Tag: Iwan Setiawan

  • Shri Garden: Makam HM Lukminto Pendiri PT Sritex, Sosok Inspiratif di Dunia Tekstil – Halaman all

    Shri Garden: Makam HM Lukminto Pendiri PT Sritex, Sosok Inspiratif di Dunia Tekstil – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – HM Lukminto, pendiri PT Sritex, dimakamkan di Shri Garden, sebuah area pemakaman keluarga yang terletak di Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

    Makam Lukminto dan istrinya, Susyana, terletak di kompleks pemakaman yang sejuk dan dikelilingi oleh pepohonan hijau, menciptakan suasana tenang.

    Lukminto meninggal dunia pada 5 Februari 2014 dan dimakamkan pada 16 Februari 2014.

    Sementara itu, istri beliau, Susyana, meninggal dunia pada 20 Agustus 2022 dan dimakamkan pada 27 Agustus 2022.

    Sumber Tribunnews mengungkapkan Shri Garden sendiri mulai dibangun pada 2008 oleh keluarga Lukminto dan memiliki luas sekitar 8 hektar.

    Lokasi pemakaman ini berdekatan dengan Taman Memorial Delingan.

    Untuk mencapai Shri Garden, diperlukan waktu perjalanan sekitar 20 menit dari pusat Kabupaten Karanganyar atau sekitar satu jam dari Kota Solo.

    MAKAM KELUARGA LUKMINTO – Lokasi makam pendiri PT Sritex, H.M. Lukminto di Shri Garden, Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (2/3/2025). Area seluas 8 hektare itu diperuntukkan sebagai makam keluarga Lukminto. (Tribunnews.com/Wahyu Gilang Putranto)

    Apa yang Ada di Shri Garden?

    Sebelum memasuki Shri Garden, terdapat sebuah batu besar yang bertuliskan “SHRI GARDEN”.

    Pintu masuknya berupa pagar besar berwarna silver yang dilengkapi dengan pos keamanan di sebelah kanan.

    Area ini hanya diperuntukkan bagi keluarga, sehingga akses masuk bagi orang lain tanpa izin pihak keluarga dilarang.

    Dari luar pagar, terlihat kolam dan bangunan beratap hijau dengan struktur arsitektur bergaya Tionghoa.

    HM Lukminto dan Perjalanan Bisnisnya

    HM Lukminto adalah sosok yang sangat dikenal dalam industri tekstil di Indonesia.

    PT Sritex yang ia dirikan di Sukoharjo, Jawa Tengah, kini menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, dikenal luas sebagai pemasok seragam militer untuk 35 negara di berbagai belahan dunia.

    Sritex lahir dari kerja keras Lukminto yang dimulai pada tahun 1966.

    Awalnya, ia mengoperasikan sebuah usaha perdagangan tradisional yang bernama UD Sri Redjeki di Pasar Klewer, Solo.

    Pada tahun 1968, ia membuka pabrik cetak pertamanya yang memproduksi kain berwarna dan putih di Solo.

    Bersama istrinya, Susyana, yang dinikahi pada 26 Oktober 1969, mereka membangun usaha ini bersama dan memperluasnya hingga mencapai kesuksesan.

    HM Lukminto dan Susyana dikaruniai lima anak:

    Vonny Imelda, Iwan Setiawan, Lenny Imelda, Iwan Kurniawan, dan Margaret Imelda.

    Menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kelima anaknya memiliki saham di PT Sritex.

    Apa yang Terjadi Setelah Kepergian HM Lukminto?

    Setelah kepergian HM Lukminto pada 5 Februari 2014, kepemimpinan perusahaan beralih kepada Iwan Setiawan Lukminto, anak pertama dari pasangan tersebut.

    Di bawah kepemimpinannya, Sritex meraih berbagai penghargaan, termasuk Businessman of the Year dari Forbes Indonesia dan Entrepreneur of the Year dari Ernst & Young.

    Namun, sayangnya, pada 13 Februari 2025, PT Sritex resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang, yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi lebih dari 10 ribu karyawan.

    Iwan Kurniawan Lukminto, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama, menyatakan kesedihan mendalam atas penutupan permanen perusahaan yang telah beroperasi selama 58 tahun.

    Mengapa Sritex Dinilai Pailit?

    Putusan pailit tersebut disebabkan oleh tuntutan dari salah satu vendor, PT Indo Bharat Rayon, terkait utang yang belum terbayarkan.

    Sebelum penutupan, Sritex dan beberapa afiliasinya dianggap tidak memenuhi kewajiban pembayaran terhadap vendor tersebut.

    PT Sritex telah gulung tikar per Sabtu (1/3/2025).

    Jumlah total karyawan dan pekerja Sritex Group yang terkena PHK akibat putusan pailit mencapai 10.665 orang.

    Gelombang PHK itu terhitung sejak Januari hingga akhir Februari 2025.

    Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan), mengungkapkan kesedihan mendalam setelah penutupan permanen Sritex tersebut. 

    Apalagi dengan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. 

    “Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical.”

    “Di mana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya,” terang Wawan, Jumat (28/2/2025).

    Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

  • Profil Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex, Perusahaan Tekstil Terbesar di Asia Tenggara yang Tutup – Halaman all

    Profil Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex, Perusahaan Tekstil Terbesar di Asia Tenggara yang Tutup – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut ini profil keluarga Lukminto, pemilik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara yang telah gulung tikar per Sabtu (1/3/2025).

    Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRITEX), Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan), mengungkapkan kesedihan mendalam setelah penutupan permanen Sritex tersebut. 

    Apalagi dengan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya. 

    “Kondisi terkini sekarang menjadi hari terakhir kita berada di sini (Sritex). Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang historical.”

    “Di mana 58 tahun kita bisa berkarya dan sangat sedih sekali berpisah semuanya,” terang Wawan, Jumat (28/2/2025).

    Sebelumnya raksasa tekstil Sritex resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang. 

    Keputusan Sritex pailit itu berdasarkan putusan perkara dengan nomor 2/Pdt.Sus- Homologasi/2024/PN Niaga Smg oleh Hakim Ketua Moch Ansor padai Senin 21 Oktober Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo ini digugat pailit oleh vendornya PT Indo Bharta Rayon karena polemik utang yang belum terbayarkan. 

    Sritex bersama  perusahaan afiliasinya, PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dianggap telah lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran kewajiban kepada PT Indo Bharat Rayon, selaku pemohon. 

    Lantas, siapakah pemilik PT Sritex?

    Sebagai informasi, Sritex asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini telah menjadi perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang memasok seragam militer untuk 35 negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga Timur Tengah.

    Sritex lahir dari kerja kerja keras H.M Lukminto, pada 1966.

    Kala itu Lukminto melabeli Sritex sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, dikutip dari sritex.co.id.

    Awalnya, di Pasar Klewer Solo, Sritex diberi nama UD Sri Redjeki.

    Lantas pada 1968, Lukminto akhirnya membuka pabrik cetak pertamanya yang menghasilkan kain putih dan berwarna di Solo.

    Lukminto memiliki istri bernama Susyana. Keduanya menikah pada pada 26 Oktober 1969 di Kertosono, Jawa Timur.

    Bersama sang istri, mereka merantau ke Solo dan bersama-sama membesarkan kariernya di bidang tekstil.

    Lukminto dan Susyana memiliki lima anak.

    Mereka adalah Vonny Imelda, Iwan Setiawan Lukminto, Lenny Imelda, Iwan Kurniawan, dan Margaret Imelda.

    Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kelimanya memiliki saham di SRIL atas nama individu.

    Yang terbesar Iwan Setiawan 109 juta (0,53 persen), Iwan Kurniawan 108 juta (0,52 persen), Vonny 1,8 juta (0,01 persen), serta Margaret dan Lenny masing-masing 1 juta (0,01 persen). 

    Hingga akhirnya, HM Lukminto meninggal dunia pada 5 Februari 2014 di Singapura.

    Perusahaannya setelah itu dan hingga saat ini dipegang oleh Iwan Setiawan Lukminto, anak pertama HM Lukminto. 

    Pada 2014, Iwan Setiawan Lukminto menerima penghargaan sebagai Businessman of the Year dari majalah Forbes Indonesia dan sebagai EY Entreprenuer of the Year 2014 dari Ernst & Young.

    Selain itu, Iwan Setiawan Lukminto juga dibantu sang adik Iwan Kurniawan Lukminto untuk menjalankan bisnis Sritex.

    Tercatat kini Iwan Kurniawan Lukminto, tercatat menjadi Direktur Utama PT Sritex.

    Sementara, sang istri, Mira Christina Setiady, menjabat sebagai Direktur Operational.

    Sritex pailit karena harus menanggung utang pokok plus bunga yang besar, sementara pendapatannya seret. 

    Jika dirinci, utang jumbo yang ditanggung Sritex ini meliputi utang jangka pendek sebesar 131,41 juta dollar AS, dan utang jangka panjang 1,46 miliar dollar AS.

    Untuk utang jangka panjang, porsi terbesar adalah utang bank yang mencapai 809,99 juta dollar AS, lalu disusul utang obligasi sebesar 375 juta dollar AS.

    Kondisi keuangan Sritex semakin terpuruk, lantaran utang yang menumpuk ditambah dengan penjualan perusahaan yang lesu, mengutip Kompas.com. 

    Masih merujuk pada laporan keuangan terbarunya, perusahaan hanya bisa mencatatkan penjualan sebesar 131,729 juta dollar AS pada semester I 2024, turun dibandingkan periode yang sama pada 2023 yakni 166,9 juta dollar AS.

    Di sisi lain, beban penjualannya lebih besar yakni 150,24 juta dollar AS.

    Artinya, uang yang masuk dari penjualan tekstil tak mampu menutupi ongkos produksinya.

    Kerugian Sritex juga tercatat hingga triliunan.

    Pada 2023, Sritex juga menderita kerugian sangat besar yaitu 174,84 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,73 triliun.

    Lantas sepanjang semester pertama 2024, Sritex praktis mencatat rugi sebesar 25,73 juta dollar AS atau setara dengan Rp 402,66 miliar. 

    Isak Tangis 

    Isak tangis iringi pertemuan antara Direktur Utama PT SRITEX, Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan), dengan ribuan buruh di hari terakhir bekerja pada Jumat (28/2/2025).

    Satu hari sebelum PT Sritex resmi ditutup permanen pemilik PT Sritex menyempatkan waktu bertemu dengan ribuan buruh, dilansir Tribunsolo.com.

    Tangis Wawan pun pecah saat berhadapan dengan ribuan buruh.

    Lagu Kenangan Terindah menjadi lagu perpisahan seluruh buruh sritex dan pemilik Sritex.

    “Sangat sulit bagi saya bertemu dengan kalian semuanya, tidak kuat hati saya,” kata Wawan di depan ribuan buruh, Jumat (28/2/2025).

    Isak tangis ribuan buruh pun semakin pecah saat lagu kenangan terindah dikumandangkan di pertemuan itu.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Sritex Sukoharjo Tutup Permanen Hari Ini, Iwan Kurniawan Lukminto Mau Istirahat Dulu

    (Tribunnews.com/Garudea Prabawati) (Kompas.com/Muhammad Idris) (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

  • Kenapa Sritex Bangkrut? Ini Profil Perusahaan, Pendiri, dan Pemegang Sahamnya

    Kenapa Sritex Bangkrut? Ini Profil Perusahaan, Pendiri, dan Pemegang Sahamnya

    PIKIRAN RAKYAT – Sritex dinyatakan pailit dan bangkrut sehingga harus menutup pabriknya mulai hari ini, Sabtu 1 Maret 2025. Direktur Utama perusahaan tersebut, Iwan Kurniawan Lukminto, sampai menangis di hadapan ribuan karyawan pada Jumat, 28 Februari 2025.

    Perusahaan ini sudah berdiri sejak 1966 sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, dilansir dari laman resminya. Pabrik ini sempat dijanjikan tidak akan ada PHK oleh Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Imanuel Ebenezer pada 16 November 2024 lalu.

    Kenapa Sritex bangkrut?

    Berikut kronologi bangkrutnya perusahaan tekstil tersebut:

    Direktur Utama Iwan Kurniawan Lukminto menyebut alasan pailit adalah faktor internal (pandemi dan menurunnya daya beli masyarakat) dan faktor eksternal (perang, perlambatan ekonomi global, impor dari Cina, dan regulasi pemerintah). Sritex pernah digugat salah satu debiturnya, CV Prima Karya, pada Januari 2022 CV Prima Karya mengajukan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh Sritex Sritex melakukan rapat kreditur di Pengadilan Niaga Semarang, muncul kesepakatan rencana damai oleh semua kreditur Sritex dan 3 anak perusahaannya mendapatkan restrukturisasi, di antaranya adalah PT Sinar Pantja Djaja (SPD), PT Bitratex Industries (BI), dan PT Primayudha Mandirijaya (PM) Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan menghentikan sementara perdagangan efek SRIL di seluruh pasar sejak 18 Mei 2021 sampai sekarang karena Penundaan Pembayaran Pokok dan Bunga MTN Sritex Tahap III Tahun 2018 ke-6.
    Total tagihan Sritex mencapai Rp26 triliun yang berasal dari kreditur separatis senilai Rp716,7 miliar dan tagihan kreditur konkuren Rp25,3 triliun. Sritex sempat bangkit dan bahkan utilitasnya berada pada 70-80 persen sehingga masih bisa ekspor Sritex kembali digugat debitur lainnya, PT Indo Bharat Rayon, karena dianggap lalai dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang Hakim Ketua Pengadilan Niaga Kota Semarang, Muhammad Anshar Majid, mengabulkan permohonan PT Indo Bharat Rayon sebagai debitur Sritex sehingga Sritex dinyatakan pailit alias tidak mampu membayar utangnya.

    Sritex Tutup, Direktur Utama Menangis di Depan Ribuan Karyawan: Kita Semua Aset Berharga

    Sritex Perusahaan Apa? Wamenaker Janji Tak Ada PHK, Kini Sudah Bangkrut

    Profil Sritex Nama dagang: Sritex Jenis: peruashaan publik Industri: tekstil Nasib: pailit Didirikan: 1966 (sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah), terdaftar sebagai PT pada 22 Mei 1978 Pendiri: Lukminto Ditutup: 1 Maret 2025 Kantor pusat: Sukoharjo, Jawa Tengah Wilayah operasi: Indonesia dan Singapura Produk: Benang, kain mentah, kain jadi, pakaian jadi Jasa: Pemintalan, penenunan, perwarnaan, percetakan kain, konfeksi Profil pendiri Sritex Nama lengkap: Lukminto Nama lahir: Ie Djie Shien TTL: Nganjuk, Jawa Timur 1 Juni 1946 Meninggal: Singapura, 5 Februari 2014 Pekerjaan: pengusaha, filantropis

    Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto (kiri), menangis di depan ribuan karyawan dari perusahaannya yang bangkrut. Kolase foto Sritex dan ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/foc

    Profil Direktur Utama Sritex Nama lengkap: Iwan Kurniawan Lukminto TTL: Surakarta, Jawa Tengah 22 Januari 1983 Riwayat pendidikan:
    a) Sarjana Business Administration di Johnson & Wales University
    b) Sarjana Business Administration di Northeastern University
    c) Sarjana Business Administration di Boston University Riwayat organisasi:
    a) Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
    b) Dewan Pembina Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Pemegang saham Sritex PT Huddleston Indonesia: Memiliki 59,03 persen saham. Perusahaan ini terafiliasi dengan keluarga Lukminto. Masyarakat publik: Memiliki 39,89 persen saham. Iwan Setiawan Lukminto: Komisaris Sritex yang memiliki 0,53 persen saham. Iwan Kurniawan Lukminto: Direktur Utama Sritex yang memiliki 0,52 persen saham. Vonny Imelda Lukminto: Memiliki 0,01 persen saham. Margaret Imelda Lukminto: Memiliki 0,01 persen saham. Lenny Imelda Lukminto: Memiliki 0,01 persen saham. Manajemen Sritex Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto Direktur Operasional: Mira Christina Setiady Direktur Keuangan: Welly Salim Direktur Independen: Regina Lestari Busono Direktur Umum: Supartodi Direktur Bisnis Benang: Karunakaran Rama Moorthy Direktur Bisnis Kain: Sandeep Kr Gautam Direktur Bisnis Garmen: Teo Khek Thuan

    Demikian alasan Sritex bangkrut, lengkap dengan profil pendiri, profil Direktur Utama, dan pemegang sahamnya. Pabrik itu resmi tutup pada hari ini, Sabtu 1 Maret 2025 setelah dinyatakan pailit oleh pengadilan.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Sritex Milik Siapa? Bangkrut akibat Utang Rp25 Triliun, Salah Satunya ke Indo Bharat Rayon

    Sritex Milik Siapa? Bangkrut akibat Utang Rp25 Triliun, Salah Satunya ke Indo Bharat Rayon

    PIKIRAN RAKYAT – Info Sritex milik siapa bisa diketahui di artikel ini. Perusahaan itu resmi bangkrut dan menutup pabriknya pada hari ini, Sabtu 1 Maret 2025. Ternyata perusahaan itu memiliki total utang mencapai Rp25 triliun, salah satunya adalah ke PT Indo Bharat Rayon.

    Meski begitu, utang ke Indo Bharat Rayon hanya Rp100 miliar atau 0,38 persen dari total utangnya selama ini. Sritex digugat perusahaan tersebut di Pengadilan Niaga Semarang dan putusan perkara 2/Pdt. Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg menyatakan Sritex telah pailit akibat gagal dalam membayar utangnya.

    Sritex milik siapa?

    Ternyata Sritex dimiliki keluarga Lukminto melalui PT Huddleston Indonesia. Perusahaan itu adalah pemilik saham mayoritas dengan 59,03 persen. Lukminto merupakan pendirinya pada 1966 sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Pada 22 Mei 1978, perusahaan ini resmi terdaftar sebagai PT.

    Berikut daftar kepemilikan terhadap perusahaan yang dipimpin putra Lukminto, Iwan Kurniawan Lukminto, tersebut:

    PT Huddleston Indonesia

    Punya 59,03 persen saham.

    Masyarakat publik

    Punya 39,89 persen saham.

    Iwan Setiawan Lukminto

    Komisaris Sritex ini tercatat punya 0,53 persen saham.

    Iwan Kurniawan Lukminto

    Direktur Utama mempunyai 0,52 persen saham.

    Vonny Imelda Lukminto

    Ia punya 0,01 persen saham.

    Margaret Imelda Lukminto

    Punya 0,01 persen saham.

    Lenny Imelda Lukminto

    Punya 0,01 persen saham.

    Sritex Tutup, Direktur Utama Menangis di Depan Ribuan Karyawan: Kita Semua Aset Berharga

    PT Sritex Tutup 1 Maret 2025 Imbas Pailit, Kemnaker Jamin Hak 8.400 Buruh Dapat Pesangon PHK dan JKP

    Daftar utang bank yang dimiliki Sritex

    Simak selengkapnya:

    PT Bank Central Asia Tbk – US$ 71,309,857 State Bank of India, Singapore Branch – US$ 43,881,272 PT Bank QNB Indonesia Tbk – US$ 36,939,779 Citibank N.A., Indonesia – US$ 35,828,895 PT Bank Mizuho Indonesia – US$ 33,709,712 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk – US$ 33,270,249 PT Bank Muamalat Indonesia – US$ 25,450,735 PT Bank CIMB Niaga Tbk – US$ 25,339,757 PT Bank Maybank Indonesia Tbk – US$ 25,164,698 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah – US$ 24,802,906 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – US$ 23,807,151 Bank of China (Hong Kong) Limited – US$ 21,775,703 PT Bank KEB Hana Indonesia – US$ 21,531,858 Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. – US$ 20,000,000 Woori Bank Singapore Branch – US$ 19,870,570 Standard Chartered Bank – US$ 19,570,364 PT Bank DBS Indonesia – US$ 18,238,799 PT Bank Permata Tbk – US$ 16,707,799 PT Bank China Construction Indonesia Tbk – US$ 14,912,907 PT Bank DKI – US$ 9,130,551 Bank Emirates NBD – US$ 9,614,459 ICICI Bank Ltd., Singapore Branch – US$ 6,959,350 PT Bank CTBC Indonesia – US$ 6,950,110 Deutsche Bank AG – US$ 6,821,159 PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk – US$ 4,970,990 PT Bank Danamon Indonesia Tbk – US$ 4,519,552 PT Bank SBI Indonesia – US$ 4,380,882 MUFG Bank, Ltd. – US$ 23,777,384

    Demikian kepemilikan Sritex yang sudah dinyatakan pailit dan bangkrut pada Sabtu, 1 Maret 2025. Saham mayoritas ternyata dimiliki keluarga Lukminto dengan 59 persen.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • The 10th Indonesia WOW Brand 2025 Ungkap Strategi Branding Paling Engaging Tahun 2025

    The 10th Indonesia WOW Brand 2025 Ungkap Strategi Branding Paling Engaging Tahun 2025

    Jakarta: The 10th Indonesia WOW Brand 2025 kembali sukses digelar sebagai acara bagi para brand enthusiast dan praktisi branding di Indonesia. Bertempat di The Ballroom at Djakarta Theater, MH Thamrin, Jakarta, acara tahunan ini menghadirkan konsep Experiential Emotional Branding, yang menyoroti bagaimana brand dapat menciptakan pengalaman mendalam dan membangun keterikatan emosional dengan pelanggan mereka. Strategi branding paling engaging di era sekarang ini pun menjadi sorotan.
     
    Acara ini dibuka oleh Iwan Setiawan, CEO MarkPlus, Inc. & Marketeers yang menyoroti bahwa saat ini brand masih terjebak dalam commodities, goods, dan service dan belum berkembang menjadi pengalaman (experience-based).
     
    Iwan juga menjelaskan bahwa experience dan service bertolak belakang, karena service itu time save karena ingin menghemat waktu mereka sehingga bisa memanfaatkan waktu yang dihemat itu untuk experience.

    “Justru orang ingin lama diberi experience, dan ingin selalu lebih lama sehingga experience itu well-spend. bagaimana orang-orang ingin menambah lagi durasi experience-nya,” ungkap Iwan.
     
    Di sisi lain, experience mudah terlupakan karena bagian dari keseharian. Namun sebuah hal yang berkesan dan sebagai brand, sangat penting untuk selalu diingat oleh costumer.
     
    Dalam dunia branding, produk dan layanan harus dijaga konsistensinya, namun pengalaman (experience) justru tidak bisa selalu konsisten. Jika sebuah pengalaman tidak lagi terasa “WOW,” maka sebaiknya tidak sering ditampilkan agar tetap memiliki daya tarik.
     
    Inilah tantangan utama bagi brand yaitu menciptakan momen-momen “WOW” yang berkesan. Tidak perlu setiap saat, tetapi ketika momen tersebut hadir, harus benar-benar memberikan dampak yang luar biasa bagi pelanggan. Di sini, brand manager dapat memperkuat branding melalui brand storytelling, content marketing, community marketing, dan influencer marketing.
     
    Paparan Experiential Emotional Branding oleh Iwan Setiawan diperkuat melalui berbagai studi kasus yang dipresentasikan oleh para pembicara di WOW Brand 2025. Sesi materi oleh praktisi profesional turut memperkaya pemahaman branding berbasis pengalaman dan keterikatan emosi pelanggan. 
     
    Para narasumber yaitu, Fadly Hasan, Director of Business & Asset Optimization, Transjakarta; Wisnu Putra, CEO Creative, dentsu Indonesia; Bayu Riyanto, Marketing Director, BMW Indonesia; M. Adityo Kusumowardhono, Sales and Marketing Senior Manager ANTAM Logam Mulia, Cassandra Aprilanda, SEA Marketing Lead, Spotify; dan Andrew A. Tjoa, Assistant Country Head, Partipost.
     
    Acara ini ditutup oleh sesi dari Hermawan Kartajaya, Founder & Chair MCorp, yang membahas tentang MCorp: Marketing to Business, Asia to the World; Tiga Kelompok Buku Hermawan Kartajaya bersama Philip Kotler; Konsep The Omnihouse Model; serta Konsep The Human x Tech Compass.
     
    Hermawan menegaskan bahwa pada era digital saat ini, manusia tidak boleh sepenuhnya melepaskan kendali terhadap teknologi. Teknologi hanya membantu peran manusia dalam menciptakan Operational Excellence.
     
    “Karena customer adalah human, perusahaan harus menyeimbangkan peran Human dan Technology untuk memastikan Quality-Cost-Delivery-Service yang baik. Perlu diingat bahwa Technology hanyalah Co-pilot, Human yang harus mengendalikan Technology,” ujar Hermawan Kartajaya.
     

    Penghargaan WOW Brand 2025

    (The 10th WOW Brand 2025. Video: Dok. Instagram Mcorp Events/@mcorpevents)
     
    WOW Brand juga menjadi momen penghargaan bagi ratusan brand, di antaranya Indonesia WOW Brand Award 2025, Branding Campaign of The Year 2025, dan Brand for Good 2025. Ketiga ajang ini diberikan sebagai apresiasi luar biasa di dunia branding terhadap para brand inspiratif di Tanah Air.
     
    Indonesia WOW Brand Award 2025 merupakan penghargaan bagi 300 merek yang berhasil mendapatkan advokasi tertinggi dari konsumennya berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MarkPlus Insight.
     
    Survei dilandaskan pada customer path 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. Survei dilakukan secara daring pada periode Oktober – November 2024 dengan melibatkan responden dari kelas ekonomi B & C berusia 17-56 tahun.
     
    “Customer Path 5A ini merujuk isi buku Marketing 4.0: Moving from Traditional to Digital yang saya tulis bersama Philip Kotler dan Iwan Setiawan,” ujar Hermawan Kartajaya.
     
    Sementara, Indonesia Branding Campaign of the Year 2025 menjadi penghargaan untuk merek-merek yang berhasil menjalankan kampanye kreatif dengan sukses di empat kategori, meliputi Above The Line (ATL), Below The Line (BTL), Digital Marketing, dan Public Relations.
     
    Ada juga Brand for Good Club 2025, merupakan penghargaan ke para komunitas merek yang berhasil mengimplementasikan pemasaran dengan dampak sosial yang signifikan.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (TIN)

  • Mantap! SPX Express Raih Penghargaan di Ajang WOW Brand Award 2025

    Mantap! SPX Express Raih Penghargaan di Ajang WOW Brand Award 2025

    Jakarta

    SPX Express meraih penghargaan sebagai perusahaan logistik terbaik pada WOW Brand Award 2025 yang diselenggarakan oleh MarkPlus Inc. SPX Express unggul pada kategori Courier Service.

    Direktur Operasional Bisnis SPX Express Indonesia, Harry Akbar Sutiono mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada SPX Express. SPX Express pun terus meyediakan layanan pengiriman logistik yang cepat dan dapat diandalkan untuk seluruh Pengguna di Indonesia.

    “Kami mengapresiasi penghargaan yang diberikan sebagai salah satu perusahaan logistik dengan Layanan Kurir terbaik di Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti kepercayaan Pengguna dan seluruh mitra kami kepada SPX Express dalam terus memberikan layanan terbaik, serta menghadirkan inovasi yang cepat dan andal bagi seluruh Pengguna di Indonesia,” jelas Harry. dalam keterangan tertulis, Rabu (26/2/2025).

    SPX Express terpilih menjadi salah satu perusahaan logistik yang paling banyak dipilih oleh lebih dari 4.000 responden di beberapa kota besar di Indonesia dengan usia 17-56 tahun, dengan pekerjaan mayoritas karyawan, pengusaha, dan ibu rumah tangga.

    “Pencapaian ini dapat kami raih berkat kepercayaan dan dukungan para pengguna setia SPX Express. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan pengiriman yang lebih baik lagi melalui berbagai sistem dan program inovatif berbasis teknologi yang diharapkan dapat mendukung segala kebutuhan Pengguna,” ujar Harry.

    Sementara itu, CEO MarkPlus, Inc. dan Marketeers Iwan Setiawan menyatakan pihaknya merasa sangat bangga dan terhormat dapat menyelenggarakan WOW Brand Award untuk kesepuluh kalinya.

    Melalui penghargaan ini pihaknya mengapresiasi merek-merek yang telah menghadirkan banyak inovasi dalam bisnis sekaligus membagikan inspirasi bagi brand enthusiast untuk tetap relevan lewat strategi branding.

    “Satu di antaranya adalah SPX Express yang telah membuktikan diri sebagai salah satu merek layanan pengiriman barang yang mampu beradaptasi dan terus memberikan layanan terbaik sehingga terpilih sebagai merek yang direkomendasikan konsumennya,” jelas Iwan.

    WOW Brand Award 2025 merupakan penghargaan terhadap merek-merek yang paling direkomendasikan oleh pelanggan dan didasarkan pada konsep customer path dalam WOW Marketing, atau yang biasa disebut dengan 5A, yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate.

    Menghadirkan Layanan Logistik yang Cepat dan Terpercaya

    Perusahaan logistik menjadi pendukung utama dalam perputaran ekonomi Indonesia. Pengiriman yang cepat dan dapat diandalkan, akan membantu penjual yang di dalamnya termasuk UMKM untuk bisa menjaga kepercayaan Pembeli. SPX Express berupaya menghadirkan layanan terbaik melalui

    ● Jenis Pengiriman Lengkap: Menghadirkan berbagai pilihan pengiriman sesuai dengan kebutuhan Pengguna seperti Regular, Hemat, Instant, dan Sameday.

    ● Pengiriman Cepat: Menerapkan sistem Smart Zoning dan Smart Truck Routing guna mengoptimalkan rute pengantaran dan mempercepat proses pengiriman, untuk memastikan pengiriman barang yang cepat dan tepat waktu.

    ● Jaringan Terluas: SPX melayani 514 Kota dan Kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia, dengan ribuan hub yang siap melayani pengguna dengan optimal.

    ● Real-time Tracking: Teknologi terintegrasi yang otomatis memberikan update lokasi paket secara waktu nyata, mulai saat dikirim dari penjual, hingga kepada pembeli.

    (anl/ega)

  • Larangan Ikut Retret Kepala Daerah, Megawati Kirim Sinyal Perang ke Pemerintah? – Page 3

    Larangan Ikut Retret Kepala Daerah, Megawati Kirim Sinyal Perang ke Pemerintah? – Page 3

    Penundaan retreat kepala daerah PDIP di tengah penahanan Sekjen Hasto Kristiyanto oleh KPK memicu berbagai interpretasi. Banyak pihak menduga, instruksi Megawati ini bukan sekadar respons atas penahanan Hasto, melainkan juga sinyal politik yang ditujukan kepada pemerintah.

    Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai secara kelembagaan PDIP tengah menabuh genderang perang.

    “PDIP menegaskan oposisinya terhadap pemerintah, tentu ini kaitannya dengan penahanan Hasto sebagai sekjen mereka oleh KPK,” kaya Iwan dalam keterangan diterima, Sabtu (22/2/2025).

    Terlepas dari kasus hukum yang menjerat Hasto, Iwan memandang PDIP menganggap bahwa penetapan Hasto sebagai tersangka yang akhirnya ditahan kemarin sangat besar muatan politiknya. Artinya, hal tersebut merupakan rangkaian konflik antara PDIP dengan Jokowi. 

    “Bagi PDIP, Jokowi lah aktor kekuatan politik dibalik kasus ini. Sementara posisi Jokowi bersama rezim sekarang semakin mesra dan kuat, itu ditunjukkan dalam puncak HUT Gerindra beberapa hari yang lalu,” jelas Iwan.  

    Iwan meyakini, drama antara PDIP dan Jokowi akan terus berlanjut ke episode selanjutnya.

    “Kita lihat saja ke depan, sampai di mana ujung konflik PDIP dengan Jokowi ini,” dia menandasi.

  • Reshuffle Perdana Kabinet Prabowo-Gibran, Murni Pertimbangan Kinerja atau Faktor Lain? – Page 3

    Reshuffle Perdana Kabinet Prabowo-Gibran, Murni Pertimbangan Kinerja atau Faktor Lain? – Page 3

    Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menilai pencopotan Satryo Soemantri Brodjonegoro dari jabatan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) berkaitan dengan aksi demo mahasiswa bertajuk ‘Indonesia Gelap’.

    Menurut Iwan, Satryo menjadi penyebab mahasiswa turun ke jalan lantaran mengeluarkan pernyataan yang membuat gusar saat Rapat Kerja di DPR RI terkait potensi menaikkan uang kuliah mahasiswa imbas kebijakan efisiensi anggaran.

    “Bahwa imbas efisiensi akan bisa menaikkan biaya kuliah atau uang kuliah tunggal di perguruan tinggi. Sehingga menimbulkan kekhawatiran publik khususnya mahasiswa, maka muncullah demonstrasi,” kata Iwan melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Rabu 19 Februari 2025.

    Iwan menyebut, menjadi hal lumrah jika Presiden Prabowo Subianto marah kepada Satryo dan mengambil langkah tegas pencopotan.

    Sebab, lanjut Iwan, seharusnya pesan efisiensi itu bisa disampaikan dengan baik oleh para menterinya, seperti hanya berdampak pada biaya perjalanan dinas, alat tulis kantor, fokus grup diskusi, dan bukan terhadap biaya kuliah atau belanja pegawai.

    “Belum lagi sebelum ini, Mendiktisaintek membuat gaduh dan heboh setelah didemo oleh pegawainya karena dianggap semena-mena memecat dan memaki bahasanya. Jadi, menurut saya, menteri seperti ini memang pantas diganti,” kata Iwan menandasi.

    Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah menggelar aksi demontrasi bertajuk ‘Indonesia Gelap’ di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2025. Aksi ini disebut sebagai bentuk rasa kecewa terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

    Tak hanya turun ke jalan, media sosial turut diramaikan dengan tagar aksi Indonesia Gelap yang mencapai 43,8 ribu postingan di platform X. Gerakan ini menjadi sorotan publik karena mengusung simbol Garuda dengan latar hitam, mencerminkan keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa yang dinilai semakin jauh dari cita-cita kemakmuran.

    Koordinator Pusat BEM SI, Herianto mengatakan ada tujuh tuntutan mahasiswa dalam unjuk rasa ‘Indonesia Gelap’. Salah satunya, meminta Prabowo mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran yang dinilai merugikan masyarakat.

    “Menuntut Presiden mencabut Inpres nomor 1 tahun 2025 yang merugikan rakyat,” kata Herianto saat dihubungi, Senin 17 Februari 2025.

    Selain itu, BEM SI menuntut transparansi status pembangunan dan transparansi keseluruhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BEM SI juga menolak revisi UU Minerba dan dwifungsi TNI, serta meminta RUU Perampasan Aset disahkan.

    Unjuk rasa ini juga diikuti BEM Universitas Indonesia (UI). Dalam tuntutannya, BEM UI meminta Prabowo mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang untuk menjaga independensi akademik.

    Selanjutnya, BEM UI meminta MBG dievaluasi total dan mengeluarkan program unggulan Prabowo ini dari anggaran pendidikan. Kemudian, BEM UI mendesak agar Inpres pemangkasan anggaran dicabut.

    “Kami mahasiswa UI merasa resah dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini. Begitu banyak kebijakan ugal-ugalan nirsubstansi yang menyebabkan penderitaan rakyat terus berlanjut,” dikutip dari akun Instagram @bemui_official.

  • Penegasan efisiensi tak berdampak pada sektor pendidikan

    Penegasan efisiensi tak berdampak pada sektor pendidikan

    Sumber foto: https:/linkcuts.org/wf9owpdj/elshinta.com.

    Prabowo ganti Mendiktisaintek, Pakar: Penegasan efisiensi tak berdampak pada sektor pendidikan
    Dalam Negeri   
    Editor: Sigit Kurniawan   
    Rabu, 19 Februari 2025 – 20:56 WIB

    Elshinta.com – Mendiktisainten Satryo Soemantri Brodjonegoro diganti hari ini oleh Presiden Prabowo Subianto. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengapresiasi hal ini sebagai respons Prabowo terhadap pejabat salah kaprah dengan kebijakan efisiensi Presiden.

    Digantinya menteri tersebut sekaligus penegasan bahwa kebijakan itu tidak berdampak pada sektor pendidikan. Sebab, pernyataan Satryo dalam rapat dengan Komisi X DPR adalah efisiensi anggaran akan berdampak pada naiknya UKT mahasiswa. Hal ini kemudian menimbulkan kontroversi di masyarakat termasuk mahasiswa.

    “Menurut saya, Prabowo pasti marah karena harusnya pesan efisiensi itu bisa disampaikan dengan baik oleh para menterinya, yaitu seperti dana dana yang terkait perjalanan dinas, ATK, FGD, dan lain-lain, dan tidak terkait dengan biaya kuliah atau belanja pegawai,” kata Iwan kepada wartawan, Rabu (19/2).

    Selain hal itu, ia memandang faktor lain yang membuat Prabowo memutuskan mengganti Satryo adalah terkait aksi protes pegawai Kemendikbudristek di Januari 2025. Satryo didemo ASN kementeriannya atas dugaan kesewenang-wenangan.

    “Mendikti Saintek juga membuat gaduh dan heboh setelah didemo oleh pegawainya karena dianggap semena-mena memecat dan memaki bawahannya. Jadi, menurut saya, menteri seperti ini memang pantas diganti,” tegas Iwan.

    Iwan menyebut reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. Ia yakin, Prabowo telah melakukan monitoring serta evaluasi kepada para bawahannya, sehingga muncul keputusan untuk mereshuffle Satryo.

    “Karena memang, Mendikti Ristek ini saya melihat memang masuk pada kategori yang harus segera direshuffle, langkah Pak Prabowo ini saya kira sudah tepat. Kalau tidak, akan menghambat kinerja dan visi presiden,” kata Iwan.

    Sumber : Elshinta.Com

  • Jokowi Klaim Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Pengamat: Justru Jokowi yang Disorot!

    Jokowi Klaim Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Pengamat: Justru Jokowi yang Disorot!

    GELORA.CO – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan, tidak ada yang berani mengkritik Presiden Prabowo Subianto karena mendapat dukungan kuat dari rakyat dan DPR.

    Menurutnya, Prabowo memiliki kepemimpinan serta determinasi yang telah teruji.

    Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai bahwa Jokowi sebenarnya ingin mengisyaratkan bahwa pusat kritikan saat ini justru tertuju kepadanya.

    Pasalnya, banyak pihak yang menilai Jokowi meninggalkan berbagai persoalan saat lengser dari jabatannya sebagai presiden.

    “Soal tidak ada yang berani mengkritik, menurut saya, Jokowi ingin menyatakan secara tersirat bahwa pusat kritikan sekarang justru ditujukan kepadanya, karena dianggap banyak meninggalkan masalah saat menjadi presiden,” ujar Iwan saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (15/2/2025).

    Ia juga menilai, pujian Jokowi terhadap Prabowo bersifat realistis, mencerminkan kondisi politik saat ini.

    “Pujian Jokowi ini realistis melihat kenyataan sekarang,” tambahnya.

    Namun, Iwan menyayangkan pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo sebagai presiden terkuat di dunia.

    Menurutnya, jika ukuran kekuatan pemimpin hanya berdasarkan tingkat persetujuan (approval rating), maka gelar tersebut lebih pantas diberikan kepada Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

    “Kalau ada angka di atas 100 persen untuk approval rating, mungkin di situ posisinya. Siapa juga yang berani mengkritik Kim Jong Un?” ujarnya.

    Iwan menegaskan bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak dapat diukur hanya dari survei atau tingkat persetujuan publik.

    Menurutnya, masih banyak pihak yang berani mengkritik Prabowo secara terbuka, sehingga pernyataan Jokowi terkesan berlebihan.

    “Soal kuat atau hebatnya seorang pemimpin tidak bisa hanya diukur dari hasil survei atau approval rating saja. Buktinya, masih banyak yang berani mengkritik Prabowo secara terbuka,” tegasnya.