Tag: joko widodo

  • Cuma Karena Air Galon Jutaan Warga Kelas Menengah RI Jatuh Miskin

    Cuma Karena Air Galon Jutaan Warga Kelas Menengah RI Jatuh Miskin

    Jakarta, CNBC Indonesia – Tren masyarakat kelas menengah di Indonesia turun kasta telah terjadi sejak masa krisis Pandemi Covid-19, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2019 jumlah kelas menengah di Indonesia 57,33 juta orang atau setara 21,45% dari total penduduk. Lalu, pada 2024 hanya tersisa 47,85 juta orang atau setara 17,13%.

    Artinya ada sebanyak 9,48 juta warga kelas menengah yang turun kelas. Karena, data kelompok masyarakat kelas menengah rentan atau aspiring middle class malah naik, dari 2019 hanya sebanyak 128,85 juta atau 48,20% dari total penduduk, menjadi 137,50 juta orang atau 49,22% dari total penduduk.

    Demikian juga dengan angka kelompok masyarakat rentan miskin yang ikut membengkak dari 2019 sebanyak 54,97 juta orang atau 20,56%, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23% dari total penduduk pada 2024. Artinya, banyak golongan kelas menengah yang turun kelas kedua kelompok itu.

    “Bahwa memang kami identifikasi masih ada scarring effect dari Pandemi Covid-19 terhadap ketahanan dari kelas menengah,” ucap Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dikutip Sabtu (7/12/2024).

    Selain turun kelas, penduduk kelas menengah di Indonesia juga rentan miskin selama 10 tahun terakhir. Tercermin dari modus pengeluaran penduduk kelas menengah yang cenderung lebih dekat ke batas bawah pengelompokan dan semakin mendekati batas bawahnya.

    Hal itu mengindikasikan kelompok kelas menengah akan lebih sulit untuk lompat menuju kelas atas, dan rentan untuk jatuh ke kelompok aspiring middle class atau kelompok kelas menengah rentan, bahkan rentan miskin.

    Amalia mengatakan, batas atas pengelompokkan kelas menengah per 2024 ialah 17 x dari garis kemiskinan (Rp 582.932 per kapita per bulan) atau senilai Rp 9,90 juta. Sementara itu, batas kelompok menengah bawahnya adalah 3,5 x Rp 582.932 atau senilai Rp 2,04 juta.

    Adapun modus pengeluarannya sebesar Rp 2,05 juta pada 2024, atau semakin dekat dengan batas bawah ukuran kelas menengah yang sebesar Rp 2,04 juta. Padahal, pada 2014, modus pengeluarannya sebesar Rp 1,70 juta dengan batas bawah senilai Rp 1,05 juta dan batas atas hanya sebesar Rp 5,14 juta.

    Konsumsi Air Galon Bikin Warga Kelas Menengah RI Jadi Miskin?

    Ekonom senior yang merupakan mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan turunnya tingkat ekonomi kelas menengah di Indonesia tidak hanya terjadi karena pandemi Covid-19 dan banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Melainkan juga akibat kebiasaan sehari-hari kebutuhan terhadap air kemasan, seperti galon.

    “Selama ini secara tidak sadar itu sudah menggerus income kita secara lumayan dengan style kita yang mengandalkan semua kepada air galon, air botol dan segala macamnya,” kata Bambang di kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas era pemerintahan Presiden Joko Widodo itu menekankan, kebiasaan mengkonsumsi air dalam kemasan tidak terjadi di semua negara.

    Di negara maju misalnya, warga kelas menengah terbiasa menenggak air minum yang disediakan pemerintah di tempat-tempat umum. Dengan adanya fasilitas air minum massal itu, masyarakat negara maju tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli minum.

    “Daya beli kelas menengahnya aman karena untuk air pun mereka tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak,” kata dia.

    Meski begitu, Bambang mengatakan faktor kebutuhan air minum hanyalah satu dari banyak faktor lain yang menyebabkan banyak kelas menengah turun ‘kasta’ ke kelas ekonomi yang lebih rendah. Bambang menduga faktor utama tumbangnya kelas menengah RI adalah pandemi Covid-19.

    “Penyebabnya itu variatif. Karena kan kita lihat datanya dari 2019 ke 2023. Jadi penyebab pertama adalah Covid,” ujar dia.

    Selama Covid-19, kata dia, banyak kelas menengah kehilangan pekerjaan. Sementara sebagian lainnya, mengalami kebangkrutan bisnis. “Jangan lupa loh Covid itu terjadi 2 tahun dan yang terjadi pada waktu itu ada kelas menengah yang kehilangan pekerjaan dan kelas menengah yang bisnisnya berhenti atau bangkrut,” ungkapnya.

    Apesnya, kata dia, setelah pandemi mereda masyarakat kembali dihantam problem lainnya seperti tingkat suku bunga yang tinggi. Kenaikan suku bunga itu, kata dia, mau tak mau turut mempengaruhi perekonomian.

    “Jadi saya melihatnya kombinasi yang dimulai dari Covid, kemudian diperpanjang dengan tingkat bunga tinggi, nilai tukar melemah, apa-apa jadi mahal,” kata dia.

    Tak cuma suku bunga tinggi, Bambang mengatakan upaya kelas menengah untuk bangkit dari Covid-19 juga dihantam oleh naiknya harga beras karena efek El Nino. Meskipun inflasi secara umum stabil, Bambang mengatakan kenaikan harga beras itu membuat daya beli kelas menengah menurun.

    “Kombinasi itulah yang membuat sebagian kelas menengah itu turun ke aspiring middle class,” kata dia.

    Bambang turut mengingatkan, fenomena judi online juga amat mempengaruhi kondisi perekonomian seseorang karena sifatnya yang sangat adiktif. Menurut dia, karena itu kegiatan ini sangat menguras kantong masyarakat. “Karena sifatnya adiktif, itu cepat sekali menghabiskan income kita,” kata dia.

    (fsd/fsd)

  • Fakta-fakta Makan Malam Prabowo-Jokowi di Kertanegara: Ayam Goreng dan Keakraban

    Fakta-fakta Makan Malam Prabowo-Jokowi di Kertanegara: Ayam Goreng dan Keakraban

    Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menjamu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat 6 Desember 2024. Pertemuan yang berlangsung santai ini diwarnai dengan suasana hangat, penuh canda, dan hidangan khas seperti ayam goreng.

    Momen tersebut menjadi pertemuan balasan setelah sebelumnya Presiden Prabowo berkunjung ke kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah, bulan lalu. “Saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta, saya undang makan. Saya pernah ke rumah beliau di Solo, sekarang giliran beliau ke sini,” ujar Prabowo.

    Dalam foto yang diunggah oleh Presiden Jokowi melalui akun media sosialnya, keduanya terlihat menikmati momen santap malam dengan latar ruang makan yang didekorasi sederhana namun elegan. Bendera merah putih dan potret tokoh nasional di ruangan tersebut menambah kesan formal, meskipun pertemuan diisi dengan percakapan ringan.

    Baca juga: Prabowo Buka Suara soal Mundurnya Miftah Maulana

    Silaturahmi Tanpa Agenda Khusus
    Prabowo menegaskan bahwa pertemuan itu tidak memiliki agenda khusus selain untuk makan malam bersama. “Tadi kita makan, makan malam. Ayam goreng dan macam-macam lah,” jelasnya.

    Presiden Jokowi juga mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah wujud silaturahmi. Ia bahkan menyebut bahwa kunjungannya ke Kertanegara kali ini seperti balasan atas kunjungan Prabowo sebelumnya. “Ini kayak kunjungan balasan, karena kangen,” ungkap Jokowi.

    Dalam salah satu foto, tampak Jokowi dan Prabowo duduk santai di ruang tamu, berbincang dengan ekspresi santai dan tersenyum. Sementara itu, di foto lainnya mereka terlihat berjalan bersama di halaman rumah, menandakan hubungan hangat yang terjalin di antara keduanya.
    Makna di Balik Kebersamaan
    Pertemuan makan malam ini tak hanya menunjukkan keakraban antara kedua tokoh, tetapi juga menggambarkan pesan persatuan dan komitmen menjaga silaturahmi di tengah dinamika politik. Kehadiran Presiden Jokowi di kediaman Prabowo menjadi simbol komunikasi yang baik antara pemimpin bangsa untuk menjaga stabilitas dan persatuan nasional.

    “Beliau Bapak Presiden waktu ke Merauke kemudian mampir ke Solo. Ini saya pas ke Jakarta kayak kunjungan balasan gitu lo,” tambah Jokowi.

    Foto-foto yang diunggah Jokowi dengan caption ucapan terima kasih kepada Prabowo menegaskan hubungan baik yang tetap terjalin antara kedua pemimpin. “Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi di akhir pesannya.
    Kesederhanaan di Tengah Jabatan
    Dari makanan hingga percakapan santai, momen makan malam ini membuktikan bahwa persahabatan antar pemimpin dapat terjalin dengan sederhana namun penuh makna. Menu ayam goreng yang disajikan seolah menggambarkan kesederhanaan di tengah kedudukan mereka sebagai tokoh penting bangsa.

    Silaturahmi ini menjadi pesan penting bagi masyarakat Indonesia bahwa perbedaan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjaga persaudaraan dan kebersamaan demi kepentingan bangsa.

    Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menjamu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat 6 Desember 2024. Pertemuan yang berlangsung santai ini diwarnai dengan suasana hangat, penuh canda, dan hidangan khas seperti ayam goreng.
     
    Momen tersebut menjadi pertemuan balasan setelah sebelumnya Presiden Prabowo berkunjung ke kediaman Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah, bulan lalu. “Saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta, saya undang makan. Saya pernah ke rumah beliau di Solo, sekarang giliran beliau ke sini,” ujar Prabowo.
     
    Dalam foto yang diunggah oleh Presiden Jokowi melalui akun media sosialnya, keduanya terlihat menikmati momen santap malam dengan latar ruang makan yang didekorasi sederhana namun elegan. Bendera merah putih dan potret tokoh nasional di ruangan tersebut menambah kesan formal, meskipun pertemuan diisi dengan percakapan ringan.
    Baca juga: Prabowo Buka Suara soal Mundurnya Miftah Maulana

    Silaturahmi Tanpa Agenda Khusus

    Prabowo menegaskan bahwa pertemuan itu tidak memiliki agenda khusus selain untuk makan malam bersama. “Tadi kita makan, makan malam. Ayam goreng dan macam-macam lah,” jelasnya.
     
    Presiden Jokowi juga mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah wujud silaturahmi. Ia bahkan menyebut bahwa kunjungannya ke Kertanegara kali ini seperti balasan atas kunjungan Prabowo sebelumnya. “Ini kayak kunjungan balasan, karena kangen,” ungkap Jokowi.
     
    Dalam salah satu foto, tampak Jokowi dan Prabowo duduk santai di ruang tamu, berbincang dengan ekspresi santai dan tersenyum. Sementara itu, di foto lainnya mereka terlihat berjalan bersama di halaman rumah, menandakan hubungan hangat yang terjalin di antara keduanya.

    Makna di Balik Kebersamaan

    Pertemuan makan malam ini tak hanya menunjukkan keakraban antara kedua tokoh, tetapi juga menggambarkan pesan persatuan dan komitmen menjaga silaturahmi di tengah dinamika politik. Kehadiran Presiden Jokowi di kediaman Prabowo menjadi simbol komunikasi yang baik antara pemimpin bangsa untuk menjaga stabilitas dan persatuan nasional.
     
    “Beliau Bapak Presiden waktu ke Merauke kemudian mampir ke Solo. Ini saya pas ke Jakarta kayak kunjungan balasan gitu lo,” tambah Jokowi.
     
    Foto-foto yang diunggah Jokowi dengan caption ucapan terima kasih kepada Prabowo menegaskan hubungan baik yang tetap terjalin antara kedua pemimpin. “Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi di akhir pesannya.

    Kesederhanaan di Tengah Jabatan

    Dari makanan hingga percakapan santai, momen makan malam ini membuktikan bahwa persahabatan antar pemimpin dapat terjalin dengan sederhana namun penuh makna. Menu ayam goreng yang disajikan seolah menggambarkan kesederhanaan di tengah kedudukan mereka sebagai tokoh penting bangsa.
     
    Silaturahmi ini menjadi pesan penting bagi masyarakat Indonesia bahwa perbedaan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjaga persaudaraan dan kebersamaan demi kepentingan bangsa.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (DHI)

  • Gus Umar Kritik Intensitas Pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo: Apa Sih Maunya?

    Gus Umar Kritik Intensitas Pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo: Apa Sih Maunya?

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader Nahdlatul Ulama (NU), Umar Sahadat Hasibuan, yang akrab disapa Gus Umar, melontarkan kritik terkait intensitas pertemuan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Prabowo Subianto.

    Gus Umar menyoroti fakta bahwa Jokowi tercatat telah mengadakan pertemuan dua kali di kediamannya dan satu kali di rumah Prabowo Subianto.

    “Kenapa ya Jokowi ini terlalu sering ketemu presiden? Saya hitung 2 kali di rumah Jokowi dan 1 kali di rumah Prabowo. Apa sih maunya Jokowi?” tulis Gus Umar melalui akun media sosialnya, Sabtu (7/12/2024).

    Sebelumnya, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mengunggah momen kebersamaanya dengan Presiden Prabowo di media sosial Instagramnya.

    Jokowi sampaikan doa untuk Presiden Prabowo di keterangan unggahannya.

    “Terima kasih atas santap tadi malamnya, Bapak Presiden @prabowo. Berkunjung ke kediaman Bapak Prabowo di Kertanegara sambil berbincang dan menyantap makan malam. Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi.

    Sebelumnya, keduanya makan malam bersama di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jumat (6/12/2024).

    Jokowi mengaku berbincang empat mata dan sekaligus kunjungan balasan usai Prabowo sempat mampir ke rumahnya di Solo. (Ikbal/Fajar)

  • Di Jakarta, Jokowi Menyempatkan Diri Hadiri Pernikahan Putra Ketum Relawan Rejo – Page 3

    Di Jakarta, Jokowi Menyempatkan Diri Hadiri Pernikahan Putra Ketum Relawan Rejo – Page 3

     

    Liputan6.com, Jakarta Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi menyempatkan untuk menghadiri pernikahan putra bungsu Ketua umum Relawan Jokowi for Prabowo Gibran (ReJO Pro Gibran) Darmizal MS.

    Putra keempat Darmizal MS dan Minarni bernama Reynaldi Kurniawan itu mempersunting Adis Zakiyya, gadis Solo, putri dari Oktria Hendrarji dan Maemunah Nurdiana.

    Saat menghadiri pernikahan yang digelar di gedung Sasono Adiguno TMII, Jakarta, Jokowi terlihat mengenakan stelan jas berwarna hitam, baju putih serta mengenakan dasi.

    Tiba di gedung pernikahan sekitar pukul 11.40 WIB, Jokowi langsung menuju mimbar pelaminan untuk bersalaman dengan kedua mempelai yang didampingi orangtuanya.

    Tiba di gedung pernikahan, Jokowi langsung disambut Ervan Fathurrakhman, Ketua Panitia, anggota panitia dan keluarga kedua mempelai disertai para undangan yang ingin berebut berswafoto.

    Di dalam gedung pernikahan Jokowi tampak mengobrol dengan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi serta Wakil Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, Wamenaker RI Immanuel Ebenezer, Mantan Dubes RI untuk negara Myanmar Komjen Pol Iza Padri serta pengurus Depimnas ReJO.

    Setelah sekitar 45 menit lamanya bercengkrama hangat dengan tamu undangan, Jokowi terlihat pergi meninggalkan lokasi dan dan kerubuti masyarakat yang ingin berswafoto.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tampak dengan ramah melayani masyarakat yang ingin mengabadikan momen yang jarang dijumpai itu.

    Ketua panitia pernikahan Ervan Fathurrakhman yang juga kakak ipar dari Reynaldi mengucapkan rasa bangga dan terimakasih atas kedatangan Jokowi.

    “Terimakasih kepada pak Jokowi yang berkenan meluangkan waktunya untuk hadir dalam pernikahan adik bungsu kami. Terimaksih juga kami ucapkan pada seluruh tamu undangan yang hadir dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” kata dia dalam keterangan yang diterima, Sabtu (7/12/2024).

    “Alhamdulilah akad nikahnya berjalan lancar tadi jam 08:00 WIB dengan saksi nikah, Ketua MPR RI, 2012-2014, Mayjen Pol Purn Drs H Sidarto Danusubroto SH,” sambungnya.

     

  • Bersatunya Ahokers dan Anak Abah Dinilai Dongkrak Daya Tarik Pilkada Jakarta
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Desember 2024

    Bersatunya Ahokers dan Anak Abah Dinilai Dongkrak Daya Tarik Pilkada Jakarta Megapolitan 7 Desember 2024

    Bersatunya Ahokers dan Anak Abah Dinilai Dongkrak Daya Tarik Pilkada Jakarta
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Bersatunya kelompok pendukung mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (
    Ahok
    ) dan
    Anies Baswedan
    , yang dikenal dengan istilah ”
    Ahokers
    ” dan ”
    Anak Abah
    “, dinilai telah mendongkrak daya tarik
    Pilkada Jakarta
    .
    Dua kelompok yang pernah berseteru panas saat Pilkada Jakarta 2017 lalu itu, kini justru satu kubu mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung-Rano Karno.
    “Itu yang menarik ya, bahwa sebelumnya polarisasi terjadi di Jakarta, justru ada calon yang berhasil menyatukan itu dan itu adalah Pram-Rano,” kata Peneliti Saiful Mujani Research Center (SMRC) Saidiman Ahmad dalam acara ‘Jaga Demokrasi di Indonesia’ yang digelar di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2024).
    Saidiman menjelaskan, sejak awal Pilkada Jakarta sudah tak menarik bagi warga ibu kota, karena ada kesan calon yang bertarung sudah diatur oleh elite politik. 
    Sebab, Ridwan Kamil-Suswono telah memborong dukungan hampir semua partai politik, sehingga menutup peluang calon lain untuk maju.
    Awalnya, RK-Suswono diprediksi akan menang mudah karena hanya akan melawan calon independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardhana.
    Namun, putusan MK yang mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah, membuat PDI-P akhirnya bisa mengusung calon sendiri. 
    Partai banteng pun mengusung duet dua kadernya, Pramono Anung-Rano Karno.
    Pasangan itu pun mendapat dukungan dari Anies dan Ahok, yang masih memiliki elektabilitas relatif tinggi di Jakarta. 
    Menurut analisis Saidin, Ahokers dan Anak Abah berpengaruh signifikan pada keunggulan
    Pramono-Rano

    “Justru ketika para pendukung Ahok tahu Anies juga ikut mendukung Pramono, Pram-Rano itu tambah besar dukungannya, tambah kuat. Demikian pula sebaliknya,” lanjut Saidin.
    Sebaliknya, Saidin menilai, dukungan yang diberikan Presiden ke-7 Jokowi dan Presiden Prabowo pada detik-detik akhir jelang pencoblosan, tak berpengaruh signifikan.
    “Pengetahuan publik tentang endorsement itu tidak punya pengaruh, bahkan lebih negatif,” jelas Saidin.
    Berdasarkan penghitungan KPU di tingkat kabupaten/kota, Pramono Anung-Rano Karno menang di seluruh wilayah Jakarta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
    Total suara yang diperoleh Pramono-Rano di Pilkada Jakarta adalah 2.183.239, Ridwan Kamil-Suswono meraih 1.718.160 suara. Sementara Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapat 459.230 suara.
    Saat ini, KPU masih melakukan rekapitulasi di tingkat provinsi.
    Masyarakat dapat memantau sendiri hasil perhitungan suara tiga paslon cagub-cawagub Jakarta melalui laman pilkada2024.kpu.go.id, kemudian pilih provinsi DKI Jakarta.
    Laman tersebut juga menampilkan hasil hitung suara dan rekapitulasi pemilihan calon kepala daerah dalam Pilkada 2024 di seluruh wilayah Indonesia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Dasco Sebut Tidak Siapkan Posisi Khusus untuk Jokowi di Gerindra

    Dasco Sebut Tidak Siapkan Posisi Khusus untuk Jokowi di Gerindra

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut untuk sementara waktu tak menyiapkan posisi apa-apa untuk Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

    “Sementara kami belum siapkan apa-apa karena kami belum tahu rencana Pak Jokowi,” kata Dasco dikutip dari Antara, Sabtu (7/12/2024).

    Dia menyebut Gerindra pada prinsipnya terbuka kepada siapa pun sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    “Tetapi, kan tidak tahu apa Pak Jokowi mau masuk Gerindra atau punya rencana lain,” kata Dasco.

    Presiden Prabowo, saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan Jokowi bergabung dengan Gerindra yang kemudian dijawab  Gerindra terbuka bagi siapa pun.

    “Kalau Gerindra terbuka, tetapi tentu kami enggak bisa maksa beliau masuk,” kata Prabowo di depan kediaman pribadinya, Jakarta, Jumat, menjawab pertanyaan wartawan.

    Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 2004, Jokowi diketahui sebagai kader PDIP. Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/12), mengumumkan Jokowi dan keluarganya, yaitu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, bukan kader PDIP dan tak lagi menjadi bagian dari PDIP.

    Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta, Jumat, menerima kunjungan Presiden Ke-7 Joko Widodo. Keduanya makan malam bersama di Kertanegara sambil berbincang-bincang.

    Dalam pertemuan itu, Dasco menyebut Presiden Prabowo dan Jokowi tak membahas urusan-urusan yang spesifik, termasuk soal-soal partai.

    “Saya tadi diberi tahu enggak ada ngomong soal begitu-begitu. (Keduanya) lebih banyak cerita-cerita nostalgia di Istana sih sebenarnya. Pak Prabowo cerita ada beberapa tempat diubah, kemudian barangnya dipindah gitu-gitu aja, dan kemudian kalau sekarang Pak Prabowo favoritnya itu di pojok mana, ruangan apa gitu aja tadi ceritanya,” kata Dasco.

    Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menghadap Prabowo di Kertanegara selepas Presiden menjamu Jokowi. Pertemuan antara Dasco dan Presiden Prabowo berlangsung selama kurang lebih satu jam.

  • Budi Arie Setiadi: Semua Partai Siap Menampung Jokowi

    Budi Arie Setiadi: Semua Partai Siap Menampung Jokowi

    Jakarta, Beritasatu.com – PDI Perjuangan secara resmi telah menyatakan Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih itu. Meski dinyatakan sudah tidak lagi menjadi kader PDIP, ternyata Jokowi diminati banyak partai untuk bergabung.

    Ketua Projo Budi Arie Setiadi mengatakan banyak partai yang mau menampung Jokowi setelah resmi dipecat PDI Perjuangan. “Semua partai siap menampung Pak Jokowi, terutama Projo, kalau jadi partai,” katanya setelah menemani Jokowi menghadiri resepsi pernikahan anak dari Sekjen GK Center, Sabtu (7/12/2024).

    Budi mengaku tidak membicarakan politik sama sekali saat menemani Jokowi. Namun, dia menyebutkan ada beberapa tokoh lainnya, seperti Ridwan Kamil.

    “Tidak ada obrolan (terkait politik) karena ini pernikahan,” ucapnya.

    Mengenai pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (6/12/2024) malam, Budi menilai itu adalah hal yang bagus. Apalagi, mantan presiden dan presiden yang menjabat masih akrab.

    “Bagus saja, mantan presiden dan presiden kangen-kangenan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang banteng moncong putih.

    Tidak hanya Jokowi, dia mengatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution juga sudah tidak menjadi kader PDIP.

    “Saya tegaskan kembali Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (4/12/2024).

  • Golkar jadi Rumah Baru Jokowi? Pengamat Sebut Potensi Rebut Jabatan Ketum dari Bahlil

    Golkar jadi Rumah Baru Jokowi? Pengamat Sebut Potensi Rebut Jabatan Ketum dari Bahlil

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wacana bergabungnya Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Partai Golkar semakin hangat diperbincangkan. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menyebut partainya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, termasuk Jokowi. Ia menegaskan bahwa Golkar adalah partai yang inklusif dan tidak didominasi oleh pihak tertentu.

    “Golkar adalah partai rakyat, bukan milik keluarga atau segelintir orang. Tidak ada pemegang saham terbesar di Golkar,” ujar Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/12).

    Meskipun demikian, Idrus mengaku bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi resmi terkait kepindahan Jokowi ke partai berlambang pohon beringin tersebut. Fokus utama Golkar saat ini adalah persiapan perayaan Hari Ulang Tahun ke-60 yang akan digelar pada 12 Desember mendatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

    Direktur Eksekutif FIXPOLL Indonesia, Mohammad Anas RA, memunculkan analisis bahwa Jokowi memiliki peluang besar untuk bergabung dengan Golkar, bahkan berpotensi merebut kursi Ketua Umum. Menurut Anas, Jokowi bisa memanfaatkan posisinya untuk mengendalikan Golkar secara penuh.

    “Apakah jokowi hanya menjadi pengurus dewan kehormatan, dewan pertimbangan dst. Langkah ini akan menjadi pilihan jokowi jika jokowi bisa mengendalikan partai dari mana pun,” ujar Anas kepada fajar.co.id, Sabtu (7/12/2024).

    Lebih lanjut, Anas menjelaskan bahwa kendali Golkar akan menjadi kunci bagi Jokowi untuk mempertahankan kekuatannya di panggung politik, terutama dengan posisi strategis anaknya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wakil Presiden 2024-2029 dan Calon potensial di Pilpres yang akan datang.

  • Didepak PDIP, Budi Arie Pede Banyak Parpol Siap Tampung Jokowi

    Didepak PDIP, Budi Arie Pede Banyak Parpol Siap Tampung Jokowi

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum DPP Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menyatakan akan banyak partai yang siap menampung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) usai dikeluarkan PDIP.

    Hal tersebut disampaikan oleh Budi usai menghadiri pernikahan anak salah satu relawan Jokowi, GK Center di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (7/12/2024).

    “Banyak yang tampung,” kata Budi.

    Dia juga mengklaim bahwa seluruh partai politik di Indonesia siap menampung Jokowi meski dilepas oleh PDIP. Bahkan, Menteri Koperasi (Menkop) itu berkelakar bahwa Jokowi bisa saja bergabung dalam kelompoknya jika Projo menjadi Parpol.

    “Semua partai siap nampung Pak Jokowi, terutama Projo, kalau jadi partai,” pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Jokowi beserta keluarganya, termasuk Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai. 

    Menurutnya, keputusan ini diambil karena praktik politik Jokowi dan keluarganya dinilai tidak sejalan dengan cita-cita partai yang telah diperjuangkan sejak era Bung Karno.

    “Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” ujar Hasto di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).

  • Budi Arie: Banyak yang nampung setelah Jokowi dipecat PDIP

    Budi Arie: Banyak yang nampung setelah Jokowi dipecat PDIP

    Bagus aja, mantan presiden dan presiden kangen-kangenan

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Projo Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa banyak partai yang mau menampung Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah resmi dipecat oleh PDIP.

    “Semua partai siap menampung Pak Jokowi, terutama Projo, kalau jadi partai,” kata Budi Arie di Jakarta, Sabtu, setelah menemani Jokowi menghadiri resepsi pernikahan anak dari Sekjen GK Center.

    Budi mengatakan bahwa banyak partai yang mau menampung Mantan Presiden Jokowi setelah resmi dipecat dari partai yang membawa mantan Wali Kota Surakarta itu hingga jadi presiden dua periode yaitu PDIP.

    Budi mengaku tidak membicarakan politik sama sekali saat menemani Jokowi ke acara pernikahan itu.

    “Ada pak Jokowi dan Ridwan Kamil. Tidak ada obrolan (terkait politik), karena ini pernikahan,” ujarnya.

    Saat ditanya terkait pertemuan Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (6/12) malam, Budi mengatakan hal itu bagus karena ada mantan Presiden dan Presiden masih akrab.

    “Bagus aja, mantan presiden dan presiden kangen-kangenan,” katanya.

    Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang banteng moncong putih.

    Tidak hanya Jokowi, dia mengatakan Wakil Presiden Periode 2024–2029 Gibran Rakabuming Raka beserta mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution juga sudah tidak menjadi kader PDIP.

    “Saya tegaskan kembali Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy M Yakub
    Copyright © ANTARA 2024