Tag: joko widodo

  • 28 Perusahaan Parkir di Kawasan Industri Batang, Investasi Tembus Rp18,7 triliun

    28 Perusahaan Parkir di Kawasan Industri Batang, Investasi Tembus Rp18,7 triliun

    Bisnis.com, BATANG — Grand Batang City berhasil menarik 28 perusahaan untuk membangun basis produksi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dengan nilai investasi mencapai Rp18,7 triliun menjelang akhir 2024.

    Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang Ngurah Wirawan menyatakan 28 perusahaan tersebut tersebar di area seluas 400 hektare yang tengah dikembangkan oleh KITB pada tahun ini.

    “Dari total lahan seluas 4.300 hektare, kami sudah membuka lahan seluas 400 hektare pada tahun ini. Tahun depan [2025] kami buka lagi lahan seluas 250 hektare dan selanjutnya di tahun-tahun berikutnya bertahap,” ujarnya dalam acara Editor Circle Kawasan Industri Terpadu Batang, Minggu (15/12/2024).

    Ngurah menyebutkan cadangan lahan KITB saat ini mencapai 3.100 hektare dan yang sudah dimanfaatkan total sebanyak 1.500 hektare.

    Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo meresmikan operasional KITB, yang merupakan proyek strategis nasional (PSN), pada 26 Juli 2024.
    Melalui Perpres 106 tahun 2022 tentang Percepatan Investasi melalui Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Provinsi Jawa Tengah, pengembangan Grand Batang City pun dikebut melalui pembangunan sejumlah fasilitas, dari mulai akses transportasi, listrik hingga dermaga.

    Saat ini, KITB tengah menanti Peraturan Pemerintah (PP) yang menetapkan Kawasan Industri Terpadu Batang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diteken oleh Presiden Prabowo Subianto.

    “Ibarat ujian, kami sudah sidang dan dinyatakan lulus sehingga tinggal menunggu ijazah,” ungkapnya.

    Ngurah menyebutkan bahwa nantinya, KITB akan menjadi satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus [KEK] yang menggarap tiga sektor sekaligus, yaitu KEK industri dan pengolahan, KEK logistik dan transportasi serta KEK pariwisata.

    “Cuma KITB yang fokus garap tiga sektor itu. Makanya, ini pasti sangat menarik buat investor.”

    Hingga saat ini, berdasarkan data Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, terdapat 24 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang terdiri dari 12 (dua belas) KEK Industri, yaitu Gresik, Kendal, Sei Mangkei, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Morotai, Palu, Sorong, MBTK, Bitung, Tanjung Sauh, dan Setangga; 7 (tujuh) KEK Pariwisata, yaitu Mandalika, Lido, Tanjung Lesung, Kura Kura Bali, Tanjung Kelayang, Likupang, dan Sanur (Pariwisata-Kesehatan); 2 (dua) KEK Digital, yaitu Nongsa dan Singhasari; serta 1 (satu) KEK Jasa lainnya (KEK MRO), yaitu Batam Aero Technic (BAT).

    Terakhir adalah KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024, serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024 Adapun, delapan KEK dalam proses penetapan, salah satunya yaitu KITB.

    Secara kumulatif sejak berdirinya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional melalui capaian investasi dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

    Hingga triwulan III, investasi yang terealisasi di KEK secara kumulatif mencapai Rp242,5 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja pun mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode lalu, dengan jumlah tenaga kerja secara kumulatif hingga September 2024 mencapai 151.260 orang dari 394 pelaku usaha di KEK.

  • Joko Widodo Foto Bareng Keluarga James Riady, Sosok Konglomerat dengan Kerajaan Bisnis Properti

    Joko Widodo Foto Bareng Keluarga James Riady, Sosok Konglomerat dengan Kerajaan Bisnis Properti

    TRIBUNJATIM.COM – Unggahan terbaru di media sosial Joko Widodo mencuri perhatian.

    Tampak potret Jokowi bersama keluarga James Riady.

    Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima kunjungan keluarga pengusaha Riady di kediamannya, di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (13/12/2024).

    Momen ini diungkapkannya dalam akun Instagram miliknya, @jokowi. Di foto tersebut, terlihat tiga tamu pengusaha, yaitu Mochtar Riady, James Riady, dan John Riady.

    “Saya menerima kehadiran Bapak Mochtar Riady, Bapak James Riady, Bapak John Riady beserta keluarga di kediaman,” kata Jokowi, dikutip dari akun Instagram-nya, Jumat.

    Mantan Wali Kota Solo ini mengaku sangat menghargai kedatangan ketiganya.

    Terlebih lagi, Mochtar Riady sudah berusia 95 tahun tetapi masih menyempatkan datang ke Solo.

    “Khususnya Bapak Mochtar Riady yang di usia ke-95 tahun masih sehat dan berupaya untuk mampir ke Solo. Terima kasih atas kedatangannya, saya sangat menghargai silaturahmi ini,” ucapnya.

    Adapun dilihat dari foto-foto yang dibagikan Jokowi, ia bersama para pengusaha itu sempat duduk semeja sembari menikmati cemilan yang disediakan.

    Mereka pun menyempatkan foto bersama, didampingi oleh sejumlah kolega. Sebelum meninggalkan kediaman itu, keluarga Riady pamit ke Jokowi.

    Tak hanya itu, ada momen di mana keluarga Riady memperlihatkan layar ponsel yang menampilkan sesuatu kepada Jokowi di depan gerbang rumahnya.

    Profil James Riady

    Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima kunjungan keluarga pengusaha Riady di kediamannya, di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (13/11/2024). (Akun Instagram Joko Widodo)

    James Riady adalah anak kedua dari pendiri Lippo Group, Mochtar Riady dan Suryawati Lidya.

    Pria dengan nama lengkap James Tjahaja Riady ini lahir di Jakarta pada tanggal 7 Januari 1957.

    Sebagai penerus, James Riady mengikuti jejak ayahnya sebagai pengusaha.

    Terbukti, James Riady kini mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan posisi sebagai Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group.

    James Riady sendiri sudah malang melintang berkarier sebagai pebisnis, terutama di bidang Perbankan.

    Dikutip dari TribunnewsWiki, ia pertama kali bekerja di bidang perbankan pada saat usia 18 tahun.

    Saat itu, James Riady turut serta dalam bagian pekerjaan di Irving Trust Banking Company.

    Karier James pun kian meroket seiring berjalannya waktu.

    Pada 1984, James Riady berhasil dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Presiden Direktur (Presdir) pada perusahaan bank Worthen Bank tahun 1984.

    Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan meneruskan perusahaan ayahnya, yakni Lippo Group, sebagai CEO.

    Di tangan James Riady, Lippo Group menjelma menjadi kerajaan bisnis properti yang tersebar di Tanah Air hingga mancanegara.

    Bahkan, konglomerat yang berkuliah di University of Melbourne Australia ini kini disebut-sebut bagian dari anggota 9 naga, julukan kelompok pengusaha keturunan Tionghoa yang berpengaruh dengan ekonomi di Indonesia.

    Berdasarkan majalah Forbes tahun 2022, James Riady diketahui memiliki harta kekayaan sebesar US$ 1,7 miliar atau sektitar Rp24,6 triliun.

    Ia juga masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.

    Kehidupan pribadi

    James Riady memiliki istri yang bernama Aileen Hambali.

    Keduanya menikah pada tahun 1982.

    James dan Aileen dikaruniai 4 orang anak yang bernama John Riady, Stephanie Riady, Caroline Riady, dan Henry Riady.

    John Riady mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya menjadi pebisnis di Lippo Group.

    Berita Viral dan Berita Jatim lainnya

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Denny Siregar Balas Tudingan: Kalau Kritik Dibayar, Saya Sudah Punya Private Jet!

    Denny Siregar Balas Tudingan: Kalau Kritik Dibayar, Saya Sudah Punya Private Jet!

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sutradara sekaligus pegiat media sosial, Denny Siregar, menanggapi tudingan yang menyebut dirinya kerap dibayar untuk mengkritik sejumlah tokoh politik.

    Dalam pernyataannya, Denny menyebut tuduhan tersebut sering kali berubah tergantung pada siapa yang ia kritik.

    Seperti saat dirinya gencar mengkritik Anies Baswedan, Denny mengaku disebut dibayar oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    “Dulu kritik Anies dibilang dibayar Ahok,” ujar Denny dalam keterangannya di aplikasi X @Dennysiregar7 (15/12/2024).

    Sementara saat dirinya mengkritik Prabowo, ia dikatakan ditunggangi oleh Jokowi yang kala itu berseberangan dengan menantu Soeharto itu.

    “Kritik Prabowo dikatain dibayar Jokowi,” tukasnya.

    Tidak berhenti di situ, Denny juga menuturkan bahwa dirinya kembali dituding dibayar PDIP ketika mengkritik Jokowi.

    “Kritik Jokowi dituding dibayar PDIP,” cetusnya.

    Tambahnya, ketika mengkritik Bambang Pacul, ia kembali dicurigai dibayar oleh pihak yang diduga berseberangan dengan Pacul.

    “Kritik Pacul dituduh dibayar Hasto,” tandasnya.

    Denny menambahkan dengan nada bercanda bahwa jika setiap kritiknya benar-benar dibayar, ia mungkin sudah bisa membeli jet pribadi.

    “Kalau setiap kritik gua dibayar, mungkin sekarang udah beli private jet,” pungkasnya.

    (Muhsin/fajar)

  • Katanya, Koalisi Gerindra-PKS Pecah di Tingkat Nasional dan Menular ke Jakarta

    Katanya, Koalisi Gerindra-PKS Pecah di Tingkat Nasional dan Menular ke Jakarta

    JAKARTA – Partai Gerindra menyodorkan empat kadidat wakil gubernur baru kepada PKS. Kursi wagub ini ditinggal Sandiaga Uno karena maju jadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu 2019.

    Padahal, jatah wagub sudah disetujui menjadi milik PKS. PKS sudah menyodorkan dua nama, Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. Namun, nama itu hingga kini tak kunjung dipilih sudah setahun lebih.

    Alasan mandeknya proses pencarian wagub ini karena pergantian anggota DPRD Jakarta serta pengesahan tata tertib (tatib) pemilihan dan pembentukan panitia pemilihan (panlih).

    Empat nama yang disodorkan Partai Gerindra, tiga di antaranya adalah kader partai, yakni Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono, dan Sekjen Gerindra Ahmad Riza Patria. Sedangkan, orang keempat adalah Sekretaris Daerah DKI Saefullah.

    Pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin melihat langkah Partai Gerindra ini bukan karena sekadar mandeknya proses pemilihan wagub. Tapi karena peta politik nasional berubah. Partai Gerindra sudah bergabung dengan koalisi Joko Widodo karena ketua umumnya, Prabowo Subianto duduk jadi Menteri Pertahanan. 

    Padahal, Partai Gerindra merupakan bebuyutan Jokowi pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Partai Gerindra berkoalisi dengan PKS saat melawan koalisi Jokowi. Sikap Partai Gerindra ini, membuat koalisi Partai Gerindra dan PKS jadi berubah.Tak hanya di tataran nasional, tapi juga di ranah lokal, termasuk Jakarta.

    “Masuknya Gerindra ke dalam pemerintahan Jokowi, lalu PKS tampak mulai dekat dengan NasDem yang tidak mendapat jatah menteri dari Jokowi, mengubah konstalasi politik nasional sampai daerah,” kata Ujang kepada VOI Jumat 8 November.

    Ujang menilai, sebelum koalisi ini pecah, Partai Gerindra menyerahkan kursi wagub untuk PKS. Tapi, setelah Partai Gerindra merapat ke Jokowi, kursi wagub yang dianggap strategis ini diambil alih lagi. Sebab, kursi ini sebelumnya diisi oleh Sandiaga Uno yang merupakan kader Partai Gerindra.

    “Saat masa pilpres itu kan ada kesepakatan bahwa PKS memiliki jatah [wagub]. Tapi, pasca pilpres konstalasi berubah nih, akhirnya Gerindra tidak mau menyerahkan jatah strategis itu,” kata dia.

    Calon yang cocok jadi wagub Jakarta

    Ujang mengatakan, Partai Gerindra merupakan partai sentralistis, yang kebijakannya berasal dari restu ketua umum dan dewan pembina. Karenanya, menurut Ujang, Riza Patria menjadi yang paling berpotensi jadi wagub Jakarta. Sebabnya, dia sering muncul di daerah dan dekat dengan Prabowo.

    “Nama potensial bisa jadi Ahmad Riza Patria. Dia juga berlatar belakang KNPI. Tapi, sekali lagi, politik serba banyak kemungkinan,” tutur Ujang. 

    Sementara, kemunculan Saefullah dari empat nama yang disodorkan Partai Gerinda untuk jadi wagub, dianggap Ujang hanya sebagai pemanis. Sebab, jabatan strategis seperti ini tentunya lebih cocok diduduki oleh kader partai yang sudah berjuang untuk partai. 

    Kecuali, tambah dia, ada kompromi lain. Misalnya, PKS dan Gerindra sama-sama ngotot inginkan kadernya menjadi orang nomor dua di Jakarta dan tak ada titik temu. Dengan kondisi seperti ini, menurut Ujang, Saefullah bisa jadi penengahnya.

    “Mereka cari jalan lain dengan mengusulkan nama yang netral. Di situlah Sekda bisa menjadi tawaran,” kata dia.

  • Syukuran Pernikahan Zumi Zola dan Putri Zulhas, Raffi Ahmad hingga Verrel Bramasta Jadi Among Tamu

    Syukuran Pernikahan Zumi Zola dan Putri Zulhas, Raffi Ahmad hingga Verrel Bramasta Jadi Among Tamu

    Jakarta, Beritasatu.com –  Beberapa rekan artis seperti Raffi Ahmad, Verrel Bramasta, Uya Kuya, hingga Eko Patrio turut hadir sebagai among tamu atau penerima tamu dalam acara syukuran pernikahan Zumi Zola dan Putri Zulkifli Hasan (Putri Zulhas) di Astor Ballroom, Hotel St Regis Jakarta, pada Sabtu (14/12/2024) malam.

    Eko Patrio mengatakan, terpilihnya ia sebagai salah satu among tamu merupakan kehormatan bagi dirinya.

    “Merupakan kehormatan bagi saya bisa menjadi bagian dari among tamu, apalagi ini untuk keluarga besar Mbak Putri dan Mas Zumi Zola. Senang bisa berkumpul bersama, bahkan Verrell yang kembaran saya baru saja datang,” ujar Eko Patrio, yang dikutip dari kanal YouTube RANS Entertainment, pada Minggu (15/12/2024).

    Raffi Ahmad yang juga turut serta sebagai among tamu, mengungkapkan kebahagiaannya dapat membantu sahabatnya Zumi Zola dan Putri Zulhas dalam menggelar acara syukuran meskipun dirinya baru saja kembali dari tugasnya sebagai utusan presiden di Semarang.

    “Saya di sini mendapat tugas sebagai among tamu untuk menyambut tamu-tamu dari pak presiden dan pak wakil presiden. Jadi meskipun baru mendarat dari Semarang,” kata Raffi Ahmad.

    Baik Raffi maupun Eko Patrio berharap, agar pernikahan sahabat mereka tersebut langgeng dan terus membawa keberkahan bagi keluarga serta semua orang di sekitar mereka.

    “Untuk Mas Zumi Zola dan Mbak Putri Zulkifli Hasan, senang sekali bisa akhirnya melihat kebahagiaan ini sampai di pelaminan. Kemarin juga terharu mendengar kabar bahagia mereka menikah di Tanah Suci. Alhamdulillah, jodoh sudah diatur oleh Allah. Kita doakan semoga langgeng dan segera diberi anak-anak yang lucu,” ungkap Raffi.

    Acara syukuran pernikahan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah artis, tokoh penting, dan pejabat, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo yang turut merayakan momen bahagia tersebut. 

    Keterlibatan Raffi Ahmad, Verrel Bramasta, Uya Kuya, hingga Eko Patrio sebagai among tamu menjadi kebanggaan tersendiri untuk ketiganya.

  • Zumi Zola dan Putri Zulhas Minta Didoakan Rumah Tangga Bahagia pada Syukuran Pernikahannya

    Zumi Zola dan Putri Zulhas Minta Didoakan Rumah Tangga Bahagia pada Syukuran Pernikahannya

    Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan pengantin baru, Zumi Zola dan Putri Zulkifli Hasan atau akrab disapa Putri Zulhas, mengadakan acara syukuran dan resepsi pernikahan mereka setelah kembali dari ibadah umrah dan menikah di Madinah, Arab Saudi pada 5 Desember 2024. 

    Acara pernikahan  Zumi Zola dan Putri Zulhas tersebut berlangsung di Astor Ballroom, Hotel St Regis Jakarta, pada Sabtu (14/12/2024) malam.

    Kebahagiaan dan keceriaan terlihat jelas dari raut wajah kedua mempelai dan keluarga mereka yang merayakan syukuran pernikahan yang dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk selebritas, pejabat, dan mantan pejabat.

    “Kami sangat bersyukur atas segala cinta dan doa yang diberikan oleh semua yang hadir. Malam ini merupakan awal perjalanan baru bagi Putri dan Zola, semoga selalu diberkahi,” ujar Zulkifli Hasan saat syukuran pernikahan Zumi Zola dan Putri Zulhas, yang dikutip dari kanal YouTube RANS Entertainment, pada Minggu (15/12/2024).

    Sementara itu, Zumi Zola dan Putri merasa sangat bahagia acara syukuran pernikahan yang mereka selenggarakan setelah resmi menjadi pasangan suami istri dihadiri oleh sahabat dan pejabat negara. Mereka berharap pernikahan mereka membawa berkah bagi kehidupan mereka.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa yang diberikan kepada kami, serta berharap pernikahan ini bisa menginspirasi nilai-nilai cinta, harmoni, dan kebersamaan kepada masyarakat,” jelas Zumi Zola.

    Pada kesempatan tersebut, Putri Zulhas juga memohon doa dari masyarakat agar dapat membangun rumah tangga yang bahagia dan langgeng.

    Acara syukuran pernikahan Zumi Zola dan Putri Zulhas itu dihadiri oleh sejumlah artis, tokoh penting, dan pejabat, termasuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta mantan Presiden Joko Widodo yang turut merayakan momen bahagia tersebut.

  • Jadi Penyebab Ahok Keluar dari Gerindra, Kini Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD Muncul Lagi di Era Prabowo

    Jadi Penyebab Ahok Keluar dari Gerindra, Kini Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD Muncul Lagi di Era Prabowo

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pada September 2014, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara resmi keluar dari Partai Gerindra.

    Langkah tersebut diambil Ahok sebagai bentuk ketidaksetujuannya terhadap sikap partai terkait mekanisme pemilihan kepala daerah.

    Saat itu, Gerindra mendorong pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD, bukan melalui pemilihan langsung oleh rakyat.

    Hal itu diungkapkan pemerhati sosial politik, Jhon Sitorus, saat merespons wacana pemilihan kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD. Bukan lagi pemilihan langsung oleh masyarakat.

    Menurut Jhon Sitorus, mekanisme pemilihan melalui DPRD berpotensi merugikan demokrasi karena menghilangkan kesempatan yang sama bagi setiap individu untuk berkompetisi secara adil.

    Ia menilai, pemilihan langsung membuka peluang bagi figur-figur non-elit politik seperti Ahok, Tri Rismaharini, Hendrar Prihadi, Joko Widodo, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil untuk bertarung dan menjadi kepala daerah.

    “Pemilihan melalui DPRD hanya akan menguntungkan mereka yang berasal dari ‘darah biru’ politik. Sedangkan pemilihan langsung memberikan kesempatan kepada semua orang, termasuk yang tidak memiliki latar belakang keluarga atau koneksi politik,” ujar Jhon Sitorus.

    Namun kini, usulan serupa kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menghidupkan wacana tersebut.

    Hal ini memicu kontroversi di kalangan masyarakat dan pengamat politik, yang mempertanyakan arah reformasi demokrasi di Indonesia.

  • Jokowi hingga Prabowo Subianto Hadiri Pernikahan Putri Zulkifli Hasan dengan Zumi Zola

    Jokowi hingga Prabowo Subianto Hadiri Pernikahan Putri Zulkifli Hasan dengan Zumi Zola

    loading…

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri pernikahan Putri Zulkifli Hasan dengan Zumi Zola Zulkifli. Foto/istimewa

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pernikahan Putri Zulkifli Hasan dengan Zumi Zola Zulkifli. Acara yang berlangsung di Astor Ballroom, Hotel St. Regis Jakarta, Sabtu 14 Desember 2024 tadi malam berlangsung khidmat.

    Putri Zulkifli Hasan merupakan putri dari Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Soraya Zulkifli. Sedangkan Zumi Zola adalah putra almarhum Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin dan Harmina Djohar.

    Selain pemimpin negara, sejumlah artis nasional dan tokoh-toko penting turut hadir dalam acara ini. Kehadiran Prabowo dan Jokowi ini menunjukkan dukungan terhadap pasangan pengantin dan keluarga besar mereka. Dengan konsep yang memadukan adat tradisional dan modern, acara ini mencerminkan kehangatan keluarga serta kekayaan budaya Indonesia.

    Baca Juga

    “Kami sangat bersyukur atas cinta dan doa dari semua yang hadir. Ini adalah awal perjalanan baru bagi Putri dan Zola, semoga selalu diberkahi,” ungkap Zulkifli Hasan dengan penuh haru.

    Pernikahan ini menyatukan dua keluarga besar yang berpengaruh dan memberikan inspirasi tentang nilai-nilai cinta, harmoni, dan kebersamaan. Semoga perjalanan cinta Putri dan Zola menjadi sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    (cip)

  • Banyak Polisi Berulah, Muncul Desakan untuk Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit

    Banyak Polisi Berulah, Muncul Desakan untuk Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit

    ERA.id – Maraknya kasus yang melibatkan aparat kepolisian memunculkan desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya. Desakan itu datang dari kelompok pemuda yang tergabung dalam Gerbong Nusantara.

    “kami hari ini, mendorong, mendesak, pada presiden Prabowo Subianto, agar dalam waktu dan tempo secepat-cepatnya, untuk segera, mengganti Listyo SIgit, sebagai kepala polisi Republik Indonesia, agar membalikkan, marwah polisi hari ini, yang bisa mengayomi masyarakat, yang bisa memberikan rasa aman dan rasa nyaman, kepada masyarakat Indonesia,” ujar Inisiator Gerbong Nusantara Irwan dalam konferensi persnya di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2024).

    Dia mengatakan, saat ini Polri sudah tak lagi berpihak ke masyarakat dengan banyaknya anggota berbuat tercela.

    “Hari-hari ini saya gelisah terkait oknum-oknum polisi yang sudah tidak berpihak lagi kepada masyarakat sipil. Hari ini mungkin kalau kita bisa bilang ada kalimat yang kosong belaka. Salah satunya adalah reformasi polri. Dua dekade lebih, reformasi polri selalu muncul ketika ada oknum polisi yang melakukan tindakan tercela,” kata Irwan.

    “Jadi reformasi polri hari ini seolah-olah hanya menjadi obat penenang saja, padahal penyakitnya benar-benar tidak sembuh begitu,” sambungnya.

    Ia mengatakan, banyak peristiwa yang dilakukan oleh oknum kepolisian hari-hari ini, dari mulai kasus Ferdy Sambo hingga terakhir soal anggota Polri di Semarang menembak hingga tewas seorang pelajar.

    “Bahkan ketika kasus polisi tembak pelajar di Semarang, nah ini yang menjadi masalahnya, ini ada kebohongan yang dibuat oleh polisi tersebut. Ketika Polrestabes Semarang melakukan press conference bahwasannya menunjukkan alat bukti senjata tajam yang digunakan oleh korban, ketika terjadinya tawuran, ternyata barang bukti itu fiktif, bohong begitu,” ujarnya.

    Kemudian ia membeberkan catatan KontraS yang menyampaikan, ada 69 peristiwa kebelakang, polisi terlibat dalam kasus baik itu terkait pengedaran, pekonsumsian, menyimpan, dan pemakaian narkoba. Menurutnya, adanya peristiwa tersebut harus menjadi catatan.

    Ia mengatakan, jika adanya kegagalan anggota kepolisian hari ini akibat ulah pucuk pimpinannya yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Selama ini, kata dia, kebijakan Listyo sebagai Kapolri selalu terlindungi oleh Joko Widodo atau Jokowi.

    “Nah ini kan menjadi catatan dan poin-poin penting yang seharusnya lembaga negara, institusi polri ini, mengayomi masyarakat, ini malah mengintimidasi masyarakat,” katanya.

    “Hari ini, kita perlu pertanyakan, ketika ada yang bilang, itu oknum polisi. Sekarang kita bertanya, berapa jumlah oknum polisi? Ketika bilang, satu orang, oke itu masih masuk oknum. Dua orang masuk oknum. Ketika hari ini terjadi 60 orang, 30 orang polisi, apa itu masuk oknum? Itu yang menjadi keresahan-keresahan kita hari ini,” ujar Irwan.

  • 10
                    
                        Ingin Bertemu Jokowi, Mardiono: Saya Sudah Rindu dengan Beliau
                        Nasional

    10 Ingin Bertemu Jokowi, Mardiono: Saya Sudah Rindu dengan Beliau Nasional

    Ingin Bertemu Jokowi, Mardiono: Saya Sudah Rindu dengan Beliau
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (
    PPP
    ) Muhamad
    Mardiono
    mengaku juga ingin bertemu dengan Presiden RI ke 7 Joko Widodo (
    Jokowi
    ).
    Ia mengaku, pertemuan terakhir dengan Jokowi berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) saat perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2024.
    “Ya saya sebenarnya juga sudah rindu dengan beliau. Terakhir saya ketemu Pak Presiden Joko Widodo itu di IKN,” ujar Mardiono di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta, Sabtu (14/12/2024).
    Mardiono tengah mengatur jadwal untuk bisa bersilaturahmi dengan Jokowi di Solo.
    Namun, Mardiono tak menyampaikan kapan kira-kira pertemuan itu bakal berlangsung.
    “Ya nanti saya ada sih rencana silaturahim,” kata dia.
    Mardiono juga mengaku rindu dengan pada para tokoh di Kabinet Indonesia Maju.
    Pasalnya, banyak menteri yang tidak lagi menjadi bagian dalam pemerintahan di Kabinet Merah Putih.
    “Saya juga kangen sebenarnya pada menteri yang sekarang tidak bergabung kembali misalnya. Juga ada tokoh-tokoh lain, senior-senior yang tidak bergabung kembali,” tuturnya.
    “Saya juga rindu untuk jumpa lagi. Saya juga rindu itu, apalagi dengan Presiden (Jokowi),” imbuh dia.
    Diketahui politisi PPP Sandiaga Uno sudah menemui Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2024).
    Ia mengaku meminta pandangan Jokowi soal PPP dan mendapatkan pesan agar PPP bisa berkontribusi positif untuk membangun ekonomi rakyat.
    Saat ini, Sandiaga disebut-sebut bakal mengajukan diri sebagai calon ketua umum PPP.
    Ruang itu terbuka karena PPP bakal mengadakan forum Muktamar X tahun depan untuk menentukan kepemimpinan baru.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.