Tag: Johnson

  • Nasib Premier League di Ujung Tanduk, MU dan Spurs Wajib Menang demi Harga Diri

    Nasib Premier League di Ujung Tanduk, MU dan Spurs Wajib Menang demi Harga Diri

    Manchester (beritajatim.com) – Kiprah klub-klub Premier League di kompetisi Eropa musim ini berada di ujung tanduk. Setelah tersingkirnya Aston Villa dari Liga Champions, kini tinggal Manchester United dan Tottenham Hotspur yang masih bertahan di Liga Europa. Namun keduanya belum aman. Nasib mereka akan ditentukan dalam leg kedua perempat final yang digelar Jumat (18/4/2025) dini hari WIB.

    Manchester United akan menjamu Olympique Lyon di Old Trafford dengan agregat 2-2. Sementara Tottenham Hotspur harus bertandang ke markas Eintracht Frankfurt dengan skor agregat masih imbang 1-1. Tekanan besar membayangi kedua klub raksasa ini karena hanya menjadi juara Liga Europa yang bisa mengantar mereka tampil di Eropa musim depan.

    Hingga pekan ke-32 Premier League, United masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan 38 poin. Spurs bahkan satu tingkat di bawah dengan 37 poin. Posisi yang sangat rawan dan jauh dari zona Eropa.

    Situasi ini juga berdampak pada reputasi Premier League yang selama ini digadang-gadang sebagai liga terbaik di dunia. Hanya Aston Villa yang mewakili Inggris di perempat final Liga Champions musim ini, dan itu pun bukan bagian dari klub Big Six. Kini, andai United dan Spurs gagal melaju ke semifinal, Premier League akan kehilangan wakilnya di dua kompetisi elite Eropa sekaligus.

    “Kami harus tampil dengan mental yang tepat. Ini satu pertandingan yang krusial,” ujar pelatih Manchester United, Ruben Amorim, dikutip dari The Independent.

    Sementara itu, Chelsea masih menyisakan asa di perempat final Liga Konferensi. The Blues unggul agregat 3-0 atas Legia Warszawa dan nyaris pasti lolos ke semifinal. Namun andai tim sebesar Chelsea hanya berjaya di ajang kasta ketiga, hal itu justru mempertegas ironi musim ini bagi Premier League.

    Prediksi Susunan Pemain

    Manchester United (3-4-2-1):
    Onana; Mazraoui, Maguire, Yoro; Dalot, Ugarte, Casemiro, Dorgu; Fernandes (c), Garnacho; Hojlund
    Pelatih: Ruben Amorim

    Olympique Lyon (4-3-1-2):
    Perri; Maitland-Niles, Mata, Niakhate, Tagliafico; Veretout, Tolisso, Akouokou; Almada; Cherki, Lacazette (c)
    Pelatih: Paulo Fonseca

    Eintracht Frankfurt (4-3-3):
    Santos; Kristensen, Koch (c), Theate, Brown; Shkiri, Tuta, Larsson; Gotze, Ekitike, Bahoya
    Pelatih: Dino Toppmöller

    Tottenham Hotspur (4-3-3):
    Vicario; Porro, Romero, De Ven, Udogie; Bergvall, Bentancur, Maddison; Johnson, Solanke, Son (c)
    Pelatih: Ange Postecoglou

    [dio/beq]

  • Saksi Mata Sebut Kawanan Burung di Dekat Lokasi Jatuh

    Saksi Mata Sebut Kawanan Burung di Dekat Lokasi Jatuh

    JAKARTA – Investigasi mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti jatuhnya helikopter secara tragis di Sungai Hudson, New York City, pada Kamis (10/4/2025) sore waktu setempat. 

    Insiden mengerikan ini merenggut nyawa seorang pilot dan lima wisatawan asal Spanyol, termasuk tiga anak-anak.

    Kini, perhatian para penyelidik tertuju pada laporan sejumlah saksi mata yang melihat kawanan besar burung di dekat lokasi kejadian sesaat sebelum helikopter nahas itu jatuh.

    Menurut keterangan seorang saksi mata, baling-baling helikopter terlihat “terlepas” sebelum “jatuh lurus ke bawah”. Saksi lain menggambarkan pemandangan mengerikan berupa asap dan helikopter yang “berputar sangat cepat” sebelum menghantam permukaan air.

    Melansir Sky News, Sabtu, 12 April, Ketua Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), Jennifer Homendy, dalam konferensi pers terbarunya menyatakan bahwa penyebab awal kecelakaan belum dapat ditentukan. Namun, pihaknya tidak mengabaikan laporan mengenai keberadaan kawanan burung tersebut.

    “Kami menyadari laporan-laporan tersebut, kami telah membahasnya pagi ini,” ujar Homendy. “Ini adalah sesuatu yang sedang kami selidiki. Saya ingin menyampaikan kepada publik, jika ada sesuatu yang tampak berbeda atau membuat Anda tertegun, atau terlintas dalam pikiran Anda bahwa Anda ingin berbagi informasi tersebut dengan para penyelidik kami, jangan ragu untuk melakukannya.”

    Helikopter yang terbalik di air berhasil dievakuasi pada Kamis malam. Para penyelam masih terus mencari dan mengangkat bagian-bagian penting dari bangkai helikopter dari dasar Sungai Hudson. Homendy mengungkapkan bahwa pilot yang diidentifikasi bernama Seankese Johnson (36 tahun) memiliki lebih dari 780 jam terbang tercatat.

    Komisaris Polisi New York, Jessica Tisch, sebelumnya mengkonfirmasi bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari helikopter yang terbalik di dalam air. “Empat korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian dan dua lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat, di mana sayangnya keduanya meninggal karena luka-luka mereka,” kata Tisch.

    Identitas Para Korban:

    Pilot helikopter nahas itu adalah Seankese Johnson, yang dikenal dengan nama Sean. Di media sosialnya, ia kerap membagikan foto dan video penerbangannya dengan latar belakang cakrawala Manhattan yang ikonik. Pada musim panas 2023, ia sempat mengumumkan bahwa dirinya menerbangkan helikopter Blackhawk untuk memadamkan kebakaran hutan untuk sebuah perusahaan di Montana.

    Lima wisatawan asal Spanyol yang menjadi korban adalah Agustin Escobar (49 tahun), seorang eksekutif Siemens, dan istrinya, Merce Camprubi Montal (39 tahun). Mereka membawa ketiga buah hati mereka: Victor (4 tahun), Mercedes (8 tahun), dan Agustin (10 tahun). Keluarga ini dikabarkan berada di New York untuk merayakan ulang tahun Mercedes yang akan datang.

    Walikota Jersey City, New Jersey, Steven Fulop, melalui unggahan di X mengungkapkan bahwa Mr. Escobar sedang berada di wilayah New York untuk urusan bisnis dan keluarganya datang untuk menemuinya selama beberapa hari.

    Merce Camprubi Montal sendiri bekerja untuk Siemens Energy, divisi terpisah dari Siemens. Kakeknya diketahui pernah menjabat sebagai presiden klub sepak bola Barcelona FC.

    Sekolah Jesuit Sant Ignasi di Barcelona, tempat anak-anak korban bersekolah, mengeluarkan pernyataan di Instagram yang mengungkapkan kesedihan mendalam dari staf dan siswa atas kehilangan tragis keluarga tersebut. Pihak sekolah berjanji akan mengumumkan acara untuk mengenang dan menghormati keluarga Escobar-Camprubi Montal dalam waktu dekat.

    Penyelidikan mendalam terus berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini, dengan fokus pada laporan saksi mata mengenai keberadaan kawanan burung sesaat sebelum tragedi terjadi. Apakah tabrakan dengan burung menjadi faktor penyebab hilangnya nyawa enam orang ini? Jawabannya masih menjadi misteri yang terus diurai oleh para ahli.

  • Parahnya Israel, Mencuri Nuklir dari Amerika dan Didiamkan

    Parahnya Israel, Mencuri Nuklir dari Amerika dan Didiamkan

    Jakarta

    Israel bertekad mendapatkan bom apa pun yang diperlukan, termasuk mencuri bahan peledak nuklir dan komponen bom dari Amerika Serikat (AS) dan melanggar perjanjian pengendalian senjata nuklir utama yang melibatkan Israel, bahkan berbohong tentang hal itu. Hal ini menjadi kecaman para ilmuwan.

    Kelakuan parah Israel ini dibeberkan secara terang-terangan dalam serial TV Israel berjudul ‘The Atom and Me’. Tayangan ini memaparkan bagaimana negara itu mendapatkan senjata nuklirnya.

    “Serial ini menganggap remeh apa yang telah diketahui oleh siapa pun yang mengawasi selama bertahun-tahun. Namun, serial ini jauh melampaui diskusi umum tentang senjata nuklir Israel,” tulis Victor Gilinsky dan Leonard Weiss yang tergabung dalam Bulletin of the Atomic Scientists (BAS), dikutip dari laman resmi BAS.

    Benang merah yang terjalin pada setiap episode serial tersebut adalah percakapan berkelanjutan dengan Benjamin Blumberg sebelum ia meninggal pada 2018. Benjamin Blumberg adalah kepala Lakam, badan intelijen ilmiah Israel yang bertanggung jawab atas misi nuklir yang menghasilkan bom Israel.

    Beberapa misi nuklir bahkan sangat rahasia sehingga tidak diketahui Mossad, badan Israel yang menangani pengumpulan intelijen asing dan tindakan rahasia.

    Wawancara dengan Blumberg dilakukan saat ia dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia setuju untuk berbicara asalkan wawancara tersebut baru ditayangkan setelah ia meninggal.

    Beberapa peristiwa yang dibahas dalam serial TV tersebut berhubungan langsung dengan AS, antara lain pencurian sejumlah bom uranium 235 dari fasilitas NUMEC di Pennsylvania, AS pada 1960-an, tempat para pemimpin tim Israel yang menyelundupkan Eichmann keluar dari Argentina muncul secara misterius pada 1968 dengan identitas palsu, pembelian gelap ratusan sakelar kecepatan tinggi (krytron) untuk memicu senjata nuklir, dan menyelundupkannya keluar dari negara tersebut pada 1980-an oleh mata-mata dan pedagang senjata Israel, dan oleh produser Hollywood saat itu, Arnon Milchan.

    Yang paling signifikan pada titik ini, uji coba nuklir Israel pada 1979 di laut lepas Afrika Selatan yang tampaknya merupakan tahap fisi awal untuk senjata termonuklir. Uji coba nuklir tersebut melanggar Perjanjian Larangan Uji Coba Terbatas pada 1963 yang melibatkan Israel.

    AS Berlagak Bisu dan Tuli

    Apa yang menonjol dari serial TV tersebut adalah cengkeraman Israel terhadap kebijakan AS terkait senjata nuklir Israel.

    Sejak John F Kennedy, tidak ada Presiden AS yang mencoba mengendalikan program nuklir Israel. Penggantinya, Lyndon B Johnson, tidak menentang Israel dalam masalah nuklir, dan menutup-nutupi upaya Israel selama perang enam hari pada 1967 untuk menenggelamkan kapal mata-mata AS Liberty.

    Tidak seorang pun pernah didakwa atas hilangnya material nuklir dari NUMEC. Ketika isu keterlibatan Israel muncul lagi pada 1976, Jaksa Agung menyarankan kepada Presiden Gerald Ford kemungkinan untuk mendakwa pejabat AS, mungkin di Atomic Energy Commission (AEC), dengan tuduhan tidak melaporkan tindak pidana. Namun, sudah terlambat.

    Ford kalah dalam pemilihan umum melawan Jimmy Carter, yang membiarkan masalah itu berlalu begitu saja. Milchan tidak pernah didakwa atas pencurian krytron meskipun ia kemudian membanggakan perdagangan senjata dan kegiatan mata-matanya untuk Israel. Dan Carter, juga setiap presiden AS setelahnya, tidak mengambil tindakan penegakan hukum sebagai tanggapan atas uji coba nuklir ilegal pada 1979.

    “Keterikatan AS terhadap senjata nuklir Israel tidak luput dari perhatian internasional, dan kemunafikan yang nyata telah merusak kebijakan nonproliferasi AS,” kata Victor Gilinsky yang saat kejadian tersebut menjabat sebagai komisaris di AEC.

    “Posisi publik pemerintah AS tetap bahwa mereka tidak tahu apa pun tentang senjata nuklir Israel, dan ini tampaknya akan terus berlanjut hingga Israel mengungkap bungkam AS. Kebijakan ini diduga ditegakkan oleh buletin rahasia federal yang mengancam tindakan disipliner bagi setiap pejabat AS yang secara terbuka mengakui senjata nuklir Israel,” jelasnya.

    Israel Pamer Senjata

    Sementara itu, Israel membanggakan senjata nuklirnya. Ironisnya, Israel merasa bebas untuk menyinggung senjata nuklir mereka kapan pun mereka merasa itu berguna. Contoh paling mewakili adalah pidato Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di 2016 saat menerima Rahav, kapal selam terbaru yang dipasok oleh Jerman.

    The Times of Israel, menggunakan standar ‘menurut laporan asing’, menggambarkan kapal selam itu sebagai kendaraan yang mampu mengirimkan muatan nuklir.

    “Di atas segalanya, armada kapal selam kami bertindak sebagai pencegah bagi musuh-musuh kami. Mereka perlu tahu bahwa Israel dapat menyerang, dengan kekuatan besar, siapa pun yang mencoba menyakitinya,” kata Netanyahu dalam pidatonya.

    Dalam episode terakhir serial ‘The Atom and Me’ tersebut, jurnalis Meir Doron, yang telah menulis tentang rahasia keamanan Israel, mengatakan: “Setelah uji coba nuklir, untuk pertama kalinya, para pimpinan program nuklir Israel, Blumberg, Shimon Peres, dan semua orang dari reaktor, dapat tidur nyenyak di malam hari. Mereka tahu bahwa apa yang mereka bangun berhasil.”

    Berbagai Pelanggaran Israel

    Sementara Israel tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) 1970, negara itu menandatangani dan meratifikasi Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Terbatas 1963, yang mewajibkan para pihak untuk tidak meledakkan perangkat nuklir di atmosfer atau lautan.

    Uji coba semacam itu juga memicu ketentuan nonproliferasi hukum AS, Amandemen Glenn 1977 (Bagian 102 (B) dari Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata), yang mengenakan sanksi berat pada negara mana pun (selain lima negara yang disetujui dalam NPT) yang meledakkan perangkat nuklir setelah 1977. Setelah mengetahui ledakan seperti itu, presiden seharusnya mengenakan sanksi yang luas dengan ‘segera’. Namun tentu saja, sanksi itu tidak terjadi.

    Sinyal dua pucuk khas ledakan nuklir itu terdeteksi oleh satelit AS pada 22 September 1979, dan badan intelijen AS yakin Israel adalah biang keladinya. Presiden Carter tidak ingin mempertaruhkan upaya kebijakan Timur Tengahnya yang sedang berlangsung dengan menyalahkan Israel.

    Gedung Putih bertanya kepada sekelompok ilmuwan apakah kilatan cahaya yang terdeteksi itu entah bagaimana bisa jadi tidak berhubungan dengan ledakan nuklir. Para ilmuwan itu mengemukakan beberapa gagasan yang memberi presiden kesempatan untuk berbicara di depan publik.

    Pada saat yang sama, Gedung Putih merahasiakan laporan Angkatan Laut tentang gelombang suara laut dari ledakan yang mendukung data satelit itu. Dan Carter menulis dalam buku hariannya: “Kami memiliki keyakinan yang berkembang di antara para ilmuwan kami bahwa Israel memang melakukan uji coba ledakan nuklir di lautan dekat ujung selatan Afrika.” Semua ini pada dasarnya adalah upaya menutup-nutupi.

    “Amandemen Glenn memungkinkan presiden untuk menunda sanksi atas dasar keamanan nasional atau mencabutnya sepenuhnya dengan bantuan tindakan kongres. Undang-undang tersebut tidak mengizinkan presiden untuk mengabaikannya. Namun, itulah yang telah dilakukan oleh mereka semua,” kata Leonard Weiss yang pernah menjadi ajudan Senator Glenn.

    Kebungkaman pemerintah AS atas senjata nuklir Israel telah menyebabkan kebungkaman tentang senjata tersebut dalam diskusi tentang program nuklir Iran. Debat publik merupakan bagian penting dari pengembangan kebijakan AS dan, dalam kasus Iran, terhambat oleh ketidakmampuan untuk menilai secara jujur sifat dan tujuan senjata nuklir Israel.

    Keberadaan senjata-senjata ini mungkin saja dimulai sebagai tindakan pencegahan terhadap Holocaust lain tetapi kini telah berubah menjadi instrumen Israel yang agresif dan ekspansionis.

    Keheningan pemerintah AS juga membentuk pers untuk menghindari isu tersebut. Terakhir kali seorang koresponden Gedung Putih bertanya tentang senjata nuklir Israel, meskipun secara tidak langsung, adalah ketika Helen Thomas bertanya kepada Presiden Obama pada 2009 apakah ia mengetahui adanya senjata nuklir di Timur Tengah. Ia mendapat jawaban dingin, Obama mengatakan ia tidak akan berspekulasi.

    Pengecualian dari kurangnya minat pers secara umum terhadap isu ini adalah laporan New Yorker tahun 2018 oleh Adam Entous , yang mengungkap bagaimana Presiden AS telah menandatangani surat rahasia kepada Israel dengan janji tidak akan melakukan apa pun untuk mengganggu senjata nuklir Israel atau mengakui keberadaan mereka.

    Keteguhan pendirian Israel, bahwa apa yang mereka anggap terbaik bagi Israel mengalahkan semua pertimbangan lain, terlihat di akhir episode serial ‘The Atom and Me’.

    Percakapan dengan Benjamin Blumberg beralih ke hubungan Israel yang lebih dari sekadar bersahabat dengan Afrika Selatan pada era apartheid, tempat Israel memperoleh uranium untuk bahan bakar reaktor Dimona dan kemudian izin untuk melakukan uji coba nuklir pada 1979, dan tempat Israel menyediakan tritium untuk meningkatkan senjata nuklir Afrika Selatan.

    Dia ditanya, bukankah Afrika Selatan merupakan rezim rasis yang menindas? “Semua benar. Tetapi saya tidak peduli. Saya menginginkan yang terbaik bagi Israel,” ujarnya.

    (rns/fay)

  • Wakil Trump Rayu Rakyat Greenland, Iming-imingi Lebih Baik Gabung AS daripada Denmark – Halaman all

    Wakil Trump Rayu Rakyat Greenland, Iming-imingi Lebih Baik Gabung AS daripada Denmark – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, merayu rakyat Greenland dengan mengatakan lebih baik bergabung dengan AS daripada Denmark.

    JD Vance menyampaikan pesan Presiden AS Donald Trump kepada rakyat Greenland ketika ia mengunnjungi para prajurit AS di Pangkalan Luar Angkasa Pituffik di Greenland barat laut pada hari Jumat (28/3/2025).

    Ia menekankan tekad pemerintahan Donald Trump untuk memperluas kehadiran permanennya di pulau Arktik tersebut.

    “Saya ingin menyampaikan pesan dari Presiden Trump,” kata Vance kepada para penerbang dan pengawal yang berkumpul.

    “Dia berterima kasih atas pengabdian Anda, berterima kasih atas apa yang Anda lakukan di sini… karena misi yang Anda lakukan sangat penting bagi Amerika Serikat,” lanjutnya.

    Ia juga menegaskan bahwa tidak ada “rencana segera” untuk memperluas kehadiran militer AS dengan pangkalan-pangkalan baru.

    “Washington akan meningkatkan investasi, termasuk berinvestasi pada kapal pemecah es militer tambahan, berinvestasi pada kapal angkatan laut tambahan yang akan memiliki kehadiran lebih besar di Greenland,” ujarnya.

    Selain itu, ia menekankan AS mendukung penentuan nasib sendiri Greenland, tetapi menjelaskan AS membayangkan masa depan di mana pulau tersebut pada akhirnya berpihak pada AS.

    “Saya pikir akan jauh lebih baik jika Anda berada di bawah payung keamanan Amerika Serikat daripada berada di bawah payung keamanan Denmark,” katanya.

    JD Vance menuduh pemerintah Denmark telah mengecewakan rakyat Greenland dan mengklaim pulau itu sangat rentan saat ini.

    “Anda (pemerintah Denmark) kurang berinvestasi pada masyarakat Greenland, dan Anda kurang berinvestasi pada arsitektur keamanan daratan yang luar biasa dan indah ini yang dipenuhi dengan masyarakat yang luar biasa. Itu harus diubah, dan karena itu belum berubah, inilah mengapa kebijakan Presiden Trump di Greenland seperti sekarang,” kata Vance, dikutip dari NPR.

    Namun, ia meyakinkan rakyat Greenland bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mewujudkan ambisi Trump.

    “Kami tidak yakin bahwa kekuatan militer akan diperlukan… Karena kami yakin bahwa penduduk Greenland adalah orang-orang yang rasional dan baik, kami yakin kami akan mampu membuat kesepakatan, seperti Donald Trump, untuk menjamin keamanan wilayah ini,” kata JD Vance.

    Wakil presiden tersebut membenarkan pendekatan pemerintah AS yang semakin tegas dengan menunjuk pada meningkatnya aktivitas China dan Rusia di kawasan tersebut.

    Ia menggambarkan Greenland sebagai titik api geopolitik di era baru persaingan strategis.

    “Kita tahu bahwa Rusia, Tiongkok, dan negara-negara lain sangat tertarik pada jalur-jalur Arktik, rute-rute angkatan laut Arktik, dan juga mineral-mineral di wilayah Arktik,” katanya.

    “Kita perlu memastikan bahwa Amerika memimpin di Arktik – karena kita tahu bahwa jika Amerika tidak melakukannya, negara-negara lain akan mengisi kekosongan yang kita tinggalkan,” tambahnya.

    Ia juga menyoroti peran penting Greenland dalam sistem peringatan dini rudal AS, dengan menggambarkan fungsi pangkalan tersebut sebagai perisai penting jika rudal ditembakkan dari negara musuh.

    Putin: AS Ingin Aneksasi Greenland Sejak 1860-an

    Kunjungan wakil presiden dilakukan sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menguraikan kebijakan Arktik Moskow.

    Putin juga memperingatkan bahwa rencana aneksasi AS terhadap Greenland telah dimulai sejak tahun 1860-an.

    Putin menegaskan pernyataan Donald Trump untuk menganeksasi Greenland harus ditanggapi dengan serius dan tidak dianggap sebagai omong kosong belaka.

    Rencana Amerika untuk merebut Greenland dimulai sejak tahun 1860, tetapi pada saat itu mereka tidak mendapat dukungan Kongres, kata presiden Rusia.

    “Perlu saya ingatkan bahwa pada tahun 1868, pembelian Alaska diejek di surat kabar Amerika. Pembelian itu disebut kegilaan, ‘kotak es’, dan ‘taman beruang kutub’ milik Andrew Johnson, presiden AS saat itu. Dan usulannya tentang Greenland gagal,” kata Putin pada hari Kamis (27/3/2025) seperti diberitakan Russia Today.

    Putin mencatat bahwa AS, Jerman, dan Denmark juga hampir menandatangani kesepakatan tukar-menukar tanah pada tahun 1910.

    Kesepakatan tersebut hampir membuat Denmark menyerahkan Greenland kepada Amerika namun, kesepakatan itu akhirnya gagal.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

  • Kini Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air

    Kini Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air


    PIKIRAN RAKYAT
    – Bencana kekeringan bagaikan teman setia yang tak diharapkan bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tahun 2023, sebanyak 8 kabupaten didera kekeringan, sementara 14 wilayah lainnya siaga kekeringan. Tahun lalu, 225 dari 309 wilayah kecamatan di NTT ditetapkan siaga kekeringan. Alhasil tak sedikit warga di NTT terpaksa menempuh jarak 6 hingga 10 kilometer untuk membeli air bersih, yang dibanderol Rp2.500 per 20 liter.

    Salah satu wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau adalah Desa Tanaduen, Kangae, Kabupaten Sikka, NTT.

    Paulus Johnson Aritos, Kepala Desa Tanaduen mengatakan, pada saat musim kemarau akses air bersih menjadi sebuah permasalahan yang kerap dihadapi.

    “Kendala untuk mengakses air bersih di desa kami sering terjadi. Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan berbagai cara karena akses air bersih menjadi salah satu isu penting. Sejalan dengan pentingnya air untuk menjaga kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar di desa”, ucapnya.

    Keresahan Paulus Johnson Aritos dan masyarakat Desa Tanaduen mendapatkan jalan keluar di akhir 2024, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah dan PT Pertamina (Persero) untuk pembangunan sarana infrastruktur air bersih yang meliputi pengeboran sumur, ⁠instalasi pompa, tempat penyimpanan air bersih berkapasitas 4.600 liter, ⁠filterisasi dan kelistrikan, serta sistem distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.

    Sarana air bersih yang telah dibangun ini diserahkan langsung kepada Kepala Desa Tanaduen sebagai hak milik desa, yang dapat dikelola pemanfaatannya untuk seluruh masyarakat desa. Sarana air bersih ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dengan mengurangi biaya pengadaan air. Serta, meningkatkan efisiensi waktu masyarakat untuk kegiatan produktif.

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan komitmen Pertamina dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan sebagaimana yang tertuang dalam poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    Pada tahun 2024, Pertamina Group telah membangun 131 titik sanitasi air bersih yang tersebar di sekitar wilayah operasi, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat Daya.

    “Pertamina tidak hanya melayani energi nasional, tetapi juga peduli dan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan dan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pendidikan. Salah satunya melalui program Sanitasi Air Bersih yang kami harapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan fasilitas dan sanitasi layak yang diperlukan sehari-hari,” tutup Fadjar.

    Sejalan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 23 Maret 2025, Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan Indonesia melalui program sanitasi air bersih.

    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. ***

     

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • 131 Warga di Daerah Ini Dapat Bantuan Sarana Infrastruktur Air Bersih, Tak Lagi Cemas Saat Musim Kemarau Tiba – Page 3

    131 Warga di Daerah Ini Dapat Bantuan Sarana Infrastruktur Air Bersih, Tak Lagi Cemas Saat Musim Kemarau Tiba – Page 3

    Apa yang menjadi keresahan Paulus Johnson Aritos dan masyarakat Desa Tanaduen akhirnya mendapatkan jalan keluar di akhir 2024. Berkat dukungan dari Pemerintah Daerah dan PT Pertamina (Persero), mereka mendapatkan dukungan pembangunan sarana infrastruktur air bersih. Hal ini meliputi pengeboran sumur, instalasi pompa, tempat penyimpanan air bersih berkapasitas 4.600 liter, filterisasi dan kelistrikan, serta sistem distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.

    Adapun sarana air bersih yang sudah dibangun tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Desa Tanaduen sebagai hak milik desa. Pemanfaatannya sendiri bisa dikelola untuk seluruh masyarakat desa. Sarana air bersih ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dengan mengurangi biaya pengadaan air. Serta, meningkatkan efisiensi waktu masyarakat untuk kegiatan produktif.

    Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan komitmen Pertamina dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan sebagaimana yang tertuang dalam poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    Tercatat Pertamina Group sudah membangun 131 titik sanitasi air bersih pada tahun 2024. Lokasinya sendiri tersebar di sekitar wilayah operasi, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat Daya.

    “Pertamina tidak hanya melayani energi nasional, tetapi juga peduli dan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan dan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pendidikan. Salah satunya melalui program Sanitasi Air Bersih yang kami harapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan fasilitas dan sanitasi layak yang diperlukan sehari-hari,” tutup Fadjar.

    Sejalan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 23 Maret 2025, Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan Indonesia melalui program sanitasi air bersih.

    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

  • Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        29 Maret 2025

    Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air Nasional 29 Maret 2025

    Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air
    Penulis
    KOMPAS.com
    — Bencana
    kekeringan
    bagaikan teman setia yang tak diharapkan warga Nusa Tenggara Timur (
    NTT
    ).
    Pada 2023, sebanyak 8 kabupaten didera kekeringan, sedangkan 14 wilayah lainnya siaga kekeringan.
    Tahun berikutnya, 225 dari 309 wilayah kecamatan di NTT ditetapkan siaga kekeringan. Alhasil, tak sedikit warga di NTT terpaksa menempuh jarak 6 hingga 10 kilometer untuk membeli
    air bersih
    , yang dibanderol Rp 2.500 per 20 liter.
    Salah satu wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau adalah Desa Tanaduen, Kangae, Kabupaten Sikka, NTT.
    Kepala Desa Tanaduen Paulus Johnson Aritos mengatakan, akses air bersih menjadi sebuah permasalahan yang kerap dihadapi wilayahnya saat musim kemarau.
    “Kendala untuk mengakses air bersih di desa kami sering terjadi. Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan berbagai cara karena akses air bersih menjadi salah satu isu penting. Sejalan dengan pentingnya air untuk menjaga kesehatan,
    sanitasi
    , dan kebutuhan dasar di desa,” ucapnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/3/2025).
    Keresahan Paulus dan masyarakat Desa Tanaduen mendapatkan jalan keluar pada akhir 2024. Pemerintah daerah dan PT
    Pertamina
    (Persero) membangun sarana infrastruktur air bersih yang meliputi pengeboran sumur, ?instalasi pompa, tempat penyimpanan air bersih berkapasitas 4.600 liter, ?filterisasi dan kelistrikan, serta sistem distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.
    Sarana air bersih tersebut pun diserahkan langsung kepada Kepala Desa Tanaduen sebagai hak milik desa, yang dapat dikelola pemanfaatannya untuk seluruh masyarakat desa.
    Harapannya, sarana itu mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dengan mengurangi biaya pengadaan air sekaligus meningkatkan efisiensi waktu masyarakat untuk kegiatan produktif.
    Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan komitmen perseroan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
    Hal itu diwujudkan dengan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
    Pada 2024, Pertamina Group telah membangun 131 titik sanitasi air bersih yang tersebar di sekitar wilayah operasi, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat Daya.
    “Pertamina tidak hanya melayani energi nasional, tetapi juga peduli dan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan dan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pendidikan. Salah satunya, melalui program
    Sanitasi

    Air Bersih
    yang kami harapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan fasilitas dan sanitasi layak yang diperlukan sehari-hari,” tutur Fadjar.
    Sejalan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 23 Maret 2025, Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan Indonesia melalui program sanitasi air bersih.
    Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian SDGs.
    Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
    Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan
    Berkelanjutan.

    Selengkapnya

    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Selain Campak, Anak di Amerika Serikat Kini Alami Keracunan Vitamin A

    Selain Campak, Anak di Amerika Serikat Kini Alami Keracunan Vitamin A

    JAKARTA – Amerika Serikat mengalami masalah kesehatan lainnya di tengah tingginya kasus campak yang terjadi. Masalah kesehatan lainnya tersebut adalah keracunan vitamin A, yang ditemukan oleh dokter yang merawat pasien campak di Texas dan New Mexico.

    Di RS Anak Covenant di Lubbock, wilayah dekat pusat wabah campak, beberapa pasien anak ditemukan mengalami fungsi hati tidak normal. Hal ini diketahui setelah dilakukan tes urine di laboratorium terhadap para pasien.

    “Kemungkinan merupakan tanda bahwa mereka telah mengonsumsi terlalu banyak vitamin tersebut (vitamin A),” kata Dr. Lara Johnson, dokter spesialis anak dan kepala staf medis untuk Covenant Health-Lubbock Service Area, dikutip dari The New York Times, pada Jumat, 28 Maret 2025.

    Penggunaan vitamin A berawal dari instruksi Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Robert F. Kennedy dalam menghadapi campak. Pada beberapa wawancaranya, ia menyebut vitamin A berfungsi sebagai profilaksis, dan bukan menyarankan vaksinasi untuk menghadapi campak.

    Padahal penggunaan vitamin A berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Terlebih belum adanya bukti vitamin A bisa mencegah campak secara efektif.

    Dalam dosis tertentu di bawah pengawasan dokter, vitamin A dapat berperan dalam pengobatan campak. Namun, pasien yang dilaporkan mengalami keracunan kemungkinan besar tidak mengonsumsi vitamin tersebut di bawah pengawasan dan anjuran dokter.

    Vitamin A bermanfaat untuk mendukung pengobatan campak khususnya hanya pada orang yang mengalami defisiensi tertentu. Penggunaan vitamin ini terutama mengacu pada negara-negara berpenghasilan rendah, tempat defisiensi tersebut umumnya terjadi, berbeda dengan kondisi pasien campak di Texas.

    “Pasien di Texas Barat umumnya memiliki gizi yang baik,” tambahnya.

    Sementara itu, vitamin A memiliki peran penting untuk kekebalan tubuh dan penglihatan. Vitamin ini larut dalam lemak, sehingga jika seseorang mengonsumsinya terlalu banyak, vitamin terebut bisa terakumulasi di organ seperti hati.

    Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan kulit dan mata kering, penglihatan kabur, penipisan tulang, iritasi kulit, kerusakan hati, dan masalah kesehatan serius lainnya. Pasien yang mengalami keracunan vitamin ini harus segera mendapat penanganan medis dan menghentikan konsumsinya, agar tidak terjadi keracunan kronis yang membuat penyembuhannya semakin sulit.

  • Anak yang Kena Campak di AS Hadapi Masalah Baru, Keracunan Vitamin A

    Anak yang Kena Campak di AS Hadapi Masalah Baru, Keracunan Vitamin A

    Jakarta

    Dokter yang merawat pasien campak di Texas dan New Mexico menemukan masalah lain yakni keracunan vitamin A. Pada RS Anak Covenant di Lubbock, wilayah dekat episentrum atau pusat wabah campak, beberapa pasien ditemukan mengalami fungsi hati tidak normal berdasarkan hasil tes urine di laboratorium.

    “Kemungkinan merupakan tanda bahwa mereka telah mengonsumsi terlalu banyak vitamin tersebut,” beber Dr. Lara Johnson, dokter spesialis anak dan kepala staf medis untuk Covenant Health-Lubbock Service Area, dikutip dari CNN, Kamis (27/3/2025).

    Penggunaan vitamin A berawal dari instruksi Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy dalam menghadapi wabah campak. Dalam beberapa kali wawancaranya, vitamin A bahkan disebut berfungsi sebagai profilaksis, alih-alih menyarankan vaksinasi.

    Pasalnya, penggunaan vitamin A secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius, dan tidak ada bukti vitamin A bisa mencegah campak.

    Satu-satunya cara untuk mencegah infeksi virus campak adalah melalui vaksin campak-gondongan-rubella (MMR), yang 97 persen efektif melawan campak setelah diberikan dua dosis.

    Kennedy mengatakan bahwa ia juga mendorong vaksinasi tetapi itu adalah pilihan pribadi.

    “Jika orang memiliki kesan yang salah bahwa memiliki pilihan antara vaksin MMR atau vitamin A, Anda akan membuat banyak anak terinfeksi campak yang tidak perlu. Itu masalah, terutama selama epidemi,” kata Dr. Peter Hotez, salah satu Direktur Pusat Pengembangan Vaksin Rumah Sakit Anak Texas dan dekan Sekolah Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine.

    “Dan kedua, Anda memiliki obat yang tidak diatur dalam hal dosis yang diberikan dan potensi toksisitas.”

    Dalam dosis tertentu yang diambil di bawah pengawasan dokter, vitamin A dapat berperan dalam pengobatan campak. Itulah sebabnya Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merekomendasikannya dalam kasus-kasus serius. Namun, pasien yang dilaporkan mengalami keracunan kemungkinan besar tidak mengonsumsi vitamin tersebut di bawah pengawasan dokter, kata Johnson.

    Vitamin A paling bermanfaat untuk mendukung pengobatan campak pada orang yang mengalami defisiensi tertentu, dan penelitian yang menunjukkan penggunaannya terutama mengacu pada bukti dari negara-negara berpenghasilan rendah tempat defisiensi tersebut umum terjadi.

    “Pasien di Texas Barat umumnya memiliki gizi yang baik,” kata Dr. Lesley Motheral, seorang dokter anak di Lubbock.

    Para ahli mengatakan tidak jelas seberapa bermanfaat vitamin tersebut dalam situasi ini.

    Vitamin A memiliki peran penting dalam kekebalan dan penglihatan. Vitamin ini larut dalam lemak, jadi jika seseorang mengonsumsinya terlalu banyak, vitamin tersebut dapat terakumulasi di organ seperti hati. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan kulit dan mata kering, penglihatan kabur, penipisan tulang, iritasi kulit, kerusakan hati, dan masalah serius lainnya. Pada wanita hamil, kelebihan vitamin A dapat menyebabkan cacat lahir.

    Pasien dengan keracunan dapat menerima perawatan suportif seperti cairan untuk tekanan darah rendah atau pelembap untuk kulit dan mata kering. Namun, kerusakan yang lebih serius perlu dievaluasi dan diberikan penanganan lebih lanjut.

    “Pemulihan bagi pasien dengan keracunan akut dapat berlangsung cepat jika vitamin dihentikan,” kata Motheral. “Keracunan kronis dapat memengaruhi tulang, otak, dan tentu saja hati. Sayangnya, beberapa masalah yang lebih serius akibat keracunan vitamin A tidak selalu dapat disembuhkan.”

    (naf/kna)

  • Astronot NASA Pulang usai Terdampar 9 Bulan di Luar Angkasa, Gimana Kondisinya?

    Astronot NASA Pulang usai Terdampar 9 Bulan di Luar Angkasa, Gimana Kondisinya?

    Jakarta

    Astronot NASA Suni Williams dan Butch Wilmore akhirnya mengakhiri masa tinggal tak terduga mereka selama sembilan bulan di luar angkasa. Tetapi perjalanan kesehatan mereka di Bumi baru saja dimulai.

    Mereka mungkin menghadapi berbagai masalah kesehatan – mulai dari tulang dan otot yang lebih lemah hingga masalah penglihatan dan “kaki bayi” saat tubuh mereka menyesuaikan diri kembali dengan gravitasi planet ini.

    Mereka menghabiskan 286 hari di luar angkasa – salah satu periode waktu terlama di International Space Station (ISS).

    Ketika kapsul mereka akhirnya dibuka, para astronot dibawa keluar dari wahana antariksa dan dinaikkan ke atas tandu.

    Para astronot tidak sakit atau cedera; alasan prosedur ini tidak ada hubungannya dengan misi khusus Williams dan Wilmore di International Space Station (ISS), tetapi hanya masalah protokol yang harus dipatuhi semua astronot.

    Ketika astronot kembali ke Bumi dari luar angkasa, mereka tidak dapat langsung berjalan setelah mendarat. Hal ini disebabkan oleh perubahan sementara pada tubuh yang terjadi di luar angkasa, fakta yang ditangani NASA dengan prosedur keselamatan yang ketat.

    “Banyak dari mereka tidak ingin dibawa keluar dengan tandu, tetapi mereka diberitahu bahwa mereka harus dibawa keluar,” kata John DeWitt, direktur ilmu olahraga terapan di Rice University di Texas dan mantan ilmuwan senior di Johnson Space Center NASA, tempat ia mengembangkan metode untuk meningkatkan kesehatan astronot selama penerbangan antariksa, kepada Live Science dikutip Kamis (20/3/2025).

    Sama seperti seseorang yang mungkin mengalami mabuk perjalanan di roller coaster atau saat menaiki perahu di perairan berombak, astronot dapat mengalami pusing dan mual saat kembali ke Bumi. Terutama karena alasan ini, astronot biasanya dibawa keluar dengan tandu setelah mendarat sebagai tindakan pencegahan.

    Satu perubahan signifikan terjadi pada sistem vestibular sensorik di dalam telinga bagian dalam yang penting untuk menjaga keseimbangan. Di luar angkasa, sistem ini menjadi terbiasa mengabaikan masukan sensorik tertentu saat otak menyesuaikan diri dengan keadaan tanpa bobot.

    “Jadi, saat astronot kembali ke Bumi dan gravitasi diperkenalkan kembali, mereka mulai menyesuaikan diri sekali lagi, yang untuk sementara dapat menyebabkan mabuk perjalanan di luar angkasa,” kata DeWitt.

    Perubahan lain yang dialami astronot, terutama mereka yang menghabiskan waktu lama di luar angkasa, adalah penyusutan otot dan tulang secara bertahap. Berjalan di Bumi biasanya cukup untuk menjaga otot tetap kuat karena gravitasi, tetapi astronot di luar angkasa tidak perlu terlalu banyak menggunakan otot.

    Kurangnya aktivitas ini menyebabkan otot melemah dan menyusut seiring waktu, yang menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai atrofi otot.

    Untuk menangkal efek ini dan efek terkait penerbangan antariksa lainnya, astronot yang menghabiskan waktu lama di luar angkasa – termasuk Williams Wilmore – mengikuti program latihan harian menyeluruh menggunakan serangkaian peralatan di stasiun.

    “Telah berolahraga selama sembilan bulan terakhir,” kata Williams kepada Live Science melalui email kepada DeWitt. “Kami merasa kuat dan siap menghadapi gravitasi Bumi.”

    (kna/kna)