Tag: Johnson

  • Jokowi Kena Alergi Kulit, Begini Kondisinya

    Jokowi Kena Alergi Kulit, Begini Kondisinya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menjalani masa pemulihan usai mengalami alergi kulit setelah kunjungan kenegaraan ke Vatikan beberapa waktu lalu. Kondisi fisik Presiden ketujuh RI itu disebut tetap bugar dan tidak terganggu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    “Secara fisik beliau fit banget, nggak ada masalah. Kemarin sempat sepedaan, main sama cucu, sarapan bareng juga. Aktivitas tetap jalan seperti biasa, bahkan masih melayani foto-foto,” ujar Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah dikutip dari detikcom.

    Syarif memastikan alergi yang dialami Jokowi tergolong ringan. Selama ini, kata ia, Jokowi tidak merasakan panas ataupun gatal akibat alergi tersebut.

    “Beliau nggak ada ngerasain panas, nggak ada gatal. Ini alergi biasa saja, nggak mengganggu aktivitas sama sekali,” tegasnya.

    Sebelumnya, Syarif juga membantah kabar yang menyebutkan Jokowi mengalami penyakit berat seperti autoimun atau sindrom Stevens-Johnson, apalagi hingga perlu berobat ke luar negeri. “Itu hoaks. Nggak benar. Ini murni alergi biasa. Autoimun juga nggak, dan jelas nggak menular,” ungkapnya.

    Meski masih dalam masa pemulihan, Jokowi tetap menjalani kegiatan normal seperti biasa. Menurut Syarif, mungkin masyarakat yang hanya melihat lewat layar televisi mengira kondisinya lebih serius karena tampilan kulit, padahal kenyataannya tidak demikian.

    “Yang belum tahu secara langsung mungkin hanya lihat di layar TV. Sebenarnya aktivitas beliau tetap lancar,” kata Syarif.

    (haa/haa)

  • Fakta Penyakit Kulit Jokowi: Bermula dari Vatikan, Sudah Ditangani Dokter

    Fakta Penyakit Kulit Jokowi: Bermula dari Vatikan, Sudah Ditangani Dokter

    Bisnis.com, JAKARTA – Ajudan Joko Widodo (Jokowi) beberkan fakta mengenai penyakit kulit yang diderita oleh sang mantan presiden.

    Kompol Syarif Muhammad mengatakan, Jokowi diduga mulai mengidap penyakit alergi kulit setelah pulang dari Vatikan.

    Namun ia menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak menular. Sang istri, Iriana Jokowi, dikabarkan dalam keadaan sehat dan tidak tertular penyakit kulit yang dialami Jokowi.

    “Enggak, enggak menular itu [alergi kulit Jokowi],” tutur Syarif saat diwawancarai wartawan di kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (5/6/2025), dikutip dari Solopos.

    Dalam beberapa kesempatan, ia menyebutkan bahwa Jokowi juga berinteraksi dengan keluarga atau orang lain dan mereka tidak tertular.

    Syarif juga menyatakan alergi kulit yang dialami Jokowi tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, Jokowi sempat bersepeda dan menemani cucu-cucunya yang bermain.

    “Aktivitas sehari-hari tidak terganggu, kemarin sempat bersepeda, main sama cucu, lalu kami juga sempat sarapan bareng sama beliau. Jadi sama sekali tidak mengganggu aktivitas,” lanjutnya.

    Dalam beberapa hari ini, Jokowi juga masih melayani warga yang berdatangan ke rumahnya di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Sumber, Banjarsari, Solo. Jokowi juga melayani permintaan foto-foto warga.

    “Namun ada yang mungkin belum tahu secara langsung, hanya melihat di layar TV karena mungkin muncul di kulit beliau. Jadi banyak yang bertanya [alergi kulit yang dialami Jokowi],” jelas dia.

    Kemudian mengenai tudingan Jokowi terkena penyakit autoimun hingga sindrom Steven Johnson, hal itu langsung dibantah oleh Syarif.

    Dia mengatakan Jokowi mengalami alergi kulit yang diduga disebabkan cuaca di Vatikan. Alergi tersebut juga sudah ditangani oleh dokter.

    “Sudah, sudah [ditangani dokter],” kata dia.

    Syarif secara tegas juga menepis kabar yang menyebutkan Jokowi dilarikan ke Jepang. Ia mengatakan kabar tersebut adalah hoax. 

    “Wah hoax itu, enggak benar itu, enggak lah. Alergi biasa,” tutur dia.

    Syarif juga menyatakan alergi yang dialami Jokowi beberapa pekan terakhir bukan tergolong autoimun.

    “Enggak, enggak sampai ke sana,” terang dia.

    Soal kondisi kesehatan Jokowi saat ini, menurut Syarif, sudah mulai membaik.

    “Kondisinya sudah mulai membaik. Pekan kemarin beliau sempat sepedaan, car free day, jadi secara fisik beliau sangat-sangat fit, hanya saja mungkin alergi. Jadi ya muncul di kulitnya beliau,” ungkap dia.

  • Ramai Dikaitkan dengan Alergi Jokowi, Apa Itu Steven Johnson Syndrome?

    Ramai Dikaitkan dengan Alergi Jokowi, Apa Itu Steven Johnson Syndrome?

    Jakarta

    Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan mengalami alergi sepulang dari Vatikan yang membuatnya absen dalam menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Jakarta.

    “Bapak saat ini sedang pemulihan dari alergi kulit. Pascapulang dari Vatikan,” kata ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, kepada detikJateng, Kamis (5/6/2025).

    Syarif menduga cuaca di Vatikan menjadi faktor utama pencetus alergi yang dialami Jokowi.

    Dia juga menepis kabar mantan Presiden itu mengidap sakit berat dan harus menjalani pemeriksaan ke luar negeri.

    “Kondisi sudah mulai membaik. Minggu kemarin juga beliau sempat sepedaan, car free day. Jadi secara fisik beliau sangat-sangat fit. Hanya saja mungkin alergi. Jadi muncul di kulitnya beliau, itu saja,” jelasnya.

    Di media sosial ramai disebut Jokowi mengalami penyakit autoimun Stevens-Johnson Syndrome (SJS). Dalam unggahan yang beredar, Jokowi disebut alergi parah dan harus diresepkan antikejang karena mengalami penyakit kulit itu.

    Tidak ada konfirmasi bahwa kondisi yang dialami Jokowi terkait sindrom ini. Syarif juga memastikan yang dialami Jokowi bukan kondisi autoimun.

    Apa itu Stevens-Johnson Syndrome (SJS)?

    Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai alergi kulit yang dialami Jokowi. Terlepas dari hal tersebut, penyakit Sindrom Stevens-Johnson yang dikait-kaitkan dengan presiden ke-7 RI itu adalah kelainan kulit yang langka dan serius.

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, Sindrom Stevens-Johnson (SJS) merupakan kondisi serius yang menyebabkan kulit mengalami ruam, lepuh dan mengelupas. Selapit lendir termasuk mata, alat kelamin dan mulut juga bisa terpengaruh.

    Banyak kasus SJS terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia di bawah 30 tahun, tetapi juga terjadi pada orang lain, terutama orang tua. Kasus SJS lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

    Infeksi, seperti pneumonia, merupakan penyebab SJS yang paling mungkin pada anak-anak, sedangkan obat-obatan merupakan penyebab SJSyang paling mungkin pada orang dewasa.

    NEXT: Gejala steven johnson syndrome

    Gejala sindrom Stevens-Johnson meliputi:

    Nyeri kulit.Demam.Pegal-pegal tubuh.Ruam merah atau bercak merah pada kulit.Batuk.Lepuh dan luka pada kulit dan selaput lendir mulut, tenggorokan, mata, alat kelamin, dan anus.Kulit mengelupas.Mengiler (karena menutup mulut terasa sakit).Mata tertutup rapat (karena lepuh dan bengkak).Buang air kecil yang menyakitkan (karena selaput lendir melepuh).

    Komplikasi paling parah dari SJS adalah kematian. Selain itu komplikasi lain dapat meliputi pneumonia, sepsis, syok dan gagal organ.

  • Bisa Disebabkan oleh Obat Antikejang, Ini Gejala dan Bahayanya

    Bisa Disebabkan oleh Obat Antikejang, Ini Gejala dan Bahayanya

    GELORA.CO –  Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif akibat dugaan mengidap Sindrom Stevens-Johnson (SJS), salah satu gangguan kesehatan langka yang sangat serius.

    Dugaan ini muncul setelah beredarnya foto dan video yang menunjukkan perubahan mencolok pada wajah dan leher Presiden, termasuk munculnya bercak hitam yang diduga berkaitan dengan gangguan autoimun.

    Artikel ini membahas secara lengkap apa itu Sindrom Stevens-Johnson, gejalanya, potensi bahayanya, serta metode pengobatan yang umum diterapkan.

    Apa Itu Sindrom Stevens-Johnson (SJS)?

    Sindrom Stevens-Johnson (SJS) adalah kondisi langka yang disebabkan oleh reaksi alergi parah terhadap obat atau infeksi. Gangguan ini menyerang kulit dan selaput lendir, menyebabkan ruam menyakitkan, luka lepuh, serta pengelupasan kulit.

    Kondisi ini memerlukan penanganan darurat karena dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

    Penyebab Sindrom Stevens-Johnson

    SJS umumnya disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap obat-obatan tertentu atau infeksi. Berikut adalah pemicu umum:

    Pada Orang Dewasa:

    Obat asam urat: AllopurinolObat pereda nyeri: Meloxicam, NaproxenAntibiotik: Penisilin, SulfonamidaObat antikejang: Phenytoin, CarbamazepineObat antivirus: Nevirapine

    Pada Anak-Anak:

    Infeksi virus seperti: Influenza, Herpes, HIV, Hepatitis A, PneumoniaGejala Sindrom Stevens-Johnson yang Perlu Diwaspadai

    Gejala awal SJS mirip dengan flu dan berkembang menjadi kondisi kulit yang parah:

    Gejala Awal:

    Demam tinggi (≥38°C)Kelelahan ekstremSakit tenggorokanMata merah dan perihNyeri sendi dan sakit kepala

    Gejala Lanjutan:

    Ruam merah keunguan yang menyebarLuka lepuh di kulit, mulut, mata, dan area genitalKulit mengelupas dan nyeri luar biasaKomplikasi dan Bahaya Sindrom Stevens-Johnson

    Jika tidak ditangani dengan cepat, SJS dapat menyebabkan komplikasi serius, di antaranya:

    Gagal napas akibat kerusakan paru-paruKebutaan karena kerusakan mataInfeksi sistemik (sepsis)Jaringan parut pada kulitKerusakan organ dalam seperti hati dan ginjal

    Tingkat kematian akibat SJS bisa mencapai 10%, terutama pada kasus berat dengan luas permukaan kulit yang terpengaruh.

    Cara Penanganan dan Perawatan Sindrom Stevens-Johnson

    Penanganan SJS harus dilakukan di rumah sakit, terutama unit perawatan intensif atau unit luka bakar.

    Langkah-langkah yang umum dilakukan meliputi:

    Penghentian segera obat pemicuPerawatan luka kulit dan lendir secara intensifPemberian cairan dan nutrisi intravenaPencegahan infeksi sekunder dengan antibiotikPemantauan fungsi organ vital secara ketat

    Proses pemulihan bisa memakan waktu minggu hingga bulan, tergantung pada tingkat keparahan dan luasnya kerusakan jaringan.

    Kondisi Jokowi Terkini: Masih Dalam Pengawasan Intensif

    Dugaan Jokowi mengalami Sindrom Stevens-Johnson telah menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat.

    Beberapa pengamat kesehatan mencatat bahwa perubahan kulit pada wajah dan leher Jokowi bisa menjadi tanda-tanda autoimun yang mengarah pada SJS.

    Hingga saat ini, tim dokter kepresidenan dikabarkan terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan stabilitas kondisi Jokowi.

    Sindrom Stevens-Johnson adalah kondisi medis yang sangat serius dan memerlukan penanganan darurat.

    Dugaan Jokowi mengalami SJS menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap reaksi alergi berat akibat obat atau infeksi.

    Mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis dapat menyelamatkan nyawa.***

  • Ternyata Lokasi Kanker Kulit Pria dan Wanita Berbeda, Seperti Ini Ciri-cirinya

    Ternyata Lokasi Kanker Kulit Pria dan Wanita Berbeda, Seperti Ini Ciri-cirinya

    Jakarta

    Kanker kulit dapat dialami oleh siapa saja. Namun, dalam kebanyakan kasus, area tubuh di mana terdapat kanker kulit berbeda antara pria dan wanita.

    Dikutip dari laman Guardian, menurut analisis Cancer Research UK (CRUK), 4 dari 10 melanoma pada pria ditemukan areaseperti punggung, dada, dan perut. Sementara itu, lebih dari sepertiga melanoma dari wanita ditemukan di tungkai bawah, yaitu dari pinggul hingga kaki.

    Perbedaan area kanker kulit tersebut diperkirakan karena perilaku antara pria dan perempuan. Biasanya, pria lebih mungkin berada di bawah sinar matahari tanpa baju, sementara wanita mungkin menggunakan celana pendek atau rok. Bagi pria, tubuh bagian atas lebih mungkin terkena sinar matahari, berbeda dengan wanita.

    Penelitian itu menemukan bahwa 87 persen kasus melanoma disebabkan oleh paparan sinar UV yang berlebihan. Di Inggris, tingkat kanker kulit melanoma mencapai titik tertingginya tahun lalu.

    Terjadi peningkatan sebesar 57 persen pada orang-orang yang berusia di atas 80 tahun dan peningkatan sebesar 7 persen di kalangan mereka yang berusia 25-49 tahun.

    Next: ciri-ciri tahi lalat kanker kulit

    Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Dikutip dari Cleveland Clinic, melanoma berasal dari sel kulit bernama melanosit yang menghasilkan melanin, pigmen gelap yang memberi warna pada kulit.

    “Jika Anda melihat sesuatu yang berbeda pada kulit Anda, seperti tahi lalat baru, tahi lalat yang berubah ukuran, bentuk, atau warnanya, atau bercak kulit apa pun yang tampak tidak biasa, jangan abaikan, bicarakan dengan dokter umum Anda. Kami ingin mengalahkan kanker kulit untuk semua orang, tidak peduli siapa mereka atau dari mana mereka berasal, diagnosis dini adalah kunci dan dapat membuat semua perbedaan,” kata Kepala Eksekutif CRUK, Michelle Mitchelle.

    Menurut direktur klinis nasional untuk kanker di NHS (National Health Service) Inggris, Prof Peter Johnson, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit. Hindari sinar matahari ketika cuaca sedang panas dan gunakan tabir surya.

    “Untuk kanker kulit, seperti halnya kanker lainnya, sangat penting bagi Anda untuk diperiksa dan didiagnosis sedini mungkin, jadi orang-orang harus melapor jika mereka khawatir tentang gejala-gejalanya. Pemeriksaan menyelamatkan nyawa,” kata Peter.

    Simak Video “Video: Mengulik Bahaya Paparan UVA dan UVB untuk Kulit”
    [Gambas:Video 20detik]

  • Google Rilis Veo 3, AI Video Generator yang Kini Dilengkapi Audio Otomatis

    Google Rilis Veo 3, AI Video Generator yang Kini Dilengkapi Audio Otomatis

    JAKARTA – Google secara resmi meluncurkan Veo 3, model generatif video berbasis AI terbaru, dalam ajang Google I/O pekan ini. Salah satu fitur unggulan dari Veo 3 adalah kemampuannya untuk menghasilkan audio otomatis—baik suara latar, dialog, maupun efek suara—tanpa memerlukan input suara dari pengguna. Hal ini menandai lompatan besar dalam teknologi generatif, sekaligus menimbulkan berbagai reaksi dari para pengamat teknologi.

    Dalam sebuah ulasan yang ditulis oleh Allison Johnson, jurnalis teknologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Veo 3 disebut sebagai “mesin slop AI” karena kemampuannya menghasilkan konten visual dan audio yang sangat realistis, meskipun tidak selalu relevan atau sesuai dengan keinginan pengguna. Johnson mencatat bahwa saat dirinya mencoba membuat video menggunakan prompt teks sederhana, Veo 3 dapat menambahkan dialog yang tidak pernah diminta—dengan gerakan tubuh dan suasana yang cukup meyakinkan.

    Contohnya, ketika membuat video tentang kebakaran di Space Needle, AI ini tidak hanya menampilkan visual bencana, tetapi juga menambahkan seorang pembawa berita yang menyampaikan laporan peristiwa tersebut dengan suara dan latar suara realistis.

    Hal serupa juga dilakukan oleh Alejandra Caraballo, seorang instruktur di Harvard Law School, yang berhasil membuat video palsu pembawa berita yang mengumumkan kematian Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth—padahal tokoh tersebut masih hidup.

    Google mengklaim telah menerapkan pembatasan dan guardrails dalam penggunaan Veo 3. Misalnya, pengguna tidak dapat membuat video tentang presiden jatuh, pembunuhan tokoh publik, atau CEO teknologi yang tertawa di tengah hujan uang. Namun, Johnson menegaskan bahwa tanpa celah atau trik khusus pun, pengguna tetap bisa membuat video yang berpotensi menyesatkan, seperti bencana alam palsu atau peristiwa fiktif yang seolah-olah disampaikan oleh lembaga berita resmi.

    Meski demikian, Veo 3 belum bisa digunakan untuk membuat deepfake personal secara langsung. Ketika Johnson mencoba membuat video menggunakan foto dirinya dengan dialog tertentu, sistem menolak memprosesnya. Namun, untuk konten sederhana seperti video kartun anak-anak, Veo 3 sangat efektif. Ia mampu menciptakan video mirip konten YouTube Kids—truk monster yang meluncur ke dalam cat warna-warni, lengkap dengan musik dan efek suara—dalam hitungan menit.

    Kekhawatiran terbesar Johnson justru muncul ketika mencoba membuat video dua kucing kartun yang sedang memancing. Tanpa menyertakan dialog dalam prompt, AI tetap menghasilkan percakapan antar-kucing yang terdengar alami. Dari sinilah muncul pertanyaan besar: jika membuat video pendek semudah ini, berapa lama lagi hingga masyarakat mulai memproduksi video panjang berisi informasi menyesatkan hanya dengan AI?

    Untuk saat ini, video yang ingin diperpanjang durasinya akan dikembalikan ke sistem Veo 2, yang belum mendukung fitur audio otomatis. Namun, dengan kecepatan pengembangan teknologi oleh Google, banyak pihak meyakini bahwa video AI berdurasi penuh akan segera menjadi kenyataan.

    Google sendiri menunjukkan potensi positif teknologi ini dengan menampilkan hasil kolaborasi Eliza McNitt dan sutradara kenamaan Darren Aronofsky, yang tengah mengembangkan film dengan elemen-elemen video AI.

    Meski demikian, Allison Johnson menutup laporannya dengan nada kritis. Menurutnya, alih-alih menghasilkan karya sinematik berkualitas tinggi, Veo 3 kemungkinan besar justru akan digunakan untuk membanjiri internet dengan konten generik dan hambar yang kini dibuat lebih mudah—dengan gambar, gerakan, dan suara buatan AI.

  • Sosok Astronaut NASA Tertua, Masih Kuat Bolak-balik Antariksa

    Sosok Astronaut NASA Tertua, Masih Kuat Bolak-balik Antariksa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Berusia tua bukan berarti tak produktif. Ambil contoh Don Pettit, seorang astronaut NASA berusia 70 tahun yang masih aktif menjalankan misi.

    Pettit baru saja merayakan ulang tahun ke-70 pada 20 April 2025. Bertepatan dengan momen spesial itu, Pettit kembali ke Bumi setelah menghabiskan 7 bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). 

    Pettit, bersama dua kosmonaut Rusia, Alexei Ovchinin dan Ivan Vagner, mendarat dengan kapsul Soyuz di Kazakhstan pada 20 April 2025. Selama 220 hari di orbit, mereka mengelilingi Bumi sebanyak 3.520 kali dan menempuh perjalanan sejauh 150 juta kilometer.

    Ini merupakan penerbangan luar angkasa keempat bagi Pettit, yang telah menghabiskan total lebih dari 18 bulan di orbit sepanjang karier 29 tahunnya di NASA.

    Kapsul kecil para astronaut mendarat di kawasan terpencil di tenggara Dzhezkazgan sekitar pukul 01.20 GMT, hanya beberapa jam setelah undocking dari ISS.

    Foto-foto yang dibagikan NASA menunjukkan kapsul tersebut mendarat dengan bantuan parasut, diiringi latar belakang matahari terbit yang dramatis.

    Setelah mendarat, ketiga astronaut terlihat memberikan isyarat jempol saat dievakuasi menuju tenda medis.

    Meski tampak kelelahan, NASA memastikan Pettit dalam kondisi baik untuk astronaut seusai misi luar angkasa, demikian dikutip dari Straits Times, Selasa (27/5/2025).

    Dari Kazakhstan, Pettit dijadwalkan terbang ke kota Karaganda sebelum melanjutkan perjalanan ke Johnson Space Center di Texas, AS.

    Selama di ISS, ketiganya menjalankan berbagai penelitian penting, termasuk teknologi penyaringan air, pertumbuhan tanaman di kondisi ekstrem, serta perilaku api di mikrogravitasi.

    Misi mereka hampir sepanjang misi terlama NASA baru-baru ini, di mana astronaut Butch Wilmore dan Suni Williams menghabiskan sembilan bulan di orbit akibat kegagalan teknis pesawat mereka.

    Kisah Pettit memberikan inspirasi kepada kita untuk terus berkarya sepanjang masih bisa hidup. Semoga informasi ini bermanfaat!

    (fab/fab)

  • MU Dihujani Meme Usai Kalah dari Tottenham: Pagi Fans Emyu yang Hatinya Tercabik-cabik

    MU Dihujani Meme Usai Kalah dari Tottenham: Pagi Fans Emyu yang Hatinya Tercabik-cabik

    Surabaya (beritajatim.com) – Kekalahan Manchester United dari Tottenham Hotspur dalam final Liga Europa 2024/2025 bukan hanya menjadi pukulan telak bagi klub, tetapi juga menjadi bahan olok-olok netizen.

    Di platform media sosial X, tagar Emyu mendadak trending. Meme dan sindiran pedas berseliweran, menyulut diskusi hangat para penggemar sepak bola.

    Laga final yang digelar di Stadion San Mamés, Bilbao, Kamis dini hari (22/5/2025) waktu Indonesia, berakhir pahit bagi “Setan Merah”. Gol tunggal Brennan Johnson pada menit ke-41 cukup untuk membawa Tottenham Hotspur meraih gelar Eropa pertama mereka setelah 17 tahun penantian panjang.

    Namun, yang lebih menarik perhatian publik justru reaksi para warganet. Meme demi meme bermunculan, menyoroti performa buruk MU di lapangan.

    “Gameplay jelek, passing ancur, defense bapuk, dan EMYU masih gak bisa menang. Ini bukan lawannya yang jago, tapi emang emyunya aja yang…. AND CONGRATS SPURS, akhirnya setelah puasa 17 tahun,” tulis (et) @my_supersoccer menyindir keras.

    Sindiran lain datang dari akun @The_RedsIndo, yang mengunggah gambar karakter Patrick mengenakan jersey MU dengan caption “Sudahlah Badut”.

    “Prestasi terbaik emyu musim ini: – Bisa nahan imbang Liverpool – Peringkat 16 Liga Inggris,” tulisnya menyertai unggahan tersebut.

    Tak ketinggalan, akun @InfoXwor_ turut menyentil: “Pagi fans emyu yang hatinya tercabik-cabik,” sementara akun @kakdeo membagikan video seorang pria mencuci baju dengan amarah, menuliskan: “Sabarnya fans emyu sudah sampai batasnya.”

    Namun di tengah derasnya kritik, ada juga pengguna yang mencoba menertawakan situasi dengan cara lebih ringan.

    “Salahin panitia, ngapain finalnya malem Kamis. Kan biasanya setan ngamuknya malem Jumat,” ujar akun @fitfitricantik.

    “MU sebenernya sengaja kalah biar taktiknya di ASEAN All Star gak ketahuan,” imbuh @iiklil. (fyi/ian)

  • Peringatan Darurat Buat Pengguna Gmail, Selamatkan Akun Sekarang!

    Peringatan Darurat Buat Pengguna Gmail, Selamatkan Akun Sekarang!

    Jakarta, CNBC Indonesia – Miliaran pengguna Gmail mendapat peringatan serius dari Google. Ada metode phishing baru yang menggerogoti celah di infrastruktur Google dan membahayakan pengguna Gmail. 

    Salah satu korban serangan ini adalah seorang developer bernama Nick Johnson. Ia mengaku menerima email dari alamat sah [email protected].

    Email tersebut bahkan lolos verifikasi DKIM (DomainKeys Identified Mail), sehingga Gmail tidak memberikan tanda peringatan apa pun, dan justru menggabungkannya dalam percakapan yang berisi notifikasi keamanan asli.

    Bahayanya, email itu mengklaim bahwa Google telah menerima surat perintah pengadilan untuk menyerahkan data akunnya.

    Pengguna kemudian diarahkan untuk mengklik link yang membawa mereka ke halaman “support portal” palsu yang di host di situs resmi Google, yakni sites.google.com.

    Jika pengguna mengklik tombol “Upload additional documents” atau “View case” di halaman palsu tersebut, mereka akan dibawa ke halaman login palsu. Di sinilah data kredensial dicuri dan digunakan untuk mengambil alih akun korban.

    Mengutip PC Mag, Selasa (29/4/2025), Johnson menyebut ada dua celah di sistem Google yang dimanfaatkan dalam serangan ini.

    Google yang memperbolehkan penyisipan skrip bebas, serta mekanisme verifikasi email Google yang bisa dimanipulasi untuk melewati pengamanan

    “Pertama, produk lawas sites.google.com sudah ada sejak sebelum Google serius dengan keamanan. Orang-orang dapat meng-host konten pada subdomain google.com,”

    “Yang terpenting, ini mendukung skrip dan embed yang sewenang-wenang,” katanya.

    Segera Bikin MFA dan Passkeys!

    Dalam keterangan kepada Newsweek, juru bicara Google mengatakan, bahwa mereka sudah mengetahui jenis serangan ini. Dan mereka telah mengambil tindakan proteksi bagi pengguna Gmail.

    “Kami sadar akan jenis serangan ini dari aktor ancaman bernama Rockfoils, dan telah menerapkan proteksi tambahan selama sepekan terakhir. Proteksi ini akan segera sepenuhnya aktif dan menutup celah penyalahgunaan ini,” kata pihak Google.

    Sembari menunggu perbaikan total, Google mengimbau pengguna untuk mengaktifkan multi-factor authentication (MFA) dan menggunakan passkeys untuk memperkuat keamanan akun.

    Peringatan ini datang di tengah meningkatnya kasus phishing, termasuk insiden di mana Troy Hunt, pakar keamanan dunia maya dan pencipta situs HaveIBeenPwned.com, juga berhasil dikelabui oleh email phishing saat mengalami jetlag.

    Bagi pengguna yang terlanjur menjadi korban, Google mengatakan masih ada kesempatan untuk memulihkan akun dalam waktu maksimal tujuh hari, asal sudah mengaitkan nomor telepon dan email pemulihan ke akun tersebut.

    Nah, itu dia metode baru penipu online dalam menjerat korban lewat Gmail palsu yang menyamar seakan-akan resmi. Berhati-hati setiap kali menerima email atau chat yang menyisipkan link tertentu, meski terlihat resmi. Jangan sampai Anda menjadi korban karena ditakut-takuti oleh isi email sang penipu. Semoga membantu!

    (fab/fab)

  • Tingkat Kebahagiaan Indonesia Paling Tinggi, Jepang Terendah – Halaman all

    Tingkat Kebahagiaan Indonesia Paling Tinggi, Jepang Terendah – Halaman all

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Hasil awal dari studi ambisius selama lima tahun yang melibatkan lebih dari 200.000 orang di 22 negara dan wilayah, yang disebut Global Flourishing Study, diterbitkan pada 30 April 2025 di jurnal Nature Mental Health mengungkap, Indonesia memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi berdasarkan negara sementara Jepang mencatat posisi terendah.

    Studi ini juga menunjukkan bahwa kaum muda cenderung kurang bahagia di banyak negara.

    Byron R Johnson dari Baylor University mengembangkan skala Flourish yang disesuaikan secara ilmiah untuk meneliti kesejahteraan berkelanjutan secara lebih mendalam.

    Ia bekerja sama dengan Gallup, perusahaan riset asal AS, dan Center for Open Science (COS), sebuah organisasi nirlaba, untuk meluncurkan Survei Kebahagiaan Global.

    Dari 22 negara dan wilayah yang tercakup dalam survei tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama secara keseluruhan, dengan skor rata-rata tertinggi pada berbagai aspek kesejahteraan berkelanjutan.

    Indonesia memiliki populasi yang mayoritas Muslim dan PDB per kapita sekitar USD 5.250 (sekitar 750.000 yen) pada tahun 2025, yang menempatkannya di posisi ketiga dari bawah secara ekonomi.

    Apa yang membuat masyarakat Indonesia merasakan kebahagiaan berkelanjutan?

    “Indonesia adalah negara kepulauan dengan keragaman etnis, bahasa, budaya, dan agama yang luar biasa,” kata Johnson.

    “Tentu saja ada konflik, tetapi sebagai sebuah negara, mereka berusaha keras untuk mengedepankan rekonsiliasi.”

    Desa dan suku tradisional di Indonesia secara historis berupaya membina hubungan damai dengan kelompok berbeda, termasuk dalam aspek keagamaan.

    Hal ini diyakini turut berkontribusi pada tingginya tingkat kebahagiaan yang berkelanjutan di Indonesia.

    “Di tempat-tempat yang secara ekonomi tertinggal, kita sering melihat adanya orientasi sosial yang kuat dan rasa makna dalam hidup,” tambah peneliti lainnya, VanderWiel.

    Sementara itu, Jepang mencatat tingkat kebahagiaan berkelanjutan terendah, meskipun memiliki PDB per kapita sekitar USD 35.600 (sekitar 5,1 juta yen).

    Jepang juga berada di peringkat ke-55 dari 147 negara dalam World Happiness Report 2025, di bawah Uzbekistan yang menempati posisi ke-53, meskipun PDB-nya hanya sekitar sepersepuluh dari Jepang.

    Hal ini mengindikasikan bahwa Jepang menghadapi banyak tekanan sosial.

    Brendan Kayce, Wakil Presiden Riset Program Human Flourishing di Universitas Harvard, menyebut bahwa Jepang sedang menghadapi risiko dari dampak perkembangan ekonomi yang sangat cepat.

    Ia menyoroti beberapa isu, seperti menurunnya angka kelahiran, tantangan dalam membentuk keluarga, tingginya jumlah pria yang hidup terisolasi, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan sebagai faktor yang turut memengaruhi tingkat kebahagiaan masyarakat Jepang.

    “Jepang tampaknya telah mengorbankan banyak aspek kesejahteraan berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi dan perubahan budaya yang cepat selama 150 tahun terakhir,” ungkapnya.

    Diskusi mengenai kebahagiaan di Jepang juga ramai dibicarakan di kalangan komunitas pencinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung secara gratis, dapat mengirimkan nama lengkap, alamat, dan nomor WhatsApp ke: tkyjepang@gmail.com.