Tag: Kai

  • KAI Commuter Ambil Langkah Hukum Soal Insiden KRL Tertemper Mobil Boks di Bojonggede
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Mei 2025

    KAI Commuter Ambil Langkah Hukum Soal Insiden KRL Tertemper Mobil Boks di Bojonggede Megapolitan 7 Mei 2025

    KAI Commuter Ambil Langkah Hukum Soal Insiden KRL Tertemper Mobil Boks di Bojonggede
    Tim Redaksi
    KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com –
     KAI Commuter akan memproses secara hukum terkait peristiwa mobil boks yang tertabrak KRL Commuter Line di jalur Bojonggede-Citayam, JPL 26 KM 42+100/200, Selasa (6/5/2025) malam.
    Langkah ini ditempuh sebagai tindak lanjut usai menimbang kerugian yang terjadi pada PT. KAI.
    “KAI Commuter memastikan untuk mengambil langkah hukum terkait kejadian tersebut, lantaran kerugian serius akibat tindakan penerobosan tersebut,” kata Manajer Humas KAI Commuter Leza Arlan dalam keterangannya, Rabu (7/5/2025).
    Leza menyebutkan, kejadian itu mengakibatkan kerusakan serius terhadap KA 1459, yakni berupa kaca kabin depan yang retak.
    Bahkan, rangkaian yang terdampak itu harus menukar rangkaian dengan KA 1117 YS 205 JR 130 demi menormalkan kembali pelayanan.
    “Kereta dengan
    trainset
    pengganti ini baru bisa kembali berangkat dari Jalur I Stasiun Depok pada pukul 22.46 WIB. Meskipun petugas kami sudah bekerja cepat, namun tentunya proses pelayanan penumpang jadi terhambat akibat penemperan itu,” ujar Leza.
    Gangguan itu dapat terlihat dari keterlambatan yang dialami tujuh rangkaian kereta lainnya dan baru diperkirakan beroperasi normal sejam setelahnya.
    Atas insiden ini, pihak KAI menduga bahwa pengendara mobil boks menerobos palang jalur perlintasan.
    “Dugaan sementara pengemudi kendaraan tersebut menerobos palang pintu perlintasan,” jelas Leza.
    “Maka itu, kami akan menyiapkan berbagai langkah diperlukan, dan memastikan akan menempuh jalur hukum. Untuk ini, tim legal KAI Commuter akan menangani ini nantinya,” lanjutnya.
    Sebelumnya diberitakan,
    mobil boks tertabrak KRL
    Commuter Line di jalur perlintasan Bojonggede-Citayam pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 21.46 WIB.
    Kanit Reskrim Polsek Bojonggede AKP Teguh Prayitno menyebutkan mobil boks mengalami slip ban belakang hingga tersangkut di tengah lintasan.
    Meski demikian, baik pengendara dan kenek truk dipastikan selamat dan tidak ada korban lainnya selain kerusakan material.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Commuter Ambil Langkah Hukum Soal Insiden KRL Tertemper Mobil Boks di Bojonggede
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Mei 2025

    Mobil Boks Diduga Terobos Palang Sebelum Tertabrak KRL di Bojonggede Megapolitan 7 Mei 2025

    Mobil Boks Diduga Terobos Palang Sebelum Tertabrak KRL di Bojonggede
    Tim Redaksi
    KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com –
    Sebuah mobil boks bermuatan bahan adonan piza diduga menerobos palang pintu perlintasan sebelum tertabrak
    KRL Commuter Line
    di jalur
    Bojonggede-Citayam
    , JPL 26 KM 42+100/200, pada Selasa (6/5/2025) malam.
    “Dugaan sementara pengemudi kendaraan tersebut menerobos palang pintu pelintasan,” kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangannya, Rabu (7/5/2025).
    Insiden ini menimbulkan perhatian serius karena mengakibatkan kerusakan pada kaca kabin depan kereta dan mengganggu pelayanan kepada pengguna.
    “Selain itu, perjalanan kereta juga jadi terganggu, terjadi keterlambatan dalam pelayanan, tak bisa melayani pengguna Commuter Line dengan leluasa,” ungkap Leza.
    Tercatat, tujuh rangkaian kereta mengalami keterlambatan hingga 25 menit akibat insiden tersebut.
    Pihak KAI terpaksa menukar rangkaian dengan KA 1117 YS 205 JR 130 untuk menormalkan pelayanan.
    Kereta dengan
    trainset
    pengganti ini baru bisa kembali berangkat dari Jalur I Stasiun Depok pada pukul 22.46 WIB.
    “Meskipun petugas kami sudah bekerja cepat, namun tentunya proses pelayanan penumpang jadi terhambat akibat penemperan itu,” ujar Leza.
    Menanggapi insiden ini, pihak KAI berencana menempuh proses hukum yang adil.
    Leza juga mengimbau agar para pengendara mematuhi rambu-rambu yang berlaku.
    “Berhenti saat sinyal sudah berbunyi atau saat palang pelintasan mulai bergerak. Berikan hak utama kepada kereta yang akan melintas,” lanjutnya.
    Sebelumnya, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 21.46 WIB, ketika mobil boks tertabrak KRL Commuter Line di jalur pelintasan Bojonggede-Citayam.
    Kanit Reskrim Polsek Bojonggede AKP Teguh Prayitno menyebutkan, mobil boks mengalami slip ban belakang hingga tersangkut di tengah lintasan.
    Beruntung, baik pengendara maupun kernet truk dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa, meskipun terjadi kerusakan material.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mobil Boks Tertabrak KRL Bogor-Jakarta Dekat Stasiun Bojong Gede

    Mobil Boks Tertabrak KRL Bogor-Jakarta Dekat Stasiun Bojong Gede

    Jakarta

    Satu unit mobil boks tertabrak KRL Bogor-Jakarta Kota di dekat Stasiun Bojong Gede. Perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta sempat terganggu.

    “Telah terjadi insiden kendaraan mobil box menemper Commuter Line 1459 Bogor-Jakarta Kota di JPL 26 Stasiun Bojong Gede,” tulis KAI Commuter di media sosial X, Selasa (6/5/2025).

    KAI Commuter menginformasikan kecelakaan itu sekitar pukul 22.05 WIB. Perjalanan KRL Citayam-Bojong Gede sempat terganggu karena proses evakuasi mobil boks.

    KRL Bogor-Jakarta Kota yang mengalami kecelakaan tukar rangkaian terlebih dahulu di Stasiun Depok, kemudian KRL melanjutkan perjalanan kembali sampai Stasiun Jakarta Kota.

    Sekitar pukul 22.35 WIB KAI Commuter menginformasikan mobil boks yang sebelumnya tertabrak KRL Bogor-Jakarta Kota di dekat Stasiun Bojong Gede telah selesai dievakuasi.

    “Perjalanan Commuter Line antara Citayam-Bojong Gede dalam proses penguraian di lintas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” imbuhnya.

    (rfs/rfs)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • KRL Vs Truk di Bojonggede, Saksi: Roda Truk Boks Bermuatan Adonan Pizza Tiba-tiba Nyangkut di Rel – Halaman all

    KRL Vs Truk di Bojonggede, Saksi: Roda Truk Boks Bermuatan Adonan Pizza Tiba-tiba Nyangkut di Rel – Halaman all

    KRL versus Truk di Bojonggede, Saksi: Roda Truk Boks Bermuatan Adonan Pizza Tiba-tiba Nyangkut di Rel
     

     
    Willy Widianto/Tribunnews.com
     
     
     
     
     
     
     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – KRL Commuter Line Jabodetabek lintas Bogor-Jakarta Kota mengalami kecelakaan dengan truk boks bermuatan adonan pizza di perlintasan stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat.

    Tabrakan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

    Ferry salah satu warga sekitar yang kebetulan melintas tempat kejadian mengatakan, truk bermuatan pizza melaju dari arah Pasar Bojonggede.

    Saat melintas rel kereta roda truk boks mendadak menyangkut di rel. Sementara alarm sudah berbunyi dan palang pintu kereta sudah mulai turun.

    “Iya lobang rel terlalu legok dalam,” kata Ferry kepada Tribun.

    Menurut dia, sopir truk boks selamat karena berhasil loncat saat kejadian.

    “Sopir selamat, loncat dia,” kata Ferry.

    Akibat kecelakaan tersebut adonan pizza yang dibawa truk boks tersebut berhamburan di rel kereta api.

    “Lumayan banyak bawa adonan pizza tadi berceceran di rel,” kata Ferry.

    Kecelakaan KRL Commuter LIne Jabodetabek terjadi di perlintasan Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Mobil boks menemper KRL Commuter Line tujuan Bogot-Jakarta Kota.

    “Telah terjadi insiden kendaraan mobil boks menemper Commuter Line 1459,” tulis akun resmi KAI Commuter di media sosial X(Twitter), Selasa(6/5/2025).

    Akibat kecelakaan tersebut perjalanan KRL lintas Citayam-Bojonggede tidak dapat dilalui.

    “Kami mohon maaf atas ketidaknyamannya,” tulis KAI Commuter.

  • KRL Vs Truk di Bojonggede, Saksi: Roda Truk Boks Bermuatan Adonan Pizza Tiba-tiba Nyangkut di Rel – Halaman all

    BREAKING NEWS: Mobil Boks Tertemper KRL Commuter Line di Bojonggede, Perjalanan Kereta Gangguan – Halaman all

    Kecelakaan KRL Commuter Line Jabodetabek terjadi di perlintasan Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Selasa(6/5/2025) malam.

    Tayang: Selasa, 6 Mei 2025 22:33 WIB

    Istimewa/ warga

    KECELAKAAN – KRL Commuter Line Jabodetabek mengalami kecelakaan di perlintasan Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Selasa(6/5/2025) malam. Mobil boks tertabrak KRL. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecelakaan KRL Commuter Line Jabodetabek terjadi di perlintasan Stasiun Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Selasa(6/5/2025) malam.

    Mobil boks tertabrak KRL Commuter Line tujuan Bogor-Jakarta Kota.

    “Telah terjadi insiden kendaraan mobil boks menemper Commuter Line 1459,” tulis akun resmi KAI Commuter di media sosial X (Twitter).

    Akibat kecelakaan tersebut perjalanan KRL lintas Citayam-Bojonggede tidak dapat dilalui.

    “Kami mohon maaf atas ketidaknyamannya,” tulis KAI Commuter.

    Berdasarkan foto yang diterima Tribunnews.com dari warga, terlihat mobil truk box tampak hancur bagian belakangnya dan berhenti di atas rel kereta.

    Selain itu barang-barang pun tampak berserakan di rel kereta.

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’2′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini

  • Melihat Proyek Stasiun Baru KRL Buatan BSD, Semegah Ini

    Melihat Proyek Stasiun Baru KRL Buatan BSD, Semegah Ini

    Jakarta

    Pembangunan proyek Stasiun Jatake terus dikebut. Proyek ini ditargetkan rampung Juli 2025 alias sekitar dua bulan lagi. Melalui stasiun baru ini, nantinya warga sekitar BSD akan memiliki akses tambahan menggunakan layanan KRL Commuter Line.

    Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Selasa (6/5/2025), proyek pembangunan stasiun KRL baru ini terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun untuk saat ini akses menuju stasiun masih sangat terbatas mengingat proyek masih dalam proses pembangunan.

    Untuk menunjuk lokasi proyek, detikcom mencoba melalui Jl. Raya Cisauk – Legok dan berbelok menuju Jl. KP. Cicayur Kebun Manggu. Terus menelusuri jalan ini hingga masuk ke kawasan Perumahan Geriya Prahita.

    Setelah menyusuri Blok B2 kawasan perumahan ini, tepatnya melalui Jl. Raya Kadusirung, terlihat ada jalan beraspal yang tersambung dengan area proyek Stasiun Jatake. Jalan beraspal ini terlihat juga sudah tersambung dengan kawasan Hiera The Heartland of BSD City.

    Namun saat mendekati kawasan proyek, jalan beraspal tadi mulai terputus dan hanya menyisakan jalan tanah berbatu. Dari kejauhan gedung Stasiun Jatake sudah terlihat jelas. Dari luar, fisik bangunan tiga lantai ini sudah rampung dan dicat dengan warna dominan Coklat-Putih.

    Sementara di bagian sekitar stasiun masih dipenuhi tanah merah dan jalan berbatu. Terlihat juga tepat di sisi stasiun terdapat sejumlah bangunan semi permanen tempat para pekerja. Ada sejumlah mesin alat berat seperti ekskavator, truk pengangkut, dan pipa-pipa beton menumpuk di sekitar area proyek tersebut.

    Di sekitar kawasan ini, suara alat berat terus menderu menandakan proyek tersebut masih terus berjalan. Sesekali terlihat juga kereta KRL melintas di rel samping Stasiun Jatake, yang nantinya kawasan ini akan menjadi titik pemberhentian lain untuk para penumpang.

    Mencoba mengitari area proyek, detikcom menemukan akses lain menuju kawasan samping Stasiun Jatake yakni melalui Jl. Baru Suradita. Dari jalan ini, terdapat jalan tanah setapak tepat di sebelah rel.

    Saat menelusuri jalan sisi rel ini, terlihat peron stasiun lengkap dengan atapnya yang juga masih dalam tahap pembangunan. Sedikit lebih dekat dengan bangunan utama Stasiun Jatake, terdapat tangga menuju jembatan penyeberangan antar peron yang masih berupa fondasi dan bangunan dasar.

    Dalam catatan detikcom, Vice President Public Relations PT KAI (Persero), Anne Purba mengatakan stasiun ini ditargetkan rampung pada Juli 2025. Sebab hingga pertengahan April kemarin pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 75,9%.

    Untuk diketahui, Stasiun Jatake merupakan sebuah proyek strategis hasil kolaborasi Kereta Api Indonesia (KAI) dengan pihak swasta, dalam hal ini PT Bumi Serpong Damai Tbk. (PT BSD).

    “Kemudahan akses menjadi salah satu nilai lebih dari proyek ini dengan seamless connection ke mall, ketersediaan moda lanjutan yang terintegrasi, serta lokasi yang strategis di kawasan BSD, Stasiun Jatake kami rancang sebagai simpul transportasi urban yang efisien, nyaman, dan dapat diakses dengan mudah,” ungkap Anne, dikutip dari Antara, Sabtu (19/4/2025).

    Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m2. Di area tersebut nantinya akan dibangun gedung stasiun kereta dengan luas bangunan ± 3.000 m2 (3 lantai), yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2025.

    Pembangunan gedung Stasiun Jatake dimaksimalkan dalam tiga lantai, yang ditujukan untuk area aktivitas penumpang kereta, zona komersial, dan area kantor PT KAI. Panjang peronnya 250 meter dengan lebar masing-masing peron 6 meter. Di sisi luar bangunan, terdapat fasilitas gedung parkir untuk mobil, motor, dan sepeda.

    Keberadaan Stasiun Jatake juga akan memudahkan akses ke Hiera, kawasan seluas 108 hektare. Diproyeksikan sebagai “Heartland of BSD City”, kawasan Hiera saat ini berada dalam tahap pembangunan infrastruktur serta pengembangannya menerapkan konsep keberlanjutan lingkungan.

    (igo/fdl)

  • Bird Watching dan Sensasi Air Terjun Soinrat Nan Cantik di Maluku
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        4 Mei 2025

    Bird Watching dan Sensasi Air Terjun Soinrat Nan Cantik di Maluku Regional 4 Mei 2025

    Bird Watching dan Sensasi Air Terjun Soinrat Nan Cantik di Maluku
    Tim Redaksi
    AMBON, KOMPAS.com – Berwisata ke pemandian air terjun sekaligus menikmati kicauan burung endemis dan ragam fauna khas dapat jadi pilihan menarik. 
    Apalagi jika lokasinya masuk dalam 75 destinasi wisata terbaik dan meraih juara II Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
    Inilah Desa Wisata Soinrat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.
    Di sana terdapat daya pikat wisata alam yang tak akan dijumpai di wilayah lain.
    Namanya
    air terjun Ain Mon Ni Ohoi
    .
    Terletak di dalam hutan, sekeliling air terjun itu ditumbuhi pohon-pohon besar dan lebat.
    Penampakan air terjunnya pun sangat cantik.
    Benar-benar seperti berada di tengah hutan dan menemukan sumber air yang segar.
    Suasananya teduh dan tenang.
    Untuk bisa sampai ke air terjun di Soinrat, perjalanan tidak sulit.
    Dari Ambon, perjalanan ditempuh dengan pesawat menuju Kota Langgur, Maluku Tenggara.
    Dari Kota Langgur, perjalanan dilanjutkan dengan transportasi laut dari Pelabuhan Watdek menuju Pelabuhan Elat dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan.
    Nah, dari Elat, wisatawan sudah bisa menggunakan ojek menuju
    Desa Soinrat
    atau Ohoi Soinrat yang berjarak 6 km dari Elat atau 10 menit perjalanan.
    Lokasi air terjunnya berada di tengah hutan.
    Sesampainya di pintu masuk, wisatawan akan dipandu melewati pohon-pohon besar menuruni tangga.
    “Memang agak terjal untuk sampai ke sana, tapi tetap bisa dilalui. Sangat sejuk dan tenang. Bagus sekali,” ucap Marcia Tapilouw, pengunjung dari Kota Ambon, kepada
    Kompas.com,
    Minggu.
    Tak hanya itu, Marcia yang datang hampir sore juga mendengar banyak kicauan burung.
    Di area air terjun itu, juga terdapat spot
    bird watching
    .
    Di sana ada ragam jenis burung. Beberapa di antaranya, Great Kei White Eye, Kai Island Coucal, Kai Islands Pygmy Parrot, Kei Monarch, dan masih banyak lagi.
    “Tapi kalau untuk melihat burung, harus dengan pemandu. Bagus sekali, banyak burung unik yang katong (kami) tidak pernah lihat dan temui. Cantik-cantik,” akunya.
    Bahkan, dari informasi yang dihimpun, bird watch di Desa Soinrat pernah didatangi
    bird watcher
    peringkat 10 dunia.
    Dengan segala keunikan lokasi tersebut, air terjun dan bird watch Desa Soinrat cocok bagi mereka yang punya jiwa petualangan dan penyuka ketenangan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Stasiun Karet Jadi Ditutup? KAI Jawab Begini

    Stasiun Karet Jadi Ditutup? KAI Jawab Begini

    Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana penutupan Stasiun Karet tampaknya belum ada tanda-tanda lagi. Hal ini diungkap oleh PT KAI (Persero). EVP Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan pihaknya saat ini belum dapat memastikan kapan Stasiun Karet akan ditutup.

    “Belum ada perkembangan terbaru terkait penutupan Stasiun Karet,” kata Raden kepada CNBC Indonesia, Minggu (4/5/2025).

    Raden menambahkan saat ini progresnya masih sesuai dengan perkembangan perbaikan fasilitas integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City atau Stasiun Sudirman Baru.

    “Perkembangannya masih sesuai program sebelumnya yakni menyiapkan perbaikan fasilitas integrasi stasiun Karet dan BNI City,” tambahnya.

    Terkait targetnya, Raden mengatakan belum dapat memastikan dan pihaknya juga perlu membahas lagi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

    “Target penutupan belum tahu ya, belum dibahas lagi dengan DJKA,” pungkasnya.

    Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan Stasiun Karet yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat akan ditutup. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan Stasiun Karet yang berlokasi di Jalan KH Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat akan ditutup. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

    Sebelumnya, Stasiun yang berada di antara Stasiun BNI City dan Stasiun Tanah Abang ini rencananya akan ditutup pada April lalu. Namun hingga saat ini, Stasiun Karet masih dibuka untuk melayani pelanggan.

    Sementara itu, proses perbaikan Stasiun BNI Citu dengan menambah pintu masuk baru penumpang di Stasiun BNI City juga masih berlangsung.

    Adapun alasan Stasiun Karet ditutup karena jarak dari stasiun ini ke Stasiun BNI City cukup dekat, sehingga dinilai tidak efektif. Selain itu, penutupan juga dilakukan demi keselamatan penumpang.

    Saat ini, KAI Commuter bersama KAI tengah melakukan pembahasan dan koordinasi bersama DJKA, untuk mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City. Sebab, berdasarkan riset dan pengamatan faktual yang dilakukan, posisi Stasiun Karet hanya berjarak 350 meter dari Stasiun BNI City.

    Selain dapat menyingkat waktu perjalanan kereta, keberadaan Stasiun Karet dinilai sudah tidak layak. Berdasarkan data KAI, dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2 ribu penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit. Hal itu tentunya membutuhkan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang.

    Padahal, saat ini hall Stasiun Karet hanya dapat menampung sekitar 150 orang, sehingga lebih beresiko terhadap keselamatan pengguna. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.

    (chd/wur)

  • Jadwal Keberangkatan Kereta Api Tambahan Sepanjang Bulan Mei 2025 – Halaman all

    Jadwal Keberangkatan Kereta Api Tambahan Sepanjang Bulan Mei 2025 – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Kereta Api Tambahan sepanjang bulan Mei 2025.

    Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, bahwa pada bulan Mei 2025 ada banyak kesempatan berlibur yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api.

    “Mei kali ini luar biasa, banyak tanggal merahnya. KAI siap melayani kebutuhan mobilitas pelanggan melalui KA tambahan, kereta dengan rangkaian eksekutif terbaru, hingga alternatif unik seperti KA Panoramic dan KA Suite Class Compartment,” ujar Anne dalam siaran pers KAI pada Rabu (1/5/2025).

    Sepanjang bulan Mei 2025, pelanggan dapat menikmati perjalanan tambahan untuk relasi populer seperti Cilacap–Gambir (KA Purwojaya), Semarang Poncol–Tegal (KA Kaligung), Surabaya–Yogyakarta (KA Sancaka), Solo Balapan–Gambir (KA Batavia), Surabaya Gubeng–Malang (KA Arjuno Ekspres), Surabaya Pasarturi–Cilacap (KA Sancaka Utara), Ketapang–Malang (KA Ijen Ekspres), Bandung–Gambir (KA Parahyangan Fakultatif), dan Cirebon–Gambir (KA Cirebon Fakultatif).

    Selengkapnya, inilah jadwal keberangkatan dan daftar lengkap Kereta Api Tambahan di bulan Mei 2025:

    KA Tambahan Keberangkatan 1–4 Mei 2025

    KA 53F (KA Purwojaya) relasi Cilacap–Gambir
    KA 58F (KA Purwojaya) relasi Gambir–Cilacap
    Sarana: Eksekutif Stainless Steel Gen. 1

    KA Tambahan Keberangkatan 1–4, 8–13, 15–18, 22–25 & 29–31 Mei 2025

    KA 221F (KA Kaligung) relasi Semarang Poncol–Tegal
    KA 222F (KA Kaligung) relasi Tegal–Semarang Poncol
    Sarana: Eksekutif Mild Steel & Ekonomi New Image
    KA 87F (KA Sancaka) relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta
    KA 88F (KA Sancaka) relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng
    Sarana: Eksekutif Stainless Steel Gen. 1 & Ekonomi Premium Stainless Steel
    KA 7005F (KA Batavia) relasi Solo Balapan–Gambir
    KA 7006F (KA Batavia) relasi Gambir–Solo Balapan
    Sarana: Eksekutif & Ekonomi Stainless Steel New Generation

    KA Tambahan Keberangkatan 1–5, 9–13, 15–19, 23–26 & 29–31 Mei 2025

    KA 65F (KA Arjuno Ekspres) relasi Surabaya Gubeng–Malang
    KA 66F (KA Arjuno Ekspres) relasi Malang–Surabaya Gubeng
    Sarana: Eksekutif New Image

    KA Tambahan Keberangkatan 1–31 Mei 2025

    KA 233F (KA Sancaka Utara) relasi Surabaya Pasar Turi–Cilacap
    KA 236F (KA Sancaka Utara) relasi Cilacap–Surabaya Pasar Turi
    Sarana: Eksekutif Mild Steel & Ekonomi New Generation Modifikasi
    KA 240F (KA Ijen Ekspres) relasi Ketapang–Malang
    KA 239F (KA Ijen Ekspres) relasi Malang–Ketapang
    Sarana: Eksekutif Stainless Steel Gen. 1 & Ekonomi New Generation Modifikasi

    KA Tambahan Keberangkatan 3, 4, 10–13, 17, 18, 24, 25 & 29–31 Mei 2025

    KA 141F (KA Parahyangan Fakultatif) relasi Bandung–Gambir
    KA 142F (KA Parahyangan Fakultatif) relasi Gambir–Bandung
    Sarana: Panoramic & Eksekutif Stainless Steel Gen. 1

    KA Tambahan Keberangkatan 4, 11–13, 18 & 25 Mei 2025

    KA 125F (KA Cirebon Fakultatif) relasi Cirebon–Gambir
    KA 126F (KA Cirebon Fakultatif) relasi Gambir–Cirebon
    Sarana: Eksekutif Mild Steel & Ekonomi New Generation Modifikasi

    KAI menyebut, pemesanan tiket kereta api dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan bisa memilih jadwal, kelas, dan jenis kereta sesuai preferensi dan kenyamanan masing-masing sebelum kehabisan.

    “Segera rencanakan perjalanan dan pesan lebih awal melalui aplikasi Access by KAI atau situs booking.kai.id,” tutup Anne.

    (Tribunnews.com/Latifah)

  • 1 Juta Penumpang Pakai Face Recognition, KAI Hemat Rp 39 Juta

    1 Juta Penumpang Pakai Face Recognition, KAI Hemat Rp 39 Juta

    Jakarta

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil menghemat hingga Rp 39 juta lewat penerapan fasilitas face recognition di stasiun-stasiun KAI. Dari sisi operasional, layanan digitalisasi ini memungkinkan perusahaan menghemat pembelian 2.604 rol kertas tiket dengan nilai efisiensi mencapai Rp 39 juta atau tepatnya Rp 39.065.500 hanya dalam empat bulan.

    Sepanjang Januari hingga April 2025, sebanyak 1.093.834 pelanggan telah menggunakan fasilitas pemindai wajah tersebut. Ini menjadi langkah konkret yang berdampak langsung adalah pemanfaatan teknologi face recognition untuk proses boarding penumpang.

    “Face recognition bukan sekadar inovasi, tapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu pemindaian wajah setara dengan satu cetakan tiket yang tidak perlu. Kalau dikalikan jutaan penumpang, dampaknya sangat nyata,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangannya, Minggu (4/5/2025).

    Secara kumulatif sejak teknologi ini diluncurkan pada September 2022 hingga 30 April 2025, total pengguna mencapai 11.158.263 penumpang dan KAI telah menghemat pembelian 26.605 rol kertas tiket senilai Rp 399.073.036.

    Pengurangan limbah kertas ini sejalan dengan tujuan SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production) serta mendukung pelestarian pohon sebagai bahan baku utama kertas.

    Saat ini, sistem face recognition telah tersedia di 21 stasiun yang tersebar di berbagai daerah operasi KAI. Mulai dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Bandung, dan Kiaracondong.

    Fasilitas yang sama tersedia di Stasiun Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, hingga Madiun.

    Kemudian fasilitas face recognition juga hadir di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, dan juga Medan.

    Dengan fitur ini, pelanggan cukup memindai wajah di boarding gate. Bila data identitas, tiket, dan syarat perjalanan sudah sesuai, pintu akan terbuka otomatis. Proses ini menggantikan pengecekan manual oleh petugas dan menghilangkan kebutuhan mencetak tiket fisik.

    Selain mempermudah, KAI menjamin keamanan data pengguna. Sistem ini telah menerapkan ISO 27001 tentang Manajemen Keamanan Informasi.

    “Data nama, NIK, dan foto hanya digunakan untuk keperluan boarding, disimpan maksimal satu tahun, dan akan terhapus otomatis. Jika ingin lebih cepat, pelanggan juga bisa mengajukan penghapusan data secara mandiri,” jelas Anne.

    Pengajuan tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau dengan bantuan petugas Customer Service di stasiun. Transparansi dan kendali atas data pribadi menjadi prinsip utama dalam setiap inovasi digital KAI.

    Selain teknologi face recognition, KAI juga mendorong inisiatif SDGs lain seperti pemasangan water station di berbagai stasiun utama. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai, sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan bagi para pelanggan.

    (acd/acd)