Maruarar: Saya Lebih Pilih Jadi Petugas Rakyat daripada Petugas Partai
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Politisi Partai Gerindra
Maruarar Sirait
mengaku lebih memilih untuk menjadi petugas rakyat daripada petugas partai.
“Bagi saya, kalau saya (lebih) memilih menjadi petugas rakyat daripada menjadi petugas partai,” ujar Maruarar Sirait dalam acara diskusi di Batavia PIK, Pademangan,Jakarta Utara pada Jumat (22/11/2024).
Pria yang akrab disapa Ara ini mengatakan, keputusannya menjadi petugas rakyat tidak lepas dari pengaruh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (
Jokowi
).
“Menjadi petugas rakyat daripada petugas partai. Saya ikut Jokowi. Dan, saya pamit baik baik dari PDI Perjuangan,” kata Ara.
Ketika memutuskan untuk mengikuti langkah Jokowi di Pilpres 2024, Ara berada di kubu pemenang, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sekarang, Ara meneruskan cara berpikir dan bertindak yang sama di
Pilkada Jakarta
.
Dia mengaku tetap mengikuti contoh yang ditunjukkan Jokowi, termasuk dalam memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor 1, Ridwan Kamil dan Suswono di Pilkada Jakarta.
“Di dalam hatinya Prabowo dan Gibran dan Jokowi, ada siapa? Ridwan Kamil atau yang lain?” tanya Ara.
Dia memutuskan untuk kembali mengikuti arah gerak Jokowi karena diyakini pilihan yang tepat.
“Jadi, saudara-saudara, saya harus katakan apa adanya, karena saya yakin Pak Jokowi pilihannya benar buat rakyat,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi secara resmi menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil dan Suswono.
“Kenapa saya Ridwan kamil, karena rekam jejak,” ujar Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam pertemuan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Senin (18/11/2024).
Menurut Jokowi, rekam jejak Ridwan sudah terbukti sejak dia menjabat sebagai wali kota Bandung.
Sementara, Ridwan Kamil sempat menemui Prabowo untuk makan malam di Rumah Makan Garuda, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2024).
Dalam pertemuan itu, Ridwan Kamil membahas soal Ibu Kota Negara (IKN) dan beberapa hal yang bersifat pribadi.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: joko widodo
-
/data/photo/2024/11/22/67406a0798ff5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Dukungan Anies ke Pramono-Rano Dinilai Malah Untungkan RK-Suswono Megapolitan 22 November 2024
Dukungan Anies ke Pramono-Rano Dinilai Malah Untungkan RK-Suswono
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Politisi Partai Gerindra
Maruarar Sirait
menilai, dukungan Anies Baswedan untuk pasangan calon nomor urut 3
Pramono-Rano
malah menguntungkan pasangan calon nomor urut 1, Ridwan Kamil (RK)-Suswono.
“Jadi saya berterima kasih kepada Mas Anies yang sudah mendukung Pramono dan Rano karena membangunkan macan tidur,” kata Maruarar di Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia itu berterus terang, Ridwan Kamil mulanya kehilangan basis pendukung non muslim setelah resmi berpasangan dengan Suswono yang merupakan kader PKS.
Mereka yang meninggalkan Ridwan Kamil disebut beralih mendukung Pramono-Rano.
Namun, kini peta politik berubah setelah Anies menyatakan dukungan untuk Pramono-Rano.
“Begitu Pram dan Rano mendapatkan dukungan Anies, saya yakin basis-basis non-muslim itu akan berkurang,” jelas dia.
Terlepas dari hal itu, Presiden ke-7 Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra akan turun gunung untuk mendukung
Ridwan Kamil-Suswono
.
“Dengan Anies mendukung Pramono, datang kampanye ya kemarin ya, itu membangunkan macan tidur,” kata Maruarar.
“Selama ini Pramono mengesankan dia dekat sama Jokowi dan Prabowo. Sekarang sudah susah lagi dengan adanya Anies. Macan tidurnya itu yang selama tidur tenang-tenang namanya Jokowi dan Prabowo,” tambah dia.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/22/67408bc09cd3d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Maruarar: Jokowi Akan Habis-habisan Dukung Ridwan Kamil-Suswono Megapolitan 22 November 2024
Maruarar: Jokowi Akan Habis-habisan Dukung Ridwan Kamil-Suswono
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Politikus Gerindra
Maruarar Sirait
mengatakan, Presiden RI ke-7 Joko Widodo akan habis-habisan mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono.
“Saya sudah bicara dengan Pak
Jokowi
. Dia akan gerakan, hadir, dan habis-habisan mendukung Ridwan Kamil,” kata Maruarar saat ditemui di Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024).
Maruarar menilai, Jokowi mempunya basis pendukung yang loyal di Jakarta.
Untuk itu, dengan “turun gunung”-nya Jokowi di
Pilkada Jakarta
2024 untuk memenangkan RK-Suswono akan berdampak besar.
Apalagi, Jokowi akan menghadiri kampanye akbar Ridwan Kamil-Suswono di Lapangan Banteng, Sabtu (23/11/2024).
“Turun gunungnya Jokowi, kalau orang bilang enggak ada dampaknya, ya enggak apa. Kalau kami sangat yakin dampaknya besar sekali di Jakarta. Jokowi punya pendukung
die hard
di Jakarta,” kata Maruarar.
Sebab, dalam catatan pemilihan umum (pemilu), Jokowi menang satu kali dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2012 dan dua kali menang pada pemilihan presiden (Pilpres) 2015 serta 2019.
“Orang yang sudah berinteraksi sedemikian lama, tidak mungkin tidak punya massa yang
die hard
, yang
fighter
. Apalagi beliau (Jokowi) akan turun ke Lapangan Banteng,” ujar Maruarar.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2024/11/22/67406a0798ff5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Maruarar Prediksi Pilkada Jakarta Berlangsung 2 Putaran Megapolitan 22 November 2024
Maruarar Prediksi Pilkada Jakarta Berlangsung 2 Putaran
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Politikus Gerindra
Maruarar Sirait
memprediksi,
Pilkada Jakarta
2024 akan terjadi dua putaran.
Pada putaran kedua, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1,
Ridwan Kamil-Suswono
akan menjadi pemenangnya.
“Kalau menurut saya, analisa saya, putaran kedua akan terjadi di Jakarta,” ujar Maruarar saat ditemui di Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024).
Menurut dia, kemenangan Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024 tak lepas dari konsolidasi antara pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Karena konsolidasi pendukung dua tokoh negara itu, suara pasangan nomor urut 3, Pramono Anung-Rano akan menurun.
“Makanya suaranya, Pramono makin lama makin turun. Karena pendukung Prabowo dan pendukung Jokowi konsolidasi,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, Ridwan Kamil mulanya kehilangan basis pendukung non-muslim setelah resmi berpasangan dengan Suswono yang merupakan kader PKS.
Mereka yang meninggalkan Ridwan Kamil itu pindah mendukung Pramono-Rano.
Namun, kini peta politik berubah setelah Anies menyatakan dukungan untuk Pramono-Rano.
“Begitu Pram dan Rano mendapatkan dukungan Anies, saya yakin basis-basis non-muslim itu akan berkurang,” jelas dia.
Maruarar meyakini pendukung Jokowi dan Prabowo lebih besar jika dibandingkan dengan pendukung Anies Baswedan dan PDI-P di Jakarta.
Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Wamen Aminuddin mendapat mandat kembangkan ESG di BUMN
Aminuddin akan membantu dalam hal pengembangan kebijakan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait ESG….
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aminuddin Ma’ruf mendapat mandat untuk membantu Menteri Erick Thohir dalam perumusan dan/atau pelaksanaan aspek Environmental, Social and Governance (ESG).
Hal itu tertuang dalam salinan Instruksi Menteri BUMN RI No. INS-1/MBU/11/2024 tentang pelaksanaan tugas wakil menteri dalam rangka pembinaan badan usaha milik negara dan telah ditandatangani oleh Erick Thohir, yang mulai berlaku pada 1 November 2024.
“Kepada Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Sdr Aminuddin Ma’ruf untuk melakukan tugas membantu Menteri dalam perumusan dan/atau pelaksanaan aspek Environmental, Social and Governance (ESG),” tulis isi salinan tersebut dikutip pada Jumat.
Dalam tugas ini, Aminuddin akan membantu dalam hal pengembangan kebijakan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait ESG, dan perumusan kebijakan dan koordinasi terkait pemetaan isu sosial dan lingkungan dalam setiap penugasan dan proses bisnis.
Selain itu, Aminuddin juga turut serta dalam perumusan kebijakan dan koordinasi, terkait perhitungan atau tolok ukur yang jelas pada indikator penerapan ESG, untuk kesuksesan dalam setiap penugasan dan proses bisnis, pada BUMN dan perseroan terbatas.
Aminuddin Ma’ruf merupakan mantan staf khusus Joko Widodo (Jokowi), sekaligus eks Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Ia merupakan mantan staf khusus Presiden Jokowi dari kalangan milenial, yang menjabat dari tahun 2019 hingga 2024. Tugasnya mencakup menjalin hubungan dengan berbagai kelompok strategis, termasuk pesantren, mahasiswa, dan komunitas desa.
Aminuddin aktif dalam organisasi mahasiswa dan pernah menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari tahun 2014-2017.
Dia berpartisipasi dalam gerakan politik kerelawanan dengan mendirikan Solidaritas Ulama Muda Indonesia (Samawi), sebuah organisasi yang membangun komunikasi yang erat dengan ulama, kiai, dan santri di pondok pesantren.
Pada 2019, Aminuddin diangkat oleh Presiden Jokowi sebagai staf khusus. Selama masa jabatannya, ia melaksanakan berbagai program, termasuk digitalisasi karya ulama, proyek pengembangan pesantren, dan program Kecamatan Berdaya.
Sebagai bagian dari upayanya untuk memberdayakan generasi muda dan masyarakat, Aminuddin aktif dalam berbagai inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi, serta memperkuat peran pesantren dalam masyarakat.
Melalui beberapa program, ia berupaya menjadikan pesantren sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia berhasil menyelenggarakan acara besar Nusantara Bersatu yang mempertemukan berbagai elemen relawan dengan Presiden Jokowi.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024 -

Pakar: Keterlibatan Jokowi Mengendorse Calon Kepala Daerah Bisa Turunkan Wibawa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia, Prof Ibnu Hamad, menilai keterlibatan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengendorse calon kepala daerah, khususnya pada Pilkada DKI Jakarta, dapat menurunkan kelas atau wibawa seorang mantan presiden.
“Seorang mantan presiden bukan ketua umum partai atau pimpinan partai politik. Jika beliau terlalu dalam terlibat dalam mendukung salah satu calon, itu berpotensi menurunkan wibawa atau kelas sebagai mantan presiden,” ungkap Prof Ibnu Hamad, saat wawancara pada program Apa Kabar Indonesia malam yang disiarkan TVOne, dikutip Jumat (22/11/2024).
Namun, juru bicara kepresidenan, Rido Mustofa Faruq, memberikan pandangan berbeda. Ia menegaskan bahwa keterlibatan mantan presiden Jokowi dalam mendukung calon tertentu merupakan hak pribadi sebagai warga negara.
“Setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik untuk mendukung siapa yang dianggap layak,” ujar Rido.
Sebelumnya, Mantan Presiden Joko Widodo memberikan endorsement politik kepada Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta 2024. Ridwan, calon gubernur nomor urut satu, mengunjungi Jokowi di Solo untuk berdiskusi mengenai masa depan Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Ridwan banyak menerima nasihat dari Jokowi mengenai pengalaman beliau saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Arahan yang diberikan oleh Jokowi kepada Ridwan adalah hal-hal prinsip tentang membangun kota yang harus adil, menjadi pemimpin yang pancasilais, dan merangkul semua orang.
“Jadi pemimpin yang harus paham tantangan masa depan yang mungkin lima tahun ke depan beda seperti apa. Saya belajar dari keteladanan Pak Jokowi saat jadi gubernur,” katanya.
/data/photo/2024/11/22/674092155e3bf.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)

/data/photo/2024/11/22/67408986b5bb0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
