KAI Commuter Ambil Langkah Hukum Soal Insiden KRL Tertemper Mobil Boks di Bojonggede
Tim Redaksi
KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com –
KAI Commuter akan memproses secara hukum terkait peristiwa mobil boks yang tertabrak KRL Commuter Line di jalur Bojonggede-Citayam, JPL 26 KM 42+100/200, Selasa (6/5/2025) malam.
Langkah ini ditempuh sebagai tindak lanjut usai menimbang kerugian yang terjadi pada PT. KAI.
“KAI Commuter memastikan untuk mengambil langkah hukum terkait kejadian tersebut, lantaran kerugian serius akibat tindakan penerobosan tersebut,” kata Manajer Humas KAI Commuter Leza Arlan dalam keterangannya, Rabu (7/5/2025).
Leza menyebutkan, kejadian itu mengakibatkan kerusakan serius terhadap KA 1459, yakni berupa kaca kabin depan yang retak.
Bahkan, rangkaian yang terdampak itu harus menukar rangkaian dengan KA 1117 YS 205 JR 130 demi menormalkan kembali pelayanan.
“Kereta dengan
trainset
pengganti ini baru bisa kembali berangkat dari Jalur I Stasiun Depok pada pukul 22.46 WIB. Meskipun petugas kami sudah bekerja cepat, namun tentunya proses pelayanan penumpang jadi terhambat akibat penemperan itu,” ujar Leza.
Gangguan itu dapat terlihat dari keterlambatan yang dialami tujuh rangkaian kereta lainnya dan baru diperkirakan beroperasi normal sejam setelahnya.
Atas insiden ini, pihak KAI menduga bahwa pengendara mobil boks menerobos palang jalur perlintasan.
“Dugaan sementara pengemudi kendaraan tersebut menerobos palang pintu perlintasan,” jelas Leza.
“Maka itu, kami akan menyiapkan berbagai langkah diperlukan, dan memastikan akan menempuh jalur hukum. Untuk ini, tim legal KAI Commuter akan menangani ini nantinya,” lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan,
mobil boks tertabrak KRL
Commuter Line di jalur perlintasan Bojonggede-Citayam pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 21.46 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Bojonggede AKP Teguh Prayitno menyebutkan mobil boks mengalami slip ban belakang hingga tersangkut di tengah lintasan.
Meski demikian, baik pengendara dan kenek truk dipastikan selamat dan tidak ada korban lainnya selain kerusakan material.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Kai
-

Melihat Proyek Stasiun Baru KRL Buatan BSD, Semegah Ini
Jakarta –
Pembangunan proyek Stasiun Jatake terus dikebut. Proyek ini ditargetkan rampung Juli 2025 alias sekitar dua bulan lagi. Melalui stasiun baru ini, nantinya warga sekitar BSD akan memiliki akses tambahan menggunakan layanan KRL Commuter Line.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Selasa (6/5/2025), proyek pembangunan stasiun KRL baru ini terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun untuk saat ini akses menuju stasiun masih sangat terbatas mengingat proyek masih dalam proses pembangunan.
Untuk menunjuk lokasi proyek, detikcom mencoba melalui Jl. Raya Cisauk – Legok dan berbelok menuju Jl. KP. Cicayur Kebun Manggu. Terus menelusuri jalan ini hingga masuk ke kawasan Perumahan Geriya Prahita.
Setelah menyusuri Blok B2 kawasan perumahan ini, tepatnya melalui Jl. Raya Kadusirung, terlihat ada jalan beraspal yang tersambung dengan area proyek Stasiun Jatake. Jalan beraspal ini terlihat juga sudah tersambung dengan kawasan Hiera The Heartland of BSD City.
Namun saat mendekati kawasan proyek, jalan beraspal tadi mulai terputus dan hanya menyisakan jalan tanah berbatu. Dari kejauhan gedung Stasiun Jatake sudah terlihat jelas. Dari luar, fisik bangunan tiga lantai ini sudah rampung dan dicat dengan warna dominan Coklat-Putih.
Sementara di bagian sekitar stasiun masih dipenuhi tanah merah dan jalan berbatu. Terlihat juga tepat di sisi stasiun terdapat sejumlah bangunan semi permanen tempat para pekerja. Ada sejumlah mesin alat berat seperti ekskavator, truk pengangkut, dan pipa-pipa beton menumpuk di sekitar area proyek tersebut.
Di sekitar kawasan ini, suara alat berat terus menderu menandakan proyek tersebut masih terus berjalan. Sesekali terlihat juga kereta KRL melintas di rel samping Stasiun Jatake, yang nantinya kawasan ini akan menjadi titik pemberhentian lain untuk para penumpang.
Mencoba mengitari area proyek, detikcom menemukan akses lain menuju kawasan samping Stasiun Jatake yakni melalui Jl. Baru Suradita. Dari jalan ini, terdapat jalan tanah setapak tepat di sebelah rel.
Saat menelusuri jalan sisi rel ini, terlihat peron stasiun lengkap dengan atapnya yang juga masih dalam tahap pembangunan. Sedikit lebih dekat dengan bangunan utama Stasiun Jatake, terdapat tangga menuju jembatan penyeberangan antar peron yang masih berupa fondasi dan bangunan dasar.
Dalam catatan detikcom, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), Anne Purba mengatakan stasiun ini ditargetkan rampung pada Juli 2025. Sebab hingga pertengahan April kemarin pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 75,9%.
Untuk diketahui, Stasiun Jatake merupakan sebuah proyek strategis hasil kolaborasi Kereta Api Indonesia (KAI) dengan pihak swasta, dalam hal ini PT Bumi Serpong Damai Tbk. (PT BSD).
“Kemudahan akses menjadi salah satu nilai lebih dari proyek ini dengan seamless connection ke mall, ketersediaan moda lanjutan yang terintegrasi, serta lokasi yang strategis di kawasan BSD, Stasiun Jatake kami rancang sebagai simpul transportasi urban yang efisien, nyaman, dan dapat diakses dengan mudah,” ungkap Anne, dikutip dari Antara, Sabtu (19/4/2025).
Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m2. Di area tersebut nantinya akan dibangun gedung stasiun kereta dengan luas bangunan ± 3.000 m2 (3 lantai), yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025.
Pembangunan gedung Stasiun Jatake dimaksimalkan dalam tiga lantai, yang ditujukan untuk area aktivitas penumpang kereta, zona komersial, dan area kantor PT KAI. Panjang peronnya 250 meter dengan lebar masing-masing peron 6 meter. Di sisi luar bangunan, terdapat fasilitas gedung parkir untuk mobil, motor, dan sepeda.
Keberadaan Stasiun Jatake juga akan memudahkan akses ke Hiera, kawasan seluas 108 hektare. Diproyeksikan sebagai “Heartland of BSD City”, kawasan Hiera saat ini berada dalam tahap pembangunan infrastruktur serta pengembangannya menerapkan konsep keberlanjutan lingkungan.
(igo/fdl)
-
/data/photo/2025/05/04/681733a81086b.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Bird Watching dan Sensasi Air Terjun Soinrat Nan Cantik di Maluku Regional 4 Mei 2025
Bird Watching dan Sensasi Air Terjun Soinrat Nan Cantik di Maluku
Tim Redaksi
AMBON, KOMPAS.com – Berwisata ke pemandian air terjun sekaligus menikmati kicauan burung endemis dan ragam fauna khas dapat jadi pilihan menarik.
Apalagi jika lokasinya masuk dalam 75 destinasi wisata terbaik dan meraih juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Inilah Desa Wisata Soinrat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.
Di sana terdapat daya pikat wisata alam yang tak akan dijumpai di wilayah lain.
Namanya
air terjun Ain Mon Ni Ohoi
.
Terletak di dalam hutan, sekeliling air terjun itu ditumbuhi pohon-pohon besar dan lebat.
Penampakan air terjunnya pun sangat cantik.
Benar-benar seperti berada di tengah hutan dan menemukan sumber air yang segar.
Suasananya teduh dan tenang.
Untuk bisa sampai ke air terjun di Soinrat, perjalanan tidak sulit.
Dari Ambon, perjalanan ditempuh dengan pesawat menuju Kota Langgur, Maluku Tenggara.
Dari Kota Langgur, perjalanan dilanjutkan dengan transportasi laut dari Pelabuhan Watdek menuju Pelabuhan Elat dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan.
Nah, dari Elat, wisatawan sudah bisa menggunakan ojek menuju
Desa Soinrat
atau Ohoi Soinrat yang berjarak 6 km dari Elat atau 10 menit perjalanan.
Lokasi air terjunnya berada di tengah hutan.
Sesampainya di pintu masuk, wisatawan akan dipandu melewati pohon-pohon besar menuruni tangga.
“Memang agak terjal untuk sampai ke sana, tapi tetap bisa dilalui. Sangat sejuk dan tenang. Bagus sekali,” ucap Marcia Tapilouw, pengunjung dari Kota Ambon, kepada
Kompas.com,
Minggu.
Tak hanya itu, Marcia yang datang hampir sore juga mendengar banyak kicauan burung.
Di area air terjun itu, juga terdapat spot
bird watching
.
Di sana ada ragam jenis burung. Beberapa di antaranya, Great Kei White Eye, Kai Island Coucal, Kai Islands Pygmy Parrot, Kei Monarch, dan masih banyak lagi.
“Tapi kalau untuk melihat burung, harus dengan pemandu. Bagus sekali, banyak burung unik yang katong (kami) tidak pernah lihat dan temui. Cantik-cantik,” akunya.
Bahkan, dari informasi yang dihimpun, bird watch di Desa Soinrat pernah didatangi
bird watcher
peringkat 10 dunia.
Dengan segala keunikan lokasi tersebut, air terjun dan bird watch Desa Soinrat cocok bagi mereka yang punya jiwa petualangan dan penyuka ketenangan.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Stasiun Karet Jadi Ditutup? KAI Jawab Begini
Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana penutupan Stasiun Karet tampaknya belum ada tanda-tanda lagi. Hal ini diungkap oleh PT KAI (Persero). EVP Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan pihaknya saat ini belum dapat memastikan kapan Stasiun Karet akan ditutup.
“Belum ada perkembangan terbaru terkait penutupan Stasiun Karet,” kata Raden kepada CNBC Indonesia, Minggu (4/5/2025).
Raden menambahkan saat ini progresnya masih sesuai dengan perkembangan perbaikan fasilitas integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City atau Stasiun Sudirman Baru.
“Perkembangannya masih sesuai program sebelumnya yakni menyiapkan perbaikan fasilitas integrasi stasiun Karet dan BNI City,” tambahnya.
Terkait targetnya, Raden mengatakan belum dapat memastikan dan pihaknya juga perlu membahas lagi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
“Target penutupan belum tahu ya, belum dibahas lagi dengan DJKA,” pungkasnya.
Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan Stasiun Karet yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat akan ditutup. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan Stasiun Karet yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat akan ditutup. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Sebelumnya, Stasiun yang berada di antara Stasiun BNI City dan Stasiun Tanah Abang ini rencananya akan ditutup pada April lalu. Namun hingga saat ini, Stasiun Karet masih dibuka untuk melayani pelanggan.
Sementara itu, proses perbaikan Stasiun BNI Citu dengan menambah pintu masuk baru penumpang di Stasiun BNI City juga masih berlangsung.
Adapun alasan Stasiun Karet ditutup karena jarak dari stasiun ini ke Stasiun BNI City cukup dekat, sehingga dinilai tidak efektif. Selain itu, penutupan juga dilakukan demi keselamatan penumpang.
Saat ini, KAI Commuter bersama KAI tengah melakukan pembahasan dan koordinasi bersama DJKA, untuk mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Sebab, berdasarkan riset dan pengamatan faktual yang dilakukan, posisi Stasiun Karet hanya berjarak 350 meter dari Stasiun BNI City.
Selain dapat menyingkat waktu perjalanan kereta, keberadaan Stasiun Karet dinilai sudah tidak layak. Berdasarkan data KAI, dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2 ribu penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit. Hal itu tentunya membutuhkan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang.
Padahal, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, sehingga lebih beresiko terhadap keselamatan pengguna. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.
(chd/wur)
/data/photo/2025/05/07/681ab5dccdeb6.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)



