Tag: Jeff Bezos

  • Lebih Kaya dari Elon Musk, Orang Ini Pernah Bikin 1 Negara Krisis

    Lebih Kaya dari Elon Musk, Orang Ini Pernah Bikin 1 Negara Krisis

    Jakarta

    Namanya mungkin tidak sepopuler Elon Musk atau Jeff Bezos, tapi kekayaannya disebut-sebut jauh melampaui mereka. Dialah Mansa Musa, penguasa Afrika Barat di abad ke-14 yang hartanya sampai bikin satu negara krisis gara-gara emas!

    Melansir laman History yang tayang pada 19 Maret 2018 dan diperbarui 28 Mei 2025, dikisahkan Mansa Musa menjadi penguasa Kekaisaran Mali pada tahun 1312. Dia naik tahta setelah pendahulunya, Abu-Bakr II, hilang dalam perjalanan yang ditempuh melalui laut di Samudra Atlantik.

    Pemerintahan Mansa Musa datang pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara yang berkecamuk dan kurangnya sumber daya. Selama periode itu, Kekaisaran Mali berkembang berkat sumber daya alam yang melimpah seperti emas dan garam.

    Di bawah pemerintahan Mansa Musa, kawasan kekuasaannya makmur dan tumbuh hingga menjangkau sebagian besar Afrika Barat. Wilayah kekuasaan terdiri dari pantai Atlantik hingga pusat perdagangan pedalaman Timbuktu dan sebagian Gurun Sahara.

    Mansa Musa merupakan seorang Muslim yang taat. Dia pernah melakukan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Dia berlayar sekitar 4.000 mil bersama 60.000 rombongannya yang terdiri dari tentara dan budak. Rombongan itu membawa ratusan pon emas yang diangkat menggunakan unta dan kuda.

    Dalam perjalanan itu rombongan Mansa Musa menjadi tontonan untuk setiap wilayah yang dilaluinya. Bahkan sosoknya menjadi tersohor di Mesir selama lebih dari satu dekade.

    Sesampainya di Kairo, Mansa Musa bertemu dengan penguasa Kairo, al-Malik al-Nasir. Menurut teks-teks dari sejarawan kuno Shihab al-Umari, Mansa Musa disambut di Kairo oleh bawahan al-Nasir, yang mengundangnya untuk bertemu dengan sesama raja. Mansa Musa menolak proposisi sambutan mewah itu dan mengatakan bahwa dia hanya numpang lewat dalam perjalanan haji ke Mekah.

    Salah satu alasan Mansa Musa menolak adalah karena dia diharuskan tunduk dan mencium kaki sultan. Dia memilih untuk menyapa al-Nasir dengan layak dalam pandangannya. Dalam percakapan keduanya al-Nasir menawarkan penginapan kepada Mansa Musa dan semua orang yang menemaninya. Namun Mansa Musa menolak dan justru meninggalkan sebagian hartanya di sana.

    Saat melalui Kairo dari pusat kerajaan hingga kawasan pemukiman miskin, Mansa Musa menebar hartanya berupa emas dengan membeli barang-barang asing. Hal itulah yang membuat dia begitu terkenal dan dihargai.

    Meski bermaksud baik, pemberian emas Mansa Musa sebenarnya menurunkan nilai logam di Mesir, dan perekonomian kerajaan mengalami pukulan besar. Butuh waktu 12 tahun bagi ekonomi Mesir untuk pulih.

    The Sun yang melansir SmartAsset.com menyebut Timur Tengah mengalami kerugian ekonomi sebesar 1,1 miliar Euro gara-gara harga emas yang jatuh.

    Dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci, Mansa Musa coba membantu ekonomi Mesir yang anjlok ‘gara-gara’ dia. Mansa Musa mengambil kembali emas di peredaran dan meminjamnya dengan bunga tinggi.

    Beberapa waktu kemudian dia kembali ke Mekah dengan beberapa ulama termasuk keturunan langsung Nabi Muhammad SAW dan seorang penyair asal Andalusia. Mansa Musa membayar mereka dengan 200 kg emas yang jika sekarang diuangkan menjadi 6,3 juta Euro.

    (fdl/fdl)

  • ChatGPT Ditanya, Berapa Lama Uang Milyuner Jeff Bezos Bisa Habis

    ChatGPT Ditanya, Berapa Lama Uang Milyuner Jeff Bezos Bisa Habis

    Jakarta

    Kekayaan bersih Jeff Bezos diperkirakan menyentuh USD 214 miliar atau sekitar Rp 3.525 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskannya?

    Melansir Nasdaq, Minggu (31/8/2025) rasa penasaran ini kemudian dilempar ke ChatGPT. Pertanyaannya adalah “Berapa lama yang dibutuhkan untuk Jeff Bezos menghabiskan seluruh uangnya?”.

    Jawabannya pun datang dengan sejumlah skenario. Berikut ini jawaban ChatGPT:

    1. Skenario 1: Mengeluarkan uang USD 1.000 per hari

    “Jika Bezos menghabiskan USD 1.000 setiap hari, ini membutuhkannya secara kasar 685.000 tahun untuk jatuh miskin,” kalkulasi ChatGPT.

    Itu berarti, durasinya lebih lama dari seluruh keberadaan Homo sapiens. Dia pun dapat membeli iPhone baru setiap pagi selama 600.000 tahun ke depan dan masih punya sisa uang untuk makan malam.

    2. Skenario 2: Mengeluarkan USD 1 juta per hari

    “Dengan laju seperti itu, akan butuh 685 tahun untuk habis,” kata ChatGPT.

    Itu berarti dia masih akan menghabiskan hartanya pada tahun 2710. Bahkan umur manusia tidak ada yang selama itu.

    3. Skenario 3: Memberikan USD 1 miliar per tahun

    Jika Bezos berkomitmen untuk menyumbangkan USD 1 miliar setiap tahun, berapa lama hartanya akan bertahan?

    “Sekitar 250 tahun,” jawab ChatGPT.

    Sebagai perbandingan, Gates Foundation mengeluarkan sekitar USD 7 miliar pada tahun 2022. Bezos dapat melakukannya setiap tahun selama dua setengah abad.

    4. Skenario 4: Dibagikan semuanya esok hari

    Ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi dari skenario ini. Berikut di antaranya.

    Mengakhiri kelaparan dunia selama 7,5 tahun, berdasarkan perkiraan Program Pangan Dunia PBB sebesar USD 33 miliar per tahunMenghapuskan semua biaya pengobatan mandiri AS untuk tahun 2023, yang totalnya sekitar USD 505 miliar, menurut Pusat Layanan Medicare & Medicaid.Memberikan setiap rumah tangga di AS cek sebesar USD 1.750 (berdasarkan ~143 juta rumah tangga)Membayar biaya kuliah satu tahun untuk 22 juta mahasiswa perguruan tinggi negeri, berdasarkan rata-rata nasional.

    Terakhir, ChatGPT ditanya apakah Jeff Bezos bisa benar-benar jatuh miskin?

    “Tidak, kecuali dia benar-benar mencoba,” tulis ChatGPT. Hmm, definisi orang kaya duitnya nggak berseri.

    (ask/fay)

  • Aplikasi Pengganti Google Laku Keras, Banyak yang Antre

    Aplikasi Pengganti Google Laku Keras, Banyak yang Antre

    Jakarta, CNBC Indonesia – Perlombaan di sektor teknologi kecerdasan buatan (AI) makin sengit. Pemain lama seperti Google, Meta, dan Apple tak segan-segan menggelontorkan investasi bejibun untuk mengembangkan AI.

    Di saat bersamaan, muncul nama pemain-pemain baru yang hadir dengan inovasi AI kawakan. Bahkan, tak jarang yang hendak mendobrak dominasi para raksasa teknologi kawakan.

    Hal ini memicu minat raksasa teknologi untuk mengakuisisi startup yang baru berkembang. Dengan begitu, raksasa teknologi bisa tumbuh lebih jauh dan memanfaatkan inovasi dari pemain baru.

    Pada Juni lalu, Apple dan Meta dalam waktu berdekatan dikabarkan berniat mencaplok Perplexity. Sebagai informasi, Perplexity menawarkan layanan pencarian berbasis AI yang digadang-gadang sebagai ‘pengganti’ Google.

    Beberapa saat lalu, Perplexity blak-blakan menyebut ingin mencaplok browser Chrome milik Google untuk memperkuat browser Comet miliknya. Namun, belum ada kabar lebih lanjut soal rencana tersebut.

    Terbaru, rumor soal Apple yang ingin membeli Perplexity kembali beredar. Dikutip dari Reuters, Rabu (27/8/2025), Apple disebut sedang dalam diskusi internal untuk mengakuisisi Perplexity dan layanan asal Prancis, Mistral.

    Informasi tersebut dilaporkan oleh The Information pada Selasa (26/8) waktu setempat, mengutip beberapa sumber yang mengetahui kabar tersebut.

    Pada Juli lalu, CEO Apple Tim Cook mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan akuisisi terkait AI dalam rangka mengakselerasi roadmap AI perusahaan.

    Reuters belum bisa memverifikasi laporan dari The Information.

    Sebagai informasi, Perplexity merupakan startup yang dibekingi Nvidia dan pendiri Amazon Jeff Bezos. Perplexity mengatakan belum mengetahui obrolan soal merger.

    Apple dan Mistral tak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.

    Mistral yang juga didukung oleh Nvidia bernilai lebih dari US$6 miliar setelah putaran pendanaan Seri B tahun lalu. Financial Times melaporkan bulan ini bahwa perusahaan Prancis tersebut sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan US$1 miliar dengan valuasi US$10 miliar.

    Sebelumnya, Bloomberg News juga pernah melaporkan bahwa para eksekutif Apple telah mengadakan pembicaraan internal tentang kemungkinan mengajukan penawaran untuk Perplexity. Kita tunggu saja!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Ibu Jeff Bezos Meninggal di Usia 78 Setelah Berjuang Lawan Penyakit Lewy Body Dementia

    Ibu Jeff Bezos Meninggal di Usia 78 Setelah Berjuang Lawan Penyakit Lewy Body Dementia

    Jakarta

    Ibu dari miliarder Jeff Bezos, Jacklyn Gise Bezos meninggal dunia di usia 78 tahun. Diketahui, Jacklyn sebelumnya berjuang melawan penyakit lewy body dementia (LBD) sejak 2020 silam.

    “Setelah perjuangan panjang melawan lewy body dementia, dia meninggal dunia hari ini. Dikelilingi oleh banyak orang yang menyayanginya, anaknya, cucunya, dan ayah saya,” tulis Jeff Bezos di akun Instagram pribadi, dikutip detikcom, Jumat (15/8/2025).

    “Saya tahu dia merasakan kasih sayang kami di saat-saat terakhirnya. Kami semua beruntung berada di dalam hidupnya. Saya selalu menyimpannya di hati saya,” sambungnya.

    Lewy Body Dementia, Apa Itu?

    Dikutip dari Mayo Clinic, merupakan salah satu jenis dementia paling umum kedua setelah alzheimer. Endapan protein yang disebut ‘badan Lewy’ atau ‘lewy body’ berkembang di sel-sel saraf otak. Ini memengaruhi area otak yang berperan dalam berpikir, mengingat, dan bergerak.

    Ada dua jenis LBD yang menyebabkan gejala kognitif, yakni demensia dengan ‘lewy body’ dan demensia akibat penyakit parkinson. Mereka yang mengidap LBD biasanya memiliki gejala seperti parkinson, yakni otot kaku, gerakan lambat, kesulitan berjalan, hingga tremor.

    Selain itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul dari penyakit LBD.

    1. Halusinasi Visual

    Pasien biasanya akan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada, atau yang disebut halusinasi. Gejala ini mencakup melihat bentuk, hewan, atau orang yang tidak ada.

    2. Masalah Pergerakan

    Tanda-tanda penyakit parkinson juga bisa muncul. Gejala-gejala ini meliputi gerakan yang melambat, otot kaku, tremor, atau berjalan terseok-seok. Hal ini dapat menyebabkan pasien terjatuh.

    3. Sistem Saraf Terganggu

    Bagian sistem saraf yang mengendalikan fungsi otomatis disebut sistem saraf otonom. LBD dapat memengaruhi kemampuan sistem saraf otonom dalam mengendalikan tekanan darah, detak jantung, keringat, dan pencernaan.

    Hal ini dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri, pusing, terjatuh, kehilangan kendali kandung kemih, dan masalah usus seperti sembelit.

    4. Perubahan Kognitif

    Pengidap LBD mungkin mengalami perubahan berpikir yang mirip dengan gejala penyakit Alzheimer. Gejala-gejala ini dapat meliputi kebingungan, penurunan perhatian, masalah visual-spasial, dan kehilangan memori.

    5. Sulit Tidur

    Pasien dapat mengalami gerakan mata cepat, yang juga dikenal sebagai gangguan perilaku tidur REM. Gangguan ini menyebabkan mereka secara fisik mewujudkan mimpi mereka saat tidur. Pasien mungkin akan memukul, menendang, berteriak, atau menjerit saat tidur.

    6. Depresi

    Pasien yang mengalami LBD mungkin akan mengalami depresi atau kehilangan motivasi untuk hidup.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • Manusia Rp 3.700 Triliun Kenang Ibunda yang Wafat, Tulis Pesan Menyentuh

    Manusia Rp 3.700 Triliun Kenang Ibunda yang Wafat, Tulis Pesan Menyentuh

    Jakarta

    Jeff Bezos, pendiri Amazon yang kekayaannya mencapai sekitar Rp 3.700 triliun, tengah berduka. Ibunda tercintanya, Jacklyn “Jackie” Gise Bezos, meninggal dunia pada Kamis (14/8/2025) setelah berjuang melawan penyakit Lewy Body Dementia sejak 2020.

    Melalui unggahan di Instagram, Bezos menulis pesan yang menyentuh hati.

    “Setelah lama berjuang melawan Lewy Body Dementia, ia meninggal dunia hari ini, dikelilingi oleh begitu banyak dari kami yang mencintainya – anak-anaknya, cucu-cucunya, dan ayah saya. Saya tahu dia merasakan cinta kami di saat-saat terakhirnya. Kami juga beruntung menjadi bagian dari hidupnya. Saya akan menyimpannya dengan aman di hati saya selamanya,” tulis Bezos.

    Perjuangan Sejak Usia Remaja

    Dalam unggahan lain, Bezos mengenang betapa besar pengorbanan sang ibu. Jackie melahirkan Bezos di usia 17 tahun, sebuah tantangan besar yang dijalaninya dengan penuh cinta.

    “Itu tentu tidak mudah, tetapi dia berhasil melewatinya… Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencintai saya dengan begitu gigih… Sepanjang hidupnya, daftar orang yang ia cintai tidak pernah berhenti bertambah. Dia selalu memberi jauh lebih banyak daripada yang pernah dia minta,” ungkapnya.

    Peran Besar di Awal Amazon

    Jackie dan suaminya, Miguel “Mike” Bezos, adalah investor awal Amazon. Pada 1995, mereka menyuntikkan lebih dari USD 245.000 (sekitar Rp 4 miliar kala itu) untuk membantu Bezos membangun Amazon dari garasi rumah. Investasi itu kemudian tumbuh menjadi salah satu kesuksesan finansial terbesar sepanjang sejarah bisnis.

    Tak hanya dikenal sebagai ibu yang penuh dedikasi, Jackie juga aktif di dunia filantropi. Ia ikut mendirikan Bezos Family Foundation pada 2000, mendukung program pendidikan seperti Vroom untuk pengembangan anak usia dini dan Bezos Scholars Program bagi pelajar berprestasi.

    Bagi Bezos, warisan terbesar ibunya bukanlah uang atau harta benda, melainkan teladan cinta dan pengorbanan. “Saya akan menyimpannya dengan aman di hati saya selamanya,” menjadi kalimat penutup penuh makna dalam penghormatan terakhirnya untuk sang ibu.

    (afr/afr)

  • Donald Trump Longgarkan Aturan Penerbangan Luar Angkasa, Elon Musk Diuntungkan

    Donald Trump Longgarkan Aturan Penerbangan Luar Angkasa, Elon Musk Diuntungkan

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk menyederhanakan regulasi federal tentang peluncuran roket komersial pada Rabu (13/8/2025).

    Langkah itu disebut-sebut dapat menguntungkan SpaceX milik Elon Musk dan perusahaan antariksa swasta lainnya.

    Perintah eksekutif tersebut mengarahkan menteri transportasi AS untuk menghilangkan atau mempercepat tinjauan lingkungan untuk lisensi peluncuran yang dikelola oleh Administrasi Penerbangan Federal.

    Deklarasi tersebut juga menyerukan kepada sekretaris untuk menghapuskan peraturan-peraturan yang ketinggalan zaman, berlebihan, atau terlalu membatasi peluncuran dan masuk kembali kendaraan.

    “Proses perizinan yang tidak efisien menghambat investasi dan inovasi, juga menghambat kemampuan perusahaan AS untuk memimpin pasar luar angkasa global,” begitulah isi perintah eksekutif Trump tersebut, dilansir Reuters, Kamis (14/8/2025).

    Walaupun Elon Musk dan Donald Trump sempat berselisih beberapa bulan lalu, tetapi SpaceX milik Elon Musk berpotensi menjadi penerima manfaat langsung terbesar dari perintah Trump.

    Meski tidak disebutkan namanya secara langsung dalam perintah eksekutif, perusahaan antariksa swasta tersebut akan dengan mudah memimpin semua entitas industri luar angkasa AS, termasuk NASA dalam jumlah peluncuran rutin.

    Perusahaan roket milik Jeff Bezos, Blue Origin beserta bisnis pariwisata luar angkasanya juga dapat memperoleh keuntungan dari regulasi yang lebih longgar.

    Elon Musk berulang kali mengeluhkan studi dampak lingkungan, investigasi kecelakaan pasca-penerbangan, dan tinjauan perizinan yang diwajibkan Federal Aviation Administration (FAA) telah memperlambat pengujian roket starship milik perusahaannya. 

    Starship sendiri adalah inti dari model bisnis jangka panjang SpaceX, sekaligus komponen inti ambisi NASA mengembalikan astronot ke permukaan bulan, membangun kehadiran manusia permanen di bulan, dan akhirnya mengirim misi berawak ke Mars.

    Pengawasan yang dilakukan FAA dipandang SpaceX sebagai hambatan bagi budaya teknik perusahaan yang dianggap lebih toleran terhadap risiko dibandingkan banyak pemain industri kedirgantaraan yang lebih mapan.

    Strategi uji terbang yang dilakukan perusahaan tersebut dikenal dengan mendorong prototipe pesawat luar angkasa hingga mencapai titik kegagalan, lalu menyempurnakannya melalui pengulangan yang sering.

    Itulah yang dianggap bertentangan dengan misi FAA untuk melindungi masyarakat dan lingkungan saat menjalankan peraturannya atas penerbangan luar angkasa komersial.

    Awal tahun ini, FAA telah menghentikan uji terbang Starship selama hampir dua bulan setelah dua ledakan beruntun pasca-peluncuran menghujani kepulauan Karibia dengan puing-puing, dan akhirnya memaksa puluhan pesawat mengubah arah.

    FAA kemudian memperluas zona bahaya pesawat di sepanjang lintasan peluncuran Starship sebelum memberikan lisensi untuk penerbangan selanjutnya. (Muhamad Rafi Firmansyah Harun)

  • Orang Terkaya Dunia Ternyata Ogah Pakai iPhone, Cek Faktanya

    Orang Terkaya Dunia Ternyata Ogah Pakai iPhone, Cek Faktanya

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Popularitas iPhone sebagai ponsel premium dengan harga mahal sudah tak terelakkan. Bisa dibilang, iPhone menjadi penanda status sosial-ekonomi seseorang yang mapan. 

    Pasalnya, untuk membeli iPhone, diperlukan uang tak sedikit. Misalnya saja iPhone 16 reguler yang di Indonesia dibanderol mulai Rp 14 juta. Varian paling mahal, iPhone 16 Pro Max, dihargai Rp 22 juta, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di iBox. 

    Kendati demikian, ternyata ada fakta mengejutkan. Orang-orang terkaya dunia banyak yang tak menggunakan iPhone sebagai daily driver. Misalnya saja Bill Gates dan Mark Zuckerberg.

    Keduanya dilaporkan memilih menggunakan ponsel Android. Laporan Phone Arena pada 2023 silam menyebutkan Gates menggunakan ponsel lipat dari Samsung Galaxy Z Fold 5.

    Pendiri Microsoft tersebut memang diketahui penggemar berat jajaran ponsel lipat Samsung. Ia pernah terlihat telah menggunakan Galaxy Z Fold 3 dan Fold 4 sebelumnya.

    Zuckerberg juga merupakan salah satu orang terkaya dunia yang menggemari produk Samsung. Ia diketahui menggunakan Samsung Galaxy S23 Ultra selama tahun 2023.

    Lalu bagaimana dengan orang kaya dunia lainnya? Berikut rangkumannya dari Phone Arena:

    Jeff Bezos

    Bezos diketahui pernah menggunakan iPhone. Namun tahun 2020 dia menjadi korban peretasan WhatsApp dari ponselnya.

    Spekulasi yang berbeda menyebut kejadian itu bisa saja membuat pendiri Amazon untuk meninggalkan iPhone. Sejumlah rumor mengatakan dia menggunakan Google Pixel atau ponsel premium dari Samsung, namun belum diketahui dengan pasti apa yang digunakannya sekarang.

    Elon Musk

    Musk yang menyandang orang terkaya di dunia berkali-kali pernah mengatakan memilih iPhone dibandingkan Android. Namun, ia diketahui menggunakan Samsung Galaxy bergantian dengan iPhone selama beberapa tahun terakhir.

    Warren Buffet

    Investor legendaris Warren Buffet diketahui tak tertarik dengan smartphone. Selama bertahun-tahun dia hanya menggunakan HP flip lawas saja.

    CEO Apple Tim Cook bahkan pernah mengirimkan iPhone gratis pada Buffet. Kabarnya dia masih menggunakan iPhone 11 yang dirilis 2019.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Takluk pada Trump, Apple Umumkan Tambah Investasi Rp1.600 Triliun di AS

    Takluk pada Trump, Apple Umumkan Tambah Investasi Rp1.600 Triliun di AS

    Bisnis.com, JAKARTA —  Apple Inc. mengumumkan rencana investasi tambahan senilai US$100 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun untuk memperluas produksi di Amerika Serikat (AS). 

    Melansir laman Bloomberg pada Kamis (7/8/2025) langkah ini disebut merupakan bagian dari upaya Apple untuk memperkuat produksi dalam negeri sekaligus menghindari ancaman tarif tinggi atas produk utamanya seperti iPhone.

    Dalam program bertajuk American Manufacturing Program (AMP), Apple berkomitmen membawa lebih banyak rantai pasok dan teknologi manufaktur canggih ke dalam negeri. Beberapa mitra AMP Apple antara lain Corning Inc., Applied Materials Inc., dan Texas Instruments Inc.

    Apple menyebut Corning yang merupakan produsen kaca yang sejak awal sudah menjadi pemasok iPhone akan mengalokasikan satu pabrik penuh di Kentucky khusus untuk produksi kaca Apple. 

    Pembangunan pabrik ini akan menambah jumlah tenaga kerja Corning di negara bagian tersebut hingga 50%. Menurut seorang pejabat Gedung Putih, langkah ini merupakan bagian dari dorongan untuk memproduksi lebih banyak komponen penting di AS. 

    “Agenda ekonomi America First Presiden Trump telah menarik investasi triliunan dolar untuk mendukung lapangan kerja dan bisnis AS. Pengumuman Apple hari ini menjadi kemenangan lain bagi industri manufaktur kita sekaligus memperkuat keamanan ekonomi dan nasional negara,” kata juru bicara Gedung Putih, Taylor Rogers.

    Sebelumnya, Apple sudah mengumumkan rencana investasi US$500 miliar (sekitar Rp8.000 triliun) di AS dalam empat tahun ke depan. Rencana ini mencakup pembangunan fasilitas server di Houston, akademi pemasok di Michigan, dan peningkatan belanja dengan mitra lokal.

    Dengan pengumuman baru ini, total komitmen Apple di AS menjadi US$600 miliar atau sekitar Rp9.600 triliun.

    Analis Bloomberg Intelligence, Anurag Rana dan Andrew Girard, menyebut langkah ini bisa meredakan tekanan dari Gedung Putih atas ketergantungan Apple pada India untuk merakit iPhone. 

    Mereka memprediksi Apple akan lebih fokus mengembangkan produk premium, laboratorium kecerdasan buatan (AI), dan rekayasa semikonduktor di AS, bukan produksi massal perangkat murah.

    Langkah ini muncul setelah Presiden Trump menandatangani kebijakan kenaikan tarif sebesar 25% terhadap barang dari India, menyusul pembelian minyak Rusia oleh India. Kenaikan ini berlaku di atas tarif negara khusus yang juga akan mulai berlaku Kamis ini.

    Meski nilai investasi Apple besar, tapi langkah tersebut masih belum sepenuhnya memenuhi harapan Trump yang menginginkan produksi iPhone dipindah ke AS. Awal tahun ini, Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif 25% pada Apple jika tidak memindahkan produksinya.

    Pekan lalu, CEO Apple Tim Cook menyebut sebagian besar iPhone yang dijual di AS saat ini dirakit di India, sedangkan produk lain seperti MacBook, iPad, dan Apple Watch banyak diproduksi di Vietnam.

    “Kami berusaha mengoptimalkan rantai pasok. Dan ke depan, kami memang akan meningkatkan kegiatan di Amerika Serikat,” kata Cook. 

    Namun, memindahkan manufaktur iPhone ke AS bukan hal mudah, mengingat fasilitas produksi Apple di Cina dan India melibatkan ratusan ribu pekerja dan sistem produksi yang sangat kompleks. Karena itu, Apple lebih memilih untuk melobi agar produk-produknya dikecualikan dari tarif impor.

    Trump diketahui tengah menyusun kebijakan tarif baru terhadap semua produk yang mengandung chip semikonduktor, dan akan mengumumkannya pekan depan. Sementara itu, kebijakan tarif terhadap puluhan negara mitra dagang akan berlaku mulai Kamis 7 Agustus 2025.

    Sebelumnya, Apple pernah berhasil membujuk Trump agar mengecualikan produknya dari pajak impor selama masa jabatan pertama. Jika berhasil lagi, hal ini bisa melindungi margin keuntungan Apple dan menekan kenaikan harga produk di AS bahkan bisa menjadi keuntungan kompetitif dibanding pesaing seperti Samsung Electronics.

    Cook juga diketahui memiliki hubungan baik dengan Trump, termasuk menghadiri pelantikan presiden periode kedua bersama sejumlah petinggi teknologi seperti Elon Musk, Sundar Pichai (Alphabet), Mark Zuckerberg (Meta), dan Jeff Bezos (Amazon).

    Meski begitu, janji awal Apple pada Februari lalu untuk menciptakan 20.000 pekerjaan dan investasi US$500 miliar dinilai hanya sedikit lebih tinggi dibanding rencana sebelumnya, dengan tambahan sekitar 1.000 pekerjaan per tahun dan belanja tambahan senilai US$39 miliar.

    Pengumuman Apple ini melengkapi serangkaian kabar investasi yang disampaikan Trump bersama pemimpin perusahaan besar. 

    Pada awal tahun ini, Trump mengumumkan investasi US$100 miliar dari Oracle, SoftBank, dan OpenAI untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di AS, dengan target jangka panjang hingga US$500 miliar.

    Trump juga menggandeng Nvidia Corp., produsen chip AI terbesar, untuk membangun infrastruktur AI senilai setengah triliun dolar (sekitar Rp8.000 triliun) dalam empat tahun ke depan di AS.

    Trump kini menjadikan investasi sebagai alat diplomasi perdagangan, termasuk dalam kesepakatan dengan Uni Eropa dan Jepang. 

    Kesepakatan dengan UE mencakup pembelian energi AS senilai US$750 miliar dan investasi US$600 miliar. Sementara Jepang sepakat membentuk dana US$550 miliar untuk berinvestasi di AS.

  • Startup Kemarin Sore Tiba-tiba Ubah Masa Depan Dunia

    Startup Kemarin Sore Tiba-tiba Ubah Masa Depan Dunia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Startup robotik Skild AI baru beroperasi sejak 2023, tetapi ambisinya besar untuk mengubah dunia. Startup tersebut dibekingi raksasa e-commerce Amazon dan raksasa investasi multinasional SoftBank.

    Pada pekan ini, Skild AI menghebohkan industri teknologi setelah meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) dasar yang dirancang untuk menjalankan berbagai macam robot, mulai dari robot perakitan di manufaktur hingga robot serupa manusia (humanoid).

    Model yang dinamai ‘Skild Brain’ tersebut memungkinkan robot untuk berpikir, menavigasi, dan merespons layaknya manusia. Jadi, robot tak cuma menjalankan tugas berdasarkan perintah. Hal ini dapat mengubah lanskap masa depan dunia. Robot akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi bagi bisnis, tetapi di saat bersamaan berpotensi mendisrupsi pekerjaan manusia. 

    Peluncuran Skild Brain terjadi dalam momentum yang tepat, di tengah dorongan yang lebih luas untuk membangun robot humanoid yang mampu melakukan tugas yang lebih beragam daripada mesin serbaguna yang saat ini ditemukan di pabrik.

    Dalam video demonstrasi, robot bertenaga Skild diperlihatkan menaiki tangga, menjaga keseimbangan setelah didorong, dan mengambil objek di lingkungan yang berantakan. Tugas-tugas itu memerlukan penalaran spasial dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang masih jarang ditemukan di pasaran saat ini.

    Skild AI mengklaim modelnya dilengkapi batasan daya secara otomatis untuk mencegah robot menerapkan kekuatan yang tidak aman. Skild AI melatih modelnya menggunakan episode simulasi dan video aksi manusia, lalu menyempurnakannya menggunakan data dari setiap robot yang menjalankan sistem.

    Para pendiri, Deepak Pathak dan Abhinav Gupta, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa pendekatan ini membantu mengatasi masalah kelangkaan data yang unik bagi robotika.

    “Tidak seperti bahasa atau penglihatan, tidak ada data untuk robotika di internet. Jadi, Anda tidak bisa begitu saja menerapkan teknik AI generatif ini,” ujar Pathak, yang menjabat sebagai CEO, dikutip dari Reuters, Rabu (30/7/2025).

    Robot yang digunakan oleh pelanggan memberikan data kembali ke Skild Brain untuk mengasah keterampilannya, menciptakan “otak bersama” yang sama, kata Gupta, yang sebelumnya mendirikan laboratorium robotika Meta Platforms di Pittsburgh.

    Klien Skild termasuk LG CNS yang merupakan divisi solusi TI dari LG Group, serta mitra lain yang tidak disebutkan namanya di bidang logistik dan aplikasi industri lainnya.

    Tidak seperti software yang dapat diskalakan dengan cepat, robotika membutuhkan penerapan fisik, yang membutuhkan waktu. Kendati demikian, pendekatan Skild memungkinkan robot untuk menambahkan kemampuan baru di berbagai industri dengan cepat, kata Raviraj Jain, mitra di Lightspeed Venture Partners, investor startup tersebut.

    Startup ‘kemarin sore’ yang baru berdiri selama 2 tahun ini telah merekrut banyak talenta dari Tesla, Nvidia, dan Meta. Skild AI juga telah mengantongi pendanaan seri A senilai US$300 juta pada tahun lalu. Pendanaan itu membuat valuasinya mencapai US$1,5 miliar.

    Investornya antara lain Menlo Ventures, Khosla Ventures, Sequioia Capital, serta pendiri Amazon Jeff Bezos.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Kisah Jerome Kerviel yang Dijuluki Orang Termiskin di Dunia

    Kisah Jerome Kerviel yang Dijuluki Orang Termiskin di Dunia

    Jakarta

    Kalau bicara soal orang terkaya di dunia, pasti dengan mudah kita teringat sosok bos SpaceX Elon Musk, founder Amazon Jeff Bezos, sampai bos Nvidia Jensen Huang. Tapi, ketika ditanya soal siapa sosok orang termiskin di dunia, mungkin tak banyak yang mengenal siapa ia.

    Melansir The Guardian, sosok yang dijuluki orang termiskin di dunia diraih oleh Jerome Kerviel. Di usia muda, ia terjerat hutang hingga USD 6,3 miliar.

    Ceritanya begini. Société Générale (SocGen) salah satu bank terbesar di Prancis geger ketika mengungkap adanya seorang pedagang saham yang melakukan transaksi fiktif dan masif. Société Générale menemukan akun curang dan aktivitas perdagangan pada 19 Januari 2008.

    Tiga hari kemudian, mereka berusaha untuk melepas semua posisi yang kalah. Pada saat perusahaan telah membereskan semua perdagangan yang merugikan, alangkah terkejutnya mereka lihat mendapati angka kerugian yang sangat besar.

    Pada Januari 2008, SocGen mengungkap bahwa pialang bursa asal Prancis itulah yang telah membobol bank sekitar Rp 67 triliun pada waktu itu. Laki-laki yang ketika itu baru berusia 31 tahun ini juga telah mengambil posisi tidak sah di bursa berjangka, menurut bank.

    Akhirnya, pada 2010, hakim yang menangani kasusnya memvonis dia sebagai pencipta sistem jaringan penipuan. Meski begitu, melalui pengacaranya, Kerviel menolak tuduhan tersebut malah bersikeras ia membawa keuntungan sebesar £ 1,4 miliar (kira-kira Rp 24 triliun lebih) untuk Société Générale.

    Namun, Kerviel tetap dinyatakan bersalah atas tuduhan pemalsuan, pelanggaran kepercayaan dan penggunaan komputer yang ilegal. Dalam proses hukum yang berlarut-larut, Jerome Kerviel dijatuhi hukuman penjara dan diwajibkan membayar hutan sebesar USD 6,3 miliar!

    Pertimbangannya, hakim menilai Kerviel secara pasti tahu apa yang dilakukannya itu telah melampaui izinnya sebagai pialang. Dia juga disebut secara sadar menyembunyikan posisi trading-nya.

    “Kerviel dengan sengaja melampaui izinnya sebagai pialang,” jelas hakim ketua, Dominique Pauthe seperti dikutip dari Reuters.

    Perdana Menteri Prancis saat itu, François Fillon, bahkan menaruh perhatian khusus pada kasus ini. Ketika ia berbicara di Forum Ekonomi Dunia, ia berusaha meyakinkan pasar untuk tidak panik terhadap masalah Société Générale.

    Bank of France sampai-sampai menyiapkan penyelidikan dan pemerintah Prancis mengikuti situasi tersebut dengan ‘perhatian yang sangat, sangat besar’, menurut pengakuan Fillon kepada wartawan.

    “Société Générale harus menangani kasus penipuan yang sangat besar. Ini adalah kasus yang serius tetapi pada saat yang sama tidak ada hubungannya dengan situasi di pasar keuangan,” ungkapnya.

    Kendati berhasil membobol dana sebegitu besar, ternyata Kerviel bukan sosok yang jenius. Kerviel yang pernah mengenyam pendidikan di University of Lyon II, Prancis berhasil lulus pada tahun 2000 hanya dengan nilai rata-rata. Ia digambarkan sebagai sosok yang pemalu. Tak ada yang istimewa dari diri Kerviel.

    (ask/ask)