia menyeberang, anak tersebut justru kembali ke tengan lintasan rel dan mengangkat kedua tangannya seperti mencoba menghentikan kereta api di depannya.
     
    Masinis kereta tersebut yang melihat aksi bocah itu seketika langsung membunyikan klakson panjang memberikan kode peringatan. Diketahui bahwa dua anak perempuan itu merupakan kakak beradik yang merupakan warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, usianya diperkirakan sekitar 12 tahun.
     
    Peristiwa yang menantang maut ini terjadi pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pada pukul 17.20, berlokasi di  KM 31+½ pada lintasan kereta api di jalur  Sidoarjo menuju Tulangan.
     
    Setelah video tersebut mencuat di berbagai media sosial, KAI Daop 8 Surabaya segera turun tangan. Pihaknya juga bertemu dengan orangtua dari kedua anak perempuan yang bersangkutan dan memberikan edukasi,
     
    Merespons kejadian ini, pengamat kepolisian dan transportasi meminta peran aktif orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama yang tinggal di sekitar area perlintasan rel.
     

     
    Masyarakat juga diimbau untuk segera menegur atau melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat ada kerumunan anak-anak yang melakukan aktivitas mencurigakan di area rel. Kesadaran kolektif sangat diperlukan agar tragedi maut akibat konten media sosial tidak terus berulang.
     
    Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah berulang kali menegaskan bahwa jalur kereta api bukanlah tempat bermain atau lokasi pengambilan konten. Secara hukum, aksi nekat ini melanggar peraturan yang berlaku di Indonesia, yaitu UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, atau melintasi jalur kereta api selain di tempat yang ditentukan. Adapun Sanksi Pidana: Pelanggar aturan ini dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah).
     
    (Fany Wirda Putri)
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Potret Permukiman Padat di Klender, Hidup 3 Meter di Bawah Jalan dengan Infrastruktur Minim
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        6 Januari 2026

    Potret Permukiman Padat di Klender, Hidup 3 Meter di Bawah Jalan dengan Infrastruktur Minim Megapolitan 6 Januari 2026

    Potret Permukiman Padat di Klender, Hidup 3 Meter di Bawah Jalan dengan Infrastruktur Minim
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Di tengah hiruk-pikuk Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, terdapat sebuah permukiman padat penduduk yang tersembunyi di bawah permukaan jalan.
    Kompas.com
    menelusuri permukiman yang nyaris tak terlihat dari jalan raya tersebut pada Senin (5/1/2026).
    Akses menuju permukiman hanya tersedia melalui empat gang sempit dengan lebar tak sampai satu meter, serta satu gapura utama yang berada di sisi Kali Sunter.
    Dari mulut gang, tangga beton yang licin menurun tajam, menandakan bahwa permukiman ini berada sekitar tiga meter di bawah permukaan jalan.
    Permukiman ini berada di lokasi strategis, bersebelahan dengan SMP Negeri 198 Jakarta Timur dan berdampingan langsung dengan aliran Kali Sunter.
    Di bagian terdepan permukiman, yang mencakup RT 06, RT 07, dan RT 12, dinding gang berdempetan rapat. Material bangunan didominasi tembok bata tanpa plester, seng tua, dan papan kayu yang telah lapuk.
    Lumut hijau menempel di sejumlah sudut, menandakan tingkat kelembapan yang tinggi serta minimnya paparan sinar matahari.
    Aktivitas domestik berlangsung di ruang sempit tersebut. Panci, wajan, ember, dan baskom tergantung di dinding atau ditata di atas meja kayu kecil di depan rumah.
    Aroma minyak goreng bercampur dengan bau lembap dari saluran air terbuka menjadi wangi khas lingkungan ini.
    Pakaian digantung menjuntai rendah hingga nyaris menyentuh kepala pejalan kaki. Anak-anak bermain di gang sempit, berbagi ruang dengan orang dewasa yang duduk di depan rumah.
    Di bagian lebih dalam permukiman, pencahayaan kian minim. Beberapa rumah dibangun tepat di atas saluran air besar yang sebagian tertutup papan dan seng, menciptakan ruang gelap di bawahnya.
    Rahmat Satriono (60), Ketua RW 01, menceritakan bahwa permukiman ini telah ada sejak tahun 1980-an.
    “Jalannya memang tinggi dari awal, bukan karena ditinggikan belakangan. Warga mulai menempati area ini sekitar 1980 sampai 1985. Warga lama semua, warga asli sini,” ujar Rahmat saat ditemui di sekretariat RW, Senin.
    RW 01 membentang sekitar enam hektare, namun sekitar 40 persen wilayahnya ditempati sekolah dan perkantoran. Area yang paling rendah dan rawan genangan berada di RT 06, RT 07, dan RT 12.
    “RT 06 masih agak tinggi, jadi air jarang masuk. Tapi yang lain gotnya sudah mati,” kata dia.
    Kondisi sanitasi menjadi tantangan utama. Rumah-rumah tidak memiliki sistem pengolahan air limbah.
    “SPALD (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik) tidak ada. Limbah langsung ke saluran, terus ke kali. Rumah-rumah kecil, petak-petak, ukurannya cuma 4×4 atau 4×5 meter, jadi enggak memungkinkan bikin
    septic tank
    ,” ungkap Rahmat.
    Sebagian fasilitas komunal pernah dibangun, tetapi tidak berjalan efektif karena warga harus mengeluarkan biaya tambahan.
    Sanitasi menjadi masalah krusial. Sekitar 50 persen rumah di pinggir permukiman tidak memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang layak. Limbah langsung dibuang ke saluran.
    Menurut Rahmat, meski Puskesmas sering melakukan kontrol, kondisi sanitasi tetap menjadi tantangan.
    “Dulu pernah dikasih fasilitas komunal, tapi tidak dipakai. Warga harus keluar biaya lagi, jadi enggak ada yang berminat. Saya sendiri pernah pasang dua unit, tapi tetap enggak dipakai,” ujar dia.
    Permukiman ini pernah menjadi target revitalisasi pemerintah. Pada masa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdapat rencana pembenahan kawasan dari Banjir Kanal Timur (BKT) hingga SMA Negeri 50.
    Saat itu, warga menyatakan setuju. Namun, rencana tersebut terhenti setelah Ahok tidak lagi menjabat sebagai gubernur.
    Wacana revitalisasi terbaru juga sempat muncul dari PJKA atau KAI karena lokasi permukiman yang berdekatan dengan stasiun, tetapi hingga kini belum ada kejelasan realisasi.
    Rahmat menekankan bahwa warga pada dasarnya terbuka terhadap pembangunan hunian vertikal.
    “Kalau mau dibangun, silakan. Yang penting disediakan dulu tempatnya. Warga pindah dulu, baru lingkungan ini dibenahi,” ujar dia.
    Menurut Rahmat, mayoritas warga bekerja di sektor informal, di antaranya pengemudi ojek
    online
    , pedagang, sopir, atau pekerja lepas. Jumlah pegawai formal atau aparatur sipil negara (ASN) kurang dari 10 persen.
    Keterikatan warga dengan lokasi yang strategis membuat mereka enggan pindah jauh. Kedekatan dengan sekolah, transportasi umum, dan pasar menjadi faktor utama warga bertahan.
    Kehidupan di gang sempit membentuk pola sosial tersendiri. Anak-anak bermain di lorong yang sama dengan orang dewasa. Warga saling mengenal satu sama lain dan interaksi sosial terjalin kuat.
    Meski demikian, ruang yang terbatas dan kondisi bangunan semi permanen tetap menimbulkan risiko bagi keselamatan dan kesehatan. Longsor kecil, kebakaran, atau genangan air menjadi ancaman nyata.
    Tuti (45), ibu rumah tangga warga RT 07, telah tinggal di permukiman ini lebih dari 25 tahun. Setiap hari ia harus menaiki dan menuruni tangga sempit untuk keluar rumah menuju jalan raya.
    “Kalau mau ke jalan besar, ya harus naik tangga ini. Sudah biasa, dari dulu juga begini,” kata Tuti saat ditemui langsung di depan rumahnya.
    Selama musim hujan, air kerap masuk ke rumahnya. Genangan biasanya setinggi mata kaki hingga betis, terutama saat hujan deras.
    “Kalau hujan gede, air suka masuk ke rumah. Tapi biasanya cepat surut. Paling sejam dua jam sudah kering,” ujar Tuti.
    Soal sanitasi, Tuti mengatakan rumahnya tidak memiliki
    septic tank
    . Limbah langsung mengalir ke saluran depan rumah dan bermuara ke Kali Sunter.
    Sementara itu, Rono (38), warga RT 06 yang bekerja sebagai ojol, tinggal bersama istri dan dua anaknya di rumah petak berukuran 4×5 meter.
    “Rumah kecil, tapi cukup buat kami. Dari dulu tinggal di sini. Lokasinya strategis, dekat sekolah dan akses transportasi,” kata Rono.
    Ia menambahkan bahwa banjir besar sudah jarang terjadi sejak adanya pembangunan dan pengendalian aliran air di Kali Sunter. Meski begitu, genangan kecil tetap muncul saat hujan deras.
    Wacana revitalisasi kawasan pernah disampaikan pemerintah, tetapi belum ada tindak lanjut yang nyata.
    “Kalau tempatnya jelas dan masih di sekitar sini, saya mau pindah. Yang penting kehidupan kami enggak makin susah,” ujar dia.
    Meskipun sanitasi buruk, warga mengaku jarang terkena penyakit serius. Warga telah terbiasa dengan lingkungan lembap dan got terbuka. Namun, pengamat perkotaan menekankan bahwa risiko jangka panjang tetap ada.
    Pengamat perkotaan Universitas Indonesia, Muh Aziz Muslim, menilai keberadaan permukiman di bawah permukaan jalan menimbulkan berbagai risiko.
    “Risiko terkait kualitas hidup warga menjadi pertaruhan utama. Kondisi ini merupakan bentuk perencanaan tata ruang yang tidak memadai,” ujar Aziz saat dihubungi.
    Menurut dia, kawasan padat penduduk seperti ini menghadapi tantangan multidimensi, mulai dari keterbatasan ruang, buruknya infrastruktur, serta persoalan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.
    Risiko kebakaran, banjir, dan terbatasnya akses ke layanan dasar menjadi konsekuensi nyata bagi penghuni.
    Ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah melalui program penataan permukiman.
    “Langkah awal bisa melalui pendataan warga dan status kepemilikan tanah. Setelah itu, hadirkan program bedah kampung untuk memperbaiki infrastruktur, drainase, sanitasi, dan kualitas lingkungan permukiman,” ujar dia.
    Program-program masa lalu berupa Kampung Improvement Program atau bedah kampung diharapkan bisa menjadi model.
    “Intervensi harus melibatkan partisipasi masyarakat. Integrasi antara pemerintah, warga, dan sektor swasta melalui CSR juga penting,” tutur Aziz.
    Kondisi permukiman di
    Klender
    mencerminkan persoalan yang lebih luas di Jakarta.
    Urbanisasi cepat dan keterbatasan ruang bagi masyarakat berpenghasilan rendah mendorong munculnya pemukiman padat di lokasi yang tidak ideal.
    Risiko kesehatan, banjir, dan keterbatasan akses ke fasilitas dasar menjadi konsekuensi nyata. Muh Aziz menekankan perlunya pendekatan terpadu.
    “Program pemerintah harus terintegrasi, bukan sektoral. Perlu adanya kolaborasi dengan masyarakat, sektor swasta, dan lembaga lain. Tujuannya memperbaiki kondisi fisik dan sosial, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Aziz.
    Tanpa intervensi yang serius, kisah permukiman ini akan terus berulang, menguji ketahanan warga yang memilih bertahan di tengah ketidakpastian urban Jakarta.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kiriman Barang via Laut Melonjak per November 2025, ALFI: Efek Pembangunan Wilayah Timur

    Kiriman Barang via Laut Melonjak per November 2025, ALFI: Efek Pembangunan Wilayah Timur

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angkutan barang menggunakan moda laut domestik mengalami lonjakan signifikan pada November 2025, hingga 16,49% secara tahunan dan 3,58% secara bulanan.

    Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya mengungkapkan, peningkatan memang terjadi, khususnya untuk pengiriman barang menggunakan kapal laut ke wilayah Timur Indonesia. 

    “Ini karena pertumbuhan ekonomi dan kawasan industri di wilayah Timur yang signifikan. Seperti pembangunan infrastruktur kebutuhan mesin industri pertambangan,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026).

    Selain itu, Trismawan melihat peningkatan juga terjadi karena model kegiatan logistik barang konsolidasi atau pengiriman gabungan yang sebelumnya menggunakan angkutan udara, kini beralih melalui laut. 

    Bukan tanpa sebab, hal ini akibat seiring dengan kenaikan volume barang kiriman ke wilayah Timur dan demi menekan biaya logistik. 

    “Ada pergeseran pengiriman dari udara melalui laut karena volume logistik yang lebih besar,” lanjutnya. 

    Peningkatan tersebut terjadi di tengah penurunan kinerja angkutan barang melalui moda udara dan kereta api, yang masing-masing kontraksi sebesar -3,13% dan -2,52% month to month (MtM). 

    Sementara secara tahunan (year on year/YoY) atau dibandingkan dengan November 2024 lalu, kiriman barang domestik melalui angkutan udara anjlok sebesar -9,31%. Namun, angkutan barang menggunakan kereta masih tercatat tumbuh sebesar 7,12%, khususnya untuk kereta barang di Sumatra. 

    Melihat data secara kumulatif atau sepanjang Januari hingga November 2025, angkutan barang menggunakan pesawat mencapai 612.400 ton atau naik 0,82% dari periode yang sama tahun lalu. 

    Jumlah barang yang diangkut terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang yang mencapai 211.900 ton atau sebesar 34,6% dari jumlah seluruh barang yang diangkut, diikuti Sentani-Jayapura sebanyak 80.000 ton atau sebesar 13,06%.

    Pada periode yang sama, pengangkutan logistik menggunakan angkutan laut mencapai 463,8 juta ton atau naik 16,77%. 

    Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 8,78%, Tanjung Priok sebesar 4,72%, dan Panjang sebesar 0,24%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 20,60% dan Tanjung Perak sebesar 0,51%.

    Kemudian barang yang diangkut menggunakan kereta tercatat mencapai 67,5 juta ton atau naik 0,63%, utamanya untuk komoditas batu bara. Peningkatan jumlah barang terjadi di wilayah Sumatra sebesar 2,92%, sebaliknya penurunan di wilayah Jawa non-Jabodetabek -9,55%.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pun melaporkan batu bara menjadi komoditas terbesar yang diangkut KAI dengan volume 52.722.455 ton. Volume ini meningkat 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, seiring meningkatnya kebutuhan pasokan energi.

  • Okupansi KAI Daop 2 saat Nataru tembus 127 persen dan nihil kecelakaan

    Okupansi KAI Daop 2 saat Nataru tembus 127 persen dan nihil kecelakaan

    Bandung (ANTARA) – PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat keterisian atau okupansi penumpang mencapai 127,9 persen dari kapasitas tempat duduk selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan nihil kecelakaan (zero accident).

    Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono di Bandung, Senin, mengatakan, tingginya angka okupansi yang melampaui kapasitas tempat duduk statis ini menunjukkan tingginya mobilitas penumpang dinamis (naik-turun di stasiun antara tujuan) selama periode 18 hari operasi, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

    Nihilnya kecelakaan di tengah lonjakan volume pengguna jasa tersebut merupakan rekor tersendiri yang berhasil dipertahankan.

    “Pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026 di wilayah Daop 2 Bandung dapat berjalan aman, lancar dan tanpa adanya kecelakaan perjalanan kereta api,” katanya.

    Tingginya animo masyarakat juga menunjukkan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap layanan kereta api. “Tingginya animo masyarakat tidak menyurutkan standar keamanan operasional yang diterapkan,” katanya.

    Secara kumulatif, KAI Daop 2 Bandung melayani total 548.860 pengguna jasa. Angka ini melampaui prediksi awal, yakni mencapai 104,5 persen dari target Program Nataru yang ditetapkan (525.029 pelanggan) serta tumbuh 107,8 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2024.

    Data operasional mencatat puncak kepadatan penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan, terjadi serentak pada tanggal 28 Desember 2025.

    Pergerakan penumpang tidak hanya terpusat di stasiun besar seperti Bandung dan Kiaracondong.

    Stasiun lokal seperti Cianjur dan Cipatat masuk dalam jajaran lima besar stasiun tersibuk, bersanding dengan Stasiun Tasikmalaya. Hal itu mengindikasikan meratanya geliat ekonomi dan pariwisata di wilayah Jawa Barat bagian selatan dan barat selama libur panjang.

    Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, Daop 2 Bandung mengoperasikan total 29 perjalanan KA Jarak Jauh, termasuk 4 KA tambahan dengan total tiket terjual mencapai 367.366 lembar.

    Hendra menambahkan, capaian “zero accident” di tengah kepadatan ini merupakan hasil dari pemeriksaan intensif sarana dan kesiagaan personel di seluruh lintasan.

    Pewarta: Ricky Prayoga
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • 2
                    
                        Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi
                        Surabaya

    2 Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi Surabaya

    Salah Naik Kereta, Penumpang Tujuan Yogyakarta Terbawa KA Lain Balik Arah ke Banyuwangi
    Tim Redaksi
    SURABAYA, KOMPAS.com
    – Sejumlah penumpang kereta api relasi Banyuwangi-Yogyakarta salah naik rangkaian kereta saat turun sejenak di Stasiun Wonokromo, Surabaya.
    Rombongan penumpang yang semestinya menuju ke
    Yogyakarta
    itu, akhirnya berbalik arah kembali ke
    Banyuwangi
    . Pihak Daop 8
    Surabaya
    pun minta penumpang lebih teliti.
    Kisah penumpang salah menaiki rangkaian kereta api itu viral setelah diunggah akun TikTok @Ferryprabowoa yang menceritakan pengalaman rombongan penumpang lain yang sebelumnya duduk di sebelahnya.
    Kompas.com
    telah mengkonfirmasi langsung kisah penumpang ini ke pemilik akun TikTok @Ferryprabowoa.
    Awalnya, para penumpang itu menaiki
    KA Sri Tanjung
    relasi Banyuwangi (Ketapang) menuju Yogyakarta (Lempuyangan) yang melewati Stasiun Wonokromo, Surabaya.
    Setelah berhenti di Stasiun Wonokromo, KA Sri Tanjung melanjutkan perjalanan ke Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Kota, lalu kembali berhenti Stasiun Wonokromo.
    Saat pemberhentian pertama di Stasiun Wonokromo, rombongan penumpang tersebut berniat keluar sejenak untuk mencari udara segar. Namun sayangnya, mereka justru salah naik kereta saat kembali ke rangkaian.
    Saat itu, ada rangkaian KA Sri Tanjung yang lain yang tujuannya arah Banyuwangi. Rombongan penumpang itu justru menaiki KA Sri Tanjung relasi sebaliknya, yakni relasi Lempuyangan-Ketapang.
    Kebetulan, kereta tersebut melintas hampir bersamaan dengan KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan di Stasiun Wonokromo.
    Barang-barang penumpang itu pun ikut KA Sri Tanjung Ketapang-Lempuyangan. Sedangkan pemiliknya berbalik arah ikut KA relasi Lempuyangan-Ketapang.
    Merespons hal tersebut, pihak KAI sebenarnya memperbolehkan penumpang turun saat kereta berhenti sejenak di stasiun, asalkan memperhatikan aspek keselamatan.
    “Boleh (turun sejenak). Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan ya. Misal tidak boleh turun langsung ke rel. Tapi kalau turun di area peron masih boleh,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono kepada
    Kompas.com
    , Senin (5/1/2026).
    Ia mengimbau agar penumpang lebih teliti saat kembali ke rangkaian kereta agar tidak salah naik atau tertinggal.
    “Kami kembali mengimbau kepada pelanggan agar lebih teliti memastikan kesesuaian tiket dengan kereta yang akan dinaiki, seperti nama kereta, jadwal, dan relasi tujuan,” ujarnya.
    Pihaknya aktif menyampaikan informasi keberangkatan kereta melalui pengeras di area stasiun maupun rangkaian supaya penumpang bersiap-siap.
    “Kami juga secara rutin menyampaikan pengumuman di stasiun maupun di peron sebagai pengingat bagi penumpang,” terangnya.
    KAI juga menyarankan agar penumpang menanyakan segala informasi kepada petugas di stasiun agar tidak kebingungan.
    “Kami mengajak penumpang agar tidak ragu bertanya kepada petugas apabila masih merasa bingung serta ragu, karena petugas kami siap membantu,” bebernya.
    Ia berharap, komunikasi penumpang dengan petugas dapat membantu selama perjalanan.
    “Harapannya, dengan kerja sama antara penumpang dan petugas, perjalanan dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar,” pungkasnya.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penumpang KAI Sumbar naik 3,8 persen pada libur Natal dan Tahun Baru

    Penumpang KAI Sumbar naik 3,8 persen pada libur Natal dan Tahun Baru

    ANTARA – PT Kereta Api Indonesia Divisi II Sumatera Barat mencatat jumlah penumpang pada masa libur Natal dan Tahun Baru sebanyak 123.408 penumpang.  Angka ini naik 3,8 persen dibandingkan periode libur yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 118.898 penumpang.(Melani Friati/Denno Ramdha Asmara/Ludmila Yusufin Diah Nastiti)

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kereta BIAS Madiun layani 56.735 penumpang selama Natal-tahun baru

    Kereta BIAS Madiun layani 56.735 penumpang selama Natal-tahun baru

    Madiun, Jawa Timur (ANTARA) – Kereta api lokal PSO Bandara Internasional Adi Soemarmo (KA BIAS) melayani 56.735 penumpang selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Sejak 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026, KA BIAS melayani 56.735 pelanggan, yang terdiri atas 29.173 pelanggan naik dan 27.562 pelanggan turun,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Jatim, Senin.

    Ia mengatakan bahwa tingginya volume pelanggan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap KA BIAS sebagai moda transportasi publik yang andal, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan konektivitas antarmoda.

    “KA lokal BIAS semakin diminati karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta tarif terjangkau. Selama masa Natal-tahun baru, okupansi bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia,” kata Tohari.

    Untuk melayani tingginya mobilitas masyarakat, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan 90 perjalanan KA BIAS atau rata-rata 5 perjalanan per hari, dengan total kapasitas 17.100 tempat duduk atau 3.420 tempat duduk per hari.

    Puncak volume penumpang terjadi pada Sabtu (3/1/2026), dengan 1.830 pelanggan naik dan 1.624 pelanggan turun.

    Selama masa Natal-tahun baru, terdapat lima stasiun utama di wilayah Daop 7 Madiun yang melayani naik dan turun penumpang KA BIAS, yakni Madiun, Ngawi, Magetan, Walikukun, dan Caruban.

    KA BIAS di wilayah Daop 7 Madiun melayani relasi Kota Madiun-Bandara Adi Sumarmo Solo (PP), sehingga menjadi penghubung strategis antara kawasan Madiun Raya dengan simpul transportasi udara nasional di Bandara Adi Sumarmo.

    Layanan tersebut memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan udara tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

    Lebih dari sekadar layanan angkutan penumpang, KA BIAS juga merupakan bagian dari upaya integrasi antarmoda kereta api-bandara yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan transportasi publik berkelanjutan.

    Integrasi itu mendorong peralihan masyarakat ke angkutan massal berbasis rel, membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, serta mendukung efisiensi mobilitas antarwilayah.

    Untuk kemudahan perencanaan perjalanan, pemesanan tempat duduk KA BIAS dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan.

    Pelanggan dapat memesan melalui aplikasi Access by KAI serta kanal resmi penjualan tiket lainnya yang bekerja sama dengan KAI.

    “Capaian ini menunjukkan bahwa integrasi kereta api dengan bandara memiliki relevansi tinggi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan KA yang semakin melayani serta mendukung agenda nasional dalam memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi,” kata Tohari.

    Pewarta: Louis Rika Stevani
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    KAI Group layani 27,25 juta pelanggan selama Nataru 2025/2026

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas KAI Group mencatat kinerja positif dengan melayani 27.256.397 pelanggan selama angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

    “Pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Group melayani 27.256.397 pelanggan, meningkat 7,6 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 (19 Desember 2024–5 Januari 2025) yang melayani 25.326.114 pelanggan,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

    Bobby menyampaikan capaian tersebut mencerminkan peran perkeretaapian sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan akhir tahun.

    Konektivitas layanan antarkota dan antarmoda membantu menjaga kelancaran perjalanan keluarga, aktivitas sosial, serta pergerakan ekonomi di berbagai wilayah.

    “Selama masa Nataru, KAI Group berupaya memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman. Kereta api hadir sebagai penghubung berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan antarkota, mobilitas perkotaan, hingga konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata,” ujar Bobby.

    Secara rinci, layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 4.179.095 pelanggan. Pada segmen perkotaan, KAI Commuter melalui Commuter Line Jabodetabek, Area II Bandung, Area VI Yogyakarta, dan Area VIII Surabaya melayani 20.611.818 pelanggan, menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan aglomerasi.

    Konektivitas antarmoda tercermin melalui layanan KAI Bandara yang melayani KA Bandara YIA serta KA Srilelawangsa yang terhubung langsung dengan Bandara Kualanamu, dengan total 411.955 pelanggan selama periode Nataru.

    Pada layanan transportasi perkotaan, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pelanggan, sementara LRT Sumsel melayani 321.105 pelanggan, memperkuat keterhubungan mobilitas masyarakat di kawasan urban.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Ekonomi kemarin, pembebasan PPh 21 hingga 133 ton bawang bombay disita

    Ekonomi kemarin, pembebasan PPh 21 hingga 133 ton bawang bombay disita

    Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan Kantor Berita ANTARA pada Minggu (4/1), mulai dari pembebasan PPh Pasal 21 periode 2026 untuk pekerja di lima sektor padat karya hingga penyitaan 133 ton bawang bombay ilegal.

    Berikut rangkuman berita ekonomi kemarin yang layak disimak kembali pada Senin pagi ini.

    1. Aturan terbit, pekerja di 5 sektor padat karya bebas PPh di 2026

    Pemerintah resmi menanggung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 periode 2026 untuk pekerja di lima sektor padat karya tertentu. Kebijakan tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi tahun anggaran 2026.

    “Bahwa untuk menjaga keberlangsungan daya beli masyarakat dan menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi dan sosial pada tahun 2026, telah ditetapkan paket stimulus ekonomi sebagai upaya pemerintah dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat antara lain dengan pemberian fasilitas fiskal,” demikian bunyi pertimbangan PMK 105/2025, dikutip di Jakarta, Minggu.

    Baca selengkapnya di sini.

    2. KAI: Penjualan tiket tembus 4,1 juta lampaui Nataru 2024/2025

    PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat penjualan tiket angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tembus di angka 4.135.783, melampaui penjualan pada periode Nataru 2024/2025.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan jutaan tiket itu dijual pada periode periode 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08.00 WIB.

    “Capaian tersebut tumbuh 10,86 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencatat 3.730.584 tiket. Angka ini masih berpotensi meningkat karena penjualan tiket berlangsung hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 24.00 WIB,” kata Anne di Jakarta, Minggu.

    Baca selengkapnya di sini.

    3. Analis ingatkan konflik AS dan Venezuela akan tekan pasar keuangan

    Analis pasar modal sekaligus founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan sentimen global khususnya memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, akan menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan pada awal tahun 2026.

    “Isu penangkapan Presiden Venezuela (Nicolas Maduro) oleh otoritas AS meningkatkan ketegangan geopolitik dan langsung berdampak pada persepsi risiko global,” ujar Hendra kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

    Baca selengkapnya di sini.

    4. Kementan bentuk 33 balai besar dorong modernisasi pertanian daerah

    Kementerian Pertanian membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian di 33 provinsi untuk memperkuat pendampingan teknologi pertanian daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

    Pembentukan 33 balai besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025 dan berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP).

    Kepala BRMP Kementan Fadjry Djufry di Bogor, Jawa Barat, Minggu, menjelaskan bahwa balai besar tersebut merupakan peningkatan status dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang sebelumnya telah ada di daerah.

    Baca selengkapnya di sini.

    5. Total 133 ton bawang bombay diamankan APH berkat kanal “Lapor Pak Amran”

    Kementerian Pertanian menyatakan aparat penegak hukum (APH) berhasil menggagalkan masuknya bawang bombay ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, Jawa Tengah, sebanyak 133 ton, berkat adanya aduan “Lapor Pak Amran”.

    Berdasarkan keterangan Kementerian Pertanian dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu, menyebutkan Polrestabes Semarang bersama Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah, Kodim 0733/KS, serta Lanal Semarang menggagalkan upaya pemasukan bawang bombay ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang.

    Baca selengkapnya di sini.

    Pewarta: Uyu Septiyati Liman
    Editor: Zaenal Abidin
    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.