Tag: Jorge Lorenzo

  • Hore! Marquez Pulih dari Cedera

    Hore! Marquez Pulih dari Cedera

    Jakarta

    Kabar baik datang dari juara bertahan MotoGP, Marc Marquez. Pebalap Ducati Lenovo tersebut akhirnya kembali menjejakkan roda di lintasan aspal setelah menepi cukup lama akibat cedera bahu yang dialaminya pada MotoGP Indonesia 2025, Oktober lalu. Marquez melakukan latihan kecil-kecilan bersama test rider Ducati, Michele Pirro.

    Sebagai informasi, pebalap asal Spanyol tersebut sempat harus menjalani operasi usai terjatuh dalam insiden dengan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika Lombok. Sejak saat itu, Marquez mengikuti program pemulihan yang ketat dan terencana, dimulai aktivitas balap sepeda gunung, kemudian motor trail, motocross, hingga kini kembali ke trek.

    “Kembali mengendarai motor dan merasakan kembali sensasinya ❤️,” kata Marquez melalui akun media sosialnya, menandai momen comeback yang lama dinantikan oleh para penggemarnya.

    Juara dunia sembilan kali tersebut terlihat menunggangi Ducati Panigale V2 di Sirkuit Aspar, Valencia. Marquez menjajal motor sport tersebut dalam kondisi lintasan yang cukup dingin. Di hari yang sama, sesi latihan juga diwarnai kabar kurang baik dengan cedera yang dialami Fermin Aldeguer.

    Dalam kesempatan itu, pebalap uji Ducati, Michele Pirro, turut hadir dan berfoto bersama Marquez serta mantan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo. Lorenzo diketahui kini bekerja sama dengan Maverick Vinales dan juga berlatih di fasilitas milik Aspar.

    Aksi di lintasan diperkirakan berlanjut pada Jumat, dengan adik Marc sekaligus runner-up MotoGP musim lalu, Alex Marquez, dijadwalkan ikut ambil bagian. Sementara itu, tim Gresini Racing belum mengumumkan estimasi pemulihan Aldeguer.

    MotoGP seri pembuka musim di Sepang, Malaysia, yang akan digelar pada 3-5 Februari, berpotensi menjadi penampilan perdana Marquez sejak kecelakaan di Mandalika pada 5 Oktober lalu.

    (lua/riar)

  • FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    FBI Sita Koleksi Rp 667 M Bandar Narkoba, Ada Eks Motor Rossi-Lorenzo

    Los Angeles

    FBI bersama sejumlah otoritas lain menyita aset mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini menjadi tersangka perdagangan narkoba, Ryan James Wedding. Koleksi yang disita itu termasuk motor MotoGP yang diduga pernah digunakan Valentino Rossi hingga Marc Marquez.

    Dilansir CNBC News, Rabu (31/12/2025), FBI Los Angeles menyebut pihak berwenang Meksiko mengamankan puluhan sepeda motor mahal dan bertenaga tinggi senilai sekitar USD 40 juta atau sekitar RP 667 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding.

    FBI mengatakan penyitaan tersebut merupakan bagian dari operasi gabungan yang juga melibatkan polisi Los Angeles dan Kepolisian Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police). FBI Los Angeles juga merilis foto-foto sepeda motor yang disita meski tidak menyebut secara pasti di mana sepeda motor tersebut ditemukan.

    Dalam foto-foto yang dirilis FBI dan dilansir Toronto Star, tampak beberapa motor MotoGP atau replikanya. Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi pada 2011 dan 2012. Ada juga motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko menyebut mereka juga menyita dua kendaraan, karya seni, dua medali Olimpiade, narkoba, dan barang-barang lainnya di empat lokasi di Mexico City. Belum jelas medali siapa yang ditemukan oleh pihak Meksiko.

    Wedding mewakili Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City tetapi tidak memenangkan medali apa pun. Dia menempati peringkat ke-24 dalam slalom paralel raksasa putra.

    Wedding masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI karena dicurigai menjalankan jaringan narkoba internasional. Dia diyakini bersembunyi di Meksiko di bawah perlindungan kartel Sinaloa.

    Departemen Kehakiman AS meningkatkan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman Wedding menjadi USD 15 juta atau Rp 250 miliar. Direktur FBI Kash Patel menyamakan Wedding dengan gembong narkoba terkenal seperti Pablo Escobar dan Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán.

    Wedding telah didakwa di pengadilan federal Los Angeles atas beberapa tuduhan terkait narkoba. Bulan lalu, dia dikenai tuduhan baru yang menuduhnya memerintahkan pembunuhan terhadap seorang saksi dalam kasus pemerintah AS terhadapnya dan merekrut pembunuh bayaran untuk membunuh para pengedar narkoba saingannya.

    Organisasi Wedding, kata Jaksa Agung Pam Bondi saat itu, bertanggung jawab atas impor sekitar 60 metrik ton kokain per tahun ke Los Angeles.

    “Dia mengendalikan salah satu organisasi perdagangan narkoba paling produktif dan kejam di dunia ini. Saat ini dia adalah distributor kokain terbesar di Kanada,” kata Bondi.

    Menurut jaksa federal, Wedding memulai kariernya sebagai pengedar narkoba sekitar tahun 2008 ketika dia pergi ke San Diego bersama dua pria lain untuk membeli kokain. Setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain, Wedding dibebaskan dari penjara pada Desember 2011 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai distributor narkoba ilegal internasional kelas kakap.

    Halaman 2 dari 2

    (haf/whn)

  • Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Motor MotoGP Senilai Rp 600 M Disita dari Buronan, Ada Punya Rossi-Lorenzo

    Jakarta

    Sejumlah koleksi sepeda motor, termasuk motor balap MotoGP yang diduga milik seorang gembong narkoba disita oleh pihak berwenang Meksiko. FBI merilis foto-foto yang menunjukkan koleksi motor yang diyakini milik gembong narkoba Ryan Wedding.

    Dikutip Crash, Ryan Wedding yang merupakan mantan atlet snowboarder Olimpiade asal Kanada berusia 44 tahun. Dia masuk dalam daftar 10 buronan paling dicari FBI. Dia diyakini sedang tinggal di Meksiko.

    Wedding didakwa dengan berbagai pelanggaran narkoba pada tahun 2024. Kini, Wedding masih buron, Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapannya.

    Mantan atlet Kanada itu menjalani hukuman penjara pada tahun 2009 setelah dihukum karena konspirasi untuk mendistribusikan kokain.

    Ia dibebaskan pada akhir tahun 2010. Setelah itu, ia diyakini telah mendirikan kerajaan perdagangan narkoba, Wedding diduga bertanggung jawab atas pengiriman rutin ratusan kilogram kokain ke Kanada dan beberapa bagian AS. Pihak berwenang menganggapnya bersenjata dan berbahaya.

    Pada Senin malam (29/12/2025), FBI Los Angeles merilis sejumlah foto koleksi sepeda motor senilai 40 juta dolar atau setara Rp 668 miliar yang diyakini dimiliki oleh Wedding. Di antara koleksi motor tersebut, ada beberapa motor MotoGP.

    Koleksi motor tersebut termasuk motor MotoGP Ducati 2018 yang dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici 2019 milik Andrea Dovizioso.

    Ada juga dua unit Ducati tunggangan Valentino Rossi yang mengalami masa sulitnya pada 2011 dan 2012. Tak ketinggalan motor Moto2 milik Marc Marquez musim 2011 dan 2012.

    Berbagai macam sepeda motor tersebut juga mencakup beberapa motor Honda 500cc yang digunakan dalam balapan Grand Prix dan beberapa motor Kawasaki Superbike.

    Belum jelas apa yang akan terjadi pada sepeda motor-sepeda motor ini setelah disita.

    “Bulan ini, pihak berwenang Meksiko melaksanakan beberapa surat perintah penggeledahan dan menyita sejumlah besar sepeda motor dengan perkiraan nilai sekitar $40 juta USD yang diyakini dimiliki oleh buronan FBI Top Ten, Ryan James Wedding. Penyitaan yang sukses ini merupakan hasil upaya kolaboratif antara pihak berwenang Meksiko, FBI, RCMP, dan LAPD,” demikian pernyataan singkat dari FBI.

    (rgr/dry)

  • Lorenzo Bongkar Rahasia Kalahkan Prime Rossi di MotoGP

    Lorenzo Bongkar Rahasia Kalahkan Prime Rossi di MotoGP

    Jakarta

    Legenda balap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, kerap kali mengalahkan Valentino Rossi di era prime-nya. Padahal, ketika itu, The Doctor merupakan pebalap terkuat di lintasan dan sulit sekali dikalahkan. Apa rahasianya?

    Disitat dari Motosan, Lorenzo bukan mengungkap rahasia teknis atau strategis untuk mengalahkan prime Rossi di MotoGP. Dia justru bicara faktor lain yang berkaitan dengan fisik dan kesiapan mental selama membalap.

    Ketika itu, Lorenzo membeli motorhome mutakhir yang bisa dibongkar-pasang. Menariknya, di dalam fasilitas tersebut, ada cryosauna yang bisa didinginkan hingga suhu -180 derajat celcius. Dia menggunakan itu untuk relaksasi tubuh menjelang perlombaan.

    “Saya membeli sebuah motorhome yang dapat dibongkar sepenuhnya. Itu bukan motorhome Amerika yang bentuknya seperti cetakan dan tak dapat dimodifikasi; saya membangun motorhome sesuai keinginan saya,” ujar Lorenzo, dikutip Selasa (30/12).

    “Saya memasang cryosauna di dalamnya, tempat saya masuk ke ruangan bersuhu minus 180 derajat selama tiga menit untuk memulihkan diri setelah latihan. Ya, pada suhu minus 180 derajat,” tambahnya.

    Jorge Lorenzo. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto

    Motorhome tersebut, ketika itu, selalu terparkir di samping motorhome Rossi. Namun, menurutnya, fasilitas itu memiliki satu masalah logistik yang cukup menantang. Lorenzo dan timnya harus mencari tempat untuk memproduksi hidrogen.

    “Saya punya sesuatu yang tidak diketahui siapa pun, saya ingin merahasiakannya. Saya menyuruh asisten saya untuk menaruh hidrogen di belakang motorhome. Tidak ada yang bisa melihatnya, bahkan asisten Valentino sekalipun. Saya tidak ingin siapa pun tahu, manajer saya pun tak tahu,” tuturnya.

    “Saya melakukan ini pada musim 2015, dan pada akhirnya saya memenangkan gelar juara,” lanjutnya.

    Selain fasilitas untuk relaksasi tubuh, Lorenzo juga mengaku punya dokter pribadi yang memiliki sejumlah metode khusus. Hal tersebut, kata dia, sangat berpengaruh ke performanya saat masih muda.

    “Saya punya dokter khusus yang memiliki metode untuk membuat saya lebih kuat, fisioterapis, semuanya. Saya melakukan semuanya dan menginvestasikan segalanya untuk menjadi lebih kuat. Cristiano Ronaldo juga sama; dia menginvestasikan 12 jam sehari untuk menjadi lebih baik, dia mendedikasikan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada orang lain, dan akhirnya dia membuat perbedaan,” kata Lorenzo.

    (sfn/rgr)

  • Vinales Latihan Keras, Dibantu Jorge Lorenzo dan Ayahnya

    Vinales Latihan Keras, Dibantu Jorge Lorenzo dan Ayahnya

    Jakarta

    Maverick Vinales latihan keras untuk mempersiapkan fisiknya jelang MotoGP 2026. Tak tanggung-tanggung, Vinales dibantu langsung oleh legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, untuk mengembalikan performanya usai menjalani pemulihan cedera.

    2025 menjadi musim yang kurang menyenangkan bagi Vinales. Rider asal Spanyol itu menderita cedera bahu kiri yang cukup panjang sejak kecelakaan di MotoGP Jerman bulan Juli lalu. Vinales pun hanya tampil sebanyak 14 kali di MotoGP 2025, mengemas 72 poin, dan hanya menempati urutan ke-18 di klasemen akhir.

    Usai pulih dari cedera, pebalap berjuluk Top Gun itu tak mau leha-leha di musim liburan setelah MotoGP 2025 selesai. Vinales kemudian menggunakan jasa Jorge Lorenzo sebagai pelatih performa. Vinales melakukan latihan di Austria dan Spanyol. Selama latihan privat ini, Lorenzo banyak memberikan masukan.

    Menariknya, ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo, baru-baru ini bergabung dengan Vinales dan Lorenzo selama sesi latihan. Pengalaman Chicho dalam menggembleng Jorge Lorenzo menjadi juara dunia, tentunya sangat berguna untuk Vinales.

    Chicho Lorenzo bekerja sama dengan Vinales menggunakan pendekatan serupa, yakni berlatih mengendarai motor supersport di lintasan sempit berbentuk angka delapan selama sesi latihan di Albaida, dekat Valencia. Chicho menyebut latihan terpenting ini sebagai ‘Magic Eight’.

    Menarik menanti hasil latihan keras Vinales di MotoGP 2026 nanti. Terlebih Vinales akan mengendarai salah satu motor kompetitif di MotoGP, yakni KTM RC16. Vinales butuh hasil terbaik di musim depan karena kontraknya bersama tim satelit Tech3 KTM akan berakhir di tahun 2026.

    Kalau Vinales meraih hasil buruk, bisa saja kontraknya tidak diperpanjang oleh Tech3 KTM. Dan tentunya, sulit bagi Vinales untuk mencari tim lain selain KTM di MotoGP, jika dia tidak perform di lintasan balap.

    (lua/dry)

  • Vinales Sempat Kepikiran Pensiun Dini

    Vinales Sempat Kepikiran Pensiun Dini

    Jakarta

    Pebalap KTM Maverick Vinales sempat kepikiran untuk pensiun dini dari ajang MotoGP. Pikiran itu menghantui Vinales setelah empat musim berlaga di kelas utama, setelah dia merasa kariernya mentok.

    Vinales debut di MotoGP bersama Suzuki sejak 2015. Setelah konsisten finis di 10 besar, Vinales meraih kemenangan perdananya pada tahun 2016 di Grand Prix Inggris. Kemenangan ini sontak mengantarkannya mendapatkan kursi panas di tim pabrikan Yamaha pada musim 2017, menggantikan Jorge Lorenzo.

    Kepindahannya ke Yamaha langsung membuahkan hasil manis. Vinales sukses memenangkan tiga dari lima balapan pertamanya!

    Namun, tren positif itu tidak berlangsung lama. Hasilnya mulai memburuk seiring dengan masalah yang dialami motor YZR-M1 dengan ban Michelin saat itu.

    Puncaknya, musim 2018 menjadi periode yang sulit. Vinales hanya mencatatkan satu podium dalam tujuh seri pembuka. Ia baru bisa kembali meraih kemenangan menjelang akhir musim, yakni di Grand Prix Australia.

    Vinales mengungkapkan dia kepikiran memilih pilih pensiun pada 2018.

    “Ya, pada 2018,” jawabnya ketika ditanya apakah ia pernah mempertimbangkan untuk pensiun.

    “Saya datang dari tahun di mana semuanya berjalan dengan baik, dan kemudian, tiba-tiba, tidak ada yang berhasil,” tambah Vinales.

    “Saya tidak punya motivasi lagi,” jelasnya lagi.

    Hubungan Vinales dengan Yamaha akhirnya memburuk total pada tahun 2021. Pembalap Spanyol itu meminta untuk memutus kontrak dua tahunnya lebih awal.

    Puncaknya, Vinales dikeluarkan dari tim setelah Grand Prix Styria. Ia dituduh sengaja berusaha merusak mesin motor M1-nya dalam insiden yang terjadi selama balapan tersebut.

    Namun itu Vinales yang dulu. Kini Vinales sudah mematok target tertinggi untuk musim 2026. Bukan hanya gelar, Vinales juga mengincar rekor yang belum pernah disentuh pembalap mana pun di MotoGP. Selain gelar juara, Vinales juga punya ambisi unik untuk mencatatkan namanya dalam buku sejarah balap motor sebagai pebalap yang pernah menang dengan empat pabrikan berbeda.

    “Itu tujuan utama saya. Saya akan menjadi satu-satunya yang memenangkan [balapan] dengan empat merek berbeda,” ungkap Vinales.

    Sejauh ini, Vinales telah memenangkan balapan di MotoGP bersama Suzuki (1 kemenangan), Yamaha (8 kemenangan), dan saat ini bersama Aprilia (1 kemenangan). Artinya, ia hanya membutuhkan kemenangan dengan satu merek lagi untuk mewujudkan rekor tersebut.

    “Jika saya bisa memberikan 100% dalam setiap aspek, itu akan mungkin (memenangkan gelar). Bakat dan kecepatan sering membantu saya, tetapi sekarang saya harus fokus pada detail untuk mengambil langkah terakhir,” pungkasnya.

    (riar/rgr)

  • Kata Miller soal Perbedaan Mesin Inline 4 dan V4 Yamaha M1

    Kata Miller soal Perbedaan Mesin Inline 4 dan V4 Yamaha M1

    Jakarta

    Pebalap Pramac Yamaha Jack Miller bicara soal perbedaan mesin inline 4 dan V4 Yamaha M1. Kata Miller, mesin inline 4 dan V4 memiliki perbedaan dari segi desain. Perbedaan itu akan membuat Yamaha lebih gampang mengatasi masalah akut yang dialaminya selama ini, yaitu minimnya cengkeraman ban belakang.

    Yamaha resmi beralih ke mesin V4 pada MotoGP 2026. Yamaha mengakhiri era M1 bermesin inline 4 yang telah mereka gunakan sejak era MotoGP modern tahun 2002. Sudah banyak prestasi ditorehkan Yamaha M1 inline 4, dengan delapan gelar MotoGP bersama Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, termasuk Fabio Quartararo pada 2021.

    Namun sejak pertengahan 2022, M1 inline 4 tersebut mengalami penurunan performa. Alih-alih bersaing memperebutkan gelar juara dunia, untuk memenangkan seri maupun sekadar naik podium pun sangat sulit. M1 inline 4 kalah saing dengan motor-motor Eropa yang sudah menggunakan mesin V4.

    Yamaha YZR-M1 terbaru bermesin V4 Foto: Dok. Yamaha Factory Racing

    “Kami punya motor solid di bagian depan, tidak terlalu banyak wheelie, dan jelas bisa berbelok dengan sangat baik,” ungkap Miller dikutip dari Crash. “Dan jika terjadi wheelie atau semacamnya, efeknya tidak terlalu buruk, karena distribusi berat motor kami jauh lebih banyak di bagian depan dibandingkan motor lain,” tambah Miller.

    Namun karakteristik M1 inline 4 yang bertumpu pada bagian depan ini mengorbankan cengkeraman bagian belakang yang sangat penting. Terlebih Michelin mengeluarkan ban generasi terbaru.

    “Keempat silindernya ada di ban depan (dengan mesin inline), jadi di mana pun Anda mengubah posisi tangki bahan bakar, bobotnya akan tetap berada di depan,” jelas Miller. Sementara dengan arsitektur mesin V4, distribusi bobot motor bisa lebih merata, sebab mesin V4 memposisikan dua silinder di depan dan dua silinder di belakang.

    “Rangka silinder (belakang) itu (pada mesin V4) berarti semuanya bergerak sedikit lebih ke belakang. Hanya tata letak dan cara penempatannya saja yang berbeda. Begitulah cara kerjanya antara V4 dan inline,” sambung rider asal Australia itu.

    Miller pun merasa bahwa keputusan Yamaha mengganti mesin dari inline 4 ke V4 adalah keputusan yang tepat. Terutama setelah YZR-M1 V4 mulai menunjukkan potensi yang menjanjikan pada cengkeraman belakangnya.

    “Tentu saja kami mendapatkan sasis yang berbeda. Dan ketika mesin V4 diuji, ada kemajuan dalam mengatasi masalah yang kami alami dengan motor inline 4,” jelas pebalap yang pernah membela KTM dan Ducati itu.

    (lua/rgr)

  • Resmi! Yamaha Pakai Mesin V4 di MotoGP 2026

    Resmi! Yamaha Pakai Mesin V4 di MotoGP 2026

    Jakarta

    Yamaha Motor Co., Ltd. mengonfirmasi bahwa motor MotoGP Yamaha YZR-M1 akan menggunakan mesin V4 terbaru untuk musim 2026. Dengan pengumuman ini, berarti Yamaha resmi meninggalkan konfigurasi mesin 4 silinder segaris yang diandalkan selama bertahun-tahun di MotoGP.

    “Keputusan ini sejalan dengan niat Yamaha untuk bertransisi, yang menggarisbawahi kesinambungan dan transparansi strategi pengembangan mesin Yamaha,” demikian dikutip dari pernyataan resmi Yamaha, Senin (17/11/2025).

    Yamaha menyebut, mesin empat silinder segaris telah menjadi fondasi identitas balap Yamaha selama beberapa dekade. Mesin inline-4 itu menjadi andalan para pebalap legendaris seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Fabio Quartararo. Kombinasi unik antara kelincahan dan penyaluran tenaga yang halus telah menghasilkan segudang kesuksesan.

    Mesin empat silinder segaris Yamaha telah berkompetisi di 429 Grand Prix, memenangkan 125 balapan, meraih lebih dari 350 podium, dan membantu Yamaha meraih 8 Gelar Pembalap, 7 Gelar Tim, 5 Gelar Pabrikan, dan 5 Triple Crown MotoGP.

    MotoGP Valencia kemarin menjadi balapan terakhir buat mesin empat silinder segaris Yamaha yang legendaris. Memasuki era baru, seluruh pebalap Yamaha MotoGP 2026 akan menggunakan mesin V4 selama Tes Valencia hari Selasa.

    “Seiring perkembangan MotoGP, Yamaha menerima tantangan untuk beradaptasi dengan tuntutan teknis baru sambil tetap mempertahankan DNA-nya. Peralihan ke mesin V4 menandai tonggak penting dalam upaya Yamaha dalam mencapai performa dan inovasi,” kata Yamaha.

    Mesin V4 Yamaha terbaru diharapkan menghasilkan akselerasi yang lebih baik, pengendalian yang lebih baik saat pengereman, dan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap ban dan persyaratan aerodinamika terkini.

    “Proses pengembangan yang cepat selama musim 2025 mencerminkan komitmen Yamaha untuk menjadi yang terdepan dalam teknologi MotoGP sekaligus menghormati warisannya,” katanya.

    Massimo Bartolini, Direktur Teknis Yamaha Factory Racing, mengatakan keputusan untuk mengadopsi mesin V4 tidak diambil dengan mudah. Menurutnya, proses pengembangannya sangat ekstensif.

    “Kami menganalisis setiap aspek performa, mulai dari akselerasi hingga performa menikung, dan menyimpulkan bahwa konfigurasi ini menawarkan perbedaan yang kami harapkan, sehingga kami berpotensi mengubahnya menjadi keunggulan,” ujar Bartolini.

    “V4, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan, memberikan apa yang kami butuhkan untuk dapat melangkah lebih jauh dan kembali bersaing di level tertinggi. Peralihan dari mesin empat silinder segaris ke V4 merupakan langkah maju yang besar bagi Yamaha, dan kami bersemangat untuk terus menyempurnakan paket ini menjelang tahun 2026 dan sepanjang musim untuk memaksimalkan potensinya,” katanya.

    “Peralihan ke konfigurasi V4 sama strategisnya, karena memungkinkan kami memposisikan diri untuk regulasi teknis 2027, ketika konfigurasi mesin ini akan menawarkan keunggulan dalam hal tata letak motor dan pengembangan aerodinamis,” pungkasnya.

    (rgr/din)

  • Marc Marquez Tambah Koleksi BMW, Dapat Gratis

    Marc Marquez Tambah Koleksi BMW, Dapat Gratis

    Jakarta

    Marc Marquez akan menambah koleksi mobil BMW secara cuma-cuma alias gratis. Rider Spanyol itu menang BMW M Award 2025.

    BMW M Award sudah menjadi tradisi MotoGP sejak 2003. Poin untuk penghargaan ini dihitung dari hasil sesi kualifikasi sepanjang musim. Siapa yang mengoleksi poin terbanyak, berhak membawa pulang mobil BMW eksklusif. Nah, Marc Marquez pemenangnya tahun ini!

    BMW M2 CS tampil dengan warna Velvet Blue Metallic yang elegan siap dibawa pulang oleh Marc Marquez. Dia memuncaki klasemen BMW M Award dengan perolehan 351 poin.

    Hasil kualifikasi terbaik Marc Marquez berkat catatan delapan pole position, lima kali start di barisan depan, dan lima kali start dari baris kedua.

    Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) awalnya menjadi penantang Marc. Namun, kecelakaan saat kualifikasi di Portimao membuatnya berada pada posisi start kelima. Alhasil, selisih poinnya menjadi 28 poin dari sang kakak. Dengan tersisa satu kualifikasi di Valencia, maka tertutup sudah peluang #73 untuk mendapatkan hadiah mobil BMW CS2.

    Mobil itu terasa spesial, punya spek mesin inline enam silinder M TwinPower Turbo bertenaga 530 dk. Mobil ini mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 3,8 detik.

    Tidak hanya kencang, mobil ini juga ringan. Bobotnya dikurangi sekitar 30 kilogram dibanding model standar berkat penggunaan material serat karbon di berbagai komponen.

    Pemegang rekor BMW M Award adalah Marc Marquez, yang memenangi penghargaan sebanyak tujuh kali beruntun dari 2013 hingga 2019. Dalam dua tahun terakhir, Francesco Bagnaia yang menjadi pemenangnya.

    Daftar Peraih BMW M Award:

    2024: Francesco Bagnaia (Ducati)2023: Francesco Bagnaia (Ducati)2022: Francesco Bagnaia (Ducati)2021: Fabio Quartararo (Yamaha)2020: Fabio Quartararo (Yamaha)2019: Marc Marquez (Honda)2018: Marc Marquez (Honda)2017: Marc Marquez (Honda)2016: Marc Marquez (Honda)2015: Marc Marquez (Honda)2014: Marc Marquez (Honda)2013: Marc Marquez (Honda)2012: Jorge Lorenzo (Yamaha)2011: Casey Stoner (Honda)2010: Jorge Lorenzo (Yamaha)2009: Valentino Rossi (Yamaha)2008: Casey Stoner (Ducati)2007: Casey Stoner (Ducati)2006: Nicky Hayden (Honda)2005: Sete Gibernau (Honda)2004: Valentino Rossi (Yamaha)2003: Valentino Rossi (Honda)

    (riar/din)

  • Bagnaia Kritik Dokumenter Sepang Clash 2015

    Bagnaia Kritik Dokumenter Sepang Clash 2015

    Jakarta

    Francesco Bagnaia mengkritik dokumenter tentang “Sepang Clash” yang diwarnai bumbu insiden antara Rossi dan Marquez 10 tahun lalu. Bagi juara dunia MotoGP dua kali ini, materi penayangan serta waktu perilisan diniliai tidak tepat.

    Kekecewaan terbesar Bagnaia berkaitan waktu rilis dokumenter yang bertepatan dengan tanggal tragedi besar dalam sejarah MotoGP. Dokumenter tersebut dirilis pada 23 Oktober, hari di mana pembalap Italia, Marco Simoncelli, kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis di Sirkuit Sepang pada tahun 2011.

    “Ide merilis dokumenter tentang Sepang Clash bukanlah ide yang brilian,” ceplos Bagnaia dikutip dari Autosport, Selasa (29/10/2025).

    “Aku rasa beberapa peran ditampilkan dengan cara yang agak menyimpang. Aku tidak ingin membahas topik itu, tapi merilisnya tepat di hari peringatan kematian [Marco] Simoncelli juga agak aneh,” ujar pembalap asal Turin itu, yang tampak kecewa dengan cara rekaman tersebut.

    Bagnaia sebelumnya menolak ikut dalam proses pengambilan gambar. Tapi dalam satu cuplikan ditampilkan tampang Bagnaia muda di dalam paddock Valentino Rossi.

    Dokumenter itu juga mewawancarai Andrea Dovizioso yang berada di belakang saat insiden Rossi vs Marquez di Sepang pada 2015 silam. Tapi Dovizioso mengaku tidak mengingatnya.

    Bukan cuma Dovizioso, ada juga pebalap muda Ayumu Sasaki yang diwawancarai. 10 tahun silam, dia baru saja memenangkan kejuaraan junior, dia diajak foto bersama Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, Marc Marquez dan kawan-kawan usai konferensi pers Sepang 2015.

    Sasaki mengaku tidak mengerti tensi persaingan antara Marquez dan Rossi saat itu.

    “Aku ingat pernah ditanya soal itu awal tahun ini, dan aku sudah bilang bahwa itu tidak pantas untuk dibicarakan. Mereka bahkan menampilkan Dovizioso, yang bilang kalau dia tidak ingat apa-apa. Dan bahkan Sasaki yang tidak ada hubungannya dengan itu (insiden Sepang antara Rossi vs Marquez),” pungkas Bagnaia.

    Dokumenter berjudul “Sepang Clash: 10 Years On” yang dirilis oleh MotoGP ini menampilkan sudut pandang lain di balik layar tim, kru, hingga ‘wasit’ terkait kontroversi pebalap legendaris Valentino Rossi dan Marc Marquez pada balapan MotoGP Malaysia 2015.

    Awal mula ketegangan yang sudah muncul sebelum GP Malaysia, khususnya setelah balapan di GP Australia 2015. Rossi merasa Marquez sengaja melambat dan menghalangi jalannya, yang ia anggap sebagai upaya untuk membantu rival Rossi dalam perebutan gelar juara dunia, Jorge Lorenzo.

    Ketegangan memuncak saat konferensi pers sebelum balapan Sepang, di mana Rossi secara terbuka menuduh Marquez berniat membantunya kalah dari Lorenzo. Marquez membantah tuduhan ini.

    Dokumenter ini juga melihat kembali bagaimana insiden tersebut terus diperbincangkan bahkan sepuluh tahun setelahnya, serta dampak jangka panjang pada hubungan kedua pebalap yang tidak pernah benar-benar membaik.

    (riar/dry)