Tag: Joko Anwar

  • Demi Main Bareng Sutradara Impian, Ratu Felisha Rela Kembali Main dalam Film Horor Sorop

    Demi Main Bareng Sutradara Impian, Ratu Felisha Rela Kembali Main dalam Film Horor Sorop

    Jakarta, Beritasatu.com – Artis Ratu Felisha mengaku rela kembali main film horor berjudul Sorop demi mewujudkan ambisinya kerja bareng sutradara impiannya, Upi.

    Hal itu diungkapkan wanita kelahiran Jakarta, 16 Oktober 1982 tersebut saat jumpa pers di Epicentrum Kuningan Jakarta, Jumat (13/12/2024).

    “Jujur kerja sama dalam sebuah film bareng Mbak Upi adalah impian saya setelah sebelumnya saya main bareng Bang Joko Anwar di film Pengabdi Setan 2. Jadi bisa dibilang kerja bareng Mbak Upi sebagai dream comes true bagi saya,” ungkap Ratu Felisha.

    Diterangkan, rasa kagumnya pada hasil karya Upi sebagai seorang penulis dan sutradara hebat memang membuatnya rela memerankan tokoh apa pun demi bisa bekerja sama bersama sutradara idolanya itu.

    “Gue memang sudah ngefans sama Mbak Upi, jadi pas disuruh makan ini, gue makan. Terus naik ke atas, ya gue naik. Karena gue sudah sudah se-ngefans itu, kayak percaya saja apa yang ada di otak dia tuh pasti nanti hasilnya bagus,” tambah Ratu Felisha yang kembali bermain dalam film horor.

    Dalam film Sorop, Ratu Felisha berperan sebagai Bude Sabah yang punya kebiasaan misterius, yaitu puasa sorop. Puasa Sorop adalah tidak makan minum dan berbuka dengan makan tanah kuburan.

    Film Sorop berkisah tentang kisah dua bersaudara, yaitu Hanif (Hana Malasan) dan Isti (Yasamin Jasem) yang mendadak tinggal di sebuah rumah angker dengan teror yang terus mengintai mereka. Ratu Felisha yang kembali bermain dalam film horor, yaitu film Sorop, dapat disaksikan mulai 19 Desember 2024 mendatang.
     

  • Joko Anwar Soroti Insiden Ibu-ibu Ngamuk di Bioskop karena Tepergok Rekam Film

    Joko Anwar Soroti Insiden Ibu-ibu Ngamuk di Bioskop karena Tepergok Rekam Film

    Jakarta, Beritasatu.com – Sutradara ternama Joko Anwar memberikan tanggapan atas video yang viral di media sosial (medsos), yang menunjukkan seorang ibu mengamuk setelah ditegur oleh kreator konten Akbarry Noor karena tepergok merekam film di bioskop. 

    Selain itu, Akbarry juga menjadi sasaran ludah dari penonton itu lantaran tidak terima dengan teguran tersebut.

    Joko Anwar menjelaskan, merekam film, baik dalam durasi singkat maupun panjang tetap merupakan pelanggaran hukum.

    Sutradara tersebut juga mengatakan, ia bangga terhadap Akbarry yang berani memberikan teguran kepada penonton tersebut. Bahkan, Joko Anwar mengajak Akbarry untuk menghadiri gala premier filmnya yang akan datang.

    “Salut untuk mas-mas yang berani mengonfrontasi ibu tersebut. Kalau mas-mas baca ini, DM aku ya. Kalau bersedia, aku akan mengundang kalian ke gala premier filmku tahun depan, Pengepungan di Bukit Duri. Kami akan sangat terhormat,” tulis Joko Anwar di akun X @jokoanwar, dikutip Jumat (13/12/2024).

    Selain itu, Joko Anwar juga memberikan penjelasan singkat mengenai aspek hukum terkait merekam film di dalam bioskop.

    Pertanyaannya kemudian, apa sanksi atau denda bagi mereka yang kedapatan melakukan pembajakan dengan merekam film di bioskop? Ada beberapa poin yang bisa dijadikan acuan dalam peraturan perundang-undangan terkait hal ini.

    –  UU Hak Cipta UU Pasal 9 ayat (1) yang menegaskan hukuman paling lama 10 tahun penjara atau denda mulai Rp 1 juta sampai Rp 4 miliar.

    Undang-undang ini mengatur tentang tindakan sengaja menyiarkan, mendistribusikan, memamerkan, atau menjual kepada publik sebuah karya atau barang yang melanggar hak cipta atau hak terkait.

    –  UU ITE  pasal 32, pasal 48 nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pidana penjara paling lama 8 tahun dan denda sampai Rp 2 miliar.

    Tindakan yang dimaksud adalah dengan sengaja mengubah, menambah, mengurangi, atau merusak informasi elektronik milik orang lain.

    Diberitakan sebelumnya, kejadian ini bermula saat Akbarry Noor menegur ibu tersebut karena kedapatan merekam sebagian adegan film yang tengah diputar di layar bioskop. 

    Tindakan merekam film di bioskop memang sudah menjadi peraturan dan penonton dilarang mengambil gambar selama tayangan berlangsung. 

    Selain itu, biasanya penonton akan diberitahu terlebih dahulu mengenai larangan tersebut sebelum film dimulai, karena dianggap sebagai bentuk pembajakan.

    Alih-alih ingin mengingatkan ibu-ibu tersebut karena dilarang merekam film, konten kreator tersebut malah mendapatkan cacian dari penonton itu. 

    Akbarry Noor pun bertanya kepada ibu-ibu tersebut, apakah dia paham akan peraturan di bioskop bahwa penonton dilarang merekam film selama penayangan.

    “Ngerekam adegan film di bioskop itu boleh atau enggak?” kata Akbarry yang kemudian dibagikan di akun X @akbarry.

    Ibu-ibu yang mengenakan hijab cokelat itu merasa tersinggung dan mulai mengamuk. Ia merasa dituduh melanggar aturan, padahal menurutnya, dirinya hanya merekam sebagian kecil saja, bukan sepanjang film.

    “Kenapa lu bilang itu pembajakan? Buktinya apa? Kalau dari awal sampai akhir itu pembajakan, ngerti enggak lu?” ujar ibu-ibu itu.

    Bahkan ibu-ibu tersebut berdalih, penonton yang lain pun melakukan hal serupa, tetapi mengapa hanya dirinya yang ditegur oleh Akbarry.

    Hingga berita ini ditayangkan belum ada klarifikasi dari ibu-ibu yang diduga merekam adegan film di bioskop itu dan terpergok konten kreator Akbarry Noor.

  • Video Gus Miftah Bukti Indonesia Miskin Keteladanan, Joko Anwar Heran Malah Dinormalisasi Pendukungnya

    Video Gus Miftah Bukti Indonesia Miskin Keteladanan, Joko Anwar Heran Malah Dinormalisasi Pendukungnya

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Viralnya video Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, yang menghina penjual es teh hingga kini masih jadi sorotan publik.

    Bahkan, sutradara Joko Anwar pun angkat suara terkait peristiwa itu. Dia menilai, video tersebut salah satu bukti kondisi Indonesia saat ini miskin keteladanan.

    “Indonesia ini miskin keteladanan. Banyak pemimpin, pengayom, pendidik, yang seharusnya memberikan contoh baik, malah merendahkan manusia lain,” tulis Joko Anwar melalui akun @jokoanwar di X, dikutip Rabu (4/12/2024).

    Dan, lanjut Joko Anwar, ini bukan saja dibela, dinormalisasi oleh para pendukungnya. “Tapi dirayakan. (Masih jijik mual banget tiap liat bapak itu ketawa ngakak liat orang di sebelahnya goblok-goblokin orang nyari rejeki),” sambungnya.

    “Terus mereka pada bilang, gaya guyonannya memang begitu. Gila sih kalau manusia kayak gini masih dapat tempat terhormat di negeri ini,” kritik pria yang juga pemeran dan produser film itu.

    Sementara itu, pegiat media sosial Zulfikar Akbar juga angkat bicara terkait penjual es teh yang jadi bahan bercandaan Gus Miftah.

    Dalam video yang beredar, pria yang dikenal dekat dengan kalangan selebritis ini duduk di atas panggung seolah mengolok-olok bapak penjual es teh tersebut.

    Pria yang diketahui menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden bertanya lebih dulu apakah es teh tersebut masih ada. Tapi disusul dengan kalimat yang tidak pantas.

    “Es tehmu seh okeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) masih? Yo kono didol goblok (Ya sana dijual bodoh),” ucap Gus Miftah.

  • Penampakan Rumah Horor Dijual Rp 27 Juta, Sutradara Joko Anwar Sebut Cantik Banget, Tapi. . .

    Penampakan Rumah Horor Dijual Rp 27 Juta, Sutradara Joko Anwar Sebut Cantik Banget, Tapi. . .

    TRIBUNJATENG.COM – Penampakan rumah di Yogyakarta yang dijual Rp 27 juta hingga viral di sosial media.

    Bahkan sutradara terkenal Joko Anwar tertarik dan memujinya cantik.

    Namun ada perkembangan terbaru terkait rumah horor tersebut.

    Kondisi rumah di Yogyakarta yang dijual Rp 27 juta itu tampak horor dan bikin merinding.

    Melansir dari TribunJatim.com, Kisah viral rumah tersebut bermula dari unggahan akun X @78vip pada Rabu, 20 November 2024.

    Akun itu membagikan dua foto yang menunjukkan sebuah rumah di Yogyakarta yang sedang dijual melalui sebuah aplikasi.

    Rumah itu tampak sangat tua dan terlihat seperti sudah lama tidak dihuni.

    Kondisinya cukup memprihatinkan, dengan dinding bagian bawah ditumbuhi lumut. Gentengnya juga dipenuhi lumut dan dedaunan kering.

    Vegetasi liar tumbuh subur di sekitar rumah, menghalangi cahaya matahari sehingga menciptakan suasana yang gelap dan redup di dalamnya.

    Menurut informasi di aplikasi, rumah tersebut memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi.

    Dalam kolom deskripsi, penjual menuliskan bahwa rumah itu cocok untuk dijadikan hotel atau investasi.

    Penjual menetapkan harga Rp 25 juta bagi siapa saja yang tertarik membeli rumah itu.

    Unggahan akun @78vip pun menarik perhatian hingga menjadi viral.

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapatkan 32 ribu likes dan lebih dari 2,5 ribu retweet.

    Sutradara terkenal Joko Anwar ikut memberikan perhatian terhadap rumah itu. Ia bahkan meninggalkan komentar di unggahan @78vip.

    Sutradara film Pengabdi Setan itu terang-terangan memuji keindahan rumah tersebut dan menyatakan ketertarikannya.

    “Astaga cantik banget rumahnya nih. Masih available nggak, ya,” tulis Joko Anwar.

    Joko Anwar tertarik beli rumah   (X @jokoanwar)

    Komentar Joko Anwar membuat rumah itu semakin viral. Namun, hal ini juga memicu kecurigaan dari beberapa pengguna X.

    Salah satu netizen dengan nama akun @0ctavenn menyatakan bahwa rumah tersebut kemungkinan besar merupakan hasil dari teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Ia bahkan menunjukkan analisisnya dengan tingkat akurasi hingga 95 persen.

    “Ai generated tuh, hati hati,” tulis akun @0ctavenn.

    Mendapati fakta tersebut, akun @78vip yang mengunggah rumah tersebut ke X memberikan kabar terbaru.

    Ia menyebut seller rumah tersebut langsung menghapus postingan di aplikasi setelah dirinya bertanya.

    “Wahh baru tauu pantes abis ku tanya sellernya langsung hapus postingan,” beber akun @78vip.

    Melansir dari Kompas.com, Joko Anwar adalah seorang sutradara, penulis skenario, sekaligus produser film asal Indonesia.

    Lahir pada 3 Januari 1976, ia memulai kariernya di industri perfilman sejak tahun 2003.

    Langkah pertamanya di dunia film dimulai sebagai asisten sutradara kedua dalam film Biola Tak Berdawai.

    Setelah itu, ia menulis skenario bersama Nia Dinata untuk film Arisan!, yang sukses membawanya masuk nominasi skenario terbaik di Festival Film Indonesia 2004.

    Debut Joko sebagai sutradara terjadi lewat film yang naskahnya ia tulis sejak masa kuliah pada tahun 1998.

    Film tersebut adalah Janji Joni (2005), sebuah komedi romantis yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Mariana Renata.

    Sejak itu, Joko terus aktif memproduksi berbagai film berkualitas di Indonesia.

    Hingga kini, Joko telah menggarap total 17 film layar lebar.

    Beberapa karyanya yang paling sukses antara lain Pengabdi Setan, Gundala, dan Perempuan Tanah Jahanam.

    Atas kontribusinya, Joko berhasil masuk nominasi dan memenangkan sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2015.

    Selain film panjang, Joko juga memproduksi sejumlah film pendek dan sesekali muncul sebagai pemeran pendukung.

    Salah satu contohnya adalah di film Arisan!, di mana ia memerankan seorang manajer restoran.

    (Grid)

  • Joko Anwar Umumkan 4 Film Terbaru Produksi Come and See Pictures, Tayang 2025-2026

    Joko Anwar Umumkan 4 Film Terbaru Produksi Come and See Pictures, Tayang 2025-2026

    Liputan6.com, Yogyakarta – Rumah produksi yang didirikan Joko Anwar, Come and See Pictures, baru saja mengumumkan empat film terbarunya. Keempat film tersebut diproyeksikan tayang sepanjang 2025-2026.

    Sejak didirikan pada 2020, Come and See Pictures telah merilis tiga karya Joko Anwar yang diawali dengan sekuel dari film Pengabdi Setan (2017), Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Tahun ini, rumah produksi tersebut telah merilis dua karya, yakni film Siksa Kubur dan serial web Nightmares & Daydreams yang tayang di Netflix.

    Menjelang akhir tahun, Come and See Pictures pun telah merilis empat film Indonesia yang bakal menemani para pencinta film Tanah Air di sepanjang 2025-2026. Berikut deretan filmnya:

    1. Pengepungan di Bukit Duri (The Siege at Thorn High)

    Dimulai dari Pengepungan di Bukit Duri (The Siege at Thorn High) yang mengusung genre drama, action, dan thriller. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 2025.

    Film Pengepungan di Bukit Duri disutradarai dan ditulis oleh Joko Anwar. Come and See Pictures bekerja sama dengan PH Hollywood legendaris, Amazon MGM Studios, untuk produksi film ini.

    2. Legenda Kelam Malin Kundang (Smothered)

    Selanjutnya ada film Legenda Kelam Malin Kundang (Smothered). Film kedua dalam rangkaian pengumuman empat film yang akan rilis di bioskop sepanjang 2025-2026 produksi Come and See Pictures ini disutradarai oleh dua sineas muda, Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo.

    Adapun naskahnya ditulis bersama oleh Joko Anwar, Aline Djayasukmana, dan Rafki Hidayat. Film drama misteri ini mengusung cerita legenda dengan setting cerita masa kini.

    Hadirnya dua sineas muda sebagai sutradara film ini sekaligus menjadi bukti komitmen Come and See Pictures dalam mencari dan bekerja sama dengan sineas-sineas baru berbakat. Film Legenda Kelam Malin Kundang dijadwalkan tayang 2025.

     

  • Reza Arap Bagi Makanan Jepang ke Demonstran, Netizen Respek

    Reza Arap Bagi Makanan Jepang ke Demonstran, Netizen Respek

    Jakarta

    Reza Arap turun ke jalan, membagikan logistik makanan Jepang untuk para demonstran di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Jumat kemarin. Aksi bagi-bagi makanan dari pemilik nama asli Reza Oktovian itu banjir pujian dari netizen

    Dari salah satu video yang beredar di medsos, musisi Weird Genius itu mengajak massa aksi kawal putusan MK itu untuk mengambil boks makanan Jepang yang sudah dia siapkan.

    “Makan, makan, makan,” ujarnya. Beberapa orang memanggil nama, Reza Arap pun balas memberikan lambaian tangan dan senyuman.

    Video Reza Arap bagi-bagi makanan kepada peserta demo itu viral dan mengundang komentar warganet. Netizen beramai-ramai memuji laki-laki kelahiran 15 Oktober 1987 tersebut.

    “Reza yg kemarin orasi, reza yg ini bagi logistic. 🔥🔥🔥,” tulis @opu_c*** di Instagram, merujuk pada Reza Rahadian yang sebelumnya ikut unjuk rasa.

    “Sama sama reza , beda muka dan tempat. Dua duanya pejuang 🫵🏻🔥,” kata @justiciam***.

    “Ada Reza Rahardian, Mamat Alkatiri, Arie Keriting, Abdur, Bintang Emon, Reza Arab, Rigen dll mereka peduli nasib bangsa,” sebut @parlindunga***.

    “Open donasi dong bang.. kita yg gak bisa turun ke jalan pengin ikutan nyumbang buat logistik adek2. 🙏,” usul @indahsari6***.

    “Teriakmu ‘makan…makan..makan..’ ada semangat yg sama membara menjaga utuh bangsa ini bang @ybrap #respect #GBU🔥🔥,” puji @verisnaing***.

    Demo kawal putusan MK mengundang masyarakat turun ke jalan, termasuk juga sejumlah tokoh dan seniman Indonesia. Beberapa nama yang hadir menyuarakan kepedulian mereka antara lain Arie Kriting, Yudha Keling, Reza Rahadian, Joko Anwar, Abdel Achrian, Kunto Aji, sampai Andovi Da Lopez.

    (ask/fay)