Tag: Jorge Martin

  • Tim Lain Semakin Kuat, Ducati Pede Punya Bagnaia dan Marquez

    Tim Lain Semakin Kuat, Ducati Pede Punya Bagnaia dan Marquez

    Jakarta

    Ducati percaya diri menatap musim 2025 meskipun para pesaingnya bakal semakin kuat. Ducati merasa optimis lantaran memiliki Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di tim utama. Dua pebalap itu dipercaya bakal menjadi kandidat juara MotoGP tahun depan.

    Ducati memang berhasil mendapatkan Marquez, tapi di sisi lain pabrikan asal Borgo Panigale, Italia, itu juga kehilangan tiga pebalap bertalenta. Pertama, ada sang juara dunia MotoGP 2024 Jorge Martin dan Marco Bezzecchi yang hijrah ke Aprilia, selanjutnya ada nama Enea Bastianini yang bakal membela tim satelit KTM Tech3.

    Tak hanya kehilangan pebalap-pebalap terbaiknya, Ducati secara tak langsung juga memperkuat rival-rivalnya. Tentunya pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki Bezzechi, Martin, dan Bastianini selama di Ducati, sangat berguna di tim baru mereka.

    Di samping kehilangan pebalap, Ducati juga kehilangan mitra tim satelitnya, Pramac Racing. Pada musim 2025 Pramac Racing akan menjadi bagian tim satelit Yamaha. Maka artinya, Ducati hanya akan membalap dengan 6 rider dan 3 tim, dari sebelumnya 8 rider dan 4 tim.

    Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengaku tak masalah jika tim-tim lain semakin berkembang dan kuat. Kata Tardozzi, Ducati masih menjadi tim yang terkuat di MotoGP pada musim depan. Apalagi mereka memiliki Bagnaia dan Marquez.

    “Tentu saja kami memperhatikan hal itu. Tapi kami bisa mengambil risiko lebih besar dengan level motor kami saat ini. Dua pebalap tim pabrikan tahun depan adalah Marquez dan Bagnaia. Mereka akan sangat kuat dan akan meningkatkan performa motornya. Makanya kami tidak takut dengan KTM, Aprilia, atau Yamaha,” bilang Tardozzi dikutip Motosan.

    Pada musim depan, tim Ducati Lenovo dipastikan menjadi tim yang terkuat karena dihuni oleh peraih gelar juara dunia seperti Marquez yang memiliki 6 gelar MotoGP dan juga ‘Pecco’ Bagnaia yang mengoleksi 2 gelar MotoGP.

    “Dalam beberapa aspek, level Marquez berada di atas semua pebalap. Dia dan Pecco memiliki gaya mengemudi yang berbeda, di beberapa area Marquez lebih baik, di area lain Pecco jauh lebih baik. Pecco tidak terkalahkan dalam pengereman, tidak ada pebalap yang mengerem seperti dia,” jelas Tardozzi.

    (lua/din)

  • Pelajaran banjir dari Spanyol bagi pengelolaan lahan di Indonesia

    Pelajaran banjir dari Spanyol bagi pengelolaan lahan di Indonesia

    Jakarta (ANTARA) – Bagi Spanyol pentas kejuaraan dunia MotoGP 2024 telah menjadi saksi suka dan duka yang bergabung menjadi satu.

    Bangsa Spanyol layak bersukacita karena pada 17 November 2024 silam salah seorang anak bangsanya, Jorge Martin, dinobatkan sebagai Juara Dunia MotoGP 2024.

    Martin mampu mengalahkan pesaing terberatnya Francesco Bagnaia dari Italia yang juga Juara Dunia MotoGP 2022 dan 2023. Martin menjadi penghibur atas duka Spanyol karena banjir bandang dua pekan sebelumnya.

    Dua pekan sebelumnya, yakni pada 29-30 Oktober 2024, kota Valencia dan sekitarnya di Spanyol diterjang banjir dahsyat yang merengut nyawa 226 orang dengan kerugian ekonomi mencapai Rp342 triliun.

    Sirkuit MotoGP Valencia juga rusak berat sehingga pentas MotoGP dialihkan ke Kota Catalunya, Barcelona.

    Penyelanggara lantas membuat tema balapan ‘Solidarity GP of Barcelona 2024: Racing for Valencia’ dengan menyisihkan hasil penjualan tiket untuk korban banjir. Membeli tiket MotoGP bermakna menyumbang untuk Valencia.

    Banjir yang didorong oleh badai Dana itu memang tak terduga bagi masyarakat awam. Badan Cuaca Nasional Spanyol (Aemet) mencatat wilayah Valencia diguyur hujan yang jumlahnya di atas normal yaitu setara curah hujan dalam setahun hanya dalam waktu delapan jam.

    Tinggi curah hujan sebanyak 491 mm setara dengan volume 491 Liter air pada luasan satu meter persegi. Curah hujan tersebut termasuk dalam kategori hujan ekstrem (curah hujan > 150 mm).

    Akibatnya, bencana banjir bandang tidak dapat dihindari. Dalam sekejap wilayah Valencia bak danau besar yang menelan jalanan dan pemukiman setempat.

    Citra Satelit Landsat 9 dari United States Geological Survey (USGS) yang diolah oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) memantau area banjir sebelum dan sesudah kejadian banjir bandang.

    Dalam citra satelit itu, tampak wilayah yang terkena bencana berada di sekitar laguna Albufera. Aliran air sungai dari hulu menuju hilir begitu besar sehingga meluap menutupi sebagian besar wilayah hilir di Alzira.

    Wilayah terpapar banjir bandang seperti Andalusia, Murcia, dan Valencia yang merupakan pemasok hasil pertanian terbesar ke pasar Eropa menjadi terendam.

    Spanyol, negara dengan lahan pertanian terluas di Eropa. Di kala normal negara tersebut sangat membutuhkan air dengan jumlah yang sangat besar untuk menghidupi wilayah pertaniannya.
    Namun, ketika banjir besar terjadi, kapasitas lahan tak lagi mampu menopang jumlah air yang sangat melimpah.

    Spanyol memang sangat tergantung pada tanahnya. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah memperkirakan bahwa 74 persen wilayah di Spanyol telah mengalami proses gurunisasi dan 18 persen di antaranya telah mengalami proses gurun secara permanen.

    Dua bulan sebelum banjir bandang terjadi, sebuah saluran Youtube dengan nama Geografyi telah mengingatkan bahwa wilayah Spanyol akan diprediksi menjadi gurun karena proses gurunisasi.

    Maksud gurunisasi adalah terjadinya degradasi tanah. Hal itu merupakan sebuah proses menurunnya kesuburan dan kualitas, serta kemampuan tanah.

    Degradasi lahan mengancam keberlangsungan kehidupan pada lahan-lahan pertanian. Semula lahan-lahan di Spanyol merupakan kebun tanaman tahunan yang tidak membutuhkan air banyak seperti zaitun, jeruk, dan anggur.

    Kini lahan-lahan tersebut telah berubah secara masif menjadi lahan pertanian tanaman pangan semusim yang sangat membutuhkan banyak air. Spanyol memenuhi kebutuhan itu melalui saluran irigasi.

    Kebutuhan air bersih di Spanyol semakin meningkat dengan bertambahnya penduduk dan perluasan lahan pertanian semusim.

    Perencanaan yang kurang cermat membuat ketika terjadi badai Dana, maka lahan tak mampu meresapkan air ke dalam tanah atau menahan air meluap ke luar jaringan irigasi.

    Kondisi di wilayah hulu Spanyol yang sudah mengalami perubahan drastis memperparah keadaan saat curah hujan ekstrem terjadi yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang tersebut.

    Kondisi tanah di Indonesia

    Potensi banjir bandang juga banyak terjadi di wilayah Indonesia. Tanah-tanah di Indonesia didominasi oleh tanah-tanah vulkanik yang bersifat muda terutama di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan di Kalimantan wilayahnya didominasi bentang lahan tektonik yang berbahan induk batuliat dan batupasir di daerah hulu dan alluvial di daerah hilir.

    Lahan-lahan tersebut awalnya banyak yang berupa hutan, terutama di Pulau Kalimantan sebelumnya berupa hutan hujan tropis dan terkenal menjadi paru-paru dunia.

    Lazimnya di wilayah yang sebelumnya berupa hutan hujan tropis terdapat siklus curah hujan yang tinggi.

    Ketika hutan-hutan primer masih hijau dengan fungsi yang baik sebagai penyeimbang alam, potensi banjir dari curah hujan ekstrem dan di atas normal dapat dihindari.

    Kini luas hutan primer sudah semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. Hutan sekunder yang ada saat ini tidak lagi mampu menanggung beban alam jika terjadi kejadian hujan di atas normal.

    Demikian pula telah terjadi percepatan alih fungsi lahan di wilayah hulu yang sangat masif. Banjir bandang dapat berpotensi terjadi di masa depan jika manusia, si pengelola Bumi, abai dalam masalah kerusakan lingkungan.

    Terlebih pada Januari hingga Maret 2025 diperkirakan La Nina tiba di Indonesia, musim basah, sehingga persiapan mencegah bencana layak dilakukan.

    Pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan, perkebunan, permukiman, perdesaan, perkotaan, dan industri mesti dirancang mengikuti kaidah lingkungan agar keberlanjutan tetap dapat dijaga.

    Manusia seringkali lupa atas historis lahan-lahan tersebut sebelum dialihfungsikan, sehingga alam kemudian mengembalikannya sedemikian rupa melalui caranya sendiri.

    Hal penting dan pelajaran yang dapat diambil dari kasus banjir bandang Spanyol adalah pentingnya memahami sejarah sebuah lahan sebagai bekal menjaga kualitas serta kemampuan lahan yang beralih fungsi.

    Kemudian pengembangan lahan pertanian, permukiman, perdesaan, perkotaan bahkan kawasan industri idealnya tetap mempertahankan tanaman tahunan di sekitarnya sebagai penyangga.

    Lalu penting dilakukan percepatan reboisasi dan reklamasi yang secara parsial dan terukur; dan hindari kebijakan perubahan bentang lahan secara mendadak dalam skala luas dan masif.

    Perubahan bentang alam sebaiknya lakukan secara bertahap sesuai dengan daya dukung lahan dan lingkungan setempat serta pembangunan kawasan penyangganya. Dengan pelajaran tersebut bencana banjir bandang dapat dihindari di kemudian hari.

    *) Penulis adalah Peneliti di Pusat Riset Tanaman Pangan, BRIN.

    Copyright © ANTARA 2024

  • Kesan Martin Jajal Motor Aprilia, Beda dari Ducati

    Kesan Martin Jajal Motor Aprilia, Beda dari Ducati

    Jakarta

    Jorge Martin sudah menjajal Aprilia RS-GP paling mutakhir. Kesan juara dunia MotoGP 2024 itu ternyata tidak buruk-buruk amat.

    Beberapa kali Martin harus adaptasi dengan motor asal pabrikan Noale tersebut. Ketika start misalnya, motornya sempat gecol alias tidak stabil. Kebetulan di sampingnya ada Maverick Vinales yang menggeber KTM RC-16, Top Gun cuma geleng-geleng.

    Martin baru saja memenangkan kejuaraan dengan motor paling superior di atas lintasan, Ducati Desmosedici GP24. Kini dia harus berjuang dengan motor yang diwariskan oleh sahabatnya, Aleix Espargaro.

    Di sisi lain, Aprilia RS-GP punya potensi sebagai kompetitor terdekat Ducati. Buktinya Maverick Vinales bisa menyapu bersih kemenangan sprint dan main race di MotoGP Amerika 2024.

    Martin menyanjung debut perdananya bersama Aprilia. Menurutnya motor Aprilia punya sejumlah keunggulan dan kekurangan dibanding Ducati.

    “Aprilia yang bagus itu area depan, lebih baik dari Ducati,” kata Martin dikutip dari GPone, Kamis (21/11/2024).

    “Saya langsung nyaman saat di tikungan, punya perasaan yang bagus. Semua map perlu diselesaikan,” kata dia lagi.

    Pebalap Spanyol itu menguji RS-GP spesifikasi 2024 dan 2025, menyelesaikan total 77 putaran. Dia berada di posisi ke-11 pada catatan waktu. Martin sempat mengalami kecelakaan kecil di akhir sesi.

    “Faktanya motor agak sedikit naik ke depan. Kami harus tetap menjaganya agar tetap rendah,” kata Martin.”Saya kehilangan sesuatu saat masuk (tikungan), bersama Ducati, terasa lebih cepat.”

    “Saya kehilangan banyak waktu sekarang, di tikungan 12, masuk gigi dua, saya merasakan banyak tenaga, namun cenderung wheelie,” kata Martin lagi. Fabiano Sterlacchini yang menggantikan Romano Albesiano sebagai Direktur Teknis di Aprilia memberi penilaian awal setelah debut Martin.

    “Saya pikir fakta bahwa kami memiliki Jorge, yang datang dari motor perebutan gelar dunia dan dia adalah pebalap perebutan gelar dunia, adalah peluang besar karena kami memiliki referensi dan kami dapat memahami dengan lebih jelas aspek-aspek yang harus kami fokuskan,” katanya kepada media, termasuk Crash.net, pada hari Selasa.

    “Saya pikir dalam waktu singkat kita bekerja bersama, kemarin [selama] setengah hari dan hari ini, dia adalah gabungan antara seorang juara dan seorang pemimpin.

    “Dan, sejujurnya, sungguh menakjubkan cara dia mendekati pekerjaannya. Jadi, sangat bagus.”

    (riar/rgr)

  • Sama-sama Juara MotoGP dengan Tim Satelit, Martin Bisa Disejajarkan Rossi?

    Sama-sama Juara MotoGP dengan Tim Satelit, Martin Bisa Disejajarkan Rossi?

    Jakarta

    Jorge Martin berhasil memecahkan rekor sebagai pebalap tim satelit pertama yang menjuarai MotoGP di era modern. Tapi kilas balik ke belakang, legenda MotoGP Valentino Rossi juga pernah juara ‘MotoGP’ saat masih bernama GP500, bersama tim satelit Nastro Azzuro Honda pada tahun 2001. Apakah Martin bisa disejajarkan Rossi?

    Perdebatan muncul di kalangan netizen soal perbandingan Martin dengan Rossi yang sama-sama menjuarai balap motor kasta tertinggi bersama tim satelit. Ada yang bilang, Martin tidak bisa disejajarkan Rossi karena beberapa alasan, salah satunya adalah anggapan bahwa Martin didukung penuh pabrikan, sementara Rossi tidak.

    “Hebatnya (Martin) dimana, sama-sama pakai motor gp24 persis yg digunakan tim pabrikan, beda sama rossi yang bener-bener tim satelit dan beda motor sama pabrikan,” komentar akun @server*** di unggahan Instagram @officialmotogpt7.

    Valentino Rossi saat membela tim satelit Nastro Azzuro Honda Foto: Robert Cianflone

    “Beda kelas, rossi pindah karena skillnya dianggap berada dibawah dari performa motor, sedangkan martin, motornya lah yang mendominasi di semua balapan,” bilang akun @kira*** mengomentari salah satu berita detikOto.

    Apakah benar Rossi tidak diberi keistimewaan oleh Honda, layaknya keistimewaan yang diberikan Ducati kepada Martin?

    Mengutip laman Crash, Valentino Rossi sebenarnya juga mendapatkan keistimewaan seperti yang didapatkan Martin bersama Pramac Racing. Ya, kendati membalap buat tim satelit Honda, Rossi tetap mendapatkan motor NSR500 spek pabrikan sama seperti yang dipakai Tadayuki Okada, Sete Gibernau, dan Alex Criville di tim factory Repsol Honda kala itu.

    Selain itu, Rossi juga mendapatkan dukungan penuh dari prinsipal Honda agar motornya kompetitif, yakni dengan mempekerjakan mantan mekanik Mick Doohan seperti Alex Briggs dan Jeremy Burgess. Mick Doohan adalah legenda Honda yang telah mengoleksi lima gelar GP500 sepanjang kariernya. Doohan pensiun pada tahun 1999.

    Jorge Martin Foto: REUTERS/Pablo Morano

    Dengan kombinasi motor spek pabrikan dan mekanik ahli berpengalaman, Rossi berhasil menjuarai GP500 (kelas MotoGP zaman dulu) pada tahun 2001. Sejak musim 2002, barulah Rossi benar-benar membela tim pabrikan Repsol Honda hingga tahun 2003. Bersama Repsol Honda, Rossi menjuarai MotoGP era modern dengan mesin 4 tak 900 cc.

    Jadi situasinya sama seperti Martin yang menjuarai MotoGP bareng tim satelit Pramac Racing. Selama membalap buat tim Pramac, Martin juga mendapatkan dukungan penuh dari pabrikan Ducati. Martin mendapatkan Ducati Desmosedici spek pabrikan seperti yang dipakai Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini di tim factory Ducati Lenovo.

    Martin juga mendapat dukungan langsung dari mekanik-mekanik ahli Ducati. “Martin adalah rider Ducati. Pramac mendapat dukungan penuh dari Ducati dengan motor Ducati spek pabrikan. Juga ada tujuh orang Ducati yang bekerja di sana,” ungkap manajer tim Ducati, Davide Tardozzi.

    Jorge Martin bersama tim satelit Pramac Racing Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    (lua/rgr)

  • Sama-sama Juara MotoGP dengan Tim Satelit, Martin Bisa Disejajarkan Rossi?

    Daftar Juara Dunia MotoGP 2000-2024, Pebalap dari Tim Jepang Masih Dominan!

    Jakarta

    Pebalap Pramac Racing asal Spanyol, Jorge Martin keluar sebagai juara dunia MotoGP 2024. Martin melanjutkan kisah sukses Ducati selama tiga musim terakhir. Berikut kami rangkum daftar juara dunia MotoGP sejak musim 2000 hingga 2024!

    Sebagai catatan, Martin hanya butuh tiga kemenangan di balapan inti (race) untuk menjadi juara dunia MotoGP 2024. Namun, dia banyak mengumpulkan poin melalui sesi Sprint Race atau balapan pendek.

    Martin menjadi rider pertama sejak 2001 yang juara dunia bersama tim satelit. The Martinator mematahkan rekor legenda Italia, Valentino Rossi yang telah bertahan selama 23 tahun!

    Daftar juara dunia MotoGP 2000-2024. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

    Martin menjadi pebalap Spanyol keempat yang meraih juara dunia di era MotoGP. Martin mengikuti jejak pendahulunya seperti Marc Marquez, Joan Mir dan Jorge Lorenzo.

    Dalam catatan kami, dikutip dari laman resmi MotoGP, tim Jepang masih mendominasi daftar juara musim 2000 hingga 2024. Bahkan, dari 25 edisi terakhir, tim gabungan Honda-Suzuki-Yamaha menyumbang 21 juara dunia.

    Daftar juara dunia MotoGP 2000-2024. Foto: Getty Images/Ryan Pierse

    Sementara Valentino Rossi dan Marc Marquez masih menjadi dua nama dengan jumlah gelar terbanyak di periode tersebut. Biar tak penasaran, berikut detikOto rangkum daftar lengkapnya.

    Daftar Juara Dunia MotoGP 2000-20242024 – Jorge Martin (Ducati)2023 – Francesco Bagnaia (Ducati)2022 – Francesco Bagnaia (Ducati)2021 – Fabio Quartararo (Yamaha)2020 – Joan Mir (Suzuki)2019 – Marc Marquez (Honda)2018 – Marc Marquez (Honda)2017 – Marc Marquez (Honda)2016 – Marc Marquez (Honda)2015 – Jorge Lorenzo (Yamaha)2014 – Marc Marquez (Honda)2013 – Marc Marquez (Honda)2012 – Jorge Lorenzo (Yamaha)2011 – Casey Stoner (Honda)2010 – Jorge Lorenzo (Yamaha)2009 – Valentino Rossi (Yamaha)2008 – Valentino Rossi (Yamaha)2007 – Casey Stoner (Ducati)2006 – Nicky Hayden (Honda)2005 – Valentino Rossi (Yamaha)2004 – Valentino Rossi (Yamaha)2003 – Valentino Rossi (Honda)2002 – Valentino Rossi (Honda)2001 – Valentino Rossi (Honda)2000 – Kenny Roberts Jr (Suzuki).

    (sfn/dry)

  • Balasan Menohok Espargaro Usai Disindir Gagalkan Misi Terakhir Bastianini

    Balasan Menohok Espargaro Usai Disindir Gagalkan Misi Terakhir Bastianini

    Jakarta

    Enea Bastianini kesal betul tidak bisa mengakhiri musim sesuai ekspektasinya. Padahal rider Ducati Lenovo itu ingin menempati posisi tiga klasemen akhir MotoGP 2024 sebagai perpisahan.

    Bastianini menilai Aleix Espargaro yang notabenenya bukan rekan setim Jorge Martin tidak semestinya ikut bertarung di garis depan, apalagi sampai menahan laju pebalap di belakangnya.

    Seperti diketahui dalam seri pamungkas MotoGP 2024,Francesco Bagnaia, Marc Marquez, Martin, dan Bastianini langsung ngacir di depan. Espargaro pun menguntit dari belakang.

    Bastianini dan Espargaro kerap terlibat duel untuk berebut posisi empat. Waktu yang dihabiskan untuk berduel itu bikin rider teratas melaju meninggalkan Bastianini. Padahal Italiano itu punya kans mengalahkan Marquez.

    Dalam prosesnya, Bastianini melebar pada lap delapan. Dia merosot ke posisi 8.

    Espargaro merebut posisi empat. Dia lantas menahan laju dan serangan Alex Marquez.

    Namun hingga akhir balapan, Alex Marquez bisa menyalip Espargaro dan finis keempat. Sedangkan Espargaro melengkapi pebalap lima teratas. Kemudian Bastianini finis di posisi tujuh.

    “Aku sama sekali tidak senang dengan apa yang dilakukan Aleix. Buatku, itu tidak benar. Ia bukan rekan satu timnya (Martin). Itu sama sekali tidak bersih,” kata Bastianini seperti dilansir Crash.net.

    “Tanpa duel dengan Aleix, mungkin aku bisa membuat hasil lebih baik. Ia menjalani seluruh balapan untuk Martin! Tentu saja, ia kan berteman dengan Jorge. Tapi seharusnya tidak boleh begini,” ucapnya.

    Dengan hasil tersebut, Bastianini menyudahi musim di posisi keempat. Ia harus merelakan posisi ketiga di klasemen MotoGP ditempati Marc Marquez, yang finis kedua dalam balapan pamungkas.

    “Aku sama sekali tidak senang dengan apa yang terjadi hari ini. Itu adalah race terakhirku dengan Ducati dan aku tidak menjalani balapan sesuai harapan,” ujar Bastianini.

    Espargaro memang bukan rekan setim Martin, tapi dia punya kedekatan dengan Martin. Bahkan Espargaro pernah memberi tumpangan rumah hingga materi balap secara gratis saat Martin masih memulai kariernya. Espargaro pun membalas tudingan Bastianini.

    “Mengenai Enea (Bastianini), bilang padanya bahwa saya menunggu dia bertarung di lap terakhir untuk memperebutkan podium, tapi saya tidak melihatnya,” kata Espargaro.

    (riar/dry)

  • Sama-sama Juara MotoGP dengan Tim Satelit, Martin Bisa Disejajarkan Rossi?

    Bos Ducati vs Bos Aprilia soal Nomor 1 di Motor MotoGP

    Jakarta

    Bos Aprilia angkat bicara soal penggunaan nomor motor 1 di Aprilia yang bisa dibawa Jorge Martin. Kata Massimo Rivola, pihaknya tak ambil pusing soal nomor motor itu.

    Nomor motor 1 di MotoGP untuk musim 2025 masih misteri. Untuk diketahui, nomor motor 1 itu tak bisa digunakan sembarang pebalap. Nomor motor 1 hanya boleh dipergunakan oleh juara MotoGP di tiap musimnya.

    Untuk musim 2025, pebalap yang berhak menggunakan nomor motor 1 adalah Jorge Martin. Menariknya, nomor 1 itu bisa digunakan Martin pada motor Aprilia RS-GP. Padahal, gelar juara didapat saat Martin perkasa menunggangi Ducati Desmosedici GP24. Manajer tim Ducati Davide Tardozzi meyakini nomor 1 itu akan diboyong Martin. Tapi baginya Ducati tak mempermasalahkan hal itu. Toh, nomor itu didapat saat Martin menunggangi motor pabrikan Borgo Panigale bukan saat bersama Aprilia.

    “Kalau Aprilia mau menggunakan nomor satu, kita lihat nanti apa mereka bisa mempertahankannya musim depan,” ungkap Tardozzi dikutip dari laman MotoGP.

    [Gambas:Instagram]

    Bos Aprilia Massimo Rivola pun buka suara soal komentar Tardozzi itu. Menurut Rivola, Aprilia tidak ambil pusing soal nomor motor Jorge Martin.

    “Saya pikir kami menghabiskan (waktu) lebih sedikit dari mereka untuk urusan nomor,” ujar Rivola.

    Martin saat ini memang belum memutuskan soal nomor pada motornya. Pada sesi tes pramusim, Martin masih terlihat menggunakan nomor 89 seperti digunakan di Ducati dulu. Sementara Francesco Bagnaia, terlihat sudah melepas angka 1 di motornya. Bagnaia pun kembali menggunakan nomor motor 63.

    Pebalap MotoGP yang Menggunakan Nomor 1 di Motor

    Sebagai catatan, tidak banyak pebalap yang menggunakan nomor 1 setelah menjadi juara balap motor kelas premier tersebut. Ada Wayne Rainey yang membela tim pabrikan Yamaha pada tahun 1991-1993. Berlanjut Ada Kevin Schwantz dari tim pabrikan Suzuki pada tahun 1994. Kemudian ada Mick Doohan saat membela Repsol Honda tahun 1995-1999.

    Alex Criville yang membela Repsol Honda pada tahun 2000 juga terlihat mengenakan nomor motor 1. Kenny Roberts Jr bersama Telefonica Movistar Suzuki pada tahun 2001 juga mengganti dengan nomor motor 1. Nicky Hayden yang menjadi jawara tahun 2006 mengganti nomor motornya dari 69 jadi 1 pada tahun 2007.

    Casey Stoner pun demikian. Pada tahun 2007, bersama dengan Ducati Team pebalap Australia itu mengenakan nomor motor 1. Jorge Lorenzo kemudian ikut di dalam klub elit pengguna nomor 1 pada tahun 2011. Nomor 1 terakhir kali digunakan pada tahun 2012 oleh Casey Stoner saat bersama Repsol Honda. Selanjutnya ada Francesco Bagnaia yang menggunakan nomor motor 1 pada musim 2022 dan 2023.

    (dry/rgr)

  • Hasil Tes Resmi MotoGP di Barcelona: Quartararo Kedua, Marquez Keempat

    Hasil Tes Resmi MotoGP di Barcelona: Quartararo Kedua, Marquez Keempat

    Jakarta

    Tes resmi MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona, dilaksanakan pada Selasa (19/11) kemarin. Hasilnya, Alex Marquez berhasil menjadi rider yang tercepat, diikuti oleh Fabio Quartararo di urutan kedua, dan Francesco Bagnaia di tempat ketiga, lalu Marc Marquez di posisi keempat.

    Para pebalap dan tim MotoGP langsung tancap gas melakukan pengetesan untuk menghadapi musim baru. Banyak pebalap berganti tim, seperti Jorge Martin dan juga Marco Bezzecchi yang kini balapan buat Aprilia Racing, Marquez yang pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo, hingga Jack Miller dan Miguel Oliveira yang membela Pramac Yamaha.

    Fabio Quartararo Foto: dok. Yamaha Motor Racing Srl

    Jangan lupa, ada dua nama pebalap debutan yang baru naik kelas dari Moto2. Dia adalah sang juara Moto2 2024 Ai Ogura yang membela tim satelit Aprilia Trackhouse, serta Somkiat Chantra yang menggantikan posisi Takaaki Nakagami di LCR Honda, dan Fermin Aldeguer yang bakal membela Gresini Racing.

    Pebalap Gresini Racing Alex Marquez berhasil mencatatkan waktu putaran tercepat 1 menit 38,803 detik. Yamaha juga mulai unjuk gigi menghadapi musim baru dan ridernya Fabio Quartararo berhasil menjadi yang tercepat kedua dengan gap 0,396 detik. Yamaha diketahui menggunakan sasis baru pada tes tersebut.

    Duo pebalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez mengisi pos ketiga dan keempat dengan selisih waktu masing-masing 0,595 detik dan 0,651 detik. Pada tes MotoGP di Barcelona, Bagnaia menggunakan atribut motor dan wearpack berwarna serba putih, sementara Marquez menggunakan warna dominan merah.

    Bagaimana kabar sang juara dunia MotoGP 2024 yang kini membela Aprilia Racing, Jorge Martin? Tampaknya Martin masih membutuhkan adaptasi dengan motor barunya. Dia hanya bisa menempati posisi kesebelas dengan gap 1,056 detik.

    Hasil Tes Resmi MotoGP di Barcelona (19/11/2024)

    1. = Alex Marquez SPA Gresini Ducati (GP24) 1:38.803s 36/61 347.2
    2. = Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.396s 44/75 348.3
    3. = Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP24/25) +0.595s 14/58 352.9
    4. ^4 Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP24/25) +0.651s 47/49 351.7
    5. ^4 Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP24) +0.668s 76/82 349.5
    6. ^6 Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +0.705s 56/62 351.7
    7. ˅3 Franco Morbidelli ITA VR46 Ducati (GP24) +0.762s 31/52 346.1
    8. ˅3 Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.765s 54/60 343.9
    9. ˅3 Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.768s 28/72 351.7
    10. ˅3 Johann Zarco FRA LCR Honda (RC213V) +0.813s 37/65 343.9
    11. ˅1 Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.056s 44/77 349.5
    12. ˅1 Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.084s 56/74 354.0
    13. = Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.192s 62/84 349.5
    14. = Aleix Espargaro SPA Honda Test Rider (RC213V) +1.204s 40/50 342.8
    15. ^3 Joan Mir SPA Repsol Honda (RC213V) +1.267s 60/67 343.9
    16. ˅1 Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.279s 48/55 350.6
    17. ˅1 Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.335s 55/60 345.0
    18. ˅1 Luca Marini ITA Repsol Honda (RC213V) +1.429s 33/57 346.1
    19. = Michele Pirro ITA Ducati Test Rider (GP24/5) +1.683s 45/69 345.0
    20. = Fermin Aldeguer SPA Gresini Ducati (GP24)* +1.761s 51/58 347.2
    21. = Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP24)* +2.143s 55/86 347.2
    22. = Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +2.222s 51/71 342.8
    23. = Somkiat Chantra THA LCR Honda (RC213V)* +2.492s 49/61 342.8
    24. = Lorenzo Savadori ITA Aprilia Test Rider (RS-GP24/25) +8.793s 7/13 342.8

    (lua/din)

  • MotoGP 2025 Resmi Dimulai, Martin-Marquez Pakai Seragam Baru

    MotoGP 2025 Resmi Dimulai, Martin-Marquez Pakai Seragam Baru

    Jakarta

    Rangkaian MotoGP 2025 resmi dimulai dengan sesi Official Test di Barcelona, Selasa (19/11/2024) waktu setempat. Para pebalap menjajal motor barunya untuk pertama kali. Beberapa pebalap yang pindah tim juga menjajal seragam barunya.

    Kesempatan pertama, sang juara dunia Jorge Martin mencoba Aprilia RS-GP 2025 terbaru. Ia tampak tetap menggunakan nomor #89 di bagian sisi motornya dan di baju balapnya. Tapi di bagian depan motornya, Jorge Martin hanya menampilkan dua bintang.

    Martin menguji motor Aprilia tahun 2024 dan 2025. Tapi, juara dunia MotoGP 2024 itu mengalami kecelakaan awal di Tikungan 5. Rekan setim barunya Marco Bezzecchi memiliki rangkaian item yang sama untuk dicoba.

    Pendatang baru Ai Ogura yang kini menjadi rider Tim MotoGP Trackhouse menyelesaikan langkah pertamanya ke kelas utama. Meskipun mengalami kecelakaan pertama di Tikungan 2 pada pagi hari, ia berhasil menyelesaikan 86 putaran sepanjang hari dan finis tepat di belakang sesama pendatang baru Fermin Aldeguer (Gresini Racing MotoGP).

    Yang menjadi sorotan adalah seragam baru untuk Marc Marquez. Marquez yang kini menjadi pebalap tim pabrikan Ducati menggunakan seragam serba merah. Motornya juga dilabur serba merah. ‘Todo al rojo’ atau serba merah adalah frasa yang digunakan Marc Marquez saat Juara Dunia delapan kali itu melakoni debut pabrikan Ducati.

    Dengan desain warna merah khusus dari ujung kepala hingga ujung kaki, pebalap #93 itu menjajal GP24 dan GP25 baru. Marquez mengakhiri sesi sebagai yang tercepat keempat. Marquez juga menjelaskan setelah uji coba bahwa ia dan Pecco memberikan umpan balik yang sama tentang motor baru itu, awal kerja sama yang baik untuk tim pabrikan Ducati.

    Di sisi lain, Bagnaia tampil dengan warna putih. Juara Dunia 2022 dan 2023 itu mengendarai motor putih mirip Casey Stoner di balapan Phillip Island 2009. Pecco Bagnaia kini kembali menggunakan nomor #63 setelah gagal jadi juara dunia. Bagnaia juga mengendarai GP24 dan GP25. Dia jadi yang tercepat ketiga di sesi tes kemarin.

    Beberapa rider lain yang pindah tim seperti Enea Bastianini, Maverick Vinales, Jack Miller, hingga Miguel Oliveira juga menjajal seragam dan motor baru. Begitu juga pebalap Thailand Somkia Chantra yang naik kelas dari Moto2 ke MotoGP dan bergabung dengan tim Idemitsu Honda LCR.

    Hasil Tes MotoGP Barcelona hari pertama, Selasa (19/11/2024):

    Alex Marquez Gresini Ducati (GP24) 1:38.803 36/61 lapFabio Quartararo Monster Yamaha (YZR-M1) +0.396s 44/75 lapFrancesco Bagnaia Ducati Lenovo (GP24/25) +0.595s 14/58 lapMarc Marquez Ducati Lenovo (GP24/25) +0.651s 47/49 lapRaul Fernandez Trackhouse Aprilia (RS-GP24) +0.668s 76/82 lapBrad Binder Red Bull KTM (RC16) +0.705s 56/62 lapFranco Morbidelli VR46 Ducati (GP24) +0.762s 31/52 lapAlex Rins Monster Yamaha (YZR-M1) +0.765s 54/60 lapPedro Acosta Red Bull KTM (RC16) +0.768s 28/72 lapJohann Zarco LCR Honda (RC213V) +0.813s 37/65 lapJorge Martin Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.056s 44/77 lapMaverick Viñales Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.084s 56/74 lapMarco Bezzecchi Aprilia Racing (RS-GP24/25) +1.192s 62/84 lapAleix Espargaro Honda Test Rider (RC213V) +1.204s 40/50 lapJoan Mir Repsol Honda (RC213V) +1.267s 60/67 lapEnea Bastianini Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.279s 48/55 lapMiguel Oliveira Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.335s 55/60 lapLuca Marini Repsol Honda (RC213V) +1.429s 33/57 lapMichele Pirro Ducati Test Rider (GP24/5) +1.683s 45/69 lapFermin Aldeguer Gresini Ducati (GP24) +1.761s 51/58 lapAi Ogura Trackhouse Aprilia (RS-GP24) +2.143s 55/86 lapJack Miller Pramac Yamaha (YZR-M1) +2.222s 51/71 lapSomkiat Chantra LCR Honda (RC213V) +2.492s 49/61 lapLorenzo Savadori Aprilia Test Rider (RS-GP24/25) +8.793s 7/13 lap.

    (rgr/din)

  • Kata Martin soal Nomor Motor ‘1’ usai Juara MotoGP 2024

    Kata Martin soal Nomor Motor ‘1’ usai Juara MotoGP 2024

    Jakarta

    Sebagai juara MotoGP 2024, Jorge Martin berhak menggunakan nomor 1 di tim barunya, Aprilia Racing, pada balap musim depan. Meski begitu, Martin tampaknya belum pasti menyematkan angka keramat tersebut di motor barunya nanti.

    Saat merayakan gelar juara dunia MotoGP di Barcelona pada hari Minggu lalu, Martin dengan antusias memasang nomor emas #1 di Ducati Desmosedici tunggangannya. Tapi ketika berbicara setelahnya, Martin belum pasti menggunakan nomor tersebut di Aprilia.

    “Bagaimana menurutmu?,” ujar Martin dikutip dari Crash. “Menurutku sekarang saatnya merayakan momen ini. Aku tidak ingin memikirkan tahun depan. Hari ini kami adalah nomor satu dan kami akan mencoba memenangkan pesta kejuaraan hari ini juga! Saya ingin menikmati momen ini. Kita punya waktu untuk memikirkan ini (#1) dan mari kita lihat nanti,” sambung pebalap bernomor 89 itu.

    Sebagai informasi, Martin akan melakoni debutnya bersama Aprilia MotoGP pada tes pascabalapan hari Selasa (19/11) ini di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Sebelumnya Ducati sudah mengizinkan Martin menggunakan nomor satu di tim barunya.

    “Jelas jika Jorge memenangi gelar, dia mungkin akan menggunakan nomor satu, karena itu adalah sesuatu yang tidak bisa didapatkan setiap hari,” ungkap manajer tim Ducati Davide Tardozzi dalam wawancaranya dengan TNT Sport.

    “Jadi, dia pasti menginginkan nomor satu di motornya. Tapi di catatan MotoGP, tetap akan tertulis Jorge Martin-Ducati. Jadi, nomor satu itu untuk rider, tapi mesinnya Ducati,” sambung pria asal Italia itu.

    “Bagi kami bukan masalah (jika Martin mau pakai nomor satu di Aprila). Kami akan berusaha keras merebutnya kembali (nomor satu) pada tahun 2026,” tambah Tardozzi lagi.

    Juara MotoGP 2024 dan Rekor Jorge Martin

    Jorge Martin berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP 2024 usai finis di urutan ketiga pada balapan MotoGP Barcelona yang berlangsung Minggu, 17 November 2024. Rider Spanyol itu meraup total 508 poin sepanjang musim 2024, unggul 10 poin dari Francesco Bagnaia yang harus puas jadi runner-up.

    Keberhasilan Jorge Martin menyabet titel juara dunia MotoGP juga sekaligus mencatatkan beberapa rekor, salah satunya adalah mematahkan hegemoni tim pabrikan di MotoGP. Diketahui, Martin menjadi pebalap tim satelit atau pebalap non-pabrikan pertama yang mampu merengkuh gelar juara dunia sejak era MotoGP modern.

    “Saya tidak tahu harus bicara apa, saya begitu terguncang. Gelar juara ini untuk keluarga saya, orang-orang yang mendukung saya, ini untuk mereka. Saya mulai menangis di akhir balapan, ini adalah balapan yang begitu emosional. Ini adalah perjalanan yang panjang, banyak kecelakaan, cedera, tetapi akhirnya kita berada di sini,” ucap Martin.

    Keberhasilan Martin menjuarai MotoGP 2024 juga mendapatkan sambutan dari Motul selaku sponsor dan partner Martin dan Pramac Racing di MotoGP.

    “Kolaborasi Motul dengan Pramac Racing dan Jorge Martin tidak hanya sebatas memenangkan balapan, namun dari balapan MotoGP ini Motul juga senantiasa mengembangkan inovasi teknologi pelumas yang diaplikasikan untuk penggunaan kendaraan harian,” ungkap Lutfi Ilhamy, Managing Director PT Motul Indonesia Energy (MIE).

    “Di seri Barcelona ini, Motul juga jadi tittle sponsor. Selain mengedepankan solidaritas, keberhasilan Jorge Martin menjadi juara dunia di GP Barcelona juga menyempurnakan pencapaian Motul di musim 2024 baik dari kejuaraan balapan, maupun dari sisi bisnis Motul secara global,” pungkas Lutfi.

    (lua/dry)