Tag: Kaesang Pangarep

  • Kaesang Targetkan Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Anak Jokowi Disebut Lagi Mimpi di Siang Bolong

    Kaesang Targetkan Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Anak Jokowi Disebut Lagi Mimpi di Siang Bolong

    JAKARTA – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menanggapi pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menargetkan Jawa Tengah menjadi kandang Gajah pada 2029. Ia menyebut, putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu tengah bermimpi di siang bolong.

    Menurutnya, sebagai ketum partai, Kaesang memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya. Dengan harapan, semua kader akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.

    “Kaesang tampaknya coba menanamkan optimistis dengan memberi target tinggi ke kadernya di Jawa Tengah. Meskipun semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” ujar Jamiluddin di Jakarta, Senin, 12 Desember.

    “Itu karena tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual. Termasuk tentunya Kaesang sang ketua umum,” sambungnya.

    Jamiluddin berpandangan, Kaesang bisa jadi berupaya mengandalkan bapaknya, Joko Widodo. Namun menurutnya, nilai jual Jokowi sejak lengser dari presiden hingga sekarang juga terus melorot.

    “Bahkan dilihat dari trennya, nilai jual Jokowi akan sampai titik terendah pada tahun 2029. Karena itu, berharap Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa tengah, apalagi menjadikan kandang Gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” tegas Jamiluddin.

    Karena alasan itu, Jamiluddin mengatakan, target Kaesang justru direspon dingin oleh PDIP. Sebab kata dia, bisa jadi PDIP menilai ungkapan Kaesang itu hanya khayalan anak kecil.

    “Jadi, bila head to head dengan PDIP, PSI memang tidak setara. Membandingkan Kaesang dengan Megawati tentu layaknya seperti bumi dan langit,” katanya.

    Selain itu, kata Jamiluddin, kapasitas kadernya juga belum setara. Kader PDIP lebih ideologis dibandingkan kader PSI, sehingga berpeluang lebih diterima di Jawa Tengah.

    “PDIP jauh lebih mengakar di Jawa Tengah. Hal ini membuat partai lain, apalagi PSI, akan sulit untuk menggusur PDIP dari Jawa Tengah,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, menyebut Jawa Tengah merupakan kandang gajah. PSI mulai memanaskan mesin partai dan menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029 mendatang.

    Kaesang menyebutkan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum ideal.

    “Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” kata Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis, 8 Januari.

    Dia mencontohkan capaian PSI di Kota Solo yang mengalami peningkatan signifikan. Pada Pemilu sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD. Pada Pemilu 2024, meningkat menjadi lima kursi dan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo.

    Selain itu, PSI juga telah memiliki Wakil Wali Kota Solo. “Saya berharap di pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI,” katanya.

    Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” katanya.

  • Kaesang Targetkan Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Anak Jokowi Disebut Lagi Mimpi di Siang Bolong

    Kaesang Targetkan Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Anak Jokowi Disebut Lagi Mimpi di Siang Bolong

    JAKARTA – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menanggapi pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang menargetkan Jawa Tengah menjadi kandang Gajah pada 2029. Ia menyebut, putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu tengah bermimpi di siang bolong.

    Menurutnya, sebagai ketum partai, Kaesang memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya. Dengan harapan, semua kader akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.

    “Kaesang tampaknya coba menanamkan optimistis dengan memberi target tinggi ke kadernya di Jawa Tengah. Meskipun semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” ujar Jamiluddin di Jakarta, Senin, 12 Desember.

    “Itu karena tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual. Termasuk tentunya Kaesang sang ketua umum,” sambungnya.

    Jamiluddin berpandangan, Kaesang bisa jadi berupaya mengandalkan bapaknya, Joko Widodo. Namun menurutnya, nilai jual Jokowi sejak lengser dari presiden hingga sekarang juga terus melorot.

    “Bahkan dilihat dari trennya, nilai jual Jokowi akan sampai titik terendah pada tahun 2029. Karena itu, berharap Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa tengah, apalagi menjadikan kandang Gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” tegas Jamiluddin.

    Karena alasan itu, Jamiluddin mengatakan, target Kaesang justru direspon dingin oleh PDIP. Sebab kata dia, bisa jadi PDIP menilai ungkapan Kaesang itu hanya khayalan anak kecil.

    “Jadi, bila head to head dengan PDIP, PSI memang tidak setara. Membandingkan Kaesang dengan Megawati tentu layaknya seperti bumi dan langit,” katanya.

    Selain itu, kata Jamiluddin, kapasitas kadernya juga belum setara. Kader PDIP lebih ideologis dibandingkan kader PSI, sehingga berpeluang lebih diterima di Jawa Tengah.

    “PDIP jauh lebih mengakar di Jawa Tengah. Hal ini membuat partai lain, apalagi PSI, akan sulit untuk menggusur PDIP dari Jawa Tengah,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, menyebut Jawa Tengah merupakan kandang gajah. PSI mulai memanaskan mesin partai dan menargetkan 17 kursi DPRD Provinsi pada Pemilu 2029 mendatang.

    Kaesang menyebutkan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum ideal.

    “Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” kata Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis, 8 Januari.

    Dia mencontohkan capaian PSI di Kota Solo yang mengalami peningkatan signifikan. Pada Pemilu sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD. Pada Pemilu 2024, meningkat menjadi lima kursi dan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo.

    Selain itu, PSI juga telah memiliki Wakil Wali Kota Solo. “Saya berharap di pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI,” katanya.

    Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” katanya.

  • Berambisi Geser PDIP di Jateng, Jamiluddin Ritonga: Kaesang Lagi Bermimpi di Siang Bolong

    Berambisi Geser PDIP di Jateng, Jamiluddin Ritonga: Kaesang Lagi Bermimpi di Siang Bolong

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep membidik Jawa Tengah kandang Gajah pada 2029. Tak tanggung-tanggung, putra bungsu Joko Widodo itu berambisi mendudukkan 17 kadernya di DPRD Provinsi pada Pemilu 2029 mendatang

    Kaesang menyebut saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun jumlah tersebut dinilai masih sedikit.

    “Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” kata Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1/2025).

    Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” tegasnya.

    Dia berharap, Pemilu 2029 akan lebih banyak kader PSI yang lolos baik di legislatif maupun eksekutif. Dia meminta seluruh mesin partai untuk gotong royong meraih target tersebut.

    “Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.

    Menanggapi ambisi Kaesang yang begitu besar, Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai, sebagai ketua umum partai memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya.

    Dengan begitu, semua kader diharapkan akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.

  • Kaesang Targetkan “Kandang Gajah” di Jateng, Pengamat: Mimpi di Siang Bolong

    Kaesang Targetkan “Kandang Gajah” di Jateng, Pengamat: Mimpi di Siang Bolong

    GELORA.CO -Pernyataan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menargetkan Jawa Tengah menjadi “kandang gajah” pada Pemilu 2029, menarik perhatian dan menuai sorotan.

    Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, sebagai Ketua Umum partai, Kaesang memang wajar memotivasi kadernya agar bekerja keras memenangkan kontestasi di wilayahnya. Namun, target tinggi yang diberikan ke kader PSI di Jawa Tengah dinilai terlalu optimis.

    “Semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” kata Jamiluddin kepada wartawan di Jakarta, Senin 12 Januari 2026.

    Jamiluddin menilai, pernyataan kontroversial dan ambisius Kaesang muncul karena PSI belum memiliki sosok dengan nilai elektoral yang kuat.

    “Tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual, termasuk Kaesang sendiri sebagai ketua umum,” jelasnya.

    Selain itu, Jamiluddin menilai Kaesang terlalu mengandalkan sang ayah, mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), untuk mendongkrak suara partai.

    “Namun nilai jual Jokowi sejak lengser terus menurun. Jika tren ini berlanjut, kemungkinan nilai jual Jokowi akan mencapai titik terendah pada 2029,” ujarnya.

    Karena itu, jika Kaesang hanya mengandalkan Jokowi untuk memperkuat PSI di Jawa Tengah, kata Jamiluddin, target menjadikan provinsi itu “kandang gajah” kemungkinan besar sulit tercapai.

    “Jadi, menjadikan Jawa Tengah kandang gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Kaesang menyatakan optimisme bahwa PSI mampu meningkatkan kursi di Jawa Tengah pada Pemilu 2029. Saat ini, PSI memiliki 12 kursi DPRD provinsi dan menargetkan minimal 17 kursi pada pemilu mendatang.

    Kaesang menegaskan pentingnya soliditas kader PSI di Jawa Tengah dan menuntaskan kepengurusan partai hingga tingkat bawah.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” ujar Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah DPW PSI Jawa Tengah di Solo, Kamis 8 Januari 2026 lalu. 

  • Jokowi Dipastikan Datang ke Makassar 31 Januari, Ada Rapat Besar

    Jokowi Dipastikan Datang ke Makassar 31 Januari, Ada Rapat Besar

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan hadir pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 29-31 Januari 2026.

    Jokowi dijadwalkan akan hadir pada hari terakhir agenda pelaksanaan. Ia didaulat untuk memberi arahan pada peserta Rakernas PSI.

    “Insya Allah Pak Jokowi akan hadir memberikan pengarahan di hari ke 3 pelaksanaan Rakernas, tanggal 31 Januari,” kata Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari, saat konfrensi pers di Hotel Claro, Makassar, pada Sabtu (10/1/2026).

    Indira menjelaskan, seluruh pengurus PSI tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia diwajibkan hadir dalam rakernas nanti. Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep akan mengomandoi langsung pengurusnya untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

    “Ketua Umum Mas Kaesang akan hadir beserta seluruh jajaran petinggi PSI,” kata Indira.

    Kemudian di tanggal 29 Januari, Rakernas dari opening ceremony, pengurus DPP-DPW, seluruh anggota dewan PSI seluruh Indonesia akan hadir kurang lebih berjumlah 1.700 orang.

    Hanya saja, belum diketahui Jokowi hadir sebagai apa. Ketua Harian DPW PSI Sulsel, Rahmansyah menyebut, Jokowi saat ini diundang sebagai mantan Presiden RI.

    “Kapasitasnya Pak Jokowi hadir sebagai mantan presiden ketujuh. Saya kira itu kapasitas yang paling besar,” ujar Rahmansyah yang disambut riuh kader PSI yang memenuhi ruangan.

    “Kalau orang mengaitkan bahwa ini bapaknya Kaesang, ya tidak apa-apa,” tutur Rahmansyah yang disambut gelak tawa.

  • Respons PDIP soal PSI yang Bidik Jateng jadi ‘Kandang Gajah’ di Pemilu 2029

    Respons PDIP soal PSI yang Bidik Jateng jadi ‘Kandang Gajah’ di Pemilu 2029

    Bisnis.com, JAKARTA — PDI Perjuangan (PDIP) merespons soal pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait Jawa Tengah bakal jadi ‘kandang gajah’ pada pemilihan umum (Pemilu) 2029.

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlalu mengambil pusing terkait pernyataan PSI tersebut.

    “Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” ujar Hasto di sela Rakernas PDIP, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

    Dia menambahkan, PDIP tengah melakukan pembenahan secara internal dan berbenah secara internal dan mempererat solidaritas partai.

    Selain itu, partai berlogo banteng itu juga bakal lebih terlibat dalam gotong royong atau gerakan kemanusiaan seperti terhadap pemulihan bencana.

    “Kami berfokus untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam seluruh aspek kehidupan partai sehingga ketika rakyat menghadapi kesulitan seperti bencana kami turun dengan seluruh kekuatan dari partai. Itu yang jadi skala prioritas kami,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep telah membidik 17 kursi DPRD pada Pemilu 2029. Kaesang menyebutkan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah. Namun, jumlah itu dirasa masih belum cukup.

    Dia pun menginstruksikan seluruh kader di Jawa Tengah untuk solid guna meraih kemenangan pada Pemilu 2029. Selain itu, Kaesang juga meminta jajaran PSI Jawa Tengah segera menuntaskan kepengurusan agar terbentuk secara penuh.

    “Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” ujar Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1/2025).

  • PSI Mau Jadikan Jateng ‘Kandang Gajah’, Hasto: Pemilu Masih Panjang

    PSI Mau Jadikan Jateng ‘Kandang Gajah’, Hasto: Pemilu Masih Panjang

    Jakarta

    PDIP menanggapi santai pernyataan Ketum PSI Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi kandang Gajah. Gajah sendiri merupakan logo dari PSI.

    Jateng memang selama ini lekat kaitannya dengan PDIP hingga disebut sebagai kandang banteng. Sebab, wilayah tersebut hampir selalu menjadi lumbung suara bagi partai berlogo banteng itu.

    Kembali ke tanggapan PDIP, melalui Sekjen partai Hasto Kristiyanto, PDIP menanggapi santai pernyataan Kaesang tersebut. Hasto hanya menyampaikan bahwa kontestasi pemilu masih panjang.

    “Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” kata Hasto kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

    Hasto menyebut, saat ini yang menjadi fokus PDIP adalah membuka seluas-luasnya kritik maupun melakukan perbaikan di tubuh internal partai. Fokus PDIP juga saat ini yakni mencoba memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk korban bencana Sumatera.

    “Jadi situasi saat ini bagi PDI Perjuangan, lebih baik kami berfokus untuk melakukan konsolidasi organisasi dalam seluruh aspek kehidupan partai sehingga ketika rakyat menghadapi kesulitan seperti bencana kami turun dengan seluruh kekuatan dari partai. Itu yang jadi skala prioritas kami,” imbuhnya.

    Sebelumnya, Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai kandang Gajah dalam Pemilu 2029. Hal itu disampaikan Kaesang dalam Rakorwil PSI Jateng.

    “Ketua Dewan Pembina PSI waktu itu sudah bilang, kunci dari kemenangan kita adalah struktur. Jadi saya minta tolong sekali, struktur di Jateng sangat solid, agar Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di Jateng,” kata Kaesang saat memberikan sambutan di Rakorwil PSI di Hotel Sunan, Kota Solo, Kamis (8/1).

    Kaesang mengatakan, pembentukan struktur harus selesai sampai tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Sebab, data verifikasi itu juga sebagai modal PSI dalam mengikuti kontestasi Pemilu 2029. Survei internal juga terus dilakukan agar mesin partainya terus panas.

    Pada Pemilu 2024, PSI meraih 12 kursi di Jateng, yang terdiri dari lima kursi DPRD Kota Solo, lima kursi DPRD Kota Semarang, dan dua kursi DPRD Jateng. Meski perolehnya naik dari Pemilu 2019, Kaesang masih belum puas

    “12 ini untuk Jateng terlalu kecil. Saya minta tolong, di 2029 atau nggak tahu nanti pemilihan di 2031. Saya minta tolong Provinsi, maupun Kabupaten/kota, harus terisi di seluruh Kabupaten/kota,” ucapnya.

    “Target berapa ketua, provinsi berapa? Target provinsi 17, naik dhuwur (tinggi) banget. Kalau Kabupaten/kota? Minimal satu fraksi,” imbuhnya.

    Dia berharap, Pemilu 2029 akan lebih banyak kader PSI yang lolos baik di legislatif maupun eksekutif. Sehingga ia meminta seluruh mesin partai untuk gotong royong meraih target tersebut.

    “Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.

    (kuf/lir)

  • Kaesang Sesumbar PSI akan Kuasai Jawa Tengah, Peneliti ISEAS: Partai Ini Tidak Punya Prospek

    Kaesang Sesumbar PSI akan Kuasai Jawa Tengah, Peneliti ISEAS: Partai Ini Tidak Punya Prospek

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang sesumbar partainya akan menguasa Jawa Tengah kini jadi pembahasan publik.

    Bahkan, Peneliti ISEAS Yosuf-Ishak Institute, Made Supriatma, turut mengulas pernyataan putra bungsu Jokowi itu. Dia bahkan mengaku telah beberapa tahun lalu mengamati partai tersebut.

    “Saya ingat sebuah lelucon lama yang pernah diceritakan karib saya.
    Gajah kakinya berapa?
    Empat!
    Kalau Gajrah?
    … diam … tik tok tik tok …
    (nyerah ga bisa jawab)
    Emprat, katanya kalem,” tulis Made Supriatma, mengawali ulasannya.

    Made kemudian membahas pernyataan Kaesang dan mengaitkan pada candaan tersebut.

    “Entah kenapa. Dari sejak awal, saya sudah berfirasat bahwa partai ini, PSI, tidak punya prospek dalam politik Indonesia. Ia salah desain. Salah kedaden,” sambung Made dikutip dari akun media sosialnya, Sabtu (10/1/2026).

    Ketika awalnya berdiri, dia menganggapnya hanya sekedar eksperimen. Kala itu Made mengaku menghargai eksperimen yang berani itu.

    Beberapa orang yang dekat dengan pendiri partai ini mengatakan pada saya, “Kita coba.” Ketuanya seorang perempuan dari golongan minoritas. Mereka juga berbisik tentang siapa yang duitin (hey, saya peneliti! jadi harus tahu yang gituan).

    Kemudian, captive marketnya adalah golongan muda. Gen Z, kata mereka. Dengan segera ia menarik perhatian anak-anak muda.

    Pada 2019, saya ada keliling di Sumatera untuk melihat pemilu. Saya terkesan dengan partai ini. Karena isinya anak-anak muda yang tidak tahu politik, tidak pernah berpolitik, dan sebenarnya tidak tertarik politik. Dan sebagian besar dari mereka, ya, dari golongan minoritas.

  • Kaesang Pede PSI Jatim Lebih Kuat dibanding Jateng, Struktur Hampir Lengkap

    Kaesang Pede PSI Jatim Lebih Kuat dibanding Jateng, Struktur Hampir Lengkap

    Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyebut struktur partainya di Jawa Timur baik dibanding daerah lain.

    Hal tersebut disampaikan Kaesang ketika menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jawa Timur, yang menjadi bagian dari konsolidasi organisasi partai di tingkat daerah.

    “Ini salah satu rangkaian kami untuk memperbaiki struktur PSI di tingkat kecamatan. Alhamdulillah, sudah sampai 96%,” kata Kaesang, Jumat (9/1/2026).

    Menurutnya, usai struktur kepengurusan partai di tingkat kecamatan rampung sepenuhnya, PSI akan langsung melanjutkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kelurahan. Bahkan, lanjut Kaesang, fungsionaris PSI akan dibentuk hingga tingkat dusun.

    “Insya Allah habis ini kita lanjut lagi sampai kepengurusan kelurahan. Kalau bisa sampai dusun juga harus selesai semua,” ucapnya.

    Kaesang menegaskan penguatan struktur tersebut bertujuan supaya PSI benar-benar dirasakan kehadirannya secara langsung oleh masyarakat hingga tingkat akar rumput.

    “Supaya apa? Kebermanfaatan PSI ini bisa terasa sampai masyarakat paling bawah,” lanjutnya.

    Mengenai identitas ‘Gajah Jatim Petarung’ yang digaungkan, Kaesang secara terbuka mengaku optimistis dengan kekuatan PSI di Jawa Timur. Bahkan dirinya sesumbar bahwa PSI di Jawa Timur akan jauh lebih baik daripada di Jawa Tengah, yang sebelumnya diklaim Kaesang sebagai “kandang gajah”.

    “Kalau saya jujur ya, struktur PSI di Jawa Timur jauh lebih baik. Jadi ini akan jauh lebih baik daripada Jawa Tengah. Insya Allah,” tutur Kaesang.

    Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini juga menekankan pentingnya kehadiran generasi muda dalam berjalannya roda demokrasi. Ia menyebut PSI tidak akan memaksakan anak muda untuk terjun langsung ke politik, tapi mendorong agar mereka tidak acuh tak acuh.

    “Targetnya anak muda tidak antipati terhadap politik. Mungkin tidak mau berpartisipasi langsung, tetapi setidaknya datang untuk nyoblos di pemilu,” ujarnya.

    Menurut Kaesang, preferensi politik dari masing-masing anak muda sepenuhnya bebas, selama tetap berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

    “Mau nyoblos siapa pun enggak masalah, yang penting datang dan ikut berpartisipasi,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Timur Bagus Panuntun mengungkapkan target besar pihaknya pada gelaran pemilihan umum mendatang, khususnya di tingkat daerah.

    “Untuk DPRD kabupaten/kota, kami menargetkan 100 kursi,” ucap Bagus.

    Sebagai informasi, saat ini PSI Jatim memiliki 11 kursi di DPRD kabupaten/kota dan satu kursi di DPRD provinsi. Ke depan, PSI Jatim menargetkan peningkatan kursi yang signifikan di tingkat provinsi.

    “Di provinsi kami menargetkan delapan kursi,” tutup Bagus.

  • Kaesang Enggan Ungkap Sosok Ketua Dewan Pembina, Fokus Benahi Internal PSI

    Kaesang Enggan Ungkap Sosok Ketua Dewan Pembina, Fokus Benahi Internal PSI

    Bisnis.com, SURABAYA – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep sedang fokus bekerja untuk membenahi hierarki organisasi sebelum secara resmi mengumumkan Ketua Dewan Pembina PSI.

    Putra bungsu presiden ke 7 itu menjelaskan, pesan tersebut juga merupakan arahan langsung dari Ketua Dewan Pembina PSI yang telah disampaikan kepada segenap jajaran internal partai.

    “Saya tanya siapa saja yang hadir di Solo itu ingin mengingatkan, dan pastinya teman-teman sudah mendengarkan salah satu pesan dari Ketua Dewan Pembina kami,” kata Kaesang di Surabaya, Jumat (9/1/2026).

    Menurutnya, saat ini seluruh fungsionaris PSI diminta untuk tidak memikirkan hal-hal lain di luar penguatan organisasi. Prioritas utama adalah memastikan struktur partai benar-benar solid dan siap bekerja.

    “Kami ini fokus untuk struktur. Sudah enggak usah mikir yang lain-lain dulu. Kami fokus perbaiki struktur, kami benahi, kami evaluasi terus supaya roda organisasi bisa terus bergerak,” tegasnya.

    Kaesang menyatakan sosok Ketua Dewan Pembina PSI akan muncul dengan sendirinya bila seluruh mesin partai telah dinyatakan siap. Dia menegaskan pengumuman resmi akan dilakukan pada waktu yang tepat.

    “Nanti kalau sudah komplit, beliau akan muncul dengan sendirinya. Kalau sekarang kan masih ngumpet-ngumpet, walaupun enggak ngumpet-ngumpet juga, ketahuan juga,” timpal Kaesang. 

    Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu menilai pengumuman Ketua Dewan Pembina bukan hanya sekadar seremoni politik semata. Menurutnya, momen itu nantinya akan membawa dampak besar bagi dinamika partai berlambang gajah itu.

    “Cuma nanti biar secara resmi, sebelum beliau masuk, sebelum beliau hadir, sebelum beliau kami umumkan, kami harus pastikan mesin partai sudah siap untuk digerakkan,” tuturnya.

    Kaesang menekankan bahwa struktur merupakan mesin utama dari partai. Tanpa kesiapan struktur, langkah politik di masa depan tidak akan berjalan maksimal.

    “Struktur ini adalah mesin partai, tetapi namanya mesin pasti butuh logistik. Alhamdulillah, teman-teman sudah pada ngerti,” pungkas Kaesang.