Tag: Jorge Martin

  • Rekrut Marquez dan Buang Martin, Keputusan Ducati Dianggap Tepat!

    Rekrut Marquez dan Buang Martin, Keputusan Ducati Dianggap Tepat!

    Jakarta

    Legenda balap asal Italia, Loris Capirossi menganggap, keputusan Ducati lebih memilih Marc Marquez ketimbang Jorge Martin sudah sangat tepat. Sebab, menurutnya, The Baby Alien merupakan pebalap kenamaan yang bisa menjadi aset tim!

    Disitat dari Motosan.es, keputusan Ducati lebih memilih Marquez ketimbang Martin sempat mendapat kritikan banyak pihak. Karuan saja, Martin tampil jauh lebih baik musim lalu dan meraih gelar juara.

    Meski demikian, Capirossi melihat, pilihan Ducati sudah tepat. Menurutnya, pebalap seperti Marquez tak boleh disia-siakan ke tim lain di MotoGP.

    “Menurut pendapatku, mereka (Ducati) sudah membuat keputusan yang benar. Mereka tidak akan membiarkan pebalap seperti Marquez meninggalkan tim. Itu keputusan yang berani, tapi kualitas Marquez tak terbantahkan dan mustahil dibiarkan,” ujar Capirossi, dikutip Rabu (26/2).

    Loris Capirossi. Foto: AP/Rui Vieira

    Capirossi mengaku tak sabar ingin menyaksikan MotoGP musim depan. Dia penasaran melihat bagaimana performa Marquez bersama tim barunya. Lebih lagi, pebalap asal Spanyol tersebut akan menjadi tandem Francesco Bagnaia yang merupakan murid Valentino Rossi.

    “Sebelum dimulainya musim, semuanya berjalan sangat baik di antara mereka berdua. Fakta bahwa, bersama mereka, perkembangan bisa berjalan ke satu arah, karena memberikan umpan balik yang sama, tentu saja positif,” ungkapnya.

    “Namun sepanjang tahun keseimbangan di antara keduanya akan menjadi sesuatu yang lain. Saya telah membalap selama bertahun-tahun di kejuaraan dunia dan saya tahu betul bahwa saingan pertamamu adalah rekanmu sendiri,” kata dia menambahkan.

    Lebih jauh, Capirossi mengaku yakin, gambaran MotoGP musim depan kemungkinan masih sama seperti tahun lalu. Maksudnya, kejuaraan dunia tersebut masih akan didominasi pabrikan Eropa seperti Ducati dan Aprilia.

    (sfn/dry)

  • Jorge Martin Absen di Seri Pembuka MotoGP 2025

    Jorge Martin Absen di Seri Pembuka MotoGP 2025

    Jakarta

    Pebalap Aprilia Racing Jorge Martin dipastikan absen pada seri pembuka MotoGP 2025 akhir pekan ini yang berlangsung di Sirkuit Buriram, Thailand. Martin masih melakukan penyembuhan dari cedera yang didapatnya saat tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, Januari lalu.

    “Jorge Martin menderita fraktur kompleks pada radius, beberapa tulang karpal di sisi kiri dan fraktur kalkaneal ipsilateral selama sesi latihan,” bunyi pernyataan Aprilia dikutip dari Crash.

    Insiden Jorge Martin di tes pramusim Sepang Foto: X MotoGP

    “Setelah konsultasi bedah, diputuskan untuk melanjutkan operasi, yang akan dilakukan besok di Klinik Dexeus di Barcelona untuk menstabilkan fraktur radius dan skafoid kiri. Martin akan absen di Grand Prix Thailand dan waktu pemulihan akan ditentukan setelah operasi. Lorenzo Savadori akan menggantikan Martin di Thailand,” sambungnya.

    Sebagai informasi, Martin mengalami kecelakaan fatal di tes pramusim di Sirkuit Sepang Januari lalu. Gara-gara kecelakaan tersebut Martin mengalami beberapa patah tulang, Martin kemudian naik meja operasi, sehingga dia harus absen pada tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand.

    Namun waktu kurang lebih satu bulan, tak membuat Martin pulih sepenuhnya. Juara MotoGP 2024 itu harus naik meja operasi lagi, sehingga dia harus absen di seri pertama MotoGP 2025. Ini menjadi pukulan telak bagi Martin dalam kampanye mempertahankan gelar.

    Absennya Martin pada seri perdana MotoGP 2025 akan menandai pertama kalinya seorang juara bertahan tidak memulai musim berikutnya sejak Freddie Spencer melakukan hal serupa pada tahun 1984.

    Balap MotoGP 2025 akan dimulai perdana dari negara Asia Tenggara, Thailand, pada akhir pekan ini. Sebelumnya, Sirkuit Buriram di Thailand, juga sudah menggelar sesi tes pramusim MotoGP 2025 pada tanggal 12-13 Februari lalu.

    (lua/dry)

  • Jadwal MotoGP Thailand 2025 Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Thailand 2025 Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    Seri pembuka MotoGP 2025 diselenggarakan di Sirkuit Buriram, Thailand. Rangkaian balap akan dimulai sejak hari Jumat (28/2) hingga Minggu (2/3). Berikut jadwal MotoGP Thailand 2025.

    MotoGP 2025 akhirnya diselenggarakan. Balap motor kelas premier musim ini sangat dinanti-nantikan para pencinta MotoGP diprediksi bakal makin menarik. Salah satu faktor yang bikin MotoGP 2025 seru adalah banyaknya pebalap top yang berganti kostum, salah satunya adalah kepindahan Marc Marquez ke tim pabrikan Ducati Lenovo.

    Balap MotoGP 2025 akan dimulai perdana dari negara Asia Tenggara, Thailand, pada akhir pekan ini. Sebelumnya, Sirkuit Buriram di Thailand, juga sudah menggelar sesi tes pramusim MotoGP 2025 pada tanggal 12-13 Februari lalu.

    MotoGP Thailand 2025 dimulai hari Jumat dengan sesi latihan dan latihan bebas di semua kelas, baik Moto2, Moto3, maupun MotoGP. Kemudian pada hari Sabtu dilaksanakan latihan bebas kedua, kualifikasi 1 dan kualifikasi 2, dan dipungkasi dengan balap sprint MotoGP sebanyak 13 lap pada pukul 15.00 WIB.

    Selanjutnya pada hari Minggu, digelar balapan utama MotoGP Thailand 2025 pada pukul 15.00 WIB. Balap MotoGP Thailand 2025 bisa disaksikan langsung di stasiun televisi Trans7, atau bisa juga disaksikan melalui aplikasi berbayar seperti SPOTV dan Vision+.

    Pada MotoGP Thailand edisi 2024 lalu, pebalap Ducati merajai Sirkuit Buriram dengan Francesco Bagnaia menjadi juara dan Jorge Martin di tempat kedua. Kira-kira siapakah pebalap MotoGP yang akan mengangkat piala di Buriram akhir pekan ini?

    Jadwal MotoGP Thailand 2025

    Jumat (28/2)

    1. 10.45-11.30 WIB: Latihan bebas 1 MotoGP

    2. 15.00-16.00 WIB: Latihan MotoGP

    Sabtu (1/3)

    1. 10.10-10.40 WIB: Latihan bebas 2 MotoGP

    2. 10.50-11.05 WIB: Kualifikasi 1 MotoGP

    3. 11.15-11.30 WIB: Kualifikasi 2 MotoGP

    4. 15.00 WIB: Balap sprint MotoGP (13 lap)

    Minggu (2/3)

    1. 15.00 WIB: Balap utama MotoGP (26 lap)

    (lua/rgr)

  • Jorge Martin Selesai Dioperasi tapi Harus Absen…

    Jorge Martin Selesai Dioperasi tapi Harus Absen…

    Jakarta

    Pebalap nomor 1 di Aprilia, Jorge Martin selesai menjalani operasi tangan kanan. Namun pebalap Spanyol itu masih harus absen dalam sesi tes MotoGP Thailand 2025.

    Jorge Martin sekarang menderita cedera patah tulangmetakarpal tangan kanan dan kaki kiri. Cedera ini didapat setelah Martin mengalami kecelakaan horror saat sesi tes di Sepang, Malaysia. Martin terlempar dari motornya dengan posisi wajah menghantam aspal lintasan.

    Operasi pada tangan kanan Jorge Martin berhasil diselesaikan di Klinik Quirón Dexeus, Barcelona, yang dipimpin oleh Dr Xavier Mir. Sedangkan patah tulang kaki kiri Martin tidak memerlukan pembedahan.

    “Pembalap Jorge Martín telah menjalani operasi untuk patah tulang kepala metakarpal kelima kanan yang bergeser, dengan reduksi dan fiksasi perkutan menggunakan sekrup intramedulla. Pemulihan fungsional akan dimulai dalam waktu singkat, sesuai dengan status klinisnya,” kata Xavier Mir.

    Jorge Martin belum diketahui kapan bisa membalap lagi. MotoGP 2025 akan segera dimulai dari Thailand, Sirkuit Buriram pada 28 Februari – 2 Maret 2025.

    Martin memungkinkan untuk tampil di tes MotoGP Buriram 2025, yang akan digelar pada 12-13 Februari

    “Jorge Martin telah dipulangkan dari Clinica Dexeus di Barcelona, dan sekarang akan pulang ke rumahnya di Andorra. Jorge akan absen di tes Thailand untuk mempersiapkan GP Thailand sebaik mungkin,” bunyi pernyataan Aprilia dikutip Crash.

    Digadang-gadang salah satu penyebab terlemparnya Martin dari motor adalah perihal ban. Namun Manajer balap Michelin, Piero Taramasso, membantah kecelakaan itu gara-gara kondisi ban.

    “Kami memeriksa ban belakang Jorge: dari segi identifikasi, ban ini diproduksi tahun lalu, tidak pernah dipanaskan sebelumnya, dan memiliki semua kualitas sebagai ban performa tinggi, itulah mengapa kami membawanya ke sini. Kami juga melihat kondisi ban setelah Jorge menggunakannya, dan ban itu bekerja dengan baik: dari tampilannya terlihat bahwa ban berfungsi dengan baik, baik di sisi kiri maupun kanan. Ketika ban tidak berfungsi, biasanya terlihat mengkilap dan halus, tetapi itu tidak terjadi pada ban Jorge,” lanjutnya.

    Bos Aprliia Massimo Rivola memastikan pernyataan yang dilontarkan Taramasso tidak sesuai dengan data yang dimiliki Aprilia.

    “Saya senang operasi Jorge berjalan dengan baik dan sekarang kami berharap dia bisa pulih dengan cepat, kesehatannya adalah prioritas utama. Mengenai kecelakaan itu, saya ingin menjelaskan bahwa data kami sama sekali tidak mengkonfirmasi pernyataan yang dibuat oleh Piero Taramasso,” kata Rivola.

    (riar/lua)

  • 3 Pebalap MotoGP Patah Tulang saat Sesi Tes di Sepang

    3 Pebalap MotoGP Patah Tulang saat Sesi Tes di Sepang

    Jakarta

    Tiga pebalap MotoGP mengalami patah tulang saat menjalani sesi tes pramusim di Sepang. Ketiganya pun tak bisa melanjutkan tes pramusim dan diterbangkan ke Eropa.

    Sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang menjadi catatan buruk bagi tiga pebalap MotoGP. Raul Fernandez, Jorge Martin, dan Fabio Di Giannantonio menderita patah tulang yang memaksa ketiganya harus kembali ke Benua Biru untuk menjalani operasi. Raul Fernandez harus mundur lebih dulu di Sepang.

    Raul mengalami kecelakaan di tikungan sembilan dan mengalami cedera serius. Dari pemeriksaan medis yang dilakukan, dia mengalami patah tulang metakarpal ke-5 pada tangan kirinya serta patah pada tulang jari kaki kiri.

    Setelah menerima pertolongan pertama di sirkuit, Raul diterbangkan kembali ke Barcelona untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tampaknya Raul akan menjalani operasi agar waktu pemulihan bisa lebih cepat. Dengan demikian Raul bisa kembali menggeber motor secepatnya.

    Nasib kurang mujur juga dialami Jorge Martin. Martin mengalami dua insiden saat beradaptasi di atas motor Aprilia RS-GP bernomor ‘1’. Namun kecelakaan yang dialami martin cukup parah. Dia bahkan terlempar dari motornya di tikungan ke-2 awal putaran dan tubuh Martinator menghantam aspal dengan sangat keras.

    Sesaat setelah kejadian, Martin langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Aprilia mengkonfirmasi bahwa pebalapnya mengalami patah tulang di tangan kanan dan kaki kirinya. Dia akan mendapat perawatan di rumah sakit dan dijadwalkan kembali ke Eropa pada hari Kamis untuk menjalani operasi.

    CEO Aprilia Massimo Rivola menyebut tidak ada kesalahan teknis pada sisi motor maupun kesalahan dari sisi pebalap. Rivola membeberkan, dari data terlihat tak ada yang salah dengan Aprilia RS-GP tunggangan Martin dan dia tidak tengah dalam posisi menggeber gas saat insiden terjadi. Bannya juga dalam kondisi baik. Kecelakaan itu kata Rivola, terjadi pada saat menggunakan ban yang sama. Kendati demikian, Rivola tak menyalahkan Michelin.

    “Jelas ini sebuah masalah. Kecelakaan buruk terjadi untuk alasan yang tidak jelas tanpa kesalahan dari sisi motor dan juga pebalap,” kata Rivola.

    Sebagai gantinya, Rivola akan menggunakan jasa Lorenzo Savadori untuk mengikuti sisa tes. Soal Martin, kemungkinan baru bisa menggeber RS-GP 2025 saat Free Practice pertama MotoGP Thailand.

    Rider Pertamina Enduro VR46 juga tak bisa melanjutkan sesi tes pramusim di Sepang. Dia terjatuh beberapa kali dan sebelumnya dikonfirmasi kondisinya baik-baik saja. Namun terbaru, VR46 mengkonfirmasi bahwa Diggia menderita patah tulang dan akan diterbangkan ke Italia untuk menjalani operasi.

    (dry/din)

  • Pramac Janji Bawa Mental Juara Ducati ke Yamaha

    Pramac Janji Bawa Mental Juara Ducati ke Yamaha

    Jakarta

    Setelah sekian lama bekerja sama dengan Ducati, akhirnya mulai musim 2025 Pramac Racing pindah haluan ke Yamaha. Berstatus sebagai tim juara MotoGP 2024, Pramac berjanji membawa mentalitas juara Ducati ke kubu garpu tala.

    “Kami memiliki mentalitas yang berasal dari Ducati yang merupakan yang terbaik saat ini. Namun seiring berjalannya waktu, saya yakin bahwa kami perlahan akan mampu membawa pulang hasil yang layak bagi Yamaha dan membawa mereka kembali ke puncak,” ungkap kepala tim Pramac Gino Borsoi dikutip dari Crash.

    Wajar saja jika Pramac masih sangat kental dengan Ducati. Soalnya tim balap asal Italia itu menjalin kerja sama sebagai tim satelit Ducati sejak 2004 hingga 2024. Bahkan puncaknya, Pramac bisa meraih gelar juara MotoGP dengan motor Ducati musim lalu lewat pebalap Spanyol, Jorge Martin.

    Pada musim 2025, Pramac resmi pecah kongsi dengan Ducati dan memilih menjalin kemitraan baru dengan Yamaha. Meski saat ini Yamaha masih dalam proses kembali ke jalur juara, Pramac percaya dengan proyek pabrikan motor asal Jepang itu. Apalagi di kubu Yamaha saat ini banyak insinyur-insinyur asal Eropa, khususnya dari Italia.

    “Yang pasti di dalam tim dan grup Yamaha ada banyak orang Italia, jadi lebih mudah untuk saling memahami,” terang Borsoi. “Berbicara dan memahami satu sama lain tidak sulit dan mereka langsung menerima kami dengan sangat baik; mereka membuka tangan mereka, katakanlah kami menjadi bagian dari keluarga dengan cara yang cukup sederhana tanpa masalah apa pun,” sambung dia.

    Bersama Yamaha, Pramac kini harus memulai pengembangan motor dari awal lagi, sebab Yamaha M1 sangat tertinggal dari motor-motor pabrikan Eropa. “Saya juga harus belajar untuk memulai dari awal lagi, membangun kembali dasar-dasarnya, dan menyadari betapa sulitnya mengembalikan proyek seperti Yamaha,” kata dia.

    “Ini bagian dari pengalaman yang mungkin bisa membantu saya menjadi lebih baik lagi di masa mendatang, jadi ini tantangan yang saya terima dengan senang hati karena Yamaha menyambut kami dengan tangan terbuka,” terang dia.

    “Mereka memiliki keinginan besar untuk kembali ke tempat yang mereka inginkan dan mereka telah menginvestasikan banyak uang. Saya rasa ini pertama kalinya Yamaha menginvestasikan begitu banyak uang. Mereka merekrut banyak teknisi, mereka melakukan banyak hal baru,” kata Borsoi.

    “Jadi, proyek ini sangat menarik dan jika kami berhasil, itu akan menjadi sesuatu–yang bisa dikatakan lagi–bahwa kami telah membuat sejarah, seperti yang telah kami lakukan dengan Ducati,” tukas dia.

    Pramac Yamaha diperkuat oleh dua pebalap berpengalaman, yakni Jack Miller dan Miguel Oliveira. Pramac Yamaha mendapat keistimewaan berupa motor Yamaha M1 spek pabrikan sama seperti yang digunakan Fabio Quartararo dan Alex Rins di tim factory.

    (lua/rgr)

  • Hasil Tes MotoGP 2025 di Sepang Hari Pertama, Miguel Oliveira Tercepat

    Hasil Tes MotoGP 2025 di Sepang Hari Pertama, Miguel Oliveira Tercepat

    Jakarta

    Tes pramusim MotoGP 2025 digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 5-7 Februari. Pada hari pertama pengujian di pagi hari, pebalap Pramac Yamaha, Miguel Oliveira, sukses menjadi yang tercepat dengan catatan lap time 1 menit 58,917 detik.

    MotoGP kembali menggelar uji coba di Sirkuit Sepang. Setelah menyelenggarakan tes shakedown, minggu ini giliran tes resmi yang melibatkan semua pebalap dan tim 2025. Sesi tes pramusim ini dimulai pukul 10 pagi waktu Malaysia. Tes ini akan berlangsung hingga pukul 6 sore selama tiga hari.

    Sirkuit Sepang, Malaysia Foto: Doc. MotoGP

    Oliveira mencatatkan waktu tercepat dalam tes pagi ini. Pebalap Portugal itu meraih waktu 1 menit 58,917 detik. Catatan waktu itu masih belum cukup memecahkan catatan waktu Fabio Quartararo di sesi tes shakedown yang mencatat 1 menit 57,794 detik.

    Setelah Sepang, tes pramusim MotoGP 2025 akan berlanjut ke Sirkuit Buriram Thailand dari tanggal 12-13 Februari. Thailand juga akan menjadi tuan rumah pertama MotoGP 2025 yang akan menggelar balapan pada 28 Februari.

    Spesifikasi mesin untuk Ducati, KTM, dan Aprilia akan dibekukan dari GP Thailand hingga akhir tahun 2026, untuk mengurangi biaya pengembangan menjelang era baru 850cc pada tahun 2027.

    Sementara Honda dan Yamaha saat ini bebas melanjutkan pengembangan mesin, karena mereka meraih peringkat konsesi D.

    Hasil Tes MotoGP 2025 di Sirkuit Sepang Malaysia Hari Pertama Sesi Pagi (5/2)

    1. Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) 1:58.917s 10/16
    2. Fermin Aldeguer SPA Gresini Ducati (GP24)* +0.223s 4/11
    3. Alex Rins SPA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.284s 7/13
    4. Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25) +0.327s 4/12
    5. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +0.457s 4/14
    6. Luca Marini ITA Honda HRC Castrol (RC213V) +0.751s 8/14
    7. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +0.823s 7/13
    8. Alex Marquez SPA Gresini Ducati (GP24) +0.868s 5/12
    9. Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) +1.047s 6/11
    10. Johann Zarco FRA LCR Honda (RC213V) +1.084s 5/11
    11. Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +1.160s 9/9
    12. Ai Ogura JPN Trackhouse Aprilia (RS-GP25)* +1.192s 6/11
    13. Augusto Fernandez SPA Yamaha Test Rider (YZR-M1) +1.435s 5/6
    14. Joan Mir SPA Honda HRC Castrol (RC213V) +1.520s 9/9
    15. Franco Morbidelli ITA VR46 Ducati (GP24) +1.734s 11/12
    16. Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) +1.736s 10/12
    17. Maverick Viñales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.790s 6/8
    18. Fabio Di Giannantonio ITA VR46 Ducati (GP25) +2.189s 9/10
    19. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +2.259s 6/13
    20. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) +2.371s 3/11
    21. Jorge Martin SPA Aprilia Racing (RS-GP25) +2.404s 5/11
    22. Somkiat Chantra THA LCR Honda (RC213V)* +2.818s 4/12
    23. Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +2.858s 7/8

    (lua/rgr)

  • Jorge Martin Absen di Seri Pembuka MotoGP 2025

    4 Alasan Kenapa Jorge Martin Ditolak Tim Pabrikan Ducati

    Jakarta

    Ducati Team Manager, Davide Tardozzi, mengungkapkan alasan tim pabrikan Ducati Lenovo tak jadi merekrut Jorge Martin pada musim 2025. Dalam persaingannya, Martin harus kalah dengan Marc Marquez yang lebih dipilih untuk menemani Francesco Bagnaia di tim utama Ducati.

    “Pertama, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Jorge Martin atas semua yang telah diberikannya kepada kami,” kata Tardozzi kepada El Periodico, dikutip dari Crash. “Kedua, Ducati selalu dan selalu, bekerja keras agar Martin bisa memenangkan gelar,” sambung Tardozzi.

    Marc Marquez Foto: Ducati

    Tardozzi pun tak peduli jika Martin menggunakan nomor 1 di tim barunya, Aprilia Racing. Keputusan itu tidak merusak hubungan Ducati dengan Martin. Apalagi Martin sudah secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada pabrikan asal Borgo Panigale itu.

    “Dan ketiga, kami tidak peduli, jika Jorge akhirnya mengambil gelar, bahwa kemudian (nomor) 1 jatuh ke tangan Aprilia. Setelah menyampaikan hal ini, yang sangat penting bagi kami dan Martin sendiri telah mengucapkan terima kasih kepada kami secara terbuka,” bilang Tardozzi.

    Davide Tardozzi Foto: Doc. Ducati.

    Alasan Kenapa Martin Ditolak Tim Pabrikan Ducati

    Tardozzi tidak memungkiri bahwa memilih Martin dan Marquez merupakan hal yang sulit. “Bahkan itu dipikirkan ulang selama berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan di Ducati, di antara kita semua,” ujarnya.

    Meski Martin merupakan pebalap potensial dan bahkan bisa membuktikan diri bisa menjuarai MotoGP 2024, Martin tidak memiliki empat faktor yang dimiliki Marquez. Apakah faktor-faktor itu?

    “Kami akhirnya memutuskan menawarkan tempat (di tim pabrikan) itu kepada Marc karena kami berpikir Marc bisa membawa lebih banyak pengalaman, karisma, kecepatan, dan pengetahuan tentang kategori (balap) ini (lebih baik) daripada Jorge,” kata Tardozzi lagi.

    “Semua orang di paddock tahu kalau Marc adalah Marc, kan?,” tukas dia.

    (lua/lth)

  • Daftar Negara Pemenang MotoGP Terbanyak, Italia Juaranya

    Daftar Negara Pemenang MotoGP Terbanyak, Italia Juaranya

    Jakarta

    Dalam dua dekade terakhir, kita tahu pebalap-pebalap dari Italia dan Spanyol mendominasi juara MotoGP. Sebut saja Valentino Rossi dengan 7 kali juara dan Marc Marquez dengan 6 kali juara.

    Ternyata sebelum era modern, persaingan MotoGP atau balap motor 500cc ini juga didominasi oleh pebalap asal Amerika Serikat dan Inggris. Jangan heran jika dua negara ini berada di peringkat atas karena sudah banyak menjuarai MotoGP.

    Namun Inggris sepertinya belum memiliki penerus juara kembali, karena terakhir menjuarai MotoGP pada 1977. Sementara Amerika masih bisa unjuk gigi lewat Kenny Roberts Jr (2000) dan Nicky Hayden (2006).

    Di sisi lain, negara tetangga kita, Australia juga memiliki sejarah hebat di MotoGP lewat aksi Mick Doohan yang 5 kali berturut-turut menjadi juara, serta Casey Stoner dengan dua gelar.

    Yang menarik, Gary Hocking adalah satu-satunya pebalap asal Afrika atau khususnya Rhodesia Selatan/Zimbabwe yang mampu meraih juara MotoGP, yakni pada 1961.

    Lantas manakah negara pemenang MotoGP terbanyak? Simak daftarnya di bawah ini, lengkap dengan nama pebalap, jumlah juara, dan tahunnya.

    Peringkat Negara Terbanyak Juara MotoGP

    Dirangkum dari situs resmi MotoGP, berikut ini peringkat negara berdasarkan jumlah pebalapnya yang pernah menjadi juara MotoGP sejak 1949 hingga 2024:

    Italia: 21 Kali

    Giacomo Agostini – 8 kali (1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1975)Valentino Rossi – 7 kali (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, 2009)Umberto Masetti – 2 kali (1950, 1952)Libero Liberati – 1 kali (1957)Marco Lucchinelli – 1 kali (1981)Franco Uncini – 1 kali (1982)Francesco Bagnaia – 2 kali (2022, 2023)

    Inggris: 17 Kali

    Geoff Duke – 4 kali (1951, 1953, 1954, 1955)John Surtees – 4 kali (1956, 1958, 1959, 1960)Mike Hailwood – 4 kali (1962, 1963, 1964, 1965)Phil Read – 2 kali (1973, 1974)Barry Sheene – 2 kali (1976, 1977)Leslie Graham – 1 kali (1949)

    Amerika Serikat: 15 Kali

    Eddie Lawson – 4 kali (1984, 1986, 1988, 1989)Kenny Roberts – 3 kali (1978, 1979, 1980)Wayne Rainey – 3 kali (1990, 1991, 1992)Freddie Spencer – 2 kali (1983, 1985)Kevin Schwantz – 1 kali (1993)Kenny Roberts Jr – 1 kali (2000)Nicky Hayden – 1 kali (2006)

    Spanyol: 12 Kali

    Marc Marquez – 6 kali (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019)Jorge Lorenzo – 3 kali (2010, 2012, 2015)Joan Mir – 1 kali (2020)Alex Criville – 1 kali (1999)Jorge Martin – 1 kali (2024)

    Australia: 8 Kali

    Mick Doohan – 5 kali (1994, 1995, 1996, 1997, 1998)Casey Stoner – 2 kali (2007, 2011)Wayne Gardner – 1 kali (1987)

    Prancis: 1 Kali

    Fabio Quartararo – 1 kali (2021)

    Rhodesia Selatan/Zimbabwe: 1 Kali

    Gary Hocking – 1 kali (1961)

    Demikian kita ketahui di peringkat pertama ada Italia yang unggul berkat dua legendanya, yakni Giacomo Agostini dan Valentino Rossi. Kemudian dilanjutkan Inggris dan Amerika Serikat.

    Spanyol membuntuti mereka di posisi ke-4. Dengan dominasinya selama satu dekade ini, tidak menutup kemungkinan Spanyol bisa menyalip Inggris dan Amerika Serikat dalam satu atau dua dekade ke depan.

    (bai/row)

  • Nomor 1 Dipakai Jorge Martin di Aprilia, Bos Ducati Bilang Begini

    Nomor 1 Dipakai Jorge Martin di Aprilia, Bos Ducati Bilang Begini

    Jakarta

    Nomor motor 1 akan tersemat di motor Aprilia tunggangan Jorge Martin. Begini kata Bos Ducati terkait hal itu.

    Nomor 1 di musim MotoGP 2025 dipastikan akan menempel di motor Jorge Martin. Keluar sebagai jawara musim 2024, Martin memutuskan meninggalkan nomor motor 89. Menariknya, nomor 1 itu tak tersemat lagi di Ducati Desmosedici GP mengingat mantan rider Pramac Racing itu hengkang ke Aprilia.

    General Manager Ducati Gigi Dall’Igna angkat suara terkait nomor 1 yang tak lagi menempel di motor Francesco Bagnaia. Kata Gigi, pindahnya nomor 1 ke Aprilia RS-GP tunggangan Jorge Martin itu bukan masalah berarti.

    “Masalahnya adalah untuk memenangi kejuaraan dan kami telah melakukannya tahun lalu,” kata Gigi dilansir Crash.

    “Ini (juara) adalah hal terpenting. Jadi untuk nomor 1 dalam hal ini ya hanya nomor dan tentunya kami akan senang untuk memilikinya di motor. Tapi prioritas kami adalah memenangi kejuaraan,” lanjut Gigi.

    Sebelumnya nomor 1 menempel pada motor Bagnaia selama musim 2022 dan 2023. Bagnaia menjadi pembalap pertama dalam lebih dari satu dekade yang memakai nomor 1 setelah merebut gelar Juara Dunia 2022. Bagnaia kemudian membuat sejarah dengan berhasil mempertahankan gelar pada 2023, menjadi pembalap MotoGP pertama yang kembali gunakan nomor 1 sejak Mick Doohan mencapai prestasi tersebut selama era 500cc. Ketika itu, Doohan menjuarai lima gelar berturut-turut dari 1994 hingga 1998.

    “Saya tidak ragu untuk memakai nomor 1, karena saya telah memperjuangkannya sepanjang hidup saya. Meraih gelar Juara Dunia di MotoGP dan dapat mengenakan nomor ini pada Aprilia adalah hal yang sangat menyenangkan. Semoga saja, kami dapat memiliki motivasi yang lebih besar dengan nomor ini. Saya merasa hebat dengan nomor ini dan, semoga saja, kami dapat membawanya ke puncak,” tutur Martin seperti dikutip situs resmi MotoGP.

    Dengan begitu, Martin bergabung dengan grup pebalap elit yang mengenakan nomor 1 di motornya. Ini juga akan melanjutkan tradisi yang dihidupkan kembali di MotoGP.

    (dry/din)