Tag: Jorge Martin

  • Replika Motor MotoGP Bagnaia-Martin Masuk RI, Tak Sembarang Orang Bisa Beli

    Replika Motor MotoGP Bagnaia-Martin Masuk RI, Tak Sembarang Orang Bisa Beli

    Jakarta

    Ducati meluncurkan lima motor Ducati Panigale replika balap dan juara dunia di Indonesia. Namun, motor ini tidak bisa dibeli secara sembarangan. Kelima motor Ducati replika motor balap tersebut sudah ada pemiliknya.

    Panigale Replika Balap ini turut merepresentasikan pencapaian, kemajuan teknologi modern dan seni dalam dunia otomotif. Kelima replika tersebut kini menjadi bagian dari koleksi prestisius milik Jimmy Budhijanto, seorang Top Ducatisti sekaligus CEO Ducati Indonesia. Menurutnya, ada kriteria tertentu untuk bisa memiliki motor edisi terbatas ini.

    “Sebagai penggemar dan pengguna Ducati, saya sangat bangga diberikan kesempatan untuk memiliki 5 Panigale Replika Balap yang terinspirasi dari motor-motor juara Ducati di berbagai kejuaraan dunia di mana hak eksklusif ini tidak untuk semua orang. Ada kriteria tertentu dari pabrikan Ducati di Italia yang harus dipenuhi untuk bisa memiliki koleksi terbatas ini. Bisa menghadirkannya di Indonesia merupakan sebuah prestasi tersendiri.” ucap Jimmy Budhijanto.

    Motor-motor replika Panigale 2023 ini pertama kali diluncurkan dalam acara perayaan “Campioni in Festa” untuk merayakan pencapaian Ducati pada musim 2023. Dalam sejarah balap motor, belum ada produsen yang berhasil meraih gelar juara dunia secara beruntun di MotoGP dan WorldSBK, serta WorldSSP dalam dua tahun berturut-turut (2022 & 2023).

    Pencapaian ini menjadi momen istimewa bagi Ducati, yang memilih untuk merayakannya dengan mempersembahkan lima motor replika edisi terbatas.

    Panigale replika spesial ini dirancang sebagai penghormatan kepada para pembalap yang membawa Ducati ke puncak. Adapun motor ini dibalut dengan livery khas motor balap tunggangan Francesco Bagnaia, Alvaro Bautista, Nicolo Bulega serta Jorge Martin, dan Marco Bezzecchi. Setiap motor edisi spesial ini hadir dalam seri terbatas dan bernomor yang semakin unik dengan adanya tanda tangan asli para pembalap yang ditempelkan pada tangki dan dilindungi lapisan pernis transparan.

    Panigale V4 Bagnaia 2023 World Champion Replica

    Motor replika pertama terinspirasi oleh livery paling eksklusif musim 2024, yaitu Ducati Yellow, yang digunakan oleh Desmosedici GP milik Tim Ducati Lenovo dalam balapan GP San Marino dan Riviera di Rimini di Misano. Desain ini menjadi simbol kesuksesan Francesco Bagnaia yang memenangi gelar juara dunia pada 2023. Produksi motor ini terbatas hanya 263 unit, menjadi salah satu model paling eksklusif di antara motor Ducati lainnya.

    Replika Motor Bagnaia-Martin Masuk Indonesia Foto: Dok. Ducati IndonesiaPanigale V4 Bautista 2023 World Champion Replica

    Replika kedua mengambil livery Ducati Yellow dari Panigale V4 R yang digunakan oleh Álvaro Bautista dalam balapan di Misano dan race 2 di Jerez de la Frontera. Replika motor ini terinspirasi dari Panigale V4 R, yang dilengkapi dengan berbagai fitur premium seperti tangki bahan bakar aluminium, winglet serat karbon, dan pelek aluminium tempa dari Marchesini. Motor ini hanya diproduksi sebanyak 219 unit, dengan performa tinggi dan desain yang elegan.

    Panigale V4 Martín 2023 Racing ReplicaReplika Motor Bagnaia-Martin Masuk Indonesia Foto: Dok. Ducati Indonesia

    Replika ketiga menampilkan warna resmi Desmosedici GP Tim Prima Pramac, yang semakin istimewa dengan hadirnya spakbor depan berbahan serat karbon. Motor ini dirancang dengan kecepatan dan daya tarik visual yang memiliki ciri khas gaya balap, memanjakan para penggemar Jorge Martín. Produksi motor ini terbatas hanya 189 unit, menjadi motor dengan edisi langka yang sangat diidamkan oleh kolektor dan penggemar Ducati.

    Panigale V4 Bezzecchi 2023 Racing Replica

    Replika keempat terinspirasi dari livery kuning/hitam Desmosedici GP milik tim Mooney VR46 yang digunakan oleh Marco Bezzecchi tahun lalu. Livery ini mencerminkan identitas kuat dari tim balap VR46, sekaligus menjadi pengingat akan pencapaian Bezzecchi pada musim 2023. Motor ini hanya diproduksi sebanyak 72 unit.

    Replika Motor Bagnaia-Martin Masuk Indonesia Foto: Dok. Ducati IndonesiaPanigale V2 Bulega 2023 World Champion Replica

    Motor replika terakhir didasarkan pada model Bayliss 1st Championship 20th Anniversary, dan mengusung livery merah/hitam dari Panigale V2 yang digunakan oleh Nicolò Bulega untuk memenangkan gelar juara dunia di WorldSSP. Replika ini mengingatkan akan prestasi Bulega dalam meraih gelar juara dunia, serta gaya dan desain khas Ducati yang kuat. Produksi motor ini terbatas hanya 111 unit.

    (rgr/rgr)

  • Geber Ducati Panigale, Jorge Martin Pamer Trofi MotoGP di Stadion Atletico Madrid

    Geber Ducati Panigale, Jorge Martin Pamer Trofi MotoGP di Stadion Atletico Madrid

    Jakarta

    Ada-ada saja gebrakan yang dilakukan Jorge Martin. Juara MotoGP 2024 tersebut merayakan gelar MotoGP pertamanya di kampung halamannya, Madrid, Spanyol. Menariknya, Martin melakukan perayaan di Stadion Riyadh Air Metropolitano yang merupakan kandang klub sepakbola Atletico Madrid. Martin menunggangi Ducati Panigale dan kemudian memamerkan trofi MotoGP.

    Dikutip dari Motosan, Martin diketahui memang penggemar berat klub sepakbola berjuluk Los Rojiblancos tersebut. Martin datang ke stadion menggunakan Ducati Panigale dan mengenakan jersey resmi Atletico Madrid yang disematkan namanya sendiri dengan nomor punggung 1.

    Martin juga dikatakan telah diberikan penghargaan, berupa jersey Atletico Madrid yang dibubuhi tandatangan seluruh skuad asuhan Diego Simeone. Martin pun dengan bangga memamerkan jersey tersebut kepada para penonton jelang laga Atletico Madrid vs Getafe.

    Tak hanya itu, di beberapa sudut tribun juga disematkan tulisan ‘Enhorabuena, Jorge Martin. Campeon del Mundo de MotoGP’ yang kurang lebih artinya ‘Selamat, Jorge Martin. Sang juara dunia MotoGP’. Martin yang mengendarai Ducati Panigale warna merah, berkeliling stadion bersama rombongan untuk mengapresiasi para penggemar.

    Selanjutnya Martin berjalan menuju tengah lapangan. Menggunakan setelan jersey Atletico Madrid, celana jeans, dan topi, Martin membawa trofi MotoGP yang dikenali sebagai Tower of Champions.

    Martin juga disebutkan memberikan beberapa pernyataan singkat, yang intinya mengucapkan terima kasih kepada timnya atas kesempatan yang diberikan. Ia juga mengucap rasa terima kasih kepada seluruh fans, dan menambahkan bahwa ia merasa sangat senang bisa hadir di sana untuk bersama-sama merayakan kemenangannya.

    Pada musim 2025, Martin akan berganti seragam dari Ducati ke Aprilia. Kemungkinan besar Martin akan menggunakan nomor satu di motor barunya.

    [Gambas:Instagram]

    (lua/dry)

  • Hubungan Marquez-Bagnaia di Ducati Ibarat Mbappe-Vinicius di Real Madrid

    Hubungan Marquez-Bagnaia di Ducati Ibarat Mbappe-Vinicius di Real Madrid

    Jakarta

    Marc Marquez membuat perandaian unik saat dirinya pindah ke Ducati merah dan menjadi rekan setim Francesco Bagnaia. Dia mengibaratkan, hubungannya dengan pebalap Italia tersebut seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Junior di Real Madrid. Apa maksudnya?

    Disitat dari Crash, Marquez paham Bagnaia merupakan tokoh sentral di Ducati merah. Selain itu, kata dia, Bagnaia juga sudah lebih lama di tim pabrikan tersebut. Itulah mengapa, dia sebagai ‘anak baru’, harus beradaptasi seperti Mbappe ketika gabung ke Real Madrid.

    “Vinicius merupakan pemain yang sudah lebih dulu di timnya, dia adalah referensi. Kemudian Mbappe datang dan dia harus beradaptasi,” ujar Marc Marquez, dikutip Senin (16/12).

    Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Foto: Irina R. Hipolito/Europa Press via Getty Images

    Secara tak langsung, Marquez menyamakan dirinya dengan Mbappe dan membandingkan Bagnaia dengan Vinicius. Itu artinya, sangat memungkinkan ada dua sosok terbaik membela tim yang sama.

    “Pecco adalah tolok ukur di tim Ducati, dia telah memenangkan 11 balapan tahun ini, dia telah berjuang untuk kejuaraan dunia hingga balapan terakhir. Pecco juga telah meraih juara dunia dua kali di tim tersebut,” ungkapnya.

    Sebagai catatan, keputusan Ducati menggabungkan Marquez dan Bagnaia di tim yang sama sempat memicu polemik. Sebab, keduanya disebut-sebut tak terlalu akur. Hal itu merujuk pada status Bagnaia yang merupakan murid Valentino Rossi.

    Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Foto: AFP/TOSHIFUMI KITAMURA

    Penunjukan Marquez sebagai pebalap Ducati merah juga sempat ditentang banyak pihak. Karuan saja, tim asal Italia tersebut sebenarnya bisa memilih Jorge Martin yang tampil spesial dan juara dunia bersama Pramac Racing.

    “Ketika mereka mengatakan kepada saya bahwa saya yang terpilih, saya tidak bertanya mengapa, saya hanya berkata ‘oke, di mana saya harus menandatangani kontrak?’, hanya itu,” tuturnya.

    “Gigi Dall’Igna memberi tahu saya dan saya bereaksi dengan rasa terima kasih dan saya akan membuktikan keputusan tersebut tepat,” kata Marquez menambahkan.

    (sfn/dry)

  • Jorge Martin Juara MotoGP Bukan karena Balas Dendam dengan Ducati

    Jorge Martin Juara MotoGP Bukan karena Balas Dendam dengan Ducati

    Jakarta

    Jorge Martin sukses menjuarai MotoGP 2024. Martin mengaku keberhasilan tersebut bisa dicapai bukan karena dirinya ingin balas dendam terhadap Ducati yang tidak jadi merekrutnya ke tim pabrikan.

    “Sejujurnya, bagi saya, titik kunci kejuaraan bukanlah di sana,” ungkap Martin, dalam wawancara dengan Marca, dikutip Rabu (11/12/2024). “Ya, jelas, untuk pers, untuk masalah kontrak, ada kekacauan dan itu adalah sebelum dan sesudah dalam sejarah saya dengan Ducati, itu jelas,” sambung Martin.

    Lanjut Martin mengatakan, titik balik di MotoGP sehingga dia termotivasi meraih gelar juara dunia 2024 adalah saat seri kesembilan digelar di Sirkuit Sachsenring, Jerman, bulan Juli silam. Di race utama MotoGP Jerman, Martin terjatuh saat memimpin balapan, padahal balapan menyisakan dua lap. Gara-gara itu juga, posisi dia di puncak klasemen saat itu diambil alih pebalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia.

    “Bagi saya, di level olahraga, titik baliknya mungkin adalah Jerman, saat saya jatuh dengan keunggulan yang sangat besar. Saya pikir itu mungkin jadi titik balik bagi saya untuk membuat perubahan dan berkata, ‘Sejauh ini, saya tidak akan gagal lagi.’ Itu yang memotivasi saya,” tambah pebalap asal Spanyol tersebut.

    “Pada akhirnya, saya melihat bahwa saya tidak perlu membuktikan apa pun dan saya memberikan 100 persen kemampuan saya, seperti yang telah saya lakukan hingga saat itu dan saya berhasil meraih gelar ini,” sambung rider yang kemudian memutuskan pindah ke Aprilia Racing itu.

    Meski begitu, harus diakui keputusan Ducati Lenovo merekrut Marc Marquez pada 2025 telah menjadi pelecut semangat bagi Martin untuk menunjukkan kemampuannya. Apalagi tim Martin, Pramac Racing, yang ikutan kecewa, juga tidak melanjutkan kerja sama dengan Ducati.

    “Saya memanfaatkan kesempatan itu untuk menyatukan tim, menyatukan mereka semua dan memberi tahu mereka: ‘Teman-teman, ini sudah terjadi…Tahun ini, akhirnya, saya lebih memandang segala sesuatunya sebagai sebuah peluang dan bukan sebagai ancaman,” kata dia.

    “Anda berkata pada diri sendiri: ‘Baiklah, begitulah adanya, peluang apa yang ada di depan kita? Nah, tim satelit yang terdiri dari 10-12 orang dapat mengalahkan tim pabrik yang beranggotakan 200 orang. Jadi mari kita bekerja, tidak ada yang akan memberi kita apa pun dan kita akan melakukannya,” bilang Martin.

    “Dan, pada akhirnya, berkat itu, tentu saja, saya bisa menjadi juara dunia,” tukasnya.

    (lua/rgr)

  • Marquez Disebut-sebut Ingin ‘Kuasai’ Garasi Ducati

    Marquez Disebut-sebut Ingin ‘Kuasai’ Garasi Ducati

    Jakarta

    Marc Marquez disebut-sebut ingin menguasai garasi Ducati. Marquez ingin menjadi pebalap utama Ducati Lenovo dan menyingkirkan pengaruh Francesco Bagnaia. Hal itu bisa sangat mungkin terjadi mengingat kehadiran Marquez dan Bagnaia di Ducati ibarat dua matahari kembar.

    “Pecco (Bagnaia) adalah juara dunia MotoGP dua musim berturut-turut dan telah memimpin garasi (Ducati Lenovo) selama beberapa tahun terakhir,” ujar komentator MotoGP dari TNT Sports, Michael Laverty. “Tiba-tiba, duri besar (Marquez) di sisinya muncul. Ya, Marquez ingin menguasai garasi Ducati,” sambung dia.

    Kendati hubungan Marquez dan Bagnaia tampak baik-baik saja di layar kaca, tidak ada yang tahu bagaimana hubungan keduanya di balik layar. Di masa lalu, Marquez menjadi salah satu rival berat Valentino Rossi. Dan Bagnaia adalah anak didik Rossi. Jadi saat ini Bagnaia ibarat representasi Rossi di MotoGP.

    Francesco Bagnaia Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu

    Sebelumnya Bagnaia juga telah mewanti-wanti Marquez agar tidak bikin gaduh garasi Ducati Lenovo yang selama ini harmonis dan solid. Kata Bagnaia, kehadiran Marquez bisa jadi berkah, sekaligus bencana buat tim asal Italia tersebut.

    “Yang pasti dia akan sangat kompetitif. Tahun ini dia sangat cepat dan tahun depan dia akan memiliki materi motor terbaik. Berada di tim merah tentu saja memberi Anda lebih banyak motivasi untuk menjadi yang teratas,” ungkap Bagnaia.

    “Saya pikir (ini) bisa menjadi sangat bagus atau bencana! Jadi kita lihat saja tahun depan. Ini bisa menjadi bencana jika kami mulai berteriak atau kami mulai berdiskusi. Tapi, saya rasa kami berdua sangat cerdas dan dia akan beradaptasi dengan sempurna,” lanjut Bagnaia.

    Tentu bukan hal mustahil bagi Marquez jika dia ingin menjadi pebalap utama yang dipercaya mengembangkan motor Ducati Desmosedici. Sebagai pemegang enam gelar juara dunia MotoGP, Marquez masih memiliki ambisi dan egoisme yang tinggi.

    Contohnya pada pertengahan musim 2024, ketika Marquez diproyeksikan pindah ke tim satelit Ducati Pramac Racing pada 2025, Marquez dengan tegas menolaknya. Marquez pun hanya ingin membalap buat tim pabrikan Ducati Lenovo.

    Ducati pun menyerah. Awalnya mereka ingin merekrut Jorge Martin. Tapi kemudian mereka lebih memilih Marquez, meski dengan risiko besar kehilangan Martin yang pindah ke Aprilia dan Pramac Racing yang pindah ke Yamaha.

    (lua/rgr)

  • Bagnaia-Marquez Favorit Jadi Juara Dunia MotoGP 2025

    Bagnaia-Marquez Favorit Jadi Juara Dunia MotoGP 2025

    Jakarta

    Dunia Jorge Martin berubah. Kemarin menunggangi Ducati hingga menjadi juara dunia, Martin sudah ditunggu Aprilia untuk musim 2025. Tahun depan, The Martinator tak mau pasang target muluk-muluk, apalagi bermimpi mempertahankan gelar.

    Target juara Martin baru bisa dilihat setelah dirinya bisa meraih podium, konsistensi, dan tentu saja waktu untuk beradaptasi.

    “Aku masih tidak tahu apa yang bisa dilakukan. Aku harus melihat bagaimana motornya bekerja,” ujar Martin dikutip dari Gazzetta.

    “Aprilia bisa kompetitif karena sudah menunjukkannya tahun lalu dan aku tahu bisa memberikan konsistensi yang lebih besar. Tapi memenangi gelar juara adalah tujuan yang lebih besar. Aku bahkan tidak memikirkannya sekarang,” ucap Martin.

    “Aku pikir bisa bermain (perburuan gelar) di tahun 2026. Sekarang saatnya untuk memulai dari awal, lihat kapan podium pertama kita akan tiba, kemenangan pertama dan selanjutnya bertumbuh,” ucap dia.

    Martin sadar betul Ducati punya tim impian; motor paling superior, duet Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Dua pebalap ini menyandang status juara dunia. Bagi Martin dua pebalap itu punya kans paling besar.

    “Wajar menganggap Bagnaia dan Marquez adalah pemain utamanya. Pecco dan Marc adalah pebalap aktif dengan gelar MotoGP terbanyak dan Ducati adalah motor pemenang. Mereka pasti akan menjadi favorit,” jelas Martin.

    Martin merasa sejatinya bisa masuk ke dalam tim pabrikan Ducati. Namun dia sadar pemilihan Marquez ke tim lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    “Secara pribadi, pada akhirnya itu hampir menghilangkan beban dari pundak. Aku sudah bekerja untuk waktu yang lama. Tidak masuk akal untuk tidak dimasukkan dalam tim Lenovo, tetapi, karena situasi yang sulit untuk dikendalikan, itu berjalan berbeda. Ini tentang bisnis dan aku memahaminya dengan sempurna pada saat itu. Saya hanya fokus untuk terus memberikan 100 persen,” tambah Martin.

    MotoGP 2025 baru akan start pada 2 Maret 2025. Seri balapan MotoGP Thailand yang akan menjadi pembuka.

    (riar/dry)

  • Marc Marquez Mampir ke Markas Ducati

    Marc Marquez Mampir ke Markas Ducati

    Jakarta

    Marc Marquez mampir ke markas Ducati di Borgo Panigale. Apa yang dilakukan Marquez di markas Ducati itu?

    Untuk kedua kalinya, Marc Marquez mengunjungi markas Ducati di Borgo Panigale, Bologna, Italia. Sebelumnya, The Baby Aliens diketahui pernah menyambangi markas Ducati pada Januari 2024 bersama adiknya, Alex Marquez. Tapi pada kesempatan kali ini berbeda, karena Marquez sudah resmi berseragam Ducati merah dan bakal bersanding dengan Francesco Bagnaia mulai musim depan.

    Kedatangan Marquez ke markas Ducati itu rupannya untuk menghadiri acara ‘Champions at Party’ yang digelar di Bologna Fair. Acara ini digelar dengan tujuan untuk memamerkan pencapaian mengesankan Ducati selama musim 2024. Dilansir Motociclismo, selain Marquez, nama-nama besar lainnya juga turut hadir, yaitu Joge Martin, Francesco Bagnaia, Enea Bastianini, Marco Bezzechi, hingga Franco Morbidelli. Dalam kesempatan itu, Bastianini juga melakukan perpisahan karena akan hengkang ke KTM mulai musim depan.

    Tak cuma itu, beberapa figur di balik Ducati juga hadir seperti Davide Tardozzi, Gigi Dall’Igna, Mauso Grassili, serta Claudio Domenicalli juga hadir. Kedatangan Marquez juga sekaligus menandai hubungan erat antara Ducati dan juga rider Spanyol.

    Sejatinya, Marquez sudah menunggangi motor Ducati sejak awal musim 2024. Namun, motor yang ditunggangi Marquez itu umurnya setahun lebih tua ketimbang tunggangan Bagnaia. Meski begitu, Marquez justru bisa menunjukkan dirinya masih kompetitif di atas Desmosedici GP.

    Hal itulah yang membuat Ducati memberi kepercayaan penuh ke Marquez untuk menggeber Desmosedici GP25 bersama dengan Bagnaia. Padahal di saat yang bersamaan, performa Jorge Martin yang menunggangi motor spek serupa dengan Bagnaia juga tengah moncer.

    Marquez, resmi menandatangani kontrak dengan Ducati Lenovo selama dua tahun. Praktis, Marquez akan berseragam Ducati merah sampai 2026. Bagi Ducati The Baby Aliens itu memiliki talenta yang tak perlu diragukan lagi. Kontribusi Marquez diharapkan bisa mengantar Ducati lagi merebut titel juara berikutnya.

    “Pada akhirnya, pilihan kami jatuh pada talenta yang tidak perlu dipertanyakan lagi seperti Marc Marquez. Hanya dalam beberapa balapan, ia berhasil beradaptasi secara sempurna dengan Desmosedici GP kami, dan ambisi bawaannya mendorongnya untuk terus berkembang. Di dalam garasi, kami akan memiliki dua pebalap yang bersama-sama memegang 11 gelar Juara Dunia, dan kemampuan untuk mengandalkan pengalaman dan kedewasaan mereka juga akan sangat berharga bagi pertumbuhan kami,” ungkap Luigi Dall’Igna General Manager Ducati Corse saat mengumumkan kepindahan Marquez.

    (dry/rgr)

  • Martin Angkat Topi Buat Ducati, Tak Ganggu Jalannya Raih Gelar Juara MotoGP

    Martin Angkat Topi Buat Ducati, Tak Ganggu Jalannya Raih Gelar Juara MotoGP

    Jakarta

    Jorge Martin angkat topi setinggi-tingginya buat Ducati karena tak mengganggu jalannya dalam meraih jelar juara dunia MotoGP 2024. Diketahui, Ducati dengan kekuatannya bisa saja mengganggu Martin di akhir musim 2024 yang bisa menghilangkan peluangnya untuk merebut gelar MotoGP pertama kalinya.

    Ketakutan Martin tentunya sangat beralasan. Sebab di pertengahan musim 2024, Martin mengumumkan kesepakatannya bergabung dengan tim pabrikan Aprilia Racing pada musim depan. Ducati sebagai penyuplai motor tim Pramac Racing dan Martin bisa saja melakukan berbagai hal yang bisa mencegah Martin dan Pramac meraih gelar MotoGP. Ducati tentunya lebih suka pebalap factory mereka, Francesco Bagnaia, yang menjadi juara MotoGP 2024.

    Jorge Martin meraih gelar juara dunia MotoGP 2024 Foto: REUTERS/Pablo Morano

    “Yang pasti saya takut, Paolo (Campinotti) takut, semua orang takut, media takut. Semua orang mengira mereka (Ducati) akan melakukan sesuatu hal untuk membuat saya kehilangan kejuaraan ini,” bilang Martin dikutip dari Crash.

    Tapi kemudian ketakutan Martin dan Pramac tidak terbukti. Ducati tetap memberikan dukungan buat Martin dan Pramac hingga kerja sama mereka dengan Ducati berakhir di penghujung musim 2024. Martin dan Pramac pun meraih gelar juara MotoGP 2024 sekaligus mengukir rekor sebagai pebalap dan tim independen pertama yang meraih gelar MotoGP di era modern.

    “Ya, mereka tidak melakukannya, jadi salut buat Ducati, angkat topi, dan saya sangat berterima kasih kepada Ducati karena membawa saya ke MotoGP dan menjadikan saya juara dunia,” bilang Martin.

    Pada awalnya Martin muncul sebagai kandidat kuat pebalap tim pabrikan Ducati Lenovo untuk musim 2025. Namun, ternyata Ducati lebih memilih merekrut Marquez. Martin pun meluapkan kekecewaannya dengan pindah ke Aprilia Racing. Pramac Racing yang kecewa kemudian juga berganti mitra dari Ducati ke Yamaha mulai musim depan.

    (lua/dry)

  • Jorge Martin Juara MotoGP Bukan karena Balas Dendam dengan Ducati

    Ducati Mungkin Menyesal Melepas Saya

    Jakarta

    Pebalap Aprilia Racing Jorge Martin menilai Ducati mungkin menyesali keputusannya melepas dirinya ke tim rival. Martin ‘terpaksa’ pindah ke tim pabrikan Aprilia setelah tim pabrikan Ducati lebih memilih Marc Marquez sebagai tandem Francesco Bagnaia untuk MotoGP musim depan.

    “Ketika semua ini diputuskan, saya belum menjadi seorang juara. Sulit untuk mengetahui hal-hal ini. Namun jelas, bahwa saat ini mereka mungkin menyesalinya. Anda juga harus menanyakan hal ini kepada mereka (Ducati),” ungkap Martin dikutip dari Crash.

    Jorge Martin di Aprilia Foto: Twitter MotoGP

    Sebelumnya Martin memang menjadi kandidat kuat untuk dipromosikan, dari tim satelit Pramac Racing ke tim pabrikan Ducati Lenovo. Tapi pada 2023, Ducati lebih memilih pebalap Italia, Francesco Bagnaia. Selanjutnya mulai tahun 2025, Ducati lebih memilih Marquez sebagai pengganti Bastianini.

    Ducati tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan emas merekrut Marquez yang merupakan legenda MotoGP. Martin yang kecewa pun akhirnya menerima pinangan merek Italia lainnya, Aprilia. Di tim pabrikan Aprilia Racing, Martin menggantikan posisi Aleix Espargaro yang pensiun di akhir musim 2024.

    Bagaimanapun, tim pabrikan memang menjadi mimpi dan tujuan bagi setiap pebalap MotoGP. Terbukti Martin pun tidak puas cuma membela tim satelit Pramac Racing, meski dengan dukungan motor spek pabrikan. Martin yang berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2024 pun memilih pindah ke tim pabrikan Aprilia.

    “Perlengkapan saya dengan ‘Pecco’ Bagnaia (di Ducati Lenovo) itu benar-benar sama, tidak bisa saya pungkiri. Namun, perlakuan di tim factory benar-benar berbeda. Ketika Anda menjadi pebalap resmi, semua orang bekerja untuk Anda, berusaha menjadikan Anda pemenang,” ungkap Martin.

    “Saya merasa ada 12 orang di tim saya melawan dua atau tiga ratus orang. Itu membuat keadaan menjadi lebih sulit. Tetapi saya berterima kasih kepada Ducati karena tidak melakukan apapun (hal yang buruk) terhadap kami. Mereka sangat bermartabat dan itu patut dikagumi,” terang pebalap asal Spanyol.

    (lua/riar)

  • Marquez Disebut-sebut Ingin ‘Kuasai’ Garasi Ducati

    Muncul Dugaan Dorna yang Mau Marc Marquez Gabung Ducati Merah

    Jakarta

    Kepindahan Marc Marquez ke tim Ducati merah dianggap penuh kontroversi. Sebab, performanya musim lalu tak sebaik Jorge Martin yang menjadi kandidat lain di tim pabrikan tersebut.

    Pengamat senior MotoGP sekaligus manager balap, Carlo Pernat mengatakan, Dorna Sport selaku promotor MotoGP memang menginginkan Marquez yang gabung ke Ducati merah, bukan Jorge Martin. Pernat tak mengungkap alasan di balik keinginan Dorna tersebut.

    “Menurut saya, Dorna yang mau Marquez (pindah) ke Ducati merah,” ujar Pernat, dikutip dari Paddock GP, Kamis (27/11).

    Pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez melakukan tes resmi MotoGP di Barcelona (19/11) Foto: Instagram @marcmarquez93

    Pernat menegaskan, Ducati kehilangan banyak pebalap muda potensial dengan memilih Marquez sebagai tandem Bagnaia musim depan. Padahal, ada opsi lain seperti Martin atau Bezzecchi yang musim lalu tampil mengesankan.

    “Jelas bahwa setiap orang melakukan apa yang mereka inginkan. Namun dengan memilih Marquez, Ducati telah kehilangan semua pebalap muda yang telah dibesarkannya; si nomor 1 telah pergi ke Aprilia. Mereka juga kehilangan Bastianini dan Bezzecchi,” tuturnya.

    “Memang benar bahwa Marquez memiliki delapan kali juara dunia, tetapi dia sudah berusia 32 tahun dan dia akan menciptakan beberapa masalah di tim tahun depan, saya yakin,” tambahnya.

    Marc Marquez di Ducati merah. Foto: Getty Images/Joan Cros

    Lagi pula, kata Pernat, Marquez yang sekarang tak sama dengan Marquez yang dulu. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu tak lagi prima setelah berulang kali masuk ke meja operasi.

    “Dia masih punya masalah fisik, dia bukan lagi pria yang dulu yang ‘menghancurkan’ semua musuhnya. Jelas itu adalah pilihan yang sah, kita lihat siapa yang benar. Martín, Bezzecchi, dan Bastianini akan memperkuat persaingan yang sebelumnya tidak dia miliki,” kata Pernat.

    (sfn/rgr)