Tag: Kai

  • CEK FAKTA: E-Money Tidak Dapat Digunakan untuk Transaksi KRL

    CEK FAKTA: E-Money Tidak Dapat Digunakan untuk Transaksi KRL

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Commuter Indonesia (Persero) atau KAI Commuter membantah informasi terkait penggunaan Kartu Bank Elektronik e-Money Mandiri sudah tidak bisa digunakan lagi untuk transaksi pembayaran tiket Commuter Line mulai 23 April 2025. 

    VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus menyampaikan bahwa informasi terkait e-Money yang beredar di media sosial dan pesan berantai merupakan berita tidak benar atau Hoax. Pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut. 

    “Informasi tersebut merupakan informasi yang tidak benar dan KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut,” kata Joni, dikutip Selasa (23/4/2025). 

    Joni mengatakan sampai dengan saat ini, Kartu Bank Elektronik e-Money Mandiri tetap masih bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket Commuter Line. Terkait informasi hoaks yang sudah beredar luas, KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. 

    Sumber: akun X @commuterline

    “Informasi yang akurat hanya disampaikan secara resmi oleh manajemen KAI Commuter melalui akun resmi perusahaan @commuterline atau informasi langsung yang diberikan oleh pejabat berwenang di KAI Commuter kepada wartawan media massa,” kata dia. 

    Sebelumnya beredar di media sosial X terkait pengumuman penggunaan e-Money Mandiri. Warganet merespons beragam, beberapa bahkan mengaku mendengar langsung pengumuman di dalam KRL. 

    “Test ombak kah itu kci? Tadi pagi ada announcementnya di krl blue line. Kalau kita kaga protes juga jalan terus itu kebijakan, kebiasaan,” tulis @yourpandawann. 

    Respons lain datang dari @naninsdimple, “Sepertinya bener infonya, barusan naik ke arah tanah abang ada announcementnya.” 

  • e-Money Bisa Dipakai Naik KRL, KAI Commuter Bantah Kabar di Medsos

    e-Money Bisa Dipakai Naik KRL, KAI Commuter Bantah Kabar di Medsos

    Jakarta

    Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan kartu bank elektronik e-Money Bank Mandiri tak lagi bisa digunakan untuk transaksi perjalanan KRL Commuter Line. KAI Commuter membantah kabar tersebut.

    Dalam informasi yang beredar, kartu E-Money Bank Mandiri tidak dapat digunakan mulai besok 23 April 2025. Informasi ini ramai diperbincangkan usai akun @sahabat_*** mencuit sebuah poster informasi yang berlabel KAI Commuter soal kartu E-Money Bank Mandiri tak bisa digunakan lagi.

    “Informasi tersebut merupakan informasi yang tidak benar dan HOAX. KAI Commuter tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut,” tegas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus ketika dihubungi detikcom, Selasa (22/4/2025).

    Saat ini, Kartu Bank Elektronik E-Money Mandiri tetap masih bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran tiket Commuter Line.

    Terkait informasi hoax yang sudah beredar luas, KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak menyebarkan berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

    Informasi yang akurat hanya disampaikan secara resmi oleh manajemen KAI Commuter melalui akun resmi perusahaan @commuterline atau informasi langsung yang diberikan oleh pejabat berwenang di KAI Commuter kepada wartawan media massa.

    Lihat juga Video: QRIS, e-Money, dan Beras Premium Tak Kena PPN 12%

    (acd/acd)

  • Naik Commuter Line Tak Bisa Lagi Pakai E-Money? Ini Kata KAI

    Naik Commuter Line Tak Bisa Lagi Pakai E-Money? Ini Kata KAI

    Jakarta, Beritasatu.com – Beredar informasi di media sosial yang mengatakan bahwa para pengguna KAI commuter line sudah tidak bisa lagi menggunakan kartu elektronik (E-Money) Bank Mandiri untuk transaksi mulai Rabu (23/4/2025).

    Dalam informasi tersebut, pengguna commuter line diimbau untuk melakukan transaksi menggunakan KMT dengan top up melalui loket atau aplikasi C-Access, QRIS, atau kartu bank lainnya.

    KAI Commuter Line menegaskan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

    Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar, yang belum dikonfirmasi kebenarannya.

    “KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk jeli dan tidak mudah percaya berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya,” tulis KAI Commuter Line melalui akun X.

    KAI Commuter Line juga menegaskan bahwa informasi yang benar hanya disampaikan melalui akun media sosial (medsos) resmi perusahaan.

    Pernyataan ini pun banyak ditanggapi oleh netizen. Beberapa mengaku mendengar pengumuman bahwa E-Money Mandiri sudah tidak bisa lagi digunakan untuk transaksi di commuter line.

    “Ini tadi diumumun di KRL-nya sendiri loh, Min. Tolong disetop itu pengumumannya, menyesatkan,” ujar pemilik akun X @andywalkman.

    “Eh kocak! Announcer di KRL pun sudah menginfokan tadi pagi,” ungkap pemilik akun @ER_lamasss.

    “Tadi ada pengumumannya di commuter line, batal berarti jadinya?” tulis pemilik akun @ghinayaaa.
     

  • 9
                    
                        Momen KRL Baru Buatan INKA Bersanding dengan KRL dari China…
                        Megapolitan

    9 Momen KRL Baru Buatan INKA Bersanding dengan KRL dari China… Megapolitan

    Momen KRL Baru Buatan INKA Bersanding dengan KRL dari China…
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Ada momen menarik dalam peringatan 100 tahun kereta rel listrik (
    KRL
    ) yang digelar PT KAI Commuter Indonesia (KCI) di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (22/4/2025).
    Di sana, untuk pertama kalinya, KRL yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA) dipamerkan di depan publik.
    Di akhir parade KRL dari masa ke masa, kereta milik INKA ditampilkan bersebelahan dengan kereta impor produksi China.
    KRL dari China tiba terlebih dahulu di peron 4 Stasiun Jakarta Kota, disusul KRL produksi Inka 10 menit kemudian di peron sebelahnya.
    Kedatangan kedua kereta tersebut disambut antusias warga dan komunitas pencinta kereta yang berkerumun di Stasiun Jakarta Kota.
    Mereka kompak merekam kedatangan KRL yang masih diuji coba tersebut dengan ponsel masing-masing.
    Salah satu pencinta kereta, Firman (20), mengaku terkagum dengan KRL baru yang belum resmi melayani penumpang di Jabodetabek itu. Ia ikut mengantre untuk berfoto di atas KRL tersebut.
    “Kayak model kereta Jepang, modern banget,” ujar Firman saat mengomentari penampilan KRL produksi INKA.
    “Kalau yang produksi China sudah sering lihat waktu uji coba. Yang produksi INKA baru ini,” imbuh pria asal Bogor itu.
    Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto mengatakan, perjalanan KRL di Indonesia dimulai pada 6 April 1925, saat Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda.
    KRL pertama bernama ASS 8500 atau dikenal dengan nama “Si Bon-Bon” yang dioperasikan oleh Stadsvervoerwegen SS dari Belanda. Jalur pertamanya menghubungkan Jatinegara dan Tanjung Priok.
    Selain KRL baru dari INKA dan China, kereta seri Jepang seperti 6000, 7000, 203, 8500, dan JR205 juga ditampilkan di Stasiun Jakarta Kota.
    “Kami juga menghadirkan kereta baru buatan CRRC China dan kereta buatan anak bangsa INKA yang saat ini sedang dalam tahap uji coba,” ujar Asdo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Commuter hadirkan parade KRL lawas rayakan 100 tahun operasi KRL

    KAI Commuter hadirkan parade KRL lawas rayakan 100 tahun operasi KRL

    Kami menghadirkan perjalanan Lokomotif listrik ESS 3200 dan perjalanan Commuter Line Jabodetabek dengan livery vintage (corak lawas), yaitu corak JALITA

    Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia Commuter menghadirkan parade Kereta Rel Listrik (KRL) lawas (vintage) dalam rangka merayakan 100 tahun beroperasinya KRL di Indonesia.

    “Kami menghadirkan perjalanan lokomotif listrik ESS 3200 dan perjalanan Commuter Line Jabodetabek dengan livery vintage (corak lawas), yaitu corak JALITA,” ucap Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto dalam acara perayaan 100 tahun KRL di Stasiun Jakarta Kota, Selasa.

    Corak (livery) JALITA, kata Asdo, adalah akronim dari “jalan-jalan lintas Jakarta” yang merupakan sarana KRL seri Tokyu 8500 yang pertama kali dibeli oleh KAI Commuter pada tahun 2009 dan langsung menjadi ikon perusahaan saat itu.

    “Selain itu, KAI Commuter juga menghadirkan lokomotif listrik ESS 3200 yang digandeng dengan kereta Joko Kendil yang dahulu pernah melayani masyarakat di jalur Tanjungpriok – Meester Cornelis pada masanya,” kata dia.

    Kemudian, untuk memeriahkan peringatan 100 tahun operasional KRL di Indonesia, KAI Commuter juga menghadirkan KRL dengan tipe terbaru dan akan dioperasikan di wilayah Jabodetabek. Mulai dari KRL baru produksi CRRC hingga KRL baru produksi PT INKA (Persero) akan dihadirkan pada parade ini.

    “Kehadiran sarana KRL baru ini merupakan salah satu bukti dari perkembangan KRL yang menjelma sebagai transportasi andalan masyarakat,” ujar Asdo.

    Lebih lanjut, Asdo menyebut KAI Commuter juga akan mengeluarkan Kartu Multi Trip (KMT) tematik 100 Tahun Operasional KRL yang bisa dibeli oleh pengguna Commuter Line dan masyarakat sebagai kartu pembayaran tiket Commuter Line dan pembayaran transaksi lainnya di tenant-tenant yang sudah bekerja sama dengan KAI Commuter.

    “Dengan telah beroperasinya KRL di Indonesia selama 100 tahun, KAI Commuter berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaannya untuk mengelola transportasi KRL dan kepercayaannya dalam menjadikan moda transportasi Commuter sebagai pilihan,” kata dia.

    Asdo berkomitmen untuk selalu meningkatkan layanan kepada para penggunanya mengingat Commuter Line merupakan transportasi yang ikut menggerakkan kemajuan perekonomian.

    “Commuter Line merupakan angkutan perkotaan yang efisien, ramah lingkungan, bebas macet, dan terjangkau,” imbuh Asdo.

    Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
    Editor: Ganet Dirgantara
    Copyright © ANTARA 2025

  • Cara Naik KRL dari Manggarai ke Rangkasbitung Tanpa Transit, Sehari Cuma Ada 1 Jadwal Kereta!

    Cara Naik KRL dari Manggarai ke Rangkasbitung Tanpa Transit, Sehari Cuma Ada 1 Jadwal Kereta!

    Begini cara naik KRL Commuter Line dari Manggarai ke Rangkasbitung tanpa transit.

    Tayang: Senin, 21 April 2025 21:53 WIB

    TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat

    KRL COMMUTER LINE – Begini cara naik KRL Commuter Line dari Manggarai ke Rangkasbitung tanpa transit. KAI Commuter kini telah mengoperasikan KRL Commuterline Rangkasbitung dari Stasiun Manggarai. 

    TRIBUNJAKARTA.COM – Begini cara naik KRL Commuter Line dari Manggarai ke Rangkasbitung tanpa transit.

    KAI Commuter kini telah mengoperasikan KRL Commuterline Rangkasbitung dari Stasiun Manggarai.

    Jika sebelumnya pengguna KRL yang ingin menuju Rangkasbitung dari Manggarai harus transit di Stasiun Tanah Abang, kini bisa langsung naik KRL tujuan dari stasiun tersebut.

    Walau demikian, KRL Manggarai-Rangkasbitung ini masih beroperasi secara terbatas.

    Oleh sebab itu, bagi Anda pengguna KRL khususnya rute Manggarai-Rangkasbitung pastikan memahami informasi seputar operasional KRL Commuterline tersebut.

    Adapun KRL Commuter-Line tujuan Rangkasbitung dari Stasiun Manggarai hanya tersedia jadwal 1 kali keberangkatan dalam sehari.

    Berikut cara naik KRL rute Stasiun Manggarai-Rangkasbitung tanpa transit:

    Dari Stasiun Manggarai, naik KA 1727 relasi Stasiun Manggarai-Tanah Abang dengan waktu pemberangkatan dari Stasiun Manggarai pukul 14:52 WIB.
    Nantinya setelah tiba di Stasiun Tanah Abang, Anda tak perlu turun kereta. KA tersebut akan lanjut melayani pelanggan sebagai KA 1728 dengan relasi Stasiun Tanah Abang-Rangkasbitung.

    Perlu dicatat, kereta commuterline dari Manggarai langsung menuju ke Rangkasbitung tersebut hanya berlaku untuk KA 1727 di waktu keberangkatan 14.52 WIB.

    Kereta tersebut beroperasi setiap hari, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsAppChannel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://jakarta.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’23’,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast + 1;
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.thumb) img = “”+vthumb+””;
    else img = ”;
    if(val.c_title) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    $.getJSON(“https://jakarta.tribunnews.com/ajax/latest?callback=?”, {start: newlast,section:’23’,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }

    Berita Terkini

  • Pengamat: Blacklist Pelaku Tak Cukup, Harus Ada Pencegahan Pelecehan di Transportasi Umum – Page 3

    Pengamat: Blacklist Pelaku Tak Cukup, Harus Ada Pencegahan Pelecehan di Transportasi Umum – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai, transportasi umum belum dikategorikan tempat yang aman dan ramah untuk perempuan. Dia mengatakan segala upaya yang kemungkinan sudah dilakukan namun kasus pelecehan akan tetap terjadi karena para pelaku masih berkeliaran di transportasi umum.

    “Belum aman, artinya masih ada orang yang berlaku seperti itu. Upaya itu sudah dilakukan dan tidak sedikit cara yang dilakukan. Ya salah satunya, saya pikir kalau sudah ada seperti itu ketahuan, ya memang harus ada upaya pencegahan, (seperti) di-blacklist saja (sekitar) 5 tahun (tidak diperbolehkan menggunakan transportasi umum),” kata Djoko dalam wawancara telepon dengan Tim News Liputan6.com, Senin (21/4/2025).

    Menurut Djoko, apapun alasan dan penyebab hingga terjadi pelecehan, hal tersebut sangat menjijikkan untuk perempuan yang mengalaminya.

    “Tapi ini kan penyakit juga, dan itu terjadi nggak hanya di Indonesia. Itu kalau di Jepang, (karena) mereka tuh stres dalam bekerja biasanya. Itu yang saya lihat di beberapa penelitian yang Jepang kenapa melakukan karena stres. Nah, yang mungkin salah satunya stres juga, gitu kan, kalau diterusin lebih dalam. Tapi apapun, itu kan hal yang menjijikkan bagi seorang wanita, ya,” ucapnya.

    Djoko menyatakan pelaku atas kasus ini harus segera ditangani dengan diberikan sanksi hukum agar memberikan efek jera. Sanksi ini dapat berupa blacklist yang diberikan oleh pihak Kereta Api Indonesia (KAI).

    “PT. KAI kalau (ada kejadian seperti) copet, mereka sudah diciri. Intinya orang ini masuk, akan diawasi bila perlu, orang seperti itu tidak boleh naik lagi. Jadi di-blacklist untuk beberapa tahun lah, gitu,” jelas Djoko.

    Bagi Djoko, sanksi blacklist belum dapat dinilai efektif karena perlu adanya evaluasi tambahan mengingat banyaknya pengguna transportasi umum setiap harinya. Dia menjelaskan, untuk saat ini perlu adanya tugas dalam pencegahan sejak dini.

    “Ya kita belum ada evaluasinya ya. Ya orangnya selalu berganti-ganti tuh, usahanya di situ kan. Memang itu harus ada pencegahan sejak dini ya. Ini tugasnya sekarang,” ujarnya.

  • KAI Commuter Bakal Uji Dinamis KRL Baru Produksi INKA – Halaman all

    KAI Commuter Bakal Uji Dinamis KRL Baru Produksi INKA – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – KAI Commuter akan melakukan uji dinamis sarana KRL baru yang dipesan melalui PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, sebelum akhirnya digunakan untuk masyarakat di lintas Jabodetabek.

    VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus, mengatakan, rangkaian sarana KRL baru buatan INKA juga akan dilakukan uji coba di lintas Jabodetabek untuk dilakukan setting parameter yang meliputi commissioning test Al atau uji komisioning, aspek uji akselerasi, uji top speed atau kecepatan maksimum, dan uji pengereman.

    “Dalam proses serangkaian uji coba tersebut, KAI Commuter akan menyertakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan,” kata Joni dalam keterangannya, dikutip Senin (21/4/2025).

    Joni menyebut, tahap pertama pengiriman rangkaian sarana KRL baru INKA ini sudah tiba di Depo KRL Depok pada Kamis, 17 April kemarin terdiri dari 6 unit. Kemudian pada dini hari ini (20/4) telah tiba lagi sebanyak 6 unit sehingga menjadi 1 train set dengan 12 unit KRL.

    Untuk diketahui, kedatangan satu train set ini merupakan bagian dari 24 train set yang sudah berkontrak untuk pengadaan KRL dengan INKA.

    “Rangkaian ini akan dirangkaikan menjadi 1 train set atau 1 train set berjumlah 12 kereta untuk selanjutnya akan dilakukan uji dinamis sejauh 4.000 KM di lintas Jabodetabek, sama halnya seperti sarana KRL baru buatan CRRC,” tutur Joni.

    Di sisi lain, Joni menjelaskan bahwa sebelum INKA mengirim KRL baru ke Jakarta, rangkaian KRL tersebut telah diuji coba di lintas Yogyakarta-Solo. Sarana KRL baru buatan INKA ini juga telah dilakukan FAT (Factory Acceptance Test) sebelum dilakukan uji coba dinamis di lintas Yogyakarta-Solo.

    Joni bilang ke depannya, dengan pengoperasian sarana KRL baru ini, diharapkan kebutuhan masyarakat untuk transportasi dapat terpenuhi.

    “Kedatangan KRL baru ini Kami yakini akan semakin mengoptimalkan pelayanan serta menjawab kebutuhan masyarakat Pengguna transportasi perkotaan,” ungkap Joni.

     

  • Diduga Bundir, Kakek Warga Mangunharjo Kota Probolinggo Tewas Tertabrak Kereta Api

    Diduga Bundir, Kakek Warga Mangunharjo Kota Probolinggo Tewas Tertabrak Kereta Api

    Probolinggo (beritajatim.com) – Seorang warga lanjut usia di Kota Probolinggo dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api. Korban, Waras Supriyadi, yang diketahui berusia 60 tahun dan beralamat di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, tewas usai insiden yang terjadi di perlintasan kereta api.

    Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (20/4/2025) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban tertabrak oleh Kereta Api (KA) Logawa jurusan Ketapang-Purwokerto saat melintas di perlintasan sebidang berpalang pintu yang terletak di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

    Berdasarkan rekaman video amatir warga yang sempat beredar, korban Waras Supriyadi terlihat berjalan menyusuri rel kereta api di lokasi kejadian. Di saat yang bersamaan, KA Logawa yang datang dari arah timur menuju barat, diketahui hendak berhenti di Stasiun Kota Probolinggo.

    Meskipun masinis KA Logawa telah berulang kali membunyikan klakson lokomotif sebagai peringatan, korban dilaporkan tidak mengindahkan suara peringatan tersebut. Akibatnya, insiden “temperan” atau tabrakan antara kereta api dan korban tak dapat dihindarkan, menyebabkan korban terlindas kereta.

    Manager Hukum dan Humas Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan kejadian tersebut. “Masinis kereta sudah membunyikan suling lokomotif berkali-kali, namun justru tidak dihiraukan oleh orang tersebut sehingga menyebabkan insiden temperan tidak terhindarkan,” jelas Cahyo Widiantoro.

    Akibat insiden ini, KA Logawa sempat berhenti sejenak untuk melakukan pemeriksaan rangkaian sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ketapang. Kejadian ini menyebabkan KA Logawa mengalami kelambatan perjalanan sekitar 5 menit dari jadwal yang seharusnya.

    Sementara itu, korban Waras Supriyadi yang mengalami luka berat segera dievakuasi dari lokasi kejadian dan dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, korban dilaporkan menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut. KAI kembali mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kota Probolinggo, untuk tidak melakukan aktivitas apapun di jalur kereta api karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta api. [ada/aje]

  • Wali Kota Minta KRL Commuter Line Masuk Kota Serang, Ajak KAI-PLN

    Wali Kota Minta KRL Commuter Line Masuk Kota Serang, Ajak KAI-PLN

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Kota Serang, Banten tengah mengatur rencana untuk perpanjangan jalur KRL Commuter Line. Nantinya jalur KRL Commuter Line akan diperpanjang dari Rangkasbitung menuju Kota Serang.

    Wali Kota Serang Budi Rustandi mengungkapkan dia akan melakukan MoU dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk merealisasikan program ini.

    “Dulu itu kan kalau naik KRL mau ke Jakarta, naik dari Serang transit ke Rangkas baru ke Jakarta begitu juga sebaliknya,” ungkap dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/4/2025).

    Budi Rustandi berharap MoU ini dapat disegerakan agar pembangunan elektrifikasi jalur KRL Commuter Line segera dilakukan paling tidak bisa dilakukan di tahun 2026. Dengan begitu, Kota Serang diharapkan menjadi kota maju.

    “Kedepan KRL nanti langsung kesana (Jakarta), gantian nanti transitnya,” bebernya.

    Bukan hanya dengan KAI, Budi Rustandi juga menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PLN dibutuhkan untuk mensuplai listrik KRL Commuter Line.

    “Pertama Kota Serang akan melakukan MoU dengan PT. KAI untuk jalur KRL, tentunya kita butuh support listriknya,” ucapnya.

    Audiensi pun sudah dilakukan dengan PT PLN UP3 Banten Utara.

    “MoU secepatnya, nanti kita akan kirim draft nya kepada bagian legal PLN agar diselaraskan. Target Minggu depanlah Pak Manajer (Hanfi Ardhean A Manajer PLN UP3 Banten Utara) yah,” harap Budi.

    (wur/wur)