Tag: Josua Pardede

  • Dolar AS Diramal Betah di Rp 16.000an, Ini Biang Keroknya

    Dolar AS Diramal Betah di Rp 16.000an, Ini Biang Keroknya

    Jakarta

    PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank memproyeksikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada 2025 ini akan bertahan di kisaran Rp 16.000-an. Kondisi ini didorong kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump yang dinilai bisa memicu perang dagang ‘jilid 2’.

    “Kami melihat memang rupiah di tahun ini mungkin pergerakannya akan sama dengan dengan tahun lalu. Bahwa tantangannya masih akan sangat didominasi oleh faktor eksternal,” kata Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, dalam Public Expose perbankan, Jumat (7/3/2025).

    “Tahun ini kita tahu bahwa kebijakan dari luar negeri, dari Amerika Serikat ini kan sangat-sangat sentral ya. Kebijakan terkait dengan tarif impor AS dan potensi dari perang dagang ini kan cukup mengemuka,” jelasnya lagi.

    Namun di sisi lain Josua melihat kebijakan terkait parkir Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) untuk para eksportir yang berlaku belum lama ini dapat membantu menjaga cadangan valuta asing (valas) di dalam negeri.

    Di luar itu menurutnya sejumlah program pemerintah lain, seperti hilirisasi, juga berpotensi meningkatkan nilai ekspor RI. Sehingga jumlah dolar yang bisa dibawa masuk ke Indonesia melalui hasil ekspor produk hilirisasi itu dapat semakin tinggi.

    “Sehingga kami melihat bahwa ada kombinasi di sana, bahwa ada tantangan dari eksternal, namun kebijakan dalam negeri dan juga bagaimana upaya-upaya untuk meningkatkan dari sisi nilai tambah ekspor melalui program prioritas hilirisasi, ini diharapkan akan bisa meningkatkan suplai valas dalam negeri,” jelasnya.

    Dengan berbagai pertimbangan faktor luar dan dalam negeri ini, Josua memprediksi pergerakan nilai tukar dolar terhadap rupiah akan berada di kisaran Rp 16.000an. Walau perubahan nilai tukar ini masih bergantung pada keberhasilan kebijakan DHE SDA dalam menambah devisa negara.

    “Meskipun memang kami belum bisa melihat (ke depan), jangka pendek mungkin masih akan berkisar di Rp 16.000,” kata Josua.

    “Tapi itu subject to lagi bagaimana perkembangan dari sisi kebijakan DHE. Kalau kebijakan DHE ini berhasil ya, sesuai dengan harapan pemerintah, di mana ada tambahan devisa, let’s say misalkan US$ 60-80 billion di tahun ini saja, tentunya ini akan bisa mendorong ataupun bisa memberikan data positif pada rupiah,” pungkasnya.
    Halaman

    (fdl/fdl)

  • Efek Ramadan, Tren Deflasi Diperkirakan Akan Berakhir

    Efek Ramadan, Tren Deflasi Diperkirakan Akan Berakhir

    Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah ekonom meyakini tren deflasi yang terjadi dua bulan belakangan akan berakhir akibat momentum Ramadan.

    Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menjelaskan deflasi yang terjadi dua bulan pertama 2025 tidak terlepas dari program diskon tarif listrik 50% yang dikeluarkan pemerintah.

    Listrik, sambungnya, merupakan salah satu komponen konsumsi yang punya kontribusi besar dalam perhitungan inflasi. Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa diskon listrik tersebut tidak berlaku lagi untuk Maret 2025 dan seterusnya.

    Pada Maret 2025 juga terdapat momen Ramadan yang secara historis kerap menaikkan harga barang dan jasa. Oleh sebab itu, Yusuf meyakini tren deflasi akan berakhir.

    “Pada bulan Maret, di mana ada momentum Ramadan dan lebaran, kami memperkirakan inflasi akan terjadi kembali,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (4/2/2025).

    Senada, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede menjelaskan secara tahunan terjadi deflasi sebesar 1,24% pada Februari 2025 yang sebagian besar karena diskon tarif listrik. Menurutnya, jika indeks harga konsumen tidak mencatat dampak diskon tarif listrik maka inflasi akan mencapai 0,9% secara tahunan pada Februari 2025.

    “Dengan kata lain, terdapat potensi normalisasi berupa kenaikan inflasi sebesar 2,14% setelah diskon tarif listrik berakhir,” ujar Josua, Selasa (4/2/2025).

    Apalagi, dia melihat adanya pemulihan permintaan konsumen sehingga dapat berkontribusi pada inflasi sisi permintaan yang moderat. Selain itu, depresiasi rupiah beberapa waktu terakhir turut akan mendorong terjadinya inflasi barang impor yang akan menambah tekanan harga secara keseluruhan.

    Sebagai informasi, secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,76% pada Januari 2025 dan 0,48% pada Februari 2025.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, pada Februari 2025 kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah perumahan air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi 3,59% MtM dan memberikan andil deflasi 0,52%.

    “Komoditas yang dominan mendorong deflasi kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi sebesar 0,67%,” kata Amalia, Senin (3/3/2025).

  • Indonesia Diramal Kembali Deflasi pada Februari 2025

    Indonesia Diramal Kembali Deflasi pada Februari 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom memperkirakan Indeks Harga Konsumen/IHK mengalami deflasi secara bulanan pada Februari 2025, usai pada bulan sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,76% month to month/MtM.

    Kepala Ekonom PT Bank Pertama Tbk. (BNLI) atau Permata Bank Josua Pardede meramalkan  deflasi akan kembali terjadi dengan angka 0,08% akibat penurunan harga pangan karena pasokan yang meningkat. 

    “Oleh karena itu, kami mengantisipasi deflasi bulanan yang signifikan pada kelompok harga bergejolak,” ujarnya, Minggu (2/3/2025). 

    Sementara itu, inflasi Harga yang Diatur Pemerintah atau Administered Price diproyeksikan akan mencatat inflasi bulanan sebesar 0,23% MtM.

    Namun demikian, Inflasi Inti atau Core Inflation pada Februari 2025 sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga emas global dan depresiasi rupiah.

    Secara kumulatif atau year to date (YtD), Josua memperkirakan bahwa IHK deflasi sekitar 0,84%, lebih dalam dari Januari 2025. 

    Seiring dengan deflasi yang kembali terjadi, Josua melihat laju inflasi Februari 2025 secara tahunan atau year on year (YoY) akan menurun atau lebih lambat menjadi 0,31% YoY dari Januari yang deflasi 0,76%—yang menandai level terendah sejak Januari 2020. 

    ⁠Sementara itu, laju Inflasi Inti tahunan diperkirakan akan tetap kuat, naik dari 2,36% YoY menjadi 2,46% pada Februari 2025, terutama didorong oleh kenaikan harga emas. Di luar harga emas, inflasi inti terlihat lemah, mengindikasikan kondisi permintaan yang relatif stabil.

    Secara umum, Josua meyakini meski terjadi deflasi bulanan dan inflasi yang melambat, realisasi IHK pada akhir tahun akan tetap berada di kisaran 2% karena subsidi listrik dari pemerintah hanya diberikan pada dua bulan pertama 2025. 

    “Kami masih memperkirakan inflasi IHK akan berada di kisaran 2% pada akhir tahun 2025, karena dampak dari diskon tarif listrik diantisipasi akan menghilang pada Maret 2025,” lanjutnya.

    Sebelumnya Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan IHK Januari 2025 yang tetap mencatatkan inflasi YoY akibat kelompok kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan laju inflasi 3,69% YoY dan memberikan andil sebesar 1,07%.  

    Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar adalah minyak goreng dan sigaret kretek mesin (SKM) yang masing-masing sebesar 0,14% dan 0,12% terhadap inflasi secara umum. 

    Rendahnya tingkat inflasi Januari 2025 ini bukan tanpa sebab, Amalia menjelaskan kondisi inflasi tertekan akibat deflasi hingga 9,16% YoY pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Pada Januari 2025.  

    Utamanya, akibat diskon tarif listrik yang ditetapkan pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai kompensasi kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%.

    Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan perkembangan Indeks Harga Konsumsi (IHK) Februari 2025 pada Senin, (3/3/2025) pukul 11.00 WIB. 

  • Kurs Rupiah Dibuka Melemah, Intip Prediksinya Sepanjang Hari Ini – Page 3

    Kurs Rupiah Dibuka Melemah, Intip Prediksinya Sepanjang Hari Ini – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah melemah didorong kekhawatiran atas risiko perang dagang.

    “Seluruh mata uang utama Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS (Amerika Serikat), didorong oleh kekhawatiran yang kembali mencuat terkait risiko perang dagang,” ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (28/2/2025).

    Presiden AS Donald Trump disebut mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen terhadap mobil dan impor lainnya dari Uni Eropa (UE) dengan alasan bahwa blok itu dibuat untuk merugikan AS.

    Juru Bicara Komisi Eropa memberikan respon bahwa UE merupakan mitra dagang terbesar ketiga AS, serta siap bertindak tegas dan segera terhadap hambatan perdagangan yang tidak adil.

    “(Ini) mengisyaratkan kemungkinan tindakan balasan,” ungkap Josua.

    Pada Kamis (27/2), imbal hasil seri acuan untuk tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing tercatat sebesar 6,77 persen (+9 basis points/bps), 6,92 persen (+6 bps), 7,03 persen (+2 bps), dan 7,04 persen (+2 bps).

    Per 24 Februari 2025, kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah mencapai Rp893,3 triliun atau 14,5 persen dari total yang beredar. Angka ini mencerminkan arus masuk bersih sebesar Rp12 triliun secara bulanan dan Rp16,7 triliun sejak awal tahun.

    “USD/IDR diperkirakan akan berada di rentang Rp16.425 – Rp16.550 pada perdagangan hari Jumat ini,” kata dia.

    Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan Jumat di Jakarta melemah 89 poin atau 0,54 persen menjadi Rp16.543 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.454 per dolar AS.

     

     

  • Rupiah melemah didorong kekhawatiran atas risiko perang dagang

    Rupiah melemah didorong kekhawatiran atas risiko perang dagang

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah melemah didorong kekhawatiran atas risiko perang dagang.

    “Seluruh mata uang utama Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS (Amerika Serikat), didorong oleh kekhawatiran yang kembali mencuat terkait risiko perang dagang,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

    Presiden AS Donald Trump disebut mengancam akan memberlakukan tarif 25 persen terhadap mobil dan impor lainnya dari Uni Eropa (UE) dengan alasan bahwa blok itu dibuat untuk merugikan AS.

    Juru Bicara Komisi Eropa memberikan respon bahwa UE merupakan mitra dagang terbesar ketiga AS, serta siap bertindak tegas dan segera terhadap hambatan perdagangan yang tidak adil.

    “(Ini) mengisyaratkan kemungkinan tindakan balasan,” ungkap Josua.

    Pada Kamis (27/2), imbal hasil seri acuan untuk tenor 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan 20 tahun masing-masing tercatat sebesar 6,77 persen (+9 basis points/bps), 6,92 persen (+6 bps), 7,03 persen (+2 bps), dan 7,04 persen (+2 bps).

    Per 24 Februari 2025, kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah mencapai Rp893,3 triliun atau 14,5 persen dari total yang beredar. Angka ini mencerminkan arus masuk bersih sebesar Rp12 triliun secara bulanan dan Rp16,7 triliun sejak awal tahun.

    “USD/IDR diperkirakan akan berada di rentang Rp16.425 – Rp16.550 pada perdagangan hari Jumat ini,” kata dia.

    Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan Jumat di Jakarta melemah 89 poin atau 0,54 persen menjadi Rp16.543 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.454 per dolar AS.

    Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
    Editor: Evi Ratnawati
    Copyright © ANTARA 2025

  • Daftar Layanan yang Wajib Dimiliki Bank Emas – Page 3

    Daftar Layanan yang Wajib Dimiliki Bank Emas – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan layanan Bank Emas atau bullion bank pertama dalam sejarah Indonesia, pada Rabu (26/2/2025). Bank Emas ini dikelola oleh PT Pegadaian (Persero) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

    Ekonom Bank Permata Josua Pardede, menyoroti terkait layanan yang harus dimiliki oleh Bank Emas di Indonesia. Ia menyarankan agar Bank Emas mampu memberikan fasilitas penyimpanan emas yang dapat dimonetisasi (unallocated).

    “Sehingga emas yang disimpan bisa digunakan untuk pembiayaan oleh bank. Nasabah dapat memperoleh bunga atau bagi hasil dalam bentuk gramasi emas,” kata Josua kepada Liputan6.com, Kamis (27/2/2025).

    Selanjutnya, layanan yang harus dimiliki bank emas adalah pinjaman berbasis emas, dengan jaminan emas yang dikembalikan dalam bentuk emas.

    “Ini sangat relevan bagi UMKM dan industri perhiasan yang membutuhkan pembiayaan berbasis logam mulia,” katanya.

    Kemudian, kata Josua, Bank emas harus menyediakan fasilitas transaksi jual beli emas dalam bentuk batangan murni (bullion), yang memungkinkan perdagangan emas secara global melalui platform digital.

    Tak kalah penting, bank emas harus menyediakan Kustodian dan vaulting. Dengan menyediakan layanan penyimpanan emas yang aman dan terstandarisasi secara internasional dengan sistem keamanan tinggi, seperti layanan vaulting yang telah teruji di pasar global (misal: Brinks).

    Terakhir, bank emas harus memiliki layanan derivatif dan lindung nilai. Dengan menyediakan instrumen derivatif berbasis emas, seperti gold futures dan options yang dapat digunakan untuk hedging terhadap fluktuasi harga emas.

    Menurutnya, dengan kehadiran bank emas, Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat pasar emas domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menciptakan ekosistem keuangan berbasis emas yang terintegrasi dengan pasar global.

    “Namun, kesiapan regulasi, infrastruktur, dan edukasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasinya,” ujarnya.

     

  • Prabowo Resmikan Bank Emas, Simak Plus Minusnya bagi Ekonomi dan Masyarakat – Page 3

    Prabowo Resmikan Bank Emas, Simak Plus Minusnya bagi Ekonomi dan Masyarakat – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas perdana di Indonesia pada Rabu 26 Februari 2025. Ada dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dari terbitnya layanan bank emas ini yaitu PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

    Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan, bank emas atau bullion bank punya sejumlah kelebihan dan kelemahan bagi ekonomi dan masyarakat.

    Kelebihan 

    Pertama, bank emas dapat meningkatkan value creation dari rantai pasok emas di Indonesia dengan menahan gold holding di dalam negeri dan meningkatkan produksi keseluruhan dalam sektor manufaktur dan refinery emas.

    “Ini dapat menciptakan hingga 1,8 juta lapangan kerja langsung, tidak langsung, dan induksi di sektor terkait,” kata Josua kepada Liputan6.com, Kamis (27/2/2025).

    Kedua, adanya bank emas diperkirakan peningkatan money supply sebesar Rp 80,2 triliun pada 2029, yang dapat mendorong investasi khususnya bagi UMKM.

    Ketiga, bank emas menyediakan produk keuangan berbasis emas seperti simpanan emas (gold saving), pinjaman berbasis emas (gold lending), perdagangan emas (bullion trading), dan kustodian emas yang dapat memberikan alternatif investasi yang lebih aman (safe haven) dan tahan terhadap inflasi.

    Keempat, menurutnya, dengan memberikan akses lebih luas pada produk keuangan berbasis emas, bank emas berpotensi meningkatkan financial inclusion dan memperdalam pasar keuangan melalui indikator private credit to GDP dan market cap to GDP.

    Kekurangan 

    Namun, di balik kelebihannya, Josua menilai bank emas juga memiliki kelemahan, diantaranya harga emas yang fluktuatif dapat mempengaruhi nilai aset yang disimpan dalam bank emas, sehingga menambah risiko bagi nasabah yang tidak memiliki pemahaman investasi yang kuat.

    “Diperlukan regulasi yang matang dan pengawasan ketat untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem keuangan berbasis emas, mengingat adanya risiko manipulasi pasar dan pencucian uang (money laundering),” ujarnya.

    Selain itu, kebutuhan terhadap distribusi dan logistik yang aman serta vaulting (penyimpanan) yang terstandarisasi internasional (misalnya seperti Brinks) masih menjadi tantangan.

     

  • Rupiah melemah seiring kekhawatiran investor atas ekonomi global

    Rupiah melemah seiring kekhawatiran investor atas ekonomi global

    USD/IDR (dolar AS/rupiah) diperkirakan akan berada di rentang Rp16.325-Rp16.425 pada perdagangan hari Kamis ini

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah sejalan dengan kekhawatiran investor terhadap arah pertumbuhan ekonomi global.

    “Kekhawatiran ini tercermin dalam meningkatnya permintaan terhadap dolar AS (Amerika Serikat) di seluruh Asia,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Para pelaku pasar disebut masih mengevaluasi kondisi ekonomi AS, arah kebijakan moneter, serta perkembangan kondisi perang dagang dan geopolitik.

    Di samping itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan ekonomi AS lebih rentan daripada yang ditunjukkan oleh beberapa indikator seperti fluktuasi suku bunga, inflasi yang terus berlanjut, dan peran besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan lapangan kerja.

    Scott juga menyoroti pentingnya kebijakan tarif sebagai sumber penerimaan utama negara AS.

    Kini, investor menantikan estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan insight lebih lanjut mengenai prospek ekonomi AS.

    “USD/IDR (dolar AS/rupiah) diperkirakan akan berada di rentang Rp16.325-Rp16.425 pada perdagangan hari Kamis ini,” kata Josua.

    Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Kamis di Jakarta melemah 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.393 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.381 per dolar AS.

    Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Rupiah melemah seiring kekhawatiran investor atas ekonomi global

    Rupiah melemah seiring kekhawatiran investor atas ekonomi global

    USD/IDR (dolar AS/rupiah) diperkirakan akan berada di rentang Rp16.325-Rp16.425 pada perdagangan hari Kamis ini

    Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah sejalan dengan kekhawatiran investor terhadap arah pertumbuhan ekonomi global.

    “Kekhawatiran ini tercermin dalam meningkatnya permintaan terhadap dolar AS (Amerika Serikat) di seluruh Asia,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

    Para pelaku pasar disebut masih mengevaluasi kondisi ekonomi AS, arah kebijakan moneter, serta perkembangan kondisi perang dagang dan geopolitik.

    Di samping itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan ekonomi AS lebih rentan daripada yang ditunjukkan oleh beberapa indikator seperti fluktuasi suku bunga, inflasi yang terus berlanjut, dan peran besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan lapangan kerja.

    Scott juga menyoroti pentingnya kebijakan tarif sebagai sumber penerimaan utama negara AS.

    Kini, investor menantikan estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan insight lebih lanjut mengenai prospek ekonomi AS.

    “USD/IDR (dolar AS/rupiah) diperkirakan akan berada di rentang Rp16.325-Rp16.425 pada perdagangan hari Kamis ini,” kata Josua.

    Nilai tukar rupiah (kurs) pada pembukaan perdagangan hari Kamis di Jakarta melemah 12 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.393 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.381 per dolar AS.

    Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
    Editor: Kelik Dewanto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Pemerintah Mau Terbitkan SBN Perumahan, Ekonom Wanti-Wanti Risiko Crowding Out

    Pemerintah Mau Terbitkan SBN Perumahan, Ekonom Wanti-Wanti Risiko Crowding Out

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah berencana menerbitkan surat utang untuk pembiayaan program 3 juta rumah. Bank Indonesia bahkan berkomitmen membeli SBN Perumahan itu di pasar sekunder.

    Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede menilai langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) itu berpotensi menimbulkan efek crowding out atau berkurangnya investasi sektor swasta di sektor riil.

    “Pembelian SBN ini berisiko mendorong crowding out para investor bila tidak dilaksanakan secara hati-hati,” ujar Josua kepada Bisnis, Senin (24/2/2025).

    Di samping itu, dia berpendapat komitmen pembelian SBN Perumahan oleh BI di pasar sekunder itu bertujuan untuk untuk menjaga stabilitas risk premia obligasi domestik.

    Risk premia obligasi sendiri merujuk tambahan imbal hasil yang diminta investor sebagai kompensasi atas risiko yang lebih tinggi dalam berinvestasi di obligasi.

    “[Saat ini] ketidakpastian global masih tinggi akibat risiko perang dagang,” ingat Josua.

    Sejalan, Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo menilai pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada SBN Perumahan.

    Banjaran mendorong pemerintah mengembangkan skema pembiayaan lain. Menurutnya, penerbitan SBN Perumahan saja tidak akan cukup.

    “Mungkin perlu dikembangkan pola lain. Selain KPBU [Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha], ada DIRE [Dana Investasi Real Estat] misalnya,” jelasnya kepada Bisnis, Minggu (23/2/2025).

    KPBU sendiri merujuk skema pembiayaan di mana pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta, biasanya untuk membangun dan mengelola infrastruktur atau layanan publik.

    Sementara itu, DIRE merupakan bentuk investasi kolektif yang memungkinkan investor memiliki kepemilikan tidak langsung atas aset properti melalui pasar modal. Investasi DIRE bisa berbasis ekuitas maupun berbasis utang.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa APBN akan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar bisa mempunyai rumah pribadi.

    Untuk memaksimalkan upaya tersebut, sambungnya, Kementerian Keuangan berencana menerbitkan surat utang demi target tiga juta rumah bisa tercapai.

    “Kami hari ini juga berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan dalam mendukung MBR ini, dengan penerbitan surat berharga negara [SBN] perumahan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat pada Kamis (20/2/2025) malam.

    Menurut bendahara negara itu, pembiayaan melalui penerbitan SBN perumahan itu merupakan modifikasi dari skema FLPP atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan. Dengan demikian, target penerima manfaat bisa bertambah.

    Saat ini, pemerintah sudah memberikan dukungan 220.000 rumah bagi masyarakat berpendapatan rendah dalam bentuk FLPP. Hanya saja, Kementerian PKP mempunyai target hingga tiga juta rumah per tahun—bukan cuma 220.000.

    “Kami akan terus mengembangkan berbagai kreativitas financing [pembiayaan] bersama sehingga dari sisi APBN disiplin fiskalnya tetap terjaga namun responsif,” jelas Sri Mulyani.