Tag: Jorge Lorenzo

  • Pebalap Kayak Marc Marquez Cuma Muncul 15 Tahun Sekali

    Pebalap Kayak Marc Marquez Cuma Muncul 15 Tahun Sekali

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, menganggap rekan senegaranya, Marc Marquez sebagai pebalap ‘langka’ yang sulit digantikan. Bahkan, bakat seperti The Baby Alien, kata dia, hanya muncul 10-15 tahun sekali.

    Marquez debut di MotoGP pada musim 2013 di Losail, Qatar. Dia dianggap meneruskan era Valentino Rossi yang menjalani balapan pertamanya di musim 2000 atau 13 tahun sebelum Marquez.

    Kenyataan tersebut membuat Lorenzo menyimpulkan, pebalap seperti Marquez hanya muncul 10-15 tahun sekali. Sebab, selain kualitas, pebalap berusia 32 tahun itu punya mental sekuat baja.

    “Marquez merupakan pebalap yang muncul setiap 10 atau 15 tahun sekali dan sejajar dengan Rossi, Stoner atau bahkan saya. Melihat angka-angkanya, dia bahkan lebih baik dari kami, meskipun masih satu gelar di bawah Rossi,” ujar Lorenzo, dikutip dari Motosan, Senin (11/8).

    Jorge Lorenzo puji habis Marc Marquez soal kualitas balapan. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    Menurut Lorenzo, Marquez merupakan fenomena besar di MotoGP. Bayangkan, setelah cedera parah bertahun-tahun, dia mampu comeback. Bahkan, dia langsung bisa adaptasi di musim pertamanya bersama Ducati merah.

    “Marc adalah fenomena. Dia datang ke Ducati dengan pengalaman yang lebih sedikit dibandingkan Pecco. Tapi, dia bisa tampil lebih cepat,” kata dia.

    Sebagai catatan, Marquez berpeluang besar meraih gelar juara kesembilannya musim ini. Bahkan, dia bisa menguncinya lebih cepat di Misano, Italia. Jika dia berhasil, maka koleksi gelarnya akan sama seperti Valentino Rossi.

    Marquez saat ini memimpin klasemen MotoGP 2025 dengan koleksi 381 poin. Dia unggul 120 angka dari adiknya, Alex Marquez di peringkat kedua. Pebalap dengan nomor 93 itu hanya perlu mencetak 103 poin lagi untuk memastikan gelar juara dunia.

    (sfn/rgr)

  • Dulu Musuhan, Sekarang Lorenzo Puji Rossi Habis-habisan

    Dulu Musuhan, Sekarang Lorenzo Puji Rossi Habis-habisan

    Jakarta

    Sebagian kita mungkin masih ingat betapa sengitnya rivalitas Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi di masa lalu. Bahkan, meski sama-sama membela Yamaha, keduanya sering saling sindir dan melempar pernyataan ofensif.

    Namun, setelah pensiun, hubungan keduanya pelan-pelan membaik. Menariknya, di sejumlah kesempatan, keduanya mulai saling memuji. Hal itu ditunjukkan Lorenzo yang menyebut Rossi sebagai pebalap pintar dan punya banyak ide.

    “Rossi yang paling kuat dalam hal improvisasi. Dia sangat cerdas, sangat luwes. Dia tahu cara berimprovisasi di lintasan. Dia tidak tertutup. Dia sangat terbuka. Wajar saja, karena dia sangat cerdas. Tidak hanya di ‘lantai dansa’, tapi di semua bidang kehidupan,” ujar Lorenzo, dikutip dari Motosan, Kamis (31/7).

    Jorge Lorenzo puji habis-habisan Valentino Rossi. Apa kata dia? Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    Lorenzo kemudian teringat perjumpaan bersejarahnya dengan Rossi di musim 2009. Ketika itu, saat balapan di Barcelona, Spanyol, dia harus menjalani pertarungan berat menghadapi The Doctor.

    “Kami berdua bersaing ketat sepanjang akhir pekan, dari FP1 hingga pemanasan. Balapan yang luar biasa. Tak satu pun dari kami bisa lolos. Itulah niat kami, baik dia maupun saya. Dan dia menang karena, menurut saya, dia yang terbaik,” ungkapnya.

    Lorenzo mengakui keandalan Rossi saat melibas tikungan. Menurutnya, Rossi paham betul kapan harus mengerem, mengurangi kecepatan dan berbelok. Hal itu yang selalu dipelajarinya selama ‘berbagi’ lintasan dengan pebalap asal Italia tersebut.

    “Rossi sangat cerdas, tidak hanya di trek, tetapi di semua bidang kehidupan,” kata Lorenzo.

    (sfn/rgr)

  • ‘Mustahil Marc Marquez Tak Jadi Juara Dunia MotoGP, Apalagi Dikawal Adiknya’

    ‘Mustahil Marc Marquez Tak Jadi Juara Dunia MotoGP, Apalagi Dikawal Adiknya’

    Jakarta

    Marc Marquez rasanya tak terbendung lagi. Bahkan ada yang meyakini kalau The Baby Aliens bisa juara dunia MotoGP musim ini.

    Chicho Lorenzo, ayah dari Jorge Lorenzo yang punya sekolah balap itu, yakin benar Marquez jadi juara dunia. Menurutnya pola kemenangan Marquez sudah seperti ia mendominasi balapan MotoGP saat bersama Honda dari 2011-2019, yang mana merupakan masa keemasan si pebalap.

    Saat ini Marquez memimpin klasemen dengan 307 poin. Posisi kedua ditempati Alex Marquez dengan angka berjarak 68 poin, dan Bagnaia makin tertinggal jauh, berjarak 126 poin.

    “Marquez praktis telah mencapai 82% dari poin yang mungkin. Itu luar biasa. Ini menarik karena ini adalah angka-angka seperti saat ia mendominasi. Ketika ia sudah mencapai lebih dari 80%, ia mendominasi,” jelasnya.

    Marc Marquez ketika menjuarai MotoGP Belanda (REUTERS/Yves Herman) Foto: REUTERS/Yves Herman

    Dari 10 balapan yang sudah digelar, Marc Marquez sudah enam kali menyapiu bersih kemenangan sprint dan main race, ini daftarnya:

    – Thailand: 37 poin
    – Argentina: 37 poin
    – Qatar: 37 poin
    – Italia: 37 poin
    – Aragon: 37 poin
    – Belanda: 37 poin

    Kompetitor terdekat Marquez ialah adiknya sendiri, Alex Marquez. Namun Chicho menilai Alex pasti ingin melihat kakaknya juara dunia lagi, besar kemungkinan bisa ‘mengawal’ Marquez guna memuluskan langkah Marc Marquez.

    “Dengan keunggulan poin ini, hampir mustahil untuk kehilangan kejuaraan ini. Dan terlebih lagi dengan saudaranya di sana sebagai pengawal yang setia,”ceplos Chicho.

    Pernyataan Chicho bukan tanpa alasan. Marc Marquez nampaknya kembali dalam performa terbaik.

    Kemenangan bakal diraihnya dalam seri berikutnya di Sirkuit Sachsenring, MotoGP Jerman 2025, yang menjadi seri berikutnya.

    Alex Marquez dan Marc Marquez menguasai posisi teratas klasemen MotoGP 2025 (Photo by Tiziana FABI / AFP) Foto: AFP/TIZIANA FABI

    Dari statistik kemenangan MotoGP, Marc Marquez merupakan rider kedua peraih kemenangan terbanyak, dia cuma kalah dari Giacomo Agostini.

    Kalau sampai Marquez menang lagi minggu ini, artinya Marquez sedang mengulang rekor kemenangan empat kali beruntun.

    (riar/din)

  • Tolak Tawaran Ducati, Bertahan di Yamaha

    Tolak Tawaran Ducati, Bertahan di Yamaha

    Jakarta

    Maverick Vinales menyebut kesalahan total saat memilih bertahan di Yamaha padahal ditawari kontrak Ducati. Ya, tim Ducati yang kini superior itu pernah kepincut Vinales.

    Vinales bilang pernah dihubungi Ducati untuk bergabung sebagai tim pabrikan. Dia mendapat kesempatan untuk menggantikan Jorge Lorenzo yang kontraknya berakhir pada musim 2018.

    “Itulah penyesalan terbesar saya dalam karier balap saya. Pada tahun 2018, saya mendapat tawaran untuk bergabung dengan tim resmi Ducati pada tahun 2019 dan 2020, sebagai rekan setim Dovizioso,” kata Vinales dikutip dari Diario AS, Kamis (3/7/2025).

    Kala itu pabrikan MotoGP sedang kompetitif. Honda yang digawangi Marc Marquez berada di puncak performa. Vinales berakhir di posisi tiga klasemen akhir MotoGP 2019. Dovizioso menjadi runner up.

    “Mereka meyakinkan saya. Saya benar-benar yakin untuk bergabung dengan Ducati, tetapi tim tempat saya bekerja meyakinkan saya untuk tetap di Yamaha dan mencoba menang di sana. Tentu saja, itu adalah kesalahan total. Kesalahan total,” kata Vinales.

    Maverick Vinales dan Yamaha memiliki hubungan yang bergejolak dengan perpisahan yang mengejutkan.Vinales, yang bergabung dengan Yamaha pada tahun 2017, seharusnya memiliki kontrak hingga akhir MotoGP 2022, tetapi mereka berpisah di tengah musim 2021 setelah serangkaian masalah dan ketidaksepakatan.

    Saat disinggung apakah Vinales bisa menjadi juara dunia bersama Ducati, dia bilang segala keputusan memiliki risiko.

    “Saya tidak tahu. Saya tidak tahu. Saya pikir dalam hidup, semua yang terjadi pasti ada alasannya. Mungkin saya pergi ke Ducati, cedera, cedera lagi, dan tidak akan pernah balapan lagi. Siapa tahu. Yang jelas, takdir telah membawa saya ke sini, ke KTM, dan saya telah membuat evolusi yang saya sukai. Saya merasa bangga pada diri saya sendiri dan saya merasa sangat bangga mewakili keluarga saya saat ini, di momen ini,” kata Vinales.

    (riar/dry)

  • Ini Mobil Mewah yang Disiapkan BMW Buat ‘Raja Kualifikasi’ MotoGP 2025

    Ini Mobil Mewah yang Disiapkan BMW Buat ‘Raja Kualifikasi’ MotoGP 2025

    Jakarta

    Setiap musim, para pebalap MotoGP bukan hanya memburu gelar juara dunia, tapi juga mengincar mobil dari BMW. Syaratnya? Menjadi raja kualifikasi MotoGP dan memenangkan BMW M Award.

    BMW M Award sendiri sudah jadi bagian dari tradisi MotoGP sejak 2003. Poin untuk penghargaan ini dihitung dari hasil sesi kualifikasi sepanjang musim. Siapa yang mengoleksi poin terbanyak, berhak membawa pulang mobil BMW eksklusif.

    BMW M2 CS untuk juara BMW M Award MotoGP 2025 Foto: dok. BMW

    Untuk tahun ini, hadiahnya tidak main-main. BMW M2 CS tampil dengan warna Velvet Blue Metallic yang elegan dan mesin inline enam silinder M TwinPower Turbo bertenaga 530 dk. Mobil ini mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 3,8 detik.

    Tidak hanya kencang, mobil ini juga ringan. Bobotnya dikurangi sekitar 30 kilogram dibanding model standar berkat penggunaan material serat karbon di berbagai komponen. Velg forged alloy dan transmisi 8-percepatan M Steptronic jadi standar bawaan.

    BMW menyebut M2 CS sebagai model tertinggi di segmen mobil sport kompak performa tinggi. Mobil ini akan diserahkan kepada pemenang BMW M Award pada seri penutup MotoGP di Valencia, Spanyol, November mendatang.

    Jauh sebelum pemenang BMW M Award tahun ini mendapatkan hadiahnya, mobil secara resmi diperkenalkan menjelang gelaran MotoGP Belanda di Assen. Dua pebalap MotoGP, Brad Binder dan Alex Rins, mendapat kehormatan memperkenalkannya ke publik.

    Alex Rins memperkenalkan mobil hadiah BMW M2 CS untuk juara BMW M Award MotoGP 2025 Foto: dok. BMW

    Untuk diingat, pebalap yang memenangkan penghargaan BMW M Award musim lalu adalah Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Meski tak menjadi juara dunia MotoGP usai kalah poin dari Jorge Martin, tapi Pecco dapat tersenyum puas lantaran membawa pulang sebuah BMW M5 Sedan.

    MotoGP mencatat, Marc Marquez jadi pebalap yang paling sering membawa pulang BMW di akhir musim. Marc berhasil memenangkan tujuh kali beruntung dari 2013 hingga 2019.
    Selain itu, nama besar seperti Valentino Rossi, Casey Stoner, dan Pecco Bagnaia masing-masing sudah meraih 3 kali BMW M Award ini. Jorge Lorenzo dan Fabio Quartararo juga tercatat sudah pernah membawa pulang BMW usai memenangkan BMW M Award dua kali sepanjang karir mereka.

    Lantas menurut detikers, siapa pebalap MotoGP yang akan membawa pulang BMW M2 CS di musim ini?

    (mhg/lua)

  • Bos Ducati Tegur Fans yang Cemooh Marc Marquez di MotoGP Italia

    Bos Ducati Tegur Fans yang Cemooh Marc Marquez di MotoGP Italia

    Jakarta

    Fans MotoGP terbelah memandang Marc Marquez saat melakoni sprint race MotoGP Italia. Tak sedikit yang menyoraki boo… kepada juara dunia 8 kali itu.

    Bos tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, terlihat marah menghadapi para penonton yang mencemooh pebalapnya. Momen ini terjadi di lintasan lurus utama Grand Prix Italia setelah kemenangan Marc Marquez.

    Tidak pakai basa-basi, Davide Tardozzi langsung menengok ke arah tribun penonton. Dia meminta penonton untuk berhenti mencemooh Marc Marquez.

    Terlihat Tardozzi meletakkan jarinya di bibir untuk membungkam cemoohan itu.

    “Ya Tuhan, dia ini warnanya merah,” teriak Tardozzi merujuk pada warna kebesaran Ducati sambil menunjuk jersey timnya.

    Other angle of unc Tardozzi telling the fans to stop booing Marc (for the people who got region locked like me 🥲) pic.twitter.com/PrZYYgYP8D

    — Grace 🐈‍⬛️ 🐐 🦌 (@gracux) June 21, 2025

    Tardozzi lalu bertepuk tangan sembari menggelengkan kepalanya, dia meminta agar cemoohan itu dihentikan. Namun permintaan Tardozzi itu terlihat diabaikan.

    Sirkuti Mugello telah menjadi tempat yang sangat negatif bagi Marquez selama bertahun-tahun sejak perseteruannya dengan Rossi meletus.

    Marc Marquez memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan para penonton MotoGP Italia sejak pertengkaran hebatnya dengan Valentino Rossi pada tahun 2015.

    Terutama pada tahun 2016, saat keamanan paddock harus ditingkatkan di tengah ancaman terhadap Marc Marque saat itu, serta juara MotoGP 2015 Jorge Lorenzo.

    Marquez sering kali mendapati dirinya menjadi sasaran cemoohan setiap kali MotoGP berlangsung di Italia. Mskipun pebalap Spanyol itu kini membalap untuk tim Ducati.

    Setelah kemenangannya di sprint pada Sabtu sore (21/6/2025), Marquez menerima cemoohan dan siulan dari para penonton di lintasan lurus.

    Meski begitu, Marc Marquez tetap menjadi yang tercepat dalam 11 lap di Mugello dengan catatan waktu 19 menit 31,416 detik, menyusul kemudian ada Alex Marquez dan Bagnaia.

    “Saya sedikit bingung di awal, tapi untungnya saya berada di posisi yang tepat dan di jalur yang tepat di tiga tikungan pertama, jadi saya bisa mendekati Alex. Di trek ini, saya merasa nyaman berada di belakang rival-rival utama saya, tetapi pagi ini saya merasa sangat nyaman mengendarai motor saya sendiri dan mengatur batas kecepatan,” kata Marquez.

    (riar/mhg)

  • Lorenzo Sebut Toprak Tidak Cocok Kendarai Motor MotoGP Yamaha

    Lorenzo Sebut Toprak Tidak Cocok Kendarai Motor MotoGP Yamaha

    Jakarta

    Legenda MotoGP Jorge Lorenzo turut mengomentari kepindahan pebalap tim BMW WSBK Toprak Razgatlioglu ke tim Pramac Yamaha MotoGP pada musim depan. Menurut Lorenzo, Toprak tidak cocok mengendarai motor MotoGP Yamaha YZR-M1. Toprak disebut-sebut lebih cocok mengendarai motor MotoGP Honda atau Ducati.

    “Wow! Itu berita yang luar biasa untuk semua penggemar MotoGP, kita semua suka membaca berita ini,” ungkap Lorenzo melalui postingan di Instagram Story-nya, untuk mengomentari kepindahan Toprak ke tim satelit MotoGP, Pramac Yamaha.

    Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo Foto: MotoGP.com

    Di sisi lain, Lorenzo memberi penilaiannya terhadap Toprak. Lorenzo yang pernah membela tim MotoGP Yamaha, Honda, dan Ducati, menilai, Toprak lebih cocok membalap untuk tim MotoGP Ducati atau Honda.

    “Saya pikir gaya balapnya lebih cocok untuk Ducati atau bahkan Honda. Tapi saya yakin dengan kesabaran dan waktu, Toprak akan sukses di MotoGP juga. Bakat dan skill pengeremannya tidak dapat dibantah,” tambah pebalap berjuluk Por Fuera tersebut.

    “Selamat kepada Toprak, Pramac, dan Yamaha atas kesepakatan ini,” tutup pemegang gelar juara dunia MotoGP tiga kali tersebut.

    Diberitakan sebelumnya, Toprak resmi bergabung ke MotoGP pada musim 2026. Toprak bergabung dengan tim satelit Pramac Yamaha. Kemungkinan besar, pebalap Turki tersebut akan menggantikan posisi Jack Miller yang kontraknya habis di akhir musim 2025.

    Saat ini Toprak masih membalap untuk tim BMW di ajang WSBK. Bersama BMW, Toprak menunjukkan dirinya bisa tampil bagus. Terbukti dengan gelar juara WSBK di 2024. Sebelumnya pebalap berjuluk El Turco tersebut juga menjuarai balapan WSBK bersama tim Yamaha pada musim 2021.

    (lua/dry)

  • Sambutan Para Pebalap Usai Toprak Razgatlioglu Gabung MotoGP

    Sambutan Para Pebalap Usai Toprak Razgatlioglu Gabung MotoGP

    Jakarta

    Juara dunia World Superbike atau WSBK 2024 Toprak Razgatlioglu resmi berlabuh ke MotoGP musim depan. Bukan hanya penggemar balap motor, kehadiran rider asal Turki tersebut juga disambut meriah oleh sejumlah pebalap.

    Toprak akan membela tim satelit Yamaha, Prima Pramac Racing di MotoGP 2026. Dia kemungkinan besar akan ditandemkan Miguel Oliveira yang kontraknya masih berlaku hingga musim depan.

    Kepindahan Toprak ke MotoGP sudah dinantikan sejak lama, setidaknya dua-tiga tahun terakhir. Itulah mengapa, ketika pebalap 28 tahun itu memutuskan pindah, publik termasuk para pebalap lain menyambutnya dengan gemuruh.

    Toprak Razgatlioglu pindah ke MotoGP musim depan. Foto: Yamaha Monster Energy

    Berikut detikOto rangkum sambutan para pebalap untuk Toprak yang pindah ke MotoGP. Sambutan tersebut disampaikan mereka melalui akun Instagram resmi masing-masing.

    Jorge Lorenzo: Wah! Ini merupakan kabar yang sangat luar biasa untuk seluruh penggemar MotoGP di dunia!Jonathan Rea: Selamat, Toprak! Kehilangan untuk WSBK merupakan pertumbuhan untuk MotoGP.Marco Melandri: Wowwwww!Chaz Davies: Nggak sabar lihat legenda ini bertarung di MotoGP. Selamat berjuang, Toprak!

    Diberitakan detikOto sebelumnya, kepastian Toprak Razgatlioglu bergabung ke Prima Pramac Yamaha di MotoGP diumumkan langsung tim satelit tersebut melalui rilis resmi. Hanya saja, hingga kini belum ada keterangan terkait kontrak.

    “Yamaha Motor Co., Ltd. dengan bangga mengumumkan Toprak Razgatlioglu akan kembali ke Yamaha. Juara WorldSBK 2024 dan WorldSBK 2021 ini akan pindah ke MotoGP pada tahun 2026 dengan bergabung Prima Pramac Yamaha MotoGP,” demikian tulis rilis resmi Yamaha, dikutip Kamis (12/6).

    Paolo Pavesio selaku Managing Director Yamaha Motor Racing mengaku bangga bisa mengamankan jasa Toprak untuk musim depan. Menurutnya, juara dunia WSBK dua kali tersebut punya bakat spesial yang membuatnya layak berlabuh ke MotoGP.

    “Kami sangat gembira menyambut Toprak kembali ke keluarga Yamaha. Toprak telah terbukti memiliki bakat hebat, dengan dua kali mengamankan gelar juara WorldSBK, yang merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Paolo.

    “Semangat juang dan tekadnya sangat cocok untuk Prima Pramac Yamaha MotoGP dan strategi tim yang berani. Jadi kami yakin 2026 adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah yang telah ditunggu-tunggu banyak penggemar,” kata dia menambahkan.

    (sfn/rgr)

  • Jadwal MotoGP Aragon 2025 Akhir Pekan Ini

    Jadwal MotoGP Aragon 2025 Akhir Pekan Ini

    Jakarta

    Jadwal MotoGP Aragon 2025 bisa Anda simak di sini. MotoGP Aragon 2025 disiarkan langsung melalui stasiun televisi Trans7 dan aplikasi berbayar seperti Vidio dan Vision+.

    Seri kedelapan MotoGP 2025 tersaji di Sirkuit Aragon, Spanyol, pada 6-8 Juni 2025. Sirkuit ini menyelenggarakan balap MotoGP sejak tahun 2010. Kendati tergolong sirkuit anyar, Aragon pernah menampilkan sejumlah pertarungan klasik nan epik, seperti duel Pedrosa dan Rossi musim 2015, atau pertarungan Marquez vs Dovizioso dan Alex Rins vs Iannone pada musim 2018.

    Melihat angka statistik, sirkuit ini masih dikuasai Honda dengan 7 kemenangan (5 oleh Marc Marquez dan masing-masing 1 oleh Casey Stoner dan Dani Pedrosa). Sementara Yamaha pernah juga juara di sirkuit ini pada musim 2014 dan 2015 melalui pebalap Jorge Lorenzo.

    Tapi sejak beberapa musim terakhir, Sirkuit Aragon dikuasai oleh pabrikan Ducati, di mana Francesco Bagnaia mencatatkan kemenangan pada musim 2021, Enea Bastianini pada 2022, diikuti Marc Marquez musim 2024 yang saat itu membela tim satelit Ducati Gresini. Pada 2023, Aragon hilang dari kalender MotoGP karena kebutuhan rotasi.

    Tentunya Marc Marquez difavoritkan kembali juara di sirkuit sepanjang 5,08 km tersebut. Apalagi pemenang 6 seri MotoGP Aragon tersebut kini berada di tim factory Ducati Lenovo. Pastinya peluang Marquez untuk juara semakin tebal.

    Ditambah lagi, saat ini Marquez memimpin klasemen sementara MotoGP 2025 setelah berjalan 7 seri. Marquez memimpin dengan 196 poin. Meski begitu, sepertinya Marquez tidak akan menang dengan mudah. Sebab sang adik, Alex Marquez, siap menjadi penantangnya. Jangan lupakan juga performa pebalap senior, Johann Zarco, yang makin nyetel dengan motor Honda RC213V.

    Jadwal MotoGP Aragon 2025

    Jumat (6/6)

    1. 14:00-14:35 WIB: Moto3 Free Practice Nr. 1
    2. 14:50-15:30 WIB: Moto2 Free Practice Nr. 1
    3. 15:45-16:30 WIB: MotoGP Free Practice Nr. 1
    4. 18:15-18:50 WIB: Moto3 Practice
    5. 19:05-19:45 WIB: Moto2 Practice
    6. 20:00-21:00 WIB: MotoGP Practice

    Sabtu (7/6)

    1. 13:40-14:10 WIB: Moto3 Free Practice Nr. 2
    2. 14:25-14:55 WIB: Moto2 Free Practice Nr. 2
    3. 15:10-15:40 WIB: MotoGP Free Practice Nr. 2
    4. 15:50-16:05 WIB: MotoGP Qualifying Nr. 1
    5. 16:15-16:30 WIB: MotoGP Qualifying Nr. 2
    6. 17:50-18:05 WIB: Moto3 Qualifying Nr. 1
    7. 18:15-18:30 WIB: Moto3 Qualifying Nr. 2
    8. 18:45-19:00 WIB: Moto2 Qualifying Nr. 1
    9. 19:10-19:25 WIB: Moto2 Qualifying Nr. 2
    10. 20:00 WIB: MotoGP 11 Laps Tissot Sprint

    Minggu (8/6)

    1. 14:40-14:50 WIB: MotoGP Warm Up
    2. 16:00 WIB: Moto3 17 Laps Race
    3. 17:15 WIB: Moto2 19 Laps Race
    4. 19:00 WIB: MotoGP 23 Laps Grand Prix

    (lua/rgr)

  • Gara-gara Ducati, Tahun 2012 Valentino Rossi Nyaris Pensiun dari MotoGP

    Gara-gara Ducati, Tahun 2012 Valentino Rossi Nyaris Pensiun dari MotoGP

    Jakarta

    Sahabat Valentino Rossi sekaligus bos VR46 Racing Team, Alessio Salucci, mengungkapkan fakta bahwa Rossi nyaris pensiun dari MotoGP pada 2012 karena Ducati. The Doctor disebut-sebut kehilangan gairah membalap karena motor Ducati saat itu kurang kompetitif.

    “Satu-satunya hal yang tidak berhasil bagi kami di Ducati adalah motornya,” ungkap pria yang akrab disapa Uccio, dikutip dari Motosan.

    Kata Uccio, secara tim dan suasana di paddock, sebenarnya tidak ada masalah. Ducati adalah tim yang fantastis dengan tim yang mau bekerja keras. Tapi sekali lagi, yang jadi masalah adalah motor Ducati Desmosedici saat itu kurang bisa bersaing di lintasan. Bahkan gara-gara itu, Rossi sampai mau pensiun dari MotoGP.

    Valentino Rossi dan Uccio Salucci Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

    “Mereka (Ducati) adalah grup yang fantastis. Namun, ketika motornya tidak berhasil, itu sulit. Dan saya tidak menyembunyikannya, Valentino mengatakan kepada saya sekitar dua atau tiga kali pada pertengahan tahun 2012, bahwa dia tidak lagi memiliki keinginan (membalap di MotoGP), bahwa dia ingin berada di rumah,” sambung Uccio.

    Diketahui, Rossi membela tim pabrikan Ducati pada 2011-2012. Saat itu Rossi pindah dari Yamaha yang membesarkan namanya. Jika di Yamaha Rossi akrab dengan mentalitas juara, maka lain halnya di Ducati. Rossi mengalami kesulitan.

    Pada musim 2011 misalnya, Rossi finis di posisi ketujuh dalam kejuaraan dengan 139 poin, 211 poin di belakang sang juara Casey Stoner (Repsol Honda). Rossi juga tidak bisa memenangkan satu pun pada MotoGP 2011, dan menjadi yang pertama kali dalam karier Grand Prix-nya. Prestasi terbaik Rossi saat itu hanya finis podium tiga di Prancis.

    Selanjutnya pada musim 2012, Rossi mengakhiri musim di posisi keenam dalam kejuaraan dengan 163 poin, atau 187 poin di belakang juara Jorge Lorenzo (Yamaha). Saat itu, prestasi terbaik Rossi adalah finis kedua di Prancis dan San Marino.

    Saat kariernya terlihat bakal meredup, Yamaha menyelamatkan karier Valentino Rossi. Rossi kemudian menjadi pebalap Yamaha lagi dari tahun 2013 hingga tahun 2021. Pada debut kedua kalinya bersama Yamaha, Rossi kembali menemukan gairahnya di MotoGP, meski dia tak mampu menjadi juara dunia lagi dan mengalami kesulitan di ujung kariernya.

    (lua/rgr)