Tag: joko widodo

  • Soal Isu Jokowi Masuk Gerindra, Prabowo-Dasco Kompak Jawab Diplomatis

    Soal Isu Jokowi Masuk Gerindra, Prabowo-Dasco Kompak Jawab Diplomatis

    ERA.id – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyebut tak menyiapkan posisi apa-apa untuk Presiden Ke-7 Joko Widodo, untuk sementara waktu, karena partai belum mengetahui rencana Jokowi.

    Menurut Dasco di depan kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta, Jumat kemarin, Gerindra pada prinsipnya terbuka kepada siapa pun.

    “Tetapi, kan enggak tahu apa Pak Jokowi mau masuk Gerindra atau punya rencana lain,” kata Dasco.

    Senada dengan Dasco, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bilang kalau Gerindra terbuka. “Tetapi tentu kami enggak bisa maksa beliau masuk,” kata Prabowo di depan kediaman pribadinya, Jakarta, Jumat, menjawab pertanyaan wartawan.

    Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 2004, Jokowi diketahui sebagai kader PDIP. Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/12), mengumumkan Jokowi dan keluarganya, yaitu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, bukan kader PDIP dan tak lagi menjadi bagian dari PDIP.

    Presiden Prabowo di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta, Jumat, menerima kunjungan Presiden Ke-7 Joko Widodo. Keduanya makan malam bersama di Kertanegara sambil berbincang-bincang.

    Dalam pertemuan itu, Dasco menyebut Presiden Prabowo dan Jokowi tak membahas urusan-urusan yang spesifik, termasuk soal-soal partai.

    “Saya tadi diberi tahu enggak ada ngomong soal begitu-begitu. (Keduanya) lebih banyak cerita-cerita nostalgia di Istana sih sebenarnya. Pak Prabowo cerita ada beberapa tempat diubah, kemudian barangnya dipindah gitu-gitu aja, dan kemudian kalau sekarang Pak Prabowo favoritnya itu di pojok mana, ruangan apa gitu aja tadi ceritanya,” kata Dasco.

    Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu menghadap Prabowo di Kertanegara selepas Presiden menjamu Jokowi. Pertemuan antara Dasco dan Presiden Prabowo berlangsung selama kurang lebih satu jam.

  • Intens Bertemu Prabowo, Said Didu Sarankan Jokowi Kembali Tinggal di Istana Bogor

    Intens Bertemu Prabowo, Said Didu Sarankan Jokowi Kembali Tinggal di Istana Bogor

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian publik. 

    Dalam sebuah unggahan di media sosial X (dulu Twitter), Said Didu menyoroti intensitas pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). 

    Said Didu mengusulkan secara satir bahwa Jokowi sebaiknya kembali tinggal di Istana Bogor. Menurutnya, hal ini bisa mempermudah Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo, mengingat lokasi Istana Bogor yang relatif dekat dengan Hambalang, Kertanegara, dan Istana Negara.

    “Karena Pak Jokowi sepertinya ingin terus bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo, bagaimana kalau Pak Jokowi kembali tinggal di Istana Bogor agar dekat ke Hambalang, Kertanegara, dan Istana Negara? Setuju?” tulis Said Didu dalam unggahannya, dikutip, Minggu (8/12/2024).

    Pernyataan ini memicu beragam tanggapan di kalangan warganet. Beberapa pihak menganggapnya sebagai kritik tajam terhadap hubungan politik Jokowi dan Prabowo yang semakin erat, sementara yang lain melihatnya sebagai sindiran jenaka terhadap dinamika politik nasional.   

    Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengunggah momen kebersamaanya dengan Presiden Prabowo di media sosial Instagramnya.

    Jokowi sampaikan doa untuk Presiden Prabowo di keterangan unggahannya.

    “Terima kasih atas santap tadi malamnya, Bapak Presiden @prabowo. Berkunjung ke kediaman Bapak Prabowo di Kertanegara sambil berbincang dan menyantap makan malam. Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi.

  • Silaturahmi Baik dan Patut Ditiru

    Silaturahmi Baik dan Patut Ditiru

    loading…

    Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seusai pertemuan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) malam. Foto/Tim Media Prabowo

    JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menanggapi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), Jumat (6/12/2024) malam. Menurutnya, pertemuan tokoh dan pemimpin bangsa merupakan hal yang baik dan patur ditiru.

    “Saya rasa baik ya, setiap pertemuan, setiap silaturahmi, apalagi antara dua tokoh, dua pemimpin bangsa. Jadi saya selalu melihat setiap pertemuan itu, setiap silaturahmi itu baik dan bagus untuk ditiru oleh yang lainnya,” kata AHY kepada wartawan Minggu (8/12/2024).

    AHY mengatakan, hubungan antara Presiden Prabowo dengan para mantan Presiden RI terjaga dengan baik. Dia menambahkan, semua tokoh berharap kepemimpinan Presiden Prabowo dapat berjalan dengan sukses.

    “Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu juga ingin terus berkomunikasi dan memikirkan hal-hal penting untuk negeri kita,” ujarnya.

    “Termasuk tentunya dengan mantan-mantan Presiden, Bapak Presiden Jokowi, Bapak Presiden SBY dan semua yang juga memiliki harapan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini sukses, bahkan semakin baik, semakin maju,” katanya.

    Sebelumnya, Jokowi menyambangi kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (6/12/2024) malam. Prabowo dan Jokowi keluar dari kediaman Kertanegara sekian pukul 21.04 WIB.

    “Jadi saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta saya undang makan (malam),” kata Prabowo kepada wartawan di Kertanegara, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) malam.

    Undangan makan malam tersebut, kata Prabowo, untuk membalas kebaikan Jokowi yang telah mengundang Ketua Umum Partai Gerindra makan di Solo beberapa waktu lalu.

    “Saya pernah rumah beliau di Solo saya undang sekarang ke Kertanegara,” kata Prabowo.

    Prabowo tampak ditemani oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    (abd)

  • Silaturahmi Baik dan Bagus Ditiru

    Silaturahmi Baik dan Bagus Ditiru

    Jakarta

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berkomentar soal pertemuan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI, Prabowo Subianto. AHY mengatakan pertemuan dan silaturahmi tersebut baik untuk dilakukan.

    Menurut AHY, pertemuan para tokoh dan pemimpin bangsa adalah hal yang baik. Menurutnya silaturahmi oleh para tokoh dan pemimpin bangsa patut untuk ditiru.

    “Saya rasa baik ya, setiap pertemuan, setiap silaturahmi, apalagi antara dua tokoh, dua pemimpin bangsa,” kata AHY di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024).

    “Jadi saya selalu melihat setiap pertemuan itu, setiap silaturahmi itu baik dan bagus untuk ditiru oleh yang lainnya,” ucapnya.

    AHY juga mengatakan hubungan antara Presiden Prabowo dengan para mantan Presiden RI terjaga dengan baik. Menurutnya, semua tokoh berharap kepemimpinan Presiden Prabowo dapat berjalan dengan sukses.

    “Bapak Presiden Prabowo Subianto, tentu juga ingin terus berkomunikasi dan memikirkan hal-hal penting untuk negeri kita, termasuk tentunya dengan mantan-mantan Presiden, Bapak Presiden Jokowi, Bapak Presiden SBY dan semua yang juga memiliki harapan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini sukses, bahkan semakin baik, semakin maju,” katanya.

    Sebelumnya diberitakan, Presiden RI ke 7 Joko Widodo (Jokowi) menemui Presiden RI Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan pada Jumat (6/12) malam. Dalam pertemuan itu, keduanya juga melakukan malam bersama. Prabowo menyebut dirinya mengundang Jokowi untuk makan malam di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    “Jadi saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta saya undang makan, jadi saya pernah ke rumah beliau di Solo, saya undang sekarang ke Kertanegara,” kata Prabowo dalam jumpa pers bersama Jokowi usai makan malam, Jumat (6/12).

    “Tadi kita makan, makan malam, Pak, ya?” kata Prabowo.

    “Makan malam,” tambah Jokowi.

    Prabowo mengungkap menu makan malam itu. Dia menyebut salah satu menu yang disajikan adalah ayam goreng. “Ayam goreng dan macam-macam-lah,” kata Prabowo.

    (aik/aik)

  • Memperhatikan Kesejahteraan Pahlawan dan Veteran

    Memperhatikan Kesejahteraan Pahlawan dan Veteran

    JAKARTA – Hari Pahlawan merupakan hari di mana bangsa Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, tenaga, harta, hingga tumpah darahnya untuk melawan para penjajah di Bumi Pertiwi ini. Mereka bertempur dengan mengorbankan nyawanya di medan perang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur saat merebut kemerdekaan Indonesia maka tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

    Ada istilah umum yang mengatakan bahwa ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa pahlawannya.’ Seperti kata Bung Karno yang juga mengatakan ‘Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah’ untuk jasa para pahlawan yang rela mengorbankan hidupnya demi menjaga dan mempertahankan negara Indonesia.

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta jajaran usai menghadiri acara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata (Mery/VOI)

    Pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin melaksanakan upacara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Usai upacara, mereka kemudian berkeliling untuk menaburkan bunga ke beberapa makam pahlawan yang dipilih secara acak.

    Dari pantauan VOI di lokasi, Jokowi yang ditemani Ma’ruf terlihat khusyuk membacakan doa di pusara Presiden ketiga BJ. Habibie dan Hasti Ainun Besari Habibie, Istri Presiden ke-6 Ani Yudhoyono, mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Kemudian, Jokowi juga sempat mendatangi makam A. Yani, RD Suprapto, MT. Haryono, dan S Parman.

    Usai acara, Jokowi sempat melakukan wawancara dengan awak media. Saat ditanya mengenai kesejahteraan bagi keluarga pahlawan dan veteran, jawaban Jokowi menggantung. Dia tak menerangkan detail maksud perkataannya.

    “Belum,” ucap Presiden Jokowi, usai upacara dan tabur bunga di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 10 November.

    Kesejahteraan pahlawan dan veteran masih dianggap minim

    Salah satu keluarga pahlawan Brigadir Jenderal TNI purn Danpus Kowad Rameli, Umar Mulyoso berharap perhatian pemerintah kepada keluarga pahlawan bisa ditingkatkan lagi. Selama ini, perhatian pemerintah terhadap keluarganya dianggap belum maksimal.

    “Harapannya lebih baik lagi, bisa menyejahterakan terutama yang ditinggal oleh almarhum. Waktu ditinggal bapak meninggal itu kami juga masih kecil. Tapi karena kami punya semangat juang yang diwariskan, kami bisa bertahan,” kata Umar.

    “Kami mengharapkan ada peningkatan, apalagi untuk orang-orang berikutnya, kalau kami yang sudah tua gini ya sudah lah enggak apa-apa. Untuk keluarga pahlawan yang tidak ditemukan, untuk yang kurang beruntung,” tambahnya.

    Cerita lain datang dari Salkam (80). Seorang veteran dari Serang, Banten yang datang ke TMP Kalibata. Dia berpakaian cokelat, kepalanya berbalut topi berwarna jingga.

    Dia adalah seorang prajurit perang di masa penjajahan Jepang. Ia bercerita, kehadirannya pada hari ini untuk melihat teman-teman seperjuangan yang gugur dan mengenang bagaimana masa-masa perperangan itu.

    Menghabisi masa tuanya, Salkam tinggal bersama keluarganya. Dia merasa beruntung negara masih memperhatikannya. Tiap bulan, dia mendapatkan uang Rp2,5 juta sebulan sebagai veteran. Bagi Salkam, uang segitu belum cukup. Ia berharap, pemerintah lebih memperhatikan lagi kesejahteraan bagi para vetaran dan keluarganya. 

    Veteran dari Banten, Salkam (Mery/VOI)

  • Biar Tak Digebuk Melulu oleh PDIP, Jokowi dan Gibran Disarankan Masuk Golkar

    Biar Tak Digebuk Melulu oleh PDIP, Jokowi dan Gibran Disarankan Masuk Golkar

    ERA.id – Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tak bisa bermanuver banyak bila bergabung ke Partai Gerindra.

    Di Partai Gerindra, kata dia, sudah ada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi Presiden RI.

    “Posisi Gibran tak signifikan, tak bisa bermanuver banyak, karena ada Prabowo yang jadi presiden,” kata Adi Prayitno, Jumat kemarin.

    Adi lantas berkata, “Auranya (Gibran) ketutup Prabowo.”

    Sebaliknya, dia menilai sangat bagus bagi Gibran masuk ke Partai Golkar, karena dapat lebih berakselerasi, ketimbang bergabung ke Partai Gerindra.

    “Di Golkar relatif masih bisa berakselerasi karena Golkar tak punya presiden atau wakil presiden. Dengan Gibran jadi anggota kehormatan Golkar, itu artinya Golkar punya wapres saat ini,” ujarnya.

    Selain itu, dia memandang baik pula jika mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Golkar lantaran dapat menjadi tempat bernaung bila mendapat serangan dari PDI Perjuangan.

    “Bagi Jokowi, setidaknya ada back up jika terus-terusan digebuk PDI Perjuangan. Bisa jadi ke depan tensi bakal memanas PDI Perjuangan versus Golkar, dua partai yang sebenarnya sejak lama jadi musuh bebuyutan,” katanya.

    Termasuk, lanjut dia, bergabungnya Jokowi dan Gibran ke Partai Golkar dapat mendinamisasi hubungan politik yang terjalin dengan Partai Gerindra.

    “Karena apa pun Jokowi dan Gibran tentunya tak mau dipandang subordinat di bawah bayang-bayang Gerindra,” kata dia.

    Adi menambahkan bahwa Jokowi dan Gibran sendiri disebut-sebut sudah menjadi anggota kehormatan Partai Golkar, yang seolah mengonfirmasi gosip lama bahwa keduanya akan merapat ke partai berlambang pohon beringin tersebut.

    Ia memandang posisi Jokowi dan Gibran menguat secara politik atas keanggotaan tersebut.

    “Meski publik tak pernah tahu apa kewenangan anggota kehormatan itu nantinya, secara politik Jokowi dan Gibran sudah punya partai yang perolehan pileg-nya runner up,” ucap dia.

    Sebelumnya, Rabu (4/12), Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Joko Widodo dan keluarganya sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang banteng moncong putih.

    Hasto menjelaskan bahwa Jokowi dan keluarga tidak lagi selaras dengan cita-cita partai yang diperjuangkan sejak zaman presiden pertama RI Soekarno berada di Partai Nasional Indonesia (PNI).

  • Gerindra Siap Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke MK Tak Lama Setelah Jokowi Temui Prabowo

    Gerindra Siap Gugat Hasil Pilkada Jakarta ke MK Tak Lama Setelah Jokowi Temui Prabowo

    loading…

    Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seusai pertemuan di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) malam. Foto/Tim Media Prabowo

    JAKARTA Partai Gerindra sudah bersiap mengajukan gugatan atas hasil Pilkada Jakarta 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sikap ini tegas disampaikan tak berselang lama dari pertemuan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta.

    Sikap Pilkada Jakarta disampaikan resmi dalam konferensi pers yang digelar oleh Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya DPP Partai Gerindra, Sabtu (7/12/2024) sore. Sekretaris Umum Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya DPP Partai Gerindra, Munathsir Mustaman mengatakan, pihaknya bersama tim pemenangan pasangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sedang mempersiapkan gugatan ke MK.

    “Kami saat ini bersama rekan-rekan berkoordinasi dengan tim pasangan RIDO serta dengan relawan yang lain, rencananya melakukan permohonan perselisihan hasil pemilu ya di Mahkamah Konstitusi,” katanya dalam konferensi pers.

    Menurut Munatshir, ada dua masalah utama dalam Pilkada 2024, yang patut ditengarai sebagai tindak kecurangan. Pertama, tidak terdistribusinya formulir C6, yang berisi undangan pemungutan suara. Berdasarkan data tim internal, terdapat 24 formulir C6 yang tidak tersebar di wilayah Jakarta Pusat, lalu 14 di Jakarta Barat, 40 di Jakarta Utara, 80 di Jakarta Timur, dan 9 di Jakarta Selatan.

    “Total C6 yang tidak terdistribusi di Jakarta adalah 167 kasus. Merujuk Putusan MK Nomor 247-01-04-04/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024, C6 yang tidak terdistribusi adalah objek PSU,” katanya.

    Masalah kedua adalah 80 laporan yang belum ditanggapi oleh Bawaslu. Menurut Munatshir, laporan itu dilayangkan oleh Tim Sukses maupun masyarakat umum.

    “Namun hingga saat ini tidak jelas perkembangannya. Kami belum mendapatkan update dari Bawaslu terkait sekitar 80 laporan masyarakat yang kami masukkan ataupun relawan yang dimasukkan ke Bawaslu DKI,” sambungnya.

    Tak Lama Setelah Jokowi Temui PrabowoLangkah Gerindra yang bersiap mengajukan gugatan hasil Pilkada Jakarta ke MK disampaikan setelah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) malam.

    Dalam konferensi pers setelah pertemuan, Prabowo mengaku mengundang Jokowi untuk makan malam di kediamannya di Kertanegara. “Jadi saya dengar Pak Jokowi ada di Jakarta saya undang makan (malam),” kata Prabowo kepada wartawan di Kertanegara, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024) malam.

    Undangan makan malam tersebut, kata Prabowo, untuk membalas kebaikan Jokowi yang telah mengundang Ketua Umum Partai Gerindra makan di Solo beberapa waktu lalu.

    “Saya pernah rumah beliau di Solo saya undang sekarang ke Kertanegara,” kata Prabowo. Prabowo tampak ditemani oleh putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau Didit Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

    (abd)

  • Langkah Politik Jokowi setelah Tak Lagi di PDIP, Pengamat: Bisa Bentuk Partai Baru

    Langkah Politik Jokowi setelah Tak Lagi di PDIP, Pengamat: Bisa Bentuk Partai Baru

    Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Eksekutif Trias Politica Strategis, Agung Baskoro, memberikan analisa terkait langkah politik mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah tak lagi di PDIP. Agung menilai Jokowi masih memiliki kekuatan elektoral untuk bergabung dengan partai lain atau bahkan membentuk partai baru.

    “Jokowi masih memiliki masa depan politik yang panjang. Apapun langkah yang diambil Jokowi, baik itu bergabung dengan partai yang sudah ada, mendirikan partai baru, atau tetap independen, Jokowi tetap menjadi figur penting yang akan terus dipertimbangkan dalam politik nasional,” kata Agung dalam dialog program “Beritasatu Sore” yang disiarkan BTV dikutip Beritasatu.com, Minggu (8/12/2024).

    Agung mencatat beberapa partai, seperti Gerindra dan Golkar, telah memberikan sinyal siap menampung Jokowi. Bahkan, Partai Golkar dikabarkan menawarkan status anggota kehormatan kepada presiden ke-7 RI itu.

    Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga menjadi salah satu opsi potensial. Namun, Agung menyoroti tantangan yang mungkin dihadapi Jokowi jika bergabung dengan partai politik yang sudah mapan.

    “Jika Jokowi bergabung dengan partai seperti Gerindra, Golkar, atau lainnya, partai-partai tersebut harus siap memberikan porsi pengaruh yang besar, minimal 50%, atau bahkan lebih. Posisi dan wewenang yang ditawarkan harus setara dengan pengalaman serta elektabilitasnya. Hal ini tidak bisa disamakan dengan kader biasa,” ungkap Agung.

    Langkah politik lain yang bisa diambil Jokowi adalah mendirikan partai baru. Agung menjelaskan langkah ini dapat memberikan Jokowi fleksibilitas penuh dalam mengelola struktur dan mesin politiknya.

    “Dengan mendirikan partai baru, Jokowi dapat memaksimalkan instrumen politiknya secara independen bersama para loyalisnya. Ini juga menjadi pembuktian apakah mesin politik yang beliau bangun selama ini cukup kuat untuk bersaing, termasuk dalam memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold),” tambahnya.

    Agung mencatat selama ini Jokowi dikenal sebagai sosok yang mampu mengorkestrasi berbagai instrumen kekuasaan secara optimal dan independen. Agung menambahkan langkah Jokowi berikutnya dalam politik nasional tak bisa dipandang remeh.

    “Pak Jokowi adalah sosok yang secara personal dan politik memiliki kapasitas besar untuk mengatur dinamika elektoral. Kita akan melihat bagaimana peran strategis dan langkah politik Jokowi ke depan,” pungkasnya.

  • Jokowi Disebut Guru Politik Tenang, Dedy Nur: Fokus Kerja Nyata dan Bukan Drama Kosong

    Jokowi Disebut Guru Politik Tenang, Dedy Nur: Fokus Kerja Nyata dan Bukan Drama Kosong

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi DPW PSI Bali, Dedy Nur, memberikan pandangannya tentang sikap manta Presiden Jokowi dalam menghadapi berbagai serangan verbal, termasuk kata-kata kasar seperti bajingan tolol.

    Dikatakan Dedy, ayah dari Kaesang Pangarep itu telah memberikan pelajaran politik yang sangat berharga bagi bangsa ini.

    “Jokowi memberikan pelajaran politik yang luar biasa bagi generasi bangsa Indonesia,” ujar Dedy dalam keterangannya di aplikasi X @DedynurPalakka dikutip pada Minggu (8/12/2024).

    Dedy menilai, strategi Jokowi untuk tidak meladeni provokasi verbal terbukti efektif.

    “Bagaimana tetap bersikap tenang dan tidak emosional menghadapi kata-kata seperti Bajingan Tolol. Strateginya pun terbukti efektif,” sebutnya.

    “Alih-alih terjebak dalam permainan kata dan serangan pribadi, beliau memilih untuk fokus pada pekerjaan nyata,” Dedy menuturkan.

    Ketika Jokowi sibuk bekerja dan menghasilkan, mereka yang hanya pandai berbicara justru tenggelam dalam kegaduhan yang mereka buat sendiri.

    “Jokowi terus bekerja dan menghasilkan, mereka yang gemar omon-omon dibiarkan sibuk dengan kegaduhan mereka sendiri,” cetusnya.

    Kata Dedy, daripada melayani komentar atau cibiran dari mereka yang selalu merasa tidak puas terhadap kinerjanya, Jokowi memilih fokus bekerja.

    “Silakan, lanjutkan saja karena, toh, waktu Jokowi lebih berharga daripada membalas hal remeh,” bebernya.

    Dedy juga menyoroti bagaimana sikap Jokowi ini membuat banyak mantan pendukungnya merasa kecewa.

    “Ironisnya, sikap ini justru membuat banyak mantan pendukung beliau yang dulu penuh semangat menjadi frustrasi,” sesalnya.

  • Pusara Habibie Jadi Perhatian Peziarah di Hari Pahlawan

    Pusara Habibie Jadi Perhatian Peziarah di Hari Pahlawan

    JAKARTA – Taman Mahkam Pahlawan (TMP) Kalibata jadi salah satu lokasi disemayamkannya sejumlah pahlawan Indonesia. Tempat ini lumayan sering dikunjungi peziarah yang datang memberikan doa, termasuk keluarga pahlawan dan veteran yang masih hidup. 

    Bahkan, setiap tahunnya, kompleks makam ini bersolek untuk gelaran perayaan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Hari ini pun demikian. Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri upacara di tempat tersebut untuk mengenang jasa pahlawan untuk negara ini. Presiden Jokowi jadi inspektur upacaranya.

    Rampung upacara, Jokowi dan Ma’ruf Amin menghampiri sejumlah makam. Di antaranya, makam Presiden Ketiga BJ Habibie dan istrinya Hasri Ainun Besari; istri Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyobo, Ani Yudhoyono; A Yani; MT Haryono: dan S Parman. 

    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta jajarannya berziarah ke makam pahlawan di TMP Kalibata (Mery/VOI)

    Usai rangkaian peringatan Hari Pahlawan ini kelar, giliran para peziarah yang mendatangi makam. Pesara Presiden Ketiga BJ Habibie menjadi yang paling banyak dikunjungi peziarah hari ini. Bunga bertaburan menghiasi makamnya. Ada juga yang menjadikan nisan Habibie bahan swafoto, bahkan sampai mengantre.

    Demikian juga pusara Ibu Ainun, belahan hati BJ Habibie; serta makam istri presiden keenam Susilo Yudhoyono, Ani Yudhoyono. Dua makam ini juga banyak dikunjungi peziarah. Makamnya pun dihiasi bunga-bunga. 

    Ketiga tokoh tersebut menarik perhatian warga Indonesia beberapa bulan belakangan ini. BJ Habibie dan Ani Yudhoyono baru beberapa bulan meninggal dunia. Habibie meninggal setelah gagal Jantung pada 11 September. Sementara, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juli setelah dirawat karena penyakit kanker darah. 

    Peziarah di makam Presiden Ketiga BJ Habibie (Mery/VOI)

    Banyak nama besar yang ada di buku sejarah dimakamkan di tempat ini. Tapi, tak sedikit juga pusara  yang nisannya tak bernama. Kuburan itu berisi pahlawan yang gugur tanpa diketahui identitasnya.

    Kuburan tanpa nama ini, sepi pengunjung. Makamnya kering yang menandakan tak pernah ada yang datang untuk berziarah. Apalagi, taburan bunga. Jangan harap melihatnya di sana. Itulah yang diceritakan penjaga makam, Dodi (40).

    Padahal, pusara mereka letaknya tak jauh dari pusara para pemimpin negara dan istri, serta tokoh revolusi. Peristirahatan terakhir mereka berada tepat di belakang pusara A. Yani yang dikunjungi Jokowi dan Ma’ruf hari ini. 

    Tak ada nama di nisan mereka, hanya ditulis ‘Pahlawan Tak Dikenal’ dengan tahun wafatnya, 1945. Mereka adalah pahlawan yang merebut kemerdekaan untuk Indonesia. Berkat jasa mereka putra putri Indonesia bisa merdeka dari penjajah, hari ini. Meski begitu, kuburan ini masih dirawat dengan baik oleh penjaga makam.

    “Orang enggak dikenal kan. Siapa yang datang juga, meski adanya di belakang makam tokoh revolusi,” ucap Dodi. 

    Ilustrasi foto (Gabriella Thesa)