Tag: Isnawa Adji

  • Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        11 Januari 2026

    Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi Megapolitan 11 Januari 2026

    Kebakaran 15 Bangunan di Tambora, 150 Warga Mengungsi
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Duri Bangkit, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (11/1/2026) pagi.
    Kepala
    BPBD DKI Jakarta
    Isnawa Adji mengatakan, kebakaran berdampak pada 15 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan satu konveksi. Sebanyak 150 warga terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.
    “Terdampak 14 rumah tinggal dan satu bangunan konfeksi. Data sementara mencatat ada 37 Kepala Keluarga (KK) atau 150 jiwa yang terdampak,” ujar Isnawa, Minggu.
    Warga yang kehilangan tempat tinggal saat ini mengungsi di Mushola Nuurul Yaqien.
    Sementara itu, BPBD DKI Jakarta juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan.
    “Lokasi pengungsian berada di Mushola Nuurul Yaqien. Kami terus berkoordinasi dengan SKPD terkait, termasuk pihak kelurahan dan RW setempat untuk penanganan lanjutan,” kata dia.
    Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
    Isnawa menjelaskan, api pertama kali terlihat dari lantai dua salah satu rumah warga. Warga sempat mencoba memadamkan api sebelum meminta bantuan petugas.
    “Menurut penuturan warga, api sudah membesar di lantai 2 rumah, lalu warga bergegas memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun api cepat membesar dan warga meminta bantuan ke pos damkar terdekat,” jelas Isnawa.
    Sementara itu, Perwira Piket Sudin
    Gulkarmat Jakarta Barat
    Joko Susillo mengatakan, sebanyak 21 unit mobil pemadam dengan 105 personel gabungan dikerahkan ke lokasi.
    Karena api merembet ke bangunan lain dan lokasi berada di gang sempit, proses pemadaman berlangsung hingga lima jam.
    “Waktu operasi dimulai pukul 04.26 WIB. Karena banyaknya material mudah terbakar, proses pendinginan baru dimulai pukul 05.47 WIB dan operasi dinyatakan selesai total pada pukul 09.04 WIB,” kata Joko.
    Joko menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari masalah instalasi listrik.
    “Dugaan penyebab sementara diduga karena fenomena listrik,” tutur Joko.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Waspada Pohon Tumbang

    Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Waspada Pohon Tumbang

    Liputan6.com, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang yang diprakirakan melanda wilayah ibu kota dan sekitarnya, Minggu (28/12/2025). Peringatan ditujukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan, seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di tengah periode libur akhir tahun.

    “Imbauan waspada terhadap potensi bahaya akibat angin kencang, seperti pohon tumbang, reklame yang jatuh, atau kerusakan di sekitar kita,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/12/2025).

    Dia juga menekankan pentingnya langkah mitigasi mandiri. Masyarakat diimbau agar secara rutin mengecek kondisi konstruksi di sekitar hunian yang sekiranya rentan terdampak angin kencang.

    “Pastikan untuk cek kondisi sekitar rumah, amankan barang-barang yang ada di luar, dan hindari tempat-tempat yang rawan seperti bawah pohon atau bangunan yang tidak stabil,” ujarnya.

    Isnawa menyebut, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, kecepatan angin maksimal diprakirakan akan terjadi pada siang hingga malam hari.

    Potensi angin kencang diprediksi mencapai kecepatan hingga 20 knot atau setara 37 km/jam, yang masuk dalam kategori Skala Beaufort 5.

     

  • 5 Fakta Robohnya Gedung Parkir 2 Lantai di Koja

    5 Fakta Robohnya Gedung Parkir 2 Lantai di Koja

    Jakarta

    Sebuah bangunan yang terdiri dari dua lantai ambruk di Kawasan Koja, Jakarta Utara. Diketahui bangunan tersebut merupakan tempat parkir yang diperuntukan bagi warga di sana.

    Adapun ambruknya bangunan tersebut dilaporkan pada Kamis (25/12) pukul 15.10 WIB. Penyebab bangunan roboh sampai saat ini masih diselidiki.

    BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan anak-anak yang bermain di sekitar tempat parkir itu sempat mendengar suara retakan bangunan. Anak-Anak di sekitar lokasi saat itu spontan menjauhi tempat kejadian perkara (TKP).

    Dirangkum detikcom, berikut 5 fakta ambruknya bangunan parkir dua lantai di Koja, Jakarta Utara.

    1. Bangunan Timpa 5 Kendaraan

    Sebuah bangunan ambruk di kawasan Koja, Jakarta Utara (Jakut). Bangunan itu menimpa lima unit kendaraan.

    “Bangunan parkir dua lantai dan menimpa 4 unit mobil dan 1 unit motor. Untuk saat ini belum bisa dilakukan evakuasi atau pembongkaran dari pemilik bangunan,” kata Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).

    Isnawa menjelaskan anak-anak yang bermain di sekitarnya sempat mendengar suara retakan bangunan. Anak-Anak yang menyaksikan lantas menjauhi area terdampak.

    “Pada saat anak-anak bermain, terdengar suara retakan, lalu anak-anak berlari menjauh menghindari reruntuhan bangunan,” sebutnya.

    2. Tak Ada Korban Jiwa

    Isnawa Adji menyebut tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Anak-Anak yang sempat menyaksikan robohnya bangunan itu juga dilaporkan selamat.

    “Korban nihil,” kata Isnawa.

    Penyebab robohnya bangunan itu masih diselidiki. Dampak dan kerugian dari bangunan roboh itu juga masih didata.

    “Penyebab masih dalam pendataan pihak kepolisian. Korban nihil,” ujarnya.

    Bangunan parkir dua lantai di Koja, Jakarta Utara, ambruk. Besi hingga reruntuhan dinding berserakan di lokasi. Foto: Devi Puspitasari/detikcom

    3. Garis Polisi Terpasang di Lokasi

    Bangunan parkir dua lantai di Koja, Jakarta Utara (Jakut), ambruk menyisakan puing-puing. Garis polisi terpasang di lokasi bangunan ambruk tersebut.

    Pantauan detikcom di Gang Waru, Koja, Jakarta Utara, Jumat (26/12/2025), terlihat bangunan dua lantai itu ambruk. Tampak lokasi ambruk bersebelahan dengan pondok pesantren.

    Bangunan dua lantai yang runtuh terdiri dari seng, fondasi tembok, dan besi penyangga. Aktivitas di lokasi berjalan normal. Namun, bangunan ambruk itu sudah diberi garis polisi.

    4. Pemilik Kaget Bangunan Ambruk

    Pemilik lahan parkir, Ridwan, mengaku kaget saat mengetahui bangunan dua lantai itu ambruk. Selain sebagai tempat parkir, Ridwan menyebut bangunan yang roboh juga diperuntukan sebagai ruang serba guna.

    “Informasinya itu saya pokoknya dikasih informasi kalau dari teman kalau apa namanya, tempat parkir saya roboh. Jadi kan itu tempat parkir, di atasnya di-dak, ada bangunan serbaguna memang sedikit. Jadi itu panjang, cuma seperempatnya itu, ruang serbaguna. Katanya roboh, saya juga kaget,” ujar Ridwan di Koja, Jumat (26/12/2025).

    Dia mengatakan bangunan itu memang disewakan untuk parkir kendaraan warga. Ridwan mengaku kaget area parkir itu roboh, padahal disebutnya tak ada tanda-tanda.

    “Nah itu saya juga nggak tahu (penyebab roboh). Karena selama ini kan memang nggak ada tanda-tanda dan itu kan baru tuh. Baru 3 tahun ya, memang kan 2023 awal. Ya kokoh kalau saya lihat, kokoh. Di bawahnya juga dikasih besi lagi gitu ya,” katanya.

    5. Pemilik Sebut Bukan Bangunan Pondok Pesantren

    Pemilik tempat parkir mengatakan bangunan yang runtuh bukan pondok pesantren. Ia menyebut tempat parkir itu hanya bersebelahan saja dengan pondok pesantren.

    “Bukan (pondok pesantren). Itu memang punya saya. Cuma memang itu lahan-lahan memang saya sewain buat parkir mobil. Nah sebelahnya memang ada lapangan pesantren. Itu memang punya saya,” ucapnya.

    Dia mengatakan bangunan parkir itu berdiri sejak 2023. Ridwan menyebut tak ada tanda-tanda bangunan itu akan roboh.

    Halaman 2 dari 4

    (dwr/dwr)

  • Ngeri, Bangunan di Koja Roboh Akibatkan 5 Kendaraan Rusak Berat

    Ngeri, Bangunan di Koja Roboh Akibatkan 5 Kendaraan Rusak Berat

    Jakarta: Hari Natal ini dikejutkan dengan laporan sebuah bangunan runtuh secara tiba-tiba di Jalan Alur Laut, Gang Waru, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis 25 Desember 2025.

    Bangunan yang diketahui berfungsi sebagai area parkir kendaraan tersebut ambruk dan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan yang berada di bawahnya. Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa tersebut. 

    Berdasarkan keterangannya, bangunan yang roboh merupakan sebuah area parkir yang lokasinya bersebelahan dengan Pondok Pesantren Missi Islam. Meskipun berada di lingkungan yang sangat dekat dengan area pesantren, Andry menegaskan bahwa bangunan yang ambruk tersebut terpisah dari gedung utama Pesantren Missi Islam. 

    Akses jalan menuju lahan parkir itu sendiri memang diketahui melewati halaman pondok pesantren tersebut, namun denah bangunan parkirnya berbeda. 

    Dalam pernyataannya, Kompol Andry Suharto menjelaskan bahwa lokasi kejadian adalah sebuah bangunan kosong yang biasa menjadi tempat parkir kendaraan. 

    Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, dampak dari runtuhnya bangunan tersebut cukup parah bagi kendaraan yang sedang terparkir.
     

    Kepala Badan Pelaksana (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan parkir dua lantai di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis petang.

    “Bangunan parkir dua lantai roboh pada Kamis sore dan menimpa 4 unit mobil serta satu unit sepeda motor,” kata Isnawa Adji dikutip dari Antara.

    Saat kejadian, terdapat sejumlah anak kecil yang tengah bermain di lapangan pesantren yang letaknya tepat di sebelah gedung yang roboh. Namun, anak-anak tersebut berhasil menghindar sehingga tidak tertimpa reruntuhan. 

    Terkait dengan penyebab robohnya gedung, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab utama ambruknya bangunan dengan luas sekitar 324 meter persegi tersebut. 

    Namun, pihak kepolisian menduga bahwa tiang-tiang penyangga bangunan di lantai dasar tidak cukup kuat untuk menahan beban dari atap yang dibuat dengan material cor beton. 

    Diketahui bahwa bangunan tersebut baru berdiri kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya secara mendadak ambruk ke tanah.

    (Syarifah Komalasari)

    Jakarta: Hari Natal ini dikejutkan dengan laporan sebuah bangunan runtuh secara tiba-tiba di Jalan Alur Laut, Gang Waru, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis 25 Desember 2025.
     
    Bangunan yang diketahui berfungsi sebagai area parkir kendaraan tersebut ambruk dan mengakibatkan kerusakan pada kendaraan yang berada di bawahnya. Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa tersebut. 
     
    Berdasarkan keterangannya, bangunan yang roboh merupakan sebuah area parkir yang lokasinya bersebelahan dengan Pondok Pesantren Missi Islam. Meskipun berada di lingkungan yang sangat dekat dengan area pesantren, Andry menegaskan bahwa bangunan yang ambruk tersebut terpisah dari gedung utama Pesantren Missi Islam. 

    Akses jalan menuju lahan parkir itu sendiri memang diketahui melewati halaman pondok pesantren tersebut, namun denah bangunan parkirnya berbeda. 
     
    Dalam pernyataannya, Kompol Andry Suharto menjelaskan bahwa lokasi kejadian adalah sebuah bangunan kosong yang biasa menjadi tempat parkir kendaraan. 
     
    Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, dampak dari runtuhnya bangunan tersebut cukup parah bagi kendaraan yang sedang terparkir.
     

     
    Kepala Badan Pelaksana (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan parkir dua lantai di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Kamis petang.
     
    “Bangunan parkir dua lantai roboh pada Kamis sore dan menimpa 4 unit mobil serta satu unit sepeda motor,” kata Isnawa Adji dikutip dari Antara.
     
    Saat kejadian, terdapat sejumlah anak kecil yang tengah bermain di lapangan pesantren yang letaknya tepat di sebelah gedung yang roboh. Namun, anak-anak tersebut berhasil menghindar sehingga tidak tertimpa reruntuhan. 
     
    Terkait dengan penyebab robohnya gedung, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab utama ambruknya bangunan dengan luas sekitar 324 meter persegi tersebut. 
     
    Namun, pihak kepolisian menduga bahwa tiang-tiang penyangga bangunan di lantai dasar tidak cukup kuat untuk menahan beban dari atap yang dibuat dengan material cor beton. 
     
    Diketahui bahwa bangunan tersebut baru berdiri kurang lebih tiga tahun sebelum akhirnya secara mendadak ambruk ke tanah.
     
    (Syarifah Komalasari)

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di

    Google News

    (RUL)

  • Bangunan Parkir 2 Lantai Ambruk di Koja Jakut, Timpa 5 Kendaraan

    Bangunan Parkir 2 Lantai Ambruk di Koja Jakut, Timpa 5 Kendaraan

    Jakarta

    Sebuah bangunan ambruk di kawasan Koja, Jakarta Utara (Jakut). Bangunan itu menimpa lima unit kendaraan.

    Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.25 WIB. Penyebab bangunan roboh masih diselidiki.

    “Bangunan parkir dua lantai dan menimpa 4 unit mobil dan 1 unit motor. Untuk saat ini belum bisa di lakukan evakuasi atau pembongkaran dari pemilik bangunan,” kata Isnawa kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).

    Isnawa menjelaskan, sempat terdengar suara retakan bangunan oleh anak-anak yang bermain di sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    “Pada saat anak-anak bermain, terdengar suara retakan lalu anak-anak berlari menjauh menghindari reruntuhan bangunan,” sebutnya.

    (ial/zap)

  • Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Lima orang tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris di Penjaringan

    Jakarta (ANTARA) – Lima orang menjadi korban tewas dalam kebakaran gudang produksi aksesoris dan rumah tinggal di Jalan Lindung Pasar Baru, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (18/12) malam.

    “Kelima korban ditemukan tewas dalam kebakaran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat.

    Kelima korban diketahui bernama Bunhui (56) perempuan, Tiong A Moi (70) pria, Natilia (24) perempuan, Gisel (7) perempuan dan seorang Baby Sister perempuan.

    Ia mengatakan objek kejadian kebakaran adalah gudang dan rumah tinggal. “Penyebab diduga korsleting listrik,” kata dia.

    Saat ini, kronologi kejadian kebakaran masih dalam pendataan BPBD DKI Jakarta.

    “Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 miliar,” katanya.

    Sementara kasus kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

    Pewarta: Mario Sofia Nasution
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Kerugian Ditaksir Rp35 Miliar

    Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Kerugian Ditaksir Rp35 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta memperkirakan kerugian dari kebakaran Pasar Induk Kramat Jati pada hari ini, Senin (15/12/2025) mencapai Rp35 miliar.

    Miftahudin selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikappi DKI Jakarta menyampaikan bahwa kebakaran yang terjadi di area Los Buah C2 tersebut berdampak pada 350 tempat usaha pedagang.

    “Saat ini kondisi di lokasi berangsur kondusif dan masih dalam proses pendinginan serta pembersihan sisa material kebakaran. Adapun kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp35 miliar,” kata Miftahudin dalam keterangannya.

    Menurutnya, Pasar Induk Kramat Jati merupakan pusat distribusi buah yang beroperasi setiap hari dan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran pasokan komoditas ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 

    Oleh karena itu, pihaknya mendorong percepatan penanganan pascakebakaran agar para pedagang dapat kembali berjualan dan aktivitas distribusi dapat berjalan sebagaimana mestinya.

    Selain itu, Ikappi juga mendorong realisasi bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada pedagang terdampak secara tepat sasaran.

    Terkait pencegahan kejadian serupa di masa mendatang, Miftahudin juga berharap adanya koordinasi antara pengelola pasar, aparat kepolisian, hingga Damkar.

    Diberitakan sebelumnya, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur mengalami kebakaran pada Senin (15/12/2025) pagi, tepatnya di Blok C2 atau los buah. 

    Kejadian ini bermula ketika Pos Damkar Kramat Jati/5.14.1.1/Light Pressure mendapatkan informasi laporan kebakaran dari warga melalui telepon pukul 07.24 WIB.

    Sebanyak 16 unit dan 80 personel dengan Grup Jaga A (Ambon) langsung terjun ke lokasi kebakaran dan tiba pukul 07.28 WIB. Satu menit kemudian, tim melakukan upaya pemadaman.

    Tidak berselang lama, pasukan pendukung tiba di lokasi tersebut yang terdiri dari 2 unit bantuan dinas dan satu unit dari Jakarta Selatan. Sejumlah 15 personel pendukung juga tiba di lokasi sehingga total personel menjadi 95 orang dan 19 unit kendaraan pemadam.

    Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, api berhasil dipadamkan pukul 08.00 WIB, dibantu dengan dukungan 150 alat pemadam api ringan (APAR). Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.

    “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.00 WIB dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian, sementara jumlah kerugian masih dalam proses inventarisasi,” ujar Isnawa melalui rilisnya.

  • Kebakaran ruko Jakpus, pemicunya diduga baterai drone terbakar

    Kebakaran ruko Jakpus, pemicunya diduga baterai drone terbakar

    Jakarta (ANTARA) – Kepolisian Resor Jakarta Pusat (Polres Jakpus) menduga kebakaran pada Rumah Toko (Ruko) Terra Drone Kemayoran, akibat baterai drone mainan, terbakar di lantai satu.

    “Pada sekitar pukul 12.30 WIB memang ada baterai di lantai satu yang terbakar,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Selasa.

    Menurut dia, karyawan sudah sempat berupaya memadamkan api, namun api kemudian cepat menyebar karena di lantai itu merupakan salah satu gudang penyimpanan.

    Dia mengatakan bahwa pada saat kejadian, karyawan rerata sedang beristirahat di lantai dua, tiga, empat, lima dan enam sehingga mereka terjebak api yang membakar dari lantai dasar.

    “Karyawan pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada di luar, sebagian lagi itu istirahat di lantai dua, tiga sampai lantai enam. Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, sehingga asap sampai naik ke lantai enam,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa saat ini sudah ada 21 korban yang dinyatakan meninggal dunia.

    Dari jumlah tersebut 15 merupakan perempuan dan enam orang lainnya yang meninggal dunia merupakan laki-laki.

    “Korban meninggal dunia 21 orang enam laki-laki 15 perempuan. Saat ini, tim masih melakukan penyisiran dan pencarian,” katanya.

    Kebakaran itu terjadi di Ruko Terra Drone Jl. Letjend Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai pukul 12.43 WIB.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • OMC hari ke-6, guyur 2,4 ton garam di langit Sukabumi-Ujung Kulon

    OMC hari ke-6, guyur 2,4 ton garam di langit Sukabumi-Ujung Kulon

    Jakarta (ANTARA) – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari keenam mengguyur natrium klorida (NaCl) atau garam higroskopis sebanyak 2,4 ton di langit Sukabumi hingga Ujung Kulon.

    “Tim di lapangan melaksanakan tiga kali penerbangan dengan fokus penyemaian di perairan selatan hingga barat Banten,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji, di Jakarta, Senin.

    Ia mengatakan bahwa pada misi penerbangan kali ini membawa bahan semai sebanyak 2.400 kilogram NaCl (garam higroskopis).

    Bahan semai higroskopis (NaCl) maksudnya adalah zat penyemaian awan (bahan yang disebarkan ke awan saat modifikasi cuaca) yang bersifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara.

    Menurut dia, penerbangan pertama dilakukan oleh tim pada pukul 09.10–11.26 WIB dengan menyasar perairan selatan Ujung Kulon dengan ketinggian jelajah yaitu 8.400–8.600 kaki.

    Selanjutnya, misi penerbangan kedua pada pukul 12.22–14.51 WIB, dengan area semai di perairan selatan Ujung Kulon dan perairan selatan Sukabumi dengan ketinggian 10.000 kaki.

    “Penerbangan ketiga pada pukul 15.38–17.00 WIB di Lebak, Pandeglang, perairan selatan dan barat Banten. Dengan total NaCl sebanyak 2,4 ton,” ujarnya.

    Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC hari keenam ini dilakukan dengan pola penyemaian berlapis di area perairan barat dan selatan Banten, untuk mengoptimalkan proses pengendalian pertumbuhan awan potensial hujan lebat sebelum mencapai wilayah Jabodetabek.

    Berdasarkan hasil observasi tim, pada penerbangan pertama terpantau awan cumulus humilis dan cumulus congestus di sekitar perairan Ujung Kulon dengan puncak awan mencapai 8.000–10.000 kaki, serta arah angin dominan dari timur–timur laut (6–18 knot).

    Pada penerbangan kedua, awan cumulus mediocris hingga congestus berkembang di area Lebak, Pandeglang, dan perairan barat Banten dengan puncak awan mencapai 9.000–11.000 kaki.

    Sementara pada penerbangan ketiga, terpantau awan cumulus towering dengan potensi hujan tinggi di perairan selatan Banten, dan arah angin dominan barat 14–18 knot.

    Isnawa menambahkan bahwa BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi rutin terhadap hasil penyemaian untuk memastikan efektivitas operasi.

    “Kami terus berkoordinasi setiap hari dengan BMKG dan TNI AU untuk menentukan titik semai paling potensial. Dengan kolaborasi ini, kami berupaya menjaga curah hujan tetap terkendali dan meminimalkan potensi genangan maupun banjir di Jakarta,” katanya menambahkan.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Hari ke-5 OMC, 1,6 ton NaCl disemai di Banten hingga Sukabumi

    Hari ke-5 OMC, 1,6 ton NaCl disemai di Banten hingga Sukabumi

    Jakarta (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada hari kelima Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 1,6 ton garam (NaCl) telah disemai di udara perairan selatan Banten hingga selatan Sukabumi.

    “Hari ini, kami melakukan dua misi penerbangan dengan fokus area penyemaian di perairan selatan Banten hingga selatan Sukabumi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Minggu.

    Menurut dia, kegiatan OMC hari kelima ini merupakan bagian dari upaya mitigasi yang dilakukan secara konsisten untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas tinggi di Jabodetabek.

    Berdasarkan hasil observasi tim, kata Isnawa, pada misi penerbangan pertama awan cumulus humilis tumbuh di sekitar Taman Nasional Halimun dengan ketinggian 6.000–7.000 kaki, sementara di area target semai dominan awan stratus dan sratocumulus dengan ketinggian 9.500–10.000 kaki.

    Selain itu, di perairan selatan Sukabumi, terpantau pula awan cumulus dan stratocumulus dengan puncak awan lebih dari 14.000 kaki, serta adanya perlambatan kecepatan angin di sepanjang area Samudra Hindia.

    Sedangkan pada misi penerbangan kedua, perairan selatan Banten didominasi awan cumulus congestus dengan puncak awan mencapai 12.000–14.000 kaki.

    Arah angin di ketinggian 5.000–10.000 kaki umumnya bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 15–25 knot.

    Pertumbuhan awan hujan lebih dominan di perairan dibandingkan area pesisir dan daratan Banten yang masih diwarnai awan cumulus solid.

    “Tujuannya adalah untuk mengurai pertumbuhan awan-awan potensial pembawa hujan lebat sebelum memasuki wilayah Jakarta,” ujarnya.

    Isnawa menambahkan, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU terus melakukan evaluasi harian terhadap hasil operasi agar efektivitas penyemaian tetap optimal.

    “Kami terus berkoordinasi lintas instansi untuk memastikan setiap misi penerbangan memberikan hasil yang signifikan dalam mengendalikan potensi cuaca ekstrem. Dengan langkah ini, kami berharap risiko genangan dan banjir di DKI Jakarta dapat ditekan,” katanya.

    BPBD Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi penyumbatan.

    Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dan kondisi kebencanaan dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, Aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, serta akun media sosial resmi @bpbddkijakarta.

    Pewarta: Khaerul Izan
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.