Tag: joko widodo

  • Isu Politik-Hukum Sepekan: Isu Ijazah Jokowi hingga Kaesang Pimpin PSI

    Isu Politik-Hukum Sepekan: Isu Ijazah Jokowi hingga Kaesang Pimpin PSI

    Jakarta, Beritasatu.com – Isu politik-hukum sepekan diisi dengan beragam berita mulai dari angkat suaranya Presiden ke-71 RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai isu ijazah hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai ketua umum PSI.

    Berikut isu politik-hukum Beritasatu.com selama sepekan: 

    1. Soal Isu Ijazah dan Pemakzulan Gibran, Jokowi: Agenda Besar Politik

    Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal maraknya tuduhan terhadap dirinya terkait penggunaan ijazah palsu. Menurutnya, isu ini bukanlah sekadar serangan personal, melainkan bagian dari agenda besar politik yang ditujukan untuk menjatuhkan reputasi dirinya setelah menjabat sebagai kepala negara selama sepuluh tahun.

    “Saya berperasaan memang kelihatannya ada agenda besar politik di balik isu-isu ijazah palsu ini. Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar untuk men-downgrade saya,” ujar Jokowi kepada wartawan di kediamannya, Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (14/7/2025).

    2. Puan: Putusan MK Soal Pemilu Terpisah Langgar UUD 1945

    Ketua DPR Puan Maharani melontarkan kritik tajam terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan pemilu nasional dan pemilu lokal digelar secara terpisah. Ia menyebut keputusan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

    Menurut Puan, dalam konstitusi telah ditegaskan pemilu harus diselenggarakan setiap lima tahun, bukan dipisahkan dengan jeda waktu 2,5 tahun seperti yang diputuskan MK. “Terkait dengan MK, semua partai politik mempunyai sikap yang sama pemilu, sesuai undang-undang, dilakukan setiap lima tahun,” ujar Puan kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

  • Insya Allah Tidak akan Ada Dualisme di Tubuh PSI

    Insya Allah Tidak akan Ada Dualisme di Tubuh PSI

    GELORA.CO -Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan tidak akan ada dualisme kepemimpinan dalam periode kepengurusan saat ini. 

    “Insya Allah tidak akan ada dualisme dalam tubuh Partai Solidaritas Indonesia,” kata Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, saat berpidato di hadapan ribuan kader usai diumumkan kembali terpilih sebagai Ketua Umum periode 2025–2029 di Kota Solo, Jawa Tengah pada Sabtu, 19 Juli 2025. 

    Di samping itu, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan kader yang telah memilihnya kembali sebagai ketua umum PSI. 

    Terlebih, lanjut dia, tingkat partisipasi anggota mencapai 84 persen, angka yang ia nilai sangat memuaskan. 

    “Izinkan saya pribadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan kader PSI yang sudah berpartisipasi. Partisipasinya sangat-sangat memuaskan di angka 84 persen, tepuk tangan dulu,” tuturnya. 

    Kaesang memastikan bahwa kongres PSI diselenggarakan secara fair dan sehat. 

    “Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena kompetisi ini sangat sehat dan adil,” tandasnya

  • Dukungan Penuh, Jokowi Siap Kerja Keras untuk PSI

    Dukungan Penuh, Jokowi Siap Kerja Keras untuk PSI

    GELORA.CO -Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungan penuh untuk Partaonan Solidaritas Indonesia (PSI). 

    Pernyataannya itu ditegaskan Jokowi dalam pidatonya di hadapan ribuan kader PSI usai Kongres di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 19 Juli 2025. 

    “Saya akan full mendukung PSI,” tegas Jokowi disambut riuh tepuk tangan kader PSI sambil berdiri.

    Atas dukungan penuh tersebut, ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep itu menegaskan bakal bekerja keras untuk partai yang baru saja mengubah logo menjadi gajah itu. 

    “Oleh sebab itu, oleh sebab itu, saya akan bekerja keras untuk PSI,” tegas Jokowi disambut gemuruh kader PSI.

    Kaesang Pangarep kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk periode 2025-2029.

    Kaesang kembali memimpin PSI untuk periode keduanya. Dia pertama kali menjabat pada September 2023 lalu menggantikan Giring Ganesha.

    Dia terpilih sebagai Ketum dalam forum Kongres PSI 2025 yang digelar di Graha Saba Buana, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Sabtu 19 Juli 2025.

    Kaesang unggul dengan total 65,28 persen.

    Sementara di peringkat kedua, ada Ronald Aristone Sinaga alias Broron dengan suara 22,23 persen.

    Sementara, kandidat lain yaitu Agus Mulyono Herlambang hanya meraih 12,49 persen.

    Adapun, pemilihan Ketum PSI diikuti oleh 157.579 orang dari total Daftar Pemilih Tetap sebanyak 187.306 orang.

  • Jokowi Gabung PSI, Cak Imin Beri Pesan Khusus

    Jokowi Gabung PSI, Cak Imin Beri Pesan Khusus

    Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan pesan khusus terkait komitmen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung penuh dan bakal bekerja keras untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Cak Imin menyambut baik komitmen Jokowi yang kembali ke kancah perpolitikan Tanah Air. Dia menekankan, partai politik (parpol) termasuk PSI harus semakin tumbuh dan tidak menjadi beban untuk Jokowi ke depan.

    Cak Imin juga mengingatkan agar PSI yang baru saja menetapkan Kaesang Pangarep sebagai ketua umum mereka, tidak menjadi partai yang stagnan.

    “Ya pokoknya partai politik harus tumbuh dan menjadi solusi. Partai politik jangan menjadi beban,” kata Cak Imin kepada wartawan di Pos Bloc Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2025).

    Dia kemudian mengucapkan selamat atas bergabungnya Jokowi ke dunia politik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari sikap Jokowi untuk membangun negara ini.

    “Selamat datang kepada Pak Jokowi untuk menjadi bagian dari partai politik yang membangun negeri ini,” pungkas dia.

    Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan mendukung penuh dan bekerja sama untuk PSI. Hal itu ia sampaikan saat memberikan pesan kebangsaan di depan ribuan kader PSI saat Kongres PSI di raha Saba Buana. 

    Lebih lanjut, Cak Imin mengucapkan selamat dan berharap PSI semakin solid di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep.

    “Selamat untuk Kaesang, selamat untuk PSI. Semoga PSI semakin kuat untuk memberi pengabdian yang terbaik buat rakyat,” pungkas Cak Imin.

  • PSI Wajah Dinasti Politik Jokowi

    PSI Wajah Dinasti Politik Jokowi

    GELORA.CO – Peneliti senior Citra Institute, Efriza merespons soal keterpilihan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Dia menyebutkan keterpilihan Kaesang sebesar 65,28 persen menunjukkan kader-kader PSI tak ada yang menginginkan perubahan.

    “Malah menganggap tanpa Jokowi dan keluarganya, PSI tidak akan bisa bersaing dengan partai-partai lain. Dengan keterpilihan Kaesang yang tinggi maka PSI yang modern malah menjadi wajah dinasti politik keluarga Jokowi,” kata Efriza kepada jpnn.com, Sabtu (19/7).

    Dia menilai PSI memungkinkan tidak lagi semenarik dulu, anak-anak muda perkotaan tidak akan antusias melihat gaya partai berlogo gajah kepala hitam itu. 

    Efriza mengatakan PSI yang dulu memiliki banyak ide segar dan sekaligus menjadi partai alternatif dari partai-partai lama yang mencerminkan anak muda.

    “Namun, sekarang PSI malah meninggalkan gaya anak muda dengan pengelolaan kekuasaan terpusat pada lingkaran orang-orang yang dekat sama Jokowi dan keluarganya saja,” lanjutnya.

    Dia menjelaskan PSI semakin menjauh sebagai partai ideologis dan diyakini akan menjadikan Jokowi bukan sekadar ikon, tetapi sudah mengkultuskannya.

    “PSI setelah keterpilihan Kaesang akan menghangatkan perpolitikan nasional karena yang kontra sama Jokowi akan semakin kencang menyerang diperkirakan serangannya juga menyasar PSI. Jadi, wajah partai itu akan terus dikritisi oleh publik bukan memperoleh simpatik,” pungkas Efriza.

    Diketahui, Kaesang Pangarep kembali menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan akan menjabat hingga tahun 2030. 

    Hal ini diumumkan dalam kongres PSI di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Sabtu (19/7).

    Putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) itu berhasil mengungguli perolehan suara dari dua calon ketum lain, yakni Ronald A Sinaga atau Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang.

    Dalam hasil e-voting yang diumumkan pada Kongres PSI, Kaesang meraih 65,28 persen. 

    Urutan kedua ditempati Bro Ron dengan perolehan suara 22,23 persen, dan Agus yang mendapatkan 12,49 persen.

    “Selamat mas Kaesang yang meraih 65,28 persen, bro Ron dengan perolehan suara 22,23 persen, dan bro Agus dengan perolehan suara 12,49 persen,” kata Plt Ketum PSI Andi Budiman.

  • Kaesang: Saya Akan Rapikan Struktur PSI dari DPP sampai Ranting!

    Kaesang: Saya Akan Rapikan Struktur PSI dari DPP sampai Ranting!

    Solo, Beritasatu.com – Kaesang Pangarep kembali ditetapkan sebagai ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025-2030 dalam Kongres ke-1 PSI di Gedung Graha Saba Buana, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). Putra bungsu mantan Presiden Jokowi ini berjanji akan merombak struktur pengurus PSI dari tingkat pusat hingga ranting.  

    “Saya sekarang punya waktu yang jauh lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. Saya sekarang punya waktu 4 tahun sebelum pemilihan legislatif ke depannya. Jadi, saya akan merapikan seluruh struktur dari DPP, DPW, DPD, DPC sampai tingkat ranting,” kata Kaesang kepada wartawan di arena Kongres PSI.

    Selain itu, Kaesang mengungkap alasan perubahan logo PSI dari mawar menjadi gajah. Menurutnya, itu mencerminkan karakter PSI di bawah pimpinannya.

    “Secara filosofi, gajah itu tidak akan mengamuk ketika diserang maupun tidak diserang. Gajah selalu menjadi versi dirinya sendiri. Gajah mungkin memang bukan raja hutan, tetapi gajah adalah pelindung dari negara besar,” jelasnya.

    Sementara itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang hadir dalam kongres berharap PSI dapat lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.

    “Kalau targetnya 2029 masuk ke Senayan, yang saya kira itu jangan dijadikan target, karena memang itu harus,” tegas Jokowi.

    Jokowi menyebutkan PSI harus belajar dari pengalaman dua kali mengikuti pemilu, yakni pada 2019 dan 2024.

    Ia yakin pengalaman pertama pada Pemilu 2019, saat PSI baru dilahirkan sebagai partai baru, dan hampir lolos ke Senayan pada Pemilu 2024, akan menjadi pelajaran berharga.

    “Saya mendengar bahwa tentu saja dari pengaman lapangan, akan ada perombakan besar-besaran di tubuh PSI,” jelasnya.

  • Jokowi Gabung PSI, Cak Imin Beri Pesan Khusus

    Jokowi Minta PSI Belajar dari Kesalahan dan Rombak Struktur Partai

    Solo, Beritasatu.com – Presiden ke 7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk belajar dari pengalaman. Jokowi menyampaikan refleksi, evaluasi, hingga harapan terhadap masa depan partai berlambang gajah tersebut.

    Hal itu disampaikan Jokowi saat berpidato dalam Kongres ke-1 PSI di Gedung Graha Saba Buana, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).   

    Jokowi mengaku merasa dekat secara batin dengan PSI. Kedekatan itu tidak hanya karena lokasi kongres digelar di gedung milik keluarganya, namun juga dipengaruhi iklim semangat dan energi muda yang menurutnya begitu terasa saat memasuki ruangan kongres.

  • Cak Imin Ucapkan Selamat untuk Kaesang Ketum Terpilih PSI

    Cak Imin Ucapkan Selamat untuk Kaesang Ketum Terpilih PSI

    Cak Imin Ucapkan Selamat untuk Kaesang Ketum Terpilih PSI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
    Muhaimin Iskandar
    alias
    Cak Imin
    mengucapkan selamat kepada
    Kaesang Pangarep
    yang resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
    “Selamat untuk Kaesang, selamat untuk PSI,” ujar Muhaimin, yang ditemui di Pos Bloc Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
    Muhaimin mendoakan agar PSI semakin kuat di bawah kepemimpinan putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ini.
    Ia berharap PSI bisa ikut memberikan pengabdian kepada masyarakat Indonesia.\
    “Semoga PSI semakin kuat untuk memberi pengabdian yang terbaik buat rakyat,” ujar Muhaimin.
    Hari ini, Kaesang Pangarep resmi terpilih sebagai Ketum PSI periode 2025-2030.
    Dilansir Kompas.com (19/07/2025), keputusan ini diambil melalui pemungutan suara virtual atau e-voting yang digelar dalam
    Kongres PSI
    di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
    “Selamat kepada pemenang, Mas Kaesang, yang memperoleh suara 65,28 persen,” ujar Ketua Steering Committee PSI, Andy Budiman, saat mengumumkan hasil kongres.
    Kaesang, yang merupakan calon ketua umum nomor urut 2, unggul jauh dari dua pesaingnya.
    Ia meraih 102.868 suara atau 65,28 persen dari total suara.
    Sementara itu, Ronald A Sinaga atau Bro Ron sebagai calon nomor urut 1 meraih 22,23 persen, dan Agus Mulyono sebagai calon nomor urut 3 memperoleh 12,49 persen.
    “Menetapkan saudara Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PSI periode 2025–2030 dengan perolehan suara 65,28 persen atau 102.868,” lanjut Andy.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jokowi Beri Dukungan Penuh: Auranya PSI akan Jadi Partai Kuat dan Besar

    Jokowi Beri Dukungan Penuh: Auranya PSI akan Jadi Partai Kuat dan Besar

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menjadi salah satu partai besar di Indonesia.

    memberikan pesannya yang terpenting kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) jelang berakhirnya hari pertama kongres partai berlogo gajah itu di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).

    Adapun Kongres PSI 2025 itu yang mengesahkan kemenangan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dalam Pemilihan Raya 2025 diadakan di Graha Saba Buana. Lokasi gedung tersebut berdekatan dengan kediaman Jokowi dan bisa ditempuh dari sana dengan berjalan kaki.

    “Saya masuk tadi, memberikan feeling kepada saya bahwa auranya PSI ini akan menjadi partai kuat dan partai besar,” kata Jokowi dikutip dari siaran pers, Sabtu (19/7/2025).

    Namun, Jokowi mengingatkan bahwa PSI harus menempuh tahap-tahap yang panjang terlebih dahulu melalui Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 sebelum akhirnya menjadi partai besar pada tahun 2034 kelak.

    “Tapi, jangan tergesa-gesa. Ada step-stepnya. Belum [besar] di 2029, feeling saya akan mulai di 2034 dengan catatan semuanya, mesinnya, semuanya bekerja keras,” sambungnya.

    Jokowi menilai bahwasanya perubahan PSI menjadi ‘Partai Super Tbk’ di mana anggota-anggotanya bisa memilih ketua umum (ketum) nya sendiri akan memperkuat rasa kepemilikan para kader. Sehingga, partai tersebut bisa menjadi lebih kuat lagi dalam melayani rakyat dan bertarung di dalam kontestasi-kontestasi elektoral berikutnya.

    “Kenapa saya yakin PSI akan menjadi partai yang besar, partai yang kuat. Yang pertama, PSI sudah memilih sebagai sebuah ‘Partai Super Tbk’. Artinya apa, saham partai ini dimiliki oleh seluruh pengurus, oleh seluruh anggota, oleh seluruh kader,” jelasnya.

    Jokowi yakin dengan perubahan dan kekuatan yang ada, suara PSI akan naik 3 kali lipat dalam Pemilu 2029. Sang mantan presiden yang masih populer di banyak kalangan rakyat se-Indonesia itu menyerukan siap bekerja sekeras-kerasnya untuk PSI ke depannya.

    “Sekarang, sudah ada 181 anggota DPRD, baik provinsi, kabupaten, maupun kota. Itungan saya di 2029 mungkin bisa 3 kali lipat. Insyallah, asal semuanya manajemennya disiapkan mulai dari sekarang,” ujarnya.

    Menjelang akhir pidatonya yang berisi wejangan-wejangan bagi para peserta kongres, Jokowi berpesan agar partai yang kini berlogo gajah dengan kepala menghadap ke langit itu untuk senantiasa melayani kepentingan rakyat.

    “Saya ingin orientasi seluruh kebijakan-kebijakan yang ada di PSI itu adalah untuk negara, untuk rakyat, untuk bangsa. Bukan untuk kelompok dan untuk pribadi-pribadi,” tegasnya.

  • Jokowi Sebut PSI Tak Dimiliki Elite apalagi Keluarga

    Jokowi Sebut PSI Tak Dimiliki Elite apalagi Keluarga

    Jokowi Sebut PSI Tak Dimiliki Elite apalagi Keluarga
    Tim Redaksi
    SOLO, KOMPAS.com
    – Presiden ke-7 RI
    Joko Widodo
    (Jokowi) menyebut,
    Partai Solidaritas Indonesia
    (PSI) tidak dimiliki oleh elite maupun keluarga tertentu.
    Hal ini lantaran
    PSI
    adalah Partai Super Tbk yang menurutnya saham partai ini dimiliki oleh seluruh kader.
    “Tidak ada kepemilikan elite, tidak ada kepemilikan keluarga apalagi, semua memiliki saham yang sama,” kata Jokowi, dalam
    Kongres PSI
    di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
    Oleh karena itu, Jokowi mengatakan, seluruh kader harus ikut membesarkan PSI.
    “Dengan ini mestinya seluruh anggota, seluruh kader itu bersama-sama ikut membesarkan partai. Karena memiliki rasa yang sama terhadap kepemilikan partai,” ungkap dia.
    Lebih lanjut, ia meyakini PSI akan menjadi partai besar dan kuat asalkan semuanya bekerja keras.
    Dia memprediksi momentum PSI menjadi partai besar pada
    Pemilu 2034
    .
    “Saya masuk tadi memberikan
    feeling
    kepada saya bahwa auranya PSI ini akan menjadi partai kuat dan partai besar. Tapi, jangan tergesa-gesa. Ada
    step-step
    -nya,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.