Tag: joko widodo

  • Sebut bukan dimiliki elit-keluarga, Jokowi yakin PSI jadi partai besar

    Sebut bukan dimiliki elit-keluarga, Jokowi yakin PSI jadi partai besar

    GELORA.CO – Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kelak menjadi partai besar karena partai yang diibaratkan sebagai saham itu bukan dimiliki oleh pengurus dan kader, bukan pula dimiliki oleh elit, apalagi keluarga.

    Dalam Kongres PSI 2025 yang dihadiri Jokowi sebagai pemateri sesi Pesan Kebangsaan itu, Presiden periode 2014-2024 itu menilai PSI yang kini memiliki branding sebagai partai Super TBK itu akan menjadi partai kuat dan besar secara bertahap.

    “Saham partai ini dimiliki oleh seluruh pengurus, oleh seluruh anggota, oleh seluruh kader. Tidak ada kepemilikan elit, tidak ada kepemilikan keluarga apalagi, semua memiliki saham yang sama. Dengan ini mestinya seluruh anggota, seluruh kader itu bersama-sama ikut membesarkan partai,” kata Jokowi pada Kongres PSI 2025 di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu.

    Jokowi menilai branding PSI menjadi partai Super TBK membuat seluruh anggota dan kader merasa memiliki partai tersebut, dan berupaya bersama untuk membesarkan partai.

    Mantan Wali Kota Solo itu juga memberi catatan bahwa menjadi partai yang kuat dan besar tidak bisa tergesa-gesa, namun ada tahapan yang harus dilalui dengan kerja keras semua anggota.

    Ia pun memperkirakan bahwa PSI baru menjadi partai yang kuat dan besar pada 2034, bukan 2029.

    Selain karena dimiliki seluruh anggota, Jokowi menilai PSI yang baru saja berganti logo menjadi gajah merah-putih itu, merupakan partai cerdas.

    Menurut dia, gajah melambangkan ilmu pengetahuan, artinya kader PSI merupakan kader yang cerdas. Gajah, kata Jokowi, juga melambangkan pengetahuan dan kebijakan. Oleh sebab itu, ia mendukung penuh PSI.

    “Tapi yang paling penting, gajah itu kuat dan besar. Oleh sebab itu, saya akan full mendukung PSI,” seru Jokowi.

    Berdasarkan pengalamannya, Jokowi memberi perintah agar PSI segera menyelesaikan struktur partai, baik di tingkat DPW, DPD, hingga tingkat desa, karena struktur partai diibaratkan sebagai mesin yang harus dijalankan menuju tahun politik 2029.

    “Saya titip yang terakhir, agar kita bekerja keras bersama-sama agar struktur partai di seluruh wilayah, di seluruh provinsi, kabupaten dan kota segera bisa diselesaikan. Paling tidak 2027 akhir. Kalau itu bisa diselesaikan, artinya mesinnya siap,” kata Jokowi.

  • Saat Jokowi Tak Mau Sebut Nama Kaesang di Kongres PSI…

    Saat Jokowi Tak Mau Sebut Nama Kaesang di Kongres PSI…

    Saat Jokowi Tak Mau Sebut Nama Kaesang di Kongres PSI…
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Canda Presiden ke-7 RI Joko Widodo (
    Jokowi
    ) yang tidak mau menyebut nama Ketua Umum (Ketum)
    PSI

    Kaesang Pangarep
    disambut tawa para kader PSI.
    Awalnya, Jokowi mengaku mendapat informasi bahwa PSI akan melakukan perombakan besar-besaran usai mengikuti dua kali pemilihan umum tahun 2014 dan 2019.
    Menurut Jokowi, kesulitan di masa lalu itu akan membuat PSI lebih baik, kuat, matang, dan tahan banting.
    “Mestinya seperti itu. Memperbaiki tata kelola partai, memperbaiki manajemen partai, baik manajemen mikro maupun manajemen makronya, strategi mikro maupun strategi makronya. Semuanya diperbaiki,” kata Jokowi, dalam pidatonya di
    Kongres PSI
    yang digelar di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
    Dia melanjutkan, hal ini didengarnya dari para petinggi di PSI.
    Namun, ia tidak menyebut nama anak bungsunya, Kaesang, yang sering ditemuinya.
    “Saya hanya mendengar, baik dari Pak Jeffrey Giovanni, baik dari Ibu Grace Natalie, baik yang sering bertemu dengan saya, Pak Raja Juli Antoni,” kata Jokowi.
    “Baik yang lebih sering ketemu dengan saya, enggak usah saya sebut,” sambung dia.
    Pernyataannya itu lantas disambut tawa para kader PSI di lokasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Mantan Wakapolri Beberkan Kejanggalan Vonis Tom Lembong

    Mantan Wakapolri Beberkan Kejanggalan Vonis Tom Lembong

    GELORA.CO -Mantan Wakapolri, Oegroseno, membeberkan sejumlah kejanggalan dalam vonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp750 juta, terhadap mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong. 

    Hal tersebut disampaikan Oegroseno melalui akun media sosial Instagram pribadinya, @oegroseno.official, yang dikutip pada Sabtu, 19 Juli 2025.

    “Innalillahi…. Pak Tom Lembong dihukum 4 tahun 6 bulan, dengan (beberapa) alasan,” tulis Oegroseno.

    Dia memaparkan, sejumlah alasan yang membuat Tom Lembong divonis 4,5 tahun, pertama terkait alasan pelanggaran skema kerjasama BUMN dengan swasta dalam melaksanakan kebijakan impor gula, dapat dianggap sebagai sesuatu yang janggal.

    “Maka siap-siaplah semua pejabat yang menugaskan BUMN, dan BUMN tersebut kerjasama dengan swasta masuk penjara. Padahal kerjasama dengan swasta adalah sah dan merupakan kewenangan BUMN,” tutur Oegroseno.

    “Tapi yang disalahkan Tom Lembong padahal bukan kewenangannya dan bukan keputusannya,” sambungnya menegaskan.

    Pertimbangan hukum majelis hakim yang menyatakan, keuntungan swasta atas kerjasama yang dilakukan dengan BUMN merupakan kerugian negara. Tetapi di sisi lain, Tom Lembong dianggap tidak terbukti berniat jahat dalam perkara impor gula tersebut.

    “Tidak melaksanakan pemberian penugasan ke BUMN tentang impor gula jangka panjang padahal tidak ada kaitan dengan kasus ini, tidak ada sama sekali menerima kick back dari kebijakan tersebut, dan tidak ditemukan mensrea (niat jahat),” urainya.

    Oleh karena itu, Oegroseno menduga vonis yang dikenakan kepada Tom Lembong bagian dari balas dendam politik, atas ketidaksesuaian sikap dengan penguasa.

    “Agar publik tahu, Pak Tom Lembong adalah Menteri yang awalnya sangat disayangi dan paling banyak membantu kesuksesan Jokowi (Presiden ke-7 RI Joko Widodo), seperti halnya dengan Pak Anies Baswedan serta Pak Hasto. Tapi karena beda politik langsung dihajar,” demikian Oegroseno menambahkan. 

  • Jokowi: PSI Harus Masuk Senayan pada Pemilu 2029
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        19 Juli 2025

    Jokowi: PSI Harus Masuk Senayan pada Pemilu 2029 Regional 19 Juli 2025

    Jokowi: PSI Harus Masuk Senayan pada Pemilu 2029
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Presiden Joko Widodo (
    Jokowi
    ) menegaskan,
    Partai Solidaritas Indonesia
    (
    PSI
    ) harus berupaya untuk masuk ke
    Senayan
    dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
    Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi di hadapan kader PSI dalam kongres partai tersebut, Sabtu (19/7/2025).
    “Kalau targetnya 2029 masuk ke Senayan, yang saya kira itu jangan dijadikan target. Karena memang itu harus,” tegas Jokowi.
    Jokowi menyebutkan, PSI perlu belajar dari pengalaman mengikuti dua Pemilu sebelumnya, di mana hasil yang diraih belum memuaskan.
    Ia yakin bahwa pengalaman pertama pada Pemilu 2019, saat PSI baru dilahirkan sebagai partai baru, dan hampir lolos ke Senayan pada Pemilu 2024, akan menjadi pelajaran berharga.
    “Saya mendengar bahwa tentu saja dari pengaman lapangan, akan ada perombakan besar-besaran di tubuh PSI,” jelasnya.
    Presiden juga menekankan bahwa kesulitan yang dihadapi akan menjadi modal untuk memperkuat partai.
    “Kesulitan-kesulitan itu akan membuat kita lebih baik. Kesulitan-kesulitan itu akan membuat kita lebih kuat,” lanjutnya.
    Menurut Jokowi, hambatan dan tantangan yang ada di lapangan akan membantu PSI untuk lebih matang.
    “Karena semakin banyak kesulitan yang kita hadapi, semakin banyak hambatan yang kita hadapi, semakin banyak tantangan yang kita hadapi, kita akan semakin matang. Dan kita tidak akan mengulang lagi kesalahan-kesalahan di 2019, di 2024,” paparnya.
    Dalam waktu empat tahun ke depan, Jokowi berharap PSI dapat memperbaiki tata kelola dan manajemen partai, baik secara mikro maupun makro.
    “Manajemen mikro maupun manajemen makronya, strategi mikro maupun strategi makronya, semuanya diperbaiki,” ujarnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jokowi: PSI Harus Masuk Senayan pada Pemilu 2029
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        19 Juli 2025

    Jokowi Sebut PSI Partai Super Tbk, Apa Itu? Regional 19 Juli 2025

    Jokowi Sebut PSI Partai Super Tbk, Apa Itu?
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Dalam Kongres
    PSI
    2025 yang berlangsung di Graha Saba Buana, Kota
    Solo
    , Jawa Tengah, pada Sabtu (19/7/2025), Presiden ke-7 Joko Widodo (
    Jokowi
    ) menjelaskan konsep
    Partai Solidaritas Indonesia
    (PSI). 
    Mereka menerapkan sistem
    Partai Super Terbuka
    atau Tbk.
    “Super Tbk itu artinya apa? Saham partai ini dimiliki oleh seluruh pengurus, oleh seluruh anggota, oleh seluruh kader,” jelas Jokowi.
    Ia menekankan, partai ini tidak hanya dimiliki oleh segelintir orang yang tergabung dalam partai politik.
    “Tidak ada kepemilikan elite. Tidak ada kepemilikan keluarga apalagi. Semua memiliki saham yang sama,” tegasnya.
    Jokowi juga mengajak seluruh kader PSI untuk berperan aktif membangun partai yang berlogo gajah ini agar menjadi lebih kuat dan besar.
    “Dengan ini mestinya seluruh anggota, seluruh kader itu bersama-sama ikut membesarkan partai karena memiliki rasa yang sama terhadap kepemilikan partai,” ungkapnya.
    Dalam kesempatan tersebut, Jokowi secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap PSI.
    “Saya akan
    full
    mendukung PSI,” kata Jokowi, yang disambut teriakan semangat dari para kader.
    Ayah
    Kaesang Pangarep
    ini berkomitmen untuk bekerja semaksimal mungkin dengan partai yang memiliki logo seekor gajah berkepala merah tersebut.
    “Saya akan bekerja keras untuk PSI,” tegasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jokowi: PSI Harus Masuk Senayan pada Pemilu 2029
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        19 Juli 2025

    Jokowi Minta Kader PSI Sering Turun Temui Warga Regional 19 Juli 2025

    Jokowi Minta Kader PSI Sering Turun Temui Warga
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Presiden ke-7 RI
    Joko Widodo
    (Jokowi) meminta kader
    Partai Solidaritas Indonesia
    (
    PSI
    ) untuk sering turun ke tengah-tengah masyarakat.
    Permintaan tersebut disampaikan Jokowi dalam
    Kongres PSI 2025
    di Graha Saba Buana, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/7/2025).
    “Mesin ada, bensin ada, itu pun belum tentu kita bisa balapan dengan partai yang lain. Kalau kita tidak sering turun ke bawah (warga),” kata Jokowi.
    Kata Jokowi, dengan blusukan ke warga, kader partai akan menemukan keinginan dan kebutuhan rakyat yang harus segera diakomodasi.
    “Kita tidak ngerti kemauan rakyat mau ke mana. Apa yang harus kita lakukan? Ya, sering-sering turun ke bawah,” jelasnya.
    Jokowi mencontohkan dirinya selama menjabat sebagai presiden yang sering mengunjungi warga tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    “Banyak orang enggak tahu. Kadang-kadang tengah malam. Saya dengan satu, dua, tiga Paspampres ke tempat-tempat yang memang saya perlukan. Untuk saya bicara dengan masyarakat, dengan rakyat. Ribuan kali itu saya lakukan,” jelasnya.
    Dengan cara ini, kade partai akan mengetahui keinginan, kemauan dan kebutuhan rakyat.
    “Sekali lagi kita bekerja keras bersama-sama. Saya yakin kalau targetnya masuk 2029 masuk ke Senayan, yang saya kira itu jangan dijadikan target. Karena memang itu harus,” tegasnya.
     
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Saya Akan Bekerja Keras untuk PSI

    Saya Akan Bekerja Keras untuk PSI

    Jakarta

    Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungan penuh terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jokowi berkomitmen akan bekerja keras untuk PSI.

    Hal itu diungkap Jokowi saat memberikan sambutan di Kongres PSI di Graha Saba Buana, Solo. Awalnya, Jokowi berbicara mengenai logo baru dari PSI yakni Gajah dengan kepala berwarna merah. Jokowi menyebut, Gajah mempunyai filosofi sebagai lambang ilmu pengetahuan dan kebijakan.

    “Logo gajah, logo gajah. Gajah ini adalah lambang ilmu pengetahuan. Artinya, PSI adalah partai cerdas. Anggotanya, kadernya adalah kader-kader yang cerdas, anggota-anggota yang cerdas. Gajah juga melambangkan setahu saya melambangkan selain ilmu pengetahuan juga kebijakan, tapi yang paling penting gajah itu kuat dan besar,” kata Jokowi dilansir detikJateng, Sabtu (19/7/2025).

    Untuk itu, Jokowi menyatakan akan mendukung penuh PSI dan akan bekerja keras untuk PSI. Pernyataan itu disambut meriah oleh kader PSI yang hadir dengan meneriakkan nama Jokowi.

    “Oleh sebab itu saya akan full mendukung PSI. Oleh sebab itu, saya akan bekerja keras untuk PSI,” tutur Jokowi.

    Jokowi juga menceritakan pengalamannya di dunia politik. Ia juga berpesan kepada sang putra yang kembali terpilih sebagai Ketum PSI, Kaesang Pangarep untuk segera membentuk struktur partai.

    “Baik itu di DPW baik itu di DPD sampai ke tingkat desa. Kalau mesin itu ada menggerakkannya kan jauh lebih mudah. Kalau mesinnya tidak ada bagaimana menggerakkan. Oleh sebab itu, sekali lagi saya titip yang terakhir agar kita bekerja keras bersama-sama agar struktur partai di seluruh wilayah, di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota segera bisa di selesaikan paling tidak 2027 akhir,” sambungnya.

    Baca selengkapnya di sini.

    (eva/eva)

    Hoegeng Awards 2025

    Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

  • Kaesang Kembali Pimpin PSI Hingga 2030, Menang Telak pada Pemilihan Ketua Umum

    Kaesang Kembali Pimpin PSI Hingga 2030, Menang Telak pada Pemilihan Ketua Umum

    Fajar.co.id, Jakarta — Kaesang Pangarep akan kembali memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Itu setelah dia unggul jauh dari dua calon ketum PSI lainnya, Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang.

    Diketahui, PSI menggelar pemilihan ketum dengan mekanisme voting. Secara keseluruhan ada 167.306 anggota PSI yang memiliki hak suara. Namun, hanya 157.579 pemilik hak suara yang melakukan voting. Dari angka tersebut, Kaesang meraih 65,28 suara, Bro Ron 22,23 persen, dan Agus Mulyono Herlambang 12,49 persen.

    Terpilihnya Putra bungsu Joko Widodo (Jokowi) ini
    menjadi ketum PSI periode 2025-2030 diumumkan dalam pembukaan Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (19/7).

    Kader PSI yang hadir dalam kongres tersebut menyambut kemenangan Kaesang dalam pemilihan yang berlangsung secara terbuka itu.

    ”Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Karena kompetisi ini sangat sehat dan adil,” ungkap Kaesang sebagaimana dikutip dari pemberitaan Radar Solo (Jawa Pos Grup).

    Baca Juga: Sempat Viral di Media Sosial, Gus Miftah Turun Tangan Bantu Guru Madrasah di Demak yang Dituntut Ganti Rugi Rp 25 Juta

    Menurut Kaesang, 157.579 pemilik hak suara dalam pemilihan ketum PSI setara dengan 84 persen. Itu angka partisipasi yang sangat tinggi dalam proses pemilihan ketum lewat mekanisme voting. Sebagai ketum terpilih, Kaesang mengaku puas dengan partisipasi yang sangat besar itu.

    Di atas mimbar yang sama, Kaesang menyampaikan permohonan maaf karena PSI tidak berhasil masuk parlemen melalui pemilu 2024. Namun, dia sangat yakin pada 2029 mendatang, PSI menjadi partai yang diperhitungkan oleh partai-partai peserta pemilu lainnya.

  • Jokowi Dukung PSI, Raja Juli: Rakyat Sudah Paham Pernyataan Pak Jokowi

    Jokowi Dukung PSI, Raja Juli: Rakyat Sudah Paham Pernyataan Pak Jokowi

    Jokowi Dukung PSI, Raja Juli: Rakyat Sudah Paham Pernyataan Pak Jokowi
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Salah satu pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut publik sudah paham dengan pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (
    Jokowi
    ).
    Adapun Jokowi menyatakan akan mendukung dan bekerja keras untuk PSI dalam
    Kongres PSI
    di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
    “Tapi, kira-kira rakyat Indonesia sekiranya sudah cerdas melihat pernyataan Pak Jokowi tadi, Insya Allah akan paham di mana posisi Pak Jokowi,” kata
    Raja Juli
    , usai Kongres PSI, Sabtu.
    Dia mengatakan, dalam politik ada hal yang bersifat formal dan informal.
    Menurut dia, dukungan Jokowi kepada PSI bersifat informal.
    Sebab, belum memiliki surat keputusan (SK).
    “Politik itu ada yang bersifat legal, ada yang bersifat formal, ada yang bersifat informal. Kalau ditanya legalnya, ya belum ada SK,” ujar dia.
    “Kalau ditanyakan formal, ya belum ada dokumen yang dimasukkan ke KPU, ke Kumham, maksud saya, bahwa Pak Jokowi bagian dari PSI,” sambung dia.
    Sebagai kader dan pendiri PSI, ia mengaku senang karena mendapatkan dukungan secara langsung dari Presiden ke-7 Republik Indonesia.
    Dia juga menyorot sinyal dukungan Jokowi kepada PSI.
    “Dari pernyataan itu, dari pemilihan lokasi, acara kami di Solo, bahkan gedung ini gedung milik Pak Jokowi. Kemarin Pak Jokowi memasang jaket PSI. Tadi ada pernyataan yang sedemikian membanggakan. Ya, itulah realitas politik,” tutur dia.
    Adapun dalam Kongres PSI, Jokowi menegaskan akan mendukung penuh PSI.
    “Oleh sebab itu saya akan
    full
    mendukung PSI,” kata Jokowi, disambut tepuk tangan dan teriakan para kader PSI.
    “Jokowi, Jokowi, Jokowi,” teriak para kader selama beberapa menit usai mendengar pernyataan dukungan Jokowi.
    Jokowi pun kembali menegaskan ia akan bekerja keras untuk PSI.
    “Oleh sebab itu saya akan bekerja keras untuk PSI,” ungkap dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kaesang Pangarep Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum PSI

    Kaesang Pangarep Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum PSI

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kaesang Pangarep kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030. Ia terpilih dalam Pemilu Raya PSI 2025 yang digelar sejak tanggal 12 hingga 18 Juli 2025.

    Putra bungsu mantan Presiden RI, Joko Widodo itu telah mengalahkan dua pesaingnya, Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang. Proses pemilu tersebut menggunakan mekanisme e-voting, dan resmi ditutup pada pukul 23.59 WIB Jumat, 18 Juli.

    Mengutip CNN Indonesia, Kaesang meraih total 65,28% suara. Sedangkan Bro Ron meraup 22,23% suara dan Agus hanya mendapat 12,49% suara.

    Total pemilih dalam pemilu tersebut adalah 157.579 anggota yang menggunakan hak pilihnya.

    “Kita sudah menyaksikan hasil akhir pemilihan raya PSI, selamat kepada pemenang Mas Kaesang Pangarep,” kata Plt Ketua Umum PSI Andy Budiman dalam kongres, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (19/7/2025).

    Kaesang telah memimpin kursi ketum PSI sejak 25 September 2023 lalu, usai posisi itu ditinggalkan oleh Giring Ganesha. Ia memutuskan bergabung dengan PSI pada Sabtu 23 September 2023 dan dua hari setelahnya ditunjuk menjadi ketum PSI.

    (haa/haa)

    [Gambas:Video CNBC]