Tag: Kai

  • Jam Operasional Commuter Line Jabodetabek Normal Saat Lebaran Besok

    Jam Operasional Commuter Line Jabodetabek Normal Saat Lebaran Besok

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pada hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025, layanan perjalanan Commuter Line beroperasi normal. Sebanyak 1.063 perjalanan, mulai pukul 04.00 WIB – 24.00 WIB akan dioperasikan di seluruh lintas, dari lintas Bogor, Bekasi, Tangerang, Rangkasbitung dan Tanjung Priok.

    Operasional secara normal ini dilakukan KAI Commuter untuk melayani pengguna yang akan melakukan silaturahmi di wilayah Jabodetabek pada waktu lebaran atau yang sekedar berwisata ketempat-tepat wisata.

    Selama menggunakan perjalanan Commuter Line, diharapkan untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjaga dan mengawasi buah hati.

    “Diharapkan kemudahan konektivitas antara Commuter Line dengan moda transportasi lainnya, masyarakat yang menggunakan Commuter Line dapat mudik dengan tenang dan menyenangkan,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus dalam pernyataan resminya, Minggu (30/3/2025).

    Commuter Line Bantu Arus Mudik

    Sepanjang Masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025 ini, KAI Commuter mencatat lonjakan jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek di stasiun-stasiun integrasi dengan pemberangkatan Kereta Api Jarak Jauh.

    Kenaikan ini membuktikan bahwa Commuter Line Jabodetabek sebagai transportasi penghubung pilihan utama yang efisien dan terjangkau untuk pemudik yang akan menggunakan perjalanan kereta api jarak jauh.

    “Pantauan di stasiun-stasiun Commuter Line yang terintegrasi dengan pemberangkatan KA Jarak Jauh menunjukkan peningkatan pengguna Commuter Line yang turun dan akan naik KA Jarak Jauh ke daerah tujuan para pemudik,” jelas Joni Martinus.

    “Lonjakan sekitar 16% – 63% jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna yang turun pada hari libur,” tambahnya.

    Berdasarkan data periode 24-29 Maret 2025 atau sepanjang masa work from anywhere (WFA) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025, berikut stasiun-stasiun tujuan pengguna Commuter Line yang terintegrasi dengan pemberangkatan Kereta Api Jarak Jauh yang mengalami lonjakan, antara lain:

    1. Stasiun Pasar Senen: rata-rata volume pengguna yang turun sebanyak 10.053 orang, atau naik 63% jika dibandingkan dengan rata-rata volume hari libur yang hanya tercatat sebanyak 6.172 orang.

    2. Stasiun Bekasi: rata-rata volume pengguna yang turun sebanyak 28.297 orang, atau naik 57% jika dibandingkan dengan rata-rata volume hari libur yang hanya tercatat sebanyak 17.996 orang.

    3. Stasiun Jatinegara: rata-rata volume pengguna yang turun sebanyak 8.566 orang, atau naik 26% jika dibandingkan dengan rata-rata volume hari libur yang hanya tercatat sebanyak 6.792 orang.

    4. Stasiun Cikarang: rata-rata volume pengguna yang turun sebanyak 20.523 orang, atau naik 16% jika dibandingkan dengan rata-rata volume hari libur yang hanya tercatat sebanyak 17.692 orang.

    Joni juga menambahkan bahwa peningkatan ini menunjukkan Commuter Line sebagai pilihan transportasi yang efisien dan sebagai moda transportasi terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. “Jadi, efek dari integrasi ini membantu sekali bagi masyarakat, lebih gampang mengaksesya untuk keperluan mobilitas ke manapun, terlebih di masa mudik,” ia menegaskan.

    Selain terintegrasi dengan perjalanan KA Jarak Jauh, stasiun-stasiun Commuter Line juga terintegrasi dengan layanan LRT Jabodebek, yaitu di Stasiun Sudirman dan Stasiun Cawang. Selain itu, hampir semua stasiun Commuter Line di wilayah Jabodetabek sudah terkoneksi dengan moda transportasi lainnya seperti Bus TransJakarta, Angkot JakLinko, dan transportasi online.

    (hoi/hoi)

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran, KAI Daop 3 Cirebon Tambah 137 Perjalanan

    Antisipasi Lonjakan Penumpang Arus Balik Lebaran, KAI Daop 3 Cirebon Tambah 137 Perjalanan

    Bisnis.com, CIREBON- Puncak arus mudik Lebaran 2025 di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon kedatangan penumpang mencapai 10.798 orang hingga Jumat (29/3/2025) malam. Angka ini meningkat 9% dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 9.931 penumpang.

    Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbudin mengatakan, selama sepekan terakhir jumlah penumpang yang tiba di Cirebon mencapai rata-rata 9.000 orang per hari. 

    “Secara akumulatif, sejak 21 Maret hingga 29 Maret 2025 total sebanyak 77.844 penumpang telah turun di berbagai stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon,” kata Muhibuddin dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (30/3/2025).

    Muhibbudin mengatakan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Kamis (3/4/2025) dengan jumlah keberangkatan penumpang mencapai 8.628 orang. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah mengingat masih tersedianya kursi bagi para pemudik yang ingin kembali ke kota asal.

    Sejak periode angkutan Lebaran dimulai pada 21 Maret hingga 11 April 2025, PT KAI Daop 3 Cirebon mencatat sebanyak 102.392 tiket telah terjual. Ditambahkan Muhibbudin, lima stasiun dengan jumlah penumpang naik terbanyak adalah Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Brebes, dan Stasiun Haurgeulis.

    “Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, PT KAI telah menyiapkan 137 perjalanan kereta api reguler yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon, serta 28 perjalanan KA tambahan khusus untuk periode Lebaran,” ujar Muhibbudin.

    Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan penumpang, terutama pada puncak arus mudik dan balik. Selain itu, KAI juga mengingatkan para pemudik untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari antrean panjang. Penumpang diimbau untuk selalu memperhatikan jadwal keberangkatan dan memastikan tiket serta identitas diri telah disiapkan sebelum naik kereta. Tak kalah penting,  KAI juga mengimbau penumpang untuk tetap menjaga barang bawaan mereka dan mengikuti aturan yang berlaku di dalam kereta api.

    “Dengan lonjakan jumlah pemudik yang terus meningkat setiap tahunnya, PT KAI berharap layanan angkutan Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman,” ujarnya.

  • 9 Hari Periode Mudik Lebaran 2025, KAI Sumut Berangkatkan 73.607 Penumpang

    9 Hari Periode Mudik Lebaran 2025, KAI Sumut Berangkatkan 73.607 Penumpang

    Bisnis.com, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara atau KAI Divre I Sumut menyebut telah memberangkatkan sebanyak 73.607 penumpang selama 9 (sembilan) hari periode mudik Lebaran.

    Manager Humas KAI Divre I Sumut M. As’ad Habibuddin mengatakan, periode mudik Lebaran KAI Sumut dimulai sejak tanggal 21 Maret kemarin. Dia mengatakan catatan tersebut mengalami lonjakan signifikan mulai jelang H-3 Lebaran atau di masa puncak arus mudik. Pada H-3 puncak arus mudik atau Jumat (28/3/2025), sebanyak 10.079 penumpang tercatat menggunakan angkutan kereta api (KA) di wilayah Sumatra Utara.

    Adapun jumlah itu bertambah pada H-2 Lebaran, di mana KAI tercatat memberangkatkan 10.155 penumpang sehingga total penumpang yang diberangkatkan KAI Divre I Sumut mencapai 73.607 penumpang. As’ad menyebut, penumpang terbanyak ialah untuk KA Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai PP yang mencapai 34.139 penumpang.

    Sedangkan KA Sribilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat PP ditumpangi 24.505 penumpang. Adapun KA Siantar Ekspres relasi Medan – Siantar PP ditumpangi 13.770 penumpang; serta KA Datuk Belambangan relasi Tebing Tinggi – Lalang PP sebanyak 1.145 penumpang.

    Lebih jauh As’ad menjelaskan, selama periode 8 hari mudik kemarin, 3 (tiga) stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi ialah Stasiun Medan (33.079 penumpang), Stasiun Kisaran (6.825 penumpang), dan Stasiun Rantau Prapat (6.400 penumpang).Sementara stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Medan yang mencapai 23.241 penumpang.

    “Bagi kami angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan mudik,” katanya dikutip dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (30/3/2025).

    Adapun KAI menetapkan masa angkutan Lebaran yaitu pada 21 Maret s.d 11 April 2025.Hingga 30 Maret 2025 pukul 10.00 WIB, KAI Divre I Sumut mencatat tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual pada masa angkutan Lebaran mencapai 115.752 tiket atau 66% dari total kapasitas yang telah disediakan.

    Sebelumnya, KAI Sumut menyediakan sebanyak 175.912 tiket untuk para pemudik di tahun 2025. 

  • Awas Kehabisan, Hingga H-1 Lebaran KAI Sudah Jual Lebih dari 3 Juta Tiket

    Awas Kehabisan, Hingga H-1 Lebaran KAI Sudah Jual Lebih dari 3 Juta Tiket

    Jakarta

    PT KAI (Persero) menyediakan total kapasitas hingga 4.591.510 tempat duduk selama periode Angkutan Lebaran 2025 pada 21 Maret-11 April. Total kapasitas ini terdiri dari 3.443.832 tempat duduk Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan 1.147.678 tempat duduk Kereta Api Lokal.

    Sejak dimulainya periode Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB kemarin, KAI setidaknya telah melayani 1.659.954 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera.

    Stasiun-stasiun utama dengan volume keberangkatan tertinggi meliputi Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang Bank Jateng, Surabaya Pasar Turi, Semarang Poncol, Bekasi, Bandung, dan Purwokerto.

    “Hingga 30 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket menunjukkan tren positif dengan total 3.407.630 tiket telah terjual, atau sekitar 74,22% dari total kapasitas yang disediakan,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resminya, Minggu (30/3/2025).

    “Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 3.041.548 dengan tingkat okupansi 88,32%, sedangkan tiket KA Lokal terjual sebanyak 366.082 tiket atau 31,90% dari kapasitas yang tersedia,” ungkapnya lagi.

    Anne menambahkan salah satu pertimbangan utama bagi pemudik adalah bagaimana mengurus hewan peliharaan saat bepergian jauh. Terlebih mengingat adanya kebijakan yang tidak mengizinkan pengguna layanan untuk membawa hewan peliharaan ke dalam kereta penumpang.

    Karena itu menurutnya selama periode mudik banyak masyarakat yang memilih menitipkan hewan peliharaan di pet hotel atau tempat penitipan hewan, yang biayanya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per hari.

    Namun alih-alih menitipkan hewan peliharaan, tidak sedikit juga penumpang yang ingin membawa hewan peliharaannya ke kampung halaman. Untuk itu KAI juga sudah menyediakan layanan khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ini.

    “KAI Logistik melalui layanan Kalog Ekspress menyediakan layanan pengiriman hewan yang aman dan terpercaya, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir meninggalkan hewan kesayangannya saat mudik,” terangnya.

    Untuk menggunakan layanan ini pelanggan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan termasuk penggunaan pet cargo yang sesuai dengan ukuran hewan, menyediakan makanan dan minuman yang cukup selama perjalanan, serta memastikan hewan dalam kondisi sehat.

    Selain itu pengamanan ekstra seperti penggunaan cable ties pada pet cargo juga disarankan demi keselamatan hewan selama proses pengiriman.

    Layanan pengiriman hewan peliharaan melalui Kalog Express tersedia dengan tarif yang kompetitif mulai dari Rp 100.000 untuk berat 10 kg pertama, dengan tarif tambahan per kilogram selanjutnya berdasarkan kota tujuan.

    “Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025, KAI Logistik menghadirkan promo diskon hingga 40% untuk layanan pengiriman hewan,” ungkap Anne.

    Promo ini berlaku di 67 titik layanan yang tersebar di berbagai kota, dengan cakupan pengiriman lintas selatan seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Jombang, Kebumen, Klaten, Kroya, Kutoarjo, Madiun, hingga Surabaya.

    Dengan estimasi waktu pengiriman kurang dari 24 jam, layanan ini menjadi solusi ideal bagi pemudik yang ingin tetap dekat dengan hewan kesayangannya di kampung halaman.

    “KAI berkomitmen memberikan layanan terbaik tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga dalam menyediakan solusi logistik yang inovatif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.

    (igo/rrd)

  • Pemerintah Klaim Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 – Page 3

    Pemerintah Klaim Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Puncak Arus Mudik Lebaran 2025 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Arus mudik 2025 akan mencapai puncaknya pada hari ini, Minggu (30/3/2025). Melihat situasi kepadatan di sejumlah ruas arus jalan tol dan transportasi lainnya, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polkam, Mohammad Koba menilai kepadatan pemudik tahun ini cukup terurai.

    Menurut dia, hal itu berkat kebijakan pemerintah, yaitu diberlakukannya kebijakan Work From Anywhere (WFA).

    “Keputusan pemerintah untuk memberlakukan Work From Anywhere (WFA) dari tanggal 24-27 Maret 2025, merupakan langkah yang sangat tepat. Hal ini dapat mengurai kepadatan arus mudik khususnya pada penumpang yang menggunakan kereta api sebaagai pilihan transportasi,” kata Koba dalam keterangan diterima, Minggu (30/3/2025).

    Dia menyampaikan, usai meninjau arus mudik di Stasiun Pasar Senen dan Kereta Cepat Whoosh, para ototiras setempat juga mengatakan hal serupa terkait WFA.

    “Dari pihak KAI Stasiun Senen dan Whoosh menyebutkan bahwa sangat terbantu dengan kebijakan WFA dari pemerintah pusat. Kepadatan penumpang dapat terbagi rata, yang biasanya menumpuk menjelang hari H Idulfitri,” ujar Koba.

    Koba pun mengapresiasi pelbagai pelayanan dan berbagai fasilitas umum yang tersedia di kedua stasiun, khususnya pada pelayanan untuk kelompok rentan di Stasiun Pasar Senen. 

    “Fasilitas untuk para penumpang disabilitas sangat sangat baik. Mulai dari pelayanan pemesanan tiket, ruang tunggu yang nyaman, hingga naik ke kereta. Ini membuktikan negara hadir untuk semua kalangan,” Koba menandasi.

    Sebagai informasi, kenaikan jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen tahun ini tercatat mengalami kenaikan 8% dari jumlah pemudik tahun lalu. 

    Diketahui, hingga pukul 11.30 WIB, Sabtu( 29/3) tercatat jumlah kumulatif penumpang yang ada di stasiun Senen sudah mencapai 20.100 orang. Meski padat, namun kondisinya tetap kondusif dan teratur.

  • Cerita Pemudik Asal Nganjuk Jawa Timur Terpaksa Lalui Malam Takbir di Kereta – Halaman all

    Cerita Pemudik Asal Nganjuk Jawa Timur Terpaksa Lalui Malam Takbir di Kereta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Harapan Joko (56), pemudik asal Nganjuk, Jawa Timur, untuk melewati malam takbiran di kampung halaman pupus.

    Sebab, kereta yang akan membawanya dijadwalkan berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, sekira pukul 14.00 WIB.

    Sementara perjalanan dari Stasiun Pasar Senen menuju Nganjuk menghabiskan waktu belasan jam.

    Karenanya, Joko terpaksa tak bisa melewati malam takbiran bareng keluarganya.

    Dia pun hanya akan mengikuti salat Id pada Senin (31/3/2025) besok.

    “Takbiran mah enggak, paling salat Id saja besok pagi,” kata Joko, saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2025).

    Joko mengaku rutin pulang kampung setiap tahun.

    Bahkan, dalam setahun, dirinya bisa tiga kali.

    “Setiap tahun pulang. Kadang setahun tiga kali pulang,” ujarnya.

    Joko sejatinya berencana pulang kampung pada jauh-jauh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

    Namun, kesulitan untuk mendapatkan tiket.

    “Karena dari tanggal 26 itu sebetulnya sudah nyari tiket, cuma enggak dapat. Dapatnya ini, malam takbiran,” ucapnya.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan pada Minggu (30/3/2025) tercatat 22.056 kursi yang terjual.

    KAI, kata Ixfan, juga menyediakan 46 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk mengakomodir tingginya minat pemudik pengguna kereta api.

    “Tempat duduk tersedia 21.752 kursi, tempat duduk terjual 22.056 kursi, dan okupansi 101 persen,” kata Ixfan saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (30/3/2025).

    Ixfan menjelaskan terdapat tiga kota tujuan favorit pemudik dari Stasiun Gambir terhitung sejak 21 Maret sampai 11 April 2025.

    Ketiga kota tersebut yakni Yogyakarta, Semarang, dan Bandung.

    “Yogyakarta 34.036 orang, Semarang 29.517 orang, dan Bandung 23.143 orang,” kata Ixfan.

     

  • Sempat Ambles, Jalur KA Lintas Ciamis-Manonjaya Sudah Bisa Dilalui

    Sempat Ambles, Jalur KA Lintas Ciamis-Manonjaya Sudah Bisa Dilalui

    Jakarta

    Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melaporkan jalur lintas Stasiun Ciamis-Stasiun Manonjaya di petak KM 283+3/4, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sempat ambles. Beruntung kini jalur tersebut sudah bisa dilintasi kereta api lagi.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal, menjelaskan laporan terkait kejadian amblesan ini pertama kali terdeteksi pada Jumat (28/3) pukul 15.50 WIB yang diakibatkan erosi tanah yang dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi di lokasi kejadian.

    “Setelah laporan diterima, petugas lapangan langsung dikerahkan bersama PT. KAI Daerah Operasi (Daop) 2, langkah-langkah mitigasi seperti pemadatan ballast dan perkuatan badan jalan rel dengan cerucuk bronjong dilakukan sebagai penanganan awal akibat bencana alam ini,” kata Risal dalam keterangan resminya, Minggu (30/3/2025).

    “Kemudian pada pukul 20.00 WIB tadi malam pengerjaan terus dilakukan dengan upaya stabilisasi jalur menggunakan material pendukung. Selama proses ini, semboyan 3 masih diberlakukan, akibatnya perjalanan kereta api pada lintas tersebut sementara dihentikan supaya memastikan keselamatan operasional,” jelasnya lagi.

    Bersamaan dengan itu pihaknya bersama KAI dengan segera melakukan pengalihan perjalanan dengan menggunakan bis. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanganan aspek keselamatan dan keamanan terhadap penumpang.

    “Sebanyak 18 penumpang berhasil dialihkan ke Stasiun Ciamis sementara 15 penumpang lainnya telah berhasil kami alihkan ke Stasiun Banjar,” tutur Risal.

    Lebih lanjut ia mengatakan saat ini jalur KA tersebut sudah bisa dilintasi kembali. Oleh karenanya Risal juga mengapresiasi proses penanganan dan kerjasama yang baik dalam penanganan kejadian ini sehingga jadwal perjalanan kereta pada lintas Ciamis-Manonjaya dapat kembali berjalan.

    “Pasca amblesan pada pukul 00.30 WIB dini hari tadi, operasional pelayanan dan perjalanan Kereta Parcel Selatan relasi Bandung-Surabaya telah berhasil melintas dengan lancar, aman dan terkendali yang kemudian diikuti oleh perjalanan kereta lainnya. Alhamdulilah penanganan amblesan telah dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi dengan baik,” terangnya.

    “Saat ini tim lapangan kami bersama KAI Daop 2 terpantau masih melakukan perbaikan tahap akhir yaitu perbaikan badan rel. Hingga update per pukul 12:00 WIB siang ini, dapat kami sampaikan secara umum bahwa operasional pelayanan dan perjalanan kereta dapat melintasi jalur tersebut dengan kecepatan maks 20 Km/jam, sehingga jadwal perjalanan kereta tidak lagi terganggu,” papar Risal lagi.

    Di luar itu dirinya turut mengimbau para pengguna layanan untuk memeriksa kembali jadwal perjalanan masing-masing agar tidak tertinggal kereta. Kemudian para pemudik juga diimbau untuk senantiasa waspada dan terus menjaga diri serta barang bawaannya.

    “Tidak lupa saya mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran dengan menggunakan kereta untuk cek kembali jadwal keberangkatan agar tidak salah naik dan tertinggal kereta api, datang tepat waktu sebelum jadwal kereta berangkat, menjaga barang bawaan dalam perjalanan serta mengikuti aturan dan arahan petugas baik di dalam stasiun maupun dalam kereta,” pungkas Risal.

    (igo/rrd)

  • Kemenko Polkam Nilai Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Mudik Lebaran

    Kemenko Polkam Nilai Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Mudik Lebaran

    loading…

    Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba menyebut kebijakan WFA langkah tepat urai kepadatan mudik Lebaran. Foto/istimewa

    JAKARTA – Keputusan pemerintah memberlakukan Work From Anywhere (WFA) dari 24-27 Maret 2025, merupakan langkah yang sangat tepat. Hal ini dapat mengurai kepadatan arus mudik Lebaran khususnya pada penumpang yang menggunakan kereta api sebagai pilihan transportasi.

    Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Pollugri) Kemenko Polkam, Mohammad K. Koba, saat meninjau arus mudik dari Stasiun Pasar Senen dan Kereta Cepat Whoosh, Jakarta, Sabtu, 29 Maret 2025.

    “Dari pihak KAI Stasiun Senen dan Whoosh menyebutkan sangat terbantu dengan kebijakan WFA dari pemerintah pusat. Kepadatan penumpang dapat terbagi rata, yang biasanya menumpuk menjelang hari H Idulfitri,” ujarnya, Minggu (30/3/2025).

    Mulai 21 Maret 2025, sudah terjadi kenaikan jumlah penumpang di Stasiun Pasar Senen, dan tahun ini tercatat mengalami kenaikan 8% dari jumlah pemudik tahun lalu. “Sampai pukul 11.30 ini sudah tercatat 20.100 penumpang yang ada di stasiun ini. Keadaannya memang sangat ramai, tapi kondisinya sangat kondusif dan teratur,” ucapnya.

    Deputi Bidkoor Pollugri juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan dan berbagai fasilitas umum yang tersedia di kedua stasiun, khususnya pada pelayanan untuk kelompok rentan di Stasiun Pasar Senen.

    “Fasilitas untuk para penumpang disabilitas sangat sangat baik. Mulai dari pelayanan pemesanan tiket, ruang tunggu yang nyaman, hingga naik ke kereta. Ini membuktikan negara hadir untuk semua kalangan,” ucapnya.

    Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Deputi Bidkoor Pollugri juga meninjau kesiapan antisipasi pengamanan sholat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta.

    ”Dengan melibatkan aparat keamanan dari TNI-Polri, Masjid Istiqlal telah siap untuk melaksanakan sholat Ied dengan total jamaah kurang lebih sebanyak 50.000 orang,” ucapnya.

    Deputi Bidkoor Pollugri juga menyampaikan imbauan untuk masyarakat terkait mudik. “Jangan lupa untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri dan keluarga, jaga kesehatan, dan stay safe,” katanya.

    (cip)

  • 3,4 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual hingga H-1 Lebaran 2025 – Halaman all

    3,4 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual hingga H-1 Lebaran 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) mencatat, penjualan tiket angkutan Lebaran 2025 telah mencapai 3.407.630 hingga Minggu (30/3/2025).

    Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan, penjualan tiket mudik Lebaran menunjukkan tren positif dengan total 3.407.630 tiket telah terjual, atau sekitar 74,22 persen dari total kapasitas yang disediakan.

    “Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 3.041.548 dengan tingkat okupansi 88,32 persen, sedangkan tiket KA Lokal terjual sebanyak 366.082 tiket atau 31,90 persendari kapasitas yang tersedia,” kata Anne dalam keterangannya, Minggu.

    KAI sendiri menyediakan total kapasitas hingga 4.591.510 tempat duduk untuk perjalanan periode 21 Maret sampai 11 April 2025, yang terdiri dari 3.443.832 tempat duduk untuk Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan 1.147.678 tempat duduk untuk Kereta Api Lokal.

    Sejak dimulainya periode Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 29 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 1.659.954 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. 

    Sedangkan stasiun-stasiun utama dengan volume keberangkatan tertinggi meliputi Stasiun Pasarsenen, Gambir, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Semarang Tawang Bank Jateng, Surabaya Pasar Turi, Semarang Poncol, Bekasi, Bandung, dan Purwokerto.

     

  • 3,4 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual hingga H-1 Lebaran 2025 – Halaman all

    Stasiun Gambir Masih Dipadati Pemudik Pada H-1 Lebaran, KAI: 22.056 Kursi Kereta Api Terjual – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Stasiun Gambir Jakarta Pusat masih terpantau sibuk pada H-1 Lebaran atau Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi, Minggu (30/3/2025).

    Hingga pukul 11.00 WIB terpantau tempat duduk pengunjung di ruang tunggu Hall Selatan sebelum masuk peron masih dipenuhi pemudik.

    Sebagian dari para pemudik terlihat berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

    Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama karena para pemudik yang datang dan pergi silih berganti.

    Sehingga para pemudik yang berdiri tetap mendapatkan tempat duduk di ruang tunggu Hall Selatan.

    Sebagian pemudik tampak tengah mendaftarkan wajahnya di posko face recognition.

    Untuk melewati pintu akses menuju peron, para pemudik terlihat menunjukkan wajahnya ke sebuah layar kecil di depan pintu akses tersebut.

    Sementara itu, para petugas bersiaga di depan pintu akses untuk membantu para pemudik yang memiliki kendala.

    Selain itu, di area Hall Selatan Stasiun Gambir juga tampak posko Unit Pemberantasan Pungutan Liar Provinsi DKI Jakarta.

    Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan pada Minggu (30/3/2025) tercatat 22.056 kursi yang terjual.

    KAI menyediakan 46 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) untuk mengakomodir tingginya minat pemudik pengguna kereta api.

    “Tempat duduk tersedia 21.752 kursi, tempat duduk terjual 22.056 kursi, dan okupansi 101 persen,” kata Ixfan saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (30/3/2025).

    Ixfan menjelaskan terdapat tiga kota tujuan favorit pemudik dari Stasiun Gambir terhitung sejak 21 Maret sampai 11 April 2025.

    Ketiga kota tersebut yakni Yogyakarta, Semarang, dan Bandung.

    “Yogyakarta 34.036 orang, Semarang 29.517 orang, dan Bandung 23.143 orang,” kata Ixfan.