Tag: Jerome Powell

  • IHSG Dibuka Menguat, Tapi Bisa Anjlok Lagi Gara-Gara Donald Trump?

    IHSG Dibuka Menguat, Tapi Bisa Anjlok Lagi Gara-Gara Donald Trump?

    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Selasa, 22 April 2025, dibuka menguat tipis. 
     
    Melansir Antara, Selasa, 22 April 2025, IHSG naik 9,11 poin atau 0,14 persen ke level 6.455,08. Meski dibuka di zona hijau, tren ini belum tentu bertahan sepanjang hari.
     
    Sementara itu, indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan justru terkoreksi tipis 0,17 poin atau 0,02 persen ke posisi 721,62.
     

    Trump vs The Fed
    Kenaikan IHSG pagi ini bisa jadi cuma awal dari pergerakan yang fluktuatif. Pasalnya, pelaku pasar global sedang waspada terhadap manuver politik di Amerika Serikat.

    Presiden AS Donald Trump kembali menyerang The Fed, menyebut Gubernur Jerome Powell sebagai “Mr. Too Late” dan mendesak agar suku bunga segera dipotong. 
     
    Bahkan, Trump memberi sinyal kemungkinan memecat Powell, yang dinilai bisa mengganggu independensi bank sentral AS.
     
    Ketegangan ini memicu kekhawatiran investor, mendorong pelemahan dolar AS ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Di sisi lain, harga emas justru melonjak tajam hingga menembus rekor baru di atas USD3.400 per ons karena investor mencari perlindungan di aset safe haven.

    Proyeksi IHSG hari ini
    Menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, IHSG berpotensi mengalami koreksi hari ini. 
     
    Ia menyebutkan tekanan dari ketidakpastian global dapat membuat indeks mendekati level support 6.400.
     
    “IHSG hari ini tendensi koreksi mendekati support 6400, seiring dengan Presiden Trump yang terus desak The Fed cut suku bunga dan ini dapat mengacaukan independency the Fed,” ujar Fanny.
     
    Artinya, meski IHSG sempat menguat di awal perdagangan, pelaku pasar tetap harus waspada. Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan bursa, dan investor disarankan untuk mencermati perkembangan terbaru dari sisi kebijakan moneter AS serta tensi politik global.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Harga Emas Dunia Hari Ini Kembali Cetak Rekor Termahal di USD 3.450 – Page 3

    Harga Emas Dunia Hari Ini Kembali Cetak Rekor Termahal di USD 3.450 – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia memulai pekan ini dengan lonjakan tajam pada perdagangan hari Senin 21 April 2024 dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 3.430 per troy ons sebelum terkoreksi ke kisaran USD 3.419. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar, menyusul komentar kontroversial dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyerang The Fed.

    Seprti diketahui, pada akhir pekan lalu Presiden Trump menyerang independensi Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dengan menyebut Ketua The Fed, Jerome Powell, sebagai pecundang besar karena lambat dalam menurunkan suku bunga. Pernyataan trump ini menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

    Pada perdagangan hari ini, Selasa (22/4/2025), harga emas sempat kembali menguat dan menyentuh level tertinggi baru di USD 3.450, mencerminkan respons pasar terhadap tekanan politik yang terus memanas di AS.

    Permintaan bullion meningkat tajam seiring meningkatnya ketidakpercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed, yang dinilai terlalu berhati-hati dalam merespons tantangan ekonomi saat ini.

    Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha menjelaskan, kombinasi candlestick yang terbentuk serta posisi indikator Moving Average menunjukkan tren bullish yang semakin solid pada harga emas dunia.

    “Tekanan beli yang kuat masih mendominasi pasar. Jika tren ini berlanjut, maka proyeksi harga emas berpeluang menyentuh target psikologis berikutnya di level $3.500,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Selasa (22/4/2025).

    Namun demikian, Andy juga mengingatkan adanya potensi koreksi teknikal jika harga gagal mempertahankan momentum bullish.

    “Jika terjadi reversal, maka penurunan wajar berpotensi mengarah ke area support terdekat di USD 3.374,” tambahnya.

     

  • Harga Emas Dunia Melejit Tembus US$ 3.400

    Harga Emas Dunia Melejit Tembus US$ 3.400

    Jakarta

    Harga emas dunia kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa, di atas US$ 3.400 per troy ons. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi imbas ketegangan perdagangan AS-China hingga jatuhnya nilai dolar.

    Melansir dari Reuters, Selasa (22/4/2025), harga emas spot tercatat naik hingga 2,7% menjadi US$ 3.417,62 per troy ons pada akhir perdagangan Senin (21/4) kemarin. Harga emas dunia ini juga sempat mencapai rekor tertinggi du US$ 3.430,18 pada awal sesi.

    Sementara harga emas berjangka AS juga ditutup naik hingga 2,9% menjadi US$ 3.425,30. Menunjukkan harga emas dunia memang sedang tinggi-tingginya.

    Direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, David Meger, mengatakan nilai tukar dolar saat ini sedang jatuh ke level terendah dalam tiga tahun terakhir karena turunnya kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.

    Menurutnya penurunan kepercayaan para investor ini dipicu oleh komentar Presiden AS Donald Trump tentang ketua Federal Reserve Jerome Powell. Padahal nilai dolar yang lemah membuat emas batangan lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Ini memicu perubahan harga emas dunia.

    Belum lagi, di luar itu China menuduh Washington telah menyalahgunakan tarif dan memperingatkan negara-negara agar tidak mencapai kesepakatan ekonomi yang lebih luas dengan AS.

    Kondisi ini tentu membuat tensi perang dagang AS-China semakin memanas, memacu permintaan untuk emas batangan yang aman. Alhasil Meger memprediksi harga emas dunia diperkirakan akan terus naik, meski dalam perjalanannya akan ada aksi jual dan ambil untuk yang dilakukan sejumlah investor

    “Karena ketegangan tarif terus meningkat, kami terus melihat harga emas bergerak naik sebagai respons safe haven,” kata Meger.

    “Akan ada sedikit penurunan dan aksi ambil untung di beberapa waktu, tetapi kami masih percaya tren kenaikan yang lebih tinggi,” paparnya lagi.

    Untuk diketahui, nilai komoditas emas yang dianggap sebagai save haven atau kebal terhadap ketidakpastian ekonomi, secara berkala terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

    Tercatat harga emas dunia sudah naik lebih dari US$ 700 sejak awal tahun 2025. Misal pada Rabu (16/4) lalu harga emas baru melampaui US$ 3.300, namun dalam kurun waktu seminggu sudah naik US$ 100 lagi.

    (igo/fdl)

  • Harga Emas Antam Tembus Rp 2 Juta, Lagi-lagi Cetak Rekor Termahal – Page 3

    Harga Emas Antam Tembus Rp 2 Juta, Lagi-lagi Cetak Rekor Termahal – Page 3

    Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan hari Senin, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) yang semakin memburuk. Selain itu, harga emas dunia juga mendapat tenaga dari pelemahan dolar AS.

    Dikutip dari CNBC, Selasa (22/4/2025), harga emas spot telah naik 1,7% menjadi USD 3.383,87 per ons pada pukul 02.46 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi USD 3.384 di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS menguat 2% menjadi USD 3.396,10.

    Indeks dolar mencapai level terendah dalam tiga tahun, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar adalah parameter yang mengukur nilai tukar dolar AS dengan sejumlah mata uang utama dunia lainnya. 

    “Secara fundamental, pasar memperkirakan risiko geopolitik yang meningkat, didorong oleh ketegangan tarif AS dan kekhawatiran stagflasi, sementara permintaan bank sentral yang tangguh juga menawarkan dorongan tambahan untuk harga,” kata analis IG Yeap Jun Rong.

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada puluhan negara pada tanggal 2 April dan sementara pemerintahannya telah menghentikan pungutan untuk beberapa negara. Selain itu, ia terus meningkatkan tarif impor dengan China dan juga terus dibalas oleh China.

    China pada hari Senin memperingatkan negara-negara agar tidak mencapai kesepakatan ekonomi yang lebih luas dengan AS dengan mengorbankannya, sebuah langkah yang dilaporkan Trump cari dari negara-negara yang mencari pengurangan tarif atau pengecualian.

    Sementara itu, Trump meluncurkan serangkaian serangan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis, dengan timnya mengevaluasi apakah mereka dapat memecat Powell.

  • Sempat Menghijau, Pagi Ini IHSG Melemah 0,19%

    Sempat Menghijau, Pagi Ini IHSG Melemah 0,19%

    Jakarta

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini. Setelah nilainya sempat menghijau, IHSG turun ke posisi 6.433,89.

    Dikutip dari data RTI, Selasa (22/4/2025) IHSG dibuka pada posisi 6.455,07. Lalu nilainya sempat naik, sebelum akhirnya sekitar pukul 09.05 turun 12,06 poin atau 0,19% ke posisi 6.433,89.

    Pada perdagangan pagi ini, IHSG sempat mencapai level tertinggi di posisi 6.468,16. Nilainya juga sempat mencapai level terendah di posisi 6.428,10.

    Volume transaksi tercatat 1,49 miliar dengan turnover Rp 754,02 miliar. Frekuensi transaksi tercatat 90.599 kali. Ada 191 saham yang menguat dan 208 saham yang melemah, serta 186 saham stagnan.

    Dalam sepekan terakhir IHSG tercatat mengalami penguatan 1,05%, lalu dalam satu bulan terakhir pergerakannya turun 3,19%. Sedangkan tiga bulanan terakhir nilainya melemah 9,11%.

    Selanjutnya pergerakan IHSG dalam 6 bulan terakhir tercatat melemah 14,52%. Kemudian secara year-to-date (YTD) melemah 9,11%, dan dalam setahun melemah 12,73%.

    Sementara itu, Pada perdagangan kemarin, Senin (21/4/2024) IHSG ditutup naik +0,12% atau +7,69 poin ke level 6.445. Riset Financial Expert Ajaib Sekuritas memproyeksikan, IHSG hari ini akan bergerak mixed dalam range 6.340-6.520.

    “Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG rebound dalam 2 hari beruntun, namun dalam fase sideways jangka pendek. Kondisi pelaku pasar yang wait and see tercermin dari terbatasnya jumlah transaksi harian,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam keterangan tertulis.

    Sementara itu, investor asing outflow senilai Rp 686,59 miliar (21/4), jika diakumulasi sejak awal tahun (ytd) total outflow sebesar Rp 50,23 triliun. Senada dengan masifnya outflow, Rupiah JISDOR stagnan di level Rp 16.800-an per USD (21/4).

    Dari domestik, BPS melaporkan surplus neraca dagang Indonesia pada Maret 2025 sebesar US$ 4,33 miliar atau naik dari bulan sebelumnya sebesar US$ 3,10 miliar. Surplus didorong oleh komoditas non migas, seperti bijih logam, terak dan abu, nikel, besi dan baja, serta mesin dan perlengkapan elektronik. Secara keseluruhan, Indonesia tercatat surplus neraca dagang dalam 59 bulan beruntun.

    Selanjutnya dari Mancanegara, bursa Wall Street kompak melemah, indeks NASDAQ turun -2,55% dan S&P 500 -2,36% (21/4/2025). Keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga berdampak pada isu pemberhentian pimpinan The Fed tersebut sebelum masa jabatanya berakhir pada Mei 2026.

    Kemudian dari Asia, Bank Sentral China (PBoC) pada April 2025 kembali menahan suku bunga (LPR) tenor 1 tahun (jangka pendek) dan 5 tahun (jangka panjang) masing-masing sebesar 3,1% dan 3,6%. Suku bunga tersebut tetap dalam 6 bulan beruntun.

    Pemerintah dalam kondisi wait and see atas dampak perang tarif Trump sebelum memberikan stimulus lebih lanjut untuk mengatasi deflasi. Sementara, menanggapi eskalasi tarif AS, pemerintah China menghentikan pendanaan kepada Private Equity (PE) yang berlokasi di AS, seperti Blackstone (NYSE:BX), TPG Inc (NASDAQ:TPG) dan Carlyle Group Inc (NASDAQ: CG).

    (shc/acd)

  • Harga Emas Menggila, Catat Rekor Baru di Tengah Gonjang-ganjing Global

    Harga Emas Menggila, Catat Rekor Baru di Tengah Gonjang-ganjing Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Senin (21/4/2025), menembus titik tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level di atas US$ 3.400 per ons. Kenaikan spektakuler ini didorong oleh lonjakan permintaan terhadap aset aman (safe haven), di tengah melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.

    Mengutip Reuters, ketidakpastian kondisi ekonomi dunia akibat meningkatnya tensi dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok turut memperkuat laju harga emas.

    Harga emas di pasar spot naik signifikan sebesar 2,9%, mencapai US$ 3.424,6 per ons. Bahkan sempat menyentuh titik tertinggi intraday di angka US$ 3.430. Kontrak berjangka emas di AS juga ditutup naik 2,9% ke posisi US$ 3.425,3.

    Pelemahan dolar AS ke titik terendah dalam tiga tahun menjadi salah satu pemicu utama. Hal ini terjadi setelah pernyataan kontroversial dari Presiden Donald Trump yang menyudutkan Ketua The Fed, Jerome Powell. Melemahnya dolar membuat emas menjadi pilihan yang lebih menarik bagi investor global.

    Ketegangan geopolitik pun turut memanaskan suasana. Pemerintah China menuding AS melakukan manipulasi tarif dan memperingatkan negara-negara lain untuk tidak membuat kesepakatan ekonomi yang bisa merugikan Beijing. Ketidakpastian ini membuat investor semakin memburu emas sebagai perlindungan nilai.

    “Selama ketegangan dagang terus meningkat, kami memperkirakan harga emas akan tetap dalam tren naik sebagai bentuk perlindungan nilai,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger.

    Meger juga memperkirakan akan ada momen koreksi harga akibat aksi ambil untung (profit taking). Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, tren emas diprediksi tetap cenderung naik.

    Sejak awal 2025, harga emas telah meroket lebih dari US$ 700. Bahkan hanya dalam hitungan hari sejak menembus US$ 3.300, harga terus merangkak hingga ke atas US$ 3.400.

    Meski begitu, beberapa analis mulai mewaspadai potensi kejenuhan pasar.

    “Pergerakan yang semakin agresif hari ini bisa menjadi indikasi bahwa fase bullish yang sudah berjalan lama ini mendekati akhir dari siklus waktunya, bukan akhir dari potensi kenaikan harga,” ujar Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals.

    Di sisi lain, saat harga emas naik, logam mulia lain menunjukkan performa bervariasi. Harga perak spot stagnan di kisaran US$ 32,6 per ons. Sementara platinum turun tipis 0,6% menjadi US$ 961,61 dan paladium melemah tajam 3% ke level US$ 934,25.

  • Trump Bertemu Pengusaha Ritel, Bahas Dampak Tarif Impor ke Perdagangan

    Trump Bertemu Pengusaha Ritel, Bahas Dampak Tarif Impor ke Perdagangan

    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pertemuan dengan pengusaha ritel seperti Walmart, Home Depot, Lowe’s, dan Target di pertemuan Gedung Putih. Pertemuan itu membahas penerapan tarif resiprokal yang kemungkinan akan membuat biaya produk impor naik.

    Dilansir dari Reuters, Selasa (22/4/2025), jaringan ritel besar besar AS, seperti Walmart dan Target, sangat bergantung pada barang impor. Tarif 145% terhadap China, diperkirakan akan menambah beban buat warga AS yang kini juga telah terbebani oleh inflasi yang berkepanjangan.

    “Kami mengadakan pertemuan dengan Presiden Trump dan timnya dan menghargai kesempatan untuk berbagi wawasan kami,” kata juru bicara Walmart dalam sebuah pernyataan.

    Walmart sebelumnya mengatakan bahwa CEO-nya, Doug McMillon, akan hadir. Ini menandai pertemuan pertama McMillon dengan Trump.

    Juru bicara Home Depot menggambarkan pertemuan antara para peritel dan Trump sebagai agenda yang informatif dan konstruktif. Perwakilan Target juga mengkonfirmasi kehadiran CEO-nya, Brian Cornell di pertemuan itu untuk membahas perdagangan. ke depan. Sedangkan Lowe’s tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Kebijakan tarif Trump yang tidak menentu telah menimbulkan dampak di berbagai industri dan mengguncang pasar saham AS selama berminggu-minggu.

    Baru-baru ini Trump juga mengungkapkan kemarahannya atas pernyataan dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang pada minggu lalu bilang bahwa ekonomi berisiko akibat pertumbuhan yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi.

    Pasar AS mengalami aksi jual pada hari Senin, sementara obligasi Treasury 10 tahun dan dolar AS juga mengalami tekanan. Trump mengumumkan kebijakan tarif baru pada puluhan negara di tanggal 2 April, sebelum menghentikan sementara tarif tersebut selama 90 hari, kecuali terhadap China.

    Sementara itu, berdasarkan laporan perusahaan, lebih dari separuh impor Walmart dan Target berasal dari China. Sementara Home Depot dan Lowe’s juga mengimpor dari negara itu.

    Analis khawatir bahwa peritel akan mengalami pukulan besar pada margin keuntungan mereka sebagai akibat dari tarif.

    Saham Walmart naik kurang dari 2% pada tahun 2025, sementara yang lainnya membukukan kerugian dua digit. Target terkena dampak paling parah, turun 32% sepanjang tahun ini.

    (shc/kil)

  • Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi karena Kekhawatiran Perang Dagang, Sekarang Segini! – Page 3

    Harga Emas Cetak Rekor Termahal Lagi karena Kekhawatiran Perang Dagang, Sekarang Segini! – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Harga emas melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan hari Senin, didorong oleh kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global karena perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) yang semakin memburuk. Selain itu, harga emas dunia juga mendapat tenaga dari pelemahan dolar AS.

    Dikutip dari CNBC, Selasa (22/4/2025), harga emas spot telah naik 1,7% menjadi USD 3.383,87 per ons pada pukul 02.46 GMT, setelah mencapai rekor tertinggi USD 3.384 di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS menguat 2% menjadi USD 3.396,10.

    Indeks dolar mencapai level terendah dalam tiga tahun, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar adalah parameter yang mengukur nilai tukar dolar AS dengan sejumlah mata uang utama dunia lainnya. 

    “Secara fundamental, pasar memperkirakan risiko geopolitik yang meningkat, didorong oleh ketegangan tarif AS dan kekhawatiran stagflasi, sementara permintaan bank sentral yang tangguh juga menawarkan dorongan tambahan untuk harga,” kata analis IG Yeap Jun Rong.

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada puluhan negara pada tanggal 2 April dan sementara pemerintahannya telah menghentikan pungutan untuk beberapa negara. Selain itu, ia terus meningkatkan tarif impor dengan China dan juga terus dibalas oleh China.

    China pada hari Senin memperingatkan negara-negara agar tidak mencapai kesepakatan ekonomi yang lebih luas dengan AS dengan mengorbankannya, sebuah langkah yang dilaporkan Trump cari dari negara-negara yang mencari pengurangan tarif atau pengecualian.

    Sementara itu, Trump meluncurkan serangkaian serangan terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Kamis, dengan timnya mengevaluasi apakah mereka dapat memecat Powell.

     

  • Trump Desak Bos The Fed Pangkas Suku Bunga, Klaim Tak Ada Inflasi

    Trump Desak Bos The Fed Pangkas Suku Bunga, Klaim Tak Ada Inflasi

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan ekonomi dapat melambat jika bank sentral tidak segera menurunkan suku bunga, dalam serangan terbarunya terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

    Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial pada Senin (21/4/2025) bahwa hampir tidak ada inflasi, menunjuk pada harga energi dan pangan yang lebih rendah.

    “Tetapi ekonomi dapat melambat kecuali Tuan Terlambat [Mr. Too Late], menurunkan suku bunga, sekarang,” kata Trump dikutip dari Bloomberg pada Selasa (22/4/2025), mengacu pada Powell.

    Para ekonom secara luas memperkirakan tarif Trump akan meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan, meskipun hanya sementara. Meski inflasi telah mendingin secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, inflasi tetap tinggi. 

    Powell, bersama dengan beberapa rekannya, telah menggarisbawahi bahwa bank sentral harus memastikan pungutan baru tidak menyebabkan inflasi yang lebih persisten.

    Trump telah mengguncang Wall Street dengan berulang kali mengkritik Powell dan menyatakan bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyingkirkan Ketua Fed sebelum akhir masa jabatannya. Pasar saham AS anjlok pada Senin (21/4/2025) karena para pedagang mempertimbangkan kemungkinan Powell dipecat, dengan Indeks S&P 500 turun lebih dari 3%.

    Trump telah secara pribadi bertanya kepada para penasihatnya tentang kemungkinan menyingkirkan Powell, sementara beberapa pejabat pemerintahan telah memperingatkannya agar tidak melakukannya, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. 

    Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett pekan lalu mengatakan kepada wartawan bahwa Trum sedang mempelajari apakah dia dapat memecat Powell.

    Meski ekonomi AS tumbuh dengan baik tahun lalu, para ekonom melihat penurunan investasi bisnis dan konsumsi yang disebabkan oleh tarif mendorong perlambatan akhir tahun ini.

    Sementara itu, kemajuan dalam mendinginkan inflasi kembali ke target The Fed sebesar 2% telah terhenti, tetapi pertumbuhan harga melambat lagi pada bulan Maret, dengan indeks harga konsumen naik 2,4% dari tahun sebelumnya. 

    Pendinginan bulan lalu itu mendorong beberapa pengamat Fed, dan Trump, untuk memperbarui seruan agar bank sentral menurunkan suku bunga untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan.

    Presiden AS itu melontarkan omelan terhadap Powell minggu lalu tepat sebelum Bank Sentral Eropa menurunkan suku bunga acuannya seperempat poin menjadi 2,25%. Presiden AS berulang kali mengeluh bahwa The Fed tidak memangkas suku bunga dengan cukup cepat.

    Namun, para pembuat kebijakan di kawasan Eropa bergulat dengan pertumbuhan yang sudah rendah. Inflasi di sana juga berada pada jalur yang jauh lebih jelas menuju target 2% ECB, memberi mereka ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Di AS, pejabat Fed khawatir dengan lambatnya laju disinflasi dan banyak yang khawatir tarif dapat memicu kembali tekanan harga.

    Komentar presiden muncul saat para bankir sentral dan pembuat kebijakan ekonomi dari seluruh dunia akan bertemu di Washington minggu ini untuk pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.

    “Saya tidak senang dengannya. Saya sudah memberi tahu dia. Dan jika saya ingin dia keluar, dia akan segera keluar dari sana, percayalah,” kata Trump kepada wartawan selama pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

    Dalam pidatonya minggu lalu di Economic Club of Chicago, Powell mengatakan bahwa The Fed harus memastikan tarif tidak memicu masalah inflasi yang sedang berlangsung.

    Powell  menambahkan stabilitas harga sangat penting untuk mencapai pasar tenaga kerja yang kuat. Kepala The Fed, bersama dengan rekan-rekannya, mengatakan bahwa para pejabat ingin menunggu kejelasan yang lebih besar tentang dampak ekonomi dari berbagai perubahan kebijakan pemerintah sebelum menyesuaikan biaya pinjaman.

    Powell juga mencatat bahwa independensi bank sentral adalah masalah hukum. Dia juga mengatakan bahwa para pejabat The Fed tidak dapat disingkirkan kecuali karena alasan tertentu.

  • Dolar Ambruk, Harga Emas Naik Gila-gilaan

    Dolar Ambruk, Harga Emas Naik Gila-gilaan

    Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas global melonjak lebih dari 1% pada Senin (21/4/2025), menembus level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 3.380 per troy ons. 

    Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Dilansir dari Tradingeconomics, penurunan dolar AS ke level terendah dalam tiga tahun terjadi setelah munculnya kekhawatiran baru terhadap stabilitas ekonomi AS menyusul rencana Presiden Donald Trump untuk merombak kepemimpinan di Federal Reserve (The Fed).

    Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett pada pekan lalu mengatakan Trump dan timnya masih mempelajari kemungkinan untuk memecat Ketua The Fed, Jerome Powell. Langkah ini dinilai berisiko besar terhadap independensi bank sentral dan berpotensi mengguncang pasar keuangan global.

    Ketidakpastian semakin meningkat setelah Trump memerintahkan penyelidikan terkait kemungkinan penerapan tarif baru terhadap semua impor mineral kritis ke AS. Langkah ini dianggap sebagai eskalasi signifikan dalam sengketa perdagangan dengan mitra global, khususnya Tiongkok.

    Selain itu, keputusan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang baru-baru ini memangkas suku bunga turut memperkuat daya tarik emas di tengah lingkungan suku bunga rendah secara global.

    Sejalan dengan harga emas global yang terus naik, harga emas batangan Antam juga kembali mencapai rekor tertinggi sepanjang massa. Pada Senin, harga emas Antam naik Rp 15.000 menjadi Rp 1,980 juta per gram.