Tag: joko widodo

  • Profil Felicia Tissue yang Bertemu Sekjen PDIP

    Profil Felicia Tissue yang Bertemu Sekjen PDIP

    Jakarta, Beritasatu.com – Felicia Tissue bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Rabu (4/12/2024) di Sekolah PDIP, Lenteng Agung. Pertemuan ini dipublikasi oleh Felicia di akun Instagram pribadinya @Feliciatissue.

    Pertemuan tersebut dijelaskan oleh Felicia untuk menanyakan perihal regulasi dan sanksi mengenai gratifikasi yang diterima oleh pejabat publik dan keluarganya.

    Diketahui sebelumnya, Felicia merupakan mantan kekasih dari Kaesang Pangarep, putra kedua Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo.

    Siapakah sosok Felicia Tissue sebenarnya? Berikut ini profil Felicia Tissue yang bertemu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

    Profil Felicia Tissue
    Felicia Tissue lahir di Singapura pada 9 Maret 1994. Ia merupakan anak dari Meilia Lau dan berasal dari keluarga pengusaha. Sang ibu memiliki hubungan persahabatan dengan Liliana Tanoesoedibjo dan Margaret Vivi.

    Felicia mengenyam pendidikan tinggi sarjana di Singapore University of Social Sciences. Saat masih menjadi mahasiswa diketahui Felicia dan Kaesang pernah membuat usaha bersama.

    Felicia Tissue pernah bekerja sebagai sebagai human resource (HR) di salah satu perusahaan Singapura. Selain itu, dia juga mendirikan usaha Tissue Snack yang berbasis di Indonesia berupa keripik kentang dan jamu kunyit asam.

    Felicia juga aktif di media sosial dengan menjadi influencer kecantikan, kesehatan, makanan, dan pengembangan diri. Ia aktif berkonten di akun Instagram pribadinya @Feliciatissue dan mulai aktif membuat vlog yang diunggah di akun YouTube pribadinya @Feliciatissueofficial.

    Lama tidak terdengar kabarnya, Felicia Tissue bersama sang ibu bertemu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk membahas perihal gratifikasi. Belum diketahui dengan pasti apa yang membuat Felicia membahas hal tersebut bersama Hasto.

  • Kenal Lebih Dekat dengan Pemenang Pilgub Maluku Utara Sherly Tjoanda: Tionghoa Pertama Menjadi Gubernur Pilihan Rakyat

    Kenal Lebih Dekat dengan Pemenang Pilgub Maluku Utara Sherly Tjoanda: Tionghoa Pertama Menjadi Gubernur Pilihan Rakyat

    FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sherly Tjoanda terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 versi quick count atau hitung cepat. Usianya 40 tahun. Ia mengukir sejarah baru, Tionghoa pertama menjadi gubernur pilihan rakyat di Indonesia.

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah jadi gubernur Jakarta tapi itu menggantikan Joko Widodo, gubernur yang melenggang ke Istana pada 2014 lalu.

    Jurnalis Senior, Dahlan Iskan secara khusus menyorot istri mendiang Benny Laos itu. Ia menang tanpa serangan fajar.

    Hebatnya lagi, Sherly terpilih di provinsi yang mayoritas penduduknya pemeluk Islam.

    “Menurut pendapat saya, Sherly terpilih bukan saja dapat manfaat dari tragedi tewasnya sang suami, Benny Laos. Dia sendiri memang lengkap: wajahnyi cantik, badannyi bagus, pikirannyi cerdas, pendidikannyi tinggi: S-1 di Singapura dan S-2 di Belanda,” tulis Dahlan dalam Catatan Harian Dahlan Iskan, dikutip pada Kamis (5/12/2024).

    Usai dinyatakan menang Pemilihan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda bertolak ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ia datang untuk menimba ilmu, mencari inspirasi dan referensi bagaimana pembangunan di Makassar bisa diterapkan di Maluku Utara, 5 sampai 10 tahun ke depan.

    Sherly pun menemui pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih versi hitung cepat, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), Rabu (4/12/2024) malam.

    “Kami datang untuk belajar dari sisi bagaimana mendatangkan investor, investasi, bagaimana mengembangkan industri, bagaimana mengembangkan UMKM dan jaringan transformasi yang sangat baik dan ekonomis,” kata Sherly di Makassar.

  • 3
                    
                        Hasto Bertemu Felicia Tissue, Puan: Bedakan Pertemuan Pribadi atau Sekjen
                        Nasional

    3 Hasto Bertemu Felicia Tissue, Puan: Bedakan Pertemuan Pribadi atau Sekjen Nasional

    Hasto Bertemu Felicia Tissue, Puan: Bedakan Pertemuan Pribadi atau Sekjen
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua DPP
    PDI-P

    Puan Maharani
    menyatakan, publik harus bisa membedakan pertemuan antara dua orang sebagai pertemuan pribadi atau pertemuan yang mewakili partai.
    Hal ini disampaikan Puan merespons pertemuan antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P
    Hasto Kristiyanto
    dan
    Felicia Tissue
    , mantan kekasih Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
    Kaesang Pangarep
    .
    “Harus dibedakan ya, ini pertemuannya adalah Pak Hasto sebagai pribadi ataukah kemudian sebagai sekjen,” ujar Puan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
    Puan menilai, pertemuan tersebut merupakan pertemuan antarpribadi.
    Menurut dia, pertemuan Hasto dan Felicia tidak merepresentasikan urusan atau sikap PDI-P.
    “Kalau saya melihatnya itu pertemuan antara dua orang yang sama-sama mempunyai pertemuan, silaturahim,” kata dia.
    Puan enggan menjawab ketika ditanya awak media apakah pertemuan itu terkait dengan keluarga Presiden ke 7 Joko Widodo.
    “Ya tanya Pak Hasto, kan yang bertemu Pak Hasto,” ucapnya singkat.
    Sebelumnya, Hasto mengaku bertemu dengan Felicia dan ibunya. Bahkan foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan bahwa Felicia dan ibunya mengenakkan jaket PDI-P.
    Ia mengaku jaket itu diberikannya sebagai oleh-oleh karena Felicia dan ibunya mengapresiasi perjuangan PDI-P.
    “Ya, sejak zaman Bung Karno, Ibu Mega ketika melawan pemerintahan otoriter, bahkan kemudian ketika PDI Perjuangan diperlakukan seperti ini, mereka memberikan dukungan dan sebagai simbol dari dukungan dan rasa cintanya, minta saya bawa oleh-oleh jaket PDI Perjuangan. Jadi begitu saya ketemu, saya kasihkan, jaket langsung dipakai,” tutur Hasto di Sekolah Partai PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Subianto Apresiasi Bapanas, Cadangan Pangan Capai 2 Juta Ton

    Prabowo Subianto Apresiasi Bapanas, Cadangan Pangan Capai 2 Juta Ton

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan kementerian terkait atas keberhasilan menjaga stabilitas dan cadangan pangan nasional. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin 2 Desember, Prabowo menyoroti langkah pemerintah yang mampu menghadapi tantangan berat seperti cuaca ekstrem dan ketidakpastian geopolitik dunia.

    “Saya berterima kasih kepada Bapanas dan semua menteri terkait. Dengan dukungan Presiden Joko Widodo, kita berhasil melewati tahun yang sulit akibat El Nino, La Nina, dan dinamika geopolitik. Cadangan pangan kita mendekati 2 juta ton, pencapaian terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Presiden Prabowo.

    Badan Pangan Nasional bersama kementerian dan lembaga lain terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas harga pangan. Menurut Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, pemerintah gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan harga tetap terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    “Bulan Desember ini, kami menargetkan 134 kegiatan GPM di 25 kabupaten/kota di 6 provinsi, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan BUMN Pangan,” kata Arief.

    Program GPM telah digelar lebih dari 8.750 kali di seluruh Indonesia sejak Januari hingga November 2024. Inisiatif ini melibatkan BUMN Pangan, pemerintah daerah, dan stakeholder lain untuk mengintervensi daerah yang mengalami kenaikan harga di atas acuan.

    Arief menambahkan bahwa masyarakat dapat memantau harga pangan secara harian melalui panelharga.badanpangan.go.id. Platform ini menyediakan data real-time dari seluruh Indonesia untuk memantau pergerakan harga dan membantu menentukan intervensi yang diperlukan.

    “Secara umum, harga pangan stabil. Namun, beberapa daerah mengalami kenaikan menjelang Nataru. Kami terus menggencarkan intervensi untuk menjaga keseimbangan,” jelasnya.

    Presiden Prabowo juga menyebut langkah-langkah ini sebagai bukti ketahanan Indonesia menghadapi krisis global. “Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara terkuat dalam mengatasi tantangan pangan,” tegasnya.

  • Contohnya Penerbangan Gratis Pakai Privat Jet

    Contohnya Penerbangan Gratis Pakai Privat Jet

    GELORA.CO – Mantan pacar Kaesang Pangarep, Felicia Tissue bertemu dengan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam kesempatan itu, Felicia bertanya pada Hasto apa itu gratifikasi dan bagaimana hukumannya.

    “Apa itu gratifikasi dan apa saja kategori yang masuk gratifisikasi?,” tanya Feli kepada Hasto yang diunggah dalam akun instagram @feliciatissue, Rabu, (4/12/2024).

    Hasto pun mengatakan jika gratifikasi adalah salah satu bentuk korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara dan pejabat negara dengan menerima pemberian berupa barang atau jasa dari oranglain.

    “Bisa berupa jasa atau komisi, diskon, tiket pesawat, penerbangan gratis pakai privat jet, pemberian jam Rolex atau sesuatu yang diberikan ada kaitanya dengan kedudukan dalam jabatan dalam pemerintahan,” kata Hasto.

    Ia mengatakan jika menerima pemberian barang-barang mewah tersebut harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

    “Ini korupsi serius, apalagi jam Rolex yang sangat mewah harus dilaporkan ke KPK. Sama seperti Jokowi saat pencitraan melaporkan gitar dari Metalika, habis itu tidak melaporkan lagi,” ujarnya.

    Jangankan barang mewah, kata hasto, menerima barang senilai Rp 10 juta saja harus dilaporkan ke KPK. 

    “Tindakan kejahatan korupsi terkiat jabatan negara ini sangat serius kalau tidak diproses hukum,” tandasnya.

    Sekjen PDIP dan Mantan Pacar Kaesang Felicia Tissue Bertemu, Saling Tukar Informasi Berharga

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan dirinya menerima undangan pertemuan dengan mantan kekasih Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Felicia Tissue. Felicia turut didampingi ibunda dalam pertemuan itu.

    Hasto tidak merinci waktu dan lokasi pertemuan. Namun, dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu mengaku bertukar informasi berharga dengan Felicia maupun ibunya.

    “Saya dihubungi karena dari Ibu Mei, mamanya Felicia, menghubungi saya dan mengatakan bahwa ketika keluarganya menjadi korban, maka mereka mengalah dan hanya memohon ia diberikan keadilan,” kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan, ketika ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).

    Hasto mengatakan seharusnya rakyat Indonesia tidak boleh diperlakukan seperti itu. Meski tidak merinci bentuk perlakuan yang diterima Felicia, Hasto menyampaikan mantan pacar Kaesang itu mencari keadilan.

    “Mereka kemudian bergerak dan menyampaikan banyak informasi berharga kepada saya,” tambah Hasto.

    Meski demikian, Hasto mengaku enggan mengungkapkan isi informasi berharga yang disampaikan Felicia beserta ibunya.

    Hasto menilai informasi yang disampaikan terbilang sangat rahasia. Karena itu, politisi asal Yogyakarta ini memastikan informasi berharga itu akan digunakan PDIP dalam proses menegakkan kebenaran.

    “Karena beliau-beliau ini juga terpanggil dengan melihat Indonesia yang begitu besar, dengan ide-ide kemerdekaan yang luar biasa sebagai bangsa besar, itu tidak boleh seharusnya diperlakukan seperti ini oleh keluarga Pak Jokowi,” ujar politikus asal Yogyakarta ini.

    Energi Besar PDIP

    Di lain sisi, Hasto menegaskan bahwa informasi yang didapat dari Felicia dan ibunya itu juga dianggap sebagai suatu energi besar bagi PDIP.

    Terkhusus energi untuk terus berjuang menegakkan kebenaran dan menyelamatkan demokrasi dari rakyat, untuk rakyat dan untuk rakyat.

    Terakhir, Hasto menjelaskan soal jaket PDIP yang dikenakan Felicia maupun ibunya dalam pertemuan itu. Jaket itu, lanjut Hasto, sengaja dibawa langsung karena Felicia yang memintanya sebagai oleh-oleh PDIP.

    “Kebetulan mereka memberikan apresiasi terhadap perjuangan PDI Perjuangan. Ya, sejak zaman Bung Karno, Ibu Mega ketika melawan pemerintahan otoriter, bahkan kemudian ketika PDI Perjuangan diperlakukan seperti ini, mereka memberikan dukungan dan sebagai simbol dari dukungan dan rasa cintanya, minta saya bawa oleh-oleh jaket PDI Perjuangan. Jadi, begitu saya ketemu, saya kasihkan, jaket langsung dipakai,” pungkas Hasto.

  • Soal Pemecatan Jokowi dan Keluarga, Jhon Sitorus: PDIP Bersih dari Parasit

    Soal Pemecatan Jokowi dan Keluarga, Jhon Sitorus: PDIP Bersih dari Parasit

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat media sosial Jhon Sitorus menanggapi kabar pemecatan mantan Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    “Akhirnya Jokowi, Gibran dan Bobby Nasution dipecat dari PDI Perjuangan,” ujar Jhon dalam keterangannya di aplikasi X @Jhon_Sitorus18 (4/12/2024).

    Blak-blakan, Jhon menyebut langkah PDIP sebagai upaya untuk membersihkan partai dari benalu dan parasit.

    “Partai ini menang harus bersih dari benalu-benalu dan parasit yang menggerogoti tubuh PDI Perjuangan,” cetusnya.

    Ia juga menyindir kemungkinan partai lain memberikan tempat bagi Jokowi dan keluarganya yang disebutnya sebagai pengkhianat.

    “Silakan partai-partai lain ambil bekas PDI Perjuangan ini, barangkali mau memberikan tumpangan kepada Pengkhianat,” tandasnya.

    Sebelumnya diketahui, Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Jokowi beserta putranya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya, Bobby Nasution, tidak lagi menjadi bagian dari PDIP.

    Pernyataan ini disampaikan Hasto dalam acara di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/12/2024).

    “Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” ungkap Hasto.

    Menurut Hasto, langkah ini diambil setelah partai menilai bahwa praktik politik Jokowi dan keluarganya tidak lagi selaras dengan visi dan misi PDIP yang telah diperjuangkan sejak era Bung Karno.

    Ia menekankan bahwa keanggotaan di PDIP bukan hanya soal memiliki kartu keanggotaan, tetapi juga soal komitmen terhadap cita-cita membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

  • Profil Felicia Tissue, Mantan Kekasih Kaesang Pangarep Jadi Sorotan Usai Pakai Jaket PDIP

    Profil Felicia Tissue, Mantan Kekasih Kaesang Pangarep Jadi Sorotan Usai Pakai Jaket PDIP

    Liputan6.com, Bandung – Belakangan ini warganet tengah dihebohkan dengan pertemuan antara mantan kekasih Kaesang Pangarep, Felicia Tissue bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Rabu (4/12/2024).

    Pertemuan keduanya turut dibagikan langsung oleh Felicia Tissue di Instagram pribadinya. Melansir dari unggahan tersebut, Felicia dan Sekjen PDIP diketahui membahas terkait gratifikasi dan sanksi hukumnya.

    “Terima kasih Pak Sekjen PDI Perjuangan @sekjenpdiperjuangan yg sdh menjelaskan kepada saya dan utk masyarakat lainnya jg, mengenai apa itu GRATIFIKASI serta sanksi Hukum nya bagi pejabat publik dan keluarganya,” tulis Felicia (@feliciatissue).

    Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi kehebohan warganet terkait pertemuan tersebut dengan menuturkan bahwa pertemuannya dengan Felicia saling bertukar informasi berharga.

    “Saya dihubungi karena dari Ibu Mei, mamanya Felicia, menghubungi saya dan mengatakan bahwa ketika keluarganya menjadi korban, maka mereka mengalah dan hanya memohon ia diberikan keadilan,” kata Hasto mengutip dari Antara.

    Hasto sendiri tidak ingin mengungkapkan informasi berharga apa yang didapatkan dari Felicia dan ibunya. Kemudian tidak menjelaskan bentuk perlakuan yang diterima Felicia dan hanya menyampaikan bahwa Felicia mencari keadilan.

    Kendati demikian, Sekjen PDIP itu hanya menyebutkan kepada wartawan bahwa informasi yang diterimanya dari Felicia akan digunakan oleh PDIP untuk proses menegakkan kebenaran.

    “Karena beliau-beliau ini juga terpanggil dengan melihat Indonesia yang begitu besar, dengan ide-ide kemerdekaan yang begitu besar, dengan ide-ide kemerdekaan yang luar biasa sebagai bangsa besar, itu tidak boleh seharusnya diperlakukan seperti ini oleh keluarga Pak Jokowi,” kata Hasto.

  • 10
                    
                        Arab Saudi Minta Indonesia Kembali Kirim Pekerja Migran
                        Nasional

    10 Arab Saudi Minta Indonesia Kembali Kirim Pekerja Migran Nasional

    Arab Saudi Minta Indonesia Kembali Kirim Pekerja Migran
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Duta Besar
    Arab Saudi
    untuk Indonesia, H.E. Faisal bin Abdullah Al-Amudi, meminta Indonesia untuk kembali mengirimkan
    Pekerja Migran Indonesia
    (PMI) ke Arab Saudi.
    Dalam pernyataannya, Dubes Faisal mengungkapkan bahwa saat ini, PMI terbanyak di Arab Saudi berasal dari negara-negara non-Muslim seperti India, Thailand, dan Filipina.
    “Akan lebih baik jika tenaga kerja yang masuk ke Arab Saudi juga berasal dari mitra negara-negara muslim,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya saat bertemu dengan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra di Gedung Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, pada Kamis (5/12/2024).
    Dubes Faisal juga meminta dukungan untuk kemudahan
    kerja sama ekonomi
    dan investasi antara kedua negara, termasuk dalam sektor pariwisata.
    “Indonesia merupakan salah satu negara muslim yang punya peran dan pengaruh, memiliki ekonomi yang kuat di Kawasan Asia Tenggara, aktif di G20, namun masih ada hambatan bagi kami untuk masuk sebagai investasi maupun wisatawan. Padahal pergerakan orang per orang ini sangat penting untuk mendukung kerja sama antar kedua negara,” ujarnya.
    Menanggapi permintaan tersebut,
    Menko Yusril
    menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Dubes Faisal akan didalami lebih lanjut.
    Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan Golden Visa yang diluncurkan oleh Pemerintah Indonesia seharusnya sudah memudahkan para investor untuk masuk ke Indonesia.
    “Sebetulnya sudah ada kebijakan Golden Visa yang diluncurkan pada masa Presiden Jokowi dan sangat didukung oleh Presiden Prabowo, yang saya rasa sudah sangat memudahkan bagi para investor untuk bisa datang ke Indonesia,” kata Yusril.
    Yusril juga menyoroti penurunan jumlah PMI di Arab Saudi, yang pernah mencapai 2 juta orang, namun kini hanya sekitar 100.000 orang berdasarkan catatan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.
    Penurunan ini diduga akibat moratorium yang telah berlangsung selama sekitar 10 tahun.
    “Sepertinya memang sudah saatnya kedua negara berunding untuk menghasilkan sebuah kesepakatan yang komprehensif sehingga tidak hanya permasalahan hambatan di bidang investasi maupun ekonomi, tetapi juga terkait tenaga kerja. Kami tentunya butuh perlindungan hukum bagi PMI yang berada di Arab Saudi,” ujarnya.
    Yusril menambahkan bahwa kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi harus terus dilanjutkan dan dikembangkan.
    “Saya sudah rangkum semua permintaan Yang Mulia dan akan kami koordinasikan secara internal dan juga antar kementerian, baik dengan kementerian teknis di bawah koordinasi kami, maupun kementerian dan lembaga lainnya,” ucapnya.
    Pemerintah Indonesia saat ini sedang menerapkan kebijakan moratorium pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke 21 negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Irak, Iran, Kuwait, Lebanon, Libya, dan Pakistan.
    Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus melakukan pembenahan terhadap sistem penempatan dan perlindungan TKI dengan mengeluarkan berbagai regulasi, termasuk Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 22 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.
    Regulasi tersebut memberikan aturan ketat terhadap Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dan mencakup sanksi berupa pencabutan surat izin pengerahan (SIP) TKI jika terbukti melakukan pelanggaran.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • 3
                    
                        Hasto Bertemu Felicia Tissue, Puan: Bedakan Pertemuan Pribadi atau Sekjen
                        Nasional

    6 Profil Felicia Tissue, Mantan Kekasih Kaesang yang Kini Pakai Jaket PDI-P Nasional

    Profil Felicia Tissue, Mantan Kekasih Kaesang yang Kini Pakai Jaket PDI-P
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sosok
    Felicia Tissue
    kembali menjadi perhatian setelah foto pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal DPP PDI-P,
    Hasto Kristiyanto
    , tersebar di media sosial.
    Di dalam foto itu, mantan kekasih putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi),
    Kaesang Pangarep
    , itu terlihat mengenakan jaket PDI-P.
    Felicia Tissue yang lahir pada 9 Maret 1994 merupakan lulusan dari Singapore University of Social Sciences, universitas yang sama dengan Kaesang Pangarep. Dia diketahui sebagai seorang pengusaha muda.
    Felicia pertama kali menjadi perhatian publik ketika ia terlihat menghadiri pernikahan Kahiyang Ayu, kakak perempuan Kaesang, pada 2017.
    Dalam momen tersebut, Felicia mengenakan kebaya yang senada dengan keluarga Jokowi, lengkap dengan rambut yang disanggul dan riasan yang elegan.
    Sejak itu, ia kerap terlihat dalam sejumlah acara penting bersama keluarga Jokowi, termasuk undangan keluarga pada 2018.
    Akan tetapi, hubungan asmara Felicia dan Kaesang yang telah berlangsung selama lima tahun kandas.
    Meilia Lau, ibunda Felicia, menyebut Kaesang pernah berjanji menikahi anaknya pada Desember 2020.
    Sayangnya, janji tersebut tidak terlaksana, dan Kaesang dikabarkan tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Sindiran Meilia tentang perlakuan Kaesang sempat memanaskan situasi.
     
    Felicia berasal dari keluarga yang terpandang dan dikenal memiliki kehidupan yang mapan. Dalam beberapa momen, keluarga Felicia terlihat menggelar acara-acara istimewa di tempat yang mewah.
    Salah satunya adalah perayaan ulang tahun pernikahan orang tua Felicia yang dihadiri oleh Kaesang.
    Meilia juga dikenal memiliki jaringan pertemanan yang luas, termasuk dengan perancang busana terkenal Indonesia, Anne Avantie, serta Liliana Tanoesoedibjo, istri pengusaha Hary Tanoesoedibjo.
    Baru-baru ini, Felicia kembali mencuri perhatian setelah fotonya bersama Hasto beredar.
    Dalam foto tersebut, Felicia dan ibunya terlihat mengenakan jaket berlogo PDI-P. Hasto mengungkapkan jaket itu diberikan sebagai simbol dukungan terhadap perjuangan PDI-P.
    Pertemuan itu juga menjadi momen untuk saling bertukar informasi, meskipun Hasto enggan mengungkap isi pembicaraan tersebut.
    Ia hanya menegaskan bahwa dukungan Felicia dan keluarganya mencerminkan apresiasi terhadap nilai-nilai perjuangan partai sejak era Bung Karno hingga kini.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Pengamat: MIND ID jadi Holding BUMN sektor tambang andalan Indonesia

    Pengamat: MIND ID jadi Holding BUMN sektor tambang andalan Indonesia

    Mineral Industri Indonesia menjadi salah satu perusahaan BUMN yang bisa diandalkan menyumbang dividen kepada negara dalam beberapa tahun terakhir ini

    Jakarta (ANTARA) – Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman mengungkapkan Holding Mineral Industri Indonesia (MIND ID) menjadi salah satu perusahaan BUMN yang diandalkan Indonesia.

    “Mineral Industri Indonesia menjadi salah satu perusahaan BUMN yang bisa diandalkan menyumbang dividen kepada negara dalam beberapa tahun terakhir ini. Sejak tahun 2021, MIND ID sangat konsisten memberikan dividen besar kepada negara, selain BUMN perbankan, seperti PT Bank BRI Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.,” ujar Ferdy Hasiman dalam keterangan dikutip di Jakarta, Kamis.

    Tahun 2021, MIND ID memberikan dividen kepada pemegang saham (negara) sebesar Rp505 miliar dan tahun 2022 meningkat sebesar Rp900 miliar. Namun, tahun 2023, tak main-main, MIND ID menjadi penyumbang dividen terbesar ke negara sebesar Rp11,2 triliun dari total dividen perusahaan BUMN sebesar Rp81,2 triliun.

    “Yang membuat MIND ID menjadi besar dan menguasai tambang mineral di tanah air adalah strategi holding yang begitu sukses dilakukan kementerian BUMN sejak era Menteri BUMN Rini Soemarno hingga Menteri BUMN Erik Thohir. Keberanian Menteri-menteri BUMN ini menggabungkan perusahaan tambang BUMN, seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indonesia Asahan Alumina (INALUM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi pijakan awal MIND ID melompat jauh seperti sekarang ini.” kata Ferdy Hasiman.

    Dengan gagasan membentuk perusahaan holding di bawah INALUM waktu itu, membuat BUMN tambang menjadi besar di mana asetnya mencapai Rp100 triliun. Dengan demikian holding tambang menjadi leluasa meminjam dan menerbitkan obligasi sebesar 5 miliar dolar AS untuk membeli 51 persen saham Freeport. Alhasil, investor global kemudian berbondong-bondong mengejar global bond INALUM sampai terkumpul sebesar 5 miliar dolar AS.

    “Hasil penjualan global bond tersebut, INALUM kemudian mampu membeli Freeport tahun 2019, di akhir pemerintahan Jokowi periode pertama sebesar 5 miliar dolar AS. Sejak saat itu, Freeport dengan operasi tambang Grasberg di Mimika, Papua berhasil kembali ke pangkuan bumi Pertiwi,” ujar Ferdy Hasiman.

    Holding juga membuat MIND ID semakin mudah membeli 11 persen saham perusahaan nikel terbesar di Indonesia, PT Vale Indonesia Tbk. Sebelumnya MIND ID menguasai 20 persen saham Vale. Setelah sukses membeli 11 persen, MIND ID mampu mengontrol 31 persen saham Vale. Dengan menguasai saham Vale, dividen MIND ID semakin besar dan kontribusinya kepada negara juga ikut naik.

    “MIND ID kemudian juga menjadi raja di bidang tambang, karena menguasai semua sektor tambang di tanah air. Strategi holding yang dilakukan kementerian BUMN adalah obat mujarab untuk mengembalikan tambang asing ke pangkuan bumi pertiwi sesuai amanat konstitusi. Bukan hanya itu, tambang BUMN kemudian menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional dan daerah,” ujar Ferdy Hasiman.

    Dirinya juga menyampaikan, tata kelola perusahaan (good corporate governance) adalah salah satu syarat bagi MIND ID jika ingin berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan asing. MIND ID terus berbenah dan melakukan revolusi budaya kerja internal agar lebih kompetitif, profesional dan memiliki semangat melayani rakyat.

    Hal penting yang dilakukan anggota MIND ID sebagai perusahaan negara adalah tetap menjaga dan merawat lingkungan hidup, melakukan reklamasi paska tambang. Pengelolaan tambang harus memperhatikan isu lingkungan hidup. Untuk ANTM, misalnya, masalah lingkungan hidup adalah salah satu syarat penting bagi perusahaan bermitra dengan produsen mobil listrik, seperti Tesla.

    Pewarta: Aji Cakti
    Editor: Faisal Yunianto
    Copyright © ANTARA 2024