Tag: Kai

  • Polisi Serahkan Perempuan Muda yang Hendak Bunuh Diri di Stasiun Rawa Buntu ke Pihak Keluarga – Halaman all

    Polisi Serahkan Perempuan Muda yang Hendak Bunuh Diri di Stasiun Rawa Buntu ke Pihak Keluarga – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang perempuan muda yang hendak melakukan percobaan bunuh diri di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Serpong Kompol Soehardono, dalam keterangannya pada Selasa (8/4/2025).

    “Identitas orang yang ingin bunuh diri adalah HN, perempuan, Islam, lahir di Tegal pada 4 November 2001,” ujarnya.

    Adapun proses penyerahan HN kepada keluarga dilakukan pada Senin (7/4/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

    Kronologi Kejadian

    Kejadian bermula pada Minggu (6/4/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

    Saat itu, diduga HN hendak melakukan percobaan bunuh diri di tempat kosnya dengan cara gantung diri menggunakan kabel listrik.

    Aksi tersebut berhasil digagalkan oleh sang pacar, berinisial E.

    Setelah upaya pertama gagal, HN kemudian pergi meninggalkan kosan dan menuju Stasiun Rawa Buntu sekitar pukul 23.00 WIB.

    Di sana, ia berniat mengakhiri hidup dengan berdiri di tengah rel kereta api jurusan Tanah Abang–Rangkasbitung.

    Namun, niat tersebut kembali berhasil dicegah, kali ini oleh petugas keamanan KAI yang kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Serpong.

    Petugas piket dari Polsek Serpong langsung bergerak cepat mengamankan HN dan membawanya ke kantor polisi untuk ditangani lebih lanjut.

    Diduga Alami Depresi

    Dari hasil pembicaraan dengan HN, diduga ia mengalami depresi akibat permasalahan keluarga, termasuk perceraian kedua orang tuanya serta tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup yang besar.

    Kapolsek Serpong, Kompol Soehardono, turut memberikan dukungan moral kepada HN. Ia mengajak HN untuk tetap semangat dan percaya bahwa kehidupan masih memiliki harapan.

    “Yakin bahwa setiap ujian pasti akan berlalu dengan hikmah yang baik,” pungkasnya.

     

  • 6
                    
                        Tarif Khusus KAI Mulai 7 April 2025, Mulai dari Rp 45.000, Berikut Syarat dan Keretanya
                        Regional

    6 Tarif Khusus KAI Mulai 7 April 2025, Mulai dari Rp 45.000, Berikut Syarat dan Keretanya Regional

    Tarif Khusus KAI Mulai 7 April 2025, Mulai dari Rp 45.000, Berikut Syarat dan Keretanya
    Tim Redaksi

    PURWOREJO, KOMPAS.com
    – Daop 6 Yogyakarta resmi memberlakukan tarif khusus untuk kereta api jarak jauh komersial mulai 7 April 2025.
    Tarif ini memungkinkan pelanggan bepergian dengan harga yang lebih hemat ke berbagai tujuan favorit salah satunya ke Stasiun Kutoarjo di Purworejo.
    “Tarif khusus ini ditawarkan mulai dari Rp 45.000 untuk relasi Yogyakarta/Lempuyangan-Kutoarjo PP,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih dalam keterangan resminya, Selasa (8/4/2025).
    Feni menjelaskan bahwa tarif khusus ini berlaku untuk kursi yang masih tersedia (idle seat) sebagai bentuk pelayanan maksimal kepada pelanggan.
    Dengan tarif ini, masyarakat dapat bepergian lebih hemat ke kota-kota seperti Purworejo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Purwokerto, Cilacap, Surabaya, hingga Malang.
    “Tarif khusus hanya tersedia dua jam sebelum keberangkatan jika kursi masih tersedia. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI atau di loket stasiun. Namun, tiket ini tidak tersedia di saluran eksternal,” tambahnya.
    Feni juga mengimbau pelanggan memanfaatkan pembelian melalui aplikasi Access by KAI dalam satu jam pertama untuk menghindari antrean di stasiun.
    “Pemesanan lewat aplikasi lebih praktis dan nyaman, terutama mengingat kondisi stasiun yang sering ramai,” jelasnya.
    Berikut daftar tarif khusus yang berlaku mulai 7 April 2025:
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 758 ribu warga tinggalkan Jakarta pakai KA, baru 514 ribu kembali

    758 ribu warga tinggalkan Jakarta pakai KA, baru 514 ribu kembali

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa sebanyak 758.791 warga telah meninggalkan Jakarta dengan moda transportasi kereta api selama periode arus mudik Lebaran 2025, namun baru 514.823 orang yang tercatat kembali ke kota metropolitan ini.

    “Sebanyak 758.791 penumpang telah meninggalkan Jakarta melalui stasiun-stasiun wilayah Daerah Operasi 1 (Daop 1) sejak dimulainya masa angkutan Lebaran 2025 pada 21 Maret hingga 6 April 2025 pukul 24.00 WIB,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba di Jakarta, Senin.

    Dalam periode yang sama, 514.823 penumpang tercatat telah kembali ke Jakarta menggunakan layanan kereta api (KA).

    Dia menyampaikan, data itu menunjukkan bahwa arus balik ke Jakarta masih akan terus berlangsung, mengingat jumlah penumpang yang kembali masih lebih sedikit dibandingkan dengan yang telah berangkat.

    Namun demikian, KAI mencatat bahwa pergerakan penumpang selama arus balik Idul Fitri 1446 Hijriah ini berlangsung relatif merata dan tidak terkonsentrasi pada satu atau dua hari tertentu saja.

    Kondisi ini tidak terlepas dari kebijakan “Work From Anywhere” (WFA) yang diberlakukan pemerintah hingga 8 April 2025. “Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk kembali ke Jakarta secara bertahap dan tidak terburu-buru sehingga kepadatan arus balik dapat terkelola lebih baik,” ujarnya.

    Tren kedatangan penumpang ke Jakarta melalui stasiun KA mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2 April 2025. Pada tanggal tersebut, tercatat sebanyak 41.727 penumpang tiba di berbagai stasiun Daop 1 Jakarta.

    Angka tersebut meningkat menjadi 49.499 penumpang pada 3 April dan terus naik menjadi 52.564 pada 4 April.

    Puncak kedatangan terjadi pada 5 dan 6 April 2025, masing-masing dengan jumlah penumpang datang sebanyak 52.651 dan 52.699 orang.

    Berdasarkan angka penjualan tiket sementara hingga pagi ini, diperkirakan masih akan ada 51.452 penumpang yang datang ke Jakarta pada 7 April, menjadikan volume kedatangan tetap tinggi meski puncak arus balik yang diprediksi telah lewat.

    Sementara itu, pada 6 April 2025 jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta masih cukup tinggi, yakni sebanyak 38.109 orang. Ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat sudah mulai kembali ke Jakarta, masih ada mobilitas yang cukup besar ke luar kota.

    Anne menyatakan bahwa kelancaran arus balik tahun ini tidak lepas dari dampak positif kebijakan WFA.

    Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, arus balik kali ini jauh lebih terkendali. “Tidak ada lonjakan besar dalam satu hari dan penumpang tersebar secara merata selama beberapa hari,” tutur Anne.

    Hingga 7 April 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat bahwa sebanyak 4.342.698 tiket telah terjual, setara dengan 95 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

    Dari jumlah tersebut, 3.662.456 tiket KA Jarak Jauh terjual dengan tingkat okupansi 106 persen. Sedangkan 680.242 tiket KA Lokal terjual dengan okupansi 59 persen.

    Dalam periode 21 Maret hingga 6 April 2025, total 3.634.782 penumpang telah dilayani oleh KAI, baik melalui KA Jarak Jauh maupun KA Lokal. Angka ini menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman dan efisien.

    Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik ini juga tidak terlepas dari kesiapan seluruh jajaran KAI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Mulai dari penambahan perjalanan kereta, optimalisasi jadwal hingga peningkatan fasilitas dan layanan di stasiun maupun di dalam kereta, seluruhnya dilakukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

    Pihaknya mengapresiasi dukungan semua pihak dan juga kedisiplinan para pelanggan kereta api selama masa angkutan Lebaran ini. “KAI akan terus berinovasi dan mempersiapkan layanan yang lebih baik lagi pada musim mudik berikutnya,” kata Anne.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

  • Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Layani Puluhan Ribu Penumpang

    Arus Balik, KAI Daop 6 Yogyakarta Layani Puluhan Ribu Penumpang

    Yogyakarta, Beritasatu.com – Memasuki sepekan pasca-Lebaran, arus balik di wilayah PT KAI Daop 6 Yogyakarta masih terpantau ramai. Berdasarkan data per Senin (7/4/2025) pukul 09.00 WIB, Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah penumpang kereta api (KA) yang diberangkatkan sebanyak 30.914 orang. Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba mencapai 30.356 orang.

    Tiga stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi adalah Stasiun Tugu Yogyakarta (12.329 penumpang), Stasiun Solo Balapan (9.044 penumpang), dan Stasiun Lempuyangan (5.890 penumpang). Untuk kedatangan, Stasiun Tugu menerima 12.796 penumpang, Stasiun Solo Balapan 8.174 penumpang, dan Stasiun Lempuyangan 8.106 penumpang.

    Secara kumulatif sejak dimulainya masa Angkutan Lebaran hingga hari ke-17, Daop 6 Yogyakarta telah memberangkatkan 433.898 penumpang dan menerima kedatangan sebanyak 465.375 penumpang.

    “Per 7 April 2025, tiket kereta api Lebaran di wilayah Daop 6 Yogyakarta yang telah terjual mencapai 440.414 atau sekitar 97% dari total kapasitas 453.862 kursi,” ungkap Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Senin (7/4/2025).

    Pada masa arus balik ini, Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan 37 perjalanan KA jarak jauh setiap hari. Mulai 30 Maret 2025, satu KA tambahan relasi Yogyakarta–Gambir juga dioperasikan, sehingga total KA tambahan dari Daop 6 menjadi 12 kereta. Penambahan jumlah rangkaian atau stamformasi juga dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut.

    Feni menambahkan, pelanggan disarankan memanfaatkan teknologi face recognition di Stasiun Tugu Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan untuk kemudahan saat boarding, tanpa perlu menunjukkan tiket fisik atau kartu identitas.

    Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar disiplin dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, karena selama masa angkutan Lebaran 2025 frekuensi perjalanan KA meningkat, termasuk di Daop 6 Yogyakarta.

  • KAI Catat 758 Ribu Warga Tinggalkan Jakarta dengan Kereta, Baru 514 Ribu yang Kembali

    KAI Catat 758 Ribu Warga Tinggalkan Jakarta dengan Kereta, Baru 514 Ribu yang Kembali

    PIKIRAN RAKYAT – Sepanjang periode masa angkutan lebaran yang dimulai pada 21 Maret hingga 6 April 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa sebanyak 758.791 penumpang telah meninggalkan Jakarta melalui stasiun-stasiun wilayah Daerah Operasi 1 (Daop 1).

    Dalam periode yang sama, sebanyak 514.823 penumpang tercatat telah kembali ke Jakarta menggunakan moda transportasi kereta.

    Dengan demikian, arus balik ke Jakarta masih akan terus berlangsung karena jumlah penumpang yang kembali masih lebih sedikit dibandingkan dengan yang telah berangkat dari Jakarta.

    Namun demikian, KAI mencatat bahwa pergerakan penumpang selama arus balik tahun ini berlangsung relatif merata dan tidak terkonsentrasi pada satu atau dua hari tertentu saja.

    Hal tersebut karena adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah hingga 8 April mendatang.

    “Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk kembali ke Jakarta secara bertahap dan tidak terburu-buru, sehingga kepadatan arus balik dapat terkelola dengan lebih baik,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangannya, Senin, 7 April 2025.

    Anne Purba mengungkap data bahwa tren kedatangan penumpang ke Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan sejak H+3 Lebaran atau 2 April silam dengan total sebanyak 41.727 penumpang yang tiba di berbagai stasiun Daop 1 Jakarta. 

    Angkanya secara bertahap naik, pada 3 April tercatat sebanyak 49.499 penumpang, kemudian pada 4 April sebanyak 52.564 penumpang.

    Puncak kedatangan terjadi pada 5 dan 6 April 2025, masing-masing dengan jumlah penumpang datang sebanyak 52.651 dan 52.699 orang. 

    “Berdasarkan angka penjualan tiket sementara hingga pagi ini, diperkirakan masih akan ada 51.452 penumpang yang datang ke Jakarta pada 7 April, menjadikan volume kedatangan tetap tinggi meski puncak arus balik yang diprediksi telah lewat,” kata Anne.

    Sementara itu, pada 6 April 2025 jumlah penumpang yang berangkat dari Jakarta masih cukup tinggi, yakni sebanyak 38.109 orang. Dia mengatakan sebagian masyarakat sudah mulai kembali ke Jakarta, tetapi masih ada mobilitas yang cukup besar ke luar kota.

    Lebih lanjut kelancaran arus balik lebaran 2025 menurutnya tidak lepas dari dampak positif kebijakan WFA. 

    “Jika kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, arus balik kali ini jauh lebih terkendali. Tidak ada lonjakan besar dalam satu hari, dan penumpang tersebar secara merata selama beberapa hari,” ujar Anne.

    Di sisi lain, Anne menyebut hingga 7 April 2025 pukul 07.00 WIB, KAI mencatat bahwa sebanyak 4.342.698 tiket telah terjual atau setara dengan 95 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.662.456 tiket KA Jarak Jauh terjual dengan tingkat okupansi 106 persen sedangkan 680.242 tiket KA Lokal terjual dengan okupansi 59 persen. Adapun dalam periode 21 Maret hingga 6 April 2025, total 3.634.782 penumpang telah dilayani oleh KAI, baik melalui KA Jarak Jauh maupun KA Lokal.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Stasiun Yogyakarta optimalkan layanan mudik dan momen wisata masa arus balik lebaran

    Stasiun Yogyakarta optimalkan layanan mudik dan momen wisata masa arus balik lebaran

    Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

    Unggul sebagai stasiun integrasi antarmoda

    Stasiun Yogyakarta optimalkan layanan mudik dan momen wisata masa arus balik lebaran
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Senin, 07 April 2025 – 15:43 WIB

    Elshinta.com – Arus balik lebaran di Stasiun Yogyakarta telah terjadi sejak 2 April. Meski demikian, pada periode tersebut, kedatangan penumpang di Stasiun Yogyakarta per harinya masih tergolong ramai. Hal ini dikarenakan masa libur Lebaran 2025 yang cukup panjang juga dijadikan sebagai momen liburan untuk berwisata di Kota Yogyakarta, maupun ke kota-kota penopang lainnya di wilayah Daop 6 Yogyakarta seperti Solo, Klaten, dan lainnya.

    “Selama periode arus balik dari tanggal 2-6 April, jumlah penumpang Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta mencapai 59.056 penumpang, sedangkan penumpang yang datang di Stasiun Yogyakarta mencapai 64.264 penumpang. Maka secara total pada arus balik periode 2-6 April atau 6 hari terakhir ini, Stasiun Yogyakarta melayani sebanyak 123.320 penumpang KA jarak jauh,” ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, Minggu (6/4/2025).

    Lebih lanjut Feni menambahkan, selama masa Angkutan Lebaran periode 21 Maret s.d 6 April 2025, Daop 6 Yogyakarta mencatat jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta mencapai 145.081 penumpang, sedangkan yang datang mencapai 153.752 penumpang. Dari data tersebut, Stasiun Yogyakarta melayani rata-rata 17.578 penumpang KA Jarak Jauh per harinya. KAI Daop 6 Yogyakarta pun telah mengatur flow penumpang dan menyiagakan para petugas yang siap membantu mulai dari akses masuk stasiun, drop zone area, ruang tunggu, peron, hingga akses keluar stasiun telah tertata sedemikian rupa untuk memastikan kenyamanan di Stasiun Yogyakarta tetap terjaga.

    Berbagai transportasi online sebagai transportasi lanjutan bagi para penumpang pun telah ditata dengan baik di akses-akses pintu keluar Stasiun Yogyakarta. Sehingga dalam masa puncak arus balik pun, pelayanan dan flow penumpang tetap lancar dan mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan.

    Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu stasiun unggulan Daop 6  Yogyakarta yang telah dilengkapi dengan integrasi antar moda. Adapun integrasi antar moda di Stasiun Yogyakarta selain layanan kereta api jarak jauh, juga terdapat layanan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Yogyakarta – Palur dan KA Lokal Prambanan Ekspres relasi Yogyakarta- Stasiun Kutoarjo di Kabupaten Purworejo yang berada dalam pengelolaan anak perusahaan KAI yakni KAI Commuter.

    Dengan tarif yang terjangkau, KRL Yogyakarta-Palur dan KA Prameks Yogyakarta-Kutoarjo menjadi alternatif yang banyak digunakan masyarakat untuk bersilaturahmi maupun berwisata selama masa liburan Lebaran 2025 ini. Berdasarkan data KAI Commuter, jumlah penumpang yang dilayani oleh KAI Commuter di Stasiun Yogyakarta pada periode 21 Maret s.d 5 April 2025 adalah sebanyak 254.769 pengguna dengan rata-rata 15.923 penumpang per harinya.

    Moda transportasi lainnya yang terintegrasi di Stasiun Yogyakarta adalah Kereta Api Bandara yang menghubungkan stasiun dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo yang dikelola oleh anak perusahaan KAI yakni KAI Bandara. Keberadaan KA Bandara memudahkan akses masyarakat yang ingin menuju bandara untuk naik pesawat maupun sebaliknya, dari bandara menuju kota Yogyakarta dan kota-kota penopang di sekitarnya. Berdasarkan data KAI Bandara, total penumpang yang dilayani oleh KA Bandara pada periode masa Angkutan Lebaran dari 21 Maret s.d 5 April 2025 di Stasiun Yogyakarta sebanyak 142.142 penumpang atau rata-rata 8.884 penumpang per harinya.

    Feni menambahkan bahwa berdasarkan data-data tersebut, Stasiun Yogyakarta melayani rata-rata sebanyak 42.385 pelanggan gabungan dari KA Jarak Jauh, KRL, KA lokal, dan KA Bandara per harinya pada periode Angkutan Lebaran 2025. Adanya integrasi antarmoda KA Jarak Jauh, KRL, KA lokal, dan KA Bandara ini memudahkan para pemudik dan wisatawan dari luar daerah maupun masyarakat Yogyakarta untuk bepergian menuju berbagai kota di sekitar Yogyakarta. Konektivitas yang terintegrasi antara stasiun dengan moda transportasi lainnya dan akses yang mudah menuju kota-kota penopang diharapkan dapat memudahkan mobilisasi masyarakat dan memberikan manfaat lebih untuk mendukung kemajuan pariwisata dan perekonomian local.

    “KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan pelayanan kepada pelanggan khususnya dalam momen arus balik Angkutan Lebaran 2025 ini berjalan lancar dan menyenangkan dengan terus mengedapankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kepada seluruh pelanggan kereta api,” ujar Feni seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Senin (7/4).

    Sumber : Radio Elshinta

  • Stasiun Pasar Senen dukung program KLH kurangi sampah

    Stasiun Pasar Senen dukung program KLH kurangi sampah

    Jakarta (ANTARA) – Manajer Humas Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 ) Ixfan Hendriwintoko mengatakan bahwa Stasiun Pasar Senen, Jakarta, mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan.

    Terlebih, kata dia, volume sampah yang dihasilkan setiap kali momentum lebaran tiba bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

    “Kami mendukung program Kementerian Dinas Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah,” kata Ixfan ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin.

    Dia menyebut pihaknya menyediakan beragam fasilitas untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan di Stasiun Pasar Senen, misalnya penyediaan stasiun pengisian air minum isi ulang (water station).

    “Bagi penumpang tidak perlu lagi membawa minuman kemasan, cukup bawa tumbler. Di dalam bisa diisi air ulang yang sudah disediakan gratis,” ucapnya.

    Selain itu, dia mengatakan bahwa tempat sampah yang disediakan di Stasiun Pasar Senen kini terdiri dari tiga bak sekaligus guna memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.

    “Kami sudah siapkan sampah-sampah model tiga slot, yang satu sampah organik yang satu anorganik, yang satu B3 (bahan berbahaya dan beracun), kemudian itu akan dipilah-pilah,” katanya.

    Dia juga menyebut bahwa Stasiun Pasar Senen kini mendukung pengurangan penggunaan tiket kertas kereta api demi menjaga kelestarian lingkungan dengan mengakomodir tiket digital (e-ticketing).

    “Kemudian kalau yang menggunakan aplikasi Access by KAI, sudah tidak perlu cetak tiket, sudah menjadi e-ticketing,” tuturnya.

    Termasuk, tambah dia, fasilitas face recognition (pengenalan wajah) untuk mempermudah pula para penumpang ketika akan naik kereta.

    “Kalau yang sudah daftar pelayanan face recognition atau aplikasi pengenalan wajah, mereka tidak perlu lagi menunjukkan tiket, tidak perlu lagi menunjukkan e-ticketing,” ujarnya.

    Dia lantas berkata, “Mereka akan terdeteksi dan jika dia naik kereta api pada saat jam yang mau akan berangkat, otomatis secara scan wajah, pintu akan terbuka lebih cepat.”

    Dia menyebut fasilitas baru terkait boarding penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen ialah mesin check-in mandiri yang berada tepat di lajur masuk menuju area dalam peron stasiun.

    “Yang ada di monitor Itu fasilitas pelayanan kaitannya dengan check-in mandiri. Jadi kalau sudah punya tiket kode booking yang membeli di channel eksternal, bisa cek atau check-in di situ,” paparnya.

    Di samping fasilitas yang mendukung kelestarian lingkungan, dia mengatakan Stasiun Pasar Senen juga berbenah dengan menyediakan fasilitas pendingin ruangan (air conditioner/AC) hingga eskalator untuk menyambut momentum mudik Lebaran 2025.

    “Di sini, hall ekonomi ini, pada waktu lebaran kemarin belum sedingin ini, di sini sudah dilengkapi dengan air conditioner. Kemudian, masuk dari peron 1 ke peron 3, (peron) 4, itu sudah dilengkapi eskalator, sudah tidak lagi tangga manual,” kata dia.

    Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
    Editor: Tasrief Tarmizi
    Copyright © ANTARA 2025

  • Jumlah Penumpang Keberangkatan Kereta Api di Stasiun Senen dan Gambir Masih Ramai Usai Lebaran
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 April 2025

    Jumlah Penumpang Keberangkatan Kereta Api di Stasiun Senen dan Gambir Masih Ramai Usai Lebaran Megapolitan 7 April 2025

    Jumlah Penumpang Keberangkatan Kereta Api di Stasiun Senen dan Gambir Masih Ramai Usai Lebaran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Manajer Humas KAI Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta menyebutkan jumlah penumpang keberangkatan kereta api masih ramai di
    Stasiun Pasar Senen
    dan
    Stasiun Gambir
    usai Lebaran pada Senin (7/4/2025).
    “Cukup tinggi. Jadi keberangkatan ini masih cukup lumayan tinggi dibanding hari-hari biasa,” sebut Ixfan kepada awak media di Stasiun Pasar Senen.
    Di hari biasa, penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir hanya berada di kisaran angka 5.000 hingga 6.000 orang.
    Lebih banyak lagi, penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen berada di kisaran 10.000 hingga 11.000 orang.
    Menurut data
    penumpang kereta api
    yang naik dari Daop 1 Jakarta hari ini mencapai angka 34.242 penumpang.
    Besaran jumlah penumpang itu terbagi ke dua stasiun Daop 1 Jakarta, dengan rincian 12.853 penumpang berangkat dari Stasiun Gambir dan 21.839 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen.
    Angka ini, masih dua kali lipat dari hari biasa di luar
    mudik Lebaran
    .
    “Hari-hari biasa kalau keberangkatan dari Gambir itu sekitar 5.000 sampai 6.000. Di sini terpantau sebanyak 12.853. Ada kenaikan kurang lebih 50 persen,” kata Ixfan.
    “Pasar Senen, dari pantauan data kami sekarang itu, sebanyak 21.839. Ada kenaikan hampir 60 persen dari hari-hari biasa,” lanjut Ixfan.
    Sementara penumpang yang datang ke Daop 1 Jakarta mencapai 51.452 orang. Penurunan juga terjadi pada jumlah kedatangan ini sebanyak 1.247 orang.
    Meskipun menurun, Ixfan menjelaskan bahwa penjualan tiket kereta api yang masuk ke Daop 1 Jakarta hingga Selasa (8/4/2025) sudah mencapai okupansi 100 persen.
    “Kalau untuk tiket ke Jakarta mulai hari ini sampai dengan besok yang berangkat dari stasiun lain ke wilayah Daop 1 Jakarta cukup penuh. Atau artinya okupansi sudah mencapai 100 persen,” katanya.
    Sementara itu, tiket keberangkatan menuju stasiun lain di luar Daop 1 Jakarta masih tersedia untuk dibeli melalui aplikasi KAI Access.
    Selain itu, Ixfan menambahkan bahwa arus balik diprediksi masih berlangsung hingga Jumat (11/4/2025) mendatang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Nekat Berdiri di Rel Serpong, Wanita Hendak Bunuh Diri Diselamatkan Satpam KAI
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 April 2025

    Nekat Berdiri di Rel Serpong, Wanita Hendak Bunuh Diri Diselamatkan Satpam KAI Megapolitan 7 April 2025

    Nekat Berdiri di Rel Serpong, Wanita Hendak Bunuh Diri Diselamatkan Satpam KAI
    Tim Redaksi
    TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com –
    Seorang wanita diduga hendak bunuh diri di rel kereta, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (6/4/2025) malam.
    Kapolsek Serpong Kompol Suhardono menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan berhasil digagalkan oleh petugas keamanan PT KAI.
    “Satpam KAI berhasil mencegah wanita tersebut yang saat itu berdiri di tengah rel, kemudian melaporkannya ke
    Polsek Serpong
    ,” ujar Suhardono dalam keterangannya, Senin (7/4/2025).
    Mendapat laporan tersebut, kata dia, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
    Kemudian, wanita tersebut dibawa ke Polsek Serpong untuk dimintai keterangan serta mencari keberadaan keluarganya.
    Suhardono mengaku, belum mengetahui secara pasti identitas wanita tersebut.
    Namun, berdasarkan keterangan sementara, usianya diperkirakan sekitar 25 tahun.
    “Wanita, sekitar umur 25 tahun, alamat belum diketahui,” jelas dia.
    Dalam kejadian ini, polisi juga memeriksa dua orang saksi bernama Fiki (30), warga Karawaci, dan Andi (25), warga Rangkasbitung.
    Lebih lanjut, ia mengaku, masih belum mengetahui motif di balik aksi percobaan bunuh diri tersebut.
    “Masih kami dalami tapi dia sudah kami amankan ke Polsek Serpong guna mencari keluarganya,” ucap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jumlah Penumpang Keberangkatan Kereta Api di Stasiun Senen dan Gambir Masih Ramai Usai Lebaran
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 April 2025

    Cerita Solihin Pilih Kereta Api Saat Balik ke Jakarta untuk Hindari Macet di Tol Megapolitan 7 April 2025

    Cerita Solihin Pilih Kereta Api Saat Balik ke Jakarta untuk Hindari Macet di Tol
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com – 
    Solihin (51) biasanya memilih naik kereta api untuk perjalanan mudik Lebarannya ke kampung halaman, Pemalang, Jawa Tengah.
    Namun, Lebaran tahun ini Solihin hanya bisa naik kereta api saat kembali ke Jakarta.
    “Saya berusaha kalau ini, kalau momen lebaran, inginnya itu pakai kereta,” ungkap Solihin di Stasiun Pasar Senen, Senin (7/4/2025).
    Pria asal Pemalang itu menjelaskan, pemilihan kereta api sebagai moda transportasi Lebaran berdasarkan faktor kenyamanan dan bebas macet.
    “Biasanya pakai bus PO. Tapi kalau momen Lebaran gini, inginnya pakai kereta. Biar lebih nyaman. Dan ya tahu sendiri lah, macet,” ungkap seorang buruh pabrik itu.
    Saat membeli tiket pulang ke Jakarta, Solihin tidak menemukan kesulitan seperti yang ia rasakan saat mencari tiket keberangkatan menuju Pemalang.
    Dia baru kembali ke Jakarta karena ada acara keluarga yang harus dihadiri.
    “Jadi kemarin ada saudara yang nikahin anak, sebenarnya hari Minggu, Minggu-Senin. Cuma kan kemarin acara puncaknya sebenarnya hari Minggu, yaudah lah, pagi hari Senin saya berangkat,” jelasnya.
    Sebelumnya saat dia membeli
    tiket kereta
    api keberangkatan menuju Pemalang, Solihin sampai harus terjaga hingga subuh selama dua hari. Namun, upaya Solihin ini tidak membuahkan hasil.

    Tiket kereta
    itu susah dapatnya. Biasalah kalau gitu. Kalau ini pas hari kemaren kita udah 2 malam begadang, susah untuk ini akses aplikasi KAI Access itu,” katanya.
    Akhirnya, Solihin memilih menggunakan bus untuk mengantarnya ke Pemalang. Moda transportasi ini memang sering ia gunakan saat pulang ke rumah setiap bulannya.
    Salah satu alasannya adalah titik pemberhentian bus yang biasa dinaiki Solihin berada tidak jauh dari rumahnya di Pemalang.
    “Jadi kalau pakai kereta, itu sebenarnya masih lumayan jauh juga sih ke rumah. Kalau pakai bus bisa turun lebih dekat gitu,” jelas Solihin.
    Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyebutkan lima tips agar masyarakat bisa mendapatkan harga tiket kereta yang terjangkau.
    “Pertama, pesan tiket lebih awal. Semakin cepat Anda memesan tiket, semakin besar peluang mendapatkan harga pada batas bawah,” ucap Ixfan dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
     
    Kedua, warga bisa memilih tiket untuk Kelas Ekonomi Subsidi (PSO). Kelas ini mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga lebih murah dibandingkan kelas komersial.
    Berikutnya, warga juga bisa mendapatkan harga tiket lebih terjangkau dengan menggunakan aplikasi resmi KAI.
    “Unduh dan pantau secara berkala aplikasi KAI Access atau kunjungi situs resmi KAI untuk informasi harga dan promo,” tutur Ixfan.
    Keempat, jelas Ixfan, rencanakan perjalanan di luar puncak liburan. Menurut dia, harga tiket pada hari kerja atau di luar musim puncak umumnya lebih murah.
    Kelima, warga tentu bisa memanfaatkan program promo untuk bisa mendapatkan harga tiket lebih terjangkau. Ixfan mengajak masyarakat untuk mengikuti berbagai promo dan diskon resmi dari KAI yang diumumkan pada waktu-waktu tertentu.
    “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI. Kami akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan,” tutup Ixfan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.