Tag: Kai

  • Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Bojonegoro selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Berdasarkan data hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, total penumpang yang dilayani di Stasiun Bojonegoro mencapai 1.882 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 penumpang tercatat melakukan keberangkatan, sementara 1.017 penumpang merupakan penumpang kedatangan.

    “Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring beroperasinya jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Minggu (21/12/2025).

    Mahendro mengatakan bahwa peningkatan volume penumpang selama masa Angkutan Nataru mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

    “Kami melihat tren positif penggunaan layanan kereta api di Stasiun Bojonegoro selama Angkutan Nataru,” ujar Mahendro.

    Selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan melayani sebanyak 22.056 pelanggan. Rinciannya, 10.294 pelanggan melakukan perjalanan keberangkatan dan 11.762 pelanggan tercatat sebagai penumpang kedatangan.

    Sementara itu, secara kumulatif pada periode 18–21 Desember 2025, jumlah penumpang yang dilayani Stasiun Bojonegoro telah mencapai 7.044 orang, dengan 3.352 penumpang berangkat dan 3.692 penumpang tiba.

    Untuk mendukung kelancaran arus penumpang selama libur akhir tahun, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 17 perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Layanan tersebut terdiri dari 15 kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan, dengan kapasitas total mencapai 9.758 tempat duduk per hari.

    Mahendro menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

    “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta memastikan tiket dan identitas perjalanan,” pungkasnya.

    Dengan dukungan operasional dan peningkatan layanan yang optimal, KAI Daop 8 Surabaya optimistis mampu melayani mobilitas masyarakat secara maksimal selama Angkutan Nataru 2025/2026. [lus/aje]

  • Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Bojonegoro selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Berdasarkan data hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, total penumpang yang dilayani di Stasiun Bojonegoro mencapai 1.882 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 penumpang tercatat melakukan keberangkatan, sementara 1.017 penumpang merupakan penumpang kedatangan.

    “Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring beroperasinya jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Minggu (21/12/2025).

    Mahendro mengatakan bahwa peningkatan volume penumpang selama masa Angkutan Nataru mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

    “Kami melihat tren positif penggunaan layanan kereta api di Stasiun Bojonegoro selama Angkutan Nataru,” ujar Mahendro.

    Selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan melayani sebanyak 22.056 pelanggan. Rinciannya, 10.294 pelanggan melakukan perjalanan keberangkatan dan 11.762 pelanggan tercatat sebagai penumpang kedatangan.

    Sementara itu, secara kumulatif pada periode 18–21 Desember 2025, jumlah penumpang yang dilayani Stasiun Bojonegoro telah mencapai 7.044 orang, dengan 3.352 penumpang berangkat dan 3.692 penumpang tiba.

    Untuk mendukung kelancaran arus penumpang selama libur akhir tahun, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 17 perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Layanan tersebut terdiri dari 15 kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan, dengan kapasitas total mencapai 9.758 tempat duduk per hari.

    Mahendro menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

    “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta memastikan tiket dan identitas perjalanan,” pungkasnya.

    Dengan dukungan operasional dan peningkatan layanan yang optimal, KAI Daop 8 Surabaya optimistis mampu melayani mobilitas masyarakat secara maksimal selama Angkutan Nataru 2025/2026. [lus/aje]

  • Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Angkutan Nataru, Penumpang Kereta Api di Stasiun Bojonegoro Meningkat Signifikan

    Bojonegoro (beritajatim.com) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Bojonegoro selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Berdasarkan data hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, total penumpang yang dilayani di Stasiun Bojonegoro mencapai 1.882 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 865 penumpang tercatat melakukan keberangkatan, sementara 1.017 penumpang merupakan penumpang kedatangan.

    “Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring beroperasinya jadwal perjalanan kereta api hingga malam hari,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Minggu (21/12/2025).

    Mahendro mengatakan bahwa peningkatan volume penumpang selama masa Angkutan Nataru mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

    “Kami melihat tren positif penggunaan layanan kereta api di Stasiun Bojonegoro selama Angkutan Nataru,” ujar Mahendro.

    Selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Bojonegoro diproyeksikan melayani sebanyak 22.056 pelanggan. Rinciannya, 10.294 pelanggan melakukan perjalanan keberangkatan dan 11.762 pelanggan tercatat sebagai penumpang kedatangan.

    Sementara itu, secara kumulatif pada periode 18–21 Desember 2025, jumlah penumpang yang dilayani Stasiun Bojonegoro telah mencapai 7.044 orang, dengan 3.352 penumpang berangkat dan 3.692 penumpang tiba.

    Untuk mendukung kelancaran arus penumpang selama libur akhir tahun, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 17 perjalanan kereta api jarak jauh yang berhenti di Stasiun Bojonegoro. Layanan tersebut terdiri dari 15 kereta api reguler dan 2 kereta api tambahan, dengan kapasitas total mencapai 9.758 tempat duduk per hari.

    Mahendro menambahkan, KAI Daop 8 Surabaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan pelayanan di stasiun, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan.

    “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal keberangkatan, serta memastikan tiket dan identitas perjalanan,” pungkasnya.

    Dengan dukungan operasional dan peningkatan layanan yang optimal, KAI Daop 8 Surabaya optimistis mampu melayani mobilitas masyarakat secara maksimal selama Angkutan Nataru 2025/2026. [lus/aje]

  • Lift Tangga bagi Disabilitas di Stasiun Cikini Beroperasi Januari 2026

    Lift Tangga bagi Disabilitas di Stasiun Cikini Beroperasi Januari 2026

    Jakarta

    Fasilitas lift bagi penyandang disabilitas telah terpasang di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Namun, fasilitas tersebut baru bisa beroperasi untuk pengguna KRL pada Januari 2026.

    VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menjelaskan bahwa lift platform tersebut belum resmi beroperasi. Sebab pihaknya masih melakukan rangkaian uji coba teknis untuk memastikan keamanan penggunaannya.

    “Saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” kata Karina saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (20/12/2025).

    Karina menyebut pihaknya menargetkan lift dapat segara digunakan tahun depan setelah seluruh aspek keamanan terpenuhi.

    “Kami menargetkan beroperasi di bulan Januari 2026, setelah sertifikasi yang dipersyaratkan telah terpenuhi,” jelas Karina.

    “Dalam penggunaannya nanti akan dibantu oleh petugas kami di stasiun,” lanjutnya.

    Karina menuturkan lift platform untuk penyandang disabilitas ini merupakan yang pertama di stasiun Kereta Api Indonesia (KAI). Jika layanan ini dinilai positif, Karina menyebut tak akan menutup kemungkinan turut dipasang pada stasiun lainnya.

    Pantauan detikcom di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, total ada tiga lift yang akan dipasang di lokasi itu. Namun lift tersebut belum mulai dioperasikan.

    Terlihat satu unit lift berada di lantai dasar akses keluar masuk sisi Selatan Stasiun Cikini sudah terpasang. Sedangkan dua lainnya yang berada di lantai satu untuk menuju peron 1 dan peron 2 masih dalam proses pemasangan

    “Perhatian sedang dalam pemasangan,” tulis keterangan pada spanduk di lokasi.

    (dwr/dwr)

  • Kapolri tinjau kesiapan pengamanan Nataru di Stasiun Tawang Semarang

    Kapolri tinjau kesiapan pengamanan Nataru di Stasiun Tawang Semarang

    kegiatan ini untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat selama masa puncak arus libur akhir tahun

    Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meninjau kesiapan pengamanan dan pelayanan masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah.

    Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Kapolri melakukan kegiatan ini untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat selama masa puncak arus libur akhir tahun.

    Kapolri meninjau langsung Posko Kesehatan Polri dan sejumlah fasilitas pelayanan publik yang tersedia di stasiun, diantaranya area bermain anak (playground), kursi pijat, serta fasilitas ramah difabel, termasuk kursi roda.

    Ia juga menyempatkan diri menyapa para penumpang di ruang tunggu keberangkatan serta membagikan goodie bag sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

    Selain itu, ia menyerahkan paket bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan petugas lintas sektor, meliputi unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan KAI, dan Polsuska.

    Pimpinan Korps Bhayangkara itu juga menerima paparan dari Kepala Daop IV KAI Suharjono terkait kesiapan operasional angkutan kereta api selama Nataru, termasuk prediksi peningkatan volume penumpang di wilayah Daop IV Semarang.

    Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama guna mengantisipasi potensi kepadatan dan memastikan layanan transportasi publik berjalan aman dan lancar.

    Sebagai informasi, Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun tipe A yang berada di kawasan Kota Lama Semarang dengan kapasitas pengunjung hingga 10.000 orang.

    Untuk mendukung keamanan, Polri mendirikan Pos Pelayanan di area stasiun yang berada di bawah wilayah hukum Polrestabes Semarang guna memberikan pelayanan dan pengamanan optimal kepada masyarakat.

    Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman, tertib, dan kondusif, khususnya di simpul-simpul transportasi publik.

    Pewarta: Nadia Putri Rahmani
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini Megapolitan 21 Desember 2025

    Begini Cara Penggunaan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Stasiun Cikini
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     
    Platform lift
    yang sedang diuji cobakan di Stasiun Cikini memiliki kapasitas angkut hingga 250 kilogram (kg).
    Fasilitas ini disiapkan sebagai bagian dari peningkatan aksesibilitas bagi penumpang disabilitas di lingkungan stasiun.
    VP Corporate Secretary KAI Commuter menjelaskan kapasitas tersebut setara dengan dua orang dewasa dan satu kursi roda.
    Ketentuan ini ditetapkan untuk menjamin keamanan selama penggunaan
    platform lift
    .
    “Untuk kapasitas angkut maksimal
    lift platform
    ini adalah seberat 250 Kilogram atau seberat dua orang dewasa dan satu kursi roda,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Dalam pengoperasiannya,
    platform lift
    wajib digunakan dengan pendampingan petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
    Dari dua orang yang berada di atas
    platform
    , salah satunya adalah petugas yang bertugas mengoperasikan dan mengawasi penggunaan fasilitas tersebut.
    Pengguna disabilitas yang hendak memanfaatkan
    platform lift
    diminta untuk terlebih dahulu menghubungi petugas stasiun.
    Petugas akan memastikan proses penggunaan berjalan sesuai prosedur keselamatan.
    “Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Saat ini, uji coba dilakukan pada
    platform lift
    yang terpasang di tangga sisi selatan
    Stasiun Cikini
    .
    Uji coba tersebut mencakup pengujian teknis dan operasional sebelum fasilitas digunakan secara penuh oleh penumpang.
    Pada 2026 mendatang, KAI Commuter berencana menambah dua
    platform lift
    lainnya.
    Kedua unit tersebut akan dipasang di dua tangga yang mengarah ke Peron 1 dan Peron 2 Stasiun Cikini.
    Sebelum dioperasikan secara luas, KAI Commuter masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan penggunaan fasilitas tersebut.
    “Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Stasiun Cikini dipilih sebagai lokasi percontohan karena telah dilengkapi fasilitas penunjang aksesibilitas lainnya, termasuk
    pelican crossing
    yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
    Hasil evaluasi dari penerapan fasilitas ini akan menjadi dasar pengembangan di stasiun lain.
    “Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Stasiun Cikini Jadi Stasiun KRL Pertama dengan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 Desember 2025

    Stasiun Cikini Jadi Stasiun KRL Pertama dengan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas Megapolitan 21 Desember 2025

    Stasiun Cikini Jadi Stasiun KRL Pertama dengan Lift Tangga Lansia dan Disabilitas
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com –
     Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, akan menjadi stasiun pertama dalam operasional Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang dilengkapi fasilitas
    lift platform
    .
    Saat ini, KCI tengah melakukan uji coba satu unit
    lift platform
    yang berada di sisi selatan stasiun sebagai bagian dari pengembangan layanan aksesibilitas.
    KAI Commuter menargetkan penambahan fasilitas tersebut pada tahun depan. Selain unit yang sedang diuji coba, dua
    lift platform
    tambahan disiapkan untuk melengkapi layanan di stasiun tersebut.
    “Saaat ini baru dilakukan diuji coba satu unit
    lift platform
    , dan tahun 2026 besok direncanakan akan ditambah menjadi menjadi 3 unit lift platform,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Dua
    lift platform
    tambahan tersebut direncanakan ditempatkan di masing-masing tangga menuju Peron 1 dan Peron 2
    Stasiun Cikini
    .
    Penempatan ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas penumpang, khususnya pengguna berkebutuhan khusus.
    Karina menjelaskan,
    lift platform
    merupakan inovasi baru KCI yang dirancang untuk mendukung prinsip inklusivitas di area stasiun.
    Fasilitas ini difokuskan untuk membantu penumpang disabilitas agar dapat mengakses peron dengan lebih aman dan mudah.

    Lift platform
    ini akan membantu dan memudahkan akses penguna disabilitas khususnya pengguna kursi roda untuk menuju area lantai 1 atau peron jalur 1 dan 2 untuk naik Commuter Line,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Penumpang yang hendak menggunakan fasilitas tersebut diwajibkan berkoordinasi dengan petugas stasiun.
    Pengoperasian
    lift platform
    dilakukan dengan pendampingan langsung oleh petugas yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
    “Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Secara teknis,
    lift platform
    ini memiliki kapasitas angkut hingga 250 kilogram atau setara dengan dua orang dan satu kursi roda.
    Fasilitas ini juga dilengkapi sistem keamanan yang dirancang untuk meminimalkan risiko saat digunakan.
    “Sistem pelipatan juga dilakukan secara otomatis dan jika
    platform
    dalam keadaan darurat atau
    trouble
    secara otomatis akan berhenti dan mengunci. Keseluruhan komponen instruksi diluar
    platform
    juga ditransmisikan secara nirkabel tanpa kabel eksternal,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
    Ke depan, KAI Commuter membuka peluang untuk menerapkan fasilitas serupa di stasiun-stasiun lain.
    Namun, pengembangan tersebut akan dilakukan setelah evaluasi efektivitas
    lift platform
    di Stasiun Cikini dalam meningkatkan aksesibilitas penumpang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KAI Sebut 1,52 Juta Tiket Kereta Api Terjual Jelang Libur Nataru

    KAI Sebut 1,52 Juta Tiket Kereta Api Terjual Jelang Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan tiket kereta api pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 1.521.766.

    KAI menyatakan realisasi penjualan tiket sampai dengan Selasa (16/12/2025) pukul 08.00 WIB mencapai sekitar 43,4% dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penjualan tiket menunjukkan tren peningkatan seiring semakin dekatnya periode libur akhir tahun.

    “Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh terjual 1.448.084 tiket atau 52,4 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal mencatat penjualan 73.682 tiket, setara 9,9 persen dari total 745.056 tempat duduk,” ujar Anne dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (20/12/2025).

    Anne menjelaskan bahwa karakter penjualan kereta api lokal berbeda dengan kereta api jarak jauh. Tiket kereta api lokal baru dapat dibeli mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga angka keterjualannya akan meningkat mendekati tanggal perjalanan.

    “KAI memproyeksikan okupansi kereta api lokal akan terus bergerak naik seiring mendekatnya hari keberangkatan, mengikuti pola perjalanan masyarakat untuk jarak dekat yang umumnya direncanakan dalam waktu lebih singkat,” jelas Anne.

    Berdasarkan data sementara, okupansi tertinggi tercatat sebesar 62,0 persen pada H-11, yaitu Minggu, 28 Desember 2025. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berjalannya proses penjualan tiket.

    Pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyiapkan 3.506.104 tempat duduk yang terdiri atas layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai wilayah selama libur akhir tahun.

    Adapun, stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh dengan volume penumpang tertinggi hingga saat ini meliputi:

    1.    Pasarsenen: 176.516 pelanggan

    2.    Gambir: 93.683 pelanggan

    3.    Yogyakarta: 90.380 pelanggan

    4.    Lempuyangan: 70.526 pelanggan

    5.    Bekasi: 54.041 pelanggan

    6.    Surabaya Pasar Turi: 51.892 pelanggan

    7.    Bandung: 49.334 pelanggan

    8.    Surabaya Gubeng: 47.034 pelanggan

    9.    Semarang Tawang: 44.206 pelanggan

    10.    Kiaracondong: 40.484 pelanggan

    KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan segera membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, sehingga pelanggan dapat memperoleh pilihan jadwal serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan selama periode Natal dan Tahun Baru.

    Pada masa Nataru ini, KAI juga menghadirkan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut.

  • Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit Megapolitan 20 Desember 2025

    Beda Banget! Penampakan Dalam KRL Baru INKA yang Bikin Rela Nunggu 40 Menit
    Editor
    KOMPAS.com –
    KRL Commuter seri CLI-225 produksi PT Industri Kereta Api (INKA) resmi beroperasi sejak Selasa (16/12/2025).
    Kereta baru ini melayani rute Jakarta Kota–Bogor dengan rangkaian sepanjang 12 gerbong dalam setiap trainset.
    Bagi penumpang yang ingin melihat langsung KRL baru ini, Stasiun Jakarta Kota menjadi titik ideal untuk menunggu kedatangannya.
    Seluruh perjalanan KRL CLI-225 dipastikan berawal atau berakhir di stasiun tersebut.
    Tercatat tiga rangkaian KRL lain dengan tujuan Jakarta Kota–Bogor telah lebih dulu berangkat sebelum CLI-225 tiba di peron.
    Saat akhirnya datang, tampilan luar KRL CLI-225 langsung mencuri perhatian.
    Warna merah tua yang mendominasi bodi kereta terlihat mencolok jika dibandingkan dengan rangkaian KRL lama yang berada di peron lain.
    Kesan modern semakin terasa ketika memasuki gerbong.
    Pencahayaan lampu yang terang serta hembusan pendingin udara yang kencang menciptakan suasana yang nyaman bagi penumpang.
    Interior kereta juga dilengkapi papan informasi digital yang terpasang di atas pintu otomatis.
    Salah satu pembaruan paling mencolok terdapat pada kursi prioritas yang dirancang dapat dilipat, khususnya untuk memudahkan pengguna kursi roda.
    Selain itu, fasilitas standar keselamatan tetap tersedia, seperti emergency intercom, safety hammer, serta kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di bagian atas gerbong.
    Meski menawarkan berbagai peningkatan, KRL CLI-225 juga memiliki keterbatasan.
    Kapasitas ini dinilai lebih kecil dibandingkan dengan KRL pada umumnya.
    Bahkan, pada area kursi prioritas yang dapat dilipat, tidak tersedia bagasi di bagian atas, sehingga penumpang dengan kebutuhan khusus harus menempatkan barang bawaan di area lain di dalam gerbong.
    Pada tahap awal, dua rangkaian KRL baru tersebut dioperasikan pada TS loop 20 dan TS loop 22 dengan relasi Depok/Bogor – Manggarai/Jakarta Kota.
    Total terdapat delapan perjalanan per hari yang dilayani menggunakan sarana KRL baru ini.
    KAI Commuter menilai kehadiran rangkaian baru ini dapat meningkatkan kualitas layanan.
    “Pengoperasian sarana KRL baru ini menjawab harapan masyarakat untuk optimalisasi layanan Commuter Line Jabodetabek,” kata Direktur Utama KAI Commuter, Mochamad Purnomosidi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/12/2025).
    Selain meningkatkan kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan, rangkaian KRL baru ini juga disiapkan untuk menggantikan sebagian armada yang telah memasuki masa konservasi.
    (Penulis:Rega Almuhtada)
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 Desember 2025

    KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia Megapolitan 20 Desember 2025

    KCI Uji Coba Lift Platform di Stasiun Cikini untuk Disabilitas dan Lansia
    Tim Redaksi

    JAKARTA, KOMPAS.com
    – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mulai menguji coba fasilitas
    lift platform
    di
    Stasiun Cikini
    sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas layanan bagi
    penyandang disabilitas
    dan lanjut usia.
    Uji coba ini dilakukan sejak Jumat (19/12/2025) dan masih akan berlanjut untuk memastikan aspek keamanan serta kelayakan operasional alat tersebut.
    Berdasarkan pantauan
    Kompas.com
    pada Sabtu (20/12/2025), satu unit
    lift platform
    terlihat terpasang di sisi kanan tangga bagian selatan Stasiun Cikini. Selain itu, dua unit lainnya masih dalam tahap pemasangan di tangga menuju Peron 1 dan Peron 2.
    Area pemasangan
    lift platform
    tersebut ditutup dengan pembatas berwarna kuning yang dilengkapi pemberitahuan adanya proyek pemasangan alat di pinggiran tangga.
    Di dinding stasiun dekat tangga menuju Peron 2 juga terpasang spanduk kecil dengan informasi serupa. Sementara itu, material
    lift platform
    yang belum terpasang tampak ditutup terpal berwarna biru.
    “Mohon maaf perjalanan Anda terganggu, ada pekerjaan proyek platform lift,” bunyi pemberitahuan tersebut.
    VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan ketiga
    lift platform
    tersebut direncanakan mulai digunakan secara penuh pada 2026.
    “Perkirakan dalam waktu tidak lama lagi akan segera dioperasikan untuk pengguna, karena saat ini masih dilakukan uji coba operasi dan uji teknis untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam operasional nantinya,” kata Karina saat dikonfirmasi melalui pesan teks, Sabtu (20/12/2025).
    Menurut Karina, pemasangan
    lift platform
    ini ditujukan khususnya untuk memudahkan akses pengguna kursi roda saat menggunakan layanan KAI Commuter.
    “Penggunaan unit lift platform ini sendiri untuk kemudahan dalam melayani naik dan turun pengguna dengan disabilitas, terutama yang menggunakan kursi roda,” jelas Karina.
    Ia menjelaskan,
    lift platform
    tersebut memiliki kapasitas maksimal dua orang dan satu kursi roda dengan berat total hingga 250 kilogram. Pengoperasian alat ini menggunakan sistem nirkabel.
    Untuk menggunakan fasilitas tersebut, pengguna disabilitas dapat meminta bantuan kepada petugas stasiun yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
    “Pengguna disabilitas hanya perlu menghubungi petugas di stasiun untuk menggunakan fasilitas tersebut. Nantinya petugas yang sudah terlatih juga akan mengoperasikan dan mendampingi pengguna disabilitas,” tutur Karina.
    Karina menambahkan, KAI Commuter tidak menutup kemungkinan akan memasang
    lift platform
    di stasiun lainnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan fasilitas ini di Stasiun Cikini.
    Adapun Stasiun Cikini dipilih sebagai stasiun percontohan karena telah dilengkapi fasilitas pendukung aksesibilitas lainnya, salah satunya
    pelican crossing
    yang baru diresmikan beberapa waktu lalu.
    “Nantinya dari hasil evaluasi atas layanan ini, tidak menutup kemungkinan juga akan ditambah pada stasiun-stasiun lainnya,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.